Arsip Kategori: Perencanaan Produk

Latihan Pra UAS

Menggambar 3D Bentuk Sederhana. Misal kita akan menggambar bentuk berikut ini:

  1. Pilih “new” ISO A3.
  2. Masuk ke jendela “Model”
  3. Klik View – 3D view – SE Isometric
  4. Bentuk di atas adalah setengah lingkaran diextrude terlebih dahulu. Buat terlebih dahulu koordinat yang sesuai (rotasi terhadap x), klik Tools – New UCS – X
  5. Gambar arc hingga membentuk setengah lingkaran. Pilih view – Front. Pilih Center – Titik awal – Titik akhir.

  6. Gunakan perintah OFFSET , dengan mengklik Object – ketik jarak offset (misalnya 20) – klik arah offset-nya (keluar atau ke dalam). Dilanjutkan dengan menutup bagian bawah menggunakan garis.

  7. Berikutnya lakukan modifikasi dengan “Extrude”. Ketik extrude atau Klik Draw – Solid – Extrude. Tetapi sebelumnya garis2 itu dibuat menjadi satu lewat command “region” . Pilih bagian2 yang akan digabung. Jika sudah selesai lakukan extrude dengan ketebalan tertentu, misalnya 200.

  8. Berikutnya membuat lubang atas, pertama-tama ubah lagi posisi koordinatnya, putar balik sumbu-x, atau untuk kembali ke posisi mula2 klik pilihan “World”. Pilih bidang pandangan atas: Views – 3DViews – Top. Buat lingkaran di tengah-tengah dari garis vertikal.

  9. Untuk membuat lingkaran tepat di tengah-tengah, bisa kita gunakan garis bantu, dan saat memilih center lingkaran, pilih “Midpoint” pada SNAP. Kembali ke View – SE Isometic, buat extrude pada lingkaran setinggi mungkin. (Garis bantu mungkin bisa dihapus).

  10. Untuk membuat lubang dapat kita gunakan SUBTRACT (pengurangan), dengan bagian yang dikurangi adalah bangun pertama. Ketik SUBTRACT atau Klik Modify – Solid Editing – Subtract. Klik bangun Pertama, enter, klik bangun kedua, enter, maka dihasilkan bentuk di bawah ini.

  11. Lanjutkan.

     

     

     

Tugas Komputer II: AutoCAD

Berhubung kesulitan dalam memberi nilai di Ujian Akhir Semester (UAS) nanti, maka ujian akan dilaksanakan lebih awal yang akan dilaksanakan tiap minggu sampai pelaksanaan UAS. Tiap minggu beberapa orang siswa 1 – 8 orang melaksanakan ujian. Soal – soalnya dapat dilihat di bawah ini, dengan tiap siswa berbeda soalnya. Gunakan ukuran sendiri tetapi buat garis ukur lengkap. Pandangan yang digunakan pandangan Amerika. Termasuk juga gambar tiga dimensinya.

Gambar mana yang harus dibuat akan saya berikan secara acak, coba gambar beberapa bentuk agar mengetahui kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi nanti.

 

Merubah/Konversi Gambar 3D Menjadi 2D (Drafting) pada AutoCAD

 

 

Seperti CATIA dan SolidWork, AutoCAD juga sanggup merubah gambar 3D menjadi 2D walaupun sedikit lebih rumit (tidak otomatis). Tidak ada instruksi khusus yanglangsung mengkonversi 3D menjadi 2D melainkan melalui beberapa fungsi khusus.Misalnya gamba berikut ini:


Langkah yang dianjurkan adalah mengetik command tilemode yang dilanjutkan denganmemberi nilai nol. Berikutnya adalah menghapus dengan command erase dan all. Berikan satuan (command: unit) apakah mm atau inchi, serta ukuran kertas berikan, misalnya A4: 0,0 dan 210,297.

Untuk memberikan tampilan pada kertas lebih dari satu (depan, samping dan atas)gunakan comman mview dan Anda akan diminta mengisi:

  • Jumlah layer, misal 4
  • First corner, misal 10,10
  • Opposite corner, misal @277,190

Hingga dihasilkan gambar berikut.


Sebelumnya harus terlebih dahulu dilakukan manipulasi dengan command: mspace dengan mengambil top, front, right dan se isometric agar dihasilkan gambar seperti diatas. OK, Selamat mencoba.

Perkembangan Disain

Berbicara mengenai perencanaan produk tidak lepas dari kebutuhan dan keinginan pasar. Sesungguhnya kita tidak bisa secara tepat meramalkan keinginan pasar, tetapi pergerakan dari perubahan keinginan pasar dapat dilihat gejalanya. Walaupun secara teknis suatu produk sangat baik, tetapi jika tidak memiliki disain yang kurang diminati akan gagal di pasaran. Tentu saja jika gagal di pasaran, produk tersebut dikatakan gagal.


Sebagai studi kasus kita lihat motor honda yang di tahun 80-an sangat terkenal. Bahkan di tahun itu orang sudah menyebut naik motor dengan naik honda karena brand honda yang sudah merakyat. Coba bayangkan jika honda tidak melakukan riset pasar terhadap bentuk disainnya yang baru, tentu saja konsumen akan beralih ke merek baru karena takut dikatakan naik motor babeh.


Seiring dengan perkembangan teknologi dan kondisi jalan di Indonesia, perlu untuk merancang mesin dengan kapasitas besar. Akhirnya muncul motor-motor dengan cc besar seperti honda megapro dengan cc 145 dan 160. Honda mega pro di atas hasil modifikasi buntut yang lama yang banyak diprotes karena berbentuk seperti perahu.


Seiring dengan perkembangan jaman, perhatikan bentuk honda tiger 2000 yang mengikuti perkembangan jaman dari velg racing (walaupun ada yg suka model klasik velg jari-jari) dengan tutup tangki tambahan sebagai asesoris. Di awal tahun 2000 motor ini sempat merajai jalan.


Dan ternyata bentuk tedeng tambahan di tangki (lihat gambar di atas diambil dari dapurpacu.com .. gambar cewek cuma penyedap aja lho ..) ternyata banyak dipakai oleh motor-motor sport saat ini seperti yamaha, honda dan bajaj (pulsar). Dan lumayan, meningkatkan penjualan karena memiliki disain yang baik. Bagaimana disain yang akan datang, tentu saja kita harus mengikuti arah pasar.

Perancangan Produk Berbasis Komputer

Tak sadar waktu terus berlalu dan tahun ajaran baru mulai kita masuki. Seperti biasa semester ini tugas mengajar mata kuliah perancangan produk menjadi tanggung jawab saya. Saatnya evaluasi terhadap materi ajar tahun lalu yang agak kurang maksimal karena dasar menggambar komputer berbasis komputer yang kurang. Mudah-mudahan semester ini bisa diperbaiki, apalagi siswa sudah mengenal software CATIA yang cukup baik untuk merancang produk.

Masalah utama bagi siswa untuk mampu belajar disain adalah sulitnya menguasai perangkat lunak pendukung, terutama untuk fitur-fitur yang rumit. Dua tahun yg lalu sempat diperkenalkan AutoCAD hingga ke 3D ternyata sangat rumit. Dan akhirnya dialihkan ke CATIA yang agak mendingan walaupun sedikit lebih mudah, terbukti beberapa siswa menghasilkan gambar yang lumayan baik. Salah satu kelemahannya adalah CATIA tidak mampu menganalisa panas, sehingga membutuhkan tool tambahan misalnya CFD.

Seperti yang diucapkan oleh Prof Habibie bahwa dengan sebongkah besi, kita bisa membuat pacul seharga puluhan ribu, tetapi dengan otak kita, kita bisa membuat komponen berharga puluhan juta. Tentu saja didukung oleh kemampuan menggambar dan berimajinasi yang baik. Jika pada semester lalu (Mata kuliah SIMBAD CAD) kita masih dalam tarap “mencontek” gambar, dalam mata kuliah ini diharapkan mahasiswa mampu menemukan disain baru.

Semester baru, tentu saja ada hal-hal baru yang akan saya berikan. Karena kebanyakan produk-produk yang tersedia di pasaran berupa disain-disain yang menarik minat konsumen, tentu saja penggunakan software yg fleksibel dan mudah untuk disain mutlak diperlukan. Mungkin ada yang sudah mengenal 3Ds Max dari vendor Autodesk? Tampilannya adalah seperti gambar di bawah ini (versi 2011).


Dengan software ini diharapkan mahasiswa mampu merancang bentuk yang rumit dengan mudah, mengenai gambar tekniknya (drafting) kita tinggal mengkonversi gambar rumit kita ke format AutoCAD, oleh karena itu mau tidak mau harus mengulang kembali mata kuliah AutoCAD.

Aplikasi CATIA untuk “Tukang”

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat informasi akan dibuatnya meja untuk mahasiswa yang suka “lesehan” sambil internetan / “nasi kucingan”. Karena kurang sedap dipandang mata maka akan dibuat sebuah meja dan bangku satu paket (integrated). Munculah masalah karena tukang meminta gambar rancangan .. (busyet, tukang aja butuh disain). Akhirnya, karena saya bisanya CATIA terpaksa saya gambar (kira2 5 menit) dengan assembly design. Padahal .. CATIA dirancang pertama kali untuk membuat pesawat MIRAGE.

Untuk ukuran dengan mudah kita konversi dari assembly design menjadi drafting. Software2 gambar sekarang sudah memiliki fasilitas mengkonversi 3D ke 2D atau sebaliknya. Dan Alhamdulillah, walau ada sedikit perubahan dari rancangan, tidak beberapa lama, Meja-Bangku tersebut selesai dibuat dan sudah dirasakan manfaatnya.

Tapi ada sedikit kritik dari dosen pengelasan UNISMA, pak Wahyu .. ayo tebak, dimana letaknya??

Mensimulasikan Disain Perakitan (Assembly Design)

Saat kita merancang gambar dalam bentuk draft dua dimensi, mungkin bagi para insinyur tidak ada masalah dalam hal pemahaman terhadap gambar tersebut. Tetapi bagi orang yang bukan berkecimpung di dunia teknik tentu mengalami sedikit masalah dalam pemahaman terhadap gambar. Oleh karena itu kita perlu membuatkan gambar tiga dimensinya. Berikut contoh tata cara pembuatan assembly design dengan software CATIA yang telah dipelajari pada mata kuliah Sistem dan Basis Data CAD yang lalu.

Gambar teknik kebanyakan berupa mesin dengan sistem yang bekerja dengan mekanisme tertentu. Walaupun bentuk sudah jelas, terkadang orang awam agak kesulitan untuk melihat bagaimana cara kerja sistem tersebut. Oleh karena itu dalam CATIA disediakan fasilitas Simulasi. Fasilitas ini memberikan gambaran bagaimana peralatan yang digambar bergerak. Sebelum masuk ke teknik simulasi, video berikut ini mengajarkan cara membuat konstrain pada assembly design.

Jika konstrain telah diberikan, maka assembly design telah siap kita buat simulasinya dengan Digitam Mockup (DMU). Hasilnya berupa file video (mpg, avi, dsb). Berikut video tutorial untuk assembly yang sama.

Sorry .. ada sedikit salah kata dan pronounciatioannya ..

 

Tugas Sistem dan Basis Data CAD

Di industri, kita melihat mesin-mesin dengan komponen yang berjumlah puluhan bahkan ratusan hingga ribuan. Dengan gambar mesin 3D kita dapat mengorganisir komponen pembentuk mesin itu menjadi satu gambar mesin utuh dengan sistem basis datanya sendiri, yang berbeda dengan basis data pada umumnya. Sebagai bahan latihan, kami berikan tugas menggambar suatu benda yang memiliki minimal tiga komponen (part). Berikut ini contoh benda untuk latihan.

Buka CATIA, kemudian masuk ke Start > Mechanical Design > Assembly Design. Beri nama produk yang akan anda buat, misalnya Ember. Di sini akan diberikan contoh bahwa ember terdiri dari tiga komponen yaitu wadah, tutup, dan gagang. Untuk memberi nama, klik kanan pada product1 > Properties dan ganti Product1 pada isian Part Number menjadi Ember.


Setelahdiklik ‘OK’, kita mulai membuat gambar benda dengan terlebih dahulu menambah komponen-komponennya. Menambahkan Part dapat dilakukan dengan mengklik kanan pada Ember > Component > New Part. Tambahkan tiga Part dan ganti nama-namanya sesuai dengan keinginan anda, misalnya Part1, Part2 dan Part3 berturut-turut wadah, gagang dan tutup. Berikutnya kita siap menggambar part-part tersebut. Perhatikan, kita akan memperoleh tiga buah folder yang terletak di kiri atas bidang gambar kita. Tiap akan menambah satu Part, anda akan ditanya letak koordinat, klik “yes” jika posisi koordinat sama dengan part lainnya.


Perhatikan jangan sampai kita salah menggambar Part di lokasi Part lainnya. Misal kita akan menggambar pertama kali wadahnya, maka dobel klik wadah hingga toolbar di sebelah kanan (toolbar gambar) muncul menggantikan toolbar Assembly. Tanpa muncul toolbar gambar, kita tidak dapat menggambar wadah tersebut. Dobel klik kembali wadah jika belum muncul juga. Perhatikan, jika berhasil, kita dapat melihat bidang xy, xz dan yz di bawah wadah.


Coba gambar bentuk di atas, minimal saat kuliah bawa foto benda yang akan Anda gambar, nanti akan saya pandu membentuknya, karena sulit kalo dijelaskan hanya dengan tulisan. Bentuk di atas saya buat separuhnya, karena bentuk yang simetris, jika sudah selesai tinggal di “Mirror” saja atau sudut putar dirubah 360 deg. Yang perlu diingat, gambar diatas harus dalam tiga komponen terpisah, karena banyak UTS kemarin yang menggambar satu benda tapi tidak terpisah.


Coba praktekan sendiri, jika ada masalah bisa didiskusikan bersama-sama di lab. Minggu depan kita mulai memakai Lab CAD/CAM ya (Workshop T. MESIN UNISMA).


Rahmadya Trias Handayanto


 

Coincidence Untuk Poros dan Lubang

Berhubung hanya sebagian kecil yang bisa merakit (assembly) dua Part pada UTS kemarin, ada baiknya mencoba kembali merakit dua buah komponen dengan tool “Coincidence” yang tersedia di CATIA. Coba buka CATIA, masuk ke menu Mechanical Design – Assembly Design.


Buat dua buah komponen (Part) dengan cara klik kanan Product1 – Components – New Part. Beri nama masing-masing poros dan lubang. NOTE: dobel klik pada poros untuk menggambar poros seperti gambar di atas. Lanjutkan untuk menggambar Lubangnya. Jika sudah selesai, masuk ke mode assembly lagi untuk memasukan lubang ke poros secara otomatis (eh .. kebalik ya).


Jika kita ingin memasukan poros ke lubang, pilih dulu porosnya (ingat poros, bukan ujungnya doang, arahkan mouse sampai muncul garis sumbu), klik Insert – Coincidence. Klik “Close” saat Assistance muncul. Berikutnya arahkan mouse ke lubang (hingga tampak garis sumbu juga). Maka akan muncul dua titik dengan satu garis yang menandakan bahwa dua part tersebut siap dihubungkan. Klik di sembarang tempat agar garis yang menghubungkan dua titik itu hilang. Klik kanan pada salah satu titik, pilih Coincidence.1 Object – Update. Maka Anda berhasil memasukan lubang ke poros secara akurat.


Selamat mencoba, minggu depan kita masuk ke mekanisme ya .. Coba sendiri menggunakan kompas untuk menggerakkan poros keluar masuk lubang.


Rahmadya Trias Handayanto

Sistem dan Basis Data CAD: Latihan Assembly Design

Hari/Tgl/MK/Ruang: Senin/25-04-2011/SIMBAD CAD/Lab Disain.

Berhubung minggu depan sudah Ujian Tengah Semester, mahasiswa diharapkan sudah sanggup membuat gambar dasar dalam bentuk Assembly. Berlatihlah membuat tiga part dalam satu assembly. Berikut ini contoh tiga buah part antara lain kotak, tabung dan sebuah lembaran. Ukur waktu pengerjaannya, jangan sampai waktu habis saat UTS nanti. Klik Start – Assembly Design. Klik kanan pada “Product” – Component – New Part. Lakukan untuk part-part lainnya. Klik “Yes” jika ada pertanyaan apakah koordinat part baru sama dengan part sebelumnya?


Beri nama part Anda dengan mengklik kanan part tersebut – Properties, beri nama pada isian “Part Number”. Sebagai contoh saya akan membuat tabung, maka dobel klik part “Tabung” agar menu Sketcher muncul. Gambar tabung sesuai dengan rencana dilanjutkan dengan menggambar kotak dan lembaran sehingga dihasilkan gambar seperti berikut ini misalnya.


Walaupun terlihat satu bentuk, gambar di atas terdiri dari tiga komponen (part) yang masing-masing saya beri warna berbeda.

Selamat Mencoba !!!


Rahmadya Trias Handayanto

 


 

Toolbox Ribbon pada CATIA

Hari/Tgl/MK/Ruang: Selasa/12-04-2011/Sistem & Basis Data CAD/Lab. Disain

Setelah pada pertemuan yang lalu kita mempelajari toolbox shaft yang fungsinya memutar suatu objek, pada pertemuan kali ini kita memanfaatkan toolbox Ribbon yang fungsinya membentuk pola 3D menurut arah suatu axis.

Seperti biasa, klik Start – Mechanical Design – Part Design. Pilih sumbu yz, dan masuk ke Sketch. Gambar bentuk sederhana, misalnya segi empat. Jika sudah keluar dengan mengklik . Dengan cara yang sama buat suatu pola axis dengan cara mengklik sumbu zx dan masuk ke menu sketch, gunakan .


Akhirnya kita masuk ke menu ribbon dengan mengklik icon pilih objek beserta aksisnya untuk membentuk bangun 3D dengan penampang segi empat.


Coba sendiri bentuk-bentuk rumit lainnya.


Rahmadya Trias Handayanto

Simbad CAD: Penggunaan Toolbar Shaft

Hari/Tgl/MK/Ruang: Senin/04-04-11/Simbad CAD/Lab. Disain

Melanjutkan materi yang lalu (Drafting) kita mulai masuk ke pembuatan objek memutar. Banyak komponen-komponen mesin yang dibuat dengan cara memutar misalnya poros, velg, mur dan sebagainya. Objek memutar dikerjakan dengan teknik pembubutan dengan cara mengikisnya sambil diputar. Buka CATIA, boleh menggunakan Assembly Design, atau langsung ke Part Design terlebih dahulu tidak apa-apa. Start – Mechanical Design – Part Design/Assembly Design.

Pilih koordinat yang akan Anda gambar, misalnya yz. Klik yz dilanjutkan dengan mengkli “Sketch” pada toolbar, maka Anda siap menggambar Objek. Di sini kita akan mencoba menggambar objek dengan memutarnya berdasarkan sumbu putar tertentu. Buat objek sebagai berikut:


Jika sudah selesai keluar dengan mengklik toolbar “exit workbench”. Lakukan dengan langkah yang sama untuk membuat sumbu putarnya. Ingat jangan membuat sumbu dengan Sketch yang sama krn akan memunculkan pesan error. Jika sudah maka pastikan pada PartBody ada dua Sketch, satu objek, satunya lagi sumbu putar.

Berikutnya Anda diminta memutar objek dengan mengklik toolbar Shaft. Pilih Objek dilanjutkan dengan sumbu putarnya. Jika ingin melihat hasil sementara, klik “Preview” jika sudah yakin, Klik OK.


Tambahkan jari-jari sesuai selera, Selamat Mencoba ..


Rahmadya Trias


 

Pertemuan VI: Metode Mengevaluasi Disain Untuk Perakitan

Beberapa metode telah diusulkan oleh para ahli perakitan yang tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi dari sudut pandang perakitan. Metode-metode tersebut antara lain: Hitachi assembly evaluation method, Lucas DFA method, Fujitsu production evaluation system, Boothryod Dewhurst DFA method, AT&T DFA Method, Sony DFA Method dan SAPPHIRE.

1. Hitachy Assemblability Evaluation

Method Metode ini bermaksud menemukan cacat atau kesalahan sedini mungkin. Metode ini memperhatikan baik aspek ekonomis dan aspek kualitas suatu produk. Gambar berikut ini adalah flow diagram Hitachi evaluation method.

2. Lucas DFA Evaluation Method

Metode ini dikemukakan oleh perusahaan Lucas Corporation di Inggris pada tahun 80-an. Metode ini membagi menjadi 3 bagian terpisah dan berurutan (perhatikan gambar di bawah ini).

Functional Analysis membagi fungsi produk menjadi dua yaitu esensial dan nonesensial. Diperoleh persamaan design efficiency (DE):

DE = A/(A+B) x 100

Dengan A fungsi esensial dan B non esensial. Target yang dicapai adalah efisiensi 60 persen. Berikut ini adalah contoh hasil perhitungan untuk part:

3. The Boothroyd – Dewhurst DFA Evaluation Method

Metode ini berdasarkan dua prinsip: Menerapkan kriteria yang menentukan apakah suatu part harus terpisah dari yang lain dan perkiran mengenai biaya perakitan dan handling tiap part untuk proses yang sesuai.