Mengunduh Peta Wilayah Indonesia

Ketersediaan data spasial wilayah Indonesia saat ini tidak perlu dikhawatirkan lagi karena kita sudah memiliki website khusus wilayah Indonesia, dengan kebijakan satu peta. Berbeda dengan ketika saya riset saat kuliah, dulu agak kerepotan untuk mengunduh shapefile peta wilayah di Indonesia. Jika ada, terkadang berbayar, kecuali Anda mujur memperoleh unduhan gratis dari orang yang men-share peta-nya.

Geospasial Untuk Negeri

Situs ini merupakan situs resmi milik pemerintah untuk mengunduh informasi mengenai seluruh wilayah Indonesia. Untuk mengunduhnya Anda perlu mendaftar (register) terlebih dahulu. Prosesnya tidak terlalu lama, hanya sedikit mengetik informasi kita di form yang disediakan. Ada tiga langkah yang diperlukan, antara lain:

Buat “username” disertai dengan password. Sertakan email valid yang fungsinya untuk konfirmasi. Email yang diisikan tidak harus email resmi, boleh gmail, yahoo, dan email gratisan lainnya. Jika sudah, klik “lanjut” di pojok kanan bawah, untuk masuk ke “step 2”.

Langkah kedua berisi informasi mengenai pekerjaan kita. Isi saja apa adanya, dilanjutkan dengan menekan tombol “Lanjut” jika sudah selesai.

Jika telah mengisi form ini, di bagian kanan bawah akan muncul tombol “Selesai” yang artinya kita telah selesai mengisi seluruh form yang ada. Selanjutnya buka email Anda dan pastikan ada email dari application.support@big.go.id. Tekan tombol “Verifikasi Email”.

Selanjutnya Anda sudah bisa login ke situs geospasial Indonesia. Silahkan masuk ke wilayah yang ingin Anda unduh, misalnya kabupaten Bekasi.

Untuk mengunduh suatu wilayah, cukup arahkan mouse ke lokasi tersebut. Secara otomatis nanti wilayah tersebut akan menyala. Oiya, sebelumnya masuk terlebih dahulu ke nemu “Dowload” – “Peta per Wilayah”.

Setelah itu pastikan muncul peta Indonesia. Arahkan menggunakan mouse ke wilayah yang ingin diunduh. Untuk zoom in/out gunakan schrol pada mouse Anda. Silahkan login terlebih dahulu sebagai syarat untuk mengunduh.

Pilih 25k ketika ada form yang muncul di dekat wilayah tersebut. Jika sudah diklik maka Anda akan siap mengunduh file rar wilayah tersebut.

Tekan simbol unduh di dekat wilayah tersebut. Simpan di tempat yang Anda inginkan dan pastikan hasil download bisa diekstrak. Saya cukup tercengang karena bukan hanya peta wilayah yang tersedia, peta tematik lainnya seperti niaga, industri, danau, sungan, bahkan kabel listrik pun tersedia .. cek cek cek. Gambar di bawah setelah dibuka dengan ArcGIS disertai modifikasi pada label tertentu di peta. Kenapa tidak dari dulu dibuatnya ya, padahal waktu kuliah dulu nyari-nyari informasi tersebut.

 

Mengaktifkan Spatial Analysis untuk Mengatasi ERROR 010096: There is No Spatial Analysist License

Terkadang ketika memanipulasi data spasial, khususnya Euclidean Distance, muncul pesan kesalahan seperti di bawah ini.

Untuk mengatasinya mudah saja. Buka “Extension” pada jendela “Customize”.

Buka kembali salah satu toolbox “Spatial Analyst”, misalnya Euclidean Distance. Pastikan toolbox sudah bisa dijalankan. Sebenarnya maksud ArcGIS mendisable spatial analysis agar tidak terlalu memberatkan penggunaan ArcGIS jika tidak sedang menggunakan Spatial Analysis. Semoga bermanfaat.

Tip dan Trik Klasifikasi Lahan di IDRISI

IDRISI (diambil dari kata Al-Idrisi, ahli geografi timur tengah yang juga keturunan Nabi Muhammad SAW) merupakan aplikasi untuk pemodelan land use/cover. Citra satelit yang terdiri dari 7 band frekuensi harus diklasifikasi menjadi beberapa kategori lahan. Standar klasifikasi biasanya menggunakan referensi dari Anderson et al, (link).

Untuk Unsupervised Classification dapat dengan mudah menggunakan fungsi “ISOCLUST” pada IDRISI asalkan memiliki beberapa Band frekuensi citra satelit hasil unduhan dari USGS. Nah, satu tugas yang menjengkelkan adalah mengklasifikasi ulang citra hasil kluster menjadi klasifikasi yang kita inginkan, apakah pemukiman, jalan, cropland, vegetation, dan lain-lain. Yang merepotkan adalah IDRISI menggunakan format “range” untuk menentukan warna hasil unsupervised classification. Postingan ini sedikit sharing cara mudah untuk klasifikasi ulang (reclassify) bahkan untuk yang buta warna sekalipun.

Perhatikan hasil ISOCLUST (Iteratif Self-Orginizing cluster analysis) di atas. Bagaimana kita tahu warna yang menunjukan air, pemukiman, jalan, dan lain sebagainya? Cara terbaik masih menggunakan citra komposit yang menghasilkan citra yang cocok menunjukan air, pemukiman, jalan, dan seterusnya. Namun yang termudah adalah dengan menekan satu persatu kota warna dan melihat kira-kira warna itu menunjukan apa. Misalnya warna ke-empat dari atas diklik, maka menunjukan citra di bawah ini yang dapat dipastikan itu adalah pemukiman/bangunan.

Bagaimana cara membuat tabel konversi dari sepuluh warna di atas menjadi beberapa kelas penting saja? Caranya adalah dengan pertama-tama menyalin warna di atas. Berikutnya konversi urutan dari atas menjadi kelasnya.

Walaupun di bagian tabel: 4 2 3 dan 4 3 4 bisa digabung menjadi 4 2 4 tetapi dengan redundancy di atas dapat mengurangi error. Perhatikan kolom bagian tengah tabel tetap rapi tersusun angka 1 sampai 10 sesuai dengan hasil klasifikasi ISOCLUST. Hasilnya seperti di bawah ini, semoga bermanfaat.

 

 

Mengkonversi Polygon Peta Pada ArcGIS ke Matriks di Matlab

Terkadang untuk melakukan manipulasi dengan Matlab membutuhkan konversi dari data berupa peta menjadi matriks. Jika sudah dalam bentuk matriks maka beragam metode dapat diterapkan untuk memanipulasi matriks peta tersebut seperti pengklusteran, klasifikasi, dan lain-lain. Postingan ini bermaksud mengkonversi citra polygon menjadi matriks di Matlab.

Mempersiapkan Poligon

Terlebih dahulu persiapkan peta poligon, misalnya lokasi sekolah di bekasi selatan. Karena fungsi polygon to raster di ArcGIS tidak berlaku untuk titik maka diperlukan proses “buffering” agar dihasilkan region sebuah titik. Cari fungsi “buffering” tersebut di kolom “search” pada ArcGIS anda.

Di sini dibuat lingkaran dengan jarak 50 meter dari pusat titik di tiap-tiap lokasi. Secara default tipenya adalah lingkaran. Jika sudah tekan “OK” di bagian bawah. Pastikan peta baru yang berisi lingkaran dengan jari-jari 50 meter yang berada di sekitar titik lokasi.

Konversi ke Raster

Untuk menjadikan poligon menjadi matriks diperlukan proses konversi dari poligon ke raster dengan fungsi “Polygon to Raster”.

Tekan “OK” dan tunggu sesaat hingga ArcGIS membuat rasternya seperti gambar berikut ini. Perhatikan yang tadinya lingkaran (round) sedikit berubah menjadi kotak-kotak.

Membentuk Matriks di Matlab

Terakhir kita menarik data yang telah dibuat oleh ArcGIS ke Matlab. Pertama-tama data perlu di- “Export” terlebih dahulu. Bentuknya terdiri dari beberapa layer dengan komponen utamanya berekstensi TIF yang mirip dengan JPG atau PNG.

Pastikan di folder target terdapat salah satu citra yang akan dibaca matriksnya lewat Matlab. Arahkan “Current Directory” pada lokasi yang sesuai agar bisa dibaca Matlab. Jalankan perintah ini untuk melihat “image”nya.

  • imshow(‘sekolah_PolygonToRaster11.tif’)

Jika kita lihat ukurannya masih sangat besar.

  • I=imread(‘sekolah_PolygonToRaster11.tif’);
  • size(I)
  • ans =
  • 474 248

Ada baiknya resolusi sedikit diturunkan agar diperoleh matriks yang mudah dimanipulasi. Gunakan fungsi “imresize” dengan sebelumnya mengkonversi gray menjadi biner.

  • I2=imresize(I,0.25);
  • size(I2)
  • ans =
  • 119 62

Tampak resolusinya berkurang seperempatnya. Konversi menjadi biner agar dihasilkan image yang tidak pecah-pecah seperti di atas. Untuk membahas masalah tersebut perlu postingan lain tentang pengolahan citra. Semoga bisa menginspirasi.

Menambahkan Atribut Peta Berdasarkan Attribute Table

Banyak hal-hal sederhana terkadang karena tidak tahu jadi kelihatan rumit. Misalnya ketika ingin membuat layout tentang suatu area penelitian terdapat wilayah yang perlu diberi keterangan seperti peta karawang berikut ini.

Kita bisa menambahkan objek teks pada wilayah tersebut, tetapi kalau jumlahnya banyak maka tidak ada cara lain selain yang otomatis. Langkahnya adalah memilih Label Features setelah mengklik kanan objek peta di Table of Contents.

Cara ini digunakan jika data region tersedia pada attribute table karena jika tidak ada maka akan kosong ketika prosedur tersebut dijalankan dan tidak ada jalan lain selain memasukan secara manual lewat penambahan objek text di gambar.

Nah bagaimana menampilkan informasi coordinate system seperti gambar di atas? Caranya dengan memasukan dynamic text yang tersedia di menu insert dynamic text coordinate system. Sekian semoga bermanfaat.

Konversi Layer ke Shapefile Pada ArcGis

Ketika konversi dari KMZ (dibuat dari Google Earth Pro) ke ArcGis formatnya berupa layer dengan memanfaatkan fungsi KMZ to Layer. Perlu sedikit modifikasi agar file layer ke shapefile. Caranya adalah dengan mengekspor data layer tersebut. Layer berisi data spasial dalam format GDB.

Berikutnya ada pilihan apa saja yang akan dikonversi. Pilih saja “All Feature” dilanjutkan dengan menekan lokasi output. Pilih “shapefile” ketika akan menulis nama filenya.

Terakhir ArcGis akan menanyakan apakah hasil konversi langsung ditampilkan pada map yang saat ini aktif. Pilih saja “ok” agar bisa langsung digunakan sekarang. Perhatikan data yang sebelumnya berupa layer menjadi shapefile yang siap dimanipulasi. Selamat mencoba.

Mendata Penggunaan Lahan

Penggunaan lahan (Land Use) sangat sulit diklasifikasi secara otomatis lewat citra satelit karena Land Use menggambarkan pengunaan lahan oleh manusia untuk tujuan khusus yang tidak bisa digambarkan dari bentuk bangunan. Bisa saja sebuah gedung berfungsi sebagai sekolah yang sama bentuknya dengan rumah sakit, kantor, mall dan lain-lain. Oleh karena itu pendataan Land Use mau tidak mau dilaksanakan secara manual. Pos kali ini sekadar berbagai bagaimana mendatanya.

Instal Google Earth Pro

Google Earth menawarkan secara gratis aplikasi dekstop untuk melihat map seluruh negara di dunia (bahkan planet Mars pun didata). Silahkan unduh di link resminya. Untuk lebih jelas lokasi yang akan didata, buat shapefile-nya dengan GIS tool yang tersedia, misalnya ArcGis. Impor dari Google Earth pro agar batas lokasi tergambar dengan jelas di Google Earth.

Ketika mencari file jangan lupa memilih ekstensi yang sesuai (*.shp) karena secara default hanya *.txt. Cari shapefile yang diinginkan. Ketika tombol OK ditekan Google Earth langsung mengarahkan ke lokasi yang dituju, sesuai shapefile yang dipilih. Agar area Google Earth dalam study area tidak tertutup pilih hollow (tanpa warna).

Template Google Map Pada Google Earth Pro

Agak sulit memang melihat citra satelit. Ada baiknya kita menambahkan file KML yang ditempelkan ke Google Earth. Silahkan unduh file kml-nya, bisa disimpan atau langsung di-run dengan Google Earth Pro yang baru saja diinstal. Silahkan pilih yang sesuai saja karena akan berat kalau diaktifkan semua (diceklis). Berikut tampilan Google Earth setelah ditempel KML tersebut.

Sumber Data Lain

Banyak sumber data yang bisa dijadikan patokan Land Use, salah satu yang baik dan general adalah Street Directory. Misalnya untuk wilayah Bogor Barat dapat diakses di link berikut ini. Dikatakan general karena di dalamnya terdapat sekolah, daerah komersial, industri, rumah sakit dan sebagainya. Tentu saja jika ingin jelas silahkan buka sumber data yang spesifik (lihat pos yang lalu). Sekian semoga postingan singkat ini bermanfaat.