Simulasi Membutuhkan Bilangan Random

Simulasi mencoba menjalankan suatu model seolah-olah mengikuti kenyataan yang ada. Simulasi banyak diterapkan dalam permainan. Misalnya pemain bola, C. Ronaldo, dalam game memiliki akurasi tinggi dalam mencetak gol, tetapi tentu saja tidak selalu tendangannya akurat, seperti kenyataan di lapangan sesungguhnya. Jadi ketika pemain tersebut mengeksekusi, program harus membangkitkan suatu bilangan acak dalam rentang akurasinya sehingga bisa saja tendangannya (misal pinalti) tidak berhasil.

Fungsi “rand” di Matlab

Salah satu fungsi di Matlab yang membangkitkan bilangan random adalah fungsi rand. Fungsi ini membangkitkan bilangan acak dari nol hingga satu dalam pecahan. Ketik saja “rand” pada command window maka akan dimunculkan bilangan pecahan yang dimaksud.

Silahkan ketik help rand di command window maka akan muncul tata cara penggunaannya. Bahkan ada varian lagi dari fungsi tersebut di bagian akhir help (suggestion). Untuk membuat bilangan random yang dalam rentang tertentu, misal 9 hingga 10 butuh trik kusus, misalnya rand*10 atau 9+rand.

Contoh Kasus

Program berikut mensimulasian fungsi tangga dari suatu rangkaian masa dan suspensi. Disimulasikan beberapa komposisi pegas dan peredam yang menghasilkan beberapa kemungkinan. Perlu pengetahuan fungsi alih (transfer function) dan juga penggunaan fungsi plot pada Matlab. Buku command window.

  • figure
  • hold

Dua instruksi di atas akan menyiapkan satu gambar yang akan digunakan untuk menangkap output tiap-tiap komposisi pegas peredam. Fungsi hold membuat grafik menangkap lebih dari satu komposisi.

  • m=100;
  • for i=1:4
  • c=rand*10;
  • k=rand*10;
  • model=tf([1],[m c k])
  • step(model)
  • end

Kemudian Matlab mengeksekusi kode di atas dengan jumlah loop sebanyak empat kali. Tiap loop mencetak (fungsi step) model yang dalam bentuk fungsi alih tersebut. Massa diset 100 karena memang tidak terlalu berubah (massa motor, mobil, dan sebagainya cenderung tetap). Di sini nilai hanya sebagai contoh saja (tanpa satuan, dan standar yang telah ditentukan dalam perancangan elemen mesin). Selamat mencoba.

Iklan

Variabel Dinamis pada Fungsi Alih Simulink Matlab

[m.kul,ruang,dosen,jur:t-pemodelan-simulasi,software,rahmadya-phd,t-kom-d3]

Berbicara mengenai fungsi alih, mau tidak mau harus sedikit kilas balik ke materi pengenalan pengaturan (tek. Kendali). Untuk mudahnya ambil kasus sederhana suspensi kendaraan (post terdahulu). Fungsi alih suatu sistem suspensi adalah:

Fungsi Alih = 1/(ms^2+cs+k)

m, c dan k berturut-turut massa (Kg), peredam (N.s/m), dan konstanta pegas (N/m). Kemudian untuk memasukan variabel dinamis fungsi alih, buka simulink dengan mengetik simulink pada command window Matlab.

Memasukan Variabel Dinamis

Untuk mensimulasikan sistem suspensi pada model simulink masukan tiga diagram blok antara lain: masukan tangga, fungsi alih, dan keluaran yang ditangkap oleh scope. Masukan tangga berada di bagian SOURCE, fungsi alih di bagian CONTINUOUS, dan scope pada bagian SINK. Caranya adalah dengan mendrag ke lembar model.

 

Atur fungsi alih (transfer function) agar diperoleh persamaan di awal tulisan ini. Gunakan variabel m, c dan k yang mewakili massa, peredaman, dan kekakuan pegas.

Tekan ganda transfer function dan isikan sebagai berikut. NOTE: Nilai m, c dan k di sini berupa variabel yang jika langsung dijalankan akan memunculkan pesan kesalahan.

Mengisi Variabel lewat Command Window

Bagaimana memasukan m, c, dan k? Mudah saja, kembali ke command window, ketikan saja tiga variabel itu dengan bilangan.

>> m=100;

>> c=20;

>> k=5;

Kembali ke jendela model. Tekan tombol RUN pada jendela model yang berupa segitiga warna hijau. Pastikan tidak muncul error. Lanjutkan dengan mengklik ganda SCOPE untuk melihat grafiknya.

Atur komposisi c dan k agar diperoleh respon yang halus (smooth). Bagaimana terapan ke program GUI-nya? Sepertinya butuh postingan tersendiri karena ada sedikit masalah saat praktek tadi, yaitu data m, c, dan k tidak terkirim ke jendela model.

 

Mengisi Teks/Tulisan ke Dalam Gambar di Microsoft Word

Banyak aplikasi online maupun android yang tersedia untuk memasukan teks ke dalam gambar. Namun jika kepepet, ga ada pulsa atau wifi gratis, terpaksa kita harus menggunakan fasilitas di laptop yang tersedia. Salah satunya adalah Microsoft Word mengingat aplikasi ini palang banyak diinstal di laptop.

Salah satu fasilitas di Ms Word untuk menyisipkan teks adalah dengan Text Box. Silahkan buka di menu Insert pilih Text Box. Pilih kotak yang sederhana saja yang terletak di kiri atas. Berikutnya silahkan hapus kotaknya dengan cara: Klik kanan – Outline – No Outline.

Jika sudah, masukan gambar dengan: Klik kanan Text Box – Format Shape. Di bagian kanan pilih Text Outline. NOTE: Perhatikan ketika klik kanan, pastika kotaknya yang diklik kanan bukan teksnya.

Pilih Offline karena kita ingin mengambil gambar dari file yang kita miliki. Lalu edit Teks-nya sesuai dengan kata-kata yang diinginkan. Gunakan WordArt untuk membuat tulisan indah. Hasilnya kira-kira seperti di bawah ini:

Selamat mencoba menyisipkan teks di gambar, semoga bermanfaat.

Membuat Video Tutorial dengan Mobizen pada Android

Untuk sarana pendukung pertemuan kuliah terkadang penjelasan dalam bentuk video pembelajaran perlu juga. Bentuknya bisa power point atau capture dari laptop dengan aplikasi tertentu, misalnya screen-O-matic yang gratis. Jika materi dalam bentuk power point tidak masalah. Lain halnya jika penjelasan berupa rumus-rumus matematika yang dijelaskan seperti pada white board di kelas.

Banyak cara, salah satunya adalah dengan membeli pen-drive, dengan pena dan tatakan elektronik yang mampu menulis lewat screen komputer. Tapi harganya lumayan juga. Dengan sedikit berfikir, saya melihat samsung galaxy note 2014 edition saya dahulu yang sudah error tombol chargernya, tetapi sebenarnya masih ok baik layar maupun pena stylusnya. Dan setelah menanyakan anak saya yang SD ternyata katanya ada aplikasi untuk capture screen di android, namanya Mobizen. Alhasil, saya langsung ke Bekasi Cyber Park untuk service tombol charger samsung saya, dan normal kembali dengan hanya mengeluarkan dana Rp 100 ribu saja (ganti tombol usb untuk charger di tablet). Kuat juga ternyata samsung, 4 tahunan masih OK. Berikut tampilannya, tapi ntah mengapa di bagian tengah voice hilang berganti dengan suara pulpen stylush, mungkin ada yang tertekan. Sekian, selamat mencoba aplikasi tersebut.

Sepertinya lebih baik menggunakan microphone dari headset, hasilnya lebih jernih seprti berikut ini.

Object Not Found – Error 404 pada XAMPP

XAMPP merupakan paket berisi Apache server dengan PHP dan MySQL untuk membuat pemrograman web. Keunggulan paket aplikasi ini adalah sifatnya yang ringan karena server hanya aktif ketika Apache server di jalankan (running). Jika tidak dijalankan maka server tidak aktif sehingga meminimalkan penggunaan memori, biasanya jika dijalankan di laptop dan hanya untuk testing program.

Karena sifatnya yang aktif jika dijalankan, maka perlu setting khusus ketika beralih dari satu folder ke folder lainnya. Oiya, XAMPP berbasis folder dimana untuk mematikan dan menghidupkan server Apache dengan cara mengklik xampp_start dan begitu pula untuk mematikannya (xampp_stop). Masalah yang dijumpai ketika berganti folder adalah “Object Not Found” seperti tampilan di bawah ini.

Prinsip dari kesalahan ini adalah server Apache tidak berhasil menemukan “Link” yang dituju, biasanya index.php jika ada. Jika tidak ada index.php biasanya akan menampilkan folder-folder yang berada di folder htdocs. Folder ini merupakan folder induk php ketika server (localhost) dijalankan. Biasanya kasus ketika fodler XAMPP dipindah ke folder lain dan “xampp_start” hanya dijalankan tanpa diset ulang. Untuk mengeset ulang perlu dilakukan dengan menekan setup_xampp.bat.

Oiya, jangan lupa dimatikan dulu server Apache jika sekiranya masih hidup. Pilih (1) dilanjutkan dengan menekan sembarang tombol ketika diperintahkan.

Sekarang refresh browser yang sebelumnya error. Pastikan aplikasi berjalan, minimal menampilkan folder kosong jika tidak ada index.php di dalam folder tersebut seperti tampilan di bawah ini. Sekian, semoga bermanfaat.

Kepemimpinan dalam Pendidikan/Pengajaran

Gara-gara tulisan yang lalu menyebutkan bahwa mahasiswa PhD harus belajar juga kepemimpin terpaksa cari-cari buku tentang hal itu di perpustakaan kampus. Baru naik tangga sudah menemukan buku yang judulnya “The Art of Leadership” karya Manning dan Curtis dari universitas Kentacky.

Lumayan banyak isinya, dan saya langsung ke bagian-bagian akhir yang bercerita tentang kependidikan, yang cocok dengan background saya. Di paragraf awal bab itu diilustrasikan suasana kelas sekolah dasar yang menggambarkan seorang anak yang bingung dan serba salah. Repotnya lagi bukan teman sebangkunya saja yang menyalahkan, guru-nya pun bukan seorang pemimpin yang baik karena selalu menyalahkan. “Bukan disuruh menulis itu!”, “Tulis dengan pensil (karena anak itu menggunakan crayon)!”, “jangan berisik (karena ketika menulis sambil bersuara)!”, dan seterusnya. Di akhir cerita anak itu tidak mau masuk kelas lagi. Padahal anak tersebut hanya bingung, kenapa salah terus, dan sama sekali tidak ada tindakannya yang benar. Intinya adalah seorang pemimpin harus menghormati (respect) orang lain. Pasti ada sesuatu yang benar, tidak mungkin salah semua, seperti kisah berikut.

Bankir dan Pengemis

Seorang bankir ternama melewati seorang pengemis yang sedang duduk di pinggir jalan dekat bank. Pengemis itu duduk sambil iseng merakit pensil. Sambil memberi uang receh, bankir itu berkata ke pengemis itu bahwa uang itu untuk membeli pensil yang baru saja dibuatnya. Pengemis itu pun terlihat gembira dan memberikan pensil rakitannya. Tidak lama kemudian bankir itu tidak pernah menjumpai pengemis itu hingga suatu saat dia sedang membeli alat tulis dan berjumpa dengan pemilik toko alat tulis itu yang ternyata adalah pengemis yang di beri uang untuk jasa pensil-nya. Pengemis yang kini adalah pemilik toko itu menyampaikan bahwa ketika ia membeli pensil itu, sikap penghargaan atas jerih payah dan keahlianyalah yang memantik semangat di dadanya untuk tidak mengemis dan berdagang pensil. Bankir tersebut tidak menyalahkan pekerjaan mengemis, tetapi menghargai kreativitas membuat pensilnya. Selain menghargai, sifat pemimpin yang lain (hubungannya dengan pendidikan) adalah ikut berusaha meningkatkan kualitas orang lain seperti kisah pemain basket ini.

Michael Jordan dan Sang Pelatih

Kita mengenal Jordan adalah seorang pebasket ternama dari AS. Dengan keahliannya dalam mencuri bola dan memasukan ke keranjang, dia sejak awal disebut pemain berbakat. Seperti biasa, anak muda terkesan ingin dilihat dan menjadi pusat perhatian. Tetapi sang pelatih mengajarkan untuk ikut melatih rekan-rekannya dalam hal teknik bermain basket. Sepertinya Jordan sadar dan mengikuti arahan sang pelatih. Tidak lama kemudian hampir semua rekan-rekannya mengalami kemajuan dalam skill bermain basket. Tidak hanya Jordan yang kian terkenal, klubnya pun (Bulls) menjadi klub teratas yg pernah menjuarai NBA. Selain mengajarkan orang lain, belajar langsung dari master merupakan hal yang sering dijumpai, misalnya the Beatles yang belajar dari Chuck Berry, dan bintang-bintang lain yang tumbuh karena bimbingan bintang sebelumnya. Jadi terbayang bintang sepakbola Lionel Messi, yang timnya, Argentina, saat tulisan ini dibuat jangankan lolos, zona playoff pun tergusur oleh Peru (semoga tim favoritku ini lolos). Selain mengajari, seorang pemimpin pun harus terus belajar.

Thomas Watson dan IBM

Watson yang merupakan putra dari pendiri industri komputer IBM jadi serba salah dan merasa dibayang-bayangi oleh kehebatan, kecerdasan, dan kepemimpinan ayahnya. Ketika frustrasi meniru ayahnya, dia sadar bahwa tiap orang unik dan berbeda. Kemudian dia mulai menilai dirinya, dan sadar bahwa dia memiliki kecintaan dan keahlian dalah hal kedirgantaraan. Akhirnya dia menekuni hal itu, hingga menjadi pejabat di kantor pertahanan udara AS ketika perang dunia kedua. Setelah masa damai, dia menggantikan ayahnya memimpin IBM, dengan prinsip seperti dirinya bebas untuk terus belajar, terbukti perusahaan yang dipimpinnya bisa mengalahkan pesaing-pesaingnya di era itu dan tercatat dalam sejarah sebagai perusahaan yang paling banyak memberi keuntungan kepada pemegang sahamnya waktu itu.

Terus apalagi ya, maaf soalnya buku rujukannya sudah saya kembalikan. Mungkin itu saja yang berkaitan dengan pendidikan/pengajaran, yang lainnya berhubungan dengan permasalahan-permasalahan bisnis dan teknis seperti problem upah yang tidak seimbang dengan kinerja (kelebihan/kekurangan), juga apa pelatihan yang perlu dibuat untuk mencapai target tertentu …. ups itu pendidikan juga ya, tapi lupa-lupa ingat saya. Misalnya untuk meningkatkan penjualan (marketing), meningkatkan hasil (teknis), meningkatkan SDM (manajer SDM), dll, apa bentuk pelatihan yang tepat. Mungkin dilanjutkan di kesempatan lain. Semoga bermanfaat.

Update: 12 Okt 2017

Syukurlah kemarin ada kabar, Argentina lolos berkat hatrick messi ke gawang ekuador.

Section and Multilevel List in Microsoft Word

Multilevel list in word is used to continue numbering from one heading to the next heading. It makes writers easy to type and manage the sequence of subchapter. For example, if we have written subchapter 2.1, and come to new subchapter, the Microsoft word will automatically write 2.2 and the writer just write the name of the subchapter, for example “basic theory”, “recommendation”, end so on.

What is heading? In word, heading means the header of a writing that use a style. The writer can use some styles in styles menu. There are many headings provided: heading 1, heading 2, and so on. Why we use that style and do not just type manually? The heading has a purpose. It used in navigation and for automatic table of contents as well.

We can also modify the heading regarding the font, tab, paragraph, etc. And what the section used for? In the writing, we always have many chapters. Every chapter has their own number for subchapter. With the section in Microsoft word, we can separate the multilevel list of a chapter with the other chapters.

How to separate the section? First, we have to know whether the two pages have the same section or not. It’s easy, just click your mouse on the header and footer location. Word will show you the number of section.

To separate the section, we just open the page-layout menu and chose break tool. Choose “next page” on section break option. This break only separate the multilevel list section but not the page number. Use page break if we want to separate numbering from previous pages, for example if do not want to continue alphabet-numbering style from acknowledgements, table of contents, and so on.

See the video below.