Memulai Meeting Online dengan Google Meet

Dulu Google Meet bernama hangout, namun perkembangan kuliah daring di masa pandemi membuat aplikasi-aplikasi meeting berbenah. Salah satunya adalah google meet. Google merupakan perusahaan besar yang kerap melakukan riset dari hal-hal sederhana pekerjaan kantor sehari-hari hingga skala besar.

Bisa dengan Akun Gmail Biasa

Buke email anda dan perhatikan simbol di atas bagian atas kanan (1). Tekan dan di sana ada banyak pilihan, salah satunya adalah “meet” yang berarti Google Meet (2). Silahkan tekan.

Setelah itu kita tinggal membuat satu meet baru dengan menekan “Start a meeting”. Perhatikan kalimat di atasnya: “premium meeting is free for everyone”, yang artinya dulu hanya bisa gmail versi tertentu ac.id atau yang berbayar, sekarang oleh siapapun bisa, asal gmail.

Kolom enter meeting code jika kita ingin bergabung, bukan sebagai admin. Tekan “Join Now” untuk membuat satu “meeting” baru.

Begitu saja, sangat sederhana untuk memulainya. Kita tinggal meng-copas link dan men-share ke rekan lain yang ingin ikut bergabung. Tentu saja yang ingin bergabung harus punya gmail.

Ketika seseorang memiliki link yang di-copy-kan tersebut, maka dia bisa langsung “join”. Keluar masuk cukup mudah hanya dengan menekan simbol “telepon” di bagian tengah.

Lama Durasi Meeting Google Meet

Sebagai informasi tambahan yang penting, Google Meet gratis seharusnya maksimal satu jam, tetapi sampai 30 September 2020 bisa sampai 24 jam, silahkan kalau kuat.

Terbukti saya gunakan mengajar dari jam 08.00 WIB sampai Jam 17.00 WIB tidak ada masalah, juga untuk acara lain seperti seminar yang beranggotakan puluhan hingga ratusan. Kabarnya bisa sampai 250 peserta, silahkan coba. Sekian semoga berfaedah.

 

Menggunakan Graphics Processing Unit (GPU) Google Colab

Google Colab selain menyediakan Integrated Development Environment (IDE) yang diserta kompiler Python juga menyediakan CPU dan GPU-nya. Untuk membuktikannya Google Colab memberikan link tersendiri di sini.

Jika langsung dijalankan sel pertama akan muncul pesan kesalahan sebagai berikut.

Hal ini terjadi karena kita belum mengeset accelerator GPU. Pilih accelerator dengan masuk ke menu Edit Notebook Setting.

Berikutnya Anda diminta memilih acceleratornya. Ada dua pilihan: 1) Graphics Processing Unit (GPU) dan 2) Tensor Processing Unit (TPU). Pilih saja sesuai pokok bahasan kita yaitu GPU.

JIka dijalankan sel pertama program contoh pengaksesan GPU akan muncul keluaran sebagai berikut yang memastikan bahwa GPU ditemukan.

Jalankan sel berikutnya yang menguji kecepatan tensorflow menggunakan CPU dan GPU. Pastikan tidak ada error.

Perhatikan kecepatan eksekusi menggunakan GPU yang lebih cepat kira-kira 20 kali lebih dari CPU. Sekian semoga membuat tertarik memanfaatkan hardware GPU Google.

Yuk, Menggunakan Google Classroom

Saat tulisan ini dibuat, wabah COVID-19 mulai membesar, bahkan di tempat saya, Bekasi, sudah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Entah mengapa saya tidak suka dengan istilah COVID-19, terutama angka di belakangnya, seolah-olah nanti ada COVID-20, COVID-21, dan seterusnya, repot dah.

Wabah COVID-19 memaksa institusi memanfaatkan metode pembelajaran online. Repotnya tidak semua kampus atau sekolah siap dengan infrastruktur pembelajaran online. Nah, untungnya saat ini banyak fasilitas-fasilitas yang tersedia dan tidak berbayar yang bisa digunakan sebagai tools pembelajaran online baik dalam bentuk kuliah online, ujian online, maupun pembelajaran online. Salah satu yang cukup ampuh dan secara official resmi diperkenalkan oleh Kemendikbud adalah Google Classroom yang dapat diakses di situs: https://classroom.google.com. Berikut surat resminya.

Bahkan saat ini Google Classroom sudah terintegrasi dengan Google Meet untuk kuliah online. Asalkan Gmail Anda bukan @gmail.com bisa memulai Google Meet, misalnya email dengan “ac.id” buatan google berikut ini.

Untuk bagaimana mennggunakannya silahkan lanjut ke post berikutnya.

Membuat Soal Ujian dengan Kahoot

Saat wabah Corona seperti saat tulisan ini dibuat, aplikasi-aplikasi online menjadi primadona, baik itu pembelajaran streaming online, e-learning, maupun ujian. Salah satu aplikasi yang kita bahas di postingan ini adalah aplikasi untuk ujian online dengan aplikasi yang dipilih KAHOOT !.

Mendaftar Kahoot (Sign Up)

Kahoot bisa diakses di www.kahoot.com dengan login bisa langsung lewat Gmail. Atau bisa juga dengan memasukan alamat email dan passwordnya untuk sign up jika Anda belum punya akun kahoot.

Ada paket berbayar, tapi jangan khawatir, tersedia juga paket yang gratis. Klik saja di bagian “get basic for free” yang kecil di bawah. Setelah itu Anda siap menggunakan Kahoot.

Berikutnya ada data yang harus diisi, misalnya nama universitas tempat Anda mencari sesuap nasi (khusus dosen) atau tempat Anda berpusing-pusing ria (khusus mahasiswa).

Membuat Quiz

Tekan Create di bagian kanan atas untuk membuat quiz baru.

Tekan create new kahoot di bagian tengah di jendela yang baru muncul. Selanjutnya ada bagian soal, bagian jawaban, dan bagian navigasi.

Ada pilihan waktu untuk menjawab tiap soal, misalnya 10 detik, 20 detik dan seterusnya. Tinggal klik tidak perlu mengetik waktu tersebut.

Tekan Add question di bagian navigasi untuk menambah soal baru. Jika sudah selesai tekan Done di bagian kanan atas. Selanjutnya Anda siap menjalankan quiz tersebut.

Menjalankan Quiz

Ada dua pilihan Quiz, kontes bareng-bareng atau seperti ujian masing-masing siswa mengerjakan sendiri-sendiri. Jika di dalam kelas, lebih seru menggunakan kontes. Tetapi jika saat masa “work from home” tidak ada kelas di kampus, bisa menggunakan pilihan Assign.

Untuk ujian ada baiknya dengan assign karena tidak memakan bandwidth besar akibat “streaming online” lewat zoom, google meet, dll. Akibatnya jika si dosen lepas sinyalnya, maka permainan jadi kacau.

Membuat Skenario Ujian Online

Setelah memilih assign maka dosen akan mengeset jadwal ujian yang sebaiknya ketat dan dalam waktu bersamaan agar si mahasiswa tidak membocorkan soal. Karena bisa jadi siswa meng-capture soal ujian dan disebarkan ke teman-temannya.

Misalnya ada 10 soal, per soal 20 detik, maka ada kira-kira 200 detik (3 menitan) jika dia langsung next ke soal berikut. Untuk jaga-jaga siswa tidak langsung ke soal berikutnya, ambil jeda kira-kira 30 detik per soal, maka butuh waktu 200 detik + 300 detik = 500 detik (9 menit).

Misal rencananya quiz hari ini, hari minggu, dan akan ditutup jam 10 malam. Untuk menghindari kebocoran soal, kabari saja siswa siap-siap di depan laptop/hp jam tertentu. Create saja quiz di date = minggu, time= 9.45 (untuk jaga2 sekitar 5 menit), dan ketika di share, siswa harus segera menjawab karena jam 10.00 (lihat isian di atas) quiz ditutup (ujian berakhir). Jadi tidak ada peluang siswa meng-capture soal dan membocorkannya.

Berikutnya Anda tinggal share link (challenge link) atau PIN yang diakses lewat www.kahoot.it. Misal kita beri nama peserta quiz “testing”. Tekan Ok, go !

Tampilan soal seperti di bawah ini sebagai gambaran. Jika jawaban salah muncul sebagai berikut.

Jawabannya dikumpulkan secara otomatis dan dapat dilihat langsung skornya. Klik Report di atas dan pilih quiz yang ada. Jika “in progress” berarti quiz masih menunggu jawaban/belum ditutup, jika sudah ditutup muncul tanggal pelaksanaannya.

Tampak skor “Testing” dengan jawaban benar 6 dan salah 4. Total score berdasarkan hitungan Kahoot yang memperhitungkan kecepatan menjawab, selain jawaban yang benar. Sekian semoga bermanfaat.

Update 12 Nov 2021

Ada sedikit masalah, ternyata untuk yang free max ujian/lesson 10 peserta saja. Akhirnya saya beralih ke Quizziz yang bisa sampai 25 orang.

AppSheet – Aplikasi Android Untuk Mengelola Data Excel

Mungkin banyak yang bertanya, apa maksud judul di atas? Apa hubungannya Excel dengan android? Tentu saja di sini Excel yang digunakan bukan Excel di laptop melainkan menggunakan cloud application bawaan Google, yaitu AppSheet. Sambil membaca postingan ini, ada baiknya anda menginstall aplikasi sebesar 13-an Mb tersebut di playstore. Oiya, karena berbasis Google, tentu saja lebih optimal menggunakan browser Google Chrome dibanding lainnya (Mozilla, Safari, IE, dll).

1. Siapkan file Excel

Untuk membuat aplikasi yang membaca secara interaktif data sheet, terlebih dahulu siapkan datanya, yaitu data yang dibuat di Microsoft Excel. Misalnya daftar nilai mahasiswa berikut ini:

2. Upload ke Google Drive

Berikutnya kita buka Google Drive. Cara termudah adalah dengan masuk ke akun email dilanjutkan dengan menekan tombol empat titik dilanjutkan dengan menekan simbol Drive.

Upload file excel tersebut lewat menu File – Open dan lanjutkan dengan mengupload file excel yang akan dibuat ke appview.

Buka via Google Sheet file tersebut, sehingga memunculkan sheet yang mirip Microsoft Excel. Perhatikan di sini Google Sheet berbeda dengan sekedar view sheet. Tampilah Google Sheet dapat dilihat di bawah ini.

Sepertinya butuh koneksi internet yang cepat untuk membuka Google Sheet ini. Jadi, harap bersabar.

3. Mengeset AppSheet

AppSheet merupakan Add on yang disediakan oleh Google Chrome. Oleh karena itu di browser harus ditambahkan terlebih dahulu. Add on ini gratis

Jika Add on sudah ditambahkan maka pada Google Sheet akan muncul Add on serta koneksi ke AppSheet Anda.

Kemudian kita tinggal masuk ke AppSheet dengan terlebih dulu menambahkan Add on yang ada.

Cari AppSheet dan klik ketika ditemukan. Lanjutkan dengan menginstal appview di Chrome Anda.

Jika sudah berhasil terinstal, di menu Add on akan muncul AppSheet. Jalankan dengan menekan di menu “launch”.

Di sebelah kanan akan muncul smartphone yang akan dihubungkan dengan data sheet kita. Tekan Go untuk melanjutkan proses pembuatan.

Pastikan data sudah bisa diakses via AppSheet dengan melihat di bagian kanan Chrome, tampak nama-nama yang ada di data sheet Anda.

4. Deploy Aplikasi

Terakhir tentu saja kita harus bisa mengeshare aplikasi agar bisa dijalankan via ponsel kita. Terlebih dahulu kita masuk ke Setting dan Properties di AppSheet.

Jika sudah dirasa OK, tinggal men-share aplikasi tersebut.

5. Testing

Berikutnya buka AppSheet di handphone Anda. Ketika diminta login via Google maka akan muncul satu aplikasi yang telah Anda buat. Ketika dibuka maka Anda bisa melihat dan mengedit aplikasi Excel yang sudah berupa Android App tersebut.

Ketika dishare, maka yang akan melihat otomatis diminta menginstal aplikasi AppSheet, instruksinya seperti ini. Sekian semoga berfaedah.

NOTE: untuk excel yang lebih dari satu sheet, ada instruksi untuk menambahkan sheet lainnya, karena secara default AppSheet hanya menampilkan satu sheet saja. Untuk membuat aplikasi Android secara instan, silahkan lihat pos saya yang lain dengan MIT App Inventor.

Mengubah Text Box Pada Form Ms Access 2013 menjadi Combo Box

[basis.data|akuntansi|lab.soft|u.t.s]

Form merupakan salah satu aplikasi untuk berinteraksi dengan basis data. Dalam penerapannya, pengguna tidak seharusnya mengisi data lewat Database Management System (DBMS) yang memang hanya level administrator yang boleh membukanya. Oleh karena itu perancangan Graphic User Interface (GUI) dalam bentuk form sangat menentukan tingkat user friendly dari aplikasi yang dibuat. Postingan ini kelanjutan dari post sebelumnya tentang pembuatan FORM. Di sini ada sedikit tambahan bagaimana dalam menginput data, khususnya isian berupa primary key harus sesuai dengan yang ada di basis data. Di bawah ini merupakan relasi mahasiswa yang mengambil perkuliahan pada tabel jadwal. Ketika mengisi KRS maka mahasiswa menjadwalkan perkuliahan lebih dari satu kelas.

Membuat Form

Anggap kita sudah membuat form transaksi KRS lewat Form Wizard yang disediakan oleh Ms Access. Pastikan mahasiswa menjadi form utama sementara kelas-kelas yang harus diambil adalah sub-formnya.

Mengkonversi Text Box Menjadi Combo Box

Pada bagian text box yang akan dirubah menjadi combo box klik kanan dan pilih Change to – pilih Combo box. Jika dijalankan lewat mode View (di pojok kiri atas pada menu home) akan tampak combo box di salah satu field, misalnya dalam contoh ini kode. Hanya saja masih kosong dan perlu diset lebih lanjut.

 

Mengeset Row Source

Untuk mengeset isian dari combo box dengan cara mengisi field pada tabel yang sesuai lewat Property. Jalankan property dengan mengklik kanan pada text box dan pilih form property. Cara yang lebih cepat adalah dengan menekan alt + enter.

Jalankan form yang baru saja dirancang, lalu coba combo box yang baru saja dibuat. Pastikan seluruh kode kelas yang ada di tabel tampak di combo box. Berbeda dengan List Box, combo box bisa mengisi tanpa memilih, alias menambah baru. Dengan combo box, kode kelas yang diisi pasti sudah terdaftar di tabel kelas. Demikian pula informasi tentang kelas tersebut langsung muncul di isian, misalnya nama dosen pengampu mata kuliah dan lain-lainnya. Sekian semoga bermanfaat.

 

Mengisi Teks/Tulisan ke Dalam Gambar di Microsoft Word

Banyak aplikasi online maupun android yang tersedia untuk memasukan teks ke dalam gambar. Namun jika kepepet, ga ada pulsa atau wifi gratis, terpaksa kita harus menggunakan fasilitas di laptop yang tersedia. Salah satunya adalah Microsoft Word mengingat aplikasi ini palang banyak diinstal di laptop.

Salah satu fasilitas di Ms Word untuk menyisipkan teks adalah dengan Text Box. Silahkan buka di menu Insert pilih Text Box. Pilih kotak yang sederhana saja yang terletak di kiri atas. Berikutnya silahkan hapus kotaknya dengan cara: Klik kanan – Outline – No Outline.

Jika sudah, masukan gambar dengan: Klik kanan Text Box – Format Shape. Di bagian kanan pilih Text Outline. NOTE: Perhatikan ketika klik kanan, pastika kotaknya yang diklik kanan bukan teksnya.

Pilih Offline karena kita ingin mengambil gambar dari file yang kita miliki. Lalu edit Teks-nya sesuai dengan kata-kata yang diinginkan. Gunakan WordArt untuk membuat tulisan indah. Hasilnya kira-kira seperti di bawah ini:

Selamat mencoba menyisipkan teks di gambar, semoga bermanfaat.

Membuat Video Tutorial dengan Mobizen pada Android

Untuk sarana pendukung pertemuan kuliah terkadang penjelasan dalam bentuk video pembelajaran perlu juga. Bentuknya bisa power point atau capture dari laptop dengan aplikasi tertentu, misalnya screen-O-matic yang gratis. Jika materi dalam bentuk power point tidak masalah. Lain halnya jika penjelasan berupa rumus-rumus matematika yang dijelaskan seperti pada white board di kelas.

Banyak cara, salah satunya adalah dengan membeli pen-drive, dengan pena dan tatakan elektronik yang mampu menulis lewat screen komputer. Tapi harganya lumayan juga. Dengan sedikit berfikir, saya melihat samsung galaxy note 2014 edition saya dahulu yang sudah error tombol chargernya, tetapi sebenarnya masih ok baik layar maupun pena stylusnya. Dan setelah menanyakan anak saya yang SD ternyata katanya ada aplikasi untuk capture screen di android, namanya Mobizen. Alhasil, saya langsung ke Bekasi Cyber Park untuk service tombol charger samsung saya, dan normal kembali dengan hanya mengeluarkan dana Rp 100 ribu saja (ganti tombol usb untuk charger di tablet). Kuat juga ternyata samsung, 4 tahunan masih OK. Berikut tampilannya, tapi ntah mengapa di bagian tengah voice hilang berganti dengan suara pulpen stylush, mungkin ada yang tertekan. Sekian, selamat mencoba aplikasi tersebut.

Sepertinya lebih baik menggunakan microphone dari headset, hasilnya lebih jernih seprti berikut ini.

Problem keyboard pada Samsung Galaxy tab 10.1

Pada postingan yang lalu saya menyebutkan masalah yang ada pada keyboard Samsung Galaxy Tab (SGT) saya yaitu kerap ketika menekan tombol tertentu (biasanya huruf a) hasilnya tertekan terus seperti ini aaaaaaaaa. Beberapa trik sudah saya lakukan tetapi hasilnya tidak memuaskan. Dari mendownload bentuk tampilan keyboard baru di luar keyboard bawaan SGT, hingga mereset ulang perangkat ketika menancapkan keyboard doc, menginstall office android yang baru, tidak juga berhasil.

Beberapa waktu yang lalu karena sering meninggalkan SGT di rumah, dan dipakai oleh anak saya yang berumur 2 tahun, ketika pulang kerja saya dapati SGT saya “hang”. Sebelum hang saya perhatikan banyak musik keluar dari SGT. Kuat dugaan saya, seluruh aplikasi game, lagu, player, dijalankan dan tablet kehabisan memori. Terpaksa OS diinstal ulang, dan data-data yang belum sempat dibackup hilang semua. Saran saya, sebaiknya backup data Anda karena data terkadang lebih berharga dari tabletnya. Sempat saya menanyakan ke servis tablet apakah bisa diinstall OS terbaru (waktu itu Jelly bean) ke tablet saya, mereka menjawab tidak bisa. Akhirnya terpaksa diinstall OS bawaan SGT saya yaitu honeycomb.

Ketika selesai, ternyata rekan saya banyak yang OS-nya berubah dari honeycomb menjadi ice cream sandwich. Karena versi tabletnya sama (SGT 10.1) maka saya memberanikan diri untuk mengupgrade-nya. Caranya antara lain:
1. Masuk ke menu setting
2. Tekan about
3. Tekan update
Maka secara otomatis tablet akan mengupdate. Pertama-tama anda harus login/registrasi dulu tablet anda ke samsung (biasanya akan muncul otomatis, anda tinggal mengisi alamat email saja). Tahap pertama yang di donlot adalah perangkat keras / chipset sebelum mengupgrade OS. Beberapa kali restart terjadi, jangan lupa untuk tidak mematikan power, karena jika saat proses berlangsung tablet anda mati, jangan kecewa kalau OS anda rusak dan harus install ulang. Agar amannya, pastikan baterai terisi penuh, atau colok saja kabel daya ke tablet anda.

Tahap kedua adalah menginstall OS. Kalau mau nyaman sebaiknya gunakan Wifi karena untuk install OS, Anda perlu mendownload sebesar 200-an Mb dari situs Samsung. Kecuali Anda punya kapasitas pulsa yang besar (saya menggunakan tri, telkomsel, dan xl paket begadang). Jika sudah selesai mendownload, tekan tombol install ketika tablet menanyakan apakah upgrade diinstall sekarang. Tablet akan langsung menginstall OS, dan ternyata benar, OS saya langsung ke versi 4 yaitu Ice cream sandwich (ICS). ICS menurut saya lebih stabil dengan grafis yang jauh lebih baik.

Lama sudah keyboard doc tidak saya pakai (padahal harganya hampir 500 ribu), dan iseng-iseng karena banyak tugas yang membutuhkan mengetik biasa (tanpa rumus-rumus), saya coba pergunakan keybord itu. Saya coba OfficeSuite pro 7 saya (download dari apkmania), dan ternyata saya terkejut karena masalah yang dulu tidak terjadi lagi. Hmm .. ternyata masalah terselesaikan dengan sendirinya. Tadinya saya pikir karena software yang buruk, ternyata ketika saya pergunakan lagi software yang dulu (polaris office), hasilnya pun ok, tidak ada masalah. Semoga pengalaman ini bermanfaat.

Tugas Komputer II: AutoCAD

Berhubung kesulitan dalam memberi nilai di Ujian Akhir Semester (UAS) nanti, maka ujian akan dilaksanakan lebih awal yang akan dilaksanakan tiap minggu sampai pelaksanaan UAS. Tiap minggu beberapa orang siswa 1 – 8 orang melaksanakan ujian. Soal – soalnya dapat dilihat di bawah ini, dengan tiap siswa berbeda soalnya. Gunakan ukuran sendiri tetapi buat garis ukur lengkap. Pandangan yang digunakan pandangan Amerika. Termasuk juga gambar tiga dimensinya.

Gambar mana yang harus dibuat akan saya berikan secara acak, coba gambar beberapa bentuk agar mengetahui kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi nanti.

 

Membuat Tabel di ACCESS 2007: Komputer II Ekbis FAI

Berikut langkah-langkah membuat Database Pembayaran Kursus:

  1. Buka Microsoft Office Access 2007.

  2. Pilih folder dan nama database yang akan dibuat:

  3. Jika sudah memiliki database dan hanya akan menambah table baru (tabel Pembayaran), maka klik Alt-F – Open, Cari lokasi filenya, maka setelah di klik, muncul databasenya.
  4. Buat satu tabel baru dengan nama pembayaran, Create – Table:

  5. Simpan dengan mengklik icon disket, beri nama misalnya “Bayar”.

  6. Untuk merancang sebuah tabel kita harus masuk ke menu disain dengan mengklik kanan tabelnya – Design View.

  1. Tambahkan field-fieldnya hingga terbentuk tabel dengan beberapa field yaitu : no_bayar, nim, nama dan alamat. (ID langsung diisi no_bayar, yang berfungsi sebagai “Primary Key”). NOTE: Jangan lupa menyimpan tabel yang telah kita disain. Jumlah diisi dengan tipe data (Data Type:number).

  2. Anda telah selesai membuat satu tabel baru pada database pembayaran, buat tabel lain yang memuat data mahasiswa, dengan cara no. 4 sampai no.7, sehingga nanti di jendela “All Tabel”, muncul dua tabel yaitu “Mahasiswa” dan “Bayar”. NOTE: Jika nama dan alamat diambil dari tabel mahasiswa, tentu saja tidak perlu dibuat field nama dan alamat di tabel bayar)

  3. Berikutnya kita akan membuat sebuah relasi antara tabel “mahasiswa” dengan tabel “bayar”. Klik menu “Database Tools – Relationship”.

  4. Dengan menu ini, secara visual kita akan mengkoneksikan antara kunci “Primary Key” dengan “Kunci Tamu”. Blok semua tabel yang akan dibuat relasinya. Klik “Add” dilanjutkan dengan “Close”. Klik dengan menekan tombol “Shift” agar terpilih kedua tabel tersebut.

  5. Untuk membuat relasi, klik NIM pada tabel mahasiswa, tahan dan gerakkan ke NIM pada tabel bayar (diistilahkan dengan drug), sehingga membentuk garis relasi.

  6. Ada berbagai jenis hubungan, tapi di Access tersedia pilihan tentang integrity, apakah jika NIM di tabel bayar jika dihapus maka NIM di tabel mahasiswa ikut terhapus/terupdate atau tidak bisa dilakukan dengan mencentang pilihan-pilihan:

  7. Selamat, Anda telah berhasil membuat sebuah relasi antara tabel bayar dengan tabel mahasiswa. Untuk mengisi data pada tabel, klik kanan tabel mahasiswa – pilih “Open”.

Komputer II Fak Agama Islam – Database dengan Excel

Excel merupakan fasilitas yang paling banyak digunakan untuk menyimpan data. Sifatnya yang berupa baris dan kolom, paling mudah dimengerti. Fasilitas untuk sortir, disertai aplikasi statistik mempermudah pengguna menerapkannya. Pertemuan kali ini kita berlatih mencari nilai rata-ràta tinggi badan data responden pria dan wanita yang dibangkitkan dengan acak lewat fungsi rand(). Kemudian standard deviasi dihitung, serta pembuatan grafik yang disediakan di excel juga dibahas.

Note: Daftar Mahasiswa yang telah mengirim email tugas III tentang cloud computing aplikasi office dengan google.docs. Fak.  Agama Islam: IIn Indayati, Dessy Laylani, Siti Hawilah, Dewi Atika, Juju Juniah, Zuraida, Muchtar Muslim dan Nining Teja.

image

Tugas Komputer II Fak Agama Islam

Berikut nama siswa FAI yang telah mengerjakan tugas 1 dan 2: Ujang Sadili, Nining, Desi L, Zulaiha, Iin, Juju, Lidayatun, Sri Endah, Ii Ruswandi, Muchtar, Maulana, Ahmad B, Ahmad Faisal, Rino D, Dewi AS, Mayarni.

Sedangkan yang sudah mengirimkan email untuk tugas 3 per hari ini adalah: Iin Indayati, Dessi L, Mayarni, Siti Hawilah, Dewi Atika S, Juju Juniah, Ujang Sadili, Zuraida S, Muchtar Muslim, Atika Dewi, Zuratya.

Cloud Computing untuk Office

Masalah lisensi merupakan momok yang dapat mengganggu kinerja suatu institusi. Bila melanggar, harus siap menghadapi jeratan hukum. Oleh karena itu guna menghindari hal tersebut ada baiknya mencari aplikasi yang berbasis open source atau teknologi baru seperti cloud computing yang banyak dijumpai di internet. Salah satunya adalah www.docs.google.com untuk documents, presentations, sheet, drawing dan forms.

Hanya dengan bermodal browser yang gratis, kita dapat membuat dokumen seperti microsoft word, spreadsheet seperti excel dan sebagainya, dengan syarat, browser yang terinstal harus yang support, misalnya google chrome atau browser lain yang update. Selamat mencoba.