MIO, SPIN, BEAT, VARIO atau SKYWAVE ?

Setelah keluar dari IT Service Delivery Bank Danamon, mobilitas saya naik motor mulai berkurang. Bekasi – Jakarta pun seminggu tidak lebih dari 2x, jadi ada niat untuk membeli motor yang tidak capek. Tadi rencananya sih, beli motor yang isteri juga bisa make, tapi sepertinya bahaya juga sih, soalnya naik motor di jalan raya bukan cuma sekedar menjalankan motor.

MIO

MIO

Pilihan pertama adalah yamaha mio seperti yang digunakan mertua saya, terutama yang warnanya putih, ada gambar bunganya. Selain tarikan dan responnya ok, mio juga bisa untuk berdiri anak saya di depan. Setelah saya pikir-pikir, kebetulan saat jalan bareng mertua yang pake mio, saya naik motor di belakangnya dan tiap ada polisi tidur dan mio ditarik, seperti ada suara tikusnya, ciit … ciit. Ada apa sebenarnya ya? Masalah lainnya adalah, mio sering banget ngisi bensin, mungkin karena tangki bensinnya kecil atau boros? Banyak yang bilang sih boros. Selain itu, karakter saya adalah tipe orang yang lain dari yang lain. Sedangkan mio sudah banyak yang punya, katanya sih kalo banyak yang memiliki, spare part, modifikasi, lebih murah karena banyak tersedia di pasaran. Tetapi saya tetap ingin beda, toh waktu saya beli thunder keluaran pertama (non-kick starter) akhirnya banyak juga yang beli sekarang.

SPIN

SPIN

Saat parkir di kampus, saya melihat motor suzuki spin-125. Saya perhatikan sejenak, modelnya bagus juga kaya mio. Terutama bagian depannya lega, bisa naro karung di depan. Saat adu balap di jalan baru bekasi (o iya, hati-hati lewat jalan itu di atas jam 1 malam) ternyata tarikan awal spin kalah dengan mio, tetapi lama-lama kesusul (mungkin karena cc spin lebih besar kali). Setelah nyoba, ternyata spin posisi duduknya kurang nyaman, apalagi kalo dipakai jauh, bisa sakit pinggang nanti. Walaupun mobilitas saya sekarang jarang jalan jauh, tetap saja ada ngajar dan kuliah di Jakarta.

BEAT

BEAT

Teman isteri saya kebetulan suaminya kerja di oto finance bagian persetujuan kredit. Dia menawarkan honda beat. Ditanggung beres ga ada acara survey-surveyan, kalo mau sore langsung di antar (busyet). Hampir aja setuju. Kebetulan di carrefour ada stand honda. Saya amati sebentar honda beat yang dipajang. Sempit banget ya. Kalo naik sendirian sih ok. Tapi kalo boncengan, kasian banget. Saat di jalan pas pulang, saya ada di belakang honda beat yang lagi boncengan, kasian si ibu yang bawa anak di belakang sampe duduk di atas besi belakang jok. Udah gitu cc-nya kecil, kalo dibawa ke Jakarta kasian juga.

VARIO

VARIO

Lama-lama habis juga nih pilihan. Tinggal dua, vario dan skywave. Satu-satunya pemilik vario yang saya kenal adalah bibi saya. Pada dasarnya sih Ok banget, cuma ada komplain masalah radiator sama bodinya yang bongsor (tidak bagus untuk cewek, soalnya saat naik dipaksa “ngangkang” terus). Harga jual honda pun di atas rata-rata, cuma harganya yang menurut saya kurang imbang. Kenapa ga pasang sok breaker dua? Kenapa cc-nya cuma 110-an? Kalo alasannya supaya lebih irit kayaknya kurang pas ama bodinya yang bongsor. So, menurut saya sih kemahalan. Saya kenal skywave saat ngobrol dengan rekan thunder di UNISMA, katanya dia mau jual motor thundernya lalu beli skywave-125.

SKYWAVE-BURGMAN

SKYWAVE-BURGMAN

Akhirnya saya teliti di internet, pertama-tama sih yang saya liat skywave-600 dan skywave burgman. Wiih .. bagus banget, terutama disain bagian depannya. Setelah sy searching dengan benar, muncullah skywave-125. Ternyata bagian depannya, agak mirip sama versi mahalnya. Saya teliti lagi milis-milisnya, ternyata keluhannya cuma suara ngorok katanya. Yang membuat saya tertarik adalah cc-nya yang imbang dengan bodinya. Terus, joknya panjang, cocok untuk boncengan ditambah lagi doble shock di belakang. Tidak salah lagi, saya langsung memilih motor ini. Tinggal masalah warna aja yang agak bingung. Karena saya penggemar warna hitam, nah .. Ternyata suzuki menyediakan seri: night rider. Langsung saja saya pilih night rider SR terbaru.

SKYWAVE-125

SKYWAVE-125

Saat, inreyen, busyet, enak banget. Biasa pake thunder, pake matic, tinggal gas rem. Begitu di tarik langsung ngebut, ga ada jeda untuk pindah gigi. Saat dibandingkan dengan mio dan spin, masalah tarikan urutannya adalah: mio – spin – skywave. Tapi di kecepatan tinggi, urutannya berubah: skywave – spin – mio. Kl masalah “ngorok” kayaknya skywave tidak cocok untuk dipaksa narik awal. Jadi anjuran saya, tarik pelan – pelan, saat speed di atas 30 baru tarik.. dijamin bisa ngalahin bebek bergigi. Nouvo? Sorry, ga pernah nyoba, setahu saya sih itu merek sabun.

Oiya, untuk yang ingin melihat jenis matic suzuki yang baru, sky drive, klik di sini.

SKYWAVE-125

SKYWAVE-125

About these ads

Tentang rahmadya

I'm a simple man .. Lahir di Sleman Yogyakarta, 7 Juni 1976 TK : - (tidak ada TK di tj Priok waktu itu) SDN : Papanggo, Jakarta 83 - 89 SMPN : 129, Jakarta 89 - 92 SMAN : 8, Yogyakarta 92 - 95 Univ. : Fak. Teknik UGM, Yogyakarta 95 - 2001 Pasca. : Tek. Informatika STMIK Nusa Mandiri, Jakarta 2008 - 2010 Doctoral : Information Management Asian Institute of Technology, Thailand 2013 - skrg Pekerjaan: Tek. Komputer AMIK BSI Jakarta : 2002 - 2005 IT Danamon Jakarta : 2005 - 2008 Tek. Informatika STMIK Nusa Mandiri Jakarta : 2005 - 2008 Univ. Darma Persada : 2008 - Skrg Fakultas Teknik Universitas Islam "45" Bekasi : 2008 - Skrg ( Homebase)
Tulisan ini dipublikasikan di Automotive. Tandai permalink.

26 Balasan ke MIO, SPIN, BEAT, VARIO atau SKYWAVE ?

  1. Ping balik: Tips Pengguna Skywave Baru « Rahmadya Trias Handayanto

  2. mumtaz ahmad pasha berkata:

    wah jadi bingun milih lagi neh….yg mannaaa ya???

  3. yanto berkata:

    kalo aku suka honda varionya karena tarikanya lebih kuat..

    gan tukeran link yuk…

    ini blog ane

    yamaha-vixion.blogspot.com

    • rahmadya berkata:

      yup, setuju. Untuk RPM tinggi oke, karena dibantu pendingin cairan. seandainya saya sehari-hari jarak pendek, saya beli tuh vario. Berhubung sering saya pake touring, mau ga mau sy pilih yang sasisnya stabil, per double, irit (dengan CVT). Belum ada yang bisa ngalahin halusnya tarikan vario, kecuali Kymco. Tapi ya motor jangan ditarik begitu, kasihan, emangnya rossi, montirnya segudang. Sama, sy juga segudang, tapi nipu semua he he he.

  4. ali furqon berkata:

    bisa minta detailnya ttg nyoba spin 125, soalnya sy tertarik sama itu motor !…

    • rahmadya berkata:

      barusan nanya ama yang pakai spin … dibanding mio sih, spin lebih lega, khusus orang jangkung. Jarak dengkul dengan body depan lebih panjang spin, apalagi kalo buat ngangkut karung, lebih pas. Cuma, jok spin kurang nyaman dibanding mio, harus diganti busa-nya kali. Di jalan baru bekasi (duren jaya), kalo malem sering balap adu kebut, pertama duluan mio, tapi lama-lama kekejar ama spin.
      Yang sy heran dengan pendapat temen, “yang sy suka di spin, harga spare partnya mahal, berarti asli!”. Betul apa ga ya????

  5. faisal berkata:

    bensin nya skywave gimana mas?
    thanks faisal

  6. sanjita berkata:

    menurut saya, beat tuch kan keren kalo vario terlalu cewek

  7. bram berkata:

    Quote artikel anda

    1.”Selain tarikan dan responnya ok, mio juga bisa untuk berdiri anak saya di depan”

    Menurut saya ini budaya pengendara motor Indonesia yang SANGAT BERBAHAYA, dan mest lekas2 ditinggalkan. Motor tipe scooter dgn step-through deck layaknya Mio, bukan untuk mengangkut penumpang. Mohon dipertimbangkan lagi bila menulis artikel, soalnya ini adalah hal2 yg misleading namun konsekuensinya bisa fatal (korban jiwa). Maaf sekali lagi saya bukan bermaksud lancang lho…. :)

    2.”Kenapa ga pasang sok breaker dua? Kenapa cc-nya cuma 110-an? Kalo alasannya supaya lebih irit kayaknya kurang pas ama bodinya yang bongsor”

    Yg menentukan cocok ato tidaknya mesin bukan besar kapasitasnya. Tp daya kerja dan efisiensinya. Mesin Vario ‘cuma’ 108cc, tp compression ratio 11.7. Tenaganya 9 dk, sama dgn Kymco Trend SR 125cc. Shock breaker ga mesti dua, selama memiliki load rating yg cukup utk beban penggunaan. Single shock bukan berarti lebih rendah kemampuan bebannya dibanding dual shock.

    • rahmadya berkata:

      setuju sekali mas bram, dilarang anak kecil naik di depan (walaupun muter2 di jalan kompleks lho). Katanya, mio itu bukan untuk dua orang, tapi 1,5 orang (emang ada 1/2 orang??), katanya lhoo.. he he. pendapat pribadi sih… kalo bukan untuk jarak jauh, sy sih pilih vario. apalagi yang techno. Fren .. ada yang punya saran, kalo kita bawa anak kecil di motor berdua aja, selain di depan di mana ya?

      sy pernah liat vario dari belakang, jok-nya miring ke kanan (entah karena single shock atau jatuh atau suka bawa yang berat seperti box givi ?). kalo honda emang diakui walaupun cc kecil tenaganya besar, cuma yang sy takut kompresi rasionya (keputusan pendingin cair emang tepat sih). tapi kalo sama kymco trend SR 125, nyerah aja deh .. kalo ga percaya coba aja pinjem trend SR temen.
      untuk mencapai tenaga tersebut (9 dk), cc kecil dipaksa ber-rpm tinggi, beda dengan cc yang lebih besar. by the way, ada juga kok yang suka dengan suara mesin yang meraung-raung.

  8. Ping balik: SIAPA BILANG VARIO NGGAK BISA SANGAR !!! « Rahmadya Trias Handayanto

  9. rere berkata:

    spin nanjak 110km/jam tuh.. pernah.. tapi bikin bokek..

  10. rere berkata:

    nyoba skywave, emang tarikan atas (top speed) lebih bagus dibanding spin.. padahal cc sama.. dan pernah juga ngisengin skywave pake spin.. ga kekejar.. ckckckck.. tarikan awal skywave emang lebih berat dibanding spin..

  11. riedwan berkata:

    hmmm, rada tersinggung sih boss, soalnya ane pake spin 125, tapi setelah di pikir2 bener juga boncenger ane sering ngeluh kalo mbonceng spin itu pegel banget, tapi kalo masalah irit, spin ga kalah irit boss kalo ma skywave 125. . .
    suzuki. . .

  12. panji berkata:

    sebelum saya beli matic saya analisa dulu dan coba, vario, beat, mio soul udah saya coba, putus asa malah mau beli jupiter mx, tapi setelah saya coba skywave wiiih langsung beli.
    vario temen rata-rata suara mesinnya ndak sehalus waktu beli, 6 orang temen sya pake vario disarankan jangan beli ma dia, yang punya mio 2 orang boros katanya, skywave 3 orang udah 2th mesinya masih utuh suaranya, akhirnya positif dah saya beli.
    vario tarikan awalnya ndak jauh beda sama mio, gesit, beli bensin 2 liter pp ke tempat kerja udah habis 1 lter, pake skywave pp tempat kerja 2ltr bisa 3x pp masih bisa ke pombensin lagi, emang tarikan awal susah nyalip mio & vario ada suara ngorok cvtnya tapi lewat 40km/jam libas abis tu mio vario, tapi setelah ganti mj & pj ndak ada lawan borosnya percis kayak vario jadinya.
    tikungan stabil abis bro, lari 80km/j nyaman abis, bisa lepas tangan 2 lagi.
    1 aja susahnya, kalo pecah ban ha ha ha ha

  13. bernard berkata:

    spin ane ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,lari 100km msh normal gk kyk mio ketar ketirrrrrrrrrrrrrrrr..kaSIan ane liat mio..lari 80 aja udh gemeteran ..kkkkkkkkkkk…..hidup suzuki dah pokoknya….mesin plg mantapppp……cm spare parts dan aksesoris bikin sakit kepala ane nyari susah bgt ,,,,ada yg tau gk jualan plg lengkap dmn ???imel ane dong………..enikpertiwi@yahoo.com…..thankjs

  14. unyil berkata:

    iya saya setuju dengan bro bernard, kok asesoris skywave ni susah banget ya? Saya kebetulan nyari cover cooling fan (tutup kipas transparan nih) di bengkel, tempat variasi, bahkan di dealer (bengkel resmi), orang dealer bilang stoknya (tutup kipas transparan) udah hampir sebulan ni nggak masuk, yg tersedia cuma tutup kipas standar aja…

  15. Krishna berkata:

    kalau untuk tenaga, halus nya mesin, top speed dan kenyamanan di kelas 110cc ga ada yang bisa ngalahin Kymco Easy JR 100, Free LX dan Libero 110.. untuk kelas 125 ga ada yang bisa ngalahin Speed, Power, Space dan Comfort nya Kymco Trend SR 125.. saya sudah berapa kali punya motor matic termasuk honda vario, beat, Spin dan Sky drive.. ga ada yang sebanding dengan Kymco termasuk suspensi dan kekuatan body dan chasis dan juga irit nya bukan main walau 125 cc

  16. loan officer berkata:

    What i don’t understood is in truth how you’re no longer really a
    lot more smartly-favored than you might be now. You are so intelligent.

    You already know thus significantly when it comes to this subject,
    made me for my part imagine it from so many numerous angles.
    Its like men and women are not interested until it is something to accomplish
    with Woman gaga! Your personal stuffs outstanding.
    At all times deal with it up!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s