Mengirim Variabel ke Kelas Lain di Java

Bahasa Java memiliki istilah-istilah rumit terutama ditujukan untuk pemrograman berorientasi objek. Konsep objek dengan prinsip enkapsulasi (information hiding) memerlukan perlakuan khusus dalam membuat programnya. Contoh-contoh kode yang beredar di internet, terutama yang menggunakan basis data relational terkadang tidak menerapkan prinsip enkapsulasi ini. Untuk mempraktekannya ada baiknya dimulai dari yang dasar dulu yaitu konstruktor.

Konstruktor

Sebuah kelas merupakan cetakan (template) suatu objek tertentu. Misal seorang siswa memiliki atribut tertentu seperti kode dan nama serta metode/operasi seperti membaca data, memasukan data siswa baru, menghapus data siswa, dan sejenisnya. Jika sebuah objek baru terbentuk maka data baru harus mengikuti pola kelas Siswa tersebut yang terdiri dari atribut dan metode/operasi.

Pada Netbeans, kelas Siswa dapat dilihat di jendela navigator. Tampak atribut di bawah dan lingkaran yang menyatakan metode. Belah ketupat menyatakan metode yang masuk kategori konstruktor, yang berfungsi membuat satu objek baru.

Konstruktor Siswa(String k, String n) berfungsi membuat satu objek dengan atribut k dan n yang kemudian dikonversi menjadi variabel lokal (this.kodesiswa dan this.nama).

  • public Siswa(String k, String n){
  • this.kodesiswa=k;
  • this.nama=n;
  • }

Ketika kelas lain meminta menjalankan satu metode/operasi maka diperlukan objek baru yang dibentuk dari konstruktor. Misalkan menggunakan kelas Main yang biasanya secara default muncul di tiap project.

Getter & Setter

Objek “mhs” baru dibentuk lewat konstruktor Siswa yang menangkap kode “009” dan nama”Dr. Rahmadya Trias H.”. Ditangkap lewat mekanisme setter & getter. Ketika diketik “mhs.” Pastikan muncul operasi-operasi yang tersedia, jika tidak maka konstruktor bermasalah. Misal kita pilih metode “greetings()” yang sebelumnya di kelas Siswa telah diisi, misalnya sbb:

  • public void greetings(){
  • System.out.println(“Hai, salam kenal, saya ” +this.nama);
  • }

Jika dijalankan akan menjalankan metode “greetings()” dengan parameter yang dikirim “009” dan “Dr. Rahmadya Trias H.” untuk digunakan mengoperasikan tulisan (di sini yang digunakan hanya this.nama saja).

Membuat CRUDE Matrix

CRUDE singkatan dari Create, Read, Update, dan Execute. CRUD tanpa E biasa digunakan oleh pemrograman terstruktur, sementara Execute ditambahkan untuk Objek oriented yang artinya proses selain CRUD, misalnya membuat tampilan tertentu, perhitungan-perhitungan, validasi, dan lain-lain. CRUDE matrix biasanya dibuat dari Use Case diagram di tahapan analisa.

Berikut ini contoh pembuatan CRUDE matrix. Perhatikan aktor yang terlibat bisa juga berupa kelas, biasanya diberi simbol <<class>>, kadang tidak muncul pada Use Case diagram.

Kandidat aktor: Doctor, Management, New Patient, Old Patient. Aktor “Patient” menwakili New dan Old Patient.

Kandidat kelas:

Baik management dan Doctor mengelola jadwal (Manage Schedule). Ada kelas Jadwal (Schedule). Kelas New Patient butuh kelas Patient. Baik kelas New dan Old Patient mengajukan jadwal (appointment). Kelas Doctor perlu dibuat untuk penjadwalan.

CRUDE Matrix

Berikut CRUD Matrix sementara yang bisa berubah pada fase/tahap berikutnya.

Kelas-kalas: Management, Doctor, Patient, Appointment, Schedule

 

Management

Doctor

Patient

Appointment

Schedule

Management

 

C,R,U,D

C,R,U,D

R,E

C,R,U,D

Doctor

       

C,R,U,D

Patient

     

C,U

 

Appointment

         

Schedule

         

 

Analisa dan Disain Sistem Berorientasi Objek

Pemrograman Berorientasi Objek (PBO) dalam proses perancangan sistemnya tidak berbeda dengan pemrograman terstruktur dan dapat menggunakan metode yang sama. Hanya saja karena ciri khas PBO yang tidak membedakan proses dan data maka ada sedikit sudut pandang yang berbeda dalam perancangannya. Tiga tokoh penggagas Unified Modeling Language (UML) yaitu Grady Booch, Ivar Jacobson, dan James Rumbaugh sepakat dalam perancangan sistem modern harus berbasis: Use Case Driven, fokus ke arsitektur sistem (Architecture-centric), dan iteratif & inkremental.

Use Case Driven

Use Case Driven artinya adalah Use Case sebagai pemodelan utama dalam perancangan sistem. Model Use Case menggambarkan hubungan antara pengguna dengan sistem dalam melakukan aktifitas tertentu seperti pemesanan barang, penyewaan, mencari informasi tertentu, dan lain-lain. Use Case Driven berbeda dengan pemodelan tradisional maupun Rapid Application Development (RAD) yang kompleks. Kompleksitas metode tradisional tersebut karena harus melibatkan baik analis maupun pengguna dimana sistem dipecah menjadi subsistem hingga tidak bisa dipecah lagi dalam analisanya. Diagram menjadi rumit karena saling terkait antara satu diagram dengan diagram lainnya yang jumlahnya banyak. Sementara itu Use Case hanya berfokus pada satu proses bisnis dalam satu waktu dan membuat proses menjadi lebih sederhana.

Fokus ke Arsitektur Sistem

Arsitektur bisa bermacam-macam artinya, tergantung dari sudut pandang tertentu. Dari sudut pandang PBO dengan standar UML-nya arsitektur merupakan aspek keseluruhan dari organisasi sistem. Aspek tersebut melandasi komponen-komponen arsitektur sistem yang terdiri dari fungsionalitas, struktur, dan proses (function, static, & behaviiour). Selain itu arsitektur juga mengatasi permasalahan performa, skalabilitas, reuse, dan batasan-batasan ekonomi dan teknis.

Secara garis besar arsitektur dapat dilihat dari sisi eksternal (pengguna) yaitu berupa fungsi-fungsi. Selain itu dilihat juga dari sisi internal berupa atribut, metode, dan kelas-kelas . Arsitektur juga melibatkan relasi antar objek yang melibatkan pesan-pesan untuk menjalankan fungsi tertentu.

Iteratif dan Inkremental

PBO menerapkan metode pengembangan sistem berupa iterasi dan inkremental. Metode ini mengembangkan tiga sudut pandang arsitektur (fungsi, statis, dan proses) secara berulang. Setelah testing, perancang kembali lagi ke awal untuk penyempurnaan. Dalam merancang, perancang mengembangkan sedikit demi sedikit, dari sistem sederhana menuju sistem yang lebih besar dan kompleks. Tiap iterasi pengembang selalu berhubungan dengan pengguna dalam merancang fungsi-fungsi yang diperlukan. Jadi struktur dan fungsi harus dikuasai oleh pengembang agar diperoleh sistem yang baik. Pengembang juga dapat menambahkan kebutuhan-kebutuhan fungsi yang tidak disadari oleh pengguna.

Relasi One-To-Many Pada Objek Database

Untuk mengimplementasikan relasi one-to-many pada pemrograman terstruktur dengan sistem basis data relasional diperlukan sebuah tabel detil karena dalam satu field tidak boleh berisi lebih dari satu item. Namun pada pemrograman berorientasi objek dapat dihandel oleh sebuah kelas dengan format atribut array. Misalnya kelas kursus yang berisi lebih dari satu peserta kursus berikut ini.

Salah satu atribut kursus adalah peserta yang merupakan sebuah objek dari kelas siswa. Simbol kurung “[]” menandakan bahwa kelas Kursus bisa memiliki lebih dari satu objek peserta kursus, yang dalam ERD sistem relasional dikenal dengan relasi one-to-many. Bagaimana dalam implementasinya di Netbeans?

Memakai Atribut dari Kelas Lain

Pada kelas kursus terdapat atribut “peserta” yang berasal dari kelas Siswa. Karena menggunakan atribut maka terdapat relasi memiliki dari kelas Kursus terhadap kelas Siswa, diistilahkan dengan relasi “has-a”. Bandingkan dengan relasi antara kelas Main dengan Kursus yang berupa penggunaan saja (mengatur/maintain kursus), diistilahkan dengan relasi “is-a”. Berikut potongan kode dalam bahasa Java untuk kelas yang menggunakan objek dari kelas Siswa (peserta).

public class Kelas {
private String kode,jadwal;
private Siswa[] peserta;
private int i;
//konstruktor
public Kelas(){
this.peserta=new Siswa[5];
}
public Kelas(String kode, String jadwal, Siswa[] peserta){
this.kode=kode;
this.jadwal=jadwal;
this.peserta=peserta;
}

Perhatikan variabel peserta diambil dari kelas Siswa (private Siswa[] peserta). Selanjutnya ditambah dengan setter & getter serta operasi-operasi lainnya. Pada konstruktor kelas misalnya dibatasi lima peserta kurus saja (this.peserta=new Siswa[5];). Operasi penting untuk menangkap data objek Kelas adalah sebagai berikut.

public void add(Siswa s){
if(i<peserta.length){
peserta[i]=s;
System.out.println(“Siswa add at index “+i);
i++;
}
System.out.println(“Peserta: “+peserta);
}
public void add3(String jadwal){
this.jadwal=jadwal;
}
public void add2(String kode){
this.kode=kode;
}

Peserta kursus memanfaatkan variabel I untuk menambah beberapa kali (dalam hal ini max 5). Operasi lainnya juga disertakan untuk menambahkan kode kelas dan jadwalnya. Jika dilihat di navigation pada Netbeans tampak seperti berikut ini.

Dua operasi CRUD (insertData dan readData) misalnya dimasukan. Sebaiknya seluruh CRUD dimasukan juga (update dan delete). Variabel I: int digunakan untuk memasukan peserta kursus yang lebih dari satu.

Kelas Siswa seperti biasa dibuat dengan atribut dan operasi tertentu. Buat CRUD yang lengkap seperti contoh berikut. Untuk akses ke basis data objek dengan operasi CRUD silahkan lihat pos yang lalu.

Kelas Main

Kelas ini hanya contoh interface untuk mendaftarkan kelas beserta pesertanya. Dalam implementasi biasanya menggunakan form/frame.

ObjectContainer db = Db4oEmbedded.openFile(“C:/Users/Herlawati/Documents/NetBeansProjects/com.kursus/kursus.yap”);
Kelas kel = new Kelas();
//siswa pertama
Siswa sis = new Siswa();
sis.setKodesiswa(“03”);
ObjectSet<Object> result = db.queryByExample(sis);
Siswa m1 = (Siswa) result.next();
System.out.println(“ketemu siswa nama: “+m1.getNama()+” kode “+m1.getKodesiswa());
System.out.println(m1);
kel.add(m1);
//siswa kedua
Siswa sis2 = new Siswa();
sis2.setKodesiswa(“04”);
ObjectSet<Object> result2 = db.queryByExample(sis2);
Siswa m2 = (Siswa) result2.next();
System.out.println(“ketemu siswa nama: “+m2.getNama()+” kode “+m2.getKodesiswa());
System.out.println(m2);
kel.add(m2);
//input atribut Kelas
kel.add3(“senin dan selasa”);
kel.add2(“kode3”);
db.close();
kel.insertData();
kel.readData();

Ada satu Kelas dengan dua peserta ditambahkan dengan kode di atas, pastikan ketika dieksekusi akan menghasilkan jawaban yang mengindikasikan data tersimpan.

Siswa dengan kode 03 dan 04 dicari terlebih dahulu dari kelas Siswa. Tentu saja sudah dimasukan terlebih dahulu beberapa objek Siswa. Fungsi Add akan memasukan siswa secara multivalue ke objek Kelas. Setelah atribut kelas (jadwal dan kode kelas) ditambahkan (operasi add2 dan add3) maka operasi insertData akan memasukan objek Kelas yang baru saja didaftarkan secara permanen ke sistem basis data objek. Butuh penjelasan yang detil, tetapi secara garis besar langkah-langkah di atas bermaksud menjelaskan prinsip kerja objek, baik instan (temporer) maupun persistence (permanen). Semoga bermanfaat.

Membuat Kelas Transaksi dengan Basis Data Objek

Mirip dengan tabel master dan tabel transaksi pada basis data relasional, pada pemrograman berorientasi objek membutuhkan juga tabel transaksi yang melibatkan lebih dari dua tabel. Sebagai contoh adalah mahasiswa yang mendaftarkan kelas yang diikutinya lewat kelas registrasi. Di sini kelas registrasi memerlukan kelas Mahasiswa dan kelas Kelas yang diikuti. Berikut kode untuk membuat kelas Kelas.

public class Kelas {
String kodemk;
String namamk;
int sks;
public Kelas(String kodemk, String namamk, int sks){
this.kodemk=kodemk;
this.namamk=namamk;
this.sks=sks;
}
public void display(){
System.out.println(“Kode MK: “+kodemk+”| Nama MK: “+namamk+” | Jlh SKS: “+sks+”SKS”);
}
}

Seperti biasa tiap kelas memiliki nama, atribut dan operasi. Karena hanya sebagai latihan, pada kelas ini tidak dimasukan kelas untuk operasi create, read, update and delete (CRUD). Hanya operasi display yang disertakan untuk memunculkan atribut-atribut kelas Kelas antara lain: kodemk, namamk, dan sks yang berturut-turut bertipe string, string, dan integer.

Dengan cara yang sama kita bisa membuat kelas Mahasiswa dengan atribut: nama, usia, dan jurusan. Tentu saja hanya sekedar contoh, karena biasany membutuhkan juga nomor pokok mahasiswa (NPM), alamat, ipk, dan lain-lain. Lanjut saja ke bagian penting, yaitu kelas Registrasi yang berfungsi mengakomodir Mahasiswa yang medaftarkan kelas mata kuliah tertentu. Berikut kode pada kelas Registrasi yang dibuat cepat dengan IDE Netbeans 8.

public class Registrasi {
private String noreg;
Mahasiswa m;
Kelas kls;
public Registrasi(String noreg, Mahasiswa m, Kelas kls){
this.noreg=noreg;
this.m=m;
this.kls=kls;
}
public void display(){
System.out.println(“No Reg: “+noreg);
kls.display();
m.display();
}
public void insertData() {
System.out.println(“* Insert data…”);
ObjectContainer db;
db = Db4oEmbedded.openFile(“<folder>/mahasiswadb.yap”);
try {
Registrasi reg = new Registrasi(noreg,m,kls);
db.store(reg);
System.out.println(“Stored “+reg);
}
finally {
db.close();
}
}
}

Kelas Registrasi ini memiliki atribut: noreg, m, dan kls yang merepresentasikan berturut-turut nomor registrasi, mahasiswa dan kelas. Ada operasi display() yang berisi display dari kelas yang terlibat (Mahasiswa dan Kelas). Satu kelas penting lainnya adalah insertData() yang menyimpan data objek registrasi ke basis data agar tersimpan secara permanen (persistence). Terakhir di kelas Main masukan kode contoh berikut.

public class Main {
/**
* @param args the command line arguments
*/
public static void main(String[] args) {
Mahasiswa m = new Mahasiswa(“Rahmadya”,43,”Teknik Komputer”);
Kelas kls = new Kelas(“FIS-1″,”Fisika”,3);
Registrasi reg = new Registrasi(“01/mei/2019”,m,kls);
reg.display();
reg.insertData();
}
}

Pertama-tama objek mahasiswa dibentuk dengan atributnya lengkap. Demikian pula objek Kelas yang berisi kode kelas, nama kelas dan jumlah SKS. Terakhir objek registrasi yang berisi nomor registrasi beserta objek yang terlibat (diberi nama variabel m dan kls) dibentuk. Objek registrasi selain ditampilkan lewat operasi display() juga disimpan ke basis data lewat operasi insertData(). Jika dijalankan dengan menekan tombol segitiga hijau akan menghasilkan output di bawah ini.

Coba buka file basis data objek “mahasiswadb.yap” dengan notepad dan pastikan terisi objek yang baru saja disimpan lewat instruksi db.store(reg) di atas.

Postingan ini menggunakan Netbeans dengan Object Database Management System (ODBMS) DB4O yang masih jarang digunakan. Biasanya pengembang menggunakan kelas dan objek yang disimpan dalam Relational Database Management System (RDBMS). Silahkan searching ebook tentang DB4O yang banyak beredar di internet. Untuk buku sejenis yang berbahasa Indonesia saya masih mencoba menulis, semoga segera selesai

Problem CRUD pada Pemrograman Berorientasi Objek

Problem Create, Read, Update, dan Delete (CRUD) pada PBO dikenal dengan istilah impedance mismatch. Hal ini terjadi karena pemrograman terstruktur dengan karakternya yang menggunakan database relasional menggunakan prinsip pemisahan antara data dengan program. Sementara itu PBO dalam satu kelas memadukan data dan program. Dalam hal ini data berupa atribut, sementara programnya berupa method/operasi. Kontroversi kerap terjadi, biasanya untuk programmer-programmer yang biasanya menangani program-program nonobjek, yang menganjurkan CRUD terpisah dari kelas-nya (lihat di sini). Terutama yang sering menggunakan framework maupun bertipe service oriented architecture (SOA), cenderung memasukan CRUD ke layer service. Atau programmer yang menerapkan Object Relational Database Management System (ORDBMS).

Gambar berikut dikutip dari sumber materi PBO link ini. Tampak pada kelas Customer, kelas ini memiliki operasi bernama +add(name,phone) yang bertugas memasukan pelanggan baru. Operasi yang berada dalam sebuah kelas sebenarnya memperkuat konsep PBO yaitu encapsulation dimana kelas lain tidak bisa mengutak-atik kelas tertentu. Untuk menambah pelanggan, dalam kelas Customer harus lewat operasi +add pada kelas tersebut, tidak seperti database relasional yang menggunakan akses dari luar lewat injeksi SQL (insert into Customer).

Jadi sejatinya CRUD pada objek terletak di bagian operasi kelas yang bersangkutan, jika ingin prinsip encapsulation tetap dipegang. Hal ini bisa dijalankan untuk Object Database Management System (ODBMS) murni dengan basis data objek seperti DB4O (lihat pos yang lalu) atau tipe no-sql seperti MongoDB. Interface yang mengirimkan data yang harus diubah pada PBO hanya berupa pesan (message), misalnya pada diagram kelas di atas ingin menambah satu pelanggan baru maka interface yang biasanya form/frame memberikan pesan ke kelas Customer agar menjalankan operasi +add(name,phone) untuk menambah satu data pelanggan baru dengan name dan phone tertentu (dari isian form/frame). Mungkin pembaca tidak setuju, boleh saja, toh antara konsep PBO dengan terstruktur termasuk antara database relasional dan objek pun bisa dikombinasikan. Terkadang antara teori dengan aplikasi/penerapan perlu kompromi.

Quiz Dasar-Dasar Pemrograman Berorientasi Objek

Perhatikan gambar di bawah ini sebagai latihan mengetahui istilah-istilah dasar pemrograman berorientasi objek.

Diagram di atas dikenal dengan nama ….(1)…. diagram. Hubungan Person dengan Mahasiswa dikenal dengan istilah ….(2)…. . Sementara itu relasi Mahasiswa dengan Utama dikenal dengan istilah ….(3)…. Atribut dari kelas Person adalah ….(4)…. dan ….(5)…. Simbol “-” dikenal dengan istilah ….(6)…. Sementara “+” dikenal dengan istilah ….(7)…. Sebutkan atribut-atribut lengkap kelas Mahasiswa: ….(8)…. Sebutkan operasi-operasi yang bisa dijalankan oleh kelas Mahasiswa: ….(9)…. Utama tidak bisa digunakan untuk membentuk obyek dari kelasnya, dikenal dengan tipe kelas ….(10)…. Kelas Utama tidak bisa merubah nama, usia, dan jurusan dari sebuah obyek Mahasiswa tanpa melewati operasi setJurusan(), setNama(), dan setUsia(), dikenal dengan konsep ….(11)… n. Sebuah obyek Mahasiswa dapat dibentuk dengan bantuan operasi otomatis yang dikenal dengan nama ….(12)…r. Obyek tersebut hanya sementara di random access memory (RAM), dikenal dengan istilah i…(13)…. Maka perlu disimpan dalam sistem basis data, misalnya DB4O atau database relational lainnya, istilah penyimpanan permanen ini dalam PBO dikenal dengan nama p…(14)…n.

Jawaban: (1) class, (2) inheritance/pewarisan atau bisa juga generalisasi, (3) association/asosiasi, (4) nama, (5) usia, (6) private (7) public, (8) nama, usia, dan jurusan, (9) getNama(), setNama(), getUsia(), setUsia(), getJurusan(), setJurusan(), greetings(), bio(), insertData(), (10) abstract/abstrak, (11) encapsulation, (12) constructor, (13) instance/instan, (14) persistence.

Untuk lebih lengkapnya silahkan kunjungi situs-situs yang berisi tes-tes dasar pemrograman berorientasi objek berikut ini. Banyak kontroversi-kontroversi yang muncul di sisi praktisi, misalnya insertData() yang terpisah dari kelas Mahasiswa pada conoh di atas. Ada yang berpendapat terpisah (karena business logic) tetapi teori dasarnya object-oriented tidak memisahkan program dan data (prinsip impedansi/impedance).

Instal Netbeans di Ubuntu

Netbeans merupakan salah satu Integrated Development Environment (IDE) terkenal untuk pemrograman. Bahasa yang digunakan adalah Java, walaupun di dalamnya bisa juga PHP dan C++. Netbeans merupakan opensource dan dengan gratis dapat diinstal baik lewat platform Windows maupun Linux. Jika ingin murni opensource, instalasi pada Linux merupakan pilihan utama. Postingan ini sedikit men-share instalasi Netbeans pada Linux, khususnya Ubuntu.

Download Netbeans

Jika Netbeans diunduh dengan browser Mozilla pada Ubuntu di link ini, maka otomatis situs tersebut memberikan pilihan platform Linux. Simpan file unduhan tersebut di Ubuntu. Untuk mudahnya pilih All yang artinya seluruh fasilitas yang ada dipilih. Jangan khawatir, ukuran file hanya sekitar 200-an Mb.

Instal JDK

JDK yang sebaiknya versi 8 harus telah terinstal sebelum Netbeans hasil unduhan dipasang. Salah satu situs yang cukup jelas menginstal JDK adalah di sini. Di situs tersebut juga diajari cara menginstal Netbeans lewat terminal, tetapi di Ubuntu saya entah mengapa tidak berhasil meng-create new project. Tapi untuk menginstal JDK bisa berjalan. Dan pastikan JDK terpasang dengan menulis instruksi berikut pada terminal:

javc -version

Instal Netbeans

Akhirnya kita sampai tahap terakhir yaitu instalasi Netbeans yang kode sumbernya telah diunduh. Perhatikan nama file-nya, misalnya yang saya unduh bernama: netbeans-8.0-linux.sh. Juga lokasinya, biasanya pada folder Downloads. Pindahkan saja ke Documents atau folder lain. Ketik dua script berikut ini yang berturut-turut memberikan akses ke file hasil unduhan dan menjalankannya:

chmod +x netbeans-8.0-linux.sh
sudo ./netbeans-8.0-linux.sh

Ketika tulisan ini dibuat, Netbeans masuk versi 10 yang namanya berganti Apache Netbeans. Ada juga versi 8.2, tetapi di sini saya unduh yang di bawahnya sedikit (versi 8.0). Berikutnya tidak perlu dijelaskan di sini karena ketika jendela instalasi Netbeans muncul maka tinggal tekan Next saja hingga selesai. Uji dengan membuat project baru, jika berhasil muncul maka Netbeans telah diinstal dengan benar. Selamt ber-opensource.

Membuat Database Objek (file *.yap) dengan DB4O

[PBO|TK&TI|PERT3]

Database objek memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan database relasional. Database ini memasukan sebuah operasi ke dalam data objek, sementara database relasional hanya memasukan atribut saja. DBMS yang kebanyakan beredar saat ini menggunakan jenis relasional walaupun beberapa sudah mulai mengombinasikan dengan database objek dalam bentuk Object Relational Database Management System (ORDBMS). Namun beberapa pengembang objek merasa tidak puas dengan kinerjanya karena ketika menggunakan harus merakit menjadi sebuah objek sementara ketika selesai digunakan dibongkar lagi untuk dimasukan ke dalam sistem basis data relasional.

Salah satu alternatif DBMS jika akan menggunakan murni sistem berorientasi objek adalah DB4O. Postingan ini sedikit membahas apa saja yang dibutuhkan untuk mempraktekan program berorientasi objek.

Bahasa Pemrograman

Ada dua kubu yang mempraktekan bahasa pemrograman berbasis objek, antara lain: dotnet dan java. Dotnet di sini biasanya menggunakan bahasa C# dalam suatu IDE terkenal visual studio. Sementara untuk yang opensource dipelopori oleh Java dengan IDE yang terkenal netbeans dan eclipse.

Sistem Basis Data

Silahkan unduh DB4O, yang merupakan singkatan dari Database For Object. Bentuk DB4O adalah Jar file yang ketika tulisan ini dibuat sudah masuk versi 8. Searching saja di Google maka kita dapat dengan mudah mengunduh db4o tersebut.

File Database

Berbeda dengan basis data relasional yang ketika membuat basis data harus menggunakan Data Definition Language (DDL), pada db4o mudah saja, siapkan saja satu file dengan nama ekstensi standar *.yap. Walaupun bisa dengan nama lain, alangkah baiknya menggunakan nama standar *.yap karena agar terhindar dari konflik dengan nama database lain seperti MySQL, SQL Server,Oracle, dll.

Praktek dengan Netbeans

Salah satu IDE Java yang mudah digunakan adalah Netbeans walaupun sepertinya berat ketika dibuka. IDE ini bisa berjalan dengan baik di sistem operasi Windows maupun linux, misalnya Ubuntu. Untuk praktek, siapkan terlebih dahulu Netbeans dan DB4O. Berikut hasil uji coba untuk meng-insert sebuah objek baru dari sebuah kelas yang ada pada db4o. Langkah-langkahnya antara lain:

  • Import jar basis data db4o
  • Masukan nama basis data [1]
  • Buat objek baru [2]
  • Jalankan (RUN) [3]
  • Lihat hasilnya [4]

Sekian, semoga postingan ini bisa menarik minat untuk mempelajari basis data objek lebih lanjut.

Konsep Inheritance pada Objek – bag 2

[pbo|t.inf&t.komputer|pert.2]

Postingan ini kelanjutan dari postingan yang lalu tentang pewarisan. Sedikit diulang, inheritance artinya sebuah kelas mewarisi kelas lain yang merupakan induknya. Karakter ini merupakan kekhasan pemrograman berorientasi objek. Langsung saja praktek, sebagai ilustrasi adalah kelas Person yang akan mewarisi kelas Teacher. Ada ungkapan “dosen juga manusia”, nah untuk inheritance juga sama, Teacher juga Person yang mewarisi ciri-ciri seorang manusia tetapi memiliki ciri-ciri lain yang tidak dimiliki oleh manusia lainnya.

class with visio

Di sini diambil contoh kelas Person memiliki atribut: nama, umur, dan hobi dengan operasi: bio() dan greeting() yang masing-masing jika dipanggil berturut-turut memunculkan alert biografi dan kata sambutan dari objek yang bersangkutan. Buka mozilla dan masuk developer dengan menekan ctrl-shift-k agar muncul jendela developer. Buat sebuah kelas person:

function Person(first, last, age, gender, interests) {
this.name = {
‘first’: first,
‘last’ : last
};
this.age = age;
this.gender = gender;
this.interests = interests;
this.bio = function() {
alert(this.name.first + ‘ ‘ + this.name.last + ‘ is ‘ + this.age + ‘ years old. He likes ‘ + this.interests[0] + ‘ and ‘ + this.interests[1] + ‘.’);
};
this.greeting = function() {
alert(‘Hi! I\’m ‘ + this.name.first + ‘.’);
};
}

Tambahkan sebuah objek baru dengan nama variable person1.

var person1 = new Person(‘Bob’, ‘Smith’, 32, ‘male’, [‘music’, ‘skiing’]);

Berikutnya buat kelas Teacher dengan karakteristik yang sama dengan Person hanya memiliki satu tambahan atribut yaitu subject dan satu operasi yaitu farewell().

function Teacher(first, last, age, gender, interests, subject) {
Person.call(this, first, last, age, gender, interests);
this.subject = subject;
}

Perhatikan kata kunci call yang memanggil atribut yang dimiliki kelas Person dan menandakan kelas Teacher tersebut mewarisinya. Hanya saja ada tambahan baru yaitu subject.

Teacher.prototype.farewell = function() {
alert(this.name.first + ‘ has left the building. Bye for now!’);
};

Perhatikan teknik menambah operasi di sebuah kelas, dengan kata kunci prototype. Biasanya bermanfaat ketika akan menambah operasi tidak sekalian membuat kelas (tambahan). Ok, berikutnya menguji kelas Teacher apakah mewarisi Person? Buat satu objek.

var teacher1 = new Teacher(‘Dave’, ‘Griffiths’, 31, ‘male’, [‘football’, ‘cookery’], ‘mathematics’);
Jalankan operasi:
teacher1.bio()
teacher1.farewell()

Uji dengan person1, apakah bisa menjalankan operasi person1.farewell? Seharusnya tidak karena hanya milik kelas Teacher, sementara Teacher bisa menjalankan operasi bio() milik induknya.

Pastikan alert muncul. Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Problem – Windows Can’t Find Target Pada Netbeans

Lama juga tidak menggunakan Netbeans, ternyata sudah versi 10, padahal dulu pakai yang versi 6. Kini menggunakan versi 8, itu pun sebagai pendukung perkuliahan “pemrograman berbasis objek”, terutama untuk bagian prakteknya. Saat mengimpor file Jar sistem basis data objek db4o ada pesan yang sedikit mengganggu berikut:

Terus terang agak membingungkan mengingat versi-versi sebelumnya tidak ada masalah. Tetapi ketika ditekan OK kira-kira beberapa kali, netbeans tetap berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Mungkin ada sedikit “block” dari Windows, terutama windows 10 dengan platform 64 bit. Terbukti db4o berhasil ditarik ke paket yang akan digunakan (pada folder library).

Tampak db4o versi 7 yang baru saja diunduh dari sini berhasil ditarik ke Libraries walaupun beberapa kali muncul pesan mengganggu di atas. Yah, selama masih berjalan tidak apa-apa yang penting praktek tetap berjalan. Untuk membuktikannya ketika diketik instruksi import di bawah paket, bantuan muncul, menandakan library berjalan dengan baik.

Selain dengan Java (Netbeans, Eclipse, dll), db4o dapat berjalan juga di lingkungan .NET buatan Windows. Sepertinya ada sedikit persaingan dua platform itu. Semoga postingan ini bisa mengurai masalah ini minimal ada kasus seperti tersebut di atas yang mungkin saja terjadi kepada pembaca sekalian. Komentar berisi penyelesaian hal mengganggu ini tentu saja saya butuhkan, walaupun untuk sementara masih bisa berjalan.

Konsep Inheritance pada Objek – JavaScript

Salah satu kharakter khas dari pemrograman berorientasi objek selain konsep objek adalah konsep inheritance. Konsep ini seperti arti katanya, pewarisan, mirip dengan seorang anak yang mewarisi kharakter orang tuanya, tetapi juga memiliki karakter khas yang tidak dimiliki oleh orang tuanya itu.

Untuk mempraktekannya silahkan buka mozilla firefox lalu tekan ctr-shift-k untuk mengaktifkan jendela developer. Untuk membuat kelas objek, silahkan lihat postingan yang lalu.

function Person(first, last, age, gender, interests) {
// property and method definitions
this.first = first;
this.last = last;
this.age=age;
}

Perlu diketahui, fungsi dalam JavaScript merupakan salah satu tipe objek (silahkan lihat penjelasannya di link resminya). Berikutnya bangkitkan sebuah objek instan dengan nama person1.

var person1 = new Person(‘Bob’, ‘Smith’, 32, ‘male’, [‘music’, ‘skiing’]);

Ketika sebuah objek instan dipanggil maka JavaScript akan menyimpannya. Coba saja ketik person1 maka ketika ditekan titik (“.”) maka akan muncul bantuan seperti tampak pada gambar di bawah ini.

Tampak di atas “age”, “first”, dan “last” yang merupakan atribut yang pada definisi kelas Person diawali kata kunci this. Pilih valueOf() maka akan muncul:

person1.valueOf()
Object { first: “Bob”, last: “Smith”, age: 32 }

Object Constructor

JavaScript menggunakan kata kunci constructor untuk menjabarkan inheritance. Misalnya kita telah memiliki objek person1 dan akan membuat person3 yang mewarisi karakteristik dari person1 yang sudah dibuat sebelumnya.

var person3 = new person1.constructor(‘Karen’, ‘Stephenson’, 26, ‘female’, [‘playing drums’, ‘mountain climbing’]);

Di sini person3 memiliki atribut seperti di atas dengan mewarisi kelas Person. Silahkan ketik: person3.age, maka akan menampilkan 26 yang merupakan umur dari objek person3. Gambaran inheritance dapat dilihat di bawah ini.

Membuat Kelas & Objek dengan JavaScript

JavaScript merupakan Script yang berjalan di browser yang memanfaatkan teknologi dari Java. Salah satunya adalah pemrograman berbasis objek (PBO). Objek berisi atribut seperti layaknya data atau record tabel, tetapi memiliki proses yang menyertai atribut-atributnya. Untuk memudahkan praktek membuat objek pada JavaScript sebaiknya menggunakan browser Mozilla karena memiliki fasilitas “developer”.

Jendela Developer

Untuk mengakses jendela developer pada mozilla dapat dilakukan dengan menekan Ctr-shif-K dan perhatikan akan muncul jendela di bagian bawah mozilla. JavaScript akan langsung dieksekusi Mozilla ketika sebuah script ditulis di jendela developer tersebut tanpa membutuhkan bantuan file HTML.

Membuat Kelas Objek

Objek-objek dengan karakteristik sejenis dapat dikumpulkan dalam satu kelas yang sama misalnya kelas dosen, kelas mahasiswa, kelas mata kuliah, dan lain-lain. Berikut ini kita coba membuat satu kelas dengan nama Person yang berisi atribut-atribut: first, last, age, gender, dan intersets dengan satu operasi menampilkan salam/greetings. Masukan script berikut di jendela developer pada mozilla. Lihat tutorial resminya.

function Person(first, last, age, gender, interests) {
this.name = {
‘first’: first,
‘last’ : last
};
this.age = age;
this.gender = gender;
this.interests = interests;
this.bio = function() {
alert(this.name.first + ‘ ‘ + this.name.last + ‘ is ‘ + this.age + ‘ years old. He likes ‘ + this.interests[0] + ‘ and ‘ + this.interests[1] + ‘.’);
};
this.greeting = function() {
alert(‘Hi! I\’m ‘ + this.name.first + ‘.’);
};
}

Note: Sepertinya kalau copas kode di atas, tanda petik single harus diketik ulang. Parameter “this” mengartikan suatu variabel milik pemilik objek yang bersangkutan, misalnya this.age berarti variabel “age” yang dimaksud berasal dari objek Person yang bersangkutan. Misal kita memasukan satu objek baru dari kelas Person tersebut.

var person1 = new Person(‘Bob’, ‘Smith’, 32, ‘male’, [‘music’, ‘skiing’]);

Kode di atas memasukan satu objek person1 dari kelas Person. Tampak nama depan, belakang, usia, jenis kelamin, dan hobinya. Bagaimana untuk melihat isi data beserta operasi yang mengiringi kelas Person? Ketik kode berikut ini di jendela developer mozilla.

person1[‘age’]
person1.interests[1]
person1.bio()

Instruksi di atas memunculkan “age”, “intersets” dan “bio”. Hasilnya akan memunculkan jendela berikut ini di mozilla.

Satu hal yang unik dari data objek di atas adalah operation yang muncul, dalam hal ini menambilkan jendela greeting di atas. Satu hal lain yang tidak dimiliki oleh data jenis relational adalah multivalue dalam hal ini contoh di atas memberikan hobi yang terdiri dari “music” dan “skiing” yang tentu saja dilarang dalam jenis data relational (jika ingin ditampilkan lebih dari dua hobi maka kode ada sedikit modifikasi di fungsi bio()). Sekian semoga bermanfaat.

Database Objek

Ketika pertama kali database diperkenalkan di tahun 70-an, bentuknya adalah relasional dan dikenal dengan istilah Relational Database Management System (RDBMS). Bentuk ini adalah bentuk terkenal yang sampai sekarang menjadi andalan aplikasi-aplikasi terkini. Basis data ini menyimpan atribut-atribut suatu data yang statis misalnya nomor ID, nama, alamat, dan lain-lain. Sementara proses yang terjadi, yang biasanya berupa Create, Read, Update dan Delete (CRUD) dilakukan oleh aplikasi (program) yang mengakses basis data tersebut (di luar basis data).

Object Oriented

Perkembangan perangkat keras yang pesat membuat aplikasi pada bidang-bidang lain seperti rekayasa, multimedia, sistem informasi geografis, dan sejenisnya, berkembang pula. Beberapa aplikasi membutuhkan secara independen suatu data berubah ketika diberikan instruksi ke data tersebut. Dengan kata lain suatu data memiliki kemampuan memproses. Data dengan proses tersebut dikenal dengan istilah objek. Ketika ingin mengedit data suatu objek, maka program tinggal mengirim pesan ke objek tersebut agar salah satu datanya dirubah dengan mengaktifkan proses update pada objek tersebut. Masalahnya adalah vendor-vendor basis data sudah terlanjur mengembangkan RDBMS dengan sangat baik.

Object Relational Database Management System

Dengan memanfaatkan canggihnya sistem RDBMS, beberapa pengembang menawarkan konsep Object Relational Database Management System (ORDBMS), khususnya untuk penerapannya dalam basis data. Karena kelemahan RDBMS tidak memiliki penyimpanan berupa proses/method maka basis data tetap tersimpan dalam bentuk relasional tetapi menambahkan satu object yang berfungsi menangani proses-proses tertentu pada objek yang tersimpan dalam RDBMS. Ketika ingin mengedit suatu objek, maka satu objek yang bertugas meng-update diperintahkan mengedit objek tersebut di dalam sistem basis data.

Object Definition Language (ODL)

Dalam literatur RDBMS, sudah ada standar pengolahan basis data yang dikenal dengan nama Structure Query Language (SQL). Sementara itu komunitas Object Data Management Group (ODMB) mencoba membuat standar yang mirip SQL dengan nama Object Definition Language (ODL). Salah satu hasil dari ODL ini adalah suatu bahasa deklarasi mirip SQL untuk objek yaitu Language Integrated Query (LINQ). Silahkan baca-baca buku referensi berikut yang lumayan OK untuk penjelasan awal ODL.

Untuk mempraktekan basis data objek ada baiknya mencoba langsung dengan basis data yang memang dikhususkan untuk basis data objek, yaitu db4o dengan dua pilihan (java dan c#). Silahkan unduh manual-nya di sini. Ada hal-hal unik yang tidak dimiliki dalam literatur RDBMS yang menarik untuk dicoba, dan menarik juga untuk dibuatkan bukunya.

Mengenal Istilah “SOLID” dalam Disain Berbasis Objek

Selain Unified Modeling Language (UML) dikenal istilah lain yang agak baru lagi, yaitu SOLID (dalam disain berbasis objek). Istilah ini muncul dari saran Uncle Bob (Robert C. Martin), yang berisi empat prinsip dalam disain berbasis objek. Lima prinsip tersebut antara lain:

1. S – Single-responsibility principle

Prinsip ini mewajibkan suatu kelas (class) sebaiknya hanya memiliki satu tugas. Jangan sampai satu kelas memiliki lebih dari satu tugas. Sebagai contoh suatu program bermaksud menghitung luas seluruh bentuk, misal lingkaran, bujur sangkar, dan lain-lain. Suatu kelas yang berisi perhitungan total area beserta outputnya sebaiknya dihindari. Sesuai prinsip “single-responsibility principle (SRP)” sebaiknya kelas totalArea(shape) dipisahkan dengan outputArea(area). Jadi kelas totalArea hanya berisi perhitungan area sementara outputArea memiliki tugas menampilkan keluaran apakah JASON, HTML, atau format lainnya.

2. O – Open-closed principle

Terbuka di sini menyatakan suatu kelas bisa di extend tetapi “closed” dalam artian tidak perlu memodifikasi kelas sebelumnya. Misal kasus sebelumnya, menghitung total luas area beberapa bangun. Dengan memisahkan kelas totalArea dan outputArea, SRP terpenuhi. Tetapi jika ingin menambah satu bentuk baru, misalnya segitiga maka kelas totalArea terkadang harus di-modif, terutama di loopingnya. Hal ini melanggar prinsip “tak memodif”. Untuk mengatasi hal tersebut, tiap kelas bentuk/bangun, Shape, menyertakan suatu interface berupa implement, yaitu metode/fungsi berisi penentuak jari2/sisi/parameter lain disertai luasnya, misalnya diberi nama shapeInterface. Kemudian kelas totalArea memiliki fungsi sum yang memanggil interface dengan for each terhadap seluruh bangun/bentuk. Jika ada satu bentuk/bangun baru, maka asalkan disertai interface dengan nama shapeInterface maka akan otomatis ikut terhitung. Dan karena tidak ada modif di kelas totalArea, maka prinsip “open-closed” terpenuhi.

3. L – Liskov substitution principle

Jika tipe S adalah sub-tipe dari tipe T, maka fungsi q(x) yang bisa menjalankan objek x dari tipe T bisa juga menjalankan q(y) dimana y adalah objek S.

“Let q(x) be a property provable about objects of x of type T. Then q(y) should be provable for objects y of type S where S is a subtype of T.”

Contoh sederhananya kembali ke kelas perhitungan luas. Karena volume adalah sub-tipe dari luas, maka perhitungan volume bisa mengambil fungsi dari perhitungan area/luas. Misal persegi panjang, maka volume balok bisa mengambil luas persegi panjang dikalikan tinggi, dengan memanfaatkan extend.

4. I – Interface segregation principle

Prinsip ini menganjurkan agar tidak memaksa pemesan/client mempunyai metode (method) yang tidak mereka butuhkan. Misalnya kita diminta menghitung bentuk 3D seperti kotak, bola, dll maka pada metode shapeInterface akan diisi luas dan volume yang harus dimiliki oleh kelas-kelas lain yang tidak memiliki volume (lingkaran, bujur sangkar, dll). Oleh karena itu agar tidak melanggar prinsip “interface segregation” yang memaksa perhitungan volume, maka perlu membedakan kelas solid dengan yang tidak memiliki volmue. Dengan kata lain perlu interface solidShapeInterface dengan fungsi perhitungan volume.

5. D – Dependency Inversion Principle

Prinsip ini mengharuskan tiap entitas tergantung dari hasil abstraksi (pemodelan fungsi dari kondisi real). Suatu kelas pengingat pasword, passwordReminder tidak boleh tergantung dari koneksi ke MySQL atau Oracle atau database lain. Jika ada pergantian jenis database, misal dari MySQL ke SQL Server, maka tidak melanggar juga prinsip ini “Open-closed principle” yang tidak boleh lagi memodifikasi fungsi sebelumnya (koneksi ke MySQL). Solusinya adalah menambah interface koneksi database, misal DBConnectionInterface. Jika sebelumnya class MySQLConnection implements DBConnectionInterface, jika diganti SQLSERVER maka tinggal menggati dengan SQLSERVERConnection implemetns DBConnectionInterface.

Prinsip SOLID ini sangat penting, itulah mengapa dalam videonya di youtube bu Inge menyinggung masalah SOLID ini. Bahkan merupakan hal yang wajib diketahui oleh para developer.

Referensi

https://scotch.io/bar-talk/s-o-l-i-d-the-first-five-principles-of-object-oriented-design