Relasi One-To-Many Pada Objek Database

Untuk mengimplementasikan relasi one-to-many pada pemrograman terstruktur dengan sistem basis data relasional diperlukan sebuah tabel detil karena dalam satu field tidak boleh berisi lebih dari satu item. Namun pada pemrograman berorientasi objek dapat dihandel oleh sebuah kelas dengan format atribut array. Misalnya kelas kursus yang berisi lebih dari satu peserta kursus berikut ini.

Salah satu atribut kursus adalah peserta yang merupakan sebuah objek dari kelas siswa. Simbol kurung “[]” menandakan bahwa kelas Kursus bisa memiliki lebih dari satu objek peserta kursus, yang dalam ERD sistem relasional dikenal dengan relasi one-to-many. Bagaimana dalam implementasinya di Netbeans?

Memakai Atribut dari Kelas Lain

Pada kelas kursus terdapat atribut “peserta” yang berasal dari kelas Siswa. Karena menggunakan atribut maka terdapat relasi memiliki dari kelas Kursus terhadap kelas Siswa, diistilahkan dengan relasi “has-a”. Bandingkan dengan relasi antara kelas Main dengan Kursus yang berupa penggunaan saja (mengatur/maintain kursus), diistilahkan dengan relasi “is-a”. Berikut potongan kode dalam bahasa Java untuk kelas yang menggunakan objek dari kelas Siswa (peserta).

public class Kelas {
private String kode,jadwal;
private Siswa[] peserta;
private int i;
//konstruktor
public Kelas(){
this.peserta=new Siswa[5];
}
public Kelas(String kode, String jadwal, Siswa[] peserta){
this.kode=kode;
this.jadwal=jadwal;
this.peserta=peserta;
}

Perhatikan variabel peserta diambil dari kelas Siswa (private Siswa[] peserta). Selanjutnya ditambah dengan setter & getter serta operasi-operasi lainnya. Pada konstruktor kelas misalnya dibatasi lima peserta kurus saja (this.peserta=new Siswa[5];). Operasi penting untuk menangkap data objek Kelas adalah sebagai berikut.

public void add(Siswa s){
if(i<peserta.length){
peserta[i]=s;
System.out.println(“Siswa add at index “+i);
i++;
}
System.out.println(“Peserta: “+peserta);
}
public void add3(String jadwal){
this.jadwal=jadwal;
}
public void add2(String kode){
this.kode=kode;
}

Peserta kursus memanfaatkan variabel I untuk menambah beberapa kali (dalam hal ini max 5). Operasi lainnya juga disertakan untuk menambahkan kode kelas dan jadwalnya. Jika dilihat di navigation pada Netbeans tampak seperti berikut ini.

Dua operasi CRUD (insertData dan readData) misalnya dimasukan. Sebaiknya seluruh CRUD dimasukan juga (update dan delete). Variabel I: int digunakan untuk memasukan peserta kursus yang lebih dari satu.

Kelas Siswa seperti biasa dibuat dengan atribut dan operasi tertentu. Buat CRUD yang lengkap seperti contoh berikut. Untuk akses ke basis data objek dengan operasi CRUD silahkan lihat pos yang lalu.

Kelas Main

Kelas ini hanya contoh interface untuk mendaftarkan kelas beserta pesertanya. Dalam implementasi biasanya menggunakan form/frame.

ObjectContainer db = Db4oEmbedded.openFile(“C:/Users/Herlawati/Documents/NetBeansProjects/com.kursus/kursus.yap”);
Kelas kel = new Kelas();
//siswa pertama
Siswa sis = new Siswa();
sis.setKodesiswa(“03”);
ObjectSet<Object> result = db.queryByExample(sis);
Siswa m1 = (Siswa) result.next();
System.out.println(“ketemu siswa nama: “+m1.getNama()+” kode “+m1.getKodesiswa());
System.out.println(m1);
kel.add(m1);
//siswa kedua
Siswa sis2 = new Siswa();
sis2.setKodesiswa(“04”);
ObjectSet<Object> result2 = db.queryByExample(sis2);
Siswa m2 = (Siswa) result2.next();
System.out.println(“ketemu siswa nama: “+m2.getNama()+” kode “+m2.getKodesiswa());
System.out.println(m2);
kel.add(m2);
//input atribut Kelas
kel.add3(“senin dan selasa”);
kel.add2(“kode3”);
db.close();
kel.insertData();
kel.readData();

Ada satu Kelas dengan dua peserta ditambahkan dengan kode di atas, pastikan ketika dieksekusi akan menghasilkan jawaban yang mengindikasikan data tersimpan.

Siswa dengan kode 03 dan 04 dicari terlebih dahulu dari kelas Siswa. Tentu saja sudah dimasukan terlebih dahulu beberapa objek Siswa. Fungsi Add akan memasukan siswa secara multivalue ke objek Kelas. Setelah atribut kelas (jadwal dan kode kelas) ditambahkan (operasi add2 dan add3) maka operasi insertData akan memasukan objek Kelas yang baru saja didaftarkan secara permanen ke sistem basis data objek. Butuh penjelasan yang detil, tetapi secara garis besar langkah-langkah di atas bermaksud menjelaskan prinsip kerja objek, baik instan (temporer) maupun persistence (permanen). Semoga bermanfaat.

Membuat Kelas Transaksi dengan Basis Data Objek

Mirip dengan tabel master dan tabel transaksi pada basis data relasional, pada pemrograman berorientasi objek membutuhkan juga tabel transaksi yang melibatkan lebih dari dua tabel. Sebagai contoh adalah mahasiswa yang mendaftarkan kelas yang diikutinya lewat kelas registrasi. Di sini kelas registrasi memerlukan kelas Mahasiswa dan kelas Kelas yang diikuti. Berikut kode untuk membuat kelas Kelas.

public class Kelas {
String kodemk;
String namamk;
int sks;
public Kelas(String kodemk, String namamk, int sks){
this.kodemk=kodemk;
this.namamk=namamk;
this.sks=sks;
}
public void display(){
System.out.println(“Kode MK: “+kodemk+”| Nama MK: “+namamk+” | Jlh SKS: “+sks+”SKS”);
}
}

Seperti biasa tiap kelas memiliki nama, atribut dan operasi. Karena hanya sebagai latihan, pada kelas ini tidak dimasukan kelas untuk operasi create, read, update and delete (CRUD). Hanya operasi display yang disertakan untuk memunculkan atribut-atribut kelas Kelas antara lain: kodemk, namamk, dan sks yang berturut-turut bertipe string, string, dan integer.

Dengan cara yang sama kita bisa membuat kelas Mahasiswa dengan atribut: nama, usia, dan jurusan. Tentu saja hanya sekedar contoh, karena biasany membutuhkan juga nomor pokok mahasiswa (NPM), alamat, ipk, dan lain-lain. Lanjut saja ke bagian penting, yaitu kelas Registrasi yang berfungsi mengakomodir Mahasiswa yang medaftarkan kelas mata kuliah tertentu. Berikut kode pada kelas Registrasi yang dibuat cepat dengan IDE Netbeans 8.

public class Registrasi {
private String noreg;
Mahasiswa m;
Kelas kls;
public Registrasi(String noreg, Mahasiswa m, Kelas kls){
this.noreg=noreg;
this.m=m;
this.kls=kls;
}
public void display(){
System.out.println(“No Reg: “+noreg);
kls.display();
m.display();
}
public void insertData() {
System.out.println(“* Insert data…”);
ObjectContainer db;
db = Db4oEmbedded.openFile(“<folder>/mahasiswadb.yap”);
try {
Registrasi reg = new Registrasi(noreg,m,kls);
db.store(reg);
System.out.println(“Stored “+reg);
}
finally {
db.close();
}
}
}

Kelas Registrasi ini memiliki atribut: noreg, m, dan kls yang merepresentasikan berturut-turut nomor registrasi, mahasiswa dan kelas. Ada operasi display() yang berisi display dari kelas yang terlibat (Mahasiswa dan Kelas). Satu kelas penting lainnya adalah insertData() yang menyimpan data objek registrasi ke basis data agar tersimpan secara permanen (persistence). Terakhir di kelas Main masukan kode contoh berikut.

public class Main {
/**
* @param args the command line arguments
*/
public static void main(String[] args) {
Mahasiswa m = new Mahasiswa(“Rahmadya”,43,”Teknik Komputer”);
Kelas kls = new Kelas(“FIS-1″,”Fisika”,3);
Registrasi reg = new Registrasi(“01/mei/2019”,m,kls);
reg.display();
reg.insertData();
}
}

Pertama-tama objek mahasiswa dibentuk dengan atributnya lengkap. Demikian pula objek Kelas yang berisi kode kelas, nama kelas dan jumlah SKS. Terakhir objek registrasi yang berisi nomor registrasi beserta objek yang terlibat (diberi nama variabel m dan kls) dibentuk. Objek registrasi selain ditampilkan lewat operasi display() juga disimpan ke basis data lewat operasi insertData(). Jika dijalankan dengan menekan tombol segitiga hijau akan menghasilkan output di bawah ini.

Coba buka file basis data objek “mahasiswadb.yap” dengan notepad dan pastikan terisi objek yang baru saja disimpan lewat instruksi db.store(reg) di atas.

Postingan ini menggunakan Netbeans dengan Object Database Management System (ODBMS) DB4O yang masih jarang digunakan. Biasanya pengembang menggunakan kelas dan objek yang disimpan dalam Relational Database Management System (RDBMS). Silahkan searching ebook tentang DB4O yang banyak beredar di internet. Untuk buku sejenis yang berbahasa Indonesia saya masih mencoba menulis, semoga segera selesai

Problem CRUD pada Pemrograman Berorientasi Objek

Problem Create, Read, Update, dan Delete (CRUD) pada PBO dikenal dengan istilah impedance mismatch. Hal ini terjadi karena pemrograman terstruktur dengan karakternya yang menggunakan database relasional menggunakan prinsip pemisahan antara data dengan program. Sementara itu PBO dalam satu kelas memadukan data dan program. Dalam hal ini data berupa atribut, sementara programnya berupa method/operasi. Kontroversi kerap terjadi, biasanya untuk programmer-programmer yang biasanya menangani program-program nonobjek, yang menganjurkan CRUD terpisah dari kelas-nya (lihat di sini). Terutama yang sering menggunakan framework maupun bertipe service oriented architecture (SOA), cenderung memasukan CRUD ke layer service. Atau programmer yang menerapkan Object Relational Database Management System (ORDBMS).

Gambar berikut dikutip dari sumber materi PBO link ini. Tampak pada kelas Customer, kelas ini memiliki operasi bernama +add(name,phone) yang bertugas memasukan pelanggan baru. Operasi yang berada dalam sebuah kelas sebenarnya memperkuat konsep PBO yaitu encapsulation dimana kelas lain tidak bisa mengutak-atik kelas tertentu. Untuk menambah pelanggan, dalam kelas Customer harus lewat operasi +add pada kelas tersebut, tidak seperti database relasional yang menggunakan akses dari luar lewat injeksi SQL (insert into Customer).

Jadi sejatinya CRUD pada objek terletak di bagian operasi kelas yang bersangkutan, jika ingin prinsip encapsulation tetap dipegang. Hal ini bisa dijalankan untuk Object Database Management System (ODBMS) murni dengan basis data objek seperti DB4O (lihat pos yang lalu) atau tipe no-sql seperti MongoDB. Interface yang mengirimkan data yang harus diubah pada PBO hanya berupa pesan (message), misalnya pada diagram kelas di atas ingin menambah satu pelanggan baru maka interface yang biasanya form/frame memberikan pesan ke kelas Customer agar menjalankan operasi +add(name,phone) untuk menambah satu data pelanggan baru dengan name dan phone tertentu (dari isian form/frame). Mungkin pembaca tidak setuju, boleh saja, toh antara konsep PBO dengan terstruktur termasuk antara database relasional dan objek pun bisa dikombinasikan. Terkadang antara teori dengan aplikasi/penerapan perlu kompromi.

Quiz Dasar-Dasar Pemrograman Berorientasi Objek

Perhatikan gambar di bawah ini sebagai latihan mengetahui istilah-istilah dasar pemrograman berorientasi objek.

Diagram di atas dikenal dengan nama ….(1)…. diagram. Hubungan Person dengan Mahasiswa dikenal dengan istilah ….(2)…. . Sementara itu relasi Mahasiswa dengan Utama dikenal dengan istilah ….(3)…. Atribut dari kelas Person adalah ….(4)…. dan ….(5)…. Simbol “-” dikenal dengan istilah ….(6)…. Sementara “+” dikenal dengan istilah ….(7)…. Sebutkan atribut-atribut lengkap kelas Mahasiswa: ….(8)…. Sebutkan operasi-operasi yang bisa dijalankan oleh kelas Mahasiswa: ….(9)…. Utama tidak bisa digunakan untuk membentuk obyek dari kelasnya, dikenal dengan tipe kelas ….(10)…. Kelas Utama tidak bisa merubah nama, usia, dan jurusan dari sebuah obyek Mahasiswa tanpa melewati operasi setJurusan(), setNama(), dan setUsia(), dikenal dengan konsep ….(11)… n. Sebuah obyek Mahasiswa dapat dibentuk dengan bantuan operasi otomatis yang dikenal dengan nama ….(12)…r. Obyek tersebut hanya sementara di random access memory (RAM), dikenal dengan istilah i…(13)…. Maka perlu disimpan dalam sistem basis data, misalnya DB4O atau database relational lainnya, istilah penyimpanan permanen ini dalam PBO dikenal dengan nama p…(14)…n.

Jawaban: (1) class, (2) inheritance/pewarisan atau bisa juga generalisasi, (3) association/asosiasi, (4) nama, (5) usia, (6) private (7) public, (8) nama, usia, dan jurusan, (9) getNama(), setNama(), getUsia(), setUsia(), getJurusan(), setJurusan(), greetings(), bio(), insertData(), (10) abstract/abstrak, (11) encapsulation, (12) constructor, (13) instance/instan, (14) persistence.

Untuk lebih lengkapnya silahkan kunjungi situs-situs yang berisi tes-tes dasar pemrograman berorientasi objek berikut ini. Banyak kontroversi-kontroversi yang muncul di sisi praktisi, misalnya insertData() yang terpisah dari kelas Mahasiswa pada conoh di atas. Ada yang berpendapat terpisah (karena business logic) tetapi teori dasarnya object-oriented tidak memisahkan program dan data (prinsip impedansi/impedance).

Instal Netbeans di Ubuntu

Netbeans merupakan salah satu Integrated Development Environment (IDE) terkenal untuk pemrograman. Bahasa yang digunakan adalah Java, walaupun di dalamnya bisa juga PHP dan C++. Netbeans merupakan opensource dan dengan gratis dapat diinstal baik lewat platform Windows maupun Linux. Jika ingin murni opensource, instalasi pada Linux merupakan pilihan utama. Postingan ini sedikit men-share instalasi Netbeans pada Linux, khususnya Ubuntu.

Download Netbeans

Jika Netbeans diunduh dengan browser Mozilla pada Ubuntu di link ini, maka otomatis situs tersebut memberikan pilihan platform Linux. Simpan file unduhan tersebut di Ubuntu. Untuk mudahnya pilih All yang artinya seluruh fasilitas yang ada dipilih. Jangan khawatir, ukuran file hanya sekitar 200-an Mb.

Instal JDK

JDK yang sebaiknya versi 8 harus telah terinstal sebelum Netbeans hasil unduhan dipasang. Salah satu situs yang cukup jelas menginstal JDK adalah di sini. Di situs tersebut juga diajari cara menginstal Netbeans lewat terminal, tetapi di Ubuntu saya entah mengapa tidak berhasil meng-create new project. Tapi untuk menginstal JDK bisa berjalan. Dan pastikan JDK terpasang dengan menulis instruksi berikut pada terminal:

javc -version

Instal Netbeans

Akhirnya kita sampai tahap terakhir yaitu instalasi Netbeans yang kode sumbernya telah diunduh. Perhatikan nama file-nya, misalnya yang saya unduh bernama: netbeans-8.0-linux.sh. Juga lokasinya, biasanya pada folder Downloads. Pindahkan saja ke Documents atau folder lain. Ketik dua script berikut ini yang berturut-turut memberikan akses ke file hasil unduhan dan menjalankannya:

chmod +x netbeans-8.0-linux.sh
sudo ./netbeans-8.0-linux.sh

Ketika tulisan ini dibuat, Netbeans masuk versi 10 yang namanya berganti Apache Netbeans. Ada juga versi 8.2, tetapi di sini saya unduh yang di bawahnya sedikit (versi 8.0). Berikutnya tidak perlu dijelaskan di sini karena ketika jendela instalasi Netbeans muncul maka tinggal tekan Next saja hingga selesai. Uji dengan membuat project baru, jika berhasil muncul maka Netbeans telah diinstal dengan benar. Selamt ber-opensource.

Membuat Database Objek (file *.yap) dengan DB4O

[PBO|TK&TI|PERT3]

Database objek memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan database relasional. Database ini memasukan sebuah operasi ke dalam data objek, sementara database relasional hanya memasukan atribut saja. DBMS yang kebanyakan beredar saat ini menggunakan jenis relasional walaupun beberapa sudah mulai mengombinasikan dengan database objek dalam bentuk Object Relational Database Management System (ORDBMS). Namun beberapa pengembang objek merasa tidak puas dengan kinerjanya karena ketika menggunakan harus merakit menjadi sebuah objek sementara ketika selesai digunakan dibongkar lagi untuk dimasukan ke dalam sistem basis data relasional.

Salah satu alternatif DBMS jika akan menggunakan murni sistem berorientasi objek adalah DB4O. Postingan ini sedikit membahas apa saja yang dibutuhkan untuk mempraktekan program berorientasi objek.

Bahasa Pemrograman

Ada dua kubu yang mempraktekan bahasa pemrograman berbasis objek, antara lain: dotnet dan java. Dotnet di sini biasanya menggunakan bahasa C# dalam suatu IDE terkenal visual studio. Sementara untuk yang opensource dipelopori oleh Java dengan IDE yang terkenal netbeans dan eclipse.

Sistem Basis Data

Silahkan unduh DB4O, yang merupakan singkatan dari Database For Object. Bentuk DB4O adalah Jar file yang ketika tulisan ini dibuat sudah masuk versi 8. Searching saja di Google maka kita dapat dengan mudah mengunduh db4o tersebut.

File Database

Berbeda dengan basis data relasional yang ketika membuat basis data harus menggunakan Data Definition Language (DDL), pada db4o mudah saja, siapkan saja satu file dengan nama ekstensi standar *.yap. Walaupun bisa dengan nama lain, alangkah baiknya menggunakan nama standar *.yap karena agar terhindar dari konflik dengan nama database lain seperti MySQL, SQL Server,Oracle, dll.

Praktek dengan Netbeans

Salah satu IDE Java yang mudah digunakan adalah Netbeans walaupun sepertinya berat ketika dibuka. IDE ini bisa berjalan dengan baik di sistem operasi Windows maupun linux, misalnya Ubuntu. Untuk praktek, siapkan terlebih dahulu Netbeans dan DB4O. Berikut hasil uji coba untuk meng-insert sebuah objek baru dari sebuah kelas yang ada pada db4o. Langkah-langkahnya antara lain:

  • Import jar basis data db4o
  • Masukan nama basis data [1]
  • Buat objek baru [2]
  • Jalankan (RUN) [3]
  • Lihat hasilnya [4]

Sekian, semoga postingan ini bisa menarik minat untuk mempelajari basis data objek lebih lanjut.

Konsep Inheritance pada Objek – bag 2

[pbo|t.inf&t.komputer|pert.2]

Postingan ini kelanjutan dari postingan yang lalu tentang pewarisan. Sedikit diulang, inheritance artinya sebuah kelas mewarisi kelas lain yang merupakan induknya. Karakter ini merupakan kekhasan pemrograman berorientasi objek. Langsung saja praktek, sebagai ilustrasi adalah kelas Person yang akan mewarisi kelas Teacher. Ada ungkapan “dosen juga manusia”, nah untuk inheritance juga sama, Teacher juga Person yang mewarisi ciri-ciri seorang manusia tetapi memiliki ciri-ciri lain yang tidak dimiliki oleh manusia lainnya.

class with visio

Di sini diambil contoh kelas Person memiliki atribut: nama, umur, dan hobi dengan operasi: bio() dan greeting() yang masing-masing jika dipanggil berturut-turut memunculkan alert biografi dan kata sambutan dari objek yang bersangkutan. Buka mozilla dan masuk developer dengan menekan ctrl-shift-k agar muncul jendela developer. Buat sebuah kelas person:

function Person(first, last, age, gender, interests) {
this.name = {
‘first’: first,
‘last’ : last
};
this.age = age;
this.gender = gender;
this.interests = interests;
this.bio = function() {
alert(this.name.first + ‘ ‘ + this.name.last + ‘ is ‘ + this.age + ‘ years old. He likes ‘ + this.interests[0] + ‘ and ‘ + this.interests[1] + ‘.’);
};
this.greeting = function() {
alert(‘Hi! I\’m ‘ + this.name.first + ‘.’);
};
}

Tambahkan sebuah objek baru dengan nama variable person1.

var person1 = new Person(‘Bob’, ‘Smith’, 32, ‘male’, [‘music’, ‘skiing’]);

Berikutnya buat kelas Teacher dengan karakteristik yang sama dengan Person hanya memiliki satu tambahan atribut yaitu subject dan satu operasi yaitu farewell().

function Teacher(first, last, age, gender, interests, subject) {
Person.call(this, first, last, age, gender, interests);
this.subject = subject;
}

Perhatikan kata kunci call yang memanggil atribut yang dimiliki kelas Person dan menandakan kelas Teacher tersebut mewarisinya. Hanya saja ada tambahan baru yaitu subject.

Teacher.prototype.farewell = function() {
alert(this.name.first + ‘ has left the building. Bye for now!’);
};

Perhatikan teknik menambah operasi di sebuah kelas, dengan kata kunci prototype. Biasanya bermanfaat ketika akan menambah operasi tidak sekalian membuat kelas (tambahan). Ok, berikutnya menguji kelas Teacher apakah mewarisi Person? Buat satu objek.

var teacher1 = new Teacher(‘Dave’, ‘Griffiths’, 31, ‘male’, [‘football’, ‘cookery’], ‘mathematics’);
Jalankan operasi:
teacher1.bio()
teacher1.farewell()

Uji dengan person1, apakah bisa menjalankan operasi person1.farewell? Seharusnya tidak karena hanya milik kelas Teacher, sementara Teacher bisa menjalankan operasi bio() milik induknya.

Pastikan alert muncul. Selamat mencoba, semoga bermanfaat.