Saatnya Berpisah

Salah satu konsep meditasi adalah ketidak kekalan. Segala sesuatu pasti ada akhirnya. Begitu juga dengan jabatan, pekerjaan, dan lain-lain di dunia ini. Ini yang terjadi hari ini, di cuaca mendung dengan hujan lebat di kota Bekasi. Melepas jabatan dan pindah kerja, sepertinya sudah biasa, berganti rekan-rekan baru dan suasana baru.

Pindah tanpa konflik merupakan anugerah tersendiri. Mungkin sudah takdir, selalu saja yang terjadi datang begitu saja. Dari dulu memang tidak ada pilihan, selalu saja mengalir. Ketika di awal bekerja tidak pernah ada pikiran pindah kerja untuk mencari yang lebih baik. Entah karena terpaksa pindah akibat menikah dengan rekan satu kantor, pindah karena beban kerja yang membuat sakit tipes dan beralih jadi dosen walau dengan konsekuensi turun separuh gajinya.

Dulu di awal tahun 2000an, tepatnya di tahun 2002 selepas kuliah. semua perusahaan yang saya lamar menolak. Hanya ada satu kampus, itu pun pegawai honorer, dengan 2 kelas mengajar. Setelah itu pindah menjadi pegawai outsourcing di perbankan swasta nasional dengan gaji dipotong separuh dari uang yang dibayarkan Bank itu ke perusahaan outsourcing. Hingga akhirnya berlabuh di kampus tua di Bekasi. Nyaris hampir 10 tahun tidak ada pekerjaan tetap, hingga akhirnya satu kampus menghargai dan menerima sebagai karyawan tetap, dengan status dosen tetap yayasan.

Waktu berjalan, karena beberapa kampus telah saya masuki, ternyata istilah kita adalah rata-rata teman ada benarnya juga. Beberapa rekan yang mengambil studi lanjut, yang mengurus pangkat, dan lain-lain bisa memengaruhi kita. Tidak ada salahnya bergaul dengan orang yang levelnya di bawah kita, tapi ada baiknya juga yang di atas. Maksudnya di atas dan di bawah ini adalah level pengalaman, tidak harus lebih jago atau mahir. Pengalaman tidak bisa dipelajari, sehingga harus kita lalui. Mentor mau tidak mau kita perlukan, baik yang langsung mengajari, maupun yang jadi alat belajar kita, misalnya pembimbing utama, atasan, dan sejenisnya.

Kesetiaan merupakan nilai penting. Ada pepatah, ‘banyak pemimpin hebat, tapi pemimpin besar adalah yang setia’. Tadinya saya ingin terus bertahan dan pensiun di kampus itu, tapi ternyata kondisi zaman memaksa manajemen mengalihkelolakan kampus legen itu ke yayasan lain. Di situlah persimpangan jalan terjadi. Setelah beberapa tahun tidak jelas jadi atau tidak alih kelola, dan bahkan keinginan saya pensiun itu sedikit terkabul dengan dua kali dapat pesangon (uang kerahiman), terpaksa saya lepas karena terlanjur janji dengan rekan di kampus lain untuk membangun bersama institusinya. Karena lisan saya ‘bermaterai’, terpaksa ketika ada program ‘melamar kembali’ untuk tetap bergabung dengan kampus yang dialihkelola, terpaksa tidak ikut melamar dan hasilnya, hari ini berpisah.

Banyak PR yang belum selesai seperti beberapa mahasiswa tersisa yang harus diluluskan karena akan tutup dan D3 saat ini hampir tidak ada peminat, khususnya kampus swasta, hingga akreditasi prodi informatika yang baru setahun setengah berjalan. Namun karena keyakinan saya institusi yang mengambil alih adalah institusi yang ‘tidak main-main’, institusi besar dengan dana yang kuat, pasti akan mampu meningkatkan performa prodi yang telah sama-sama dibuka dengan susah payah.

Perjanjian dengan waktu tertentu (PKWT) memang menjadi momok bagi pekerja (omnibus law), sehingga sama sekali tidak ada uang kompensasi karena resign atas kemauan sendiri. Tidak apa, memang dari dulu ketika pindah pun, tidak ada sama sekali pergantian. Semoga kondisi negara kita bisa normal kembali, perekonomian berjalan lancar, masyarakat bisa menempuh pendidikan tinggi, lulus dan bisa bekerja dengan mudah. Sekali lagi mungkin pembaca punya pandangan yang berbeda, tapi yang saya alami adalah sebagian besar yang terjadi di saya adalah tanpa pilihan, untungnya selama ini tepat, dan semoga kali ini pun tepat, yang penting tidak ada yang disakiti dan berdosa dengan orang lain. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat.

The Importance of Networking Education in Modern Computer Science

Computer science today is largely dominated by artificial intelligence, software development, and related fields. However, many other areas are equally important and in high demand, one of which is computer networking.

Networking is a field that is typically taught at vocational high schools (SMK). Nevertheless, it is also essential for computer science students, especially those whose previous educational background was not vocational.

Currently, network simulators are extremely useful for learning networking. Although they cannot fully replace hands-on practice, they significantly facilitate learning, particularly for postgraduate students who wish to quickly acquire cybersecurity skills. It is impossible to study cybersecurity without a solid foundation in networking.

Cisco is a major global company that has long focused on networking, particularly on routers. Routers are fundamental components of computer networks, enabling communication and data transfer between one network and another, especially across the internet.

The following video demonstrates how to configure RIP routing using Cisco Packet Tracer, a free network simulation application developed by Cisco.

For installation instructions, please refer to the following video, especially for macOS users.

Halusinasi AI yang Berbahaya

Artikel berita ini [Url] menunjukan bahwa sebagai seorang dosen dan peneliti perlu mewaspadai diri ketika menjadi anggota penulis (co-author). Kalau untuk rekan biasanya kita sudah percaya dan mudah memverifikasinya, namun yang perlu diperhatikan adalah mahasiswa bimbingan.

Salah satu hal detil yang terkadang terlewati adalah artikel referensi yang jadi rujukan. Kasus diatas menunjukan hal sepele, bisa berakibat fatal. Ternyata referensi yang ditunjukan AI adalah fiktif atau istilahnya halusinasi (hallucination), karakteristik generatif dari Large Language Models (LLMs). Sebenarnya mudah, tinggal searching saja referensinya di google lalu kalau asli dan bukan fiktif, biasanya akan muncul dan bisa kita lihat DOI dan reputasi jurnalnya. Namun karena beban yang besar (jika jumlah mahasiswa banyak), terkadang si dosen tidak sempat mengeceknya.

Terkadang penulisan jurnal memiliki penulis yang banyak, apalagi jurnal internasional. Masa sih, tidak ada satu pun co-author yang mengecek referensinya, apakah dibuat dengan AI atau tidak. Memang, dengan menarik artikel dari jurnal sudah beres, tetapi untuk kampus bereputasi (kasus di atas tingkat 11 dunia) memaksa dosen yang sekaligus dekan di satu departemen harus mengundurkan diri. Ibarat motor balap, AI (chatgpt, gemini, meta, dll) jika dikendarai oleh orang yang naik sepeda aja susah, bisa berakibat fatal.

Praktik Statistik dengan SPSS

IBM SPSS masih andalan bagi peneliti bidang apapun, baik teknik maupun sosial karena tiap penelitian kuantitatif pasti membutuhkan pengolahan data statistik baik deskriptif maupun inferensial. Penerapannya pun sangat dibutuhkan oleh orang-orang non komputer yang telah menyebar kuesioner risetnya. Walaupun Excel bisa, SPSS lebih powerful khususnya yang menggambarkan keterkaitan antar data, validasi data, hingga analisa faktor.

Saat ini bidang sains data (data science) menjadi primadona dan bahkan jadi rebutan antara orang komputer dengan statistik. Jika di suatu kampus ada mata kuliah wajib tentang sains data pasti pengajar antara orang komputer dan non-komputer akan rebutan. Bahkan di nomenklatur DIKTI pun sains data tidak milik komputer maupun MIPA. Bidang ini ada di multidisiplin (bukan ilmu formal). Nah, bagi orang non-komputer, penggunaan SPSS untuk mata kuliah sains data masih menjadi andalan.

Berikut ini video dasar-dasar SPSS yang saya ajarkan untuk mahasiswa agribisnis, fakultas pertanian. Studi kasusnya sederhana hanya mengetahui signifikansi pretest dan postest suatu data mahasiswa selama workshop atau pelatihan.

MySQL Online Free dengan Railway.Com

Kondisi keuangan global saat ini berpengaruh terhadap segala lini kehidupan. Mulai dari pemenuhan kebutuhan pokok, hingga kebutuhan tertier, seperti pendidikan. Banyak teknologi-teknologi yang bermunculan, tapi sebagian besar konsumtif dimana kita dipaksa mengeluarkan biaya. Salah satunya adalah pengadaan sarana laboratorium di kampus.

Beberapa aplikasi menawarkan gratis, namun makin lama makin sedikit. Kalaupun ada biasanya hanya gratis selama beberapa waktu, misalnya satu bulan (30 hari). Sebagian besar memaksa kita berlangganan. Salah satunya adalah aplikasi untuk web online, 000webhost.com yang dulu free, kini sudah berbayar. Aplikasi yang sering kita dengar itu (hostinger) memang sejatinya jualan domain dan web instan.

Terpaksa pengajar di kampus yang tidak memiliki sarana untuk latihan publish web, terpaksa memutar otak mencari aplikasi gratis lainnya. Salah satu yang bisa dipakai adalah infinityfree.net, yang berisi paket lengkap Php dan Mysql.

Namun ada kendala, yakni ketika di lab siswa menggunakan network yang sama, akun akan disuspen oleh aplikasi tersebut karena dianggap malware atau serangan siber. Alhasil, siswa tidak bisa memraktekan publish. Kecuali kalau dikerjakan di rumah, dengan internet masing-masing.

Akhirnya ada satu situs yang menyediakan sarana untuk publish online, tetapi hanya gratis selama 30 hari, yakni https://railway.app. Tidak masalah, yang penting siswa bisa menggunakan lab dengan network kampus. Minimal lab memiliki PHP + MySQL sendiri dan jika ingin praktik publish bisa menggunakan sarana lain seperti railway walau dibatasi 30 hari. Sayangnya hanya menyediakan database, antara lain: PostgreSQL, MongoDB, Redis, dan MySQL. Berikut contoh praktik akses online MySQL dengan PHP lokal.

Install MySQL di Mac Silicon

Belajar pemrograman web di Mac terkadang perlu instal sofware pendukung, salah satunya adalah MySQL untuk basis data. Salah satu andalan saya adalah ‘brew’ yang merupakan fungsi bawaan untuk instal-instal aplikasi di Mac.

Setelah memasukkan instruksi

brew install mysql

Tunggu hingga selesai proses instlasi. Cek dengan instruksi

mysql –version

Pastikan muncul, versinya, misalnya: mysql  Ver 9.5.0 for macos26.1 on arm64 (Homebrew). Selanjutnya jika ingin install phpmyadmin (versi mudah untuk merancang basis data).

brew install phpmyadmin

Namun saat ini beberapa departemen mengharuskan basis data dengan non-MySQL, misalnya PosgreSQL. Namun, untuk latihan, misalnya pengajaran basis data di kampus/sekolah, MySQL sudah cukup, karena mudah (misal XAMPP) dengan GUI seperti Pypmyadmin.

php -S localhost:8080 -t /opt/homebrew/share/phpmyadmin

Kode di atas menjalankan tanpa Apache. Perhatikan letak dari aplikasi phpmyadmin di /opt/homebrew/share/phpmyadmin

Kita perlu memasukan password terlebih dahulu karena phpmyadmin menolak jika masuk tanpa kata sandi/password. Gunakan instruksi ini untuk buat password:

mysql -u root

Lalu ganti password dengan password baru, brew melarang tanpa password untuk user root.

mysqladmin -u root password ‘password’

Maka kita baru bisa masuk dengan password baru tersebut (dengan password: password).

Untuk menghentikan MySqL gunakan kode ini

brew services stop mysql

Tapi untuk mengakhiri phpmyadmin, cukup ctrl-c saja di terminal yang phpmyadmin dihidupkan di awal.

Ilmu-Ilmu Dasar yang Tetap Dibutuhkan

Salah satu pembeda orang yang belajar sekarang dengan jaman dulu adalah adanya Artificial Intelligence (AI). Jika jaman dulu mencari informasi itu sulit, mahal, dan perlu usaha keras, saat ini sangat mudah dan terbiasa di mana-mana (di internet). Ada informasi beberapa jurusan ter-disrupsi, misalnya programmer yang tergantikan dengan AI. Namun, mbah-nya AI mengatakan, tetap saja jurusan ilmu komputer dicari (Link).

Nah, yang membuat jurusan ilmu komputer tetap penting adalah justru ilmu-ilmu lain yang dipelajari, seperti matematika, statistika, dan sejenisnya. Walau dalam waktu beberapa bulan suatu ilmu segera usang, tetap saja skill ‘belajar’ yang diperoleh, misalnya dari belajar pemrograman, tetap melekat di sisi siswa. Seperti orang yang belajar bahasa asing, misalnya bahasa Jepang, sebenarnya ketika belajar, ada aspek-aspek tertentu yang membentuk siswa itu memiliki kemampuan mempelajari sesuatu, yang makin lama makin cepat dan mahir mempelajari hal baru.

Anda mungkin pernah membaca buku. Terkadang orang yang pesimis mengatakan bahwa tidak ada manfaatnya membaca buku, toh tidak pasti digunakan. Bahkan terkadang terlupakan dalam beberapa bulan ke depan. Namun, ketika seseorang membaca (atau mempelajari hal baru), sebenarnya manfaatnya pada terbukanya fikiran (insight) hasil dari bacaan tersebut. Bahkan ke depan seorang guru yang ‘menginspirasi’ jauh lebih penting dari apa yang diajarkan. Bagaimana siswa melihat si guru mencari letak kesalahan kode program, menyelesaikan masalah, atau pengalamannya dalam menuntut ilmu di negara asing, bisa menambah wawasan siswa. Kedekatan terkadang bisa membedakan antara offline dengan online.

Ilmu terus berkembang, dimana saat ini mungkin benar dan tepat, belum tentu di masa yang akan datang pasti tepat. Terkadang kasus-kasus tertentu tidak bisa diselesaikan dengan buku teks, sehingga muncul jurnal-jurnal yang menjabarkan hal-hal baru yang bisa mematahkan teori lama. Beberapa bidang memanfaatkan riset yang diolah kemudian dengan statistik. Kebetulan saya mengajar siswa agribisnis, fakultas pertanian UNISMA Bekasi, yang kali ini mulai masuk ke statistika terapan, dengan software SPSS. Sebelumnya video berikut masuk dulu ke Excel, guna menjebatani sebelum masuk ke software tersebut.

Utak-Atik Server Linux Ubuntu

Terkadang kita dengan mudah membuat aplikasi Artificial Intelligence (AI), misalnya Chatbot. Nah, selain rancangan harus sesuai dengan keinginan user, masalah lain muncul ketika harus bekerja dengan tim lain yang terkadang menggunakan bahasa dan framework yang berbeda.

Biasanya aplikasi yang dibuat tidak sama dengan AI yang dirancang, misalnya AI dengan Python sementara aplikasi induknya dengan Node JS, Laravel, maupun Java. Ini yang membutuhkan kerja sama yang pas antara Web Developer dengan AI designer. Jika sudah pun terkadang ketika diinstal di server production, perlu dites kembali, mengingat library yang menyertai AI harus seluruhnya sesuai. Jika sudah, pihak Web Developer harus bisa menghubungkan port AI dengan web yang dirancang.

Web developer perlu sedikit dijelaskan prinsip dasar menjalankan Python yang terintegrasi dengan PHP, javascript, dan modul-modul HTML yang menyertai. Juga saat menu Restart AI dan cek AI, yang harus diberikan bagi Admin guna memastikan engine AI berjalan dengan baik. Video berikut mengilustrasikan bagaimana ribetnya bekerja Remote ke server tujuan, khususnya Linux.

Vosviewer Untuk LSR

Peneliti dalam melakukan publikasi terkadang melibatkan peneliti-peneliti lain. Terkadang bidang ilmu yang berbeda. Untuk mengetahui informasi terkait bagaimana terlibatnya antara satu peneliti dengan peneliti lain, beberapa tools tersedia salah satunya adalah Vosviewer. Aplikasi berbasis Java ini memanfaatkan diagran network.

Selain itu suatu term atau kata kunci tertentu, yang merupakan topik penelitian, dapat dirunut pihak-pihak yang terlibat, bahkan dalam bentuk klasterisasi dalam bentuk diagram network yang cantik. Tentu saja untuk lebih detil, perlu mencari kelemahan dan kelebihan jurnal-jurnal yang jadi rujukan.

Video berikut menggambarkan bagaimana menginstal Vosviewer di Mac. Yang perlu jadi perhatian adalah Mac OS terkadang tidak bisa menjalankan Aplikasi ini. Untungnya ada versi yang dijalankan lewat Java Runtime Environmen (JRE), suatu aplikasi *.Jar.

Salah satu keunggulan dari Vosviewer adalah kemampuan memetakan siapa saja Author yang menjadi pioneer suat tema penelitian. Tentu saja diperlukan data CSV yang diperoleh dari Scopus, misalnya.

Sekian, semoga informasi singkat ini bermanfaat.

Investasi

Terkadang kita harus memperhitungkan semua aspek, tidak hanya untung rugi, menang kalah, dan lain-lain. Misanya anak yang sekolah. Kalau orang tua hanya melihat dari sisi untung rugi, dia akan cenderung mencari yang gratis, kalau perlu tidak sekolah, langsung saja ikut orang tua berdagang, mencari ikan, berladang, dan lain-lain.

Nah, orang tua yang melihat pendidikan sebagai investasi akan berfikir lain. Kalau harus bayar, walau mahal, tetapi memiliki manfaat ke depan yang lebih besar, orang tua jenis ini akan suka rela menggelontorkan dana yang besar. Kalau si anak juga memahami, maka klop, orang tua dan anak memahami investasi. Bahkan, selain pendidikan formal, pendidikan non formal pun dijalani.

Ada juga hal lain yang perlu diperhatikan, yakni masa depan yang tidak jelas, khususnya di negara kita. Selain pendidikan, banyak investasi yang bisa ditempuh, seperti network, pertemanan, asosiasi, dan sejenisnya. Bukan investasi seperti saham, crypto, dan lain-lain saja ya. Saya termasuk orang introvert (lengkapnya INFJ), kalau tidak ikut asosiasi, perbanyak network, relasi, tidak akan dikenal di mana-mana. Alhamdulillah, karena itu bisa ada saja jalan. Terkadang diminta mengajar dengan bayaran murah saya terima dengan alasan network, baik dengan yang menawarkan maupun orang-orang yang saya ajar, apalagi mereka bukan orang sembarangan.

Sederhana saja, misalnya Youtube. Youtuber2 ternama kebanyakan berhasil karena di awal tidak fokus mencari pemasukan, melainkan menginvestasikan tenaga dan usaha, dimana di awal tidak fokus ke pemasukan dulu. Lihat saja startup-startup yang berhasil sekarang ini, tetap eksis karena ada istilah ‘bakar duit’, alias investasi dulu di awal baru mengeruk keuntungan di akhir, setelah stabil. Atau setelah kompetitor-kompetitornya colaps.

Oke, semoga tulisan ini juga investasi, walaupun terkesan tidak ada pemasukannya. Minimal ada pahala dan sesuai dengan visi blog ini, ‘just for a little kindness’.

Ketika Angin Perubahan Menerpa

Lama juga saya vakum dalam aktivitas blogging. Banyak kejadian-kejadian di tempat saya mengajar, mulai dari alih kelola, hingga tawaran untuk pindah. Tiada yang abadi, termasuk kondisi terkini, yakni masuknya Muhammadiyah ke kampus. Rektor dan jajarannya sudah diganti, alhasil wajah UNISMA BEKASI pun berubah. Rencananya menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia. Tadinya ingin internasional, ternyata berubah rencana.

Untuk dua kaki saat ini agak berat, karena kampus kedua meminta saya untuk pindah rumah (homebase) mengingat akan buka kelas jauh (PSDKU) karena universitasnya sekarang unggul. Oleh karena itu, pindah homebase tidak serta merta pindah rumah ke kampus utama (di Sukabumi). Jadi masih bisa mengikuti proyek-proyek yang berjalan saat ini, maupun mengajar di institusi kepolisian.

Teringat awal tahun 2000an, ketika lulus kuliah dulu. Tidak ada satu pun perusahaan yang menerima saya menjadi karyawannya. Walau akhirnya berlabuh di akademi, yang saat ini jadi universitas besar, tetap saja statusnya honorer (atau disebut juga luar biasa, istilah satir yang berkaitan dengan bayaran yang ‘luar biasa’).

Sempat juga sambil mengajar bekerja di bank swasta nasional. Itu pun statusnya outsourcing, status yang bisa dibilang pegawai ‘anak tiri’. Tapi toh bisa belajar implementasi IT di perbankan. Yang mengecewakan justru di kampus kedua yang menolak saat melamar jadi dosen tetap, dengan alasan ijasah yang bukan komputer. Namanya orang jadul, mana ada jurusan komputer waktu itu. Di tahun 95 saja ketika saya mendaftar UPMTN, komputer di UGM hanya konsentrasi di prodi matematika, di bawah fakultas MIPA.

Nah, akhirnya ada juga kampus yang menerima saya bekerja, yakni Univ Islam 45 Bekasi. Walaupun tetap saja harus menjadi honorer dulu selama setahun sebelum dikontrak jadi dosen tetap. Lalu setahun kemudian jadi Dosen Tetap Yayasan (DTY). Saat wawancara, warek 1 mengatakan kalau take home pay saya (gaji) sebulan Rp. 850 ribu. Besar atau kecil kah? Sebagai perbandingan, sebelumnya walaupun outsourcing, dulu sudah Rp. 3 juta per bulan. Dapat dibayangkan turunnya penghasilan. Tetapi, toh bisa hidup, karena masih nyambi ngajar di dua kampus lain, STMIK Nusa Mandiri dan Univ Darma Persada. Namun satu-satunya organisasi yang mempercayakan saya menjadi dosen tetap yayasan, membuat haru. Apalagi dapat serdos dan studi lanjut (walau dengan biaya DIKTI) membuat saya ‘harus setia’.

Nah, sampailah di penghujung 2018, ketika kampus ditawarkan ke Muhammadiyah untuk alih kelola. Akhirnya seluruh karyawan haru ‘di nol kan’ masa kerjanya, dengan diganti pesangon. Tapi ternyata dalam kurun waktu 6 tahun, kondisi masih ‘alot’. Karena kondisi ga jelas, dana kurang, pemasaran sulit, akhirnya kampus univ Islam 45 ‘menyerah’. Berakhirlah yayasan lama yang selama ini mempercayakan saya sebagai dosen tetap yayasan. Berakhir pula hutang budi saya, dan kini ingin terbang bebas. Semoga dilancarkan, amiin.

Action Chatbot Sederhana

Saat ini, Artificial Intelligence (AI) telah menjadi “tokoh utama” dalam perkembangan teknologi modern. Menariknya, AI dapat berperan sebagai tokoh baik maupun tokoh buruk (villain). Di satu sisi, AI memudahkan pekerjaan manusia; namun di sisi lain, sifatnya yang instan sering membuat orisinalitas hilang, menumbuhkan rasa malas, dan menimbulkan ketergantungan. Meski begitu, manfaat yang dirasakan pengguna tetap sangat besar.

Salah satu kemampuan AI yang paling populer saat ini adalah sifat generatifnya (generative AI), misalnya dalam membuat presentasi. Dengan hanya memberikan prompt tertentu, model yang dikenal dengan nama Large Language Models (LLMs) mampu menghasilkan konten sesuai permintaan, termasuk pembuatan slide PowerPoint.

Jika dahulu chatbot hanya memberikan saran atau rekomendasi, kini telah berkembang menjadi action chat: chatbot tidak hanya memberi saran, tetapi juga mengeksekusi perintah secara langsung. Apakah hal ini berbahaya? Tentu saja ada potensi risikonya. Anda mungkin teringat film Mission Impossible yang dibintangi Tom Cruise, di mana AI mampu mengeksekusi tindakan berbahaya seperti pengeboman tanpa melibatkan manusia.

Dalam contoh yang lebih aman, berikut ini adalah demonstrasi action chat di mana chatbot mengeksekusi pembuatan file PowerPoint yang dapat langsung diunduh. Materi presentasi diambil dari file PDF yang diunggah pengguna, kemudian diproses menjadi database vektor menggunakan teknologi seperti FAISS, Chroma, Pinecone, dan lainnya. Proses ini dalam istilah teknis dikenal dengan nama Retrieval-Augmented Generation (RAG).

AI dan Cybersecurity: Dua Kunci Karier Masa Depan

Menurut informasi dari World Economic Forum, pada tahun 2030 pekerjaan yang paling dibutuhkan adalah di bidang Artificial Intelligence (AI) & Big Data dan Network & Cybersecurity. Informasi resmi ini dapat dilihat melalui tautan resmi WEF yang menunjukkan dominasi bidang-bidang tersebut. Mau tidak mau, para praktisi di bidang ilmu komputer harus mulai memahami dan mendalami dua ranah penting ini.

Untuk bidang AI, hal ini umumnya tidak menjadi masalah karena sebagian besar cabang ilmu komputer memang sudah mencakup aspek kecerdasan buatan. Namun, untuk cybersecurity, cakupannya sering kali belum terlalu dalam, meskipun beberapa mata kuliah membahasnya. Sebagian besar materi masih berfokus pada jaringan komputer dasar, dan belum menyentuh aspek penting seperti analisis malware, penetration testing, dan teknik pertahanan sistem lainnya.

Untuk pembelajaran jaringan, Cisco Packet Tracer masih menjadi pilihan utama. Sementara itu, dalam dunia cybersecurity, praktisi perlu mendalami Kali Linux, sistem operasi yang dirancang khusus untuk pengujian keamanan dan ethical hacking. Situs resmi Kali Linux dapat diakses di https://www.kali.org, dan tutorial-tutorialnya tersedia banyak secara daring, seperti Panduan resmi Kali Linux Documentation.

Berikut adalah video sederhana yang membahas penggunaan Kali Linux untuk melakukan serangan simulasi terhadap sistem operasi Windows XP, sebagai bahan pembelajaran awal

Untuk keamanan bisa memanfaatkan VMWare yang terinstal di virtual, misalnya dengan salah satu aplikasi Firewall bernama pfSense berikut ini.

Kampus, Krisis, dan Harapan Baru

Kondisi dunia yang penuh ketidakpastian turut berdampak pada perekonomian global, tak terkecuali Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani pun tampak memutar otak, meski dalam setiap komentarnya ia tetap berusaha menjaga suasana agar tidak semakin keruh. Situasi ini juga menyentuh dunia pendidikan tinggi, terutama kampus-kampus yang mayoritas mahasiswanya berasal dari kalangan menengah ke bawah—golongan yang bila dihadapkan pada pilihan sulit, akan lebih mengutamakan kebutuhan dasar seperti makan daripada kuliah.

Kampus tempat saya bekerja pun tidak luput dari imbasnya. Setelah melalui berbagai tantangan dan kompleksitas permasalahan, akhirnya pengelolaan kampus dialihkan dari yayasan lama ke Muhammadiyah, tentu saja dengan prosedur sesuai aturan seperti pesangon, kadeudeuh, dan lain-lain, agar proses perkuliahan dan pelaksanaan tri darma tetap berjalan.

Meski demikian, semangat optimisme harus terus dipupuk. Hari ini, misalnya, baru saja digelar webinar tentang quantum computing di salah satu kampus saya yang lain, meskipun rumus-rumus matematisnya cukup membuat kepala pening.

Promosi dan penguatan citra kampus tetap perlu dilakukan melalui kegiatan yang bermanfaat, baik lewat webinar maupun pengabdian kepada masyarakat. Biarlah dinamika dunia terus bergulir, kita hadapi dengan menjalankan peran masing-masing sebaik mungkin. Sikap wait and see tetap perlu dijaga agar kita tidak gegabah, khususnya dalam hal penggunaan anggaran.

Turnitin Versi Class-Based (Student)

Turnitin masih menjadi andalan utama dalam pengecekan plagiasi, khususnya di dunia akademik seperti dalam penyusunan skripsi, tesis, maupun pengajuan kenaikan pangkat dosen. Meskipun pemanfaatan ChatGPT semakin meluas untuk membantu penulisan, hasil teks dari ChatGPT tetap berisiko terdeteksi oleh Turnitin jika memiliki kemiripan dengan repositori akademik seperti makalah, tugas, dan tesis; situs web umum dan artikel daring; serta dokumen yang sebelumnya telah diunggah oleh pengguna lain. Oleh karena itu, penting untuk melakukan parafrase dan menyisipkan pemikiran orisinal saat menggunakan bantuan LLM. Di sisi lain, ChatGPT juga dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk memeriksa kesalahan ketik, menyusun kalimat, hingga memperbaiki struktur penulisan agar lebih baik sebelum dicek dengan Turnitin.

Cara tersebut tergolong aman, tapi disarankan untuk tidak langsung menyalin dan menempel jawaban dari AI. Ada baiknya, ikuti langkah-langkah berikut agar tulisan tidak terdeteksi sebagai hasil buatan AI: edit teks dengan gaya penulisanmu sendiri, tambahkan opini atau sudut pandang pribadi, ubah struktur kalimat, gabungkan dengan referensi atau kutipan nyata, serta gunakan ChatGPT sebagai alat bantu, bukan sebagai sumber utama. Menulis ulang dengan gaya sendiri tidak hanya membuat tulisan lebih natural, tetapi juga memastikan konsistensi dengan style pribadi dan menghindari deteksi sistem AI writing.

Terdapat beragam skema dalam penggunaan Turnitin, dan yang paling mudah adalah melalui fitur Quick Submit. Namun, tidak semua institusi atau organisasi yang berlangganan Turnitin mengaktifkan fitur tersebut. Jika Quick Submit tidak tersedia, alternatifnya adalah menggunakan skema class-based, yaitu dengan mengunggah dokumen sebagai seorang mahasiswa (student) dalam kelas yang telah dibuat di Turnitin, terlampir ilustrasinya. Oiya, ternyata masih bisa exclude, jaga-jaga nanti diminta cek plagiasi tapi sudah publish (biasanya kena 100% similarity).