Arsip Kategori: CATIA

Soal UTS Komputer II – Malam

Buat gambar di bawah ini dengan kertas A4, kepala gambar diisi, ukuran seperti latihan yang lalu. Gunakan garis potong dengan arsiran.

Merubah/Konversi Gambar 3D Menjadi 2D (Drafting) pada AutoCAD

 

 

Seperti CATIA dan SolidWork, AutoCAD juga sanggup merubah gambar 3D menjadi 2D walaupun sedikit lebih rumit (tidak otomatis). Tidak ada instruksi khusus yanglangsung mengkonversi 3D menjadi 2D melainkan melalui beberapa fungsi khusus.Misalnya gamba berikut ini:


Langkah yang dianjurkan adalah mengetik command tilemode yang dilanjutkan denganmemberi nilai nol. Berikutnya adalah menghapus dengan command erase dan all. Berikan satuan (command: unit) apakah mm atau inchi, serta ukuran kertas berikan, misalnya A4: 0,0 dan 210,297.

Untuk memberikan tampilan pada kertas lebih dari satu (depan, samping dan atas)gunakan comman mview dan Anda akan diminta mengisi:

  • Jumlah layer, misal 4
  • First corner, misal 10,10
  • Opposite corner, misal @277,190

Hingga dihasilkan gambar berikut.


Sebelumnya harus terlebih dahulu dilakukan manipulasi dengan command: mspace dengan mengambil top, front, right dan se isometric agar dihasilkan gambar seperti diatas. OK, Selamat mencoba.

Perancangan Produk Berbasis Komputer

Tak sadar waktu terus berlalu dan tahun ajaran baru mulai kita masuki. Seperti biasa semester ini tugas mengajar mata kuliah perancangan produk menjadi tanggung jawab saya. Saatnya evaluasi terhadap materi ajar tahun lalu yang agak kurang maksimal karena dasar menggambar komputer berbasis komputer yang kurang. Mudah-mudahan semester ini bisa diperbaiki, apalagi siswa sudah mengenal software CATIA yang cukup baik untuk merancang produk.

Masalah utama bagi siswa untuk mampu belajar disain adalah sulitnya menguasai perangkat lunak pendukung, terutama untuk fitur-fitur yang rumit. Dua tahun yg lalu sempat diperkenalkan AutoCAD hingga ke 3D ternyata sangat rumit. Dan akhirnya dialihkan ke CATIA yang agak mendingan walaupun sedikit lebih mudah, terbukti beberapa siswa menghasilkan gambar yang lumayan baik. Salah satu kelemahannya adalah CATIA tidak mampu menganalisa panas, sehingga membutuhkan tool tambahan misalnya CFD.

Seperti yang diucapkan oleh Prof Habibie bahwa dengan sebongkah besi, kita bisa membuat pacul seharga puluhan ribu, tetapi dengan otak kita, kita bisa membuat komponen berharga puluhan juta. Tentu saja didukung oleh kemampuan menggambar dan berimajinasi yang baik. Jika pada semester lalu (Mata kuliah SIMBAD CAD) kita masih dalam tarap “mencontek” gambar, dalam mata kuliah ini diharapkan mahasiswa mampu menemukan disain baru.

Semester baru, tentu saja ada hal-hal baru yang akan saya berikan. Karena kebanyakan produk-produk yang tersedia di pasaran berupa disain-disain yang menarik minat konsumen, tentu saja penggunakan software yg fleksibel dan mudah untuk disain mutlak diperlukan. Mungkin ada yang sudah mengenal 3Ds Max dari vendor Autodesk? Tampilannya adalah seperti gambar di bawah ini (versi 2011).


Dengan software ini diharapkan mahasiswa mampu merancang bentuk yang rumit dengan mudah, mengenai gambar tekniknya (drafting) kita tinggal mengkonversi gambar rumit kita ke format AutoCAD, oleh karena itu mau tidak mau harus mengulang kembali mata kuliah AutoCAD.

Google Sketch Up

Begitu banyak software 3D komersial yang beredar di pasaran baik untuk industri maupun arsitektur. Salah satu software yang gratis dan dapat diunduh secara gratis adalah Google Sketchup untuk aplikasi arsitektur yang saat ini sudah masuk versi 8 yang bisa diunduh di sini. Teknik menggambarnya mirip-mirip dengan software lainnya seperti extrude, rotate dan sebagainya.

Salah satu fasilitas “Camera” cukup baik terutama “walk” dan “look around” sehingga kita serasa masuk ke dalam rancangan rumah. Berikut ini tampilan dalam rumah contoh.

Aplikasi CATIA untuk “Tukang”

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat informasi akan dibuatnya meja untuk mahasiswa yang suka “lesehan” sambil internetan / “nasi kucingan”. Karena kurang sedap dipandang mata maka akan dibuat sebuah meja dan bangku satu paket (integrated). Munculah masalah karena tukang meminta gambar rancangan .. (busyet, tukang aja butuh disain). Akhirnya, karena saya bisanya CATIA terpaksa saya gambar (kira2 5 menit) dengan assembly design. Padahal .. CATIA dirancang pertama kali untuk membuat pesawat MIRAGE.

Untuk ukuran dengan mudah kita konversi dari assembly design menjadi drafting. Software2 gambar sekarang sudah memiliki fasilitas mengkonversi 3D ke 2D atau sebaliknya. Dan Alhamdulillah, walau ada sedikit perubahan dari rancangan, tidak beberapa lama, Meja-Bangku tersebut selesai dibuat dan sudah dirasakan manfaatnya.

Tapi ada sedikit kritik dari dosen pengelasan UNISMA, pak Wahyu .. ayo tebak, dimana letaknya??

Mensimulasikan Disain Perakitan (Assembly Design)

Saat kita merancang gambar dalam bentuk draft dua dimensi, mungkin bagi para insinyur tidak ada masalah dalam hal pemahaman terhadap gambar tersebut. Tetapi bagi orang yang bukan berkecimpung di dunia teknik tentu mengalami sedikit masalah dalam pemahaman terhadap gambar. Oleh karena itu kita perlu membuatkan gambar tiga dimensinya. Berikut contoh tata cara pembuatan assembly design dengan software CATIA yang telah dipelajari pada mata kuliah Sistem dan Basis Data CAD yang lalu.

Gambar teknik kebanyakan berupa mesin dengan sistem yang bekerja dengan mekanisme tertentu. Walaupun bentuk sudah jelas, terkadang orang awam agak kesulitan untuk melihat bagaimana cara kerja sistem tersebut. Oleh karena itu dalam CATIA disediakan fasilitas Simulasi. Fasilitas ini memberikan gambaran bagaimana peralatan yang digambar bergerak. Sebelum masuk ke teknik simulasi, video berikut ini mengajarkan cara membuat konstrain pada assembly design.

Jika konstrain telah diberikan, maka assembly design telah siap kita buat simulasinya dengan Digitam Mockup (DMU). Hasilnya berupa file video (mpg, avi, dsb). Berikut video tutorial untuk assembly yang sama.

Sorry .. ada sedikit salah kata dan pronounciatioannya ..

 

Konversi Assembly Design ke Drafting

Sebagian besar peralatan mesin merupakan produk rakitan yang dirangkai dari sejumlah Part. Oleh karena itu sebaiknya saat menggambar 3D suatu peralatan kita menggambar tiap part terpisah. Database Part pada CATIA terlihat pada sebelah kiri bidang gambar CATIA. Untuk berpindah dari satu part ke part yang lain tinggal mengklik ganda part yang akan kita buat setelah terlebih dahulu kita insert New Part dari produk. Salah satu contoh gambar berikut ini.


Untuk membentuk Draft dapat langsung kita set dengan Start > Mechanical Design > Drafting. Tinggal menambahkan garis Ukur dan ukuran kertasnya.

Tip dan Trik Assembly Design dengan CATIA – 2

Jika kita sudah mahir menggambar bentuk-bentuk sederhana, ada baiknya kita mencoba untuk menggambar bentuk-bentuk yang lebih rumit. Sebenarnya ada bentuk-bentuk yang rumit tetapi sebenarnya dibuat dari bentuk-bentuk sederhana tetapi menggunakan bantuan tools pada CATIA seperti Mirror, Array, dan sebagainya.


Gambar di atas memperlihatkan teknik Array yang menggambar kaki-kaki penyangga gambar di atas. Bayangkan jika kita gambar satu persatu, tentu saja akan memakan waktu yang lama. Ada lagi teknik lain seperti Pocket, Grove, guna mengedit suatu bentuk dari bentuk aslinya.


Selamat Mencoba,


Rahmadya Trias

Tip & Trik Pembuatan Assembly Design dengan CATIA

Beberapa tools seperti pada AutoCAD dapat dijalankan pada CATIA seperti mirror, trim, dan sebagainya. Teknik operasinya sedikit berbeda dan untuk kasus-kasus tertentu terkadang lebih cepat. Misalnya untuk siswa siang ada yang mencoba menggambar pasangan gardan dengan rumahnya. Coba buat satu assembly dengan dua part, yaitu gardan dan rumah gardan.


Klik kanan pada Product1 > Properties untuk memberi nama produk, misalnya Pasangan Gardan. Klik kanan pada Gardan > Component > New Part, Untuk menambah Part baru, beri nama Gardan. Lakukan cara yang sama untuk part kedua yaitu rumah gardan. Klik “Yes” saat permintaan letak titik awal (Origin Point).


Untuk mulai menggambar, dobel klik pada “Gardan” agar muncul menu gambar di toolbar vertikal di sebelah kanan. Di sini kita buat gardan dengan penampangnya yang khas. Gunakan metode rotate dengan bantuan Quick Trim. NOTE: Pada Catia, Dobel Klik agar anda dapat membuat gambar berulang kali tanpa harus mengklik tool.


Jalankan Proses Pad untuk membuat bentuk 3D dari gardan tersebut. Atur panjangnya. Berikutnya dengan cara yang sama buat rumah gardannya. Terlebih dahulu Anda harus masuk ke Part Rumah Gardan, jangan samapi menggambarnya di Part yang sama dengan gardannya.


Note: Jika gambar yang kita buat menolak untuk dilakukan operasi pad, pastikan bahwa tidak ada garis yang terbuka atau bertumpuk. Selamat mencoba !!


Rahmadya Trias Handayanto

Tugas Sistem dan Basis Data CAD

Di industri, kita melihat mesin-mesin dengan komponen yang berjumlah puluhan bahkan ratusan hingga ribuan. Dengan gambar mesin 3D kita dapat mengorganisir komponen pembentuk mesin itu menjadi satu gambar mesin utuh dengan sistem basis datanya sendiri, yang berbeda dengan basis data pada umumnya. Sebagai bahan latihan, kami berikan tugas menggambar suatu benda yang memiliki minimal tiga komponen (part). Berikut ini contoh benda untuk latihan.

Buka CATIA, kemudian masuk ke Start > Mechanical Design > Assembly Design. Beri nama produk yang akan anda buat, misalnya Ember. Di sini akan diberikan contoh bahwa ember terdiri dari tiga komponen yaitu wadah, tutup, dan gagang. Untuk memberi nama, klik kanan pada product1 > Properties dan ganti Product1 pada isian Part Number menjadi Ember.


Setelahdiklik ‘OK’, kita mulai membuat gambar benda dengan terlebih dahulu menambah komponen-komponennya. Menambahkan Part dapat dilakukan dengan mengklik kanan pada Ember > Component > New Part. Tambahkan tiga Part dan ganti nama-namanya sesuai dengan keinginan anda, misalnya Part1, Part2 dan Part3 berturut-turut wadah, gagang dan tutup. Berikutnya kita siap menggambar part-part tersebut. Perhatikan, kita akan memperoleh tiga buah folder yang terletak di kiri atas bidang gambar kita. Tiap akan menambah satu Part, anda akan ditanya letak koordinat, klik “yes” jika posisi koordinat sama dengan part lainnya.


Perhatikan jangan sampai kita salah menggambar Part di lokasi Part lainnya. Misal kita akan menggambar pertama kali wadahnya, maka dobel klik wadah hingga toolbar di sebelah kanan (toolbar gambar) muncul menggantikan toolbar Assembly. Tanpa muncul toolbar gambar, kita tidak dapat menggambar wadah tersebut. Dobel klik kembali wadah jika belum muncul juga. Perhatikan, jika berhasil, kita dapat melihat bidang xy, xz dan yz di bawah wadah.


Coba gambar bentuk di atas, minimal saat kuliah bawa foto benda yang akan Anda gambar, nanti akan saya pandu membentuknya, karena sulit kalo dijelaskan hanya dengan tulisan. Bentuk di atas saya buat separuhnya, karena bentuk yang simetris, jika sudah selesai tinggal di “Mirror” saja atau sudut putar dirubah 360 deg. Yang perlu diingat, gambar diatas harus dalam tiga komponen terpisah, karena banyak UTS kemarin yang menggambar satu benda tapi tidak terpisah.


Coba praktekan sendiri, jika ada masalah bisa didiskusikan bersama-sama di lab. Minggu depan kita mulai memakai Lab CAD/CAM ya (Workshop T. MESIN UNISMA).


Rahmadya Trias Handayanto


 

Coincidence Untuk Poros dan Lubang

Berhubung hanya sebagian kecil yang bisa merakit (assembly) dua Part pada UTS kemarin, ada baiknya mencoba kembali merakit dua buah komponen dengan tool “Coincidence” yang tersedia di CATIA. Coba buka CATIA, masuk ke menu Mechanical Design – Assembly Design.


Buat dua buah komponen (Part) dengan cara klik kanan Product1 – Components – New Part. Beri nama masing-masing poros dan lubang. NOTE: dobel klik pada poros untuk menggambar poros seperti gambar di atas. Lanjutkan untuk menggambar Lubangnya. Jika sudah selesai, masuk ke mode assembly lagi untuk memasukan lubang ke poros secara otomatis (eh .. kebalik ya).


Jika kita ingin memasukan poros ke lubang, pilih dulu porosnya (ingat poros, bukan ujungnya doang, arahkan mouse sampai muncul garis sumbu), klik Insert – Coincidence. Klik “Close” saat Assistance muncul. Berikutnya arahkan mouse ke lubang (hingga tampak garis sumbu juga). Maka akan muncul dua titik dengan satu garis yang menandakan bahwa dua part tersebut siap dihubungkan. Klik di sembarang tempat agar garis yang menghubungkan dua titik itu hilang. Klik kanan pada salah satu titik, pilih Coincidence.1 Object – Update. Maka Anda berhasil memasukan lubang ke poros secara akurat.


Selamat mencoba, minggu depan kita masuk ke mekanisme ya .. Coba sendiri menggunakan kompas untuk menggerakkan poros keluar masuk lubang.


Rahmadya Trias Handayanto

Sistem dan Basis Data CAD: Latihan Assembly Design

Hari/Tgl/MK/Ruang: Senin/25-04-2011/SIMBAD CAD/Lab Disain.

Berhubung minggu depan sudah Ujian Tengah Semester, mahasiswa diharapkan sudah sanggup membuat gambar dasar dalam bentuk Assembly. Berlatihlah membuat tiga part dalam satu assembly. Berikut ini contoh tiga buah part antara lain kotak, tabung dan sebuah lembaran. Ukur waktu pengerjaannya, jangan sampai waktu habis saat UTS nanti. Klik Start – Assembly Design. Klik kanan pada “Product” – Component – New Part. Lakukan untuk part-part lainnya. Klik “Yes” jika ada pertanyaan apakah koordinat part baru sama dengan part sebelumnya?


Beri nama part Anda dengan mengklik kanan part tersebut – Properties, beri nama pada isian “Part Number”. Sebagai contoh saya akan membuat tabung, maka dobel klik part “Tabung” agar menu Sketcher muncul. Gambar tabung sesuai dengan rencana dilanjutkan dengan menggambar kotak dan lembaran sehingga dihasilkan gambar seperti berikut ini misalnya.


Walaupun terlihat satu bentuk, gambar di atas terdiri dari tiga komponen (part) yang masing-masing saya beri warna berbeda.

Selamat Mencoba !!!


Rahmadya Trias Handayanto

 


 

Membuat Lembaran dengan Generative Shape Design

Hari/Tgl/MK/Ruang: Selasa/19-04-2011/SIMBAD CAD/Lab. Disain

Buka Mechanical Design – Part Design untuk membentuk disain komponen baru dan dilanjutkan dengan Shape – Generative Shape Design untuk mendisain suatu lembaran.

 


Lembaran dibentuk dengan cara membuat suatu bidang dari minimal dua buah garis dari bidang yang berbeda. Oleh karena itu kita harus membuat dua buah bidang terlebih dahulu. Buat bidang dengan mengklik icon: .


Kita memilih Tipe bidang “Offset from plane” dengan referensi pilih bidang zx. Buat dua buah bidang seperti gambar di atas, dengan jarak antara dua bidang tersebut 140 mm. Selanjutnya klik bidang sebelah kanan kemudian masuk ke menu Sketch . Gambar lengkung kurva bebas. Lanjutkan dengan bidang kedua (plane 2). Sehingga dihasilkan dua kurva pada dua bidang yang berbeda (plane 1 dan plane 2).


Pada menu pilih Insert – Surface – Multi Section dilanjutkan dengan mengklik dua buah kurva pada gambar yang telah kita buat tadi.


Setelah di klik OK, gambar lembaran telah berhasil kita buat. Coba buat bentuk lainnya.


Selamat mencoba.


Rahmadya Trias Handayanto

Toolbox Ribbon pada CATIA

Hari/Tgl/MK/Ruang: Selasa/12-04-2011/Sistem & Basis Data CAD/Lab. Disain

Setelah pada pertemuan yang lalu kita mempelajari toolbox shaft yang fungsinya memutar suatu objek, pada pertemuan kali ini kita memanfaatkan toolbox Ribbon yang fungsinya membentuk pola 3D menurut arah suatu axis.

Seperti biasa, klik Start – Mechanical Design – Part Design. Pilih sumbu yz, dan masuk ke Sketch. Gambar bentuk sederhana, misalnya segi empat. Jika sudah keluar dengan mengklik . Dengan cara yang sama buat suatu pola axis dengan cara mengklik sumbu zx dan masuk ke menu sketch, gunakan .


Akhirnya kita masuk ke menu ribbon dengan mengklik icon pilih objek beserta aksisnya untuk membentuk bangun 3D dengan penampang segi empat.


Coba sendiri bentuk-bentuk rumit lainnya.


Rahmadya Trias Handayanto

Simbad CAD: Penggunaan Toolbar Shaft

Hari/Tgl/MK/Ruang: Senin/04-04-11/Simbad CAD/Lab. Disain

Melanjutkan materi yang lalu (Drafting) kita mulai masuk ke pembuatan objek memutar. Banyak komponen-komponen mesin yang dibuat dengan cara memutar misalnya poros, velg, mur dan sebagainya. Objek memutar dikerjakan dengan teknik pembubutan dengan cara mengikisnya sambil diputar. Buka CATIA, boleh menggunakan Assembly Design, atau langsung ke Part Design terlebih dahulu tidak apa-apa. Start – Mechanical Design – Part Design/Assembly Design.

Pilih koordinat yang akan Anda gambar, misalnya yz. Klik yz dilanjutkan dengan mengkli “Sketch” pada toolbar, maka Anda siap menggambar Objek. Di sini kita akan mencoba menggambar objek dengan memutarnya berdasarkan sumbu putar tertentu. Buat objek sebagai berikut:


Jika sudah selesai keluar dengan mengklik toolbar “exit workbench”. Lakukan dengan langkah yang sama untuk membuat sumbu putarnya. Ingat jangan membuat sumbu dengan Sketch yang sama krn akan memunculkan pesan error. Jika sudah maka pastikan pada PartBody ada dua Sketch, satu objek, satunya lagi sumbu putar.

Berikutnya Anda diminta memutar objek dengan mengklik toolbar Shaft. Pilih Objek dilanjutkan dengan sumbu putarnya. Jika ingin melihat hasil sementara, klik “Preview” jika sudah yakin, Klik OK.


Tambahkan jari-jari sesuai selera, Selamat Mencoba ..


Rahmadya Trias