Sumber Inspirasimu Ada di Sekitar

Teman/Guru

Pergaulan kita memang sangat mempengaruhi perkembangan jiwa kita. Apa corak yang mewarnai diri kita sangat ditentukan oleh teman. Bahkan di Islam dikatakan bahwa “seseorang mengikuti agama temannya ..”. Jadi peran teman, apalagi sahabat sangat menentukan bentuk pribadi kita. Mungkin agama lain memiliki prinsip yang sama. Postingan ringan ini sedikit berbagi pengalaman hal-hal yang mempengaruhi atau menginspirasi hidup saya yang mungkin ada kemiripan dengan pembaca sekalian.

Banyak teman yang menginspirasi saya. Dampaknya sangat luar biasa, mengalahkan sumber-sumber inspirasi lain karena sifatnya yang “live”, berbeda dengan sumber-sumber lain yang sedikit ada campuran rekayasa. Setidaknya kita kurang percaya. Bandingkan Anda melihat maling secara langsung dengan lewat berita di koran, di radio, di televisi atau internet. Atau melihat hantu .. upss.

Banyak guru atau dosen yang menginspirasi. Entah karena kepintaran, skill, atau sekedar sifat baiknya, tutur kata, dan hal-hal menarik lainnya. Bagaimana yang sudah selesai sekolah? Silahkan cari sumber-sumber lain, entah di asosiasi, pertemuan-pertemuan ilmiah dan sejenisnya. Pasti ada satu, dua yang bisa memacu kita untuk maju.

Film

Ya, yang satu ini mau tidak mau pasti dialami oleh sebagian besar anak kecil, terutama seumuran saya, maksimal. Maksudnya maksimal adalah saya sudah mengalami nonton film walaupun di TVRI waktu itu. Generasi seusia orang tua saya tentu saja belum ada, entah mungkin tontongan wayang kulit/golek atau ketoprak bisa saja mirip pengaruhnya. Waktu kecil ketika teman sebaya saya mengagumi sebuah tokoh jagoan, saya malah tertarik dengan orang tua berkacamata tebal, dan biasanya berjenggot lebat. Siapakah dia? Dia lah yang saya kagumi, seorang profesor. Seseorang yang mensuport si jagoan, bahkan mampu menciptakan robot yang bisa berubah-ubah. Generasi milenial tentu saja sulit dibayangkan dampaknya mengingat informasi sudah berkembang dengan cepat dan murah. Lewat youtube, seorang anak bisa menikmati beragam tontonan yang diinginkan tanpa menunggu jadwal dan duduk manis menikmati acara.

Bacaan

Bacaan paling berkesan bagi seorang anak adalah bacaan ketika kecil. Generasi 80-an pasti mengenal “ini ibu budi”. Untuk masalah keagamaan pasti mengenal juga “juz ama” yang sulit dipelajari waktu itu ketika teknik iqra belum ada. Sayangnya bacaan pelajaran di sekolah jarang yang menginspirasi. Untungnya beberapa guru bisa menginspirasi, tentu saja yang ringan tangan. Maksudnya gemar membantu dan membimbing, bukan meng … silahkan isi sendiri.

Untuk yang terakhir ini, agak unik. Dibilang sangat berpengaruh juga tidak, karena kalah dengan sumber yang lain. Tetapi dibilang tidak berpengaruh juga tidak. Lihat saja berita hoax yang saat ini marak kebanyakan dari tulisan yang dibaca. Mungkin karena kurangnya orang kita membaca lebih lanjut jadi mencari bacaan yang instan yang biasanya diperoleh di medsos. Bacaan juga memiliki keunggulan dibanding sumber yang dibahas di awal, yaitu jumlah informasi yang didapat tiap waktu lebih banyak. Teman mungkin bercengkerama beberapa jam, film juga, tetapi buku bisa berjam-jam dan tidak perlu urut/serial seperti film. Makanya, malaikat Jibril kabarnya gemas ketika menyuruh nabi membaca dan ternyata memang waktu itu nabi tidak bisa membaca. Kita yang bisa membaca karena memang disekolahkan sejak kecil tetapi malas membaca sepertinya Jibril a.s lebih gemas lagi, apalagi sampai percaya berita hoax.

Iklan

Deteksi Tepi dengan Matlab

[peng.citra|t.kom|lab.hardware|pert.5]

Di antara deteksi lainnya, seperti titik dan garis, deteksi tepi sangat bermanfaat untuk mengetahui suatu objek secara pasti dan terpisah dari objek lainnya, misalnya background. Pertemuan kali ini sedikit membahas metode-metode deteksi tepi yang terkenal antara lain: sobel, prewitt, dan robert. Untuk itu lanjutkan proyek sederhana pertemuan yang lalu dengan menambahkan satu panel berisi tiga pushbutton: sobel, prewitt, dan robert.

Konversi ke Gray

Deteksi tepi bermain dengan intensitas brightness. Ketika langsung mengakses gambar berwarna RGB ada pesan kesalahan. Perlu merubah terlebih dahulu citra yang diambil dari pushbutton “Ambil Citra” menjadi gray. Copas saja kode pada tombol “Konversi ke Gray” dan masukan ke “Sobel”.

  • z=rgb2gray(handles.y);
  • [g,t]=edge(z,’sobel’)
  • axes(handles.axes2)
  • imshow(g)

Silahkan lihat tatacara penggunaan fungsi edge dengan mengetik “help edge” pada command window. Untuk metode Prewitt dan Robert, caranya sama hanya saja menggunakan parameter berturut-turut ‘prewitt’ dan ‘robert’.

Perhatikan ada noise yang tertangkap. Biasanya sebelum deteksi tepi beberapa manipulasi terhadap citra original-nya diperlukan, misalnya filter dengan fungsi imfilter. Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Jika Ingin Dibutuhkan, Jadilah Server yang Baik

Yang pernah belajar jaringan pasti mengenal istilah client-server dan peer-to-peer. Istilah yang menggambarkan jenis hubungan antara satu titik/perangkat dengan perangkat lainnya yang biasanya sebuah komputer. Server yang merupakan komponen utama jaringan client-server memberikan layanan-layanan yang sangat dibutuhkan oleh client. Di dalam literatur komputasi, server cukup unik, di satu sisi sebagai pemimpin dan raja, di sisi lain memberikan layanan-layanan kepada bawahannya, dalam hal ini client. Memimpin tetapi juga melayani, alias sebagai pelayan.

Saya termasuk generasi X (generasi yang berusia 38-53 tahun ketika tulisan ini dibuat) yang sempat mengalami masa krisis ekonomi di tahun 98. Jangankan memperoleh pekerjaan, yang sudah bekerja saja banyak yang menganggur. Sempat beberapa kali melamar pekerjaan, tetapi perusahaan-perusahaan yang dituju “tidak membutuhkan”. Artinya tidak bisa membutuhkan “layanan” dari saya, atau setidaknya sudah ada orang lain yang terpilih. Ada sedikit paradox waktu itu, ketika negara krisis, sejatinya membutuhkan pelayan=pelayan yang bisa mengurangi atau mengatasi krisis, tetapi banyak tenaga-tenaga muda yang tidak bisa/berkesempatan melayani. Waktu berjalan, akhirnya beberapa lembaga membutuhkan layanan saya, dari kampus hingga perusahaan-perusahaan.

Jaman berubah, era dimana informasi tidak/belum berkembang cukup baik di tahun 90-an menjadi era dimana informasi datang secepat kilat. Bila suatu hal butuh beberapa hari untuk tersebar, saat ini hanya dalam hitungan detik bisa menyebar. Tentu saja jika “hal” tersebut dibutuhkan orang banyak. Lembaga yang bisa melayani kebutuhan akan menjadi kuat, sebaliknya yang abai terhadap pelayanan akan tergusur. Era itu saat ini dikenal dengan istilah “disrupsi”. Komplain, keterlambatan, dan kekecewaan-kekecewaan lain yang dirasakan konsumen akan berakibat fatal. Jangankan bisnis yang penuh saingan, bisnis yang tanpa saingan pun akan hancur karena muncul jenis bisnis baru yang memenuhi aspirasi para konsumen.

Beberapa perusahaan bisnis yang saat ini eksis, merupakan perusahaan-perusahaan yang pernah trauma dengan krisis ekonomi. Beberapa bisa eksis bahkan bergerak maju karena permintaan dan suplier yang memang berlebihan dan murah waktu itu (tenaga kerja). Misalnya kampus-kampus, bahkan sangat membutuhkan tenaga pengajar. Saya sendiri mengalami masa di mana siangnya bekerja, malamnya mengajar di kampus. Prinsipnya tetap sama, ketika ada permintaan layanan, ada pula yang menyediakan/menawarkan.

Pertarungan Tak Terhingga (Infinity War)

Ada dua jenis pertarungan, terhingga dan tak terhingga. Contoh pertarungan terhingga adalah pertandingan sepakbola. Ketika waktu habis dan satu tim unggul selisih gol, maka pertarungan berakhir. Di sini dalam kompetisi persaingan sudah jelas, yaitu antar klub. Tetapi dalam bisnis, pertarungannya adalah tak terhingga. Tidak ada yang menang dan kalah, melainkan tetap bermain atau berganti permainan. Bangkrut pun bukan kalah, karena pemainnya bisa bermain lagi, tetepi tidak di pertandingan yang sama. Ketika instagram diambil alih oleh Facebook, instagram tidak bisa dikatakan kalah, melainkan pemilik lamanya berganti permainan. Perhatikan saat ini banyak institusi pendidikan yang merger atau berganti pemilik. Di sini tidak bisa dikatakan kalah, melainkan pemilik lama berganti permainan, alias tidak tertarik lagi memainkan laga di pertandingan yang sama (mengelola kampus)

Dalam pidato-nya di Bali, presiden Jokowi mengingatkan dunia agar janganlah seperti “game of throne” dimana pertandingan bersifat saling menaklukan seperti pertandingan terhingga. Satu untung berarti yang lain rugi. Padahal jika memakai prinsip jaringan komputer client-server jika ada yang membutuhkan maka perlu ada yang melayani. Client itu sendiri sejatinya adalah server bagi pengguna/user yang memakai piranti tersebut. Bagi rekan-rekan yang bekerja, selalu ingat prinsip melayani tersebut. Anda melayani dan sekaligus juga membutuhkan layanan orang lain. Anggaplah pertandingan tak terhingga di perusahaan tempat Anda bekerja. Jangan anggap jabatan yang diturunkan atau bahkan dipecat sebagai kekalahan, melainkan berhenti dan melanjutkan permainan di medan pertandingan menarik lainnya, selama nafas masih ada. Bisa jadi itu merupakan arahan tuhan agar kita berganti permainan, atau setidaknya mengarahkan ke tangga lainnya untuk maju, alias tidak “ngono-ngono thok” (gitu-gitu aja). Bagaimana agar bisa optimal dalam melayani? Tidak ada cara lain dengan terus “mengasah pedang” dan “melatih jurus-jurus” layaknya seorang samurai. Sehingga lebih optimal melayani dan client puas, yuk jadi server yang handal.

 

Membuat Kunci Komposit

[basis.data|akuntansi|lab.software|pert.4]

Kunci komposit adalah kunci yang merupakan gabungan dari beberapa field. Misalnya mahasiswa yang mengambil beberapa kelas mata kuliah dan kelas mata kuliah yang memiliki beberapa mahasiswa. Hal itu akibat dari hubungan/relasi Many-to-Many yang mengharuskan dibentuk satu tabel baru (Lihat Post sebelumnya). Untuk membuat kunci komposit pada Ms Access, gunakan SHIFT ketika menyorot field-field yang akan dijadikan primary key. Setelah itu tekan simbol key.

Instal Lex and Yacc untuk Praktikum Teknik Kompilasi

[tek.kompilasi|tek.informatika|s.103|pert.6]

Compilers and language atau yang di Indonesia dikenal dengan mata kuliah teknik kompilasi merupakan materi dasar ilmu komputer, teknik informatika atau sistem komputer. Isinya adalah seluk beluk bagaimana compiler bekerja dari saat scanning, parsing, hingga menghasilkan output dalam bahasa mesin (komputer).

Peran Kompiler

Dahulu, teori-teori kompilasi yang berasal dari teori automata dan grammar dapat diibaratkan “fardhu kifayah”. Hanya segelintir yang tertarik, karena fokusnya adalah menciptakan compiler yang handal dan interaktif, dimana tiap kesalahan dapat diketahui letak kesalahannya. Level mahasiswa doktoral yang biasanya mengutak-atik bidang ini.

Namun saat ini dengan makin memasyarakatnya bidang pemrograman, para pemerhati kompiler berusaha membuat compiler yang bahkan mensuport para anak-anak yang tertarik dengan bahasa pemrograman. Munculnya bahasa-bahasa baru seperti Groovy, Rust, Elixir, Go, Swift, Arduino, Kotlin, dan bahasa pemrograman untuk Android. Android sendiri sangat mensuport Kotlin yang merupakan bahasa pemrograman yang dirancang dalam rangka mengisi kelemahan-kelemahan Java.

Lex and Yacc

Lex yang merupakan Lexical Analyzer Generator bermaksud men-scan kode yang ditulis. Sementara pasangannya Yacc (yet another compilers compiler) berfungsi melakukan parsing berdasarkan grammar. Dengan lex and yacc ini kita dapat membuat kompiler sendiri yang akan memerintahkan komputer menjalankan instruksi sesuai keinginan kita. Misalnya jika dalam bahasa pemrograman rata-rata menggunakan kata “if-else”, maka kita bisa saja menggantinya menjadi “jika-maka” setelah mengaturnya dengan Lex and Yacc ini. Silahkan unduh sourcecode nya lewat Google, lalu instal.

Instalasi

Lex and Yacc dapat berjalan di banyak platform. Untuk mudahnya di sini akan kita coba pada Windows 10. Setelah memperoleh kode sumbernya, klik ganda hingga muncul informasi bahwa akan diinstal Lex and Yacc.

Tekan saja Next> untuk lanjut ke menu persetujuan. Tekan saja Agree.

Berikutnya, Lex and Yacc akan meminta folder tempat program diinstal. Arahkan sesuai dengan keinginan, atau biarkan secara default dengan menekan Next>.

Berikutnya instalasi menanyakan lokasi menu folder Lex and Yacc nantinya. Biarkan secara default saja.

Akhirnya setelah menekan tombol Install maka proses instalasi akan berjalan hingga selesai. Hanya butuh satu hingga beberapa menit.

Pastikan instalasi lengkap dan tombol Finish muncul. Centang jika ingin langsung menjalankan aplikasi ini.

Akan muncul konsol dos (CMD) ketika aplikasi ini berjalan. Tunggu sesaat.

Jika sudah muncul tampilan seperti gambar di bawah berarti Lex and Yacc sudah siap untuk digunakan. Silahkan cari tatacara penggunaannya, bahkan ada juga yang menyediakan sampel programnya. Selamat mencoba.

Menghitung Jumlah Kalimat dengan Regular Expression

[perolehan.inf|t.kom|lab.soft|per.4]

Jumlah kalimat dihitung berdasarkan jumlah stop indicator, dalam hal ini berupa simbol titik. Tentu saja ada beberapa kondisi khusus, misalnya ketika merepresentasikan sebuah bilangan, maka titik tidak dianggap sebagai stop condition. Termasuk juga untuk penunjukan bab atau referensi dalam tanda kurung.

Lanjutkan proyek sederhana perhitungan jumlah kata yang telah dibahas pada pertemuan yang lalu. Tambahkan sebuah tombol pushbutton dan edit text, masing-masing untuk perintah eksekusi dan mengeluarkan/mepresentasikan hasil eksekusi.

Fungsi Find

Silahkan ketik “help find” pada command window untuk mempelajari aturan penulisannya. Dengan melakukan kode di bawah ini pada fungsi Jumlah Kalimat = dapat diketahui lokasi dan jumlah titik yang dimiliki suatu string.

  • titik=find(handles.str==’.’)         %mencari lokasi karakter “.” berada
  • [baris,jlhtitik]=size(titik)            %mencari jumlah titik yang ditemukan
  • set(handles.edit3,’String’,jlhtitik)    %mengeluarkan jawab berapa banyak titik/sekaligus jlh kalimat

Perhatikan gambar di atas. Karena ada dua titik maka terhitung jumlah kalimatnya dua. Bagaimana jika ada titik yang ternyata bukan akhir sebuah kalimat, misalnya sub-bab atau angka decimal, dan lain-lain?

Fungsi Regular Expression (REGEXP)

Fungsi ini bermaksud mencari berdasarkan karakter (huruf per huruf). Fungsi ini digunakan ketika mencari kasus kusus jika ada angka dengan titik di dalamnya yang tidak dihitung sebagai stopping suatu kalimat.

  • titik=find(handles.str==’.’)            %menemukan karakter titik
  • [baris,jlhtitik]=size(titik)                %menghitung banyaknya titik
  • pat = {‘(\d)+[.]’};                    %keyword
  • angkatitik=regexp(handles.str,pat,’match’)    %mencari angka dengan titik
  • angka=angkatitik{1}                %mengeluarkan isi cell
  • [baris,jlhangka]=size(angka)            %menghitung berapa banyak angka-titik
  • jlhtitik=jlhtitik-jlhangka                %mengurangkan jlh titik
  • set(handles.edit3,’String’,jlhtitik)        %mengirim hasil pemrosesan teks

Instruksi pat={‘\d+[.]’) bermaksud mempersiapkan keyword fungsi regexp. Simbol \d+ maksudnya mencari angka desimal (simbol “d”) yang bersisian dengan titik (simbol “[.]”). Perhatikan titik harus dilingkupi dengan kurung kotak “[ ]” yang mengharuskan regexp menyamakan dengan karakter di dalam kurung tersebut, dalam hal ini titik.

Suatu string “Perhatikan gambar 3.2 di bawah ini.” jika menggunakan kode tambahan di atas akan menghasilkan jumlah kalimat yang tepat walaupun ada dua titik di sana karena titik yang berdekatan setelah angka dianggap bukan akhir kalimat. Tentu saja ada masalah jika string “Perhatikan gambar 3.”. Maka harus dibuat kode tambahan agar titik tersebut dianggap akhir kalimat, silahkan coba buat kode-nya sendiri untuk mengatasi hal tersebut.

Membuat Satu Halaman Landscape Pada Sebuah Naskah

[komputer1|psikologi|lab.soft|pert4]

Terkadang satu halaman karena berisi tabel yang melebar agar terlihat jelas dibutuhkan format landscape. Karena hanya satu lembar/page yang landscape maka diperlukan format section agar section lainnya tidak terpengaruh oleh format landscape-nya.

Menggunakan Fungsi Section Breaks

Format ini memisahkan satu section dengan section lainnya. Letakan kursor pada bab yang akan dibedakan section-nya. Lanjutkan dengan menu Page Layout Breaks Section Breaks dan lanjutkan memilih Next Page jika belum pindah halaman dan Continuous jika sudah pindah halaman.

Jika sudah selesai pastikan Section terpisah, misal section 1 dan section 2. Kemudian pada page/lembar berikutnya lakukan cara yang sama, sehingga section 2 yang akan landscape terpisah dengan section 1 dan section 2 yang portrait.

 

 

Kemudian lakukan hal yang sama untuk section 3. Jadi urutannya section-1, Section 2 dan section 3. Jika section 2 dirubah jadi landscape section 1 dan 3 tidak ikut landscape. Hanya saja perhatikan lagi format page number – nya. Selamat mencoba..