Bikin Buku Lagi .. “Pemrograman Database dengan Matlab”

Menganggur saat bulan puasa ternyata enak juga buat menulis. Saat berada di “dunia” sendiri tiba-tiba adzan maghrib pertanda waktu berbuka puasa. Setelah berbuka, refresh lagi, dan siap meracik tulisan lagi. Setelah lebaran, jadilah satu buku “Pemrograman Basis Data dengan Matlab”. Belum tentu itu judulnya karena terkadang penerbit menyarankan untuk mengganti judul dengan judul yang menarik dari sisi pemasaran. Begitulah, harus terjadi kerjasama yang baik antara penulis dengan pemasaran, jika tidak, sudah dapat dipastikan buku tersebut tidak laku.

Sebenarnya buku yang sedang direview oleh penerbit (semoga lolos) tersebut berawal dari pertanyaan-pertanyaan di blog ini. Lalu muncul ide bagaimana jika dibuat dalam satu paket buku beserta contoh-contoh aplikasinya. Apalagi banyak yang masih sangsi bahwa Matlab bisa menghasilkan aplikasi yang terhubung dengan basis data seperti bahasa-bahasa yang lain seperti visual basic, java, dan bahasa pemrograman visual lainnya. Matlab selama ini dipuji karena tangguh di sisi komputasi. Bukan tangguh sih sebenarnya, tetapi mudah dan user friendly. Jadi jika bisa mengelola database, maka perancang bisa dengan baik menghubungkan komputasi teknis, soft computing, data mining, dengan basis data yang dimiliki. Database Management System (DBMS) yang dipilih adalah Microsoft Access sebagai perwakilan DBMS desktop dan MySQL untuk DBMS berbasis web. Sepertinya cukup karena keduanya merupakan DBMS yang paling banyak digunakan saat ini, terutama mahasiswa.

Untuk contoh aplikasi, dipilih kasus-kasus yang sering dijadikan tugas akhir (skripsi atau thessis) para mahasiswa yaitu data mining dengan clustering, enkripsi database, pengolahan citra, yang dirakit tentu saja dengan GUI. Tulisan diakhiri dengan lampiran-lampiran yaitu pembuatan executable program dan teori dasar struktur data di Matlab yang sangat penting karena proses perpindahan dari DBMS ke Matlab untuk diproses dan sebaliknya.

Seperti biasa, operasi dasar pada pemrograman basis data dipelajari yang dikenal dengan istilah CRUID (create, read, update, insert, dan delete). Pembuatan grafik setelah proses clustering dan pengolahan citra digital yang kemudian disimpan ke database dibahas dengan sederhana. Jika tombol “clustering” ditekan maka tiap record di database data langsung terupdate masuk kluster yang mana (kluster 0 atau 1). Tentu saja Anda bisa mengembangkan menjadi lebih dari dua kluster. Tanda tangan yang tadinya image kini dirubah menjadi biner (0 dan 1) yang bermanfaat untuk mengurangi kapasitas penyimpanan (dibandingkan penyimpanan dalam bentuk image utuh) yang biasanya diterapkan di perbankan.

Sepertinya pengolahan data dengan notepad atau excel yang bersifat offline dari database sudah mulai diganti dengan sistem yang online karena perubahan data terjadi secara cepat dengan jumlah yang besar (big data). Semoga buku seharga beberapa bungkus rokok tersebut segera terbit (whee lah …). Amiin.

Melanjutkan Riset yang Tertunda

Setelah hampir tiga bulan hilang dari peredaran karena libur kuliah, akhirnya sekarang mulai lagi bertarung mengerjakan disertasi yang sempat terhenti. Tadinya ingin masuk bulan berikutnya tetapi karena ada email bahwa pemesanan kamar kos kategori 2 sudah disetujui dan harus diambil maksimal minggu depan, mau tidak mau segera berangkat karena tipe kos ini merupakan idola semua mahasiswa AIT terutama yang sedang tesis atau disertasi mengingat bentuknya yang sangat private dan egois (karakter mahasiswa yang sedang nulis).

Banyak hal terjadi baik di Indonesia maupun di Thailand ketika mau berangkat. Beberapa hal yang mungkin bisa dijadikan masukan untuk pembaca yang mau berangkat ke Thailand:

  • Kartu Sim Card harus teregister. Berbeda dengan di Indonesia yang registrasi hanya dengan mengisi nama, no KTP dan alamat, si sini harus datang ke Simcard center dengan membawa kartu Identitas (id card/paspor). Agak ribet juga, walau bisa juga dengan online chat dgn webcam. Kita difoto dengan paspor.

  • Pesawat Air Asia mulai memberlakukan dengan ketat berat barang yang masuk ke Cabin. Jika di atas 7 kg, bakal kena charge .. waspadalah. Sepertinya petugas hanya mengincar yang membawa tas beroda, buktinya saya lolos dengan tas sanggul, walau lebih dari 7 kg.

  • Rupiah melemah terus terhadap dollar, walau mata uang tetangga2 juga ikut melemah. Berdampak terhadap harga-harga, terutama tiket pesawat.

Uang kiriman dikti belum turun .. kalo ini masalah khusus .. he he he.