Seminar Nasional “SINERGI” Univ. Islam 45 Bekasi

Kampus homebase saya sudah mengadakan seminar nasional tiga kali tetapi baru kali ini (yang ketiga) saya mengikutinya. Kebetulan memang masih di Thailand, berkutat dengan riset. Memang agak sulit melaksanakan seminar nasional saat ini karena tuntutan “terindeks Scopus” yang harus berupa seminar internasional. Namun prinsip “yang penting jalan, ada peserta atau tidak, ga masalah” memaksa dilaksanakannya agenda tahunan fakultas teknik tersebut.

Yang menarik dari seminar nasional adalah mudah dipahami (karena bahasa Indonesia) dan interaksi antara pembicara dan peserta sangat erat. Karena giliran teknik komputer yang diminta mencari nara sumber, langsung saja meminta dedengkot asosiasi informatika dan komputer (APTIKOM), Prof. Zainal A. Hasibuan untuk menjadi keynote speaker.

Prof Zainal yang dikenal dengan nama Prof Ucok mengetengahkan tema “sains dan teknologi berbasis renewable dan sumber daya sustainable: Peluang dan tantangan”. Sedikit dijelaskan revolusi industri 1 sampai 4.0, serta karakteristik teknologi saat ini yang bersifat “disruptive”. Seperti biasa, ketika saya mengetahui satu hal, ketika ikut seminar pasti saja ada hal baru yang tidak saya ketahui sebelumnya. Itulah manfaatnya seminar, bertukar fikiran dan ide-ide. Berikut hal-hal unik:

Tiap Thesis pasti ada Anti-Thesis

Prinsip ini pasti ada. Ketika ojek pangkalan terdisrupsi, muncul gojek yang kemungkinan besar diisi oleh para ojek-ojek pangkalan. Ketika pemerintah menggalakkan publikasi ilmiah yang terindeks Scopus pun ada saja yang tidak menyetujuinya dengan alasan tertentu. Pembicara menganjurkan silahkan anti Scopus tetapi harus menciptakan temuan yang terbukti dan diakui dunia internasional.

Big Data

Disinggung juga kasus Facebook yang ternyata memang diakui bahwa digunakan untuk menggiring opini untuk pemenangan calon tertentu (presiden/walikota/dll). Ada anekdot yang diutarakan. Dulu jaman orde baru, lebih canggih dari saat ini karena 3 bulan sebelum pemilu sudah tahu siapa presidennya (tentu saja selalu Suharto). Namun saat ini dibantah, karena setahun sebelum pemilu sudah dapat ditebak siapa presiden terpilihnya, dengan menganalisa big data yang berserakan di dunia maya.

Revolusi Industri 1,2,3 dan 4.0 ada di Indonesia

Walaupun saat ini sudah masuk revolusi industri 4.0 tetapi revolusi industri sebelumnya masih ada di negara kita. Saran beliau adalah ketika menerapkan teknologi, fokuslah ke kearifan lokal, termasuk kekayaan khas masing-masing wilayah. Misalnya memudahkan distribusi pada usaha kecil dan menengah. Dengan bantuan aplikasi online, diharapkan dapat memangkas biaya-biaya yang tidak diperlukan.

Jangan Panik dengan Penamaan Jurusan

Hebohnya ketika presiden RI menganjurkan pendirian jurusan kopi atau bisnis online, sebaiknya jangan disikapi terlalu serius. Sebenarnya bidang-bidang tersebut ada semua jurusannya di Indonesia. Pengalaman beliau ketika main ke Jepang, jurusan-jurusan spesifik yang saat ini sedang “in” di tanah air dapat disisipkan pada jurusan-jurusan yang telah ada. Mengapa? Karena ilmu-ilmu dasarnya tidak jauh berbeda dengan yang dikembangkan dari dulu hingga saat ini.

Kelemahan Bangsa

Prof Ucok menyampaikan data-data yang mengkhawatirkan, yaitu daya saing bangsa kita di bawah Singapura, Thailand, Malaysia dan Vietnam. Waduh .. Ternyata bangsa kita yang suka fokus ke wacana, debat sana sini, dan melupakan bekerja sama, salah satu khas bangsa kita yang terlupakan yaitu “Gotong Royong”.

Mungkin itu saja yang bisa di-share, pembicara berikutnya di luar bidang saya yaitu Material Teknik dan Konstruksi. Namun tetap saja pelajaran berharga dapat dipetik dari kedua pembicara (Dr. I Nyoman dan Hotma Prawoto). Pembicara terakhir yang menurut saya adalah seorang motivator banyak memberi insight dalam mengajar. Sedikit banyak pengalamannya mirip dengan saya yaitu sebelum mengajar menjadi praktisi dulu (bekerja di suatu perusahaan). Dosen-dosen yang langsung mengajar setelah lulus selayaknya bertanya kepada praktisi karena insinyur berbeda dengan saintis, atau bahkan sarjana teknik, banyak aspek-aspek yang tidak pasti ketika bekerja di lapangan. Habibie pun mengatakan “pengalaman tidak bisa dipelajari, tetapi dilalui”. Sekian, semoga bermanfaat.

Iklan

Blank Password Problem di Mac OS

Maklum namanya baru menggunakan macbook, masih adaptasi. Setelah membuat dual OS di Macbook (dengan Windows), iseng-iseng mencoba setting password “blank” di Mac OS, malah bingung sendiri. Maksud “blank” di sini adalah dibuat tanpa password. Lumayan jadi buka tutup laptop tanpa password. Tetapi setelah di restart, bingung sendiri ketika mau login di-enter tidak bisa (padahal tanpa setting password).

Ditekan enter tidak bisa, tekan bola dan nama “Herlawati” tidak bisa juga. Ternyata iseng-iseng tekan alt+enter muncul isian baru dimana user name tidak muncul dan harus mengetik ulang.

Lanjutkan dengan menekan panah kiri di samping “Enter password”. Pastikan muncul logo dan nama saja.

Tinggal ditekan gambar bola-nya, akhirnya berhasil login. Repot juga. Langsung saya isi password saja lah, karena lebih repot kalau tanpa password. Lagi pula untuk instalasi baru, misalnya Microsoft Office, untuk install diperlukan password. Oiya, HINT itu ternyata alat bantu untuk mengingat password, misalnya “tanggal lahir”, “nama suami”, dll jika paswordnya itu (muncul ketika salah tiga kali). Tentu saja jangan sampai bisa ketebak orang lain yang tidak berhak. Demikian sharing sederhana saya.

Mengganti Afiliasi pada Scopus

Biasanya mahasiswa yang sedang kuliah memiliki akun Scopus sementara sampai yang bersangkutan lulus. Saya sendiri masih diberi kesempatan beberapa bulan ke depan untuk bisa login, dan mumpung masih punya login ada baiknya mengubah afiliasi yang tadinya kampus tempat kuliah menjadi kampus tempat kerja saat ini. Pemicunya adalah pesan dari Scopus setelah login bahwa ada fasilitas baru Scopus untuk mengganti afiliasi dan juga detil nama author, langsung saja saya menjalankan fasilitas tersebut.

Untuk mengganti afiliasi, cara termudah adalah menyamakan dengan daftar nama yang sudah ada di artikel kita sebelumnya. Sebelumnya masuk ke Help (Support Center) untuk mencari informasi pergantian afiliasi. Ada isian tentang alasan pergantian afiliasi, nama afiliasi yang baru dan lain-lain.

Kebetulan saya pernah publish di jurnal internasional dengan nama afiliasi “Islam 45 University”, jadi jika kita meminta untuk mengganti afiliasi yang lama dengan afiliasi tersebut, prosesnya lebih mudah.

Prosesnya cukup lama ternyata, dua mingguan. Sebelum berubah Scopus memberitahukan bahwa permintaan disetujui.

Jika sudah disetujui tampak afiliasi yang sudah beralih ke afiliasi yang baru. Akhirnya saya sudah bisa mengucapkan selamat tinggal dengan afiliasi sebelumnya, tempat saya 5 tahun kuliah.

Mungkin informasi ini bermanfaat bagi rekan-rekan yang sedang kuliah dan memiliki kendala afiliasi yang masih “nebeng” kampus tempat kuliah. Sekaligus juga menambah skor publikasi negara kita.

Mengisi Teks/Tulisan ke Dalam Gambar di Microsoft Word

Banyak aplikasi online maupun android yang tersedia untuk memasukan teks ke dalam gambar. Namun jika kepepet, ga ada pulsa atau wifi gratis, terpaksa kita harus menggunakan fasilitas di laptop yang tersedia. Salah satunya adalah Microsoft Word mengingat aplikasi ini palang banyak diinstal di laptop.

Salah satu fasilitas di Ms Word untuk menyisipkan teks adalah dengan Text Box. Silahkan buka di menu Insert pilih Text Box. Pilih kotak yang sederhana saja yang terletak di kiri atas. Berikutnya silahkan hapus kotaknya dengan cara: Klik kanan – Outline – No Outline.

Jika sudah, masukan gambar dengan: Klik kanan Text Box – Format Shape. Di bagian kanan pilih Text Outline. NOTE: Perhatikan ketika klik kanan, pastika kotaknya yang diklik kanan bukan teksnya.

Pilih Offline karena kita ingin mengambil gambar dari file yang kita miliki. Lalu edit Teks-nya sesuai dengan kata-kata yang diinginkan. Gunakan WordArt untuk membuat tulisan indah. Hasilnya kira-kira seperti di bawah ini:

Selamat mencoba menyisipkan teks di gambar, semoga bermanfaat.

Mengatasi Masalah Ponsel Booting Terus (Looping)

Gara-gara HP dipakai anak main game terus, akibatnya tidak berhasil restart. Sebelumnya memang saya lihat kapasitas system sudah penuh. Namun terlambat, HP rusak duluan. Biasanya saya menggunakan cara lama yaitu hard reset factory tapi ternyata gagal. Repotnya saya jadi tidak bisa lihat dan update WA, terutama WA perkuliahan.

Banyak panduan di youtube yang menyarankan, salah satunya adalah tidak ada cara lain selain mengisi ROM dengan cara flash, yaitu mengisi dari aplikasi pengisian flash ke handphone. Aplikasi yang terkenal dan banyak digunakan saat ini adalah ODIN.

Mengunduh File Firmware

Untuk mengisi flash, perlu mencari file firmware yang cocok dengan versi HP kita. Repot juga, karena saya lupa versi HP (bukan nama pasaran). Akhirnya ketemu juga, SM-N750. Cari di internet fasilitas untuk mengunduhnya yang gratis, karena kebanyakan berbayar. Ada tiga file yang dibutuhkan selain firmware:

  • Driver HP, dalam kasus saya Samsung Driver
  • Aplikasi pengisi (flashing), saya pilih ODIN
  • Firmware
  • Instal Driver Samsung.

Sebelumnya saya salah mengunduh firmware yang harusnya N750 tapi N900, ketika diflash ODIN memberi informasi Fail. Jika sudah masuk langkah berikutnya.

Masuk ke Mode Download Firmware

Firmware adalah software yang berasal dari pabrik perangkat keras yang tersimpan di ROM (sejenis flashdisk dalam HP). Langkah yang dilakukan untuk HP Samsung adalah (untuk HP lain mungkin berbeda):

  • Tekan Volume Down + Power Button + Home Button. Nanti akan muncul Warning, yang memang benar-benar warning. Relakan data Anda jika hilang, kalau takut hilang backup saja, atau pergi ke tukang servis HP. Jika hilang tidak masalah, lanjut berikutnya.
  • Tekan Volume Up. Nanti akan muncul robot starwar (maksudnya Android). Colok ke laptop dengan kabel ori (bukan kabel abal-abal) karena akan digunakan untuk high speed transfer.

Masuk ke Aplikasi ODIN

Jalankan ODIN dengan mengklik file exe nya. Tidak perlu install karena akan langsung terbuka. Pastikan ketika kabel USB dari HP ditancap ke Laptop, ada informasi ADD di ODIN, jika tidak berarti ada masalah dengan driver, atau tunggu sampai proses instal driver (plug-n-play) selesai.

Secara default Auto Reboot dan F. Reset Time tercentang. Biarkan saja. Kita tinggal mengklik AP di File (Download). Di sini kita membrowsing ke lokasi file MD5, atau dikenal dengan nama PDA. Oiya, pastikan rar diekstrak. Lanjutkan dengan menekan Start, setelah menunggu lumayan lama (beberapa menit) aplikasi ODIN memverifikasi file MD5 tersebut. Jika Fail, berarti firmware tidak cocok, jika cocok maka akan berlanjut hingga Pass, yang artinya selesai. HP akan booting dan masuk ke menu inisiasi seperti layaknya HP baru.

Akhirnya selesai juga masalah, dan tidak perlu keluar uang untuk servis HP. Oiya, jurusan teknik komputer itu berkaitan antara hardware dan software, seperti kasus ini. Lihat tampilan video singkat di bawah ini. Semoga bermanfaat.

Referensi

zon3-android.net/flashing/samsung/cara-flashing-samsung-galaxy-note-3-neo-sm-n750.html

Kurikulum Teknik Komputer

Association for Computing Machinery (ACM) dan Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) membuat panduan (report) tentang materi yang harus dipelajari (kurikulum) untuk jurusan-jurusan:

  • Teknik Komputer (Computer Engineering)
  • Ilmu Komputer (Computer Science)
  • Sistem Informasi (Information System)
  • Teknologi Informasi (Information Technology)
  • Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering), dan
  • Model di Masa yang akan datang (Future Model)

Karena kebetulan homebase saya di teknik computer (TK), postingan ini sedikit banyak membahas jurusan tua tersebut. Tahun 2004 ACM/IEEE membuat panduan kurikulum jurusan tersebut, tetapi kemudian direvisi mengikuti perkembangan teknologi pada tahun 2016 yang lalu. Yang dilaporkan panduan tersebut adalah:

  • Body of Knowledge (BoK)
  • Mata kuliah yang melingkupi BoK
  • Kebutuhan Inti jurusan
  • Karakteristik lulusan jurusan teknik komputer

Perkembangan Teknik Komputer

Jurusan TK merupakan hasil evolusi dari teknik elektro dan ilmu komputer. Pertama kali dibentuk untuk menyediakan tenaga terampil dengan spesialisasi logika digital, perancangan prosesor dan sistem komputer. Namun kemudian berkembang mengikuti evolusi yang berkembang dari jurusan ilmu komputer. Di panduan tersebut dibahas juga perkembangan TK di China, yang saat ini membagi jurusan ICT menjadi tiga: computer systems organization, computer applied technology, dan computer software and theory. Sementara itu di Inggris, beberapa kampus seperti University of Manchester menutup jurusan tersebut, waw.

Body of Knowledge Teknik Komputer

Struktur BoK terdiri dari Knowledge Area (KA) yang kemudian dipecah lagi menjadi Knowledge Units (KUs). KUs ini membahas outcome dari pembelajaran yang harus dicapai. BoK TK terdiri dari 12 KA antara lain:

  • CAE Circuits and Electronics
  • CAL Algoritma Komputasi
  • CAO Arsitektur dan Organisasi Komputer
  • DIG Disain Dijital
  • ESY Sistem Tertanam
  • NWK Jaringan Komputer
  • PPP Keprofesian
  • SEC Keamanan Informasi
  • SGP Pemrosesan Sinyal
  • SPE Rekayasa sistem dan proyek
  • SRM Manajemen Sumber Daya
  • SWD Perancangan software

Sementara itu rincian KA beserta KUs-nya silahkan lihat di halaman 25 panduannya. Beberapa mata kuliah sepertinya sulit dijalankan di kampus swasta dengan dana pas-pasan. Oiya, di panduan tersebut ada pembahasan rinci tentang laboratorium yang harus disediakan antara lain:

  • Circuits and electronics (wajib)
  • Arsitektur dan disain komputer (tambahan)
  • Pemrosesan sinyal (tambahan)
  • Disain Sistem digital dan logika (wajib)
  • Sistem Tertanam (wajib)
  • Pengenalan rekasyasa (disarankan)
  • Jaringan (disarankan)
  • Disain software (disarankan)
  • Disain proyek akhir (wajib)

Unik juga, ternyata jaringan bukan praktek wajib, melainkan hanya disarankan. Silahkan baca untuk yang TI, SI, dan ilkom. Sekian, semoga bermanfaat.

Manajemen dan Strategi Informasi Perusahaan-Perusahaan Besar

Ketika membenahi buku-buku lawas yang berantakan, saya menemukan buku yang digunakan untuk perkualiahan IT strategy. Perkuliahan S2 tersebut “lumayan”. Maksudnya sulit dimengerti karena ada unsur “mengantuk”nya. Maklum temanya berat karena masih agak asing. Di tahun 2008 memang era disrupsi belum dimulai (atau mungkin sedang dimulai). Buku berjudul “Corporate Information Strategy and Management, 7 edition – Text and Cases” tersebut dikarang oleh Lynda M. Applegate, dkk, yang merupakan dosen harvard business school.

Ketika membacanya, buku terbitan tahun 2005 itu memang berbahasa Inggris “level atas”. Ditambah dengan banyak studi kasus, membuat kepala pening. Padahal niatnya ingin dapat nilai sekadarnya dan lulus master sebagai prasarat minimal jadi seorang dosen. Namun saat ini, ketika membacanya kembali ada sedikit kekaguman. Ternyata bagus juga bukunya dalam mengulas secara detil kasus per kasus.

Sedikit Ringkasan di Modul – 1: Business Impacts

Banyak studi kasus yang diberikan modul 1, biasanya cerita sukses penggunaan IT dalam mempertahankan kinerja perusahaannya. Tapi ada satu kolom yang ditulis oleh Nicholas G. Carr (ditulis dalam majalah Financial Times tahun 2001). Isinya kira-kira sebagai berikut:

Penerapan CPU dalam Silikon Kecil

Waktu itu, di tahun 68, seorang peneliti di Intel, Ted Hoff, mampu menyisipkan prosesor dalam silikon kecil. Sejak itulah pembuatan komputer berukuran kecil membanjiri pasaran. Dari penggunaan anggaran 5%, 15%, dan terus hingga 50% perusahaan-perusahaan AS digunakan untuk sarana dan prasarana IT.

IT Sebagai Penentu Kesuksesan

Banyak perusahaan-perusahaan besar yang memiliki sarana dan prasarana IT yang baik mengungguli perusahaan-perusahaan lain yang kurang memiliki sarana tersebut. Hal ini berlangsung cukup lama. Namun lama kelamaan akibat teknologi IT yang terus berkembang, sarana dan prasarana IT menjadi sangat murah dan semua perusahaan mampu membelinya. Ini menimbulkan sedikit gejolak baru.

Menghilangnya IT Sebagai Penentu Kesuksesan

Mirip kejadian era setelah revolusi industri. Ketika itu banyak perusahaan-perusahaan kuat memiliki jalur distribusi sendiri, seperti kereta api, pasokan daya listrik, bahkan jalan khusus pabrik tersebut. Namun berkembangnya teknologi kelistrikan dan elektronik. Munculnya perusahaan-perusahaan jasa pengiriman, memunculkan dibangunnya sarana dan prasarana untuk umum. Sehingga tiap perusahaan bisa menggunakannya, istilah saat ini adalah share infrastruktur. Begitu pula yang terjadi dalam IT yang masuk ke dunia online. Tidak ada lagi saat ini yang menggunakan infrastruktur IT yang full terisolasi, yang berpotensi menuntut biaya tinggi.

Terlalu Banyak Hal-Hal yang Baik

Tulisan tersebut diakhiri dengan satu kekhawatiran. Memang waktu tulisan itu ditulis, dunia online belum begitu tampak. Amazon, Alibaba, Gojek, Grab, dan sejenisnya belum tampak. Atau bahkan beberapa pendiri masih sekolah. Namun dengan analogi era setelah revolusi industri, sepertinya akan terulang lagi. Bahkan, sejarawan D.S. Landes memprediksi adanya ketidakpastian akibat penerapan teknologi IT yang terus berkembang dan kian sempurna.

Demikian, kolom singkat di modul-1 yang bagi saya sangat menarik. Menarik di sini karena tulisan itu bisa meramal kondisi 10 tahun kemudian dimana saat ini banyak perusahaan-perusahaan raksasa tumbang akibat perkembangan pesat teknologi informasi. Sekian, semoga bisa menginspirasi.