Pertemuan IV: Sistem Basis Data

Setelah pertemuan sebelumnya berlatih membuat ER-Model untuk sistem informasi tertentu, langkah selanjutnya adalah membuat database riealnya. Kalau sebelumnya kita membuat tabel secara manual, untuk saat ini tabel dapat dibuat secara otomatis dengan software tertentu. Salah satunya adalah Datanamic Dezign. Software ini dapat mengkonversi langsung ER-Diagram menjadi tabel-tabel dengan berbagai macam jenis software database (oracle, mssql server, mysql, access, paradox, dan sebagainya.

Untuk Download Software Dezign Klik : PART IPART IIPART III

Ada masalah?

Pertemuan III Sistem Basis Data

Pertemuan III membahas model data. Adapun jenis-jenis model data yang dikenal saat ini:

1. Model Data Berbasis Object

2. Model Data Berbasis Record

3. Model Data Fisik, dan

4. Model Data Konseptual

Model data berbasis object menggunakan konsep entitas, atribut dan relasi (beda dengan object pada Analisa dan Disain Berorientasi object). Model yang digunakan adalah model entity relationship, model binari, model semantik dan infological model.

Pada model data berbasis record,dalam menjelaskan hubungan logic antar data menggunakan record. Diantara keempat teknik, yang paling banyak digunakan adalah model pertama.

Untuk pertemuan IV akan dibahas model Entity Relationship Diagram. Untuk sebagai referensi, dapat didownload ebook di bawah ini:

cover

Untuk download KLIK DI SINI.

Part 1Part 2 Part 3,   Part 4

Note: semua file di download, extract part 1 saja.

Proposal Penelitian Dosen Muda (PDM) Kopertis Wilayah III

Setelah di UNISMA (Kopertis Wilayah IV), di NURI (Kopertis Wilayah III), pengumumannya agak terlambat. Dari sekitar 60-an, STMIK Nuri lolos 5 orang, antara lain: Hj. Eni Heni Hermaliani, S.Kom, MM., Fransiska Hendra, S.T., M.Kom., Herlawati S.Si., MM. dan Kusumahati, S.Kom., MM.

Dan untuk pertama kalinya studi kajian wanita lolos atas nama Hj. Dwiza Riana, S.Si., MM. Sedangkan saya sendiri, tidak lolos (mungkin karena sy sudah dapat di kopertis wilayah IV kali ya?). Variasi dana ternyata lebih besar dibanding Kopertis wilayah IV, yaitu antara 8 jt – 10 jt.

Tugas II Computer Network & Security

Nama : Rahmadya Trias Handayanto

NIM : 14000004

Tugas : Computer Network & Security

Dosen : Dr. Sarinanto

_________________________________________________________________________

Soal:

Bagaimana mengambil peluang atas keputusan menteri komunikasi dan informasi Muhamad Nuh tanggal 19 Januari 2009 tentang: PELUANG USAHA PENYELENGGARAAN JARINGAN TETAP BERBASIS PACKET SWITCHED YANG MENGGUNAKAN PITA FREKUENSI RADIO 2.3 GHz UNTUK KEPERLUAN LAYANAN PITA LEBAR NIRKABEL (WIRELESS BROADBAND).

_________________________________________________________________________

Jawab:

Karena lokasi berada di Bekasi, Jawa Barat, maka digunakan lampiran IV peraturan menteri komunikasi dan informasi.

  1. Penentuan Zona.

Zona yang dipakai adalah Zona 4 sesuai dengan lampiran IV peraturan menkominfo Bab II Pasal 4.

zona42

Gambar 1. Zona 4 Wilayah JABODETABEK.

Nama Grid Cell: 0950E061N dengan koordinat pada gambar di atas X1, X2, Y1 dan Y2 berturut-turut 95.00, 95.10, 6.10 dan 6.20.

Lebih lanjut akan diberikan harga – harga yang sesuai dengan tempat dan lokasi wilayah yang dapat dilihat pada tabel lampiran V peraturan menteri komunikasi dan informasi, sesuai dengan Bab III, Pasal 7 ayat (1) : Penetapan blok frekuensi radio dalam suatu Zona Layanan Pita Lebar Nirkabel ditentukan berdasarkan:

a. Surat alokasi frekuensi radio yang mencantumkan:

i. Wilayah Layanan Tertentu; dan/atau

ii. Rencana bisnis (business plan) pengguna frekuensi radio; dan/atau

b. Izin Stasiun Radio (ISR)

tabelzona4

Tabel 1. Zona dan Jangkauan Frekuensi Radio

  1. Pita frekuensi yang dipilih adalah 2,3 GHz sesuai dengan Bab V, Pasal 12 ayat (2) tentang rentang frekuensi wireless broadband: 300 MHz, 1.5 GHz, 2 GHz, 2.3 GHz, 3.3. GHz, dan 10.5 GHz.

  1. Kewajiban membayar biaya yang disebut Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi radio sesuai dengan perundang – undangan yang berlaku.

Sesuai dengan Bab VI , Pasal 14 ayat (2), BHP frekuensi itu meliputi:

a. BHP untuk Izin Pita Spektrum Frekuensi Radio;

b. BHP untuk izin ISR; atau

    1. BHP untuk izin kelas

Dan sesuai dengan ayat(3) pasal yang sama, BHP untuk Izin Pita Spektrum Frekuensi Radio terdiri dari biaya nilai awal (up front fee) dan BHP spektrum frekuensi tahunan yang besarnya ditetapkan berdasarkan hasil seleksi dan tata cara pembayarannya ditetapkan dengan peraturan menteri tersendiri.

4. Penggunaan Alat / Perangkat Telekomunikasi.

Karena frekuensi yang dipilih adalah 2,3 GHz dan sesuai dengan Bab VII, Pasal 17 ayat (1) dan (2) maka untuk Subscriber Station (SS) diharuskan menggunakan komponen lokal 30% dan 40% untuk Base Station (BS). Dan dalam jangka waktu 5 tahun diharuskan untuk kedua peralatan itu menggunakan komponen lokal sekurang-kurangnya 50%. Kemudian, sesuai dengan Bab IV, Pasal 11 ayat (2), maka harus sudah dioperasikan minimal 2 tahun terhitung dari tanggal izin pita frekuensi, jika tidak maka ijin akan dicabut.

5. Hal lain yang harus menjadi perhatian.

Letak Bekasi pada perbatasan dengan Zona 5 (Jawa Barat) harus memperhatikan Bab II Pasal 5, dimana harus berkoordinasi dengan pemancar terdekat agar tidak menimbulkan gangguan yang merugikan.

Tidak boleh memindahtangankan izin yang diberikan tanpa izin dari menteri komunikasi dan informasi (Bab IV, Pasal 11 ayat (1)).

oo00oo

Pertemuan Terakhir Jaringan Komputer

Akhirnya perkuliahan akan selesai, tentu saja para siswaku masih banyak yang kurang puas, kurang jelas dan sebagainya. Oleh karena itu saya hanya akan memberi tip n trik menguasai jaringan.

Bagi yang sehari-hari bersinggungan dengan router, switch modem dan lain-lain, tidak masalah, tapi bagaimana dengan yang belum? Jangan khawatir, ada software simulator yang dapat membantu (saya menggunakan boson netsim v6) Bagaimana cara menggunakannya?

1. Buat rancangan network dengan boson designer? a. set router & switch, b. mengkoneksi router, c. koneksi antar piranti,

2. Buka boson configuration? a. Load dari boson designer, b. koneksi router.

Kemudian untuk setting yang lainnya, dapat dibaca baik dari buku-buku tentang router atau readme dari software boson itu sendiri (lab simulator). Ok .. (beri komentar jika ada masalah ya).

Rekayasa Perangkat Lunak (Temu III)

Teknologi yang digunakan untuk rekayasa perangkat lunak terdiri dari:

1. Alat

2. Metode

3. Prosedur/Proses

Mula-mula dipakai metode linear-sequensiall/waterfall:

Analisa-Disain-Coding-Testing

Tetapi terkadang pemesan sendiri kurang detil dalam merinci pesanan software kepada pengembang sehinggu muncul masalah disaat program selesai dibuat.

Metode yang lainnya adalah metode prototype (dibuat hasil kasarnya untuk decek dulu oleh pemesan) dan metode RAD.

Untuk lebih jelasnya: se-pressman-se_a_practitioner_e2_80_99s_approach