Coincidence Untuk Poros dan Lubang

Berhubung hanya sebagian kecil yang bisa merakit (assembly) dua Part pada UTS kemarin, ada baiknya mencoba kembali merakit dua buah komponen dengan tool “Coincidence” yang tersedia di CATIA. Coba buka CATIA, masuk ke menu Mechanical Design – Assembly Design.


Buat dua buah komponen (Part) dengan cara klik kanan Product1 – Components – New Part. Beri nama masing-masing poros dan lubang. NOTE: dobel klik pada poros untuk menggambar poros seperti gambar di atas. Lanjutkan untuk menggambar Lubangnya. Jika sudah selesai, masuk ke mode assembly lagi untuk memasukan lubang ke poros secara otomatis (eh .. kebalik ya).


Jika kita ingin memasukan poros ke lubang, pilih dulu porosnya (ingat poros, bukan ujungnya doang, arahkan mouse sampai muncul garis sumbu), klik Insert – Coincidence. Klik “Close” saat Assistance muncul. Berikutnya arahkan mouse ke lubang (hingga tampak garis sumbu juga). Maka akan muncul dua titik dengan satu garis yang menandakan bahwa dua part tersebut siap dihubungkan. Klik di sembarang tempat agar garis yang menghubungkan dua titik itu hilang. Klik kanan pada salah satu titik, pilih Coincidence.1 Object – Update. Maka Anda berhasil memasukan lubang ke poros secara akurat.


Selamat mencoba, minggu depan kita masuk ke mekanisme ya .. Coba sendiri menggunakan kompas untuk menggerakkan poros keluar masuk lubang.


Rahmadya Trias Handayanto

Iklan

Membuat Lembaran dengan Generative Shape Design

Hari/Tgl/MK/Ruang: Selasa/19-04-2011/SIMBAD CAD/Lab. Disain

Buka Mechanical Design – Part Design untuk membentuk disain komponen baru dan dilanjutkan dengan Shape – Generative Shape Design untuk mendisain suatu lembaran.

 


Lembaran dibentuk dengan cara membuat suatu bidang dari minimal dua buah garis dari bidang yang berbeda. Oleh karena itu kita harus membuat dua buah bidang terlebih dahulu. Buat bidang dengan mengklik icon: .


Kita memilih Tipe bidang “Offset from plane” dengan referensi pilih bidang zx. Buat dua buah bidang seperti gambar di atas, dengan jarak antara dua bidang tersebut 140 mm. Selanjutnya klik bidang sebelah kanan kemudian masuk ke menu Sketch . Gambar lengkung kurva bebas. Lanjutkan dengan bidang kedua (plane 2). Sehingga dihasilkan dua kurva pada dua bidang yang berbeda (plane 1 dan plane 2).


Pada menu pilih Insert – Surface – Multi Section dilanjutkan dengan mengklik dua buah kurva pada gambar yang telah kita buat tadi.


Setelah di klik OK, gambar lembaran telah berhasil kita buat. Coba buat bentuk lainnya.


Selamat mencoba.


Rahmadya Trias Handayanto

Simbad CAD: Penggunaan Toolbar Shaft

Hari/Tgl/MK/Ruang: Senin/04-04-11/Simbad CAD/Lab. Disain

Melanjutkan materi yang lalu (Drafting) kita mulai masuk ke pembuatan objek memutar. Banyak komponen-komponen mesin yang dibuat dengan cara memutar misalnya poros, velg, mur dan sebagainya. Objek memutar dikerjakan dengan teknik pembubutan dengan cara mengikisnya sambil diputar. Buka CATIA, boleh menggunakan Assembly Design, atau langsung ke Part Design terlebih dahulu tidak apa-apa. Start – Mechanical Design – Part Design/Assembly Design.

Pilih koordinat yang akan Anda gambar, misalnya yz. Klik yz dilanjutkan dengan mengkli “Sketch” pada toolbar, maka Anda siap menggambar Objek. Di sini kita akan mencoba menggambar objek dengan memutarnya berdasarkan sumbu putar tertentu. Buat objek sebagai berikut:


Jika sudah selesai keluar dengan mengklik toolbar “exit workbench”. Lakukan dengan langkah yang sama untuk membuat sumbu putarnya. Ingat jangan membuat sumbu dengan Sketch yang sama krn akan memunculkan pesan error. Jika sudah maka pastikan pada PartBody ada dua Sketch, satu objek, satunya lagi sumbu putar.

Berikutnya Anda diminta memutar objek dengan mengklik toolbar Shaft. Pilih Objek dilanjutkan dengan sumbu putarnya. Jika ingin melihat hasil sementara, klik “Preview” jika sudah yakin, Klik OK.


Tambahkan jari-jari sesuai selera, Selamat Mencoba ..


Rahmadya Trias


 

UAS CATIA

Berikut ini adalah hasil penggambaran siswa pagi (tugas UAS) yang siap dirakit dengn assembly design. Alangkah baiknya kita mencoba membuat assembly disain yang komponen-komponenya diambil dari part design. Fasilitas yang disediakan adalah coincidence yang berfungsi menghubungkan dua komponen atau lebih dalam satu struktur assembly.

 


RDBMS dan MySQL

Oleh: Rahmadya Trias H., ST, MKom & Herlawati, S.Si, MM.

Selama bertahun-tahun, dikenal MySQL server sebagai sistem basis data dengan Connecter /J JDBC Driver-nya yang bersifat open source bersama dengan software database lainnya seperti mSQL dan PostgreSQL. Sedangkan perusahaan besar yang memiliki dana yang cukup untuk membeli lisensi menggunakan Microsoft SQL Server atau ORACLE, dan Microsoft Access atau database Foxpro untuk kelas menengah.

Sekarang, dengan meningkatnya penggunaan internet, aplikasi berbasis open source makin diminati. Kemampuannya pun cukup memadai dalam menangani pengelolaan database dengan fungsi-fungsi yang lumayan lengkap. Dan yang terpenting adalah database open source cenderung mudah dirawat karena sistemnya yang transparan.

RDBMS

Diantara ODBMS (Object Database Management Systems), ORDBMS (Object Relational Database Management Systems) dan RDBMS (Relational Database Management Systems), RDBMS paling banyak digunakan karena alur logikanya yang sederhana dan cocok untuk sistem yang membutuhkan integrasi, multi user dan konsisten. Berikut ini adalah beberapa keuntungan yang diperoleh jika menggunakan RDBMS sebagai sistem basis data.

1. Multi User Access

Multi User berarti mengijinkan lebih dari satu user mengakses tabel yang sama. Untuk menghindari kesalahan akibat ketidakkonsistenan dibutuhkan strategi penguncian saat seorang user merubah database. Dengan RDBMS strategi penguncian sangat lengkap dibandingkan sistem flat file (comma atau tab-separated) yang hanya menggunakan single lock. Single lock mengakibatkan antrian yang lama saat seorang user akan merubah (insert/edit) data.

2. Storage Transparancy

Transparansi storage sangat menguntungkan karena software aplikasi tidak perlu tahu bagaimana sistem basis data menyimpan data secara fisik. Sehingga jika lokasi tempat penyimpanan data barubah tidak perlu merubah software aplikasinya. Transparansi storage sangat dibutuhkan untuk sistem yang membutuhkan protokol jaringan dalam bekerjanya.

3. Transaction

Ketika lebih dari satu user yang akan mengakses database kita, maka dikatakan seorang user untuk melakukan transaksi. Untuk menjelaskan contoh transaksi, ada baiknya mengambil sampel sistem perbankan. Misalnya dua orang yang melakukan join account dan tiap orang bisa melakukan transaksi, katakanlah penarikan tunai Rp. 20 juta. Diperlukan testing yang dinamakan ACID test, singkatan dari Atomicity, Concistency, Isolation and Durability. MySQL belum memenuhi syarat test ACID, akan tetapi setelah dimunculkannya fungsi new BDB dan InnoDB tables type, MySQL memenuhi syarat test ACID.

4. Sortir, Modifikasi dan Analisa Data

Tanpa ada fungsi tambahan, misalnya dalam flat file, diperlukan waktu yang lama untuk mensortir, misal dengan algoritma B-trees, hashes dan sebagainya. Sedangkan dengan RDBMS kita dengan mudah memanfaatkan fungsi indexing (sebagai informasi, Windows 7 saat ini telah menggunakan fungsi idexing dalam mencari suatu file). Intinya, dengan RDBMS kita telah diberikan fasilitas untuk menangan seluruh fungsi sortir, modifikasi dan analisa data.

5. Ad Hoc Queries

Ad Hoc Queries dibutuhkan saat kita akan menerima data dengan parameter tertentu. Flat file tida bisa digunakan karena tiap data memiliki karakteristik yang berbeda. Kebanyak RDBMS menggunakan standar Structure Query Language (SQL) dalam mengakses databasenya. SQL mengintruksikan “apa” data yang akan diolah bukan “bagaimana” mengolah datanya.

Pertemuan XIII: Structure Analysis

Hari/Tgl/Mata Kuliah/Ruang/Dosen: Senin/21-06-2010/Sistem Basis Data CAD/Lab Disain/Rahmadya Trias H., ST, MKom.

Pada dekade lampau, antara Disain dengan Analysis dilakukan oleh orang yang berbeda. Disainer hanya bertugas menggambar/menciptakan bentuk sedangkan analyisis yang dilakukan oleh engineer melakukan perhitungan akan kelayakan struktur/bangun tersebut dari sudut engineering.  Namun saat ini, baik inventor, solid works maupun CATIA sudah dapat melakukan analysis dari bangun/struktur yang kita rancang.

Pertemuan kali ini kita mencoba melakukan analysis terhadap batang yang dijepit yang menderita gaya terdistribusi, misalnya 100 newton. Setelah digambar batangnya, coba masuk ke Start – Analysis and Simulation – Generative Structure Analysis. Kita diminta untuk melengkapi 1). Mesh, 2) Material, 3) Penjepit dan 4) Gaya. Hasilnya adalah distribusi gaya pada struktur tersebut yang dipetakan oleh gambar dengan warna. Bahkan dapat disimulasikan arah gerakannya. Report-nya dapat langsung di-generate ke PDF. Selamat Mencoba !!!

Pertemuan XII: Membuat Pegas (Helix)

Hari/Tgl/Ruang/M.Kuliah/Dosen: Selasa/08-06-2010/Lab.Disain/Sistem dan Basis Data CAD/Rahmadya Trias H., ST, MKom.

Bentuk helix (spiral) merupakan bentuk unik yang agak sulit, terbukti autoCAD 2002/2003 belum memiliki fasilitas tersebut dan baru ada setelah tahun 2007-an. Untuk CATIA V5-R17 tentu saja sudah tersedia fasilitas tersebut. Bagi yang belum mengenal cara kerja CATIA sebaiknya pelajari dasar-dasar CATIA terlebih dahulu, sebelum masuk ke jenis gambar-gambar yang rumit dan butuh teknik khusus.

Langkah awalnya adalah terlebih dahulu buka CATIA dan masuk ke menu Start – Mechanical Design, lalu pilih part design. Pegas yang akan kita buat, anggap saja sebagai suatu part. Untuk menggambar Spiral kita harus masuk ke menu Start – Mechanical Design, lalu pilih Wire Frame, agar icon helix muncul di toolbar. Setelah itu kita harus menggambar satu titik sebagai titik awal spiral dan sumbu sebagai arah spiral.

Spiral yang baru kita buat tersebut masih berupa Wire (kawat), padahal pegas yang asli berpenampang lingkaran. Oleh karena itu kita kembali ke Start – Mechanical Design, dan klik Part Design lagi agar icon “Rib” muncul di toolbar. Pilih sumbu yang tegak lurus dengan arah Spiral sebagai dasar sketcher. Gambar lingkaran, sesuaikan ukurannya yang akan digunakan sebagai tebal Spiral yang akan kita buat. Jika sudah maka Spiral (Helix) telah selesai kita gambar.

Sebagai tugas: coba buat ujung pegas menjadi rata (ground) dengan alat bantu “Pocket” atau teknik lainnya. 🙂