Fikiran .. Pedang Bermata Dua

Untuk Anda yang mengagung-agungkan fikiran, waspadalah karena fikiran sepertinya membantu Anda dalam keseharian tetapi bisa juga seperti pedang bermata dua yang melukai si pemilik. Hal ini terjadi karena yang seharusnya fikiran berfungsi sebagai alat tetapi beralih fungsi menjadi si majikan. Bagi tradisi kuno Hindu dan Budha fikiran sangat berbahaya karena bisa membuat seseorang hanyut dalam fikirannya. Fikiran yang tak terkendali, diibaratkan sebagai “monyet” yang bergerak loncat ke sana ke mari.

Kisah Imam Malik dan Imam Syafii

Tradisi Islam dahulu kala sering terjadi silang pendapat, karena fikiran. Imam Malik, sang guru, pernah berbeda pendapat dengan Imam Syafii, imam yang paling banyak pengikutnya di Indonesia. Imam Syafii tidak sependapat dengan Imam Malik yang mengatakan cukup dengan tawakal, rejeki akan tiba. Imam syafii berpendapat tidak mungkin tanpa usaha, rejeki akan tiba, seperti burung yang tidak keluar sarang mencari makan tidak akan memperoleh makanan. Begitulah sifat fikiran yang masih mengenal dualitas (atas bawah kiri kanan, suka duka, beanar salah, dan lain-lain). Perbedaan pendapat sejatinya tidak melepas/memutus ikatan pertemanan, apalagi murid dan guru, apalagi hanya dalam hal tetek bengek yang tidak penting, misalnya pileg, pilgub, pilpres, dan pil-pil lainnya.

Pulang dari berguru, Imam Syafii melihat orang-orang yang ramai memanen anggur. Terbesit ide untuk membantu memanen, dan benar dugaannya, selesai memanen Imam Syafii mendapat upah anggur yang banyak. Setelah memperoleh upah, beliau mendatangi lagi gurunya guna membuktikan kebenaran pendapatnya. Sang guru membenarkan pendapatnya, tetapi dengan santai ia mengambil anggur pemberian Imam Syafii, sambil mengatakan beberapa waktu yang lalu, dia kepingin sekali makan buah anggur, dan dengan doa dan tawakal, anggur yang banyak tiba di hadapannya. Mereka akhirnya tertawa.

Mindfulness/Kesadaran

Kesadaran yang berarti menyadari apa yang terjadi dalam fikiran dan perasaan merupakan inti dari meditasi, yang dalam istilah bahasa pali-nya, “sati”. Silahkan coba, tapi tidak berhenti sampai sati saja, melainkan mempelajari. Jika sudah terlatih sadar, seseorang akan memahami mengapa sebuah fikiran muncul, dari mana asalnya dan merembet ke mana. Akibatnya akan muncul kebijaksanaan dengan ciri khas, ego yang tidak mendominasi. Ego yang berada di fikiran akan membuat fikiran menjadi raja sementara diri kita budaknya. Akibatnya banyak orang-orang terpelajar yang di mata orang awam “error”. Konon, pembunuh salah satu khalifaturrasyiddin, Ali bin Abi Thalib, adalah Ibnu Muljam yang cerdas, berilmu, hafal Alquran dan Alhadits, yang sepertinya tidak mungkin terjadi pembunuhan itu jika ego dalam fikiran membuat seseorang menjadi budaknya.

Bahayanya Merasa Benar

Ketika lulus S1 dan menjadi dosen, saya menguji tugas akhir siswa tentang jaringan. Siswa mengatakan bahwa pewarnaan dalam kabel jaringan mempengaruhi nyambung atau putusnya koneksi, selain urutan kabelnya. Sementara saya ngotot, tidak, asalkan ujung ke ujungnya sesuai pin, urutan warna tidak pengaruh. Selang beberapa semester, saya bekerja sebagai staf IT pada bank nasional dan mengalami kondisi yang membuat saya merasa bersalah. Ceritanya sebuah vendor kabel disewa untuk memasang kabel jaringan di cabang dekat asam reges, Jakarta. Warnanya acak, walaupun ujung ke ujung (pin) tepat “lurus/straight“. Sempat jaringan berfungsi normal ketika menggunakan IBM pentium III, tetapi kebetulan ada pergantian PC ke HP Pentium IV, satu pun tidak ada PC baru yang berjalan jaringannya. Dimintalah saya datang ke sana, ternyata saya cek urutan kabelnya tidak standar (bukan: putih-orange, orang, putih-hijau, biru, putih-biru, hijau, putih-coklat, coklat). Akhirnya saya berfikir jangan-jangan siswa saya benar, urutan warna harus standar, akhirnya saya coba satu titik, ternyata benar. Dipanggilah vendor yang memasang kabel kemarin, mirip sidang tugas akhir saya dulu saling ngotot (walaupun untungnya, siswa tersebut saya luluskan). Vendor tersebut membuktikan dengan tester jaringan yang menunjukan “OK”. Akhirnya, saya putuskan menunjukan ke mereka pada satu titik koneksi dengan memasang ulang dengan warna standar, dan terbukti “OK” dengan PC yang baru. Karena takut kasus saya follow-up ke atas, mereka setuju memasang ulang seluruh kabel jaringan. Mudah-mudahan siswa yang saya uji hampir 17 tahun yang lalu itu membaca postingan ini, dan menerima permintaan maaf saya, minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir dan batin.

Realtime Protection Windows Defender Tidak Bisa Dihidupkan

Beberapa hari yang lalu ada simbol silang pada antivirus bawaan Windows 10: Windows Defender. Klik simbol panah atas di bagian bawah kanan Windows.

Jika dijalankan Windows Defender, dan masuk ke bagian Realtime Protection posisi Windows Defender tidak dapat dihidupkan (ON).

Cara menghidupkannya agak sedikit rumit, info dari beberapa situs internet hasil googling. Informasi dari situs ini menyarankan masuk ke registry editor dengan mengetik “regedit” di searching Windows 10. Arahkan ke posisi: HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Policies\Microsoft dan pilih Windows Defender.

Pada gambar di atas value “DisableAntiSpayware” bernilai satu (1). DIsarankan untuk menggantinya menjadi nol (0) atau hapus saja (delete) registri tersebut. Oke, kalau ragu, ganti saja menjadi nol dengan mendobel klik registry tersebut, ganti satu menjadi nol.

Tekan OK. Kembali ke Windows Defender, Anda akan diminta me-restart. Tekan saja tombol “restart” yang artinya menghidupkan kembali Windows Defender. Tunggu beberapa saat dan pastikan Windows Defender aktif kembali. Semoga bermanfaat.

Dear SISTER …

Sabtu ini masuk kerja dalam rangka pelatihan pengisian BKD online dan aplikasi SISTER. Sudah lama tidak ada acara di kampus pada hari sabtu. Untuk BKD online sepertinya tidak ada masalah karena sudah hampir satu semester ini menggunakannya dan fine-fine saja. Nah yang SISTER baru kali ini bisa dicoba, dan baru kali ini juga server sudah terpasang, dan repotnya baru hari itu juga instal ulang ke versi yang baru. Tapi salut juga dengan tim IT UNISMA yang bekerja cepat dan profesional.

Memang aplikasi-aplikasi buatan Ristekdikti memiliki nama-nama yang unik dan mudah dihafal, misalnya SINTA, ARJUNA, SIMLITABMAS, SISTER, yang sering diledek: “SINTA … RAMA-nya mana? Kok malah ARJUNA?” Btw, pinter juga tim Ristekdikti utak-atik singkatan. Oiya, untungnya Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi disingkat Kementerian “Ristekdikti”, bukan “Kemriting”. Nah, ini lagi .. SIM akademik kampus kami bernama SIMAK yang mirip kata Si Emak, he he.

Registrasi SISTER

SISTER diambil dari singkatan kata Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi yang isinya mengintegrasikan seluruh aspek yang ada pada seorang dosen. Dari profil homebase, pengajaran, BKD, kepangkatan, dan upload-upload data penting lainnya. Sistem kerjanya adalah tiap kampus besar harus menyediakan server dengan spesifikasi tertentu, menginstal aplikasi, serta ada admin yang mengelola. Karena sifatnya yang tidak online murni, admin bertugas mensinkronkan database di kampus dengan Dikti (pusat). Di sini dikatakan kampus besar karena jika kampus kecil maka bisa “nebeng” di LLDIKTI di wilayahnya. Langkah awal bagi seorang dosen agar bisa menjalankan aplikasi SISTER adalah membuka alamat sister kampusnya, misalnya untuk UNISMA adalah link berikut ini. Cara registrasinya mirip dengan registrasi SINTA yaitu mendaftarkan email untuk login. Jika sudah, maka diminta membuka email.

Setelah membuka email maka ada link untuk aktivasi yang jika diklik maka akan diarahkan lagi ke aktivasi SISTER. Pastikan akun sudah aktif agar bisa digunakan sebagaimana mestinya.

 

Manfaatnya lagi adalah cepatnya proses pengajuan kepangkatan (PAK) dosen karena bisa lewat jalur online yang tidak perlu berkas-berkas yang berat. Setelah aksi foto-foto dengan pemateri dari LLDIKTI, acara selesai, dan foto berikut kudapan favorit tiap diadakan pertemuan dari tim serdos. Sekian catatan harian ini, semoga bisa mengingatkan rekan-rekan dosen akan adanya aplikasi SISTER dari Ristekdikti.

Menjalankan MS Word di Ubuntu

Ada dua aplikasi terkenal yang mirip MS Word di Linux yaitu LibreOffice Writer dan satu lagi yang terkenal buatan Apache yaitu Open Office. Aplikasi yang digunakan untuk menjalankan MS Word di linux adalah PlayOnLinux. Aplikasi ini berupa mesin virtualisasi yang berupa wadah untuk proses instalasi MS Office di dalamnya. Silahkan lihat tatacara instalasinya di situs resmi ubuntu.

Tekan tombol Install pada PlayOnLinux dan pilih aplikasi yang berbasis Windows yang tersedia. Tentu saja siapkan juga software installernya. Sempat install MS Office 64 bit tetapi ternyata PlayOnLinux diperuntukan aplikasi berplatform 32bit. Akhirnya coba install Office 2010 32bit. Fasilitas-fasilitas unggul MS Word seperti Automatic Table of Contents, review, dan lain-lain dapat dijalankan di linux, sehingga mempermudah user yang sudah terbiasa dengan MS Word. Sayangnya ketika mencoba share to blog tidak berhasil teregister akun wordpressnya, entah mengapa. Ada baiknya menggunakan bawaan Linux seperti LibreOffice dan OpenOffice karena tentu saja lebih cepat, terutama jika sekedar mengetik. Selamat mencoba, siapa tahu berminat.

 

 

 

Migrasi ke PHP versi 7 itu Wajib

Semester ini teknik kompilasi, information retrieval, algoritma, pengolahan citra dan basis data menjadi santapan sehari-hari (karena mengajar). Teknik kompilasi membahas teknik-teknik parsing suatu bahasa pemrograman. Ada informasi bahwa PHP versi 5 ke bawah sangat rentan dan mudah dimanipulasi parsing-nya. Dan yang terpenting PHP 5 akan dihentikan dukungannya per 31 Desember 2018 nanti. PHP sendiri saya gunakan sebagai praktek dalam mata kuliah sistem basis data. Berikut edaran dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengenai hal tersebut.

Yuk, Install Versi 7.x

Silahkan unduh PHP versi terbaru di SINI. Pada postingan ini saya mencoba menggunakan versi terbaru itu. Coba pilih versi 7.3 yang terbaru ketika postingan ini ditulis.

Ukuran XAMPP untuk PHP 7.3 ini cukup kecil, hanya sekitar seratusan mega byte. Isi dari XAMPP dapat dilihat saat proses instalasi. Oiya, gunakan login Administrator agar instalasi optimal, karena ada pesan / warning ketika tidak menggunakan login itu.

Intal XAMPP ini satu paket dalam Bitnamiyang mensuport paket Drupal, Joomla, Moodle dan WordPress. Lanjutakan dengan menekan Next> hingga proses instalasi selesai.

Testing XAMPP yang Baru

Dimulai dengan pemilihan bahasa, control panel XAMPP muncul ketika aplikasi pertama kali dijalankan. Hidupkan server database dan PHP untuk memulai aplikasi (wah .. ada Tomcat .. jadi trauma waktu S2 dulu). Seperti biasa windows minta konfirmasi apakah kedua server itu dihidupkan, tekan saja OK.

Coba saya migrasi beberapa file terdahulu (php dan mysql) untuk testing. Misalnya input data barang.

Ternyata tampilan XAMPP jika dijalankan localhost langsung menuju dashboard yang menginformasikan tentang versi 7.3 dari PHP ini.

Tampak berhasil insert satu data baru. Silahkan migrasi ke PHP versi 7 agar tenang dan nyaman, khususnya bagi admin web (sementara mungkin, karena serangan terus terjadi mencari kelemahan-kelemahan yang mungkin ada). Semoga bermanfaat.

Ketika acara FGD (dua dari kanan)

Membuat Histogram

[komputer.1|manajemen|lab.sainstech|pert.9]

Histogram adalah grafik yang menunjukan hubungan data dengan frekuensi dalam inteval tertentu. Grafik ini penting untuk menunjukan sebaran nilai suatu data. Sehingga informasi dapat digali dari data tersebut. Misalkan kita memiliki data nilai sebagai berikut:

Berikutnya kita ingin melihat sebaran nilai tersebut dalam suatu interval:

Excel memiliki fasilitas “Data Analysis” yang dapat diakses di Menu Data (biasanya di sebelah kanan atas).

Excel akan mengeluarkan jendela Data Analysis. Pilih Histogram dilanjutkan dengan memilih range data.

Pilih range data nilai di atas serta bagian bin range data yang berisi data interval di atas.

Setelah ditek OK maka akan tampak Sheet baru yang menunjukan data tersebut.

Embed PDF di WordPress Via Google Docs

Tadinya bermaksud mengembed kode program di wordpress, tetapi ternyata berbayar alias upgrade ke paket bisnis yang 20-an dollar per bulan. Akhirnya coba dengan mengembed pdf saja ke wordpress yang gratis memanfaatkan Google Drive.

Menggunakan Google Drive

Google drive untuk praktisnya dibuka lewat Gmail dengan menekan simbol aplikasi lainnya dilanjutkan dengan menekan simbol Google Drive.

Cara paling mudah adalah mengupload PDF ke Google Drive seperti pada postingan yang lalu. Di sini kita coba dengan cara lain dengan memanfaatkan fasilitas Google Docs.

Google Docs

Tekan tombol “+” di Drive lalu new dan pilih Google Docs. Akan tampil seperti MS Word biasa dengan menu-menu untuk mengetik. Copas saja kode yang akan diinsert ke wordpress di situ.

Atur folder di Drive agar rapi dan mudah mencarinya. Sayangnya tidak ada fasilitas “save as” di Google Docs untuk mengkonversi menjadi file Pdf. Atau dengan fasilitas embed via word langsung seperti di Onedrive. Tapi ternyata dengan fasilitas PRINT ada pilihan Google Cloud Print menjadi PDF yang diletakan di drive, beres dah.

Lanjutkan dengan menekan tombol print untuk menghasilkan file pdf di Google Drive. Buka file tersebut dilanjutkan dengan meng-embedded seperti postingan terdahulu. Mungkin contoh embed-nya bisa dilihat di bawah ini.