Arsip Kategori: Unisma

Instalasi Tool Pembuat Grafik Dinamis di ArcGIS

Selain sebagai pembuat peta (map creation) ArcGIS juga dapat digunakan sebagai media presentasi. Salah satu pendukung presentasi adalah menampilkan fakta dan informasi dari peta yang sudah dibuat sebelumnya dengan cara yang menarik. Salah satunya adalah dengan menampilkan grafik atau diagram, misalnya pie chart, histogram, dan lain-lain.

Salah satu cara yang mudah adalah dengan menginstal Add-in untuk diterapkan di ArcGIS. Selain itu komponen pendukung seperti misalnya Microsoft .NET bawaan microsoft harus sudah terinstal terlebih dahulu, biasanya jika sudah ada Matlab di laptop, Microsoft .NET sudah terinstal juga. Silahkan terlebih dahulu unduh file untuk membuat grafik dinamis di sini. Ikuti langkah berikut untuk instalasinya.

1. Pertama-tama ekstrak terlebih dahulu file Rar yang baru saja diunduh (Oiya, pasword-nya: 1) dan dilanjutkan dengan dobel klik ESRI.PrototypeLab.Geodesign10.

Muncul jendela peringatan bahwa Add-in bisa saja berisi virus jika tidak berasal dari sumber yang dipercaya. Aktifkan anti virus untuk jaga-jaga. Tetapi karena selama menggunakan tidak ada masalah sepertinya tidak mengandung virus. Tekan Install Add-In untuk melanjutkan proses instalasi yang cukup singkat.

2. Setelah menekan tombol OK buka ArcGIS dan perhatikan apakah Add-in sudah muncul di menu ArcGIS. Jika belum muncul, jangan khawatir, masuk ke menu Customize – Toolbars, lalu ceklis Dynamic Charting.

Selanjutnya akan muncul icon dynamic charting berukuran kecil berupa simbol pie chart. Jika tidak ada coba lihat langkah pertama, atau mungkin Microsoft .NET belum terinstal di windows Anda. Biasanya windows akan mengarahkan kita ke situs download microsoft .net untuk menginstalnya.

Semoga tidak ada masalah ketika menginstal Add-in tersebut. Sampai jumpa pada postingan berikutnya untuk mengetahui penggunaan Add-in ini. Atau lihat blog berikut ini.

Iklan

Proyeksi beberapa Time-series Secara Bersamaan

Postingan terdahulu membahas proyeksi data time-series yang berjumlah hanya satu. Jika data time-series tersebut banyak, apakah satu narxnet mampu menangani data yang lebih dari satu? Berikut ini akan kita coba. Buka Matlab dan tambahkan dua data serial yang mudah saja (minimal sepuluh buah). Data eksogennya adalah variable X, dari 11 sampai 20.

  • T=[1:10];
  • t=T*3; %contoh time-series kedua (kelipatan 3 dari T)
  • T=[T;t];
  • T=con2seq(T);
  • X=[11:20]; %variabel eksogen
  • X=con2seq(X); %variabel eksogen

Ada dua time-series satu hingga 10 sedangkan yang kedua kelipatan tiganya. Kita coba buat JST untuk dua data tersebut. T adalah gabungan dua time-series. Gunakan script berikut untuk merakit narxnet.

  • net = narxnet(1:2,1:2,10);
  • [x,xi,ai,t] = preparets(net,X,{},T);
  • net = train(net,x,t,xi,ai);

Tunggu sesaat hingga narxnet selesai melakukan pelatihan (training). Lanjutkan dengan kode berikut jika sudah selesai.

  • nets = removedelay(net);
  • [xs,xis,ais,ts] = preparets(nets,X,{},T);
  • ys = nets(xs,xis,ais);
  • cell2mat(ys)

ans =

  • 3.0000 4.0000 5.0977 6.0064 7.0000 8.0000 9.0000 10.0000 11.1804
  • 9.0000 12.0000 15.7688 18.9107 21.0000 24.0000 27.0000 30.0000 32.6386

Jika dilihat hasilnya yang berwarna merah, tampak mendekati seharusnya yaitu 11 dan 33. Tigapuluh tiga di sini dari perkalian 3×11. Untuk multistep beberapa data ke depan sudah dibahas pada postingan sebelumnya. Apakah dengan GUI juga bisa? Kita coba, masuk ke ntstool.

Teruskan hingga selesai, dan jangan lupa menyimpan network yang dihasilkan, misalnya net1 (karena net sudah dibuat ketika mentraining non-GUI sebelumnya. Pastikan training berjalan dengan baik dan akurat.

Masukan kode berikut, seperti kode sebelumnya hanya saja “net” diganti dengan “net1” yang baru saja dibuat dengan GUI.

  • nets = removedelay(net1);
  • [xs,xis,ais,ts] = preparets(nets,X,{},T);
  • ys = nets(xs,xis,ais);
  • cell2mat(ys)

ans =

  • 3.0000 4.0000 5.0000 6.0000 7.0000 8.0000 9.0002 10.0000 10.9972
  • 9.0000 12.0000 15.0000 18.0002 21.0000 24.0000 27.0008 30.0000 32.9884

Hasilnya adalah yang berwarna merah dan sepertinya tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. selamat mencoba.

Konversi Format Desimal Titik ke Koma di Excel

Mudah-mudahan pembaca postingan ini memahami maksud dari judul di atas dan sesuai dengan kata kunci yang disearching di google hingga mampir ke blog ini. Maksud dari judul di atas adalah bagaimana mengkonversi format bilangan bertitik standar Indonesia menjadi koma agar bisa dimanipulasi di Excel. Masalah ini kadang menjengkelkan ketika mengkopi-paste data dari internet atau sumber lain, ketika dipindahkan ke Excel tidak bisa dimanipulasi (kali, bagi, tambah, dll) karena dianggap bukan bilangan. Gambar dibawah mengilustrasikan bagaimana angka hasil copas tidak bisa dimanipulasi (hasilnya dalam excel #VALUE!). Hal ini karena Indonesia memisahkan jutaan, ribuan, dan ratusan dengan titik, sementara desimal dengan koma. Agar bisa di manipulasi di Excel saya, jutaan, ribuan dan ratusa harus dipisah dengan koma, dan desimal dipisah dengan titik.

Cara penyelesaiannya mirip ketika kita memindahkan suatu tabel dari internet (agar terpisah menjadi kolom-kolom) yaitu dengan fungsi Text to Column yang berada di menu Data. Sorot terlebih dahulu cell yang akan dimanipulasi (2.127.902), lalu tekan

Pilih Fixed Width (jarang saya menggunakan ini, biasanya Delimited) dilanjutkan dengan menekan Next. Kemudian pada step 2 of 3 tekan Next sekali lagi.

Tekan Advanced.. pada step 3 of 3 untuk mengeset standar bilangan menjadi standar internasional.

Indonesia memecah antara jutaan, ribuan dan ratusan dengan titik sementara standar internasional dengan koma. Untuk mengikuti Excel yang sebelumnya berstandar internasional tukar titik dan koma.

Tekan OK lalu Finish dan jika dilihat pada worksheet, cell sudah bisa dimanipuasi (saya coba kalikan dua), tanda “#VALUE!” Sudah menjadi angka lagi. Sedikit banyak semoga bermanfaat.

Membuat Fungsi Alih Motor Listrik

Perkenalan saya dengan Matlab pertama kali adalah lewat bidang sistem kontrol/kendali. Waktu itu saya diminta dosen pembimbing untuk mensimulasikan sistem suspensi ketika ada beberapa respon masukan (impulse, step, dan sinusoidal) mengenainya. Kembali saya membuka buku catatan mata kuliah getaran dan teknik pengaturan. Untuk mensimulasikan sesuatu kita harus mampu membuat model matematis dari sistem yang akan kita simulasikan. Model matematis itu kemudian disimulasikan di Matlab untuk melihat respon dan kinerja dari model tersebut. Asalkan sudah dalam bentuk model matematis, Matlab mampu mensimulasikan tanpa memandang domain ilmu dari model tersebut, apakah kimia, elektro, ekonomi, biologi, dan lain-lain. Misalnya kasus motor listrik (atau bisa juga generator).

Gambar di atas adalah motor DC yang saya ambil dari situs kampus UPI ini semoga masih ada. Fungsi alih sendiri (dalam istilah Inggris transfer function) dari arti katanya fungsi yang mengalihkan dari satu masukan ke keluaran tertentu. Jika masukannya tegangan dan keluarannya tegangan yang lebih besar, bisasanya disebut penguat, tetapi ada juga masukannya putaran, misal potensiometer, keluarannya arus/tegangan dan sering diistilahkan dengan transducer. Ada juga istilah lainnya yakni sensor, yang merubah masukan tertentu seperti suhu, level ketinggian air, dan lain-lain menjadi tegangan atau arus yang masuk ke dalam perangkat elektronika.

Untuk kasus motor DC di atas jika dilihat, masukannya adalah tegangan dari baterai arus searah dan keluaranya adalah puntiran di motor em. Variabel s adalah variabel Laplace. Apa itu? Yah .. mau nggak mau belajar dulu dasar-dasar sistem kontrol. Karena nanti setelah ada variabel laplace ada lagi variabel z kalau sudah masuk ke sistem digital yang melibatkan metode cuplik/sampling. Untuk orang elektro tidak ada masalah dengan besaran-besaran di atas beserta satuannya yang pasti. Situs dari malang ini lebih lengkap dengan besaran dan satuan juga teknik simulasinya.

Jika J= 10, D=5, km=2, dan Rα=0.5 maka diperoleh fungsi alih sebesar, pembilang=2/(0.5*5)=0.8 dan penyebut=s(s*(10/5)+1)=s(2s+1). Buka Matlab dan masuk ke command window. Masukan instruksi ini:

Lalu muncul plot setelah instruksi masukan impulse diterima fungsi alih, demikian pula setelah masukan tangga (step) diberikan.

Ntah bener atau salah, mohon koreksinya. Tapi setahu saya, motor DC itu harus diberi beban karena tanpa beban dia akan bertambah kencang bahkan bisa merusak motor itu sendiri.

Menghitung Determinan dan Invers Matriks 4×4 – Bag 2

Postingan yang lalu kita menghitung matriks 4×4 dengan metode sarrus yang sedikit ribet. Sekarang kita coba dengan menggunakan metode operasi baris dan kolom yang sedikit “logis”. Kita terapkan metode ini untuk matriks 4×4 setelah pada postingan yang lalu kita gunakan untuk matriks 2×2 dan 3×3. Buat M-File baru, cara gampangnya ketik aja di Command Window “edit segitiga” yang akan membuka editor di M-File editor dengan nama segitiga.m, dan jangan khawatir jika Matlab menanyakan bahwa Script segitiga tidak ada (karena memang ingin kita buat), lanjutkan saja dengan menekan OK.

Baris kedua membuat matriks berangkai yang tadinya 4×4 menjadi 4×8 karena kita akan menggunakan prinsip x = [I][inv(x)]. Pada line 4 sampai 9 kode di atas adalah membuat segitiga atas, dilanjutkan dengan segitiga bawah. Segitiga atas menghasilkan nol di bawah diagonal, sebaliknya segitiga bawah menhasilkan nol di atas diagonal. Hasilnya adalah nol selain di diagonal yang kemudian pada line 18 hingga 21 menghailkan matriks diagonal satuan (seluruh diagonal bernilai satu). Uji coba dengan command window dengan memasukan bilangan random 4×4 yang akan dicari inversnya.

Dilanjutkan dengan menjalankan M-file yang baru saja kita buat.

Cek dengan menggunakan fungsi INV di Matlab apakah sama dengan hasil di atas? Jika sama berarti kode Anda benar, Oiya, gunakan kondisi jika kebetulan Matriks yang akan dicari inversnya tidak memiliki invers (determinannya nol) .. Selamat Mencoba!

Konversi Scope ke Figure-2

Sambungan dari postingan dua tahun yang lalu (https://rahmadya.com/2012/04/12/konversi-scope-ke-figure-pada-matlab/). Berikut ini akan saya coba merubah scope yang tampilannya tidak bagus untuk dicetak menjadi figure yang lebih nyaman, terutama dari sisi penggunaan tinta printer. Maklum background scope yang hitam membuat tinta printer cepat habis. Selain itu figure sangat mudah untuk dimanipulasi seperti menambahkan garis panah yang menjelaskan suatu lengkung kurva, dan sebagainya.

Gambar di atas adalah salah satu contoh yang akan kita buat figure-nya. Jika dijalankan dan menekan dobel scope bernama Grafik2 (panah ungu) Anda akan melihat grafik berikut ini (contoh kasus perbandingan beberapa model lewat mekanisme multiplexing):

Tampak grafik yang mirip tampilan alat ukur listrik. Sebenarnya ketika kita menjalankan model, Matlab dapat merekam hasilnya jika kita melakukan inisiasi pada scope. Pada gambar di atas coba Anda klik icon parameters. Tekan tab “Data history“.

Centang “Save data to workspace” agar setiap model di-running akan menyimpan hasilnya dari variabel “keluaran“, dengan format “Array“. Jika Anda tidak percaya, setelah di running, Lihat Matlab, Anda akan menemukan satu variabel baru yang muncul di workspace (jendela ini secara default terletak di pojok kanan, kalo belum diutak-atik).

Sebenarnya tugas sudah selesai, karena Matlab sudah menyediakan matrix keluaran yang berisi data yang merepresentasikan grafik pada scope. Coba saja anda ketik pada command window> keluaran.

Tampak enam kolom yang merepresentasikan garis pada scope. Yang mana saja? Tentu saja yang membuat model yang tahu. Perbandingan dari gabungan beberapa kontroler memang sulit membedakan, tapi jika kita sudah tahu jenis keluaran di satu kontroler, untuk perbandingan pasti tahu dong. Tapi kalau dilihat sepintas, kolom pertama itu time (waktu), kolom kedua itu pasti yang berwarna kuning (karena konstant 25). Coba kita buat grafik antara kolom satu dengan kolom dua terlebih dahulu:

>plot(keluaran(:,1),keluaran(:,2))

Apaan tuh? Jangan bingung. Jika kita akan membuat plot sumbu horizontal, x, dengan sumbu vertikal, y, maka formatnya adalah plot(x,y). Tapi di sini sumbu horizontal-nya keluaran(:,1), maksudnya adalah seluruh baris kolom ke-1. Begitu juga keluaran(:,2) artinya seluruh baris kolom kedua. Hasilnya adalah sebagai berikut.

Lanjutkan dengan membuat plot dari kolom kesatu dengan ketiga, keempat, dan seterusnya hingga keenam. Eiit.. jangan lupa mengetik hold, agar gambar sebelumnya tidak terhapus.

>hold

>plot(keluaran(:,1),keluaran(:,3)

>plot(keluaran(:,1),keluaran(:,4)

Terus hingga muncul hasil sebagai berikut. (Note: Tidak perlu diketik semua, cukup tekan panah atas di keyboard dan edit angka terakhirnya).

Kok ada tulisannya .. Ah itu gampang, tinggal insert – Text Arrows aja dan arahkan ke kurva yang akan anda rinci, termasuk x-label dan y-labelnya.

Praktek Dunia Kerja vs Teori di Kampus

Beberapa ilmu berasal dari teori, tetapi beberapa juga berasal dari praktek berupa uji coba. Bahkan ada ilmuwan terkenal yang jago dalam uji coba di laboratorium tetapi lemah dalam analisa matematis misalnya Faraday (walaupun masih belum jelas karena sikapnya yang praktis dan rendah hati serta anti popularitas). Berbeda dengan Albert Einstein yang benar-benar matematis. Dari pada berdebat lebih baik ambil jalan pintas, gunakan dua-duanya.

Saya ingat waktu pertama kali bekerja sebagai tenaga pengajar di suatu institusi komputer. Mengajar adalah pekerjaan pertama saya karena waktu itu jamannya krisis (awal tahun 2000) dan sulit mencari kerja. Suatu kali saya menguji sidang tugas akhir seorang siswa, temanya tentang jaringan komputer. Kami beradu argumentasi tentang pewarnaan pada kabel utp cat 5. Dia menyatakan bahwa warna pada kabel berpengaruh, dan saya tidak setuju dengannya, dia tidak bisa membuktikannya. Beberapa tahun kemudian saya diterima bekerja di salah satu bank berskala nasional di Jakarta. Di salah satu cabangnya di daerah asem reges saya menemukan jawaban mengenai pewarnaan pada kabel. Kejadiannya adalah ketika bank tersebut mengontrak suatu perusahaan jasa cabling. Dia memasang kabel jaringan tanpa memperhatikan warna, asalkan tetap straight dan ditest dengan tester ok, tiap pin terhubung dengan baik. Tetapi apa yang terjadi? Waktu itu tidak ada masalah sesungguhnya ketika PC masih menggunakan IBM Pentium III. Kebetulan ada project pergantian PC dan ketika dipasang dengan PC HP Pentium 4, walaupun sudah disetting IP Address dengan benar tetap tidak terhubung. Kebetulan pihak vendor pemasang kabel masih ada waktu itu. Dia tetap ngotot bahwa saya yang salah mensetting IP address. Akhirnya saya buktikan dengan memasang satu kabel sesuai standard warna, ternyata PC baru tersebut berjalan normal (reply ketika di ‘ping’). Sementara ketika saya colok dengan kabel buatannya tidak berjalan. Dan saya jelaskan juga bahwa kabel buatannya memang bisa berjalan dengan PC lama tapi tidak dengan PC baru. Akhirnya mereka melakukan crimping ulang seluruh kabel yang dia pasang, sebab kalau sampai laporan ke pihak manajemen, vendor tersebut tidak akan dipercaya lagi. Sampai tulisan ini dibuat, saya tidak mau melaporkan hal tersebut ke pihak manajemen karena saya khawatir berdosa karena mematikan rejeki perusahaan orang beserta dengan karyawan-karyawannya. Yang penting mereka sadar atas kekeliruannya.

Beberapa teori yang saya pelajari, sangat membantu ketika mempraktekannya secara langsung di dunia kerja. Jika ada yang beranggapan bahwa kuliah IT tidak ada gunanya, kalah dengan kursusan, jangan salahkan kalau anda terhukum atas pandangan Anda, apalagi sampai membuat blog dan mempublish dan banyak yang percaya dengan anggapan keliru Anda. Sama saja Anda melarang menanam padi, lebih baik beli saja karena lebih murah, dari pada menanam sendiri lebih mahal dan buang-buang waktu. Anda akan tergantung. Alangkah baiknya jika kita kirim ahli pertanian ke negara yang memiliki pengalaman bercocok tanam, agar ilmunya bisa ditularkan ke petani kita sehingga hasil produksinya lebih baik dan harganya terjangkau. Begitu pula ketika Anda beranggapan kursusan lebih baik, karena memiliki ketrampilan, sertifikat profesional dan sejenisnya, dan tidak ada gunanya perguruan tinggi memiliki jurusan IT, Anda akan tergantung. Alangkah baiknya kita kirim orang untuk belajar ke tempat lain yang memiliki pengalaman mengutak-atik, merekayasa, dan mengembangkan IT, agar ketika selesai belajar dapat menularkan ilmunya sehingga bisa membuat basis IT yang independen dan bebas platform.

Beberapa bidang sangat sulit disentuh oleh dunia praktek seperti manajemen, penjadwalan, organisasi, leadership karena untuk mempraktekannya Anda harus masuk ke wilayah tersebut. Sementara untuk bekerja sebagai pimpinan, pengambil keputusan, divisi manajerial, jarang perusahaan yang menerima karyawan tanpa pengalaman kerja (kecuali jika Anda masuk lewat jalur ‘khusus’). Karena saya tidak pernah memperoleh teori di bidang itu, saya pernah sekali hampir dipecat karena lalai melakukan manajemen di salah satu cabang di Pulogadung, padahal cabang itu merupakan kantor kas dengan transaksi harian hampir menyentuh angka milyaran. Bayangkan, bagaimana mungkin tiga jenis backup (kaset, harddisk, pc backup) tidak ada yang berfungsi ketika server down. Sungguh amat berharga karena kurangnya teori mengakibatkan kehilangan hampir 60 juta rupiah waktu itu (kurs 1 dollar masih seputar rp 5000-an). Tetapi tetap saja, pengalaman adalah guru yang amat berharga. Lantaran itu pulalah Bill Gate enggan memecat karyawannya yang membuat kerugian besar akibat salah disain. Termasuk saya, tidak jadi dipecat karena jika saya dipecat selain mereka kehilangan 60 juta rupiah, juga kehilangan karyawan yang memiliki memiliki pengalaman seharga itu. Tentu saja beda kalo hilangnya 60 juta itu karena dikorupsi (kalo dipertahankan bisa korupsi lebih hebat lagi).

Kesimpulannya, antara teori dan praktek saling mendukung. Mengapa Anda mengharuskan seorang IT mengerti pemrograman bahasa tertentu? Padahal algoritma itu yang terpenting. Tahukah Anda? mahasiswa doktoral antara tahun 1960 – 1970 kebanyakan menghasilkan sebuah bahasa pemrograman. Cukuplah sadari dengan rendah hati jika kita hanya bisa membuat program enterprise, hanya bisa mengelola jaringan, hanya bisa mengamankan suatu sistem, hanya memiliki tiga atau lebih sertifikat IT, hanya bisa membuat pusat training IT berskala internasional, hanya bisa membangun kampus IT world class. Jangan sampai menyombongkan diri lantaran memiliki pengalaman kerja sebagai pelayan IT cukong-cukong, meretas situs2 orang, menyepam google/orang lain sambil menjajakan online obat kuat.

Akreditasi Jurusan Mesin dan Elektro S1

Hari ini berlangsung visitasi oleh asesor dalam rangka melengkapi proses akreditasi jurusan teknik mesin dan elektro. Para asesor berasal dari seorang profesor dari UGM dan profesor dan doktor dari Universitas Gunadarma (UG). Salah seorang asesor mesin, Prof. Ir. Jamasri, PhD, merupakan dosen saya ketika mengambil S1 Mesin di UGM dahulu. Baik jurusan mesin maupun elektro, baru pertama kali melaksanakan akreditasi, selain itu baru meluluskan beberapa mahasiswa saja. Pelaksanaan secara serentak baru pertama kali terjadi.

Ibu rektor UNISMA, Dra. Hj. Siti Nuraeni, M.Si, membuka acara visitasi dilanjutkan dengan langsung membahas borang 3B yang merupakan isian dari fakultas. Karena merupakan isian fakultas, maka antara Mesin dan Elektro digabung jadi satu. Salah satu kritik yang diberikan oleh asesor kepada fakultas adalah lemahnya SDM, terutama dosen yang belum bergelar doktor. Padahal saat ini mencari beasiswa lebih mudah di banding era 90-an ketika si asesor sedang mencari beasiswa. Selain itu, banyaknya SDM di jurusan mesin sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk studi lanjut beberapa dosennya tanpa mengganggu efektivitas perkuliahan. Mengenai masalah Sistem Informasi Manajemen (SIM), sepertinya tidak ada masalah karena web sudah berfungsi dengan baik.

Masuk ke borang 3A, pertanyaan-pertanyaan asesor sudah menjurus ke substansi dan lebih detil. Hal-hal yang menyangkut kemahasiswaan menjadi sorotan. Masih seperti dahulu ketika saya menjadi murid Prof Jamasri, pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya detil bertubi-tubi diberikan ke kajur mesin, Bp Ahsan. Jumlah mahasiswa, kuesioner, waktu tunggu mahasiswa, dan sejenisnya banyak yang harus direvisi.Acara ditunda karena bertepatan dengan pelaksanaan shalat Jumat di masjid Al-Fatah UNISMA.

Setelah shalat Jumat, acara dilanjutkan dengan mengunjungi peralatan pendukung akademik seperti workshop mesin, ruang dosen, ruang perkuliahan, dan lain-lain. Salah satu saran Mr Jam (panggilan Prof Jamasri ketika saya menjadi siswanya dulu) adalah bahwa dosen seharusnya memiliki ruang di laboratorium, tidak disatukan seperti ruang Sekolah Dasar (SD). Mengenai fasilitas praktikum dan ruang kelas, sepertinya tidak ada masalah dan dianggap sudah memenuhi syarat.

Problem keyboard pada Samsung Galaxy tab 10.1

Pada postingan yang lalu saya menyebutkan masalah yang ada pada keyboard Samsung Galaxy Tab (SGT) saya yaitu kerap ketika menekan tombol tertentu (biasanya huruf a) hasilnya tertekan terus seperti ini aaaaaaaaa. Beberapa trik sudah saya lakukan tetapi hasilnya tidak memuaskan. Dari mendownload bentuk tampilan keyboard baru di luar keyboard bawaan SGT, hingga mereset ulang perangkat ketika menancapkan keyboard doc, menginstall office android yang baru, tidak juga berhasil.

Beberapa waktu yang lalu karena sering meninggalkan SGT di rumah, dan dipakai oleh anak saya yang berumur 2 tahun, ketika pulang kerja saya dapati SGT saya “hang”. Sebelum hang saya perhatikan banyak musik keluar dari SGT. Kuat dugaan saya, seluruh aplikasi game, lagu, player, dijalankan dan tablet kehabisan memori. Terpaksa OS diinstal ulang, dan data-data yang belum sempat dibackup hilang semua. Saran saya, sebaiknya backup data Anda karena data terkadang lebih berharga dari tabletnya. Sempat saya menanyakan ke servis tablet apakah bisa diinstall OS terbaru (waktu itu Jelly bean) ke tablet saya, mereka menjawab tidak bisa. Akhirnya terpaksa diinstall OS bawaan SGT saya yaitu honeycomb.

Ketika selesai, ternyata rekan saya banyak yang OS-nya berubah dari honeycomb menjadi ice cream sandwich. Karena versi tabletnya sama (SGT 10.1) maka saya memberanikan diri untuk mengupgrade-nya. Caranya antara lain:
1. Masuk ke menu setting
2. Tekan about
3. Tekan update
Maka secara otomatis tablet akan mengupdate. Pertama-tama anda harus login/registrasi dulu tablet anda ke samsung (biasanya akan muncul otomatis, anda tinggal mengisi alamat email saja). Tahap pertama yang di donlot adalah perangkat keras / chipset sebelum mengupgrade OS. Beberapa kali restart terjadi, jangan lupa untuk tidak mematikan power, karena jika saat proses berlangsung tablet anda mati, jangan kecewa kalau OS anda rusak dan harus install ulang. Agar amannya, pastikan baterai terisi penuh, atau colok saja kabel daya ke tablet anda.

Tahap kedua adalah menginstall OS. Kalau mau nyaman sebaiknya gunakan Wifi karena untuk install OS, Anda perlu mendownload sebesar 200-an Mb dari situs Samsung. Kecuali Anda punya kapasitas pulsa yang besar (saya menggunakan tri, telkomsel, dan xl paket begadang). Jika sudah selesai mendownload, tekan tombol install ketika tablet menanyakan apakah upgrade diinstall sekarang. Tablet akan langsung menginstall OS, dan ternyata benar, OS saya langsung ke versi 4 yaitu Ice cream sandwich (ICS). ICS menurut saya lebih stabil dengan grafis yang jauh lebih baik.

Lama sudah keyboard doc tidak saya pakai (padahal harganya hampir 500 ribu), dan iseng-iseng karena banyak tugas yang membutuhkan mengetik biasa (tanpa rumus-rumus), saya coba pergunakan keybord itu. Saya coba OfficeSuite pro 7 saya (download dari apkmania), dan ternyata saya terkejut karena masalah yang dulu tidak terjadi lagi. Hmm .. ternyata masalah terselesaikan dengan sendirinya. Tadinya saya pikir karena software yang buruk, ternyata ketika saya pergunakan lagi software yang dulu (polaris office), hasilnya pun ok, tidak ada masalah. Semoga pengalaman ini bermanfaat.

Persiapan Ujian Akhir Semester Firewall dan Keamanan Data

Pengumuman:

Hari ini adalah pertemuan terakhir menjelang UAS untuk Mata Kuliah Firewall dan Keamanan Data. Harap yang belum mengumpulkan tugas segera mengumpulkan lewat email. Pastikan saat mengirimkan email lampiran / attachment disertakan serta email sampai ke saya.

Ujian akhir berisi soal-soal latihan minggu lalu dan sebelumnya, hanya saja diacak dan tiap siswa tidak memiliki soal yang sama. Oleh karena itu diharapkan tiap kelompok saling berbagi penyelesaian soalnya, dan koreksi jika jawaban dari kelompok lain ada yang kurang tepat menurut Anda.

Coba cari informasi berikut ini untuk UAS nanti:

  1. Jika Anda membuat program penyusup, virus, dan sejenisnya, menurut UU ITE Republik Indonesia, berapa tuntutan yang diberikan oleh pasal tersebut?
  2. Pencemaran nama baik di internet lewat blog, media sosial, dan lain-lain menurut UU ITE terkena pasal berapa dengan tuntutan apa saja?
  3. Apa yang telah dilakukan oleh Edward Snowden sehingga ia dicari / buron oleh pemerintah Amerika Serikat.


(Sumber: http://www.csmonitor.com/var/ezflow_site/storage/images/media/content/2013/0609/0609-edward-snowden.jpg/16009647-1-eng-US/0609-edward-snowden.jpg_full_600.jpg)

 

NB:

Berikut yang sudah mengumpulkan tugas Firewall dan Keamanan Data: Kelompok 2 (Muhammad Imam Muarif, Lukman Hadi, Doni M. Kohar), Kelompok 1 (Lussy), dan Kelompok 4 (Agung Nugroho dan Arif Bayu).

Tugas II Firewall & Keamanan Data

Yang sudah menyelesaikan tugas firewall:

  1. M Imam Muarif
  2. Agung Nugroho
  3. Tomi Sukma Nugraha
  4. Arif Bayu
  5. M Ali
  6. Asep
  7. Irfan Supian

Jawablah pertanyaan berikut ini untuk nilai tugas kedua (Kelompok bebas maks 2 orang, atur agar tidak ada soal yang sama antara satu kelompok dengan kelompok yang lain):

Kelompok 1:

  1. Aspek keamanan jaringan terdiri dari privacy, integrity, authentication, availability, access control dan non-repudiation. Jelaskan dengan kata-kata Anda sendiri.
  2. Jelaskan apa yang dimaksud Steganografi dan Kriptografi.
  3. Sebutkan kelemahan-kelemahan enkripsi.
  4. Sebutkan port-port standard HTTP, POP3 dan DNS !

Kelompok 2:

  1. Apa yang dimaksud dengan serangan Denial of Service (DOS)
  2. Jelaskan dengan kata-kata sendiri istilah Socket Secure Layer (SSL) yang sering dipergunakan oleh institusi perbankan.
  3. Jelaskan perbedaan yang mencolok antara Virus, Trojan dan Worm.
  4. Sebutkan dua jenis teknik yang dipergunakan oleh engine antivirus!

Kelompok 3:

  1. Jelaskan pengertian dari istilah-istilah Hacker, Cracker, Sniffer dan Spoofing !
  2. Jelaskan prinsip dasar enkripsi yang melibatkan chipper text dan enchiper !
  3. Sebutkan kelemahan-kelemahan enkripsi.
  4. Sebutkan port-port standard HTTP, POP3 dan DNS !

Kelompok 4:

  1. Apa yang dimaksud dengan serangan Denial of Service (DOS) dan Distributed Denial of Service (DDOS)?
  2. Jelaskan langkah-langkah untuk mencegah terserang virus komputer !
  3. Jelaskan perbedaan yang mencolok antara Virus, Trojan dan Worm.
  4. Sebutkan 10 contoh antivirus yang ada saat ini !

Jawaban di kirim ke alamat email: rahmadya_trias@yahoo.com paling lambat hari ini jam 24.00 WIB.

Kingsoft Office

Ini adalah salah satu aplikasi office untuk gadget android. Biasanya saya menggunakan polaris office untuk mengetik di android. Saya sering kali kecewa dengan kinerja polaris office yang kerap tiba-tiba hang dan kehilangan ketika yang telah saya ketik jika belum disimpan. Karena itu maka saya berusaha mencari aplikasi lainnya yang gratis di android market (sekarang bernama playstore). Baru saja saya searching, langsung muncul nama kingsoft office dengan bintang hampir lima, pertanda rating yang bagus untuk aplikasi ini. Setelah saya coba mengetik tulisan sepanjang enam halaman, tidak dijumpai hang seperti pada polaris office. Sehingga saya dengan nyaman mengetik tanpa dihantui oleh hang yang akibatnya kehilangan tulisan yang belum sempat saya simpan.
Kendala yang mengganggu pada kingsoft office adalah lambatnya tulisan ketika mengetik dan proses saving yang menurut saya terlalu lama. Sepertinya vendor harus memperhatikan hal ini. Walaupun tidak dijumpai hang seperti polaris office lamanya proses simpan ini tentu saja mengganggu pengguna. Sempat saya berfikir jangan-jangan hang juga, ketika di angka 90% proses saving seolah terhenti.

Virus Trojan

Firewall dan Keamanan Data/01.05.2013/Teknik Komputer

Istilah trojan berasal dari kuda trojan yang merupakan strategi Yunani untuk memasuki Troy. Kuda patung yang berisi prajurit akhirnya bisa masuk dan menguasai Troya (http://en.wikipedia.org/wiki/Trojan_Horse). Prinsip ini digunakan oleh hacker untuk memasuki kumputer yang dituju. Caranya adalah membuat sebuah program yang biasanya menarik dan gratis. Ketika diinstal di komputer, ternyata membuka port tertentu yang digunakan untuk memasukan virus.

Prinsip trojan sebenarnya tidak selalu negatif. Kebanyakan software yang ada unsur “UPDATE” selalu membuka port ketika diinstal. Misalnya program XAMMP berikut ini yang akan membuka port: 3306 ketika dijalankan. Untuk mengetahui port apa saja yang terbuka di komputer kita dapat dilakukan dengan mengetik netsat di command prompt.


Sekarang coba jalankan XAMPP dengan menekan tombol XAMMP start. Hingga server apache dapat berfungsi dengan masuk ke http://localhost. Masuk ke menu phpmyadmin untuk mengakses database mysql.


Karena apache pada XAMPP disertai dengan akses terhadap database Mysql, maka diperlukan port tertentu untuk komunikasi Client dengan Mysql. Sekarang kembali ke Command Prompt, dan jalankan lagi netstat untuk melihat port baru yang terbentuk ketika XAMPP dijalankan.


Perhatikan Localhost:3306 berarti pada PC localhost (127.0.0.1) terdapat port 3306. Coba matikan kembali XAMPP untuk membuktikan jika port 3306 itu muncul akibat XAMPP.

Aplikasi lain seperti antivirus, windows, dan lain-lain yang membutuhkan update, pasti memiliki port tertentu yang terbuka ketika dijalankan. Untuk menghindari virus trojan, sebaiknya tidak sembarangan menginstall program (biasanya game).


 

Membandingkan Respon Sistem

Pengenalan Pengaturan/30.04.2013/Teknik komputer

Terkadang dibutuhkan grafik yang membandingkan beberapa jenis sistem kendali dalam satu SCOPE. Untuk itu diperlukan Multiplexer (MUX) yang memadukan dua atau lebih keluaran dalam satu SCOPE. Untuk latihan buat contoh Sistem Kendali sebagai berikut.


Multiplexer diperoleh dengan mudah lewat SEARCH di Simulink Library Browser.


Secara Default, MUX menyediakan dua masukan. Ganti “Number of Input” dengan tiga karena kita akan merancang tiga masukan.


Jalankan Model Simulink yang baru saja dibuat. Ketika SCOPE dilihat (dengan cara dobel klik) akan tampak respon perbandingan seperti berikut ini.


Terkadang kita diminta menampilkan grafik bukan dalam bentuk SCOPE karena kurang nyaman dicetak akibat background yang berwarna gelap. Oleh karena itu kita harus menampilkannya dalam format PLOT yang dapat diedit. Untuk itu pada gambar di atas, tekan Parameters. Pada Tab Data History, check list tombol Save Data to Workspace, dengan format Array. Maksudnya adalah ketika Simulasi berjalan, SCOPE akan menyimpan informasi grafik Workspace. Nama variabel (ScopeData) dapat kita ganti sesuai keinginan.


Berikutnya kita akan membuat PLOT lewat Command Window. Sebelumnya tekan tombol OK terlebih dahulu pada gambar di atas. Jalankan SIMULASI kemudian masuk ke Command Window. Perhatikan, pada Workspace terdapat variabel baru hasil tangkapan SCOPE dengan nama ScopeData. Buat kode berikut ini:

  • plot(ScopeData(:,1),ScopeData(:,2))
  • hold
    • Current plot held
  • plot(ScopeData(:,1),ScopeData(:,3))
  • plot(ScopeData(:,1),ScopeData(:,4))
  • grid

Perintah hold bermaksud agar gambar yang lalu tidak dihapus dan tetap dipertahankan ada di figure. Instruksi GRID agar dihasilkan garis bantu pada grafik.