Heboh Linearitas Dosen

Berawal dari informasi di grup WA tentang berita di situs berita nasional, munculah pro dan kontra kemudahan pemerintah dalam linearitas dosen. Di berita tersebut prinsip linearitas yang dulu inline pendidikan S1, S2, dan S3-nya, sekarang dosen linear jika S3, riset dan homebase/mengajarnya inline. Postingan yang lalu sebenarnya sudah membahas masalah tersebut, tetapi saat ini heboh lagi, jadi ada baiknya diulas lagi.

Sulitnya Kuliah S3

Sedikit berbeda dengan S2 yang rata-rata baik dalam prosentase kelulusannya, banyak yang tidak bisa menyelesaikan S3, dan kalaupun bisa lulus, menderita dahulu, lama lulus dan kesulitan-kesulitan lainnya seperti keuangan, keluarga, dan lain-lain. Tidak jarang yang meninggal karena sakit ketika studi lanjut.

Beberapa rekan karena sulitnya mencari S3 sesuai bidangnya mengambil bidang lain yang lebih mudah. Namun ternyata banyak masalah yang terjadi. Ketika akreditasi, bahkan S3 salah satu rekan tidak diakui karena harusnya informatika/ilmu komputer tetapi mengambil teknologi pertanian. Salah satu dosen saya ketika ambil pascasarjana dulu, curhat ketika melamar ke kampus lain yang lebih menjanjikan ternyata S3-nya (yang menjadi persyaratan) tidak diterima krena bukan informatika/ilmu komputer melainkan teknologi pendidikan. Ternyata keilmuwan melekat dengan gelar terakhir.

Linearitas S3 – Riset – Mengajar

Memang dosen berbeda dengan peneliti karena dua tri darma lainnya yaitu pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat. Jadi jika antara riset dengan mengajarnya tidak linear maka dianggap dosen tersebut melanggar linearitas. Lantas bagaimana jika risetnya menggunakan gelar pascasarjananya (S2)? Bisa juga kan?

Sebelumnya ada baiknya merujuk ke peraturan LIPI tentang peneliti yang terdiri dari (lihat di sini):

  • Peneliti Pertama
  • Peneliti Muda
  • Peneliti Madya
  • Peneliti Utama

Di sana disebutkan S1 pun boleh meneliti. Namun informasi dari rekan saya di Litbang Pertanian, jika peneliti bukan Doktor maka wajib memiliki mentor. Mentor di sini adalah doktor yang fungsinya mirip pembimbing tesis/disertasi. Kecuali di daerah-daerah terpencil, biasanya di wilayah timur Indonesia, boleh tanpa mentor jika terkendala lokasi dengan mentornya.

Pada pasal 31 ayat (1) Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan pengajar S2 dan s3 diwajibkan bergelar doktor/profesor. Jika alasan utamanya adalah fokus s2 dan s3 adalah penelitian, maka jika bukan doktor maka ketika meneliti, perlu memiliki mentor. Bahkan saat ini, doktor pun ketika meneliti jarang sendirian. Tim peneliti terdiri dari beberapa orang dengan tugas-tugas spesifik (survey, olah data, penulisan, dan lain-laian), namun biasanya ada satu orang doktor/profesor di dalamnya. Jadi jika doktor yang bukan bidang risetnya (yg inline dengan S2) tentu saja dari sisi prinsip setara S2 walau bergelar doktor. Kembali ke tri darma, patokannya adalah selain penelitian, pada sisi pengajaran juga mengikuti aturan yang ada.

Respon LLDIKTI (Kopertis)

Kembali ke masalah berita di WA, kopertis mengharapkan untuk mencermati lebih dalam info-infor yang beredar di dunia maya. Tujuan aturan baru linearitas sebenarnya untuk mengakomodasi perkembangan IPTEK saat ini yang multidisiplin, bukan bermaksud memberi kemudahan. Berikut petikannya:

perlu saya sampaikan bahwa……..rekan rekan di PTS trtama tenaga pendidik harus baca scra lengkap dan jangan judulnya saja.

apabila dibca dgn seksama pa menteri bicara “akan segera” dgn pertimbangan yg berkaitan dgn IPTEK.

sbtlnya linearitas sdh dijelaskan sejak oktober 2014 sesuai surat edaran no. 887/mi/2014 dan pedoman operasional kenaikan pangkat/jabatan akademik dosen DIKTI 2014 yg sd dgn saat ini blm ada edaran or peraturan penggantinya….

dan yg disebut linearitas adalah kesesuaian bidang ilmu antara pendidikan terakhir dgn mata kuliah yg diampu, publikasi yg dihasilkan dan homebase/program studi tmpt dosen mengajar…..

linearitas yg ideal itu mmng s1 s2 s3 matkul, homebase dan publikasi aaaaaaa semua. maka dr itu sjk 2014 diberikan keringanan bahwa cukup sesuai dgn pendidikan terakhirnya saja..

S1 A S2 B S3 C….MK C PUBLIKASI C HB C bisa jadi guru besar ? bisa …..

Contoh lain : S1 A S2 B S3 A MATKUL A. HB A. PUBLIKASI A. bisa jadi GB ? bisa

S1 A S2 B S3 B. bisa? bisa…..

dan apabila linearitas dihapus kita profesional mau di bidang ilmu apa. tak terbayang kalau sy A B C tp ngajar di B. publikasi di A HB di C.

buat apa kita cape” kuliah S2 or S3 tp ngajar masih di S1…..

oleh krn itu kalau tenaga pendidik sudah tidak inline scra background pendidikannya kita arahkan dr awal atau arahkan lagi agar S1 s.d. S3 nya dan pelaksanaan tridharmanya inline…..

krn pasti akan terkendala dalam pengembagan karir tendik terhadap usulan JAD, Sertifikasi maupun Studi Lanjut..

kalau tidak inline apa lagi resikonya? ke akreditasi prodi dan institusi dmana satu prodi 6 dosen trsbt harus inline pendidikannya dengan homebasenya….

skrang mah kita berfikir positif saja dgn informasi tersebut dan dijadikan motivasi kita agar lebih baik menjadi tenaga pendidik dan tentunya profesional di bidang ilmunya…..janga meminta yg lebih ringan kalau kita mampu melaksanakannya

tanya ke diri sendiri saya PROFESIONAL mau di bid. apa…..????

hatur nuhun

Dunia Terus Berubah

Tidak ada yang tidak berubah, termasuk peraturan pemerintah. Tetapi biasanya peraturan mengikuti tuntutan jaman. Ketika kuliah dulu, saya melihat banyak profesor yang hanya bergelar S1, alias Prof. Ir. Bagaimana dengan aturan ke depan apakah bisa atau tambah rumit? Di era disrupsi dan revolusi industri dan pendidikan 4.0 sepertinya akan terjadi gejolak yang unik. Oiya, sekedar saran, sebelum memilih jurusan S3, ada baiknya konsultasi dulu agar tidak salah jurusan, sayang kan, soalnya S3 cukup menguras tenaga dan waktu .. “four years” atau malah bisa “for years..s..s..s..”

Bersama pembimbing dan rekan-rekan wisuda doktoral

Iklan

Latihan Mengetik Cepat Online

Salah satu faktor penting dalam penyelesaian proyek baik menulis, riset, hingga pembuatan program aplikasi adalah mengetik cepat. Dengan mengetik cepat maka proses pengerjaan dapat terselesaikan jauh di bawah waktu deadline.

Program Untuk Latihan

Dulu ada program untuk melatih mengetik namanya Typing Master. Namun saat ini lebih baik menggunakan yang berbasis web karena dapat terhubung dengan pengetik-pengetik lainnya dari seluruh dunia. Beberap pengguna menyarankan menggunakan 10fastfinger yang juga disertai game yang menarik karena berkompetisi dengan negara-negara lain.

Lumayan masuk 10 besar ketika uji coba langsung dengan kecepatan 89 wpm (kata/menit). Untuk kecepatan di atas 100 wpm berarti mengetiknya seperti berbicara mengalirnya kata. Sepertinya harus latihan lagi.

Mengetik 10 jari dan Buta

Dua teknik tersebut wajib dikuasai oleh rekan-rekan yang ingin mengetik cepat. Biasanya jika sudah 10 jari secara otomatis akan mengetik buta. Buta di sini artinya tidak melihat tuts keyboard yang ditekan. Teknik yang digunakan adalah:

  • Letakan jari pada rumahnya (asdf – jkl;) khusus untuk qwerty
  • Tekan huruf sesuai dengan wilayah jari (kelingking, manis, tengah, telunjuk dan jempol).

Namun ternyata ketika melihat juara satu-nya 141 wpm, keyboard yang digunakan adalah jenis maltron. Hmm .. bagaimana lagi, sudah terlanjur qwerty jika dipindah akan belajar dari nol lagi.

Jenis-Jenis Format Keyboard

Ternyata jenis-jenis keyboard beragam. Memang saya merasa qwerty sangat tidak reliable karena kebanyakan huruf yang diketik, misalnya a malah berada di jari yang terlemah yaitu kelingking kiri. Jenis-jenis keyboard yang tersedia antara lain (sumber: indoworx.com/jenis-jenis-keyboard/):

1. QWERTY

Ini adalah formasi keyboard pertama di dunia. Kelemahannya adalah beban tangan kiri lebih besar dari tangan kanan. Sangat tidak cocok dengan tangan Indoneisa yang lebih kuat di kanan (bukan kidal). Namun apa boleh buat, karena sudah terlanjur banyak yang makai terpaksa tetap dipertahankan, karena jika format baru akan belajar lagi.

2. DVORAK

Dibentuk pada tahun 1932. Kabarnya DVORAK lebih evisien 10 – 15% dibanding qwerty.

3. KLOCKENBERG

Merupakan kombinasi qwerty dengan dvorak. Bentuknya terpisah antara kiri dan kanan. Fungsinya untuk mengurangi beban pada otot tangan dan bahu. Namun memiliki masalah dalam hal tata ruang dan sangat tidak mobile.

3. MALTRON

Keyboard ini mengatasi masalah jari yang harus menyesuaikan dengan keyboard pada qwerty. Dengan bentuk ini, jari tidak terlalu menyesuaikan dengan keyboard. Repititive injury yang kerap dialami orang yang banyak mengetik dapat dihindari. Lihat gambar di bawah (sumber: assistiveit.co.uk)

 

4. PALANTYPE

Keyboard ini membagi konsonan dengan huruf hidup (bagian tengah). Konsonan di kiri dan kanan yang posisinya mirip awal dan akhir kata. Sayangnya hanya mensuport bahasa Inggris.

5. STENOTYPE

Cocok untuk wartawan dalam merekam/mencatat wawancara. Hasilnya masih berupa singkatan-singkatan sehingga harus diedit lagi jika ingin dipublish. Tapi dengan singkatan saja, si wartawan masih bisa membaca apa yang diketik ketika wawancara. Hmm .. di jaman yang sudah mudah merekam sepertinya tidak diperlukan.

6. ALPHABETIC    

Keyboard ini sederhana karena memformat keyboard secara alfabet. Mudah dalam memasang karena urutannya alfabet .. he he. Biasanya hanya untuk mainan anak-anak.

7. ALPHANUMERIC

Biasa digunakan oleh para kasir / teller bank. Sangat cocok untuk mengetik angka. Keyboard qwerty biasanya menyertakan keyboard alphanumeric yang terpisah di bagian kanan. Tapi untuk laptop sepertinya sudah tidak ada untuk menghemat space.

Demikian tulisan ringan mengenai seluk beluk mengetik. Selamat mengetik.

Master Theorem

[algoritma&pemrograman/pert4/TIF-1101/r-408]

Ketika menangani kalkulasi menghitung waktu proses sorting dengan rekursif, salah satu metode yang praktis digunakan adalah master theorem. Oiya, rekursif adalah sebuah prosedur/fungsi yang didalamnya memanggil fungsi itu lagi. Misalnya pada algoritma heapshort.

  • Untuk seluruh angka
  • Ambil nilai max di akar
  • Isi akar dengan nilai index terakhir
  • Lakukan fungsi heapify()
  • Turunkan jumlah index sebanyak satu angka

Tampak ada pemanggilan fungsi heapify() di setiap rutin. Contoh lain adalah merge sort dengan devide and conquer. Dimana fungsi merge-sort() dipanggil lagi:

Master Theorem digunakan untuk mencari theta oh ataupun big oh suatu waktu proses T(n). Berikut ini rumus yang digunakan.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menggunakan teori ini antara lain:

  • Tentukan a, b, k dan p.
  • Cari tiga kemungkinan (lebih besar, sama dengan, atau lebih kecil) antara a dengan b^k.
  • Untuk a=b^k cek lagi apakah p>-1, p=-1, atau p<-1
  • Untuk a<b^k cek lagi apakah p>=0, atau p<0.
  • Masing-masing kemungkinan memiliki time complexity T(n) yang berbeda.

Tentu saja teori ini ada batasannya, misalnya jika di sebelah kiri T(n/b) ada n maka a tidak bisa ditentukan. Namun beberapa metode bisa mengkonversi menjadi bentuk standarnya dimana di sisi kiri berupa konstanta.

Ref:

Bahasa Pemrograman Online

Terkadang ada mata kuliah tertentu yang memerlukan praktek pemrograman. Bahasa yang dipilih pun beragam seperti Java, C++, Python, Ruby, Matlab, dan lain-lain. Jika ingin dituruti maka lab atau laptop pengajar harus menginstall aplikasi-aplikasi yang berisi bahasa pemrograman tersebut. Hal ini tentu saja sangat mengganggu karena tiap instalasi memerlukan space harddisk. Belum lagi jika fasilitas lab tidak memadai dan tidak terinstal compiler dari bahasa pemrograman yang digunakan.

Bahasa Pemrograman Online

Salah satu jawaban untuk mengatasi hal tersebut adalah menggunakan bahasa pemrograman online. Dengan mengakses situs-situs penyedia bahasa pemrograman online kita dapat belajar memrogram tanpa terlebih dahulu instal compilernya. Sangat praktis, tapi tentu saja tidak untuk production. Hanya saja untuk latihan siswa cukup memadai.

a. Bahasa C++

Bahasa ini banyak digunakan dalam perkuliahan karena sangat powerful, sudah tua, dan pembuat bahasa-bahasa lainnya. Salah satu situs yang lumayan bagus adalah OnlineGdb. Untuk mengujinya kita coba dengan algoritma insertion yang diambil dari mata kuliah algoritma. Silahkan buka kodenya di situs berikut ini. Copas dan letakan di bagian kode. NOTE: perhatikan lagi struktur kode-nya soalnya ada angka yang ikut ter-copas.

Lumayan OK dalam mensortir angka di atas. Hanya saja ketika menginput angka yang akan disortir sepertinya terlalu lama “lag”-nya, mungkin karena berbasis web.

b. Java

Sebenarnya situs OnlineGdb di atas bisa untuk java juga. Tinggal klik language di bagian kanan atas dilanjutkan dengan memilih java. Tetapi situs lain mungkin bisa dipertimbangkan seperti
Jdoodle
. Atau jika ingin bisa mengunduh hasil kompilasinya bisa dengan situs CompileJava. Di bawah ini tampilan Jdoodle ketika copas insertion short in java dari Situs ini.

Perhatikan, setelah Execute ditekan maka Result … memunculkan hasil di atas. Lumayan praktis tanpa menggunakan compiler java beneran. Minimal bisa menerapkan algoritma dengan bahasa Java secara instan.

c. Python

Bahasa ini merupakan bahasa yang cukup terkenal, khususnya yang bermain dengan machine learning, data mining dan sejenisnya. Bisa diakses via situs
Tutorialspoint

ini. Situs ini hanya khusus untuk python, tidak ada pilihan bahasa lainnya. Kode diambil dari Github insertion. Hasilnya lumayan ok, letaknya di kanan, hanya saja ada iklan mengganggu di bagian result

hh

Untuk bahasa-bahasa lainnya seperti ruby, c#, bahkan assembler tersedia di OnlineGdb. Selamat mencoba.

Yuk .. Jadi Asesor BKD dan LKD

Beban Kerja Dosen dan Laporan Kinerja Dosen merupakan berkas wajib seorang dosen profesional. Jika BKD dan LKD sudah dibuat, maka dosen tersertifikasi berhak menerima tunjangan sertifikasi dosen (Serdos) sesuai dengan golongannya.

Persetujuan Asesor

BKD dan LKD yang dibuat harus mendapat persetujuan dari dua orang asesor. Untuk kopertis 4 (sekarang namanya LLDIKTI wilayah 4) sudah online. Di sini asesor 1 dan 2 memberikan persetujuan lewat aplikasi web BKD. Untuk LLDIKTI wilayah lainnya masih berupa berkas untuk ditanda tangani.

Penentuan Asesor

Asesor di awal serdos muncul dipilih di tiap kampus, agar merata. Tidak semua dosen dijadikan asesor BKD dan LKD oleh Dikti. Saat ini syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh calon asesor adalah:

  • Doktor dengan minimum pangkat Lektor
  • Magister dengan pangkat minimal Lektor Kepala
  • Ijin rektor/pimpinan tempat calon berada
  • Mengikuti Penyamaan Persepsi

Penyamaan Persepsi

Ketika lulus S3 secara kebetulan diadakan penyamaan persepsi calon asesor di LLDIKTI 4. Cukup banyak yang hadir dan membludak. Saya sendiri duduk di belakang, maklum jarak Bekasi – Bandung lumayan jauh dan lama karena macet di daerah Cikarang.

Pemberian Nomor Induk Registrasi Asesor (NIRA)

Lumayan lama sejak penyamaan persepsi yang dilaksanakan di akhir januari, selanjutnya LLDIKTI mengumumkan calor asesor yang siap diberi NIRA dengan terlebih dahulu rektor tempat calon asesor berada memberikan persetujuan. Lihat format pernyataannya. Rencananya calon asesor ini sudah dapat bekerja semester depan jika sudah memiliki NIRA.

Untuk yang tidak mengikuti penyamaan persepsi di wilayah LLDIKTI masing-masing, sepertinya tidak diperbolehkan menjadi asesor walaupun memenuhi syarat pangkat dan gelar. Saat ini memang kebutuhan asesor baru sangat tinggi mengingat banyak dosen-dosen penerima serdos yang baru lulus. Kelayakan Asesor adalah mengasesori 10 dosen, dan kabarnya saat ini tiap asesor sudah berlebih. Repotnya belum tentu tiap tahun dibuka pengajuan asesor baru. Yuk, jadi asesor BKD dan LKD walaupun imbalannya pahala saja. Hitung-hitung membantu sesama rekan-rekan senasib (dosen).

E-learning Instan dengan Edmodo

Orang-orang se-generasi dengan saya tidak begitu setuju dengan hal-hal yang serba instan, apalagi menyangkut hal-hal yang penting, seperti pendidikan, terutama para rekan yang idealis. Tetapi di era milenial dengan fenomena disrupsi sekarang ini, jika tidak bisa memberikan servis yang disertai kemudahan-kemudahan, maka dapat dipastikan akan tergerus bahkan hancur.

Waktu itu sekembalinya dari tugas belajar, saya mulai mempraktekan flipped learning yang meng-switch perkuliahan dengan pembelajaran di rumah. Jika selama ini perkuliahan tatap muka digunakan untuk transfer ilmu, maka metode ini membaliknya menjadi diskusi dan pengayaan. Di manakah letak transfer ilmu-nya? Jawabnya adalah sebaliknya, transfer ilmu dilakukan sepanjang waktu ketika siswa berada di luar kelas. Caranya bagaimana? Tentu saja e-learning salah satunya. Cara lainnya banyak: Whatsapp, Chating, Telegram, dan lain-lain. Namun masing-masing aplikasi yang memang pada dasarnya dibuat bukan untuk pembelajaran daring, maka memiliki beberapa keterbatasan seperti pembuatan soal, quiz, dan lain-lain. Whatsapp yang sempat saya gunakan karena kampus tidak mempersiapkan e-learning dengan cepat ada masalah ketika hp saya error dan data history hilang semua. Untuk komunikasi, WA dkk sepertinya dapat diandalkan, setidaknya sebagai pelengkap e-learning.

Mendaftar Edmodo

Edmodo dapat diakses di link resminya (edmodo.com). Ada tiga pilihan untuk login: teacher, student dan parent. Sign up saja dengan cepat via email Anda, atau bisa juga dengan “Continue with Google” di bawah “Continue with Office 365”.

 

Mengundang Mahasiswa Mengikuti Kelas

Setelah kelas dibentuk maka tutor dapat mengundang mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan. Caranya ada dua: 1) mengisi data-data si mahasiswa dan 2)menge-share kode kelas yang muncul di Edmodo. Masing-masing punya kelemahan dan kelebihan.

Cara Pertama: Memasukan Langsung

Masuk ke Member Options lalu pilih Add Students dilanjutkan dengan menambah siswa-siswa peserta kelas kita.

Unik juga, siswa tidak wajib memasukan e-mail. Perhatikan, ada tiga mahasiswa yang didaftar tanpa login email. Ketika Add Students ditekan, maka Edmodo akan meng-generate akun disertai passwordnya.

Jangan lupa menekan Download Instruction untuk memunculkan PDF akun dan passwod ketiga siswa di atas.

Ketika login pertama kali maka mahasiswa disarankan langsung mengganti password yang diberikan oleh Edmodo. Cara ini praktis juga karena siswa secara Instan bisa bergabung di kelas tanpa Sign Up di Edmodo. Caranya adalah masuk ke: https://www.edmodo.com/?show_login_modal=1 dengan account di atas:

Satu hal yang unik adalah Edmodo meminta email orang tua/parent untuk peserta. Walaupun tidak diwajibkan, mungkin maksudnya agar mudah dimonitor oleh orang tua, khawatirnya mereka mengikuti e-learning sesat … hehe. Gantilah password dengan masuk ke Setting dan masuk ke menu Password di kiri lalu ganti passwordnya.

Cara Kedua: Meminta Siswa Mendaftar/Join

Cara kedua lebih praktis, yaitu siswa diminta gabung setelah terlebih dahulu sign up di edmodo. Ketika ingin bergabung mereka diminta memasukan kode kelas yang telah kita bagikan sebelumnya. Di menu Classes tekan Joint a Class lalu di jendela Join Group masukan kode kelasnya. Tidak diperlukan parent di cara ini.

Tapi satu kelemahannya adalah jika kode kelas tersebar ke mana-mana maka semua orang bisa masuk ke kelas kita. Walaupun kita bisa me-remove yang bersangkutan, tetapi sangat merepotkan, terlebih jika kelasnya banyak, misalnya ratusan. Apalagi untuk masuk tidak perlu konfirmasi dari kita, alias langusng ikut.

Kelemahan Edmodo

Banyak hal-hal yang sifatnya tertutup ada kemungkinan terbuka keluar karena menggunakan aplikasi berbagi edmodo. Selain itu sistem darurat ini tidak bisa dijadikan hibah pembelajaran daring yang saat ini mulai digenjot oleh Kemristekdikti. Tetapi untuk kampus yang enggan menyiapkan e-learning, atau e-learningnya ingin sempurna sekali (walau entah kapan jadinya), aplikasi ini dengan mudah dapat dipakai. Sekian, siapa tahu bermanfaat.

Algoritma

[algoritma&pemrograman/TIF-1101/r-408]

Asal Usul

Algoritma merupakan ilmu yang spesifik untuk jurusan ilmu komputer dan turunannya (teknik informatika, sistem informasi, sistem komputer, dan lain-lain). Ilmu ini diambil dari nama seorang ilmuwan persia bernama “al-Khowarizmi” yang oleh lidah orang Eropa diucapkan menjadi “Algorithm”. Artinya adalah prosedur komputasi yang menghasilkan nilai tertentu dari suatu masukan. Prosedur tersebut berupa tahapan-tahapan komputasi.

Untuk yang SMA di tahun 90-an, biasanya sudah diperkenalkan Algoritma di mata pelajaran matematika, dengan satu bahasa pemrograman yang terkenal waktu itu: Basic. Algoritma sendiri telah dikembangkan jauh sebelum komputer ditemukan.

Algoritma merupakan Teknologi

Tidak hanya perangkat keras yang termasuk teknologi, algoritma juga bagian dari teknologi karena mengandung unsur efisiensi dan pemilihan metode yang cocok. Jujur saja, algoritma merupakan salah satu mata kuliah yang saya benci. Tapi ternyata merupakan salah satu bagian dari judul disertasi saya (hybrid multi-criteria evolutionary algorithms), unik juga.

Salah satu aspek teknologi adalah efisiensi. Berikut ini contoh perbandingan dua komputer yang menggunakan dua prosesor yang berbeda dengan algoritma pencarian (searching) yang berbeda pula. Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Komputer A: Memiliki kecepatan 10 miliar instruksi per detik. Menggunakan algoritma insertion sort dengan T(n)=C1*n^2.
  • Komputer B: Memiliki kecepatan 10 juta instruksi per detik. Menggunakan algorithma merge sort dengan T(n)=C2*n*log(n).

Jika C1=2 dan C2=50 (waktu proses tiap prosesor dimana komputer B lebih lama dari komputer A). Jika kedua komputer diminta untuk mensortir 10 juta angka berapakah waktu yang dibutuhkan oleh komputer A dan B?

Jawab: Soal tersebut diambil dari buku “introduction to algorithms” karya Cormen. Dengan membagi jumlah instruksi dengan kecepatan prosesor maka diperoleh waktu yang diperlukan.

  • Komputer A membutuhkan waktu proses = 2*(10^7)^2 : 10^10 = 20 ribu detik (kira-kira 5.5 jam) sementara komputer B memiliki waktu proses 50*10^7*log(10)^7 : 10^7 = 350 detik (kira-kira 6 menit).

Bayangkan prosesor yang 1000 kali lebih cepat (komputer A) dikalahkan oleh komputer B karena menggunakan algoritma yang lebih efisien. Selain itu algoritma bisa bekerja sama dengan teknologi-teknologi lainnya:

  • Arsitektur komputer dan teknologi perakitan/pembuatan komponen
  • GUI yang intuitif, mudah dan praktis.
  • Sistem berorientasi objek
  • Teknologi web terintegrasi, dan
  • Jaringan cepat baik kabel dan nirkabel.

Demikian uraian singkat tentang pembuka mata kuliah algoritma. Siapa tahu ada yang berminat/tertarik dengan materi kuliah utama ilmu komputer ini.

Referensi: