Membuat Objek dengan PHP

Biasanya materi pemrograman berorientasi objek (PBO) menggunakan Java. Namun saat ini sebagian besar bahasa pemrograman memiliki kemampuan membuat program berorientasi objek, salah satunya adalah PHP. Walaupun tren bahasa ini menurun di dunia, kalah dengan Python, tetapi di Indonesia masih banyak digunakan.

Untuk basis data, penggunaan basis data khusus Objek masih sedikit yang berminat mengingat basis data relasional sudah digunakan sejak lama. Namun dapat diatasi dengan penggunaan konsep Object Relational Data Base Management System (ORDBMS). Kalau basis data objek menyimpan objek mobil misalnya, ORDBMS menyimpan mobil dalam bentuk roda, mesin, sasis dan elemen lainnya.

Class

Salah satu syarat wajib PBO adalah adanya class. Fungsinya membuat sebuah objek sejenis sebagai templatenya, berisi atribut dan method atau operation. Berikut ini contoh diagram kelas untuk kelas barang.

Tiap class juga memiliki sebuah method yang bernama constructor yang fungsinya membangkitkan sebuah objek. Berikut ini class Barang dalam bahasa PHP. Note: karena bahasa PHP, jangan lupa mengawali dengan tag: <?php

Potongan kode di atas menunjukan fungsi constructor yang menginisiasi database relational. Di bagian bawahnya ada method insert yang berfungsi memasukan data barang, di bawahnya update dan seterusnya, sering disebut dengan istilah Create, Read, Update, dan Delete (CRUD). Sebelumnya siapkan saja database MySql.

Objek

Jika kelas yang diibaratkan template sudah ada, sebuah objek dapat dibentuk. Jadi prinsipnya ketika ingin mengakses CRUD, aplikasi tidak langsung terhubung ke database, melainkan membentuk objek terlebih dahulu.

Pertama-tama impor kelas yang dibutuhkan dengan include ‘Barang.php’; yang sesuaikan dengan letak/path-nya. Sebaiknya dibuatkan dalam satu folder khusus, misalnya classes. Perhatikan bagaimana membuat sebuah objek barang. Standar-nya nama objek diawali huruf kecil, sementara nama kelas huruf besar. Di sini $ merupakan standar bahasa PHP sebagai variabel.

$barang = new Barang();

Ketika sudah terbentuk objek dari kelasnya (class Barang) maka kita dapat mengakses method yang dimiliki misalnya read, di sini contohnya membaca id_barang=1, yang jika dijalankan aplikasinya tampak seperti gambar di bawah. Sekian, mudah-mudahan tertarik dengan sistem berorientasi objek.

Iklan

Memasang Aplikasi Web Yang Dibuat dengan Framework LARAVEL

Terkadang kita diminta menginstal/memasang aplikasi dengan framework laravel yang telah dibuat programer. Ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Unduh aplikasi yang telah dibuat programmer, biasanya dari Github atau Google Drive.

2. Ekstrak jika masih berformat ZIP.

3. Pada lokasi folder, klik kanan dan masuk ke terminal

4. Ketik: composer update pada terminal, tunggu beberapa saat

5. Buka folder aplikasi laravel, disarankan menggunakan sublime text atau visual studio code untuk mempermudah beralih antar file. Jika sudah ada file .env pekerjaan lebih mudah, anggap saja kita belum memiliki. Lakukan rename pada file .env.example menjadi .env.

6. Berikutnya adalah mengisi APP KEY pada file .env. Ketik: php artisan key:generate pada terminal. Pastikan muncul pesan: Application key set successfully. Pastikan APP KEY sudah terisi.

7. Lihat kembali gambar di atas pada bagian DB_. Isi host, port, nama database dan root. Jika belum ingin dipassword, biarkan saja password kosong.

8. Masuk ke phpmyadmin pada browser untuk membuat database seperti pada file .env.

9. Selanjutnya adalah migrasi data dengan mengetik pada terminal: php artisan migrate. Tunggu hingga proses migrasi selesai.

10. Cek di phpmyadmin, pastikan muncul tabel-tabel yang terpasang.

11. Terakhir, jalankan server laravel dengan mengetik: php artisan serve. Pastikan server hidup dan buka browser dengan alamat: http://127.0.0.1:8000. Selamat, kita telah berhasil memasang sebuah aplikasi yang dibuat dengan framework LARAVEL.

Run Python di Apache

Postingan yang lalu membahas bagaimana menjalankan python di web dengan framework terkenal python, yaitu flask. Ada kemungkinan python akan menggeser php di masa yang akan datang mengingat tren python yang terus meningkat mengalahkan php. Saat ini apache masih menjadi andalan untuk web server php. Oleh karena itu perlu mengintegrasikan python dengan server favorit tersebut.

XAMPP sebagai software yang banyak dipakai untuk menjalankan php dengan databasenya (mysql atau mariadb) dapat diintegrasikan dengan python. Berikut ini tekniknya untuk yang berbasis windows.

Pada dasarnya ada dua hal yang harus dilakukan:

  • Set httpd.conf
  • Menambah header di file python (*.py)

Untuk yang linux agak sedikit rumit mengingat adanya hak akses khusus ke folder-folder linux, misal ubuntu. Silahkan dicoba.

Rest API Sederhana – Read Database dengan GET

Saat ini kebanyakan aplikasi Web menggunakan metode mengakses dengan Application Programming Interface (API). Metode ini berisi web service yang menyediakan fasilitas mengakses data lewat protokol HTTP: GET, PUT, POSH, dan DELETE. Lewat protokol http, yang akan mengakses tidak perlu menggunakan bahasa pemrograman yang mengakses data, misal lewat SELECT pada akses standar SQL.

Dengan API maka data di database serves dapat diakses oleh aplikasi lain yang berbeda platform dan bahasa dengan Web server, misal mengakses lewat aplikasi Android/IOS atau lewat front-end VuJS, React-JS, dan sejenisnya. Jadi API laksana tombol yang dapat diakses oleh aplikasi lain. Berikut ilustrasi penggunaannya, dengan GET yang berfungsi me-read database. Tentu saja dalam implementasinya dibutuhkan token untuk membatasi siapa saja yang bisa mengakses API tersebut.

Praktikum Web Online

Aplikasi web saat ini merupakan aplikasi standar karena aplikasi berbasis desktop sudah jarang dijumpai. Perkembangan teknologi yang cepat pada bidang ini mengharuskan kampus ikut menyesuaikan pula. Mahasiswa selain mampu membuat disain pada lokal komputer, misalnya dengan php-mysql, harus mampu juga meng-online-kan. Jadi baik development dan production mahasiswa memiliki kemampuan itu.

Beberapa tempat hosting banyak dijumpai. Untuk mahasiswa hosting gratis menjadi andalan utama. Tentu saja dengan kapasitas yang seadanya. Tapi untuk aplikasi-aplikasi dasar tidak menjadi masalah. Misalnya www.000webhost.com seperti ditunjukan pada video di bawah ini.

Sebagai latihan dasar, skill yang dibutuhkan pada aplikasi Web adalah menghubungkan Web dan Database server. Biasanya menggunakan PHP dan MySQL, dilanjutkan dengan menjalankan proses Create, Read, Update, dan Delete, atau biasa disingkat CRUD.

Berikutnya adalah menambahkan Role atau hak akses yang membedakan pengguna biasa dengan administrator. Tentu saja dapat dikembangkan dengan role lainnya selain admin dan user biasa.

Silahkan coba manfaatkan fasilitas tersebut. Lumayan, gratis. Yang penting adalah bisa meng-online-kan aplikasi yang dibuat di server development (komputer/laptop kita).

Web Scraping

There are two terms in web searching, namely Web Crawling and Web Scraping. The two terms have a difference. If Web Crawling looks for the location/address of the site, Web Scrapping retrieves the content or site content.

Google for example, when searching, this engine will crawl sites around the world based on keywords. Next the user will get a list of sites suggested by Google based on their ranking. Furthermore, the content will be searched manually by the user from sites suggested by Google or other search engines. The combination of crawling and scraping results in a system that in addition to finding the location of sites based on keywords, also retrieves the content of these sites.

The following video is an example of how a simple application scrapes information from four sample sites based on keywords and then the results are stored in csv (Jurnal link). Stored results can be further utilized, for example for sentiment analysis (Jurnal link).

 

 

Belajar Cepat Pemrograman Web

Saat ini hampir semua aplikasi berbasis web. Bahkan aplikasi yang sedang tren saat ini, aplikasi mobile, membutuhkan aplikase web sebagai sumber servisnya. Nah, dari mana kita memulai?

Perkembangan bahasa saat ini sangat pesat. Satu bahasa yang saat ini sedang tren belum tentu ke depan tetap banyak yang pakai. Nah, repotnya ketika kita selesai belajar satu bahasa, tidak lama kemudian tuntutan pengguna adalah dengan bahasa yang lain yang lagi ‘in’.

Oiya, selain bahasa ada juga istilah framework, misalnya bahasa php memiliki beberapa framework seperti zen, codeigniter, laravel dan lain-lain, python memiliki django, flask, dan juga bahasa yang lain. Framework tersebut berformat model-view-controller yang aman dari hacking. Nah, cara mempelajarinya pun butuh waktu lama. Tetapi postingan ini sedikit memberi tips dan trick bagaimana belajar cepatnya.

Banyak mahasiswa yang belajar tidak sampai tuntas, alias hanya sepenggal saja. Nah, perlu kiranya para mahasiswa mengetahui bagaimana satu project lengkap terbentuk. Tidak perlu menunggu mengerjakan skripsi/tugas akhir. Silahkan akses saja link gratis ini: https://freeprojectscodes.com/

Sekian, semoga bermanfaat. Untuk penggunaannya silahkan lihat video lengkap berikut ini:

Aplikasi Berbasis Layanan

Era Industri 4.0 ditandai dengan perkembangan IT, salah satunya adalah Big Data. Dengan konsep serba “V” seperti “velocity”, “volume”, dan “v” lainnya membuat siapa yang bisa memanfaatkannya akan menang dalam persaingan. Bentuk Big Data yang “Variety” membuat rumitnya pengaksesan dan pengolahan, khususnya data yang tidak terstruktur dimana tidak berlaku standar QUERY lagi.

Beragamnya jenis data mengakibatkan para perancang aplikasi saat ini tidak lagi berpatongan dengan “single database” yang dikenal dengan istilah monolitik. Tentu saja akan sulit menyimpan beragam tipe data dalam satu sistem basis data, misalnya sistem yang terdiri data Geospasial harus bekerja sama dengan Non-Spasial.

Microservices

Untuk mengatasi beragamnya jenis basis data, saat ini banyak yang menerapkan metode microservices yang membagi aplikasi menjadi service-service kecil. Selain bermanfaat ketika dihadapkan dengan jenis tipe data yang beragam, microsoervices juga dapat mengatasi “bottleneck” ketika satu transaksi akan diakses oleh banyak pengguna, misalnya ketika deadline atau hari terakhir submit.

Aplikasi-aplikasi E-Commerce seperti Gojek, Grab, Traveloka, dan lain-lain sudah pasti menggunakan prinsip tersebut. Perpaduan antara data spasial yang dibutuhkan mitra, gudang data yang menggunakan NoSQL, misalnya mongodb, akan menyulitkan jika server hanya satu. Traveloka pun menggunakan prinsip mengakses service dari situs lain, seperti Lion, AirAsia, Garuda, dan maskapai lainnya, selain tentu saja hotel dan akomodasi pendukungnya. Servis ini dikenal dengan istilah Application Programming Interface (API). API ini ibarat tombol yang dapat diakses oleh siapapun tanpa harus menggunakan bahasa pemrograman atau platform yang digunakan oleh penyedia. Ibarat tombol listrik, tidak peduli arus searah atau bolak-balik, yang penting pengguna dapat menekan tombol on-off.

Data Semistructure

Dalam pertukaran data, aplikasi berbasis web tidak menerapkan format data terstruktur dengan baris dan kolom. Jenis data yang digunakan adalah tipe yang ramah dengan HTML, yakni XML dan Jason. Nah, ketika transaksi berjalan, dengan pertukaran message/pesan lewat metode REST ataupun SOAP, aplikasi lain dengan aman mengakses data dari service lain yang diijinkan.

Untuk mempraktikannya, misalnya kita buat sebuah database dengan aplikasi berbasis PHP-MySQL berisi data siswa. Ketika dibuat sebuah service, misalnya “data.php”, maka dapat digunakan untuk mengirim data lewat fungsi GET yang akan dimanfaatkan oleh fungsi lain. Banyak server-server testing yang gratis yang dapat dimanfaatkan. Tentu saja, yang berbayar lebih baik seperti Amazon Web Service (AWS) dan sejenisnya.

Aplikasi di atas menunjukan bagaimana service diakses langsung dari PHP server. Ketika mengakses data di atas, sistem tidak secara langsung mengakses basis data lewat SQL melainkan lewat format GET yang disiapkan oleh satu file bernama “data.php” lewat “form_get.php” untuk mempersiapkan data berformat Jason.

Sebagai bukti servis dapat dimanfaatkan oleh aplikasi lain, lewat browser kita dapat langsung mengakses “data.php” yang berisi data siswa. Tentu saja perlu menambahkan API key agar menjaga akses dari pihak-pihak yang tidak diijinkan, terutama untuk service POST dan PUT yang menginput dan mengedit data. Untuk jelasnya silahkan lihat video berikut, semoga bermanfaat.

Mudah Membuat Aplikasi Web dengan Bootstrap

Saat ini membuat aplikasi web jadi lebih mudah dengan banyaknya alat bantu disain, salah satunya adalah bootstrap. Aplikasi ini memanfaatkan teknologi HTML, CSS dan JavaScript. Bootstrap sejatinya adalah template untuk mempercepat pembuatan program. Rekan-rekan dosen pasti kenal template, misalnya template jurnal tertentu ketika akan submit. Template harus diikuti dan penulis mengisi template dengan naskah jurnalnya. Begitu juga template dalam perancangan web yang digunakan untuk mengisi konten. File template ketika akan digunakan perlu dilakukan kustomisasi sesuai dengan proses bisnis baik frontend maupun backend. Kata bootstrap pertama kali saya dengar ketika kuliah web technology dimana seorang siswa asal Perancis mempresentasikan tugasnya dengan teknik praktis ini.

Salah satu situs penyedia template bootstrap terkenal adalah: https://startbootstrap.com/. Silahkan kunjungi situs tersebut dan masuk ke menu templateadmin & dashbord untuk melihat template yangt ersedia.

Silahkan pilih, misalnya SB Admin dengan status “Free” dan diunduh jutaan kali. Selanjutnya klik template yang dituju untuk masuk ke menu download. Lanjutkan dengan menekan Free Download.

Setelah mengunduh, coba cek jalankan dengan terlebih dahulu mengekstrak file rar hasil unduhan. Jalankan file index.html untuk melihat template tersebut. Berikutnya silahkan mengkustomisasi file index.html tersebut, misal menghapus bagian-bagian tertentu, atau bisa mengganti nama misalnya index.php jika menggunakan bahasa PHP.

Oiya, untuk testing, misalnya dengan Github, karena jumlah file yang sedikit, memudahkan Anda upload ke Github online (non-desktop) karena per folder kurang dari 100 file.Sekian info singkat ini, semoga bermanfaat.

Upgrade Skill Pemrograman Android

Ketika tidak mengajar, hal paling mengasyikan bagi dosen adalah pelatihan, terutama dari program studi diploma dan vokasi. Program studi jenis ini mengharuskan dosen memiliki ketrampilan yang bisa dibagikan kepada mahasiswa walaupun tentu saja tidak mungkin seorang dosen menguasai seluruh bidang yang ada, salah satunya adalah pemrograman mobile berbasis Android.

Cara paling praktis adalah saling berbagi ilmu oleh dosen-dosen yang ada. Beberapa hari yang lalu diadakan pelatihan mobile programming dengan Android Studio. Bahasa yang digunakan adalah Java disertai dengan Web Service berbasis CodeIgniter. Web service ini berfungsi menghubungkan aplikasi Android dengan sistem basis data, misalnya MySQL.

Ternyata banyak elemen-elemen yang perlu dikuasai untuk membuat aplikasi untuk handphone itu. Dari pembuatan layout, Grader Script, hingga pembuatan menu-menu lanjut seperti masukan berupa tanggal, combo, hingga upload image ke server. Bahkan instalasi software Android Studio pun butuh waktu. Tips dan Trik banyak diberikan terutama untuk mempercepat proses pembuatan aplikasi, misalnya penggunaan Genymotion yang menggantikan emulator bawaan Android Studio yang berat.

Sangat perlu untuk mengetahui teknik-teknik pembuatan praktis dan bagaimana beberapa paket dimanfaatkan yang berhubungan dengan user interface dan koneksi ke DBMS, misalnya dengan library volley. Rencananya akan dilanjutkan dengan pelatihan-pelatihan sesuai dengan peminatan seperti android yang menggunakan artificial intelligence, networking, hingga sistem informasi management (SIM). Dari semua itu, yang terpenting adalah kebersamaan antar dosen terutama dalam mengikuti visi misi tujuan dan sasaran (VMTS) prodi teknik komputer yang fokus salah satunya ke pemrograman berbasis network dan artificial intelligence pada perangkat embedded, yang kali ini diwakili oleh aplikasi mobile/gadget.

Ngobrolin Teknologi Pemrograman Mobile

Bagi Anda yang sudah lama berkecimpung di dunia teknologi informasi, teknologi mobil merupakan teknologi baru yang sedang booming saat ini. Pengguna ponsel cerdas saat ini diprediksi sudah sampai 1 milyar sehingga sebagian besar proses bisnis beralih dari konvensional menjadi online berbasis aplikasi. Postingan ini sekedar men-share webinar yang dilakukan oleh jurusan teknik komputer Universitas Islam “45” Bekasi dengan pembicara saya dan bpk Malikus Sumadya, S.Si, M.T., dosen pengajar mata kuliah pemrograman mobile yang saat ini tinggal merampungkan disertasi doktor ilmu komputer-nya di Universitas Indonesia.

Inti dari webinar ini sebenarnya mengenalkan beberapa pilihan teknologi dalam membuat aplikasi, khususnya berbasis Android yang jumlah penggunanya lebih banyak dari iOS (apple). Dimulai dari yang berbasis tanpa kode (no coding) hingga yang rumit, misalnya Android Studio serta framework dengan Web Service, baik yang berbasis PHP maupun Python. Manfaat lain acara webinar ini salah satunya adalah ajang bertemu dengan pihak-pihak yang berminat dengan pemrograman mobile baik dari pelajar, guru, maupun mahasiswa ilmu komputer, khususnya program teknik komputer (D3 maupun Vokasi). Berikut link youtubenya, kurang lebihnya mohon maaf, semoga bermanfaat.

Aplikasi Machine Learning di Web dengan Python

Aplikasi web saat ini merupakan aplikasi yang wajib diketahui oleh pihak-pihak yang terlibat dengan ilmu komputer baik mahasiswa, dosen, hingga staf IT di perusahaan. Di tahun 2020, permintaan aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) sangat tinggi. Mau tidak mau, programmer dan pengembang wajib mengetahui tool yang mendukung AI, salah satunya adalah bahasa pemrograman Python.

Framework Web Python

Python awalnya adalah aplikasi yang digunakan untuk back-end tetapi saat ini dengan framework-framework yang tersedia bisa juga bermain di front-end. Salah satu framework yang terkenal adalah Flask dan Jango. Untuk bagaimana ilustrasi penggunaan Flask untuk menjalankan aplikasi AI berbasis web silahkan lihat di www.bisa.ai
berikut ini.

Menggunakan Web Server Lain

Untuk testing biasanya dengan framework web Python, tetapi untuk implementasi biasanya menggunakan web server yang banyak dipakai, salah satunya adalah Apache dengan bahasa pemrograman PHP-nya yang terkenal dan sampai saat ini masih banyak digunakan. Untuk itu diperlukan pengetahuan mengintegrasikan PHP dengan Python. Misal kita punya kode Python sederhana perkalian 2×4 berikut ini:

  • print(“<B>Hasil Olah dengan Python</B><br>”)
  • y=2*4
  • print(“<B>Hasil 2 x 4 = </B>”)
  • print(y)

Misal kita beri nama tes.py. Selanjutnya kita buat satu kode PHP yang memanggil “tes.py” tersebut untuk dijalankan. Sebelumnya perlu kita ketahui bersama bahwa menjalankan “tes.py” dapat dilakukan lewat konsol dengan mengetik python tes.py. Nah, instruksi tersebut yang kita gunakan dalam kode php kita berikut ini. Perhatikan, PHP berwarna merah ditujukan untuk menjalankan file tes.py berbahasa Python.

  • <html>
  • <head>
  • <title></title>
  • </head>
  • <body>
  • <h3>Tes PHP to Access Python</h3>
  • <?php
  • $my_command = escapeshellcmd(‘C:/python27/python tes.py’);
  • $command_output = shell_exec($my_command);
  • echo $command_output;
  • ?>
  • </body>
  • </html>

Beri nama file tersebut, misalnya index.php. Yang perlu diperhatikan adalah python yang digunakan haru disetel path-nya. Atau arahkan saja python.exe disertai lokasi foldernya. Contoh yang saya gunakan adalah python versi 2 di c:/python27/python.exe. Jika lebih dari satu environment jangan sampai salah lokasi. Letakan kedua file di atas (tes.py dan index.php) di lokasi web. Untuk XAMPP di htdocs, sementara yang lain, misalnya Wamp Server di folder www.

Tulisan “Tes PHP to Access Python” berasal dari index.php sementara tulisan “Hasil Olah dengan Python”, “Hasil 2×4” dan hasil kalinya (“8”) berasal dari tes.py. Sekian, semoga bermanfaat.

How to Draw a Diagram using Draw IO?

Draw IO is a free web-based tool for drawing a model such as Entity Relation Diagram (E-R Diagram), Flow chart, Data Flow Diagram (DVD), Unified Modeling Language (UML), etc. You can access it at www.draw.io in start using it without installation. Immediately you will be asked the location for saving the xml file, for example you use your harddrive, so yo have to choose Device.

And please click the “create a new diagram” or “open existing diagram” if you want to open a xml file of your diagram that have drawn before. Before drawing, this application will ask you to create the name of your diagram.

And let your creativity flows, and for exercise, try to draw E-R diagram like this.

Save your figure by clicking the menu save and if you want to capture for your document (word, power point, etc) you have to download it into image, xml, and other file support. So far, I like to download as GIF than JPEG or others. Because it give a good resolution that you can see below. Ok .. good luck.

Paten pada Rekayasa Perangkat Lunak

Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering) merupakan bidang baru yang banyak diminati oleh anak-anak muda kita. Bahkan menjadi jurusan yang laris di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan. Berbeda dengan perangkat keras yang jelas terlihat hasil jadinya, pada perangkat lunak, hasil kreasi kita tidak tampak secara langsung sehingga muncul pertanyaan bagaimana bentuk hak cipta-nya? Mengingat saat ini mudah sekali dibajak/digandakan.

Tuntutan Apple terhadap Samsung dan Google terhadap aplikasi yang dibuatnya membuat saya ingin mengetahui lebih jelas seluk beluk Paten, yang dijadikan dasar tuntutan. Paten sendiri dengan mudah dapat kita searching di Google. Sebagai contoh Paten terhadap bidang yang saya tekuni, yaitu Soft Computing. Gambar berikut salah satu contoh sketsa paten yang diajukan oleh Dingding Chen, Syed Hamid, Harry Smith tentang Jaringan Syaraf Tiruan dengan Neuron yang disusun berdasarkan Optimasi oleh Algoritma Genetik.

(Sumber: Paten US 20050246297 A1 http://patentimages.storage.googleapis.com/US20050246297A1/US20050246297A1-20051103-D00000.png )

Sementara itu, dijelaskan pula angka-angka tersebut, misalnya 18 yang berisi rangkaian Algoritma Genetika, sebagai berikut:

18. Apparatus for producing as outputs synthetic values of at least one geophysical parameter for a well in response to inputs of actual values of geophysical parameters measured in the well, comprising a neural network ensemble selected by:

training a set of individual neural networks to produce one or more synthetic output values of at least one geophysical parameter for a well in response to a plurality of inputs of actual values of geophysical parameters measured in the well, and

using a genetic algorithm having a multi-objective fitness function to select at least one ensemble, comprising a subset of the set of individual neural fnetworks, having a desirable fitness function value.

Terlihat sederhana tetapi di dalamnya terkandung riset yang telah dilakukan oleh peneliti bidang Rekayasa Perangkat Lunak. Yang terpenting adalah kita tidak boleh seenaknya mengaku penemu jika belum mematenkan apa yang telah kita temukan. Gambar di atas, sebaiknya tidak kita copas langsung tanpa referensi.

Membuat Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan Visual Basic 6

 

Pemr Visual Basic. 18.12.2012. Teknik Sipil S1

Sebenarnya aplikasi untuk SIG banyak dijual di pasaran seperti ArcView atau ArcGiS. Tetapi berhubung mata kuliah kita Pemrograman Visual Basic, maka mari kita coba membuatnya. Sebenarnya prinsip SIG adalah integrasi antara raster data yang biasanya gambar peta (jpg/bmp) dengan vector data yang berupa database seperti lokasi banjir, perkantoran, kemacetan, dan sebagainya.

Pertemuan yang lalu kita telah bisa mengakses suatu database gambar, nah di sini kita coba vector data yang kita gunakan kita integrasikan dengan suatu peta pada form. Ambil contoh suatu peta dari www.maps.google.com kemudian simpan dengan nama, misalnya peta.jpg. Edit gambar tersebut untuk lokasi banjir, perkantoran, dan sarana umum. Cara sederhana adalah dengan men save as, kemudian ganti dengan nama banjir.jpg, perkantoran.jpg, dan saranaumum.jpg. Simpan di folder tertentu sebagai data. Buat project baru, dengan satu form.

Arahkah background (picture) ke peta. Tambahkan ADODC, Text, dan Command Button. Buat database dengan Access, jangan lupa simpan dalam format MDB (2003). Koneksikan dengan ADODC (lihat pembahasan yang lalu tentang akses ke database).

Buat satu table baru, misalnya data. Isi dengan data seperti di atas. Instruksi untuk memanggil gambar pada Command Button “Lihat” adalah sebagai berikut:

F = “D:\rahmadya\” & Text1.Text

Image1.Picture = LoadPicture(F)

Dan jika dijalankan hasilnya berikut ini, missal diklik data BANJIR, setelah ditekan tombol LIHAT akan tampil sebagai berikut.

Atau arahkan ke perkantoran misalnya, tekan LIHAT.

Selamat mencoba.