Di tahun 90-an salah satu bahasa pemrograman adalah bahasa visual basic. Karakteristik bahasa satu paket visual studio dimana compiler, tampilan dan sejenisnya tersedia full. Namun saat ini ketika pemrograman web berkembang pesat dimana satu aplikasi memanggil fungsi-fungsi lain yang tidak ada di komputer programmer membuat programmer era 90-an harus terbiasa dengan hal ini.
Jika dicari di Youtube, saat ini sedang ada pergeseran programmer dari menggunakan akses full lengkap dari bahasa pemrograman menjadi menggunakan aplikasi teks editor sederhana lalu mengujinya menggunakan komputer lain di server yang sering disebut server development. Pernah saya menjadi project manager, salah satu programmer menggunakan Mac Book dengan processor M1 yang bertipe mobile untuk membuat kode Node-JS. Bagaimana dengan Python? Tentu saja jika untuk testing, bisa menggunakan google cloud yang menginstall Jupyter notebook di server tersebut, selain tentu saja dengan Google Colab. Video ini sedikit membahas hal tersebut.
Jadi laptop tidak terbebani dengan beban seperti server testing. Itu kalau satu bahasa pemrograman, jika ada banyak repot juga.
Untuk pemrograman basis data, banyak juga yang menyediakan server gratisan, seperti berikut [Link]. Selain menyediakan domain, juga menyediakan web server untuk file-file php, html, css, dll, dan database management system dengan MySQL. Lihat video singkat ini:
Namun untuk PHP yang ada Python di dalamnya, tentu saja membutuhkan vendor lain, misalnya heroku. Jadi sepertinya laptop sedikit demi sedikit mulai bergeser karena banyaknya penyedia cloud. Menarik untuk terus memantau perkembangan ini.