Memantau Kinerja Dosen Lewat Asesor Serdos

Tak terasa sudah lebih dari setahun menjadi asesor sertifikasi dosen sejak pertama kali diajukan oleh universitas (lihat syarat-syarat menjadi asesor pada postingan yang lalu). Banyaknya asesor yang pensiun menuntut penambahan jumlah asesor serdos. Asesor serdos sangat diperlukan guna mengontrol validitas aliran tunjangan serdos. Praktiknya, antara satu LLDIKTI dengan LLDIKTI wilayah lainnya berbeda. Misalnya, LLDIKTI 4 sudah menggunakan konsep online, yang ternyata sangat cocok untuk kondisi pandemi seperti saat ini. LLDIKTI 3 baru memulai online, namun seperti halnya LLDIKTI 4 dahulu ketika memulai online, pasti banyak kendala-kendala yang dihadapi.

BKD Online LLDIKTI 4

LLDIKTI 4 sangat baik dalam menerapkan BKD dan LKD online (https://bkd.lldikti4.or.id/). Sangat baik di sini mampu menjabarkan alur sistem informasinya yang terdiri dari:

  • Dosen mengajukan kontrak BKD, validasi oleh kepala departemen
  • Dosen membuat laporan BKD, validasi oleh dua asesor serdos

Di sini terlibat tiga akun, yaitu akun dosen yang sudah serdos, akun asesor, dan akun kepala depertemen (ketua jurusan atau dekan). Selain itu kontrak BKD untuk semester yang akan dijalani, ketika semester berakhir secara otomatis menjadi laporan BKD dengan sedikit editing ketika ada perbedaan antara rencana (kontrak) dengan implementasinya.

BKD online tidak memerlukan tanda-tangan langsung oleh baik asesor maupun kepala departemen. Persetujuan tinggal meng-klik “approve” saja. Dan yang menurut saya cukup membantu adalah, asesor dapat melihat bukti kinerja yang diunggah oleh dosen yang mengajukan. Sangat efisien dan tidak terkendala dengan jarak dan waktu. Hanya saja di sini, LLDIKTI 4 menyarankan untuk asesor mengenal langsung dosen yang diasesori, dan menggunakan aplikasi tersebut untuk mempermudah saja.

BKD Online LLDIKTI 3

Karena berdekatan dengan LLDIKTI 3 maka beberapa dosen dari LLDIKTI 3 menunjuk asesor dari LLDIKTI 4. Nah, di sini ada sedikit perbedaan yang mencolok, terutama mengenai proses persetujuan. Di LLDIKTI 3 yang selama ini menggunakan aplikasi berbasis MS Access, kini diganti dengan online (https://bkd-lldikti3.kemdikbud.go.id/).

Beberapa kendala masih ada, seperti data yang diinput tidak tercetak. Mungkin di versi berikutnya akan diperbaiki seperti yang terjadi pada LLDIKTI 4 yang terus memperbaiki. LLDIKTI 3 prosesnya lebih sederhana:

  • Dosen mengisi laporan BKD dan memilih asesor yang ada di daftar
  • Dosen mencetak laporan BKD dan meminta tanda-tangan asesor yang dipilih
  • Dosen mengupload scan laporan BKD yang sudah dibubuhi tanda tangan

Seperti biasa, sebuah materai 6000 diperlukan pada kolom tanda tangan dosen yang mengajukan laporan BKD, berbeda dengan LLDIKTI 4 yang tidak memerlukan materai. Proses persetujuan tampak masih manual, dengan tanda tangan, sebelum diunggah. Namun ada satu keunggulan dibanding menggunakan MS Access yaitu karakteristiknya yang terintegrasi. Ketika ada asesor baru, bagian BKD online tinggal menambahkan asesor tersebut dalam list dan tidak perlu men-share MS Access yang berakibat ada kemungkinan ketidakseragaman karena dosen masih menggunakan versi yang lama.

Melihat Kinerja Dosen via BKD Online

Menjadi asesor mau tidak mau membaca berkas laporan kinerja. Dari situ bisa menilai kinerja-kinerja dosen yang ada, apakah serius atau hanya sekedar menjalankan kewajiban agar tunjangan serdos cair. Terkadang saya kagum dengan dosen yang dalam diam dan santainya ternyata memiliki output dan outcome yang di atas rata-rata. Nah, untuk dosen yang pasif ada baiknya kepala departemen mengecek kontrak BKD dosen di bawah departemennya apakah sudah baik atau sekedar “gugur tugas” saja. Terkadang kagum juga dengan mereka yang bisa mempublikasikan ke jurnal-jurnal yang berkualitas, terlihat dari laporan kinerja (LKD). Bahkan tidak jarang saya ikut membaca karena dapat dilihat dari berkas-berkas yang diunggah.

Dipublikasi di Puisi Kehidupan, Riset dan Penulisan | Meninggalkan komentar

Kita dan Dagangan Kita

Beberapa hari yang lalu ada pelantikan dekan di kampus tempat istri bekerja. Seperti biasa, umumnya pengangkatan penjabat diwarnai dengan suka, tidak suka, setuju, tidak setuju dan lain-lain, terutama dari kubu-kubu yang calonnya gagal. Mirip dengan drama pilpres di tanah air. Namun terlepas dari itu semua, sebaiknya tidak mempengaruhi kinerja personil dalam institusi tersebut. Kata dagangan di sini hanya kiasan saja, tidak berarti merendahkan apapun profesi kita.

Organisasi pasti ada yang memiliki, entah perorangan ataupun organisasi. Pemilik ini tentu saja ingin organisasi yang dimilikinya maju, berkembang, diakui di masyarakat, dan menghasilkan keuntungan yang tidak hanya sesaat tetapi bisa terus menerus (sustainable) sesuai dengan visi dan misinya. Pegawai yang bekerja di sisi lain berperan menjalankan fungsinya sesuai dengan standar operasional yang sudah didefinisikan dalam peraturan internal kepegawaian.

Entah apapun jenis organisasi, baik yang real maupun jasa, karyawan yang bekerja di perusahaan itu sebenarnya menawarkan jasanya kepada perusahaan. Seorang staf tata usaha menawarkan kemampuannya mengelola administrasi, seorang dosen yang menawarkan keahliannya mengajar dan mengelola kelas, jabatan tertentu seperti ketua program studi, dekan, hingga rektor pun tidak jauh berbeda. Tinggal bagaimana caranya seorang pegawai meningkatkan skill dan keahliannya sesuai dengan bidang spesialisasinya.

Ketika bekerja, dicatat atau tidak sebenarnya ada rekaman terhadap kinerja kita. Mirip rapor tidak tertulis. Terkadang pengalaman pekerjaan sebelumnya menjadi bahan penilaian untuk pekerjaan di perusahaan yang baru, atau untuk naik ke level jabatan di atasnya. Jadi apapun posisi kita dan tugas kita saat ini sebenarnya hasilnya tidak hanya dihargai dengan gaji tapi rekaman yang akan dilihat oleh pihak yang memperkerjakan kita nanti.

Bagaimana jika kita sudah bekerja setengah mati tetapi tidak berhasil juga diangkat? Mengajar bertahun-tahun tapi tidak pernah diminta menjadi pejabat, seperti kepala lab, sekretaris jurusan, atau ketua jurusan. Sederhana saja, sesuai judul saya di atas, sesunggunya kita memiliki satu dagangan yang kita tawarkan oleh orang yang mempeperjakan kita. Ketika proses seleksi untuk promosi, secara sederhana kita sesungguhnya hanya menawarkan barang dagangan kita yang berupa beberapa keahlian tertentu. Tidak perlu berkecil hati jika tidak dipilih, ibarat menawarkan barang, konsumen tentu saja bebas memilih barang yang diinginkan. Terkadang konsumen memilih hal-hal tertentu yang diinginkan, misalnya untuk pimpinan di kampus yaitu kemampuan mengelola departemen, memiliki kemampuan riset yang tinggi dan sebagainya. Atau tidak dipilih mungkin karena justru calon tersebut memiliki kemampuan di atas level yang ditawarkan. Jika kita sadar hal ini, tidak akan ada yang sakit hati, konspirasi untuk menjatuhkan, dan hal-hal negatif lainnya yang mengganggu roda organisasi yang seharusnya bertarung dengan organisasi pesaing tetapi malah ribut sendiri di dalam.

Jika pemimpin menyadari hal ini maka disadari atau tidak, akan mengumpulkan pundi-pundi kekuatan tim-nya agar berdaya saing tinggi, bukannya fokus ke kelemahan dan kejelekannya. Siapa yang tidak mengenal kualitas Lionel Messi di Barcelona. Dagangan yang ditawarkannya sangat menggiurkan klub-klub eropa lainnya ketika dia sudah merasa dagangannya tidak dihargai dan menawarkan ke klub-klub lain. Sekian, semoga bisa menghibur.

Dipublikasi di Puisi Kehidupan | Meninggalkan komentar

Jadi Pembicara Sekaligus Reuni

Beberapa minggu yang lalu, kampus tempat saya mengambil pascasarjana mengundang saya menjadi pembicara mengenai tips untuk studi lanjut agar lancar dan hari ini jam 09.00 – 12.00 WIB acara berlangsung. Acara tersebut cukup bermanfaat terutama bagi rekan-rekan yang sedang studi lanjut, khususnya pascasarjana. Hadir pula tamu khusus bapak Dr. Sunu Wibirama, M.Eng yang memang sering membahas bagaimana melakukan riset dan menulis jurnal yang baik. Satu lagi yang hadir adalah rekan kuliah saya yang dulu, Taqwa Hariguna, PhD yang membicarakan aspek non-kognitif yang dapat membantu kelancaran studi lanjut. Berikut ini kira-kira ringkasan yang dibahas oleh para narasumber.

Mas Sunu

Satu hal penting yang dibahas oleh mas Sunu adalah apa saja tips yang harus dilaksanakan agar studi lanjut berjalan dengan baik, dari penjadwalan hingga bagaimana mengatur ponsel kita agar tidak mengganggu aktivitas riset/penelitian. Sebelumnya dibahas pula tipe-tipe fokus pada riset dari improvement metode, penerapan untuk memecahkan masalah, dan aspek-aspek lainnya. Yang penting adalah ada hal-hal baru yang berkontribusi terhadap ilmu pengetahuan.

Rahmadya

Saya membahas aspek-aspek non-teknis, terutama bagaimana tetap fokus dan termotivasi selama kuliah, dari evaluasi diri dalam menentukan konsentrasi, menemukan sosok figur lewat asistensi, proyek, seminar, dan aktivitas keilmuan lain, juga dibahas apa saja yang dipersiapkan jika ingin lanjut ke studi doktoral.

Pa Taqwa

Rekan seangkatan saya di S2 ini banyak membahas bagaimana agar lolos ketika apply studi lanjut, termasuk memperoleh beasiswa yang tidak hanya uang kuliah dan uang hidup, yaitu bantuan disertasi dari LPDP. Dijelaskan juga bagaimana caranya agar lulus cepat (kurang dari 3 tahun).

Sesi tanya jawab tak kalah menarik, terutama pertanyaan-pertanyaan mengenai multi disiplin dan mahasiswa yang berasal dari non-komputer dalam risetnya. Link youtube berikut ini mungkin bisa dilihat jika ada waktu luang. Sekian, semoga bisa menginspirasi.

Dipublikasi di Puisi Kehidupan, Riset dan Penulisan | Meninggalkan komentar

Mengunduh Gratis Shapefile Wilayah Indonesia

Mencari peta dijital wilayah Indonesia banyak caranya. Jika dahulu hanya mengandalkan Bakosurtanal (sekarang BIG) dan Google Map, saat ini pemerintah menyediakan peta bersama. Di peta ini bukan hanya garis dan poligon wilayah Indonesia, tetapi juga peta tematik lainnya seperti jalan, sungai, pusat niaga, hingga makam tersedia di seluruh wilayah Indonesia. Level-nya pun hingga kelurahan/desa.

Peta bersama tersebut dapat diakses melalui link website resmi: https://tanahair.indonesia.go.id/portal-web dengan terlebih dahulu mendaftar (lihat tata-caranya pada postingan yang lalu). Peta bersama itu dikenal dengan kebijakan satu peta yang mulai dilaksanakan proyeknya di era presiden Jokowi.

File yang diunduh berukuran beberapa megabyte untuk satu kelurahan dalam bentuk RAR. Jika diekstrak ada beragam shapefile (berekstensi *.shp) yang bisa dibuka lewat GIS tools yang tersedia di pasaran, salah satunya ArcGis. Oiya, shapefile saat ini mulai “digoyang” karena banyaknya kelemahan, misalnya satu peta memerlukan beberapa file (selain *.shp) sehingga dirasa kurang efektif. Silahkan lihat video berikut untuk melihat bagaimana cara mengunduhnya. Sekian, semoga bisa membantu rekan-rekan yang baru belajar geospasial, bidang yang saat ini menjadi perhatian bidang-bidang lain.

Dipublikasi di Geographic Information System | Meninggalkan komentar

Instal Plug-in TwitterStreamImporter di Gephi Untuk Scrap Twitter Langsung

Twitter dapat dimanfaatkan untuk mencari tahu akun mana yang aktif membicarakan topik tertentu. Salah satu aplikasi tak berbayar yang mampu men-scrap (istilah mengambil data) Twitter adalah Gephi. Biasanya scrap menggunakan bahasa pemrograman tertentu, tetapi perlu usaha untuk membuat networknya. Nah, Gephi memiliki kemampuan selain men-scrap juga membuat networknya.

Menambahkan Plug-In

Buka Gephi dan masuk ke menu Tools – Plug-In. Banyak fasilitas yang tersedia, salah satunya yang akan digunakan kali ini adalah TwitterStreamImporter.

Cari di tabel Plug-In dan ceklis ketika plugin tersebut ditemukan. Tekan Install untuk melakukan proses instalasi plugin TwitterStreamImporter. Tunggu beberapa saat hingga proses pengunduhan dan instalasi selesai.

Agar memiliki efek ada baiknya memilih Restart Now ketika muncul pilihan pada jendela “Plugin Installer”. Gephi akan shutdown dan muncul kembali dengan fasilitas tambahan yaitu “plugin” yang baru saja kita install.

Ciri-ciri Plugin telah terinstal adalah di bagian kiri bawah muncul tab “Twitter Streaming Importer”. Nah selanjutnya kita tinggal melakukan langkah: 1) Set Credentials, 2) Define the Query.

Silahkan lihat postingan yang lalu untuk mendaftarkan Credential twitter. Postingan berikutnya akan berlanjut menscrap data dengan plugin tersebut sekaligus analisanya dengan Gephi. Sekian, semoga bermanfaat.

Dipublikasi di Information Retrieval, Python | Meninggalkan komentar

Menyelesaikan Masalah ala Orang IT

Penelitian dalam bahasa Inggris adalah research yang berasal dari kata search yang artinya mencari. Kata “re” di depannya berarti mengulang kembali. Sehingga dapat diartikan mencari kembali. Jadi memang pada prinsipnya tidak ada yang diciptakan oleh manusia melainkan hanya menemukan sesuatu yang memang dari dahulu kala sudah ada di alam. Yang kita ciptakan hanya memanfaatkan fenomena-fenomena yang disediakan alam.

Sebagian Besar Sudah Ada Jawaban

Pertanyaan-pertanyaan yang kita jumpai merupakan bahan bakar utama dari penelitian yang tujuannya menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Sebagian besar pertanyaan sudah ada jawabannya baik dari buku, jurnal, dan lain-lain yang tersedia di internet. Nah, untuk pertanyaan-pertanyaan yang tidak ada jawabannya hingga saat ini maka pertanyaan tersebut bisa dikatakan pertanyaan penelitian asal jawabannya nanti berkontribusi terhadap suatu cabang ilmu, baik ilmu murni maupun terapan.

Internet dan Forum Diskusi

Kita sering mendengar slogan “tanya saja mbah Google”. Hal ini terjadi karena kemampuan Google menemukan jawaban dari kata kunci yang kita berikan di situs no. 1 paling banyak dilihat tersebut. Ada bagusnya, walau terkadang membuat kita malas mengingat-ingat sesuatu. Misal kita ingin mengetahui bagaimana me-remove kata-kata yang ada dari hasil scrapping Twitter.

“[‘Yesterday I had the honour of speaking about the #Free struggle at the #BlackLivesMatter rally in… https://t.co/DLKQInfsCT’]”,

Tampak ada simbol-simbol seperti URL, kurung kotak dan sejenisnya yang mengganggu proses Text Mining. Bagaimana cara memperoleh informasi tips dan trik membersihkan hasil scrapping tersebut? Mudah saja, ketikan saja kata kunci yang menggambarkan keinginan kita, sebaiknya gunakan bahasa Inggris agar banyak yang diperoleh.

Saya menggunakan kata kunci “erase tags python” dan muncul beberapa hasil. Yang teratas untuk coding biasanya situs “stackoverflow.com” yang memang berisi diskusi-diskusi tentang pengkodean untuk berbagai bahasa pemrograman.

Pertanyaan-pertanyaan Lain Muncul Kemudian

Banyak jawaban-jawaban yang diberikan belum sesuai dengan keinginan. Terkadang perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan lainnya. Misalnya ketika dicoba saran dari situs diskusi tersebut tidak cocok dengan kasus kita.

Ternyata dengan mengetik TypeError di atas di mesin Google, banyak sekali jawaban-jawaban yang muncul. Tapi sebenarnya kode di atas jalan asal variable “text” berformat string, ketika berasal dari file CSV oleh Python dianggap object. Jadi sebagian menyarankan mengkonversi variabel “text” menjadi string terlebih dahulu. Barulah setelah itu, kode di atas dapat berjalan normal. Perhatikan hasil uji tipe data yang tadinya ‘numpy.ndarray’ menjadi ‘str’ yang berarti string.

Saling Berbagi

Tentu ketika kita memiliki pertanyaan pasti mengharapkan adanya jawaban. Nah, orang yang punya hati pasti tidak merasa pelit untuk berbagi karena kesuksesan tidak lepas dari kontribusi pihak-pihak yang membantu menjawabnya. Oleh karena itu luangkan sedikit waktu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan orang yang membutuhkan jawaban. Saya teringat pernah bertemu dengan pemilik salah satu penerbit buku, dia meminta saya naskah buku yang ingin dia cetak. Kata-katanya sederhana, “untuk bantu anak-anak kita Pa”. Walau terlihat sederhana, ada muatan nasionalisme di sana, dibanding hanya mengagung-agungkan buku luar negeri yang “wah”, tapi banyak buku-buku saya yang dibutuhkan di belahan timur sana agar cepat mengejar ketertinggalannya dari wilayah barat. Sekian, semoga bisa menginspirasi.

Dipublikasi di Komputer dan Masyarakat, Puisi Kehidupan | Meninggalkan komentar

Virtual Environment Python di Windows

Ada cara mudah instal environment yaitu dengan menginstall paket lengkap Anaconda. Namun salah satu kendala yang mengganggu dengan Anaconda adalah berat ketika dibuka. Berbeda jika kita membuka environment lewat konsol. Postingan kali ini kita coba menggunakan metode konsol untuk mengeset environment.

PIP Install Virtualenv

Pertama-tama kita install terlebih dahulu paket virtualenv yang tugasnya mengelola virtual environment. Sebenarnya kita bisa saja mengelola project python hanya satu environment. Namun terkadang karena banyaknya environment terkadang kita perlu memisahkan environment satu dengan lainnya. Tujuannya adalah menghemat resource karena satu project dengan lainnya berbeda kebutuhan library-nya. Misalnya, untuk server Flask, tentu berbeda dengan pengelolaan text mining. Sayang kan jika reseource banyak library terpasang tapi hanya sedikit yang digunakan. Langsung saja masuk konsol dan ketik:

pip install virtualenv

Tunggu beberapa saat hingga virtualenv terpasang. Oiya, jika PIP kita belum update, ada baiknya update terlebih dahulu dengan mengetik: python –m pip install –upgrade pip pada konsol.

Buat Folder Kerja

Terkadang kita mengerjakan project python pada variabel tertentu. Ok, kita arahkan saja project yang berlokasi di laptop kerja kita. Ketik:

virtualenv env

Sebelumnya arahkan ke folder kerja kita, misalnya e:\twitter\. Nantinya virtual environment akan dipasang di folder tersebut.

Tampak folder virtual environment berada di e:\twitter\env. Selanjutnya adalah mengaktifkan folder tersebut dengan mengetikan kode berikut:

e:\twitter\venv\scrpits\activate.bat

Atau cara paling gampang, arahkan saja konsol ke folder tersebut (e:\twitter\env\scripts\). Lalu ketik activate.bat sehingga kita masuk ke virtual environment yang kita tuju. Oiya, e:\twitter merupakan folder kerja saya yang mungkin berbeda dengan Anda, termasuk juga ‘env’ yang merupakan nama virtual environment. Silahkan gunakan nama lainnya.

Virtual environment yang kita gunakan muncul berupa tanda kurung di kiri nama folder. Jika ingin melihat PIP apa saja yang sudah terpasang, gunakan perintah:

pip list

Python akan menunjukan PIP apa saja yang sudah terpasang. Jika ingin memasang yang baru, misalnya library “tweepy”, ketik saja:

pip install tweepy

Oiya, di sini saya menggunakan python 2 yang sebentar lagi harus pindah, migrasi ke python 3. Silahkan mengeksplore fasilitas lain Python yang canggih dari text mining, data science, hingga deep learning. Oiya untuk keluar dari virtual environment, ketik saja kode berikut ini. Pastikan simbol nama environment di dalam kurung (env) di samping folder menghilang. Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Deactivate.bat

Dipublikasi di Python | Meninggalkan komentar

Systematic Literature Review (SLR) Pada SCOPUS dengan Advanced Search

SCOPUS saat ini menjadi patokan utama kualitas publikasi baik di dunia maupun di Indonesia. Sinta menggunakan bobot yang besar untuk SCOPUS seperti terlihat pada bagia FAQ perhitungan skor-nya, misalnya untuk Sinta saya di link berikut ini. Tampak bobot Q1 di scopus adalah 40 mengalahkan lokal yang misalnya S1 yaitu 25. Oleh karena itu ada baiknya kita merujuk paper-paper dari Scopus.

Login Scopus

Salah satu kelemahan SCOPUS (bagi peneliti-peneliti kita di Indonesia) adalah berbayar, kecuali jika ingin melihat kinerja kita saja (author preview). Tapi biasanya kampus-kampus memiliki SCOPUS walau terkadang harus datang ke kampus dan login WIFI di sana. Silahkan daftar gratisan dengan akses terbatas, caranya lihat pos saya yang terdahulu (Lihat di bagian “signup”).

Serching Naskah

Beberapa hari yang lalu ada hasil peer review yang harus diperbaiki berkaitan dengan studi literatur dimana reviewer meminta menambahkan riset-riset terkait.

Kita coba mencari dokumen 5 tahun terakhir dengan kata kunci “student attendance system”, “biometeric” mengikuti saran dari reviewer 4. Langsung buka bagian “search document”. Langsung saja kita masuk ke “Advanced Search”.

Tekan “Search” dan tunggu beberapa saat. SCOPUS tampak berhasil menemukan sekitar 105 dokumen seperti tampak pada gambar berikut ini. Maksud dari query di atas adalah cari seluruh naskah yang ada kata “student attendance system” dan “biometric” dan setelah tahun 2015 (hingga 2020, terkadang tahun 2021 pun ada juga yang sudah ready).

Tugas berikut Anda dalam sistematic literature review (SLR) adalah mensortir menjadi puluhan dengan cara membaca judul. Selanjutnya Abstrak dan terakhir sekitar belasan harus Anda baca full naskahnya. Silahkan lihat pos saya terdahulu mengenai SLR. Sekian saja info singkat hari ini, semoga bermanfaat.

 

Dipublikasi di Riset dan Penulisan | Meninggalkan komentar

Ketua Program Studi

Perguruan tinggi swasta, apalagi swasta yang tidak berasal dari organisasi besar, memiliki masalah yang berbeda dengan perguruan tinggi negeri/swasta besar dimana sudah mapan ditambah lagi dukungan finansial baik dari pemerintah maupun lembaga lainnya. Mungkin banyak yang belum tahu kondisi prodi di kampus swasta yang merupakan mayoritas di Indonesia namun kebanyakan “terasa tapi tak terdengar”. Poin-poin dalam postingan ini siapa tahu bermanfaat dan menjadi gambaran kerjaan ketua prodi di luar SOP resminya.

Umpan Balik

Sebagai seseorang yang sempat mengalami ditolak bekerja di mana-mana, saya tentu saja senang ketika ditunjuk atau disuruh mengerjakan sesuatu. Salah satunya memimpin sebuah program studi. Mungkin seperti mayoritas prodi-prodi di kampus swasta, terkadang kerjaannya mirip musisi “organ tunggal”, alias apa saja dilakoni, dari drum keyboard, bas, gitar, bahkan terpaksa sambil nyanyi. Umpan balik merupakan satu-satunya andalan karena dapat menjadi alat agar melangkah sesuai dengan visi-misi, walau terkadang jalannya agak sempoyongan (apalagi saat COVID-19 saat tulisan ini dibuat).

Umpan balik terkadang menyakitkan, minimal bikin “gerah”. Ketika kelas 5 SD saya ditunjuk ikut lomba lari tapi disuruh juga oleh guru lain lomba keagamaan. Setelah saya pertimbangkan, saya pilih yang kedua. Keesokannya ketika bertemu teman, dia mengatakan bahwa guru olah raga agak kecewa dengan saya yg tidak bersedia ikut lomba lari, di depan kelas (saya tidak ada di kelas krn ikut lomba) katanya saya terlalu “letoy”. Walau tensi naik, tetapi itu tetaplah informasi berharga bagi saya, sebagai umpan balik utk memutuskan beralih ke bidang yang sesuai dengan bakat saya.

Saking pentingnya umpan balik, saat ini akreditasi kampus tidak perlu dijalankan tiap kurun waktu tertentu kecuali atas permintaan kampus itu sendiri dan jika ada laporan dari masyarakat agar kampus tersebut di audit lewat mekanisma akreditasi dari pemerintah/asosiasi. Laporan di sini tentu saja dapat dikatakan umpan balik.

Mengenal Stakeholder

Terkadang sebal juga dengan statement mahasiswa yang memandang rendah dosen dengan alasan dia yang membayar gaji mereka lewat SPP. Pendidikan disamakan dengan “jual-beli”. Tetapi secara bisnis tidak dapat dipungkiri karena tanpa mahasiswa tidak ada uang untuk menghidupi pegawainya, pemerintah pun memberi tunjangan dengan syarat adanya “pengajaran” yang membutuhkan mahasiswa. Kecuali mungkin untuk kampus negeri dan dosennya berstatus PNS atau DPK PNS yang berada di kampus swasta.

Berbeda dengan dosen biasa yang sekedar mengajar dan membimbing mahasiswa, ketua program studi paling banyak berhubungan dengan stakeholder, salah satunya adalah orang-orang tua yang menitipkan anak-anaknya untuk kuliah. Ketika pertemuan dengan orang tua mahasiswa baru, ketua program studi-lah yang ditugasi. Melihat wajah-wajah yang penuh harap, tidak mungkin ketua program studi tidak memiliki ikatan batin dengan mereka. Tiap ada kasus, ketua prodi pasti menjadi tameng. Pasti ada beban di hati ketika orang tua siswa, apalagi keduanya (bapak dan ibu) menghadap dan menanyakan mengapa prestasi si anak “ancur-ancuran”. Banyak ucapan-ucapannya yang membuat hati saya ikut “ancur”, misalnya: ” si X kuliah di sini karena engkongnya memaksa kami agar X kuliah di sini”. Ada lagi anaknya yang hampir 8 tahun tidak lulus-lulus dan ketika saya tawarkan pindah orang tuanya yang datang menghadap mengatakan, “bukan masalah lulus saja, saya ingin anak saya lulus di sini seperti saya” (ternyata bapaknya alumni).

Visi Misi, Tujuan dan Sasaran

Visi misi dan sejenisnya biasanya dibuat ketika evaluasi diri. Harapannya agar proses (dari mahasiswa masuk hingga lulus) sesuai dengan tujuan pendidikan. Paling gampang penerapannya mengikut bentuk “north-star” metrik ala gojek. Misalnya ketika problem di prodi hasil akreditasi adalah masa studi yang lama (kebanyakan pada telat lulus) maka ketika ada “sesuatu” yang menghambat siswa cepat lulus, maka bagaimana caranya di “kepala” seluruh pihak yang terlibat di prodi mengeluarkan “sinyal warning”. Uniknya kebanyakan “sinyal warning” bukan dari pihak luar, melainkan internal kampus sendiri. Misalnya ketika proses pembelajaran sudah ok dan beberapa mahasiswa mulai menunjukan progres “lulus tepat waktu” tiba-tiba aturan dari atas membuat mereka “ngerem”.

Terkadang para kaprodi harus siap dituduh menyerang pihak rektorat, dianggap provokator ketika tidak sangup meredam aksi demo mereka, atau turun derajatnya karena menjadi master/doktor yang ribut dengan tata usaha ketika menghadapi birokrasi yang kurang sinkron dengan visi misi prodi (terkadang hal ini menjadi pertimbangan utk mencari “rumah baru”).

Keluarga Kedua

Ada yang mengatakan banyak pemimpin baik ditemui, tetapi pemimpin besar selalu loyal. Ini juga dapat menjadi sedikit bocoran untuk pemilik (owner) kampus dalam menentukan pemimpin kampusnya. Ciri khas mereka adalah menjadikan divisinya sebagai keluarga kedua. Kemana-mana selalu memakai bendera lembaga yang dipimpinnya. Seperti biasa, ributnya keluarga tidak seperti ribut antar suporter bola. Tidak sampai 3 hari (batas ribut dalam Islam), mereka akur lagi. Apalagi kalau selalu ada acara makan-makan/jalan-jalan. Sekian tulisan iseng ini, siapa tahu ada yang berminat jadi ketua program studi, dan semoga bermanfaat.

Dipublikasi di Puisi Kehidupan | Meninggalkan komentar

Makhluk Emosional yang Logis

Era industri 4.0 salah satu cirinya adalah penerapan Artificial Intelligence (AI) di segala bidang. AI merupakan teknik yang meniru kecerdasan manusia untuk diterapkan ke alat. Beberapa psikolog ternyata menyebutkan ada banyak kecerdasan, salah satunya adalah kecerdasan emosi (emotional intelligence).

Pembaca mungkin pernah merasakan sakit hati, marah, benci dan sejenisnya yang melibatkan emosi. Rasa nyerinya sepertinya tidak jauh berbeda dengan nyeri fisik. Bahkan sebagian ketika tidak sanggup mengatasinya melakukan bunuh diri. Tidak perduli orang secerdas Alat Turing pun tidak sanggup mengatasi hal itu. Di sisi lain, ada beberapa kejadian ketika mencegah dampak negatif dari stres dan depresi atau perilaku negatif lainnya dengan cara operasi, tetapi dampak negatifnya tidak jauh berbeda ketika otak emosinya dihilangkan. Walau kecerdasan tidak mengalami penurunan, tetapi tanpa emosi banyak hal-hal sepele yang mengganggu kerja karena tidak ada unsur emosi. Terkadang masalah sepele, seperti harus memilih warna, kehilangan penjepit kertas, dan tetek bengek lainnya bisa menghambat tugas utama.

Jika otak logis diibaratkan supir yang mengemudikan mobil, maka otak emosi adalah penumpangnya. Saya dan kita semua terkadang memiliki masalah tidak sinkronnya supir dengan penumpang. Supir terkadang mengetahui jalur tercepat, tetapi penumpang ingin menikmati keindahan jalan. Ketika kita melihat orang yang sedang marah-marah maka ada ketidaksinkronan antara logic dengan emosinya, ibarat penumpang yang kecewa diajak sopir melewati jalan yang tidak diinginkannya.

Walau logis ternyata otak logis tanpa panduan otak emosional terkesan bodoh. Okelah Anda hebat menghitung akar ratusan dengan cepat, tetapi otak emosi akan bertanya, kenapa mau saja disuruh orang menghitung itu? Silahkan searching di internet nasib orang tercedas di dunia, yang miris akhirnya memilih menjadi pegawai rendahan yang kerjanya rutinitas sederhana saja. Entah apapun agama kita, pasti diperintahkan untuk menyadari bahwa kita adalah makhluk logis yang memiliki aspek emosional.

Salah satu aspek penting dari otak emosional adalah “harapan” yang berasal dari keinginan dan cita-cita. Presiden pertama RI pernah mengatakan agar menggantungkan cita-cita setinggi langit karena bagi otak emosional konsep tersebut tidak terikat oleh waktu, dahulu, saat ini atau nanti. Beberapa pemerhati psikologi menganjurkan untuk merasakan hal-hal yang diinginkan terlebih dahulu agar meresap ke otak emosional. Jika sudah meresap akan mudah tercapai karena otak emosional tidak mengenal waktu, jika Anda ingin menjadi seorang profesor misalnya, ketika sudah meresap ke otak emosional kemungkinan tercapainya tinggi, walau otak logis menolak karena mengenal konsep waktu.

Cara mudahnya mengetahui otak emosional yang sudah sinkron dengan otak logis adalah kenyamanan ketika mengerjakan sesuatu. Salah satu metode, quantum ikhlas, menganjurkan jangan mengerjakan sesuatu ketika hati tidak nyaman. Buat nyaman terlebih dahulu, barulah bekerja agar kedua belah otak bekerja dengan sinkron dan saling mendukung. Sekian, semoga bermanfaat.

Dipublikasi di Puisi Kehidupan | Meninggalkan komentar

Upgrade Skill Pemrograman Android

Ketika tidak mengajar, hal paling mengasyikan bagi dosen adalah pelatihan, terutama dari program studi diploma dan vokasi. Program studi jenis ini mengharuskan dosen memiliki ketrampilan yang bisa dibagikan kepada mahasiswa walaupun tentu saja tidak mungkin seorang dosen menguasai seluruh bidang yang ada, salah satunya adalah pemrograman mobile berbasis Android.

Cara paling praktis adalah saling berbagi ilmu oleh dosen-dosen yang ada. Beberapa hari yang lalu diadakan pelatihan mobile programming dengan Android Studio. Bahasa yang digunakan adalah Java disertai dengan Web Service berbasis CodeIgniter. Web service ini berfungsi menghubungkan aplikasi Android dengan sistem basis data, misalnya MySQL.

Ternyata banyak elemen-elemen yang perlu dikuasai untuk membuat aplikasi untuk handphone itu. Dari pembuatan layout, Grader Script, hingga pembuatan menu-menu lanjut seperti masukan berupa tanggal, combo, hingga upload image ke server. Bahkan instalasi software Android Studio pun butuh waktu. Tips dan Trik banyak diberikan terutama untuk mempercepat proses pembuatan aplikasi, misalnya penggunaan Genymotion yang menggantikan emulator bawaan Android Studio yang berat.

Sangat perlu untuk mengetahui teknik-teknik pembuatan praktis dan bagaimana beberapa paket dimanfaatkan yang berhubungan dengan user interface dan koneksi ke DBMS, misalnya dengan library volley. Rencananya akan dilanjutkan dengan pelatihan-pelatihan sesuai dengan peminatan seperti android yang menggunakan artificial intelligence, networking, hingga sistem informasi management (SIM). Dari semua itu, yang terpenting adalah kebersamaan antar dosen terutama dalam mengikuti visi misi tujuan dan sasaran (VMTS) prodi teknik komputer yang fokus salah satunya ke pemrograman berbasis network dan artificial intelligence pada perangkat embedded, yang kali ini diwakili oleh aplikasi mobile/gadget.

Dipublikasi di Object Oriented Programming, Puisi Kehidupan, Rekayasa Perangkat Lunak | Meninggalkan komentar

Ngobrolin Teknologi Pemrograman Mobile

Bagi Anda yang sudah lama berkecimpung di dunia teknologi informasi, teknologi mobil merupakan teknologi baru yang sedang booming saat ini. Pengguna ponsel cerdas saat ini diprediksi sudah sampai 1 milyar sehingga sebagian besar proses bisnis beralih dari konvensional menjadi online berbasis aplikasi. Postingan ini sekedar men-share webinar yang dilakukan oleh jurusan teknik komputer Universitas Islam “45” Bekasi dengan pembicara saya dan bpk Malikus Sumadya, S.Si, M.T., dosen pengajar mata kuliah pemrograman mobile yang saat ini tinggal merampungkan disertasi doktor ilmu komputer-nya di Universitas Indonesia.

Inti dari webinar ini sebenarnya mengenalkan beberapa pilihan teknologi dalam membuat aplikasi, khususnya berbasis Android yang jumlah penggunanya lebih banyak dari iOS (apple). Dimulai dari yang berbasis tanpa kode (no coding) hingga yang rumit, misalnya Android Studio serta framework dengan Web Service, baik yang berbasis PHP maupun Python. Manfaat lain acara webinar ini salah satunya adalah ajang bertemu dengan pihak-pihak yang berminat dengan pemrograman mobile baik dari pelajar, guru, maupun mahasiswa ilmu komputer, khususnya program teknik komputer (D3 maupun Vokasi). Berikut link youtubenya, kurang lebihnya mohon maaf, semoga bermanfaat.

Dipublikasi di Puisi Kehidupan, Rekayasa Perangkat Lunak | Meninggalkan komentar

Aplikasi Machine Learning di Web dengan Python

Aplikasi web saat ini merupakan aplikasi yang wajib diketahui oleh pihak-pihak yang terlibat dengan ilmu komputer baik mahasiswa, dosen, hingga staf IT di perusahaan. Di tahun 2020, permintaan aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) sangat tinggi. Mau tidak mau, programmer dan pengembang wajib mengetahui tool yang mendukung AI, salah satunya adalah bahasa pemrograman Python.

Framework Web Python

Python awalnya adalah aplikasi yang digunakan untuk back-end tetapi saat ini dengan framework-framework yang tersedia bisa juga bermain di front-end. Salah satu framework yang terkenal adalah Flask dan Jango. Untuk bagaimana ilustrasi penggunaan Flask untuk menjalankan aplikasi AI berbasis web silahkan lihat di www.bisa.ai
berikut ini.

Menggunakan Web Server Lain

Untuk testing biasanya dengan framework web Python, tetapi untuk implementasi biasanya menggunakan web server yang banyak dipakai, salah satunya adalah Apache dengan bahasa pemrograman PHP-nya yang terkenal dan sampai saat ini masih banyak digunakan. Untuk itu diperlukan pengetahuan mengintegrasikan PHP dengan Python. Misal kita punya kode Python sederhana perkalian 2×4 berikut ini:

  • print(“<B>Hasil Olah dengan Python</B><br>”)
  • y=2*4
  • print(“<B>Hasil 2 x 4 = </B>”)
  • print(y)

Misal kita beri nama tes.py. Selanjutnya kita buat satu kode PHP yang memanggil “tes.py” tersebut untuk dijalankan. Sebelumnya perlu kita ketahui bersama bahwa menjalankan “tes.py” dapat dilakukan lewat konsol dengan mengetik python tes.py. Nah, instruksi tersebut yang kita gunakan dalam kode php kita berikut ini. Perhatikan, PHP berwarna merah ditujukan untuk menjalankan file tes.py berbahasa Python.

  • <html>
  • <head>
  • <title></title>
  • </head>
  • <body>
  • <h3>Tes PHP to Access Python</h3>
  • <?php
  • $my_command = escapeshellcmd(‘C:/python27/python tes.py’);
  • $command_output = shell_exec($my_command);
  • echo $command_output;
  • ?>
  • </body>
  • </html>

Beri nama file tersebut, misalnya index.php. Yang perlu diperhatikan adalah python yang digunakan haru disetel path-nya. Atau arahkan saja python.exe disertai lokasi foldernya. Contoh yang saya gunakan adalah python versi 2 di c:/python27/python.exe. Jika lebih dari satu environment jangan sampai salah lokasi. Letakan kedua file di atas (tes.py dan index.php) di lokasi web. Untuk XAMPP di htdocs, sementara yang lain, misalnya Wamp Server di folder www.

Tulisan “Tes PHP to Access Python” berasal dari index.php sementara tulisan “Hasil Olah dengan Python”, “Hasil 2×4” dan hasil kalinya (“8”) berasal dari tes.py. Sekian, semoga bermanfaat.

Dipublikasi di Python, Rekayasa Perangkat Lunak | Meninggalkan komentar

Menjadi Orang yang Biasa Saja

Ketika sekolah menengah pertama (SMP) saya sering mampir ke perpustakaan sekolah. Ruangan yang lebih cocok disebut gudang itu terletak di pojok, sebelum WC guru. Tidak ada penjaga perpus dan selalu dibuka ketika jam istirahat. Walau siswa dibebaskan masuk dan membaca buku-buku yang ada tetapi hanya segelintir saja. Terkadang hanya saya yang di ruangan setelah teman yang saya ajak (dengan sedikit paksaan) tidak bisa menemani saya lebih lama.

isaac_newton_1689_painting_sir_godfrey_kneller_public_domain_via_wikimedia_commons

Salah satu buku-buku favorit saya waktu itu adalah biografi ilmuwan-ilmuwan jaman dulu seperti Isac Newton, Albert Einstein, dan kawan-kawan. Saking asyiknya terkadang saya tidak memperdulikan gosip yang mengatakan banyak makhluk halusnya di situ, yang kadang terasa tapi tak terlihat. Lalu apa hubungannya dengan judul postingan ini? Tentu saja ada. Para ilmuwan-ilmuwan terkenal itu dari biografi yang saya baca ternyata diawali dari keadaan yang oleh lingkungannya dianggap biasa saja. Malah banyak yang ditolak oleh masyarakat karena dianggap tertinggal, seperti Edison dan Einstein. Saking biasanya, Newton konon menemukan teori gravitas yang membuat kagum penemu komet (bernama Halley), ketika asyik bertani. Contoh yang jelas, Nabi Muhammad SAW, merupakan remaja yatim piatu penggembala biasa saat itu di Makah. Tidak ada cita-cita menjadi orang luar biasa, tapi justru mampu mengubah dunia, yang oleh M. Hart dimasukan sebagai orang no.1 yang berpengaruh terhadap sejarah.

filsafat book

Salah satu filsuf terkenal yang menjadi guru para filsuf adalah Socrates. Salah satu fikiran sederhananya adalah pernyataan bahwa yang dia tahu hanyalah bahwa dia tidak tahu apa-apa. Intinya dia ingin mengajak orang berfikir sebab ketika merasa sudah tahu apa-apa, orang tidak akan berfikir lagi. Beruntunglah ketika merasa tidak tahu, karena secara alamiah Anda akan mencari tahu. Namun, jangan mencari cara bagaimana membuat diri, entah lewat mekanisme hypnoterapy dan bantuan motivator-motivator, membuat diri merasa super, tahu segala hal, selalu benar, dan sejenisnya yang berakibat berhenti berusaha meningkatkan kualitas.

Di pertengahan tahun 90-an ketika akhir SMA, saya pernah bimbingan belajar oleh pengajar yang biasa saja, tidak memiliki tip dan trik mengerjakan cepat dengan rumus-rumus kilat yang saat itu sedang tren. Terus terang yang saya dapat dari tutor itu adalah bimbingan psikis dan nasihat-nasihat membangun. Secara sederhana dia mengatakan kepada saya yang ingin lolos masuk UGM, “jika kamu bisa menjawab tiap soal-soal yang orang lain bisa jawab, maka pasti lolos ujian masuk”. Nasihat yang sangat sederhana dan ‘biasa-biasa saja’ tetapi dalam pelaksanaannya butuh kemampuan mengetahui apa yang tidak/belum kita ketahui. Setelah saya jalani ternyata ringan juga, walau ketika hari ‘H’ saya merasa masih banyak materi sulit yang belum saya kuasa tetapi materi-materi yang orang lain bisa saya sudah bisa dan akhirnya lolos juga.

Untuk rekan-rekan dosen seprofesi, biasa saja, jangan merasa super, paling benar dan tetap menjaga hati jangan sampai tercemari konsep/prinsip yang menghalangi untuk terus belajar. Jangan ingin segera jadi nomor satu, jadi profesor kilat, biasa saja, meneliti, kolaborasi dan mencoba riset sesuai bidangnya. Jika tidak menjadi no.1 tidak apa yang penting usaha sendiri. Teringat beberapa tahun yang lalu karena kesulitan bahasa Inggris mencoba daftar pelatihan bahasa tiga bulan dari DIKTI di UGM Jogja. Pelan-pelan, IELTS bisa tembus 6.0, lalu mencoba mengajukan beasiswa DIKTI, sempat ditolak sekali, kemudian mengajukan ulang, toh tembus juga. Ketika kuliah pun, sempat kewalahan karena saingan yang ketat, tetapi dengan belajar normal-normal saja toh bisa lulus duluan. Padahal riset hanya lewat email-emailan, ketemuan hanya laporan progress. Kalu difikir-fikir mirip mahasiswa yang belajar di kondisi COVID-19 sekarang. Jadi, untuk mahasiswa, jangan lupa kata “maha” di depan siswa ya, kata ampuh yang  bisa berarti: ‘jago mencari jalan-jalan alternatif menuju Roma’. Jujur saya lebih khawatir dengan siswa (kelas I sd XII) dibanding mahasiswa saat kondisi adaptasi kebiasaan baru ini. Sekian, tentu saja Anda boleh tidak setuju dengan tulisan singkat ini.

Dipublikasi di Puisi Kehidupan | Meninggalkan komentar

Webinar Systematic Literature Review (SLR) Untuk Skripsi dan Tugas Akhir

Setelah hampir lima tahun kuliah dan kembali lagi mengajar ternyata tidak ada perubahan yang signifikan dari kemampuan mahasiswa menulis tugas akhirnya. Gaya copy-paste masih kerap dilakukan, terutama pada bab studi/kajian pustaka. Referensi hanya berupa buku saja, tidak ada jurnal terkini. Memang mahasiswa D3/S1 hanya menerapkan ilmu yang didapat, belum sampai tahap membandingkan apalagi menemukan hal-hal baru (novelty). Untuk mengatasi hal tersebut, fakultas teknik Universitas Islam “45” Bekasi mengadakan pelatihan kepada para mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir. Kebetulan saya mendapat tugas sesi-1 tentang Systematic Literature Review (SLR) sebelum sesi-2 tentang kiat-kita merampungkan tugas akhir/skripsi.

Memang tujuan utama SLR adalah untuk memperoleh rujukan-rujukan yang tepat dalam menjawab permasalahan tugas akhir/skripsi. Namun di sisi mahasiswa D3/S1 kebanyakan untuk menghindari plagiasi, terutama mencontek isi naskah skripsi/TA kakak-kakak seniornya. Dengan SLR ditambah keunikan-keunikan judul-judul baru yang ditujukan untuk tugas akhir mahasiswa, diharapkan mampu menghilangkan perilaku negatif mencontek mahasiswa-mahasiswa kita.

Ristek-Brin menganjurkan kampus untuk membuat roadmap penelitian yang kemudian dijalankan oleh dosen-dosennya. Jadi bagi mahasiswa sekarang, mencari permasalahan penelitian tidak serumit mahasiswa era 90-an, karena dosen sudah memiliki roadmap-nya. Tinggal bertanya maka si dosen pembimbing akan memberi judul atau permasalahan skripsi/tugas akhir yang harus diselesaikan dengan cepat. Berikut link youtubenya, semoga bermanfaat.

Dipublikasi di Puisi Kehidupan, Riset dan Penulisan | 1 Komentar