Membuat Histogram

[komputer.1|manajemen|lab.sainstech|pert.9]

Histogram adalah grafik yang menunjukan hubungan data dengan frekuensi dalam inteval tertentu. Grafik ini penting untuk menunjukan sebaran nilai suatu data. Sehingga informasi dapat digali dari data tersebut. Misalkan kita memiliki data nilai sebagai berikut:

Berikutnya kita ingin melihat sebaran nilai tersebut dalam suatu interval:

Excel memiliki fasilitas “Data Analysis” yang dapat diakses di Menu Data (biasanya di sebelah kanan atas).

Excel akan mengeluarkan jendela Data Analysis. Pilih Histogram dilanjutkan dengan memilih range data.

Pilih range data nilai di atas serta bagian bin range data yang berisi data interval di atas.

Setelah ditek OK maka akan tampak Sheet baru yang menunjukan data tersebut.

Iklan

Embed PDF di Wordpress Via Google Docs

Tadinya bermaksud mengembed kode program di wordpress, tetapi ternyata berbayar alias upgrade ke paket bisnis yang 20-an dollar per bulan. Akhirnya coba dengan mengembed pdf saja ke wordpress yang gratis memanfaatkan Google Drive.

Menggunakan Google Drive

Google drive untuk praktisnya dibuka lewat Gmail dengan menekan simbol aplikasi lainnya dilanjutkan dengan menekan simbol Google Drive.

Cara paling mudah adalah mengupload PDF ke Google Drive seperti pada postingan yang lalu. Di sini kita coba dengan cara lain dengan memanfaatkan fasilitas Google Docs.

Google Docs

Tekan tombol “+” di Drive lalu new dan pilih Google Docs. Akan tampil seperti MS Word biasa dengan menu-menu untuk mengetik. Copas saja kode yang akan diinsert ke wordpress di situ.

Atur folder di Drive agar rapi dan mudah mencarinya. Sayangnya tidak ada fasilitas “save as” di Google Docs untuk mengkonversi menjadi file Pdf. Atau dengan fasilitas embed via word langsung seperti di Onedrive. Tapi ternyata dengan fasilitas PRINT ada pilihan Google Cloud Print menjadi PDF yang diletakan di drive, beres dah.

Lanjutkan dengan menekan tombol print untuk menghasilkan file pdf di Google Drive. Buka file tersebut dilanjutkan dengan meng-embedded seperti postingan terdahulu. Mungkin contoh embed-nya bisa dilihat di bawah ini.

Audit Keamanan Informasi

Dulu pernah diminta mengajar mata kuliah keamanan sistem informasi, dari dasar-dasar serangan siber, enkripsi, dan sejenisnya. Tetapi ketika beralih ke jurusan sistem informasi, ternyata ada yang namanya audit keamanan sistem informasi. Nah, ini di Indonesia sedang digodok aturannya oleh Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN). Dulu divisi kemanan transaksi elektronik di luar BSSN dibawah Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure/Coordination Center (ID-SIRTII/CC) dan sekarang digabung dengan lembaga sandi negara menjadi BSSN, bahkan lembaga sandi negara ditunjuk sebagai pengatur lembaga baru tersebut.

Penilaian & Audit Keamanan Transaksi Perdagangan Berbasis Elektronik

Era disrupsi memiliki konsekuensi dari sisi transaksi yang mengharuskan dalam bentuk elektronik. Bahkan dari sisi audit jika ditemukan dua jenis bukti (elektronik dan paper) maka yang elektronik memiliki kekuatan yang lebih besar. Saat ini hampir sebagian besar transaksi keuangan bersifat elektronik. Jadi audit tentang transaksi ini mutlak diperlukan.

Kekurangan Auditor

Saat ini di Indonesia jumlah auditor hanya 300-an menurut asosiasi auditor sistem informasi di Indonesia (IASII) padahal kebutuhan di tanah air cukup tinggi. Sebagai informasi negara-negara tetangga seperti Thailand, Vietnam, dan Filipina sudah kelebihan auditor dan siap-siap masuk ke Indonesia untuk mensuplai kebutuhan auditor. India? Jangan ditanya, sudah sejak lama mereka masuk bahkan IASII kerap mem-briefing auditor-auditor India yang akan bertugas di Indonesia, waduh. Apalagi perjanjian-perjanjian seperti AFTAA, WTO, MEA, dan lain-lain kebanyakan sudah ditandatangani pemerintah.

Pembentukan Aturan

Memang aturan mudah dibentuk, tetapi jika tidak memandang dunia internasional, agak sulit di era globalisasi ini. Tampak wakil dari praktisi sepertinya keberatan jika auditor harus disertifikasi ulang oleh BSSN mengingat mereka sudah memiliki sertifikasi internasional. Jika aturan dibuat sendiri sertifikasinya, tetangga apalagi internasional akan menanyakan apa itu BSSN, maklum tidak mengenalnya. Bahkan dari asosiasi mempertanyakan mengapa e-KTP yang budgetnya trilyunan tidak diaudit keamanan informasinya, sementara nanti para pengusaha dengan budget yang sedikit diharuskan untuk diaudit keamanan transaksi online-nya. Sepertinya perlu dikomunikasikan dengan para praktisi sebelum aturannya dibuat, dan segera mengingat dunia startup, terutama bidang finansial (misal fintech, paytren, dll) sudah mulai merambah. Sekian sekilas info.

Peer-to-Peer System vs Mediator

Generasi seusia saya pasti pernah mengalami dengar musik lewat kaset, CD, hingga DVD. Namun masih kah dengan cara yang sama saat ini? Masih, mungkin hanya hadiah album dari KFC atau siswa yang mengumpulkan laporan skripsi ke kampus. Mengapa hal ini terjadi? Jawabannya adalah ditemukannya konsep Peer-to-Peer di tahun 90-an.

Nasib Para Mediator

Mediator di sini adalah penghubung antara satu pihak dengan pihak lainnya, produsen dengan konsumen, penjual dengan pembeli, baik barang maupun jasa. Seperti contoh di atas, mediatornya adalah produsen musik waktu itu. Penyanyi kontrak dengan produser, kaset/CD dijual dan hasil dibagi antara produsen dengan penyanyi. Ketika era digital melanda, seorang pemilik bisa membagi file dengan orang lain dan ini dengan mudah dilakukan di era 2000-an ketika network kian murah dan kian cepat. Bahkan seorang penyanyi bisa langsung mengirimkan hasil karyanya ke pendengar langsung, tentu bukan dengan mediator produser melainkan sebuah teknologi peer-to-peer, sebagai contoh adalah NAPSTAR. Mungkin di musik agak kurang “smooth” karena ada unsur pembajakannya, walaupun sekedar berbagi pakai. Contoh lain adalah konsumen, misalnya ingin membeli komponen kendaraan, maka dengan mudah dapat dilakukan tanpa ke bengkel/toko sparepart melainkan langsung ke pabriknya dengan mediator yang baru yaitu sistem online.

Peer-to-Peer System

Sistem ini merupakan sistem terdistribusi dengan tiap node bisa berupa PC, laptop, HP dan lain-lain yang terhubung ke jaringan dengan menerima aturan-aturan yang ditetapkan bersama. Prinsip ini bisa menghubungkan produsen dengan konsumen langsung. Jadi banyak mediator yang tadinya sebagai penghubung mereka tidak digunakan lagi (bidang transportasi, keuangan, dan lain-lain). Juga dengan lembaga pendidikan?

Ketika putri saya kelas 6, saya memasukan ke bimbingan belajar ternama di Indonesia. Entah kenapa sebagian rekannya keluar karena orang tuanya tidak melihat adanya kemajuan. Anak teman saya juga ketika dikursuskan di bimbingan belajar yang lainnya malah keluar dengan sendirinya dan minta daftar ke situs yang menyediakan bimbingan belajar online, dan hasilnya pun oke. Jika tujuannya pemahaman atau transfer pengetahuan, hubungan langsung peserta didik dengan tutor bisa dilaksanakan tanpa mediator fisik (bimbingan belajar) yang terbatas ruang dan waktu.

Break sebentar nulisnya … abang driver online sudah tiba membawa jus pesanan. Lagi-lagi contoh aplikasi online yang menghubungkan produsen jus dengan konsumen.

Seberapa Mediator kah Anda?

Karena pertanyaan aneh, jadinya sulit dijawab. Ambil saja contoh toko-toko komputer di kawasan glodok yang menjadi perantara produsen laptop/hp sudah merasakannya (termasuk juga department store kabarnya). Beberapa bisa bertahan karena level mediatornya rendah, alias menyediakan juga servis, tukar tambah, dan lain-lain yang memang tidak terlalu melibatkan pihak produsen. Di sini toko itu sendiri yang menjadi produsen yang berjenis jasa (perbaikan). Bagaimana dengan kampus/sekolah dan Dosen/guru? Silahkan jawab sendiri dengan cara analisa seperti contoh di atas. Mahasiswa sudah jelas jadi konsumen (semoga industri jadi konsumen juga), siapakah produsennya, kampus/sekolah atau dosen/guru? Ataukah keduanya mediator dengan pihak lain (unknown) sebagai produsen? Wah. Ada baiknya lihat video Youtube siswa 12 tahun sebagai app developer tentang guru-guru di sekolahnya. (https://www.youtube.com/watch?v=Fkd9TWUtFm0). Sekian semoga menginspirasi.

Instant Quiz dengan KAHOOT – Part 2

Jika sudah Sign Up dengan Kahoot berikutnya kita coba membuat quiz-nya. Sebenarnya Kahoot sekedar media/alat bantu membuat quiz instan. Tetap saja konten (learning management system) ditangan tutor. Ada contoh-contoh quiz bawaan Kahoot. Silahkan mencoba. Jika ingin membuat yang baru tekan Create yang berada di pojok kanan atas.

Ada empat pilihan soal: Quiz, Jumble, Discussion atau Survey. Di sini kita ambil contoh Quiz.

 

Ada soal/Question yang harus diisi dilanjutkan dengan mengisi pilihan jawaban. Untuk jawaban yang benar tekan simbol centang di samping answer. Tekan + untuk menambah soal baru hingga beberapa soal. Jika sudah tekan Save di pojok kanan atas.

Soal dapat di-share agar bisa digunakan oleh tutor-tutor yang lain. Cara memainkannya adalah dengan menekan tombol Plat It.

 

Ada dua pilihan yaitu player vs player atau team lawan team. Pilih saja misalnya player vs player. NOTE: Kahoot yang dishare tersebut berfungsi sebagai ADMIN yang mengatur jalannya quiz. Dengan kata lain untuk tutor/teacher, bukan untuk siswa yang akan mengikuti ujian/quiz.

Bertanding

Ketika dijalankan dengan menekan tombol Play It. Kahoot akan memberikan PIN secara random yang harus diisi oleh peserta quiz ketika menjalankan Kahoot (www.kahoot.it). Setelah memasukan PIN, maka player diminta mengisi identitas bebas. Peserta akan tampak di ADMIN.

Misalnya peserta bernama Yes dan No. Tunggu semua peserta daftar quiz. Jika sudah mulai tekan Start di sebelah kanan.

Di bagian ADMIN, soal akan tampak. Biasanya ditayangkan di LCD di depan kelas. Atau bisa juga dengan cara lain, misal ditulis di grup WA, Chat, dll. Soal berikutnya akan lanjut setelah ADMIN menekan tombol Next di sebelah kanan atas soal quiz.

ADMIN dapat memonitor jumlah peserta yang menjawab dengan benar dan salah. Jika peserta sudah siap dengan pertanyaan berikutnya, kembali ADMIN menekan tombol Next di pojok kanan atas. Jika sudah selesai, selain rangking terlihat, hasilnya bisa disimpan/download.

Untuk menyimpan di komputer kita, tekan Direct Download. File yang diunduh berformat Excel, berisi informasi jawaban peserta quiz.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam quiz dengan Kahoot antara lain dapat dirinci sebagai berikut:

  • Soal tidak tampak di peserta, hanya ADMIN. Biasanya di komputer yang ditayangkan di LCD kelas.
  • Soal dapat ditayangkan lewat cara lain, misalnya pesan di Whatsapp, Facebook, dan lain-lain. Oleh karena siswa butuh waktu untuk membaca dan membuka aplikasi pesan maka waktu disetel yang wajar, misalnya 2 atau 3 menit per soal mengingat default Kahoot adalah 20 detik. Bisa-bisa siswa belum baca soal waktu sudah habis.
  • Jika waktu habis, siswa yang belum menjawab dianggap salah menjawab soal yang bersangkutan.

Salah satu keunggulan quiz lewat aplikasi adalah rekap jawaban secara instan diperoleh dalam format Excel. Bahkan dapat diketahui dengan pasti jawaban siswa, seberapa cepat menjawab serta benar atau salahnya. Selamat Mencoba.

 

Instant Quiz dengan KAHOOT – Part 1

Ketika presentasi Revolusi Industri 4.0 di Munas APTIKOM 2018 Palembang, Prof. Eko Indrajit meluncurkan quiz dengan menggunakan aplikasi Kahoot. Dengan memasukan Game PIN seperti gambar di bawah maka akan ditampilkan empat pilihan jawaban, masing-masing dengan warna atau bentuk. Soal ditayangkan di layar LCD, biasanya di kelas. Siswa ketika menjawab tinggal menakan jawaban di handphone masing-masing setelah memasuki quiz via PIN tersebut. Bagaimana cara membuatnya? Postingan ini sekadar berbagi bagaimana membuat kuis instan ini.

Mendaftar/Signup Kahoot

Klik di sini untuk daftar (di bagian bawah kahoot). Untuk gratis, tekan saja Sign up for Free.

Ada empat pilihan, untuk guru, siswa, sosialita atau pekerjaan. Di sini saya ambil contoh sebagai teacher sesuai dengan profesi saya, dosen.

Berikutnya diminta cara sign up (ada tiga pilihan). Gunakan saja login with Google agar lebih cepat. Pilihan lainnya adalah Sign up with Microsoft, jika ingin.

Hanya butuh tiga isian dan satu checklist konfirmasi sebelum lanjut (joint Kahoot). Checklist terakhir ditekan jika ingin menerima informasi baru dari Kahoot.

Setelah itu schroll hingga ke bawah, pilih saja Basic Version for Teachers.

Selesai sudah daftar Kahoot. Pilih saja Personalize dengan beberapa isian baru agar sesuai dengan tema quiz. Atau jika tidak ingin, bisa pilih No Thanks.

Lanjut: Membuat Quiz

Latihan Mengetik Cepat Online

Salah satu faktor penting dalam penyelesaian proyek baik menulis, riset, hingga pembuatan program aplikasi adalah mengetik cepat. Dengan mengetik cepat maka proses pengerjaan dapat terselesaikan jauh di bawah waktu deadline.

Program Untuk Latihan

Dulu ada program untuk melatih mengetik namanya Typing Master. Namun saat ini lebih baik menggunakan yang berbasis web karena dapat terhubung dengan pengetik-pengetik lainnya dari seluruh dunia. Beberap pengguna menyarankan menggunakan 10fastfinger yang juga disertai game yang menarik karena berkompetisi dengan negara-negara lain.

Lumayan masuk 10 besar ketika uji coba langsung dengan kecepatan 89 wpm (kata/menit). Untuk kecepatan di atas 100 wpm berarti mengetiknya seperti berbicara mengalirnya kata. Sepertinya harus latihan lagi.

Mengetik 10 jari dan Buta

Dua teknik tersebut wajib dikuasai oleh rekan-rekan yang ingin mengetik cepat. Biasanya jika sudah 10 jari secara otomatis akan mengetik buta. Buta di sini artinya tidak melihat tuts keyboard yang ditekan. Teknik yang digunakan adalah:

  • Letakan jari pada rumahnya (asdf – jkl;) khusus untuk qwerty
  • Tekan huruf sesuai dengan wilayah jari (kelingking, manis, tengah, telunjuk dan jempol).

Namun ternyata ketika melihat juara satu-nya 141 wpm, keyboard yang digunakan adalah jenis maltron. Hmm .. bagaimana lagi, sudah terlanjur qwerty jika dipindah akan belajar dari nol lagi.

Jenis-Jenis Format Keyboard

Ternyata jenis-jenis keyboard beragam. Memang saya merasa qwerty sangat tidak reliable karena kebanyakan huruf yang diketik, misalnya a malah berada di jari yang terlemah yaitu kelingking kiri. Jenis-jenis keyboard yang tersedia antara lain (sumber: indoworx.com/jenis-jenis-keyboard/):

1. QWERTY

Ini adalah formasi keyboard pertama di dunia. Kelemahannya adalah beban tangan kiri lebih besar dari tangan kanan. Sangat tidak cocok dengan tangan Indoneisa yang lebih kuat di kanan (bukan kidal). Namun apa boleh buat, karena sudah terlanjur banyak yang makai terpaksa tetap dipertahankan, karena jika format baru akan belajar lagi.

2. DVORAK

Dibentuk pada tahun 1932. Kabarnya DVORAK lebih evisien 10 – 15% dibanding qwerty.

3. KLOCKENBERG

Merupakan kombinasi qwerty dengan dvorak. Bentuknya terpisah antara kiri dan kanan. Fungsinya untuk mengurangi beban pada otot tangan dan bahu. Namun memiliki masalah dalam hal tata ruang dan sangat tidak mobile.

3. MALTRON

Keyboard ini mengatasi masalah jari yang harus menyesuaikan dengan keyboard pada qwerty. Dengan bentuk ini, jari tidak terlalu menyesuaikan dengan keyboard. Repititive injury yang kerap dialami orang yang banyak mengetik dapat dihindari. Lihat gambar di bawah (sumber: assistiveit.co.uk)

 

4. PALANTYPE

Keyboard ini membagi konsonan dengan huruf hidup (bagian tengah). Konsonan di kiri dan kanan yang posisinya mirip awal dan akhir kata. Sayangnya hanya mensuport bahasa Inggris.

5. STENOTYPE

Cocok untuk wartawan dalam merekam/mencatat wawancara. Hasilnya masih berupa singkatan-singkatan sehingga harus diedit lagi jika ingin dipublish. Tapi dengan singkatan saja, si wartawan masih bisa membaca apa yang diketik ketika wawancara. Hmm .. di jaman yang sudah mudah merekam sepertinya tidak diperlukan.

6. ALPHABETIC    

Keyboard ini sederhana karena memformat keyboard secara alfabet. Mudah dalam memasang karena urutannya alfabet .. he he. Biasanya hanya untuk mainan anak-anak.

7. ALPHANUMERIC

Biasa digunakan oleh para kasir / teller bank. Sangat cocok untuk mengetik angka. Keyboard qwerty biasanya menyertakan keyboard alphanumeric yang terpisah di bagian kanan. Tapi untuk laptop sepertinya sudah tidak ada untuk menghemat space.

Demikian tulisan ringan mengenai seluk beluk mengetik. Selamat mengetik.