Installing ArcGIS 9

ArcGIS is developed from ArcVIEW that support other powerful facilities. Of course If you understand ArcView it is easy to understand ArcGIS with some additional new materials. ArcGIS more complete than ArcView with additional package ArcEditor, ArcInfo and also ArcView itself. Here is a simple installation of this software.

Click “Install ArcGIS Desktop” After notification that this software need license from ESRI, we ready to install it. Click “I Accept the license Agreement”.

You have to choose installation type, but if you do not understand, just choose “typical”. Click Next.

You can choose folder location for GIS program, but you are allowed to choose the default location by just clicking next.

The ArcGIS is supported by Phyton programming language, and you have to install and choose the location for it. Click Next twice.

Wait until the installation completed and register message appears.

 

Iklan

Kuliah Geographic Information System (GIS)

Seperti semester yang lalu dimana saya mengambil mata kuliah wajib jurusan lain yaitu Artificial Intelligent and Neuro-Fuzzy (AI), kali ini saya mengambil mata kuliah wajib jurusan lain yaitu Geographic Information System (GIS). Kalau AI adalah jurusan mechantronic, GIS masuk dalam jurusan Remote Sensing – Geographic Information System (RS-GIS).

Walaupun sudah tiga tahun saya melakukan riset dengan tema GIS saya belum pernah mendapat pengetahuan dasar GIS. Riset yang dibiayai dikti (hibah bersaing) tersebut dengan menggunakan Matlab. Sementara mata kuliah GIS di Asian Institute of Technology (AIT) Thailand (http://www.rsgis.ait.ac.th/main/) menggunakan produk ESRI dan tentu saja yang open source juga dipelajari baik desktop maupun web.

Walaupun produk-produk ARCxxxx dari ESRI tidak gratis tetapi ternyata bajakannya mudah dijumpai di internet, bahkan versi 10 sudah tersedia. Untuk lab sendiri masih menggunakan versi yang lama yang jika diinstall di windows 64 bit akan muncul pesan kesalahan.

Tetapi ternyata sudah ada juga ArcView 3.3 yang 64 bit. Untuk menginstall-nya lumayan sederhana, tinggal klik, tungga dan selesai. Hari ini saya mencoba membuat aplikasi sederhana yang berfungsi memahami konsep tipe data pada GIS (vektor, raster, dan atribut).

Kendala yang ada tentu saja banyak, mungkin karena baru pertama kali menggunakan. Terutama saat join antara dua tabel terkadang tidak berhasil, padahal tidak ada pesan kesalahan. Sistem informasi berbasis data spasial (data dengan koordinat lokasi) saat ini sedang giat-giatnya di explore oleh para periset di seluruh dunia.

Problem keyboard pada Samsung Galaxy tab 10.1

Pada postingan yang lalu saya menyebutkan masalah yang ada pada keyboard Samsung Galaxy Tab (SGT) saya yaitu kerap ketika menekan tombol tertentu (biasanya huruf a) hasilnya tertekan terus seperti ini aaaaaaaaa. Beberapa trik sudah saya lakukan tetapi hasilnya tidak memuaskan. Dari mendownload bentuk tampilan keyboard baru di luar keyboard bawaan SGT, hingga mereset ulang perangkat ketika menancapkan keyboard doc, menginstall office android yang baru, tidak juga berhasil.

Beberapa waktu yang lalu karena sering meninggalkan SGT di rumah, dan dipakai oleh anak saya yang berumur 2 tahun, ketika pulang kerja saya dapati SGT saya “hang”. Sebelum hang saya perhatikan banyak musik keluar dari SGT. Kuat dugaan saya, seluruh aplikasi game, lagu, player, dijalankan dan tablet kehabisan memori. Terpaksa OS diinstal ulang, dan data-data yang belum sempat dibackup hilang semua. Saran saya, sebaiknya backup data Anda karena data terkadang lebih berharga dari tabletnya. Sempat saya menanyakan ke servis tablet apakah bisa diinstall OS terbaru (waktu itu Jelly bean) ke tablet saya, mereka menjawab tidak bisa. Akhirnya terpaksa diinstall OS bawaan SGT saya yaitu honeycomb.

Ketika selesai, ternyata rekan saya banyak yang OS-nya berubah dari honeycomb menjadi ice cream sandwich. Karena versi tabletnya sama (SGT 10.1) maka saya memberanikan diri untuk mengupgrade-nya. Caranya antara lain:
1. Masuk ke menu setting
2. Tekan about
3. Tekan update
Maka secara otomatis tablet akan mengupdate. Pertama-tama anda harus login/registrasi dulu tablet anda ke samsung (biasanya akan muncul otomatis, anda tinggal mengisi alamat email saja). Tahap pertama yang di donlot adalah perangkat keras / chipset sebelum mengupgrade OS. Beberapa kali restart terjadi, jangan lupa untuk tidak mematikan power, karena jika saat proses berlangsung tablet anda mati, jangan kecewa kalau OS anda rusak dan harus install ulang. Agar amannya, pastikan baterai terisi penuh, atau colok saja kabel daya ke tablet anda.

Tahap kedua adalah menginstall OS. Kalau mau nyaman sebaiknya gunakan Wifi karena untuk install OS, Anda perlu mendownload sebesar 200-an Mb dari situs Samsung. Kecuali Anda punya kapasitas pulsa yang besar (saya menggunakan tri, telkomsel, dan xl paket begadang). Jika sudah selesai mendownload, tekan tombol install ketika tablet menanyakan apakah upgrade diinstall sekarang. Tablet akan langsung menginstall OS, dan ternyata benar, OS saya langsung ke versi 4 yaitu Ice cream sandwich (ICS). ICS menurut saya lebih stabil dengan grafis yang jauh lebih baik.

Lama sudah keyboard doc tidak saya pakai (padahal harganya hampir 500 ribu), dan iseng-iseng karena banyak tugas yang membutuhkan mengetik biasa (tanpa rumus-rumus), saya coba pergunakan keybord itu. Saya coba OfficeSuite pro 7 saya (download dari apkmania), dan ternyata saya terkejut karena masalah yang dulu tidak terjadi lagi. Hmm .. ternyata masalah terselesaikan dengan sendirinya. Tadinya saya pikir karena software yang buruk, ternyata ketika saya pergunakan lagi software yang dulu (polaris office), hasilnya pun ok, tidak ada masalah. Semoga pengalaman ini bermanfaat.

Looking for the Lost God

For a long time I never write about religion. This time I try to write about something from I have read. There are three books from my wife that Yusuf Mansur is an author. Yusuf Mansur is a teacher that teach from his experience, especially about economic problem in the past. If we compare from the other books that talk about self motivation for example Ippho Santoso, it has a similarity. They talk about there is something that happen accidentally. Something happen always based on our past behavior. If we want escape from economic problem, we must help other people first. By Ippho Santoso, we learn that we have right brain that works different from the left side. The left side always think logically, sequence, and self oriented. Of course if we use only the left brain, we cannot understand the meaning of giving each other because it logically cannot understand why.

There is a chapter in book “looking for a lost God (mencari tuhan yang hilang)” by Yusuf Mansur that give me a good suggestion for facing my problems. As usual, he always cite from Al-quran. A lot of chapter in Alquran that said about the owner of our life. He compare the God with someone who lend me a money. If we always pay on time, and keep our track record, they will give us more lending. But if we do not keep their belief to us, they won’t give me lending any more. Therefore, if we do not keep the feeling that what we have had are from Allah, which is only a lending, and we waste what he give, Allah will not give anymore.

Our body’s owner is Allah, if we die it become the food of micro organisme below our cemetery. Our soul’s owner also Allah. When we die it will be brought to Allah. Only our good behavior such as give other people things, give the job to other, and doing other something goods, that what we have. We are different with angle. Every good things that angle done are Allah’s creation, because they don’t have power to do other choice. Human have some choice to do good or bad, Allah only give something said “hidayah” that some religion teacher it come from our good attitude in his/her past life.

After read the chapter in that yusuf mansur’s book, I understand that I must keep the trust from Allah by doing everything according to his message in Alquran.

Problem Keyboard Doc Samsung Galaxy – Final

Selamat hari raya idul fitri 1433 H bagi yang merayakannya, untuk masyarakat Bali, selamat merayakan Galungan dan kuningan. Lama juga saya meningalkan dunia blog, karena banyaknya aktivitas riset yang saya harus jalani (hibah bersaing dan dua jurnal internasional yang akan saya jalani di Bandung dan Jakarta). Seperti pada tulisan yang terdahulu mengenai masalah pada keyboard doc di SGT 10.1 yakni kerap tertekan terus saat menekan tombol akhirnya terbongkar sudah.

image

Karena sibuk mengurusi kebutuhan rumah tangga ketika si pembantu pulang mudik mau tidak mau saya harus bekerja on-off. Maksudnya ngetik sambil mencuri-curi waktu. Maklum anak saya yang berumur hampir dua tahun november nanti suka mengganggu ketika saya mengetik di laptop. Salah satu keunggulan dari tablet adalah kapan pun dapat mengetik seperti handphone, tinggal pencet langsung on tanpa perlu booting terlebih dahulu. Ternyata jawaban masalah itu adalah

BOOT TABLET SAMBIL KEYBOARD DOC MENANCAP

Sederhana jawabannya. Mungkin pembaca banyak yang heran apa bagusnya sih tablet, kalo mau ngetik kenapa ga di laptop saja? Jawabannya sederhana, saya gemar membaca. Lebih nyaman membaca di tablet dibanding di laptop. Terus terang, bacaan saya saat ini kebanyakan kalo nggak ebook ya internet. Dengan berat kurang dari satu kg, tangan tidak pegal ketika baca sambil tiduran. Selain itu saya bisa baca kapanpun mengingat tidak perlu booting dan shutdown baik saat mulai dan selesai membaca.

Salah satu keunggulan yang lain adalah sistem operasi android yang gratis. Terus terang harga lisensi windows cukup mahal, dan kalo menggunakan yang bajakan sepertinya kurang berkah. Dari buku yang saya buat setelah saya ingat-ingat ternyata waktu mengetik menggunakan sistem yang berlisensi. Dan ketika menggunakan sistem bajakan, entah mengapa otak saya buntu ketika nulis. Tetapi ketika menggunakan sistem operasi android yang free anehnya saya lancar menulis (boleh percaya boleh tidak). Ingat, hukum karna berlaku juga di dunia IT lho. …

Cao. ..

Baca lebih lanjut

Agar Scanner UMAX astro 5600 bisa Jalan di Windows 7

Kira-kira tujuh tahun yang lalu saya menukar monitor philips 14″ saya dengan scanner UMAX astro 5600 milik kakak saya. Waktu itu memang pengguna scanner hanya orang yang bisnis setting/percetakan dan sempat pertukaran itu ditentang oleh istri saya. Tetapi karena niatnya untuk membantu kakak saya yang waktu itu berhenti bisnis setting dan percetakannya untuk melengkapi perangkat desktop yang tidak ada monitornya akhirnya terjadilah pertukaran itu.

Seiring dengan berjalannya waktu ternyata scanner kian lama kian dibutuhkan. Institusi yang terlibat dengan kerja saya dan istri (sebagai dosen) sudah beralih ke bentuk digital. Terakhir, saat pengajuan perubahan jabatan fungsional dan sertifikasi dosen, banyak file-file hasil scan yang harus diupload. Dan ternyata scanner yang dulu jarang dipakai sekarang jadi banyak dipergunakan.

Masalah muncul ketika laptop berganti dari celeron ke i3 yang wajib menggunakan sistem operasi windows7. Disebut wajib karena saya sempat menginstall xp di i3 saya dan terkejut ketika melihat kinerja laptop yang turun drastis, jauh di bawah windows7. Setelah windows7 diinstall saya terkejut ketika scanner UMAX saya tidak bisa diinstall. Saat saya searching di internet hingga tulisan ini dibuat, belum menemukan juga drivernya. Banyak komentar-komenter di milis yang menanyakan dimana bisa mendownload driver scanner “aneh” itu, bahkan saya bersedia beli jika memang ada (maklum, pecinta kabel = kagak beli, J). Dan yang paling mengejutkan adalah jawaban dari situs resmi UMAX yang tidak menyediakan driver untuk UMAX seri 5600 untuk windows 7.

Untungnya saya sempat membaca saran dari milis untuk menggunakan vmware. Kebetulan saya juga pengguna vmware (untuk dipakai LINUX dan software-software jadul). Saya install di pc virtual vmware dengan windows xp dan driver UMAX. Ketika akan menscan, saya gunakan pc virtual itu, beres sudah J.

Samsung Galaxy Tab 2 dan IPad 3

Setelah hampir 6 bulan memakai tablet samsung akhirnya generasi berikutnya muncul. Beberapa waktu sebelumnya saya sempat melihat Ipad yang sudah masuk versi 3. Ternyata laris manis mengingat kualitas yang meningkat dibanding kakaknya (Ipad2). Lalu bagaimana dengan Samsung? Sempat muncul pertanyaan, kecanggihan apa yang akan diberikan oleh tablet buatan Korea itu?

image

Perselisihan antara Ipad dengan Samsung sepertinya berlanjut dengan strategi bisnis yang dilakukan oleh kedua produsen tablet ternama itu. Merasa kebakaran jenggot karena kualitas yang dikalahkan oleh Samsung Galaxy Tab, Ipad merilis tablet terbarunya (Ipad 3) dengan kualitas yang lebih canggih dari Samsung Galaxy Tab. Dan jika dilihat, ada perbaikan dari sisi resolusi layarnya (versi yang lama dikalahkan oleh Samsung). Di internet tampak Ipad 3 banyak yang habis terjual.

Di luar dugaan Samsung meluncurkan Galaxy Tab 2 yang memiliki spesifikasi di bawah Tab 1 tetapi harga yang jauh lebih murah. Sepertinya, ini merupakan strategi bisnis Samsung, terbukti dengan selogan yang baru yaitu “Now, Everyone cab Tab”. Satu-satunya keunggulan Samsung Galaxy Tab 2 hanyalah pada Sistem Operasi Android terbaru (Versi 4) Ice Cream Sandwich (ICS). Terbukti, beberapa teman saya sudah memiliki tablet itu dan saya sempat memegangnya. Memang benar, harganya lebih murah 1 juta dari versi yang lama. Jika dilihat di penjual online pun harga Tab 1 masih mahal (6 jutaan) dibanding Tab 2 (4 jutaan). Sayangnya saya belum sempat menancapkan Tab 2 di keyboard doc saya, muat atau tidak.

Dari spesifikasi, yang membedakan dua versi Galaxy itu hanyalah prosesor dimana Tab 1 NVidia Tegra, sedangkan Tab 2 Texas Instrument. NVidia Tegra, sedikit kalah cepat tetapi jauh lebih hemat baterai dibanding dari vendor Texas Instrument. Dan memang selama saya menggunakan Tab 1 baterai lumayan irit. Ukuran Tab 2 saya lihat ternyata lebih besar dibanding Tab 1 (mungkin karena adanya slot tambahan micro SD sampai dengan 32 Gb). Bentuknya pun berbeda dengan versi yang lama dengan adanya speaker yang berada pada posisi atas, padahal menurut saya model yang lama lebih baik (di bagian atas hanya berisi layar). Beberapa berita di internet ternyata bentuk yang lama dituduh oleh Ipad menyontek model-nya (bagian atas hanya layar) dan dimenangkan oleh Ipad di meja hukum (walaupun sudah melakukan banding).

image

Menurut saya apa yang dilakukan oleh Samsung cukup baik untuk melawan Ipad mengingat kondisi ekonomi yang sedang mengalami krisis global. Walaupun konsumen yang mengutamakan kepuasan kualitas kecewa akibat versi terbaru Samsung yang terkesan downgrade dan mengambil untung dari jumlah pembeli. Akan tetapi Macintosh, sebagai produsen Ipad harus mengingat kembali kegagalannya di masa lalu saat kalah oleh Intel dari sisi penjualan.