Arsip Kategori: Mikroprosesor & Bahasa Rakitan

Penjumlahan dengan Bahasa Rakitan (Debug)

Berhubung ada masalah dengan kelistrikan di lab hardware, berikut ini saya publish cara menjumlahkan dua angka dengan bahasa rakitan (debug). Praktekan dengan komputer yang ada di lab.

Di sini kita harus mengurangi tiap bilangan yang diinputkan dengan 30H untuk keperluan merubah ‘String’ menjadi ‘Numerik’. Sebagai contoh, angka dua dalam ASCII adalah 32H, jika dua ditambah tiga tanpa dikurangi 30H, hasilnya bukan 35H melainkan 65H sehingga hasilnya jauh dari akurat. Untuk memunculkan kalimat ‘Masukkan Angka 1 : ‘ kita gunakan interupt 21 service 09H. Untuk menerima masukan dari keyboard kita gunakan interupt yang sama tetapi dengan servis 01H.

Interupt 21 Servis 09H

Interupt ini bermaksud mencetak satu deretan ‘String’ di layar. Berbeda dengan Servis 02H yang hanya mencetak satu ‘Karakter’, servis ini mencetak isi RAM di alamat offset yang didefinisikan di register DX. Oleh karena itu sebelum program dijalankan, kita harus mengisi terlebih dahulu RAM dengan ‘String’ lewat instruksi ‘f’, singkatan dari ‘fill’. Misal –f200’Masukkan Angka 1 : $’ berarti mengisi RAM di offset 200 dengan kalimat ‘Masukkan Angka 1 : ‘. Perhatikan, selalu diakhiri dengan simbol ‘$’ yang artinya ‘String‘.

Interupt 21 Servis 01H

Interupt DOS ini merupakan servis untuk menangkap masukan dari keyboard yang hasilnya disimpan di register AL. Jadi jika kita masukan angka ‘2’, maka ASCII ‘2’ yang berupa bilangan 32H akan tersimpan di register AL. Karena akan dijumlahkan, maka harus kita konversi terlebih dahulu menjadi 02H dengan cara mengurangi isi register AL tersebut dengan bilangan 30H agar dihasilkan bilangan 02H. Berikutnya isi register AL harus kita pindahkan, misalnya ke register BL, karena AL akan digunakan untuk menampung masukan dari keyboard untuk angka kedua.

Menulis kode di Debug.Exe

Berikutnya kita mulai menuliskan kode program di debug. Masuk ke DOS prompt lewat ‘Start’ – ‘Run’ – ‘Ketik CMD’. Setelah masuk ke DOS, ketik ‘debug’. Kita mulai membuat program di alamat offset ‘100’, dengan mengetik ‘- a100’.

Ketika kita salah mengetik instruksi, debug langsung menunjukkan lokasi kesalahannya (lihat offset 0124). Jika kita jalankan, misal angka pertama 2 dan angka kedua 3 maka dihasilkan angka 5. Untuk menjalankan ketik ‘g’ yang artinya ‘Go’.

Melihat Source Code dengan Assembler

Suatu program yang telah di compile menjadi exe atau com dapat dipanggil lagi source code-nya dengan bahasa rakitan. Misal saya telah membuat program password dengan nama pw.com dan kita akan melihat source-nya.

Buka cmd. Ketik: debug

-n d:\pw.com

-l

Maka akan muncul listingnya:

Jika dirunut, ada instruksi CMP yang berarti membandingkan dua operand, dan di sini AL dibandingkan dengan 41. Dan 41 di tabel ASCII adalah huruf “A”. Jadi passwordnya A

Books for Microprocessor and Assembler

In 2002, I tought Interfacing and had a good book as a literature about Intel microprocessor written by Berry B. Brey. This book was translation from “The Interl Microprocessor, 8086/8086 to Pentrium Pro Processor – Architecture, Programming, and Interfacing. But, my friend bought this book from me (Part 2) and part 2 of that book has given to another my friend, so when I must teach about that subject I must get this book again. Fortunately when I was searching on internet, I found the link about ebook of that book, so I downloaded it.

To tell you the truth, I was very difficult to understand that translation book because some terminologies did not match to our language. I better like reading the English version than its translation. And the most important thinks is that book contain some assembler language that I must try to understand.

The second book is about assembly programming. Assembly is the first programming language for microprosessor after machine language. The book above was written by Irvine with Macro Assembler from microsoft (MASM) but I prefer using Turbo Assembler from Borland (TASM).