Pseudocode

Bahasa pemrograman sangat beragam dari yang sulit seperti bahasa rakitan hingga yang paling mudah dengan bantuan Integrated Development Environment (IDE) yang interaktif. Hanya dengan drag and drop mouse, sebuah aplikasi terbentuk. Karena tiap programmer memiliki bahasa pemrograman sendiri, terkadang untuk berkomunikasi membutuhkan bahasa universal tentang sebuah algoritma. Di sinilah peran pseudocode, dimana sebuah alur algoritma dibuat dalam bahasa umum yang dimengerti manusia.

Dalam perjalanannya, pseudocode memiliki kompromi antara bahasa yang mudah dimengerti manusia dengan yang mudah diimplementasikan programmer. Cornel University menawarkan saran dalam pembuatan pseudocode sebagai berikut.

  • Dibuat menyerupai bahasa manusia dan kode program.
  • Hindari detil yang tidak perlu.
  • Jangan menulis yang sudah jelas.
  • Gunakan beberapa sintax program yang lebih ringkas dari bahasa, misal struktur if-then-else.
  • Perhatikan konteks-nya. Terkadang “use quicksort” pada pseudocode cukup jika audiens mengerti. Namun “quicksort” perlu dijabarkan pada kasus tertentu.
  • Jangan melupakan algoritma yang mendasari algoritma yg sedang dibuat pseudocodenya.
  • Seimbangkan antara pemahaman user dan programmer.

Buku-buku referensi internasional, terutama yang membahas metode-metode komputasi memiliki style terntentu dalam pembuatannya. Jurnal-jurnal ilmiah pun memiliki patokan-patokan dasar dalam pembuatan pseudocode. Ada yang merepresentasikan pseudocode dalam Figure/Gambar, ada pula yang menyamakan dengan naskah teks. Masing-masing ada kekurangan dan kelebihannya.

Thomas Cormen dalam buku Algoritma-nya kebanyakan merepresentasikan sebuah pseudocode dalam format fungsi dimana variabel input dimasukan dalam tanda kurung “()”. Selain itu, sebuah penomoran diberikan di tiap baris perintahnya.

Terkadang pembaca awam pun harus memahami seluk-beluk pemrograman, misalnya konsep rekursif yang unik dimana satu fungsi memanggil dirinya sendiri di dalam alur algoritmanya. Contoh sederhana adalah fungsi faktorial berikut.

Untuk lebih jelasnya silahkan simak video youtube berikut, yang masuk dalam materi kuliah logika dan algoritma.

Yuk Ikut Standar dalam Perancangan Sistem

Salah satu yang membuat jengkel mahasiswa ketika mengerjakan skripsi/tugas akhir adalah tidak adanya standar yang harus diikuti, terutama tema-tema perancangan sistem dan pemrograman. Tetapi saat ini sepertinya mulai berkurang karena era online sudah merambah ke semua lini. Sumber-sumber informasi mudah dijumpai lewat variasi-variasinya seperti dalam bentuk blog, video, ebook, milis, grup dan lain-lain. Akibat tidak adanya standar, sering dijumpai perdebatan yang tidak perlu ketika sidang skripsi. Bahkan ada yang curhat ketika seorang mahasiswa dibimbing oleh dua pembimbing berbeda yang tidak seia-sekata. Disuruh oleh pembimbing A merubah mengikuti petunjuknya tetapi oleh pembimbing B diminta hal sebaliknya.

Khusus analisis dan disain basis data sudah dibahas pada postingan sebelumnya, yakni mencari sumber informasi tentang rancangan yang sudah sering dibuat orang. Pola-pola disain pun sudah umum ditemui, kita tidak perlu menemukan ide baru kecuali jika rancangan yang ingin dibuat khusus dengan karakteristik tertentu.

Standar Pemodelan Sistem

Sejak dulu, standar yang digunakan dalam pendidikan adalah buku referensi. Ketika beragumen, sebuah buku dijadikan rujukan akan kebenaran sebuah konsep. Masalah muncul ketika sebuah buku dianggap “kurang tepat” oleh pihak tertentu. Untuk cara aman biasanya akademisi menggunakan buku berstandar internasional. Hanya saja buku-buku jenis tersebut sulit dipahami oleh mahasiswa-mahasiswa kita, terutama para milenial-milenial yang lebih suka hal-hal yang praktis. Mereka butuh contoh-contoh kasus yang khusus yang ada di negara kita. Mau tidak mau buku-buku panduan berbahasa Indonesia yang ringkas sangat dibutuhkan. Masalah muncul ketika buku tersebut agak “kurang standar” walaupun sangat mudah dipahami. Oleh karena itu sebaiknya mahasiswa diajarkan melihat bentuk-bentuk standar resmi, misalnya untuk pemrograman berorientasi objek dapat dijumpai pada situs UML berikut.

Memang tidak ada orang yang memiliki pengetahuan lengkap akan suatu topik tertentu. Namun di era online, kita harus memanfaatkan fasilitas online tersebut. Amat disayangkan banyak dijumpai di jurnal-jurnal nasional penulisan diagram UML yang tidak mengikuti standar yang ada, padahal rancangannya bagus, hanya presentasi saja yang tidak mengikut standar. Bahayanya adalah, artikel tersebut dijadikan sitasi dan referensi sehingga artikel yang lain pun menjadi tidak mengikuti standar.

Contoh Kasus

Salah satu diagram UML yang paling banyak dibuat adalah diagram kelas dan use case. Bahkan saking seringnya use case digunakan ada istilah use case-driven. UML.org menyediakan unduhan versi terbaru untuk melihat standar yang ada. Standar di sini merupakan kesepakatan dari Object Management Group (OMG) dengan vendor-vendor perangkat lunak seluruh dunia. Jadi, jika kita berpatokan dengan situs resminya, pegangan kita menjadi kuat, jauh lebih kuat dibandingkan hanya berpegang pada buku referensi.

Gambar di atas merupakan salah satu contoh yang dibahas dalam UML.org yang dijumpai ketika membahas use case di halaman 643. Saya sendiri baru tahu kalau ada multiplicity dalam use case yang biasanya dijumpai pada diagram kelas. Perhatikan kesederhanaan yang ditampilkan. Sesuai fungsinya, use case memang diperuntukan sebagai penjelasan “apa” yang dilakukan sistem, bukannya “bagaimana”. Jadi jika rancangan use case kita berupa alur “bagaimana”, sudah dipastikan tidak sesuai dengan fungsi utama use case. Use case menggambarkan kewajiban apa saja yang harus diselesaikan programmer pada program yang diusulkan.

Contoh di atas mengharuskan programmer membuat fungsi-fungsi (dikenal dengan istilah functional requirement) dalam diagram use case di atas antara lain withdraw, transfer, deposit, register ATM, dan Read Log. Bagaimana dengan login? Silahkan tambahkan tapi jangan sampai berubah menjadi alur proses mendaftar Deposito dari login, registrasi, dll yang ujung-ujungnya ribet dan use case tidak memiliki fungsi utamanya. Silahkan jelaskan dengan diagram UML lainnya jika ingin detil, misalnya sequence atau activity diagram. Mungkin kita memiliki bentuk yang sedikit berbeda, misalnya tanpa multiplicity 0..1, 0..*, dll, tapi format garis tanpa anak panah perlu menjadi perhatian mengapa tidak ada panah di sana.

Perhatikan contoh lain bagaimana merinci suatu aktivitas dengan activity diagram di atas. Bagaimana fork dan join diimplementasikan dalam diagram aktivitas sebaiknya tetap mengacu standar. Sekian, silahkan kunjungi situs standar UML tersebut, semoga bisa membantu melerai pertengkaran di meja sidang skripsi/tugas akhir.

Merancang Sistem dengan Cepat Lewat Pola Umum Yang Ada

Banyak mahasiswa kesulitan ketika merancang sistem saat merampungkan skripsi atau tugas akhirnya. Sebagian besar melihat rancangan senior-senior yang sudah menyelesaikan rancangan. Tetapi banyak juga rancangan yang menjadi rujukan kurang baik sehingga kesalahan akan merambat ke adik-adik kelasnya.

Untuk sistem berorientasi objek, banyak referensi yang menyediakan pola (pattern) sebuah sistem informasi. Manfaatnya adalah kita bisa menggunakan kembali rancangan yang pernah dibuat. Biaya pembuatan sistem pun menjadi murah, bahkan sepertinya tidak masuk akal dengan harga yang murah itu. Tetapi dengan menggunakan pola yang pernah ada, sepertinya masuk akal karena perancang sistem tinggal menggunakan saja. Beberapa vendor pembuat sistem membedakan bayaran ke tim perancang jika sistem yang dibuat hanya menggunakan pola yang ada. Sementara itu jika tim membangun pola baru, perusahaan pembuat software itu akan membayar lebih karena pola yang dibuat menjadi aset perusahaan.

Transaksi

Untuk file master (data nasabah, data barang, data mahasiswa, dan sejenisnya) sepertinya tidak ada masalah bagi perancang. Hal ini karena hanya melibatkan operasi create, read, update, dan delete (CRUD). Teknik bagaimana proses penyimpanan sudah standar tingga memakai saja tergantung jenis bahasa pemrograman yang digunakan. Nah, untuk transaksi berbeda karena melibatkan alur proses bisnis. Untuk yang standar digunakan seperti penjualan, pembelian, pendaftaran, dan yang sering dijumpai sepertinya tidak ada masalah. Tetapi untuk domain tertentu seperti kedokteran, data warehouse, dan sistem lain yang jarang dijumpai atau masih baru sangat sulit didapat. Untuk merancang dari nol pun sepertinya membutuhkan waktu yang lama. Memanfaatkan jasa konsultan pun membutuhkan kocek yang tidak murah.

Sumber Informasi Pola Disain Sistem

Banyak buku yang menyediakan pola sistem informasi, salah satu penulis yang rajin membuat pola sistem adalah Martin Fowler. Khususnya yang tertarik dengan sistem berorientasi objek. Namun salah satu informasi yang murah-meriah dan cukup baik polanya adalah link berikut ini.

Silahkan cari pola yang cocok dengan rancangan yang sedang kita buat. Selain transaksi tertentu seperti peminjaman, pembelian, penyewaan, dan lain-lain, pola tersebut untuk domain spesifik (business rule) tertentu seperti lembaga asuransi, hotel, farmasi, kedokteran, dan lain-lain sehingga bisa lebih akurat dibanding jika hanya mengandalkan jenis transaksinya. Berikut ini contoh untuk penyewaan apartemen.

Perhatikan, ternyata tersedia juga model logika (logical data model) selain model fisik/file (physical data model). Jadi untuk para mahasiswa jangan sampai berpusing-pusing ria merancang sesuatu yang sudah ada, apalagi jika hasilnya “nyeleneh”. Untuk DBMS bisa mengunakan produk yang banyak tersedia di pasaran, misalnya untuk kasus pembelian barang dengan database sederhana (Microsoft Access) berikut ini.

Menggunakan RDBMS untuk Pemrograman Berbasis Obyek

Di ruangan tampak buku-buku analisa disain yang lumayan tebal. Kebanyakan tentang analisa dan disain sistem berorientasi obyek. Buku yang ternyata milik rekan yang digunakan ketika ambil S2 belasan tahun yang lalu itu cukup menarik dan “wajib” dibaca oleh pemerhati mata kuliah analisa dan disain sistem informasi, khususnya yang tertarik dengan pemrograman berbasis obyek.

 

Ada satu bab yang menarik yaitu pembahasan mengenai penggunaan RDBMS ketika mengimplementasikan pemrograman berbasis obyek. Ivar Jacobson, pengarang buku berjudul “Object Oriented Software Engineering” sekaligus salah satu pencetus UML menyarankan beberapa teknik berikut ini.

  • Problem utama ketika menerapkan konsep obyek ke sistem basis data relasional adalah masalah impedansi. Di sini aplikasi berbasis obyek harus melekat dengan basis data. Padahal konsep RDBMS bebas platform aplikasi. Untuk itu perlu mengurangi kelekatannya dengan sedikit mengatur pentabelannya.
  • Konversikan atribut menjadi field atau kolom dalam tabel. Jika tidak cukup, buat satu tabel baru yang mengakomodasi atribut yang kompleks yang dimiliki oleh aplikasi berbasis obyek.
  • Instansiasi pada aplikasi berbasis obyek dikonversikan menjadi record atau baris pada tabel RDBMS.
  • Ketika dijumpai satu relasi [0..N], buat satu tabel baru dengan kunci diambil dari bagian yang bukan “many”. Kasus ini sering dijumpai ketika membuat tabel “detil pemesanan” ketika dijumpai jumlah pesanan yang lebih dari satu untuk satu orang pelanggan.
  • Kasus yang terberat adalah masalah inheritance dimana ada sedikit sudut pandang dalam mengkonversikan menjadi RDBMS. Dua pilihan yang mungkin diambil antara lain: 1) membuat kelas abstrak dalam satu tabel, dan 2) tidak membuat kelas abstrak. Masing-masing punya kelemahan dan kelebihan. Untuk kecepatan akses, pembuatan kelas abstrak menjadi tabel tersendiri (pilihan 1), mengakibatkan lambatnya proses ketika melakukan proses “join” pada instruksi SQL.

Memang dari sudut pandang pemrograman berbasis obyek, RDBMS terlihat sangat primitif karena membatasi kelas dalam tipe data tertentu, ditambah lagi tidak bisa menyimpan method/operasi dalam suatu tabel, dan mengandalkan aplikasi. Demikian, resensi singkat, semoga bermanfaat.

Basis Data di Matlab

Tahun 2000 merupakan tahun perkenalan saya dengan Matlab. Dosen pengajar pengenalan pengaturan (dulu namanya mekanisme servo dan kontrol) rencananya akan memberikan seminar khusus di kampus. Sayangnya ternyata acara itu karena satu lain hal di-cancel. Rencananya saya akan menggunakan software itu untuk tugas akhir saya dalam mensimulasikan sistem suspensi. Apa boleh buat, terpaksa belajar sendiri.

Setelah membuka-buka Matlab ternyata banyak fasilitas-fasilitas menarik yang bisa diexplore, apalagi waktu itu Matlab 6 sudah muncul. Versi ini jauh lebih menarik dibanding Matlab 5, versi sebelumnya. Dari kedokteran, sains, bahkan ekonomi pun bisa memanfaatkan Matlab, walaupun orang informatika waktu itu kurang menyukai karena “terlalu mudah” atau “hanya mengandalkan toolbox” dibanding dengan bahasa c++, visual basic, pascal (sekarang Delphi) yang lebih laris dipasaran dan banyak dipakai pengembang. Efeknya, buku-buku terbitan Matlab waktu itu masih amat langka, ditambah lagi waktu itu internet masih barang mahal dibanding sekarang. Tapi bagi pengembang metode (bukan terapan) Matlab sangat menarik karena dengan cepat bisa mengeksekusi metode-metode rumit buatannya, karena kelamaan jika terlalu berfokus ke coding. Salah satu kelemahan Matlab sehingga dijauhi pengembang waktu itu adalah sulit diterapkan ke sistem basis data (DBMS). Sempat membuka sampel penggunaan basis data ternyata basis data yang digunakan tersimpan dalam format “mat” khusus Matlab, tidak dengan Access, MySql, dan sejenisnya. Untuk menghubungkannya harus mengkonversi dari DBMS tersebut ke Excel atau “dat” file agar bisa dimanipulasi Matlab.

Dengan Matlab saya banyak menerima dana hibah penelitian dari DIKTI untuk mengutak-atik Soft Computing dengan metode-metode terbarunya baik penerapan atau memodifikasi metode tersebut. Dari Jaringan Syaraf Tiruan hingga Algoritma genetika sudah saya gunakan, hingga akhirnya saya dipaksa melibatkan DBMS karena data yang besar (big data) dengan ukuran dua giga byte ke atas. Apalagi jika data yang akan dimanipulasi real time yang harus berubah-ubah terus. Untungnya Matlab 7 sudah memberikan fasilitas menghubungkan Matlab dengan basis data, waktu itu saya menggunakan ruby on rail sebagai interface yang menampilkan hasil manipulasi genetic algorithms ke web lewat PostgreSQL

Karena banyak yang menanyakan cara menghubungkan Matlab dengan DBMS, plus pemrograman visualnya (GUI) akhirnya saya tulis ke dalam buku yang baru terbit Februari 2016 kemarin.

Entah sudah tersedia di toko-toko buku terdekat atau belum saat ini. Kebanyakan pembeli menggunakan situs online dari penerbit informatika, link-nya berikut ini. Ada beberapa contoh kasus seperti enkripsi sederhana terhadap database, pengolahan citra digital (digital image processing) dan clustering dengan Fuzzy C-Mean. Kali ini saya menambahkan dengan CD. DBMS yang saya gunakan adalah Microsoft Access sebagai perwakilan aplikasi desktop dan MySQL sebagai perwakilan aplikasi berbasis Web dengan ODBC sebagai jembatan penghubung dari Matlab ke DBMS lewat windows.

Untuk membuat buku yang sempurna mungkin membutuhkan waktu yang cukup panjang, sementara para mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir/skripsi/tesis dikejar waktu, ada baiknya buku yang ringkas dan sesuai kebutuhan tersedia di pasaran. Semoga bermanfaat, Amiin.

How to Draw a Diagram using Draw IO?

Draw IO is a free web-based tool for drawing a model such as Entity Relation Diagram (E-R Diagram), Flow chart, Data Flow Diagram (DVD), Unified Modeling Language (UML), etc. You can access it at www.draw.io in start using it without installation. Immediately you will be asked the location for saving the xml file, for example you use your harddrive, so yo have to choose Device.

And please click the “create a new diagram” or “open existing diagram” if you want to open a xml file of your diagram that have drawn before. Before drawing, this application will ask you to create the name of your diagram.

And let your creativity flows, and for exercise, try to draw E-R diagram like this.

Save your figure by clicking the menu save and if you want to capture for your document (word, power point, etc) you have to download it into image, xml, and other file support. So far, I like to download as GIF than JPEG or others. Because it give a good resolution that you can see below. Ok .. good luck.

Membuat Aplikasi Sederhana User Profile dengan Ruby on Rails

Tak terasa hampir tiga bulan saya kuliah Web Application and Engineering, dan kini saatnya penghakimannya, final exam. Soalnya lumayan sederhana, tetapi pertanyaan membutuhkan wawasan yang luas terhadap dunia web.

Soal: Anda diminta membuat sebuah welcome page sederhana yang harus login terlebih dahulu untuk masuk ke page tersebut dengan autentikasi devise (lihat tulisan sebelumnya). Setelah login Anda dapat melihat profil Anda dan bisa melakukan editing pada profile tersebut. Ada beberapa pertanyaan yang menurut saya levelnya masuk kategori expert, seperti melakukan checking dengan java baik dari sisi client maupun server, hingga integration test dan pengembangan ke arah RESTful. Oke, kita jawab dulu pertanyaan yang mudahnya. Kira-kira tampilan sederhananya seperti ini:

Jawab: Pertama-tama siapkan folder beserta databasenya (saya menggunakan database postgresql saat ujian dengan sistem operasi UBUNTU, tetapi untuk lebih sederhana, kita gunakan saja bawaan dari RoR yaitu SQLite3).

rails new final

Masuk ke folder final, untuk membuat aplikasi welcome page. Kita akan membuat tiga scaffold yaitu user, utama, dan tabel. Utama adalah page sederhana bertuliskan “Welcome” yang berisi link untuk melakukan setting profile.

Buat model user dengan atribut nama dan alamat.

rails g scaffold user nama panggilan

Kode di atas menghasilkan model user dengan atribut nama dan alamat, dan operasi diberikan oleh Scaffold (New, Show, Update, dan Delete). Bisa juga ditulis rails g scaffold user nama:string panggilan:string. Tetapi secara default, RoR akan memberikan struktur data string. Di sini sengaja tidak ditambahkan alamat karena di soal, alamat (address) disisipkan lewat mekanisme migrasi database.

Migrasikan menjadi tabel:

rake db:migrate

Arahkan folder ke project. Jalankan server.

rails server

Buka http://localhost:3000/users dan masukan satu data baru.

Buka kembali program Devise yang telah kita buat sebelumnya. Kita akan mengarahkan user ke menu utama ketika selesai login. Buat kontroller dengan nama utama.

rails g controller utama index

Di sini index merupakan method yang akan mengarahkan ke profil user tersebut, nama, email, alamat dan lain sebagainya. Tambahkan pada \app\config\routes.rb.

resources :tabel

tabel di sini maksudnya page profil yang bersangkutan. Buat juga lengkap dengan controller dan view

rails g controller tabel index

lakukan Migrasi

rake db:migrate

Berikutnya buka file \app\views\utama\index.html.erb dan isi dengan kode berikut (pahami maksudnya):

<h1>Welcome</h1>

<%= link_to ‘Lihat Profile-ku’, tabel_index_path %>

Sisipkan satu field baru (alamat) ke tabel users.

rails g migration add_alamat_to_users alamat:string

Migrasikan ke database:

rake db:migrate

Berikutnya pada file \app\views\tabel\index.html.erb tambahkan juga kode berikut:

<h1>USER PROFILE</h1>

<p>

<strong>Nama:</strong>

<%= current_user.nama %>

</p>

<p>

<strong>Email:</strong>

<%= current_user.email %>

</p>

<p>

<strong>Panggilan:</strong>

<%= current_user.panggilan %>

</p>

<p>

<strong>Alamat:</strong>

<%= current_user.alamat %>

</p>

<td><%= link_to ‘Edit’, edit_user_path(current_user) %></td>

Arahkan routes ke utama#index

root :to => ‘utama#index’

Sedikit ada yang diutak-atik pada \app\views\users\_form.html.erb karena kita menambahkan satu field baru yaitu alamat. Tambahkan satu field terakhir sebelum <action>:

<div class=”field”>

<%= f.label :alamat %><br>

<%= f.text_field :alamat %>

</div>

Agar field alamat yang baru dapat diakses, pada users_controller.erb tambahkan ‘:alamat’:

def user_params

params.require(:user).permit(:nama, :panggilan, :alamat)

end

Terakhir, setelah edit profile link ke lihat profile pada \app\views\users\show.html.erb:

<%= link_to ‘Kembali ke Profile’, tabel_index_path %>

Berikutnya adalah membuat sistem autentikasi terhadap user dengan devise. Pertama-tama sisipkan pada Gemfile

gem ‘devise’

Lakukan instalasi

bundle install

Install devise yang baru ditambahkan pada Gemfile

rails generate devise:install

Setelah terinstall anda bebas membuat devise terhadap model Anda. Misalnya, user:

rails generate devise User

Perhatikan routes.rb dan user.rb jika Anda ingin menelusuri sistem devise bawaan Gem ‘devise’. Migrasikan:

rake db:migrate

Sedikit kelemahan dari devise adalah, kita tidak bisa sign out. Oleh karena itu, sisipkan kode di bawah ini pada body di \app\views\layout\application.html.erb. Note: sisipkan, jangan di replace semua !

<p class=”notice”><%= notice %></p>

<p class=”alert”><%= alert %></p>

<% if flash[:error] %>

<div id=”error”>

<%= flash[:error] %>

</div>

<% end %>

<div id=”container”>

<div id=”user_status”>

<% if user_signed_in? %>

Welcome <%= current_user.email %>! Not you?

<%= link_to “Sign out”, destroy_user_session_path, :method => :delete %>

<% else %>

<%= link_to “Sign up”, new_user_registration_path %> or

<%= link_to “Sign in”, new_user_session_path %>.

<% end %>

</div>

Terakhir, tambahkan pada app\controllers\utama_controller.erb di bagian atas (juga pada users_controller agar terjaga dari aksi hacking):

before_filter :authenticate_user!

Agar ketika user akan melihat profil dirinya, harus login terlebih dahulu. Arahkan route ke menu utama:

Menambahkan View tanpa Scaffold pada Ruby on Rails

Sejauh ini kita masih mengandalkan alat bantu scaffold pada rails yang langsung menyediakan 7 method (CRUD) tanpa kita bersusah payah. Tetapi untuk pembelajaran ada kalanya kita harus memahami konsep dasar antara Model – View dan Controller.

Terkadang kita tidak bisa membuat scaffold, misalnya user yang telah disetting dengan cara devise untuk login ke suatu situs. Jika kita buat rails g scaffold, akan terjadi bentrok. Oleh karena itu untuk melihat user-user yang aktif kita harus membuat view secara manual. Buka kembali project membuat autentikasi dengan devise.

Masuk ke folder project, buat satu controller baru dengan satu metode yaitu index, untuk melihat user-user yang terdaftar di sistem. Sebelumnya daftarkan beberapa user ke sistem anda. Bagi yang baru membaca tulisan ini ada baiknya mencoba tulisan saya sebelumnya tentang autentikasi dengan devise.

rails g controller list index

Tampak Anda telah berhasil membuat suatu view dengan index.html.erb yang siap dibuat kode programnya. Serta satu kontroler dengan nama list_controller.rb. Pertama-tama buka file list_controller.rb. Tambahkan secara sederhana pada metode index

@user = User.all

Dan pada \app\views\list\index.html.erb sisipkan kode ini:

<% @user %>

<% for user in @user %>

<%=user.id%> . <%= user.email %></br>

<% end %>

Coba akses ke http://localhost:3000/list. Anda harus menampilkan user-user yang terdaftar di situs yang baru saja Anda buat. Selamat mencoba.

Tambahan, jika ada error, tambahkan pada routes.rb dengan:

resources :list

Devise untuk Autentikasi pada Ruby on Rails

Buat project baru

rails new devis

Buat satu model berisi daftar kerjaan

rails g scaffold todo name description

migrasikan ke dalam database

rake db:migrate

Arahkan route ke todos#index, agar ketika dijalankan langsung ke alamat tersebut:

root :to => ‘todos#index’

Tambahkan pada Gemfile:

gem ‘devise’

Save file tersebut, lakukan bundle install seperti biasa ketika selesai melakukan editing Gemfile

bundle install

Install devise yang baru ditambahkan pada Gemfile

rails generate devise:install

Setelah terinstall anda bebas membuat devise terhadap model Anda. Misalnya, user:

rails generate devise User

Perhatikan routes.rb dan user.rb jika Anda ingin menelusuri sistem devise bawaan Gem ‘devise’. Migrasikan:

rake db:migrate

Sedikit kelemahan dari devise adalah, kita tidak bisa sign out. Oleh karena itu, sisipkan kode di bawah ini pada body di \app\views\layout\application.html.erb. Note: sisipkan, jangan di replace semua !

<p class=”notice”><%= notice %></p>

<p class=”alert”><%= alert %></p>

<% if flash[:error] %>

<div id=”error”>

<%= flash[:error] %>

</div>

<% end %>

<div id=”container”>

<div id=”user_status”>

<% if user_signed_in? %>

Welcome <%= current_user.email %>! Not you?

<%= link_to “Sign out”, destroy_user_session_path, :method => :delete %>

<% else %>

<%= link_to “Sign up”, new_user_registration_path %> or

<%= link_to “Sign in”, new_user_session_path %>.

<% end %>

</div>

Terakhir, tambahkan pada app\controllers\todos_controller.erb di bagian atas:

before_filter :authenticate_user!

Jalankan server dan anda akan diminta password untuk masuk ke page daftar kerjaan (todo):

rails s

Membuat Relasi Tiga Objek di Ruby on Rails

Postingan yang lalu kita telah berhasil membuat relasi sederhana antara dua tabel (one-to-many). Sekarang kita akan mencoba relasi antara tiga tabel. Buat project baru, misalnya parkir. Kita akan merelasikan tiga tabel yaitu user, mobil, dan todo. Todo adalah daftar pekerjaan yang dimiliki tiap user, begitu juga dengan mobil. Berikut diagram ERD-nya (dibuat dengan aplikasi www.draw.io)

rails new parkir

Buat model user dengan atribut nama dan alamat.

rails g scaffold user nama alamat

Kode di atas menghasilkan model user dengan atribut nama dan alamat, dan operasi diberikan oleh Scaffold (New, Show, Update, dan Delete). Bisa juga ditulis rails g scaffold user nama:string alamat:string. Tetapi secara default, RoR akan memberikan struktur data string.

rails g scaffold mobil user:belongs_to merek no_seri

Kode di atas akan menghasilkan model mobil dengan atribut merek dan no_seri dengan operasi langsung diberikan oleh scaffold. Migrasikan menjadi tabel:

rails g scaffold todo user:belongs_to name description

Kode di atas akan menghasilkan model mobil dengan atribut name dan description dengan operasi langsung diberikan oleh scaffold. Migrasikan menjadi tabel:

rake db:migrate

Buka file \models\user.rb. Tambahkan:

has_many :mobils

has_many :todos

Sedangkan pada file\models\mobil.rb, tambahkan:

belongs_to :user

Karena pada saat generate scaffold mobil kita sudah menambahkan user:belongs_to, maka tidak perlu menambah relasi di atas. Sekarang kita akan menghubungkan antara mobil dengan user, dimana pada tabel mobil memiliki foreign key user_id. User_id berada di tabel Users yang diberikan secara otomatis oleh RoR selain nama dan alamat.

Seperti biasa selalu migrasikan ke tabel dengan instruksi rake. Buka command prompt baru khusus untuk menjalankan server. Arahkan folder ke project.

rails server

Buka http://localhost:3000/users dan masukan satu data baru. Jalankan dan ketika menekan tombol show, kita akan menambahkan mobil milik user yang bersangkutan. Maka pada metode show, kita harus memanggil variabel mobil. Pada \controller\user_controller.rb tambahkan pada metode show (def show):

@mobil = Mobil.new(user_id: @user.id)

@todo = Todo.new(user_id: @user.id)

Artinya kita akan menambahkan mobil baru berdasarkan user_id dari pemilikinya yang saat ini sedang tampil. Jika tidak diisi, ketika akan menambahkan mobil pada users#show, akan muncul eror di form_for (cannot contain nil .. dst). Secara default, show pada daftar user tidak menyertakan data mobil, oleh karena itu sisipi kode pada \view\user\show.html.erb:

<% unless @user.mobils.empty? %>

<% end %><div id=”mobils”>

<% unless @user.mobils.empty? %>

<%= render @user.mobils %>

<% end %>

</div>

 

<h3>Add a Car:</h3>

 

<%= render partial: ‘mobils/form’ %>

Letakkan kode di atas sebelum link_to. Di sini render partial: bemaksud menyisipi form menambahkan mobil baru pada form menampilkan (show) user.

Buat satu file baru di \views\mobils\ dengan nama _mobil.html.erb. Isi dengan kode berikut:

<div class=”mobil” data-time=”<%= mobil.created_at.to_i %>”>

<strong><%= mobil.merek %></strong>

<em>on <%= mobil.created_at.strftime(‘%b %d, %Y at %I:%M %p’) %></em>

<%= simple_format mobil.no_seri %>

</div>

Buat satu file baru di \views\todos\ dengan nama _todo.html.erb. Isi dengan kode berikut:

<div class=”todo” data-time=”<%= todo.created_at.to_i %>”>

<strong><%= todo.name %></strong>

<em>on <%= todo.created_at.strftime(‘%b %d, %Y at %I:%M %p’) %></em>

<%= simple_format todo.description %>

</div>

File _mobil.html.erb merupakan file template untuk render @user.mobil. Jika tidak ada ini maka akan ada pesan “Missing Templat Users#show”. Jalankan Server, Anda harus menghasilkan aplikasi sederhana yang menambah user disertai dengan kendaraannya. Utak-atik views untuk menghasilkan tampilan yang bagus (lihat teknik membuat css dan sejenisnya untuk membuat user interface yang baik). Aplikasi ini sangat sederhana tetapi dapat berfungsi dengan baik.

Coba masukan satu user dengan satu mobil dan kerjaan. Pastikan berjalan dengan baik. Setelah itu klik show user yang bersangkutan untuk melihat daftar pekerjaan dan mobil yang dimilikinya.

Membuat Blog dengan Ruby on Rails + PDF Generation “PRAWN”

Introduction:

Lanjutan dari tulisan sebelumnya (membuat blog dengan rails), coba kita akan membuat tampilan pdf dari suatu postingan. Jika Anda belum membuat aplikasi blog, ada baiknya membuat terlebih dahulu dengan cara seperti tutorial sebelumnya (membuat blog). Perhatikan gambar berikut, tampak kop dan logo yang akan muncul setiap suatu postingan akan ditampilkan dalam format Printable Document File (pdf).

Sebaiknya Anda install terlebih dahulu Gem untuk Prawn.

gem install prawn

Insert pada Gemfile :

gem "prawn", "~> 0.12.0"

gem “prawnto”, “~> 0.1.1”

Jangan lupa menginstal gem:

bundle install

Tambahkan pada app\controllers\ articles_controller.erb kode berikut ini:

prawnto :prawn => { :top_margin => 75, :left_margin =>55, :right_margin =>100}

Buat satu file baru pada app\views\articles\ show.pdf.prawn. Insert file prawn itu dengan kode berikut ini (Letakkan file gambar di app\assets\images\logo.jpg):

pdf.image “#{Rails.root}/app/assets/images/logo.jpg”, :scale => 0.2, :position => 180

pdf.text “\n”    

pdf.text ” AT 70.12: Web Application Engineering” ,:style => :bold

pdf.text ” Asian Institute of Technology”

pdf.text ” Handout: #{@article.name}”

pdf.text ” ____________________________________________________________________”

pdf.text ” \n”

pdf.text ” #{@article.name}”, :size =>18, :style => :bold, :align => :center

pdf.text ”

#{@article.content},”,:columns => 2, :width => pdf.bounds.width,:style => :italic, :align => :justify

Actually you can type on http://localhost:3000/products.pdf to show show.pdf.prawn for each posting, you can add a link at show.html.erb with:

<%= link_to ‘Printable Version’, article_path(@article, :format => ‘pdf’) %>

  1. Run the server:

rails server

Open http://localhost:3000/products. You must see pdf document on your browser when clicking the “printable version” links.

Yukk .. Membuat Aplikasi Blog dengan Ruby on Rails

Introduction:

Aplikasi blog maksudnya kita akan membuat sistem yang menyediakan sarana bagi user untuk membuat suatu tulisan (content) dan user itu maupun yang lain dapat memberikan komentar (comment) terhadap tulisan tertentu. Jadi prinsipnya kita akan menyediakan dua model yaitu model content dan model comment. Model di sini merupakan objek yang akan diterjemahkan ke database yaitu tabel contents dan tabel comments. Sedikit ribet memang di rails, terutama konvensi ketika model single (content) ditranslasikan ke tabel menjadi plural/jamak (contents). Kita menggunakan relasi one-to-many dimana satu content memiliki lebih dari satu comment, sementara itu comment harus dimiliki (has_belongs) oleh suatu content.

Tutorial:

Arahkan ke direktori dimana aplikasi rails kita akan kita letakkan. Buat program baru, misalnya kita beri nama blog.

rails new blog

Artinya kita akan membuat suatu project dengan nama blog. Jika Anda menggunakan database postgresql tambahkan –d postgressql di sebelah kanan blog. Pindahkan folder pada command prompt Anda ke folder blog yang baru saja terbentuk (cd blog). Buat model content dengan atribut name dan content.

rails g scaffold article name content:text

Kode di atas menghasilkan model article dengan atribut name dan content, dan operasi diberikan oleh Scaffold (New, Show, Update, dan Delete). Bisa juga ditulis rails g scaffold article name:string content:text. Tetapi secara default, RoR akan memberikan struktur data string.

rails g scaffold comment article:belongs_to name content

Kode di atas akan menghasilkan model comment dengan atribut name dan content dengan operasi langsung diberikan oleh scaffold. Migrasikan menjadi tabel:

rake db:migrate

Buka file \models\article.rb. Tambahkan:

has_many :comments

Sedangkan pada file\models\comment.rb, tambahkan:

Belongs_to :content

Karena pada saat generate scaffold comment kita sudah menambahkan content:belongs_to, maka tidak perlu menambah relasi di atas. Migrasikan model anda ke database.

rails server

Buka http://localhost:3000/articles dan masukan satu data baru. Jalankan dan ketika menekan tombol show, kita akan menambahkan comment milik content yang bersangkutan. Maka pada metode show, kita harus memanggil variabel comment. Pada \controller\contents_controller.rb tambahkan pada metode show (def show):

@comment = Comment.new(article_id: @article.id)

Artinya kita akan menambahkan comment baru berdasarkan content_id dari pemilikinya yang saat ini sedang tampil. Jika tidak diisi, ketika akan menambahkan comment pada contents#show, akan muncul eror di form_for (cannot contain nil .. dst). Secara default, show pada daftar content tidak menyertakan data comment, oleh karena itu SISIPI (pada line 12) kode pada \view\articles\show.html.erb:

<% unless @article.comments.empty? %>

<h3><%= pluralize(@article.comments.size, ‘Comment’) %></h3>

<% end %>

 

<div id=”comments”>

<% unless @article.comments.empty? %>

<%= render @article.comments %>

<% end %>

</div>

 

<h3>Add a comment:</h3>

 

<%= render partial: ‘comments/form’ %>

Letakkan kode di atas sebelum link_to. Di sini render partial: bemaksud menyisipi form menambahkan comment baru pada form menampilkan (show) content.

Buat satu file baru di \views\comments\ dengan nama _comment.html.erb. Isi dengan kode berikut:

<div class=”comment” data-time=”<%= comment.created_at.to_i %>”>

<strong><%= comment.name %></strong>

<em>on <%= comment.created_at.strftime(‘%b %d, %Y at %I:%M %p’) %></em>

<%= simple_format comment.content %>

</div>

File _comment.html.erb merupakan file template untuk render @content.comment. Jika tidak ada ini maka akan ada pesan “Missing Templat Contents#show“. Anda harus menghasilkan aplikasi sederhana yang menambah content articles dengan komentarnya. Untuk membuat tampilan yang indah, Anda harus sedikit mengatur layout html dan css aplikas yang baru saja Anda buat.

Membuat GUI di Matlab dengan tombol Load *.MAT

File mat merupakan file hasil olah Matlab sebelumnya (image processing, jaringan syaraf tiruan, dan lain-lain). Biasanya hasil oleh ini disimpan dalam file dengan instruksi save <nama_file> dan diberikan ekstensi oleh matlan mat.

Pertama-tama persiapkan satu folder untuk program yang akan kita buat. File mat harus diletakkan pada folder kerja tersebut (pada matlab diberi istilah current directory). Buat suatu GUI baru dengan nama misalnya ambil_file.

guide

Anda akan melihat pilihan mau buat GUI kosong, GUI yg pernah dibuat, atau sudah bertemplate. Pilih saja yang Blank GUI (Default). Drug toolbox command button berlambang “OK” ke arah lembar kerja GUI. Secara default akan diberi nama Push Button.

Untuk mengedit Push Button, klik ganda tombol itu hingga memunculkan properties. Ganti Push Button dengan isian pada String: Ambil File. Dan nama variabel (pada Matlab diberi nama Tag) isi dengan nama ambil. Tag ini akan menampilkan fungsi ambil di file m matlab.

Simpan GUI anda dan beri nama, misalnya ambil. Matlab akan menciptakan dua file yaitu ambil.fig dan ambil.m fungsinya berturut-turut sebagai GUI dan sebagai script. Secara ajaib, Matlab akan memberikan kode yang siap kita isi di sana. Dengan cara yang sama, buat seperti di bawah ini:

Edit text di sebelah kanan biarkan saja, tidak perlu di utak-atik supaya cepat, dan nama Tag (variabel)-nya edit1. Maksudnya adalah menampilkan nama file yang diambil. Masukan listing seperti berikut ini:

  • [x,y] = uigetfile(‘*.mat’, ‘Mengambil Data’);
  • set(handles.edit1,‘String’,x);
  • y=load(x)
  • net=y.network1

Uigetfile akan mengambil jendela get file dengan ekstensi yang akan ditampilkan *.mat. Pada jendela akan muncul nama jendela ‘Mengambil Data‘. Saya mengambil data saya bernama jst.mat, hasil training JST yang lalu. Instruksi y=load(x) akan mengambil variabel x ke workspace dan net=y.network1 mengambil variabel di y yang isinya hanya jst saya (network1). Jika Anda lihat di command window akan muncul y dan net saya, tentu saja jika Anda tidak memiliki file jst.mat milik saya tidak akan muncul networknya (coba buat sendiri). Silahkan cek apakah file tersebut muncul di sebelah kanan tombol Ambil File (Edit Text).

Sekarang kita coba menyimpan data yang kita barusan ambil (atau mungkin data hasil oleh GUI jika ada). Misal kita akan merename. Isi pada fungsi simpan (awas jangan salah kamar) di m-file pada simpan_Callback.

  • y=load(‘jst.mat’)
  • [nm_file] = uiputfile(‘*.mat’,‘Menyimpan File’);
  • data_file = [nm_file];
  • save(data_file);

Jalankan, Anda akan menampilkan jendela simpan. Bisa Anda tambahkan message jika file telah tersimpan. Di sini kita coba menyimpan y hasil dari loading suatu file (‘jst.mat‘). Dan akan menyimpannya menjadi file lain, misalnya jst2.mat.

Contoh di atas hanya mencoba GUI saja, karena tidak ada yang diolah di sini. Anda bisa menyisipkan fungsi-fungsi ini pada sistem yang anda rancang. Dari pengolahan gambar hingga fungsi-fungsi berat seperti Algoritma Genetik yang saya buat untuk mencari lokasi SPBU yang optimal di Bekasi.

Sublime Text 2 untuk Editing Rails

Go directily to http://www.sublimetext.com/2. Choose your operating system where this app will be installed.

After downloading, you shoud run setup :

Follow the installation instruction:

Click Next until Finish. You should find this look. There is no time limit to evaluate this application, so buy it if you feel good for you.

Membuat Relasi Antar Kelas Sederhana dengan Ruby on Rails

 

Kita akan membuat dua kelas yaitu user dan mobil yang menghubungkan data user dengan mobil yang dimilikinya. Untuk yang baru pertama kali, sebaiknya lihat postingan sebelumnya, di mana menulis kode rails, cara instalasi, membuat program sederhana, dan lain-lain. Mudah-mudahan Anda juga berhasil membentuk apliksi sederhana seperti di bawah ini.

Ok, tiap user memiliki bisa lebih dari satu mobil, dan tiap mobil memiliki data pemiliknya.

rails new parkir

Artinya kita akan membuat suatu project dengan nama parkir. Jika Anda menggunakan database postgresql tambahkan –d postgressql di sebelah kanan parkir. Pindahkan folder pada command prompt Anda ke folder parkir yang baru saja terbentuk.

cd parkir

Buat model user dengan atribut nama dan alamat.

rails g scaffold user nama alamat

Kode di atas menghasilkan model user dengan atribut nama dan alamat, dan operasi diberikan oleh Scaffold (New, Show, Update, dan Delete). Bisa juga ditulis rails g scaffold user nama:string alamat:string. Tetapi secara default, RoR akan memberikan struktur data string.

rails g scaffold mobil user:belongs_to merek no_seri

Kode di atas akan menghasilkan model mobil dengan atribut merek dan no_seri dengan operasi langsung diberikan oleh scaffold. Migrasikan menjadi tabel:

rake db:migrate

Buka file \models\user.rb. Tambahkan:

has_many :mobils

Sedangkan pada file\models\mobil.rb, tambahkan:

belongs_to :user

Karena pada saat generate scaffold mobil kita sudah menambahkan user:belongs_to, maka tidak perlu menambah relasi di atas. Sekarang kita akan menghubungkan antara mobil dengan user, dimana pada tabel mobil memiliki foreign key user_id. User_id berada di tabel Users yang diberikan secara otomatis oleh RoR selain nama dan alamat.


Seperti biasa selalu migrasikan ke tabel dengan instruksi rake. Buka command prompt baru khusus untuk menjalankan server. Arahkan folder ke project.

rails server

Buka http://localhost:3000/users dan masukan satu data baru. Jalankan dan ketika menekan tombol show, kita akan menambahkan mobil milik user yang bersangkutan. Maka pada metode show, kita harus memanggil variabel mobil. Pada \controller\user_controller.rb tambahkan pada metode show (def show):

@mobil = Mobil.new(user_id: @user.id)

Artinya kita akan menambahkan mobil baru berdasarkan user_id dari pemilikinya yang saat ini sedang tampil. Jika tidak diisi, ketika akan menambahkan mobil pada users#show, akan muncul eror di form_for (cannot contain nil .. dst). Secara default, show pada daftar user tidak menyertakan data mobil, oleh karena itu sisipi kode pada \view\user\show.html.erb:

<% unless @user.mobils.empty? %>

<h3><%= pluralize(@user.mobils.size, Mobil) %></h3>

<% end %><div id=”mobils”>

<% unless @user.mobils.empty? %>

<%= render @user.mobils %>

<% end %>

</div>

 

<h3>Add a Car:</h3>

 

<%= render partial: ‘mobils/form’ %>

Letakkan kode di atas sebelum link_to. Di sini render partial: bemaksud menyisipi form menambahkan mobil baru pada form menampilkan (show) user.

Buat satu file baru di \views\mobils\ dengan nama _mobil.html.erb. Isi dengan kode berikut:

<div class=”mobil” data-time=”<%= mobil.created_at.to_i %>”>

<strong><%= mobil.merek %></strong>

<em>on <%= mobil.created_at.strftime(‘%b %d, %Y at %I:%M %p’) %></em>

<%= simple_format mobil.no_seri %>

</div>

File _mobil.html.erb merupakan file template untuk render @user.mobil. Jika tidak ada ini maka akan ada pesan “Missing Templat Users#show”. Jalankan Server, Anda harus menghasilkan aplikasi sederhana yang menambah user disertai dengan kendaraannya.

Coba masukan satu user dengan satu mobil. Pastikan berjalan dengan baik.

Setelah ditambahkan Mobil, ketika suatu user dilihat, akan tampak daftar mobil yang dimilikinya (has_many :mobils). Yang sedikit janggal adalah konsep jamak dan singuler pada RoR, yakni jamak mobil menjadi mobils.