Membuat Grafik dengan Excel

Excel yang merupakan spreadsheet selain memiliki kemampuan mengelola data juga mampu membuat grafik yang cukup baik, terutama untuk versi terkini. Banyak pilihan grafik yang disediakan, mulai dari line, bar, hingga pie. Grafik tersedia di menu Insert pada Excel.

Sebagai contoh kita akan membuat grafik berjenis “bar” untuk nilai akhir (NA) tabel di atas. Masuk ke menu Insert dan pilih simbol “bar” chart.

Berikutnya akan muncul bidang kerja grafik yang harus diisi data nilai akhir serta mahasiswa yang bersangkutan. Pilih Select Data untuk memasukan data yang akan ditampilkan pada grafik. Jika tidak ada klik ganda bidang kerja grafik untuk memunculkannya.

Tekan Chart data range di bagian panah untuk memilih data yang akan ditampilkan pada grafik (1). Data ini diistilahkan dengan Series yang akan muncul di kotak kiri gambar di atas. Series ini bisa lebih dari satu (dalam contoh ini bisa saja kehadiran, UTS, UAS, tidak hanya NA). Berikutnya untuk Axis tekan bagian Edit pada kotak kanan lalu sorot seluruh nama mahasiswa (2) karena jika tidak hanya berisi angka urut saja.

Perhatikan di sini akan ditampilkan UTS, UAS, dan NA. Tadinya UTS, UAS, dan NA berturut-turut bernama Series2, Series3, dan Series5. Cara menggantinya adalah tekan Edit di bagian atas kotak Legend Entries dan ketik nama yang diinginkan. Lihat, Series yang tidak digunakan bisa diunchek atau remove. Jika sudah tekan OK untuk memperlihatkan grafik.

Edit bagian judul grafik dan jika ingin menambahkan elemen lain, misalnya legenda, masuk ke menu Add Chart ElementLegend Right. Pastikan di bagian kanan akan muncul penjelasan nilai yang ada pada grafik. Silahkan modifikasi sesuai dengan keinginan, misalnya mengganti design agar memunculkan score di bagian atas bar. Untuk jelasnya lihat video tutorial berikut ini.

Mengetik dengan Suara lewat Google Docs

Pertemuan yang lalu kita telah berlatih mengetik. Tidak perlu berkecil hati untuk rekan-rekan yang kecepatannya mengetiknya lambat karena saat ini Google Docs (http://docs.google.com) menyediakan fasilitas mengetik dengan suara. Alat yang dibutuhkan hanya microphone dan internet karena Google Docs bekerja lewat cloud (internet).

Akun Gmail

Syarat terpenting memanfaatkan fasilitas Google Docs (juga fasilitas lainnya) adalah akun Gmail. Sepertinya saat ini hampir semua orang memiliki akun Gmail. Ketika login Gmail, di bagian kanan atas kita bisa beralih ke Google Docs dengan menekan simbol documen. Lanjutkan dengan membuat dokumen baru.

Memulai Mengetik via Suara

Untuk memulai mengetik, masuk ke menu Tools (atau alat jika sudah dalam bahasa Indonesia) lalu pilih Voice Typing (atau Dikte). Pastikan simbol microfon muncul di sebelah kiri google docs.

Set Bahasa

Jika kita ingin mengetik dalam bahasa Indonesia, maka terlebih dahulu kita harus mengeset bahasa Indonesia agar suara dapat dengan baik dikonversi ke tulisan oleh Google. Caranya adalah dengan menekan tombol segitiga di atas simbol microfon. Pilih bahasa yang Anda inginkan, misalnya Bahasa Indonesia.

Memulai Mengetik dengan Suara

Berikutnya kita tinggal berbicara saja lewat mikrofon. Usahakan perlahan dengan pengucapan yang jelas. Tangan kita tinggal menekan titik dan koma saja. Atau tanda petik jika ingin mengetik cerita/novel. Untuk menyimpan ke laptop, tinggal masuk ke menu File Download dan pilih format yang kita inginkan, misalnya docx. Sekian selamat mencoba.

Lebih jelasnya lihat tutorial video di bawah ini.

Membuat Resume/CV dengan Microsoft Word

Resume atau Curriculum Vitae (CV) merupakan sarana penting untuk memperkenalkan kita kepada pihak-pihak yang membutuhkan kemampuan kerja kita. Resume yang baik selain dapat memberikan gambaran yang tepat juga harus memiliki aspek estetika. Postingan ini membahas proses pembuatan CV baik dari bawaan Microsoft Word maupun template-template yang tersedia di internet.

1. Template dari Microsoft Word

Microsoft Word menyediakan template standar yang dapat dibuka ketika kita membuat naskah baru selain beberapa template lain seperti brosur, undangan, dan lain-lain.

Misalnya kita memilih “Blue Spheres Resume” untuk kita jadikan template. Ketika ditekan maka sebuah template siap dibuat.

Education bisa Anda ganti dengan “Pendidikan” dan copas saja menjadi beberapa bagian menyesuaikan tingkat pendidikan yang telah kita lalui. Foto dapat Anda ganti dengan mengklik kanan, pilih Fill lalu cari foto Anda.

2. Template Dari Internet

Silahkan searching “Free Resume Template Microsoft Word” di Google, maka Anda akan menjumpai beragam situs, misalnya: https://www.freesumes.com/modern-resume-templates/. Pilih saja satu resume yang menurut Anda menarik, unduh dan edit seperti langkah pada template bawaan Microsoft Word.

Beberapa software dapat juga digunakan misalnya Photoshop dengan kualitas yang tidak kalah baik. Namun karena Word paling banyak digunakan saat ini, ada baiknya kita dapat membuat resume dengan Microsoft Word. Selamat mencoba.

AppSheet – Aplikasi Android Untuk Mengelola Data Excel

Mungkin banyak yang bertanya, apa maksud judul di atas? Apa hubungannya Excel dengan android? Tentu saja di sini Excel yang digunakan bukan Excel di laptop melainkan menggunakan cloud application bawaan Google, yaitu AppSheet. Sambil membaca postingan ini, ada baiknya anda menginstall aplikasi sebesar 13-an Mb tersebut di playstore. Oiya, karena berbasis Google, tentu saja lebih optimal menggunakan browser Google Chrome dibanding lainnya (Mozilla, Safari, IE, dll).

1. Siapkan file Excel

Untuk membuat aplikasi yang membaca secara interaktif data sheet, terlebih dahulu siapkan datanya, yaitu data yang dibuat di Microsoft Excel. Misalnya daftar nilai mahasiswa berikut ini:

2. Upload ke Google Drive

Berikutnya kita buka Google Drive. Cara termudah adalah dengan masuk ke akun email dilanjutkan dengan menekan tombol empat titik dilanjutkan dengan menekan simbol Drive.

Upload file excel tersebut lewat menu File – Open dan lanjutkan dengan mengupload file excel yang akan dibuat ke appview.

Buka via Google Sheet file tersebut, sehingga memunculkan sheet yang mirip Microsoft Excel. Perhatikan di sini Google Sheet berbeda dengan sekedar view sheet. Tampilah Google Sheet dapat dilihat di bawah ini.

Sepertinya butuh koneksi internet yang cepat untuk membuka Google Sheet ini. Jadi, harap bersabar.

3. Mengeset AppSheet

AppSheet merupakan Add on yang disediakan oleh Google Chrome. Oleh karena itu di browser harus ditambahkan terlebih dahulu. Add on ini gratis

Jika Add on sudah ditambahkan maka pada Google Sheet akan muncul Add on serta koneksi ke AppSheet Anda.

Kemudian kita tinggal masuk ke AppSheet dengan terlebih dulu menambahkan Add on yang ada.

Cari AppSheet dan klik ketika ditemukan. Lanjutkan dengan menginstal appview di Chrome Anda.

Jika sudah berhasil terinstal, di menu Add on akan muncul AppSheet. Jalankan dengan menekan di menu “launch”.

Di sebelah kanan akan muncul smartphone yang akan dihubungkan dengan data sheet kita. Tekan Go untuk melanjutkan proses pembuatan.

Pastikan data sudah bisa diakses via AppSheet dengan melihat di bagian kanan Chrome, tampak nama-nama yang ada di data sheet Anda.

4. Deploy Aplikasi

Terakhir tentu saja kita harus bisa mengeshare aplikasi agar bisa dijalankan via ponsel kita. Terlebih dahulu kita masuk ke Setting dan Properties di AppSheet.

Jika sudah dirasa OK, tinggal men-share aplikasi tersebut.

5. Testing

Berikutnya buka AppSheet di handphone Anda. Ketika diminta login via Google maka akan muncul satu aplikasi yang telah Anda buat. Ketika dibuka maka Anda bisa melihat dan mengedit aplikasi Excel yang sudah berupa Android App tersebut.

Ketika dishare, maka yang akan melihat otomatis diminta menginstal aplikasi AppSheet, instruksinya seperti ini. Sekian semoga berfaedah.

NOTE: untuk excel yang lebih dari satu sheet, ada instruksi untuk menambahkan sheet lainnya, karena secara default AppSheet hanya menampilkan satu sheet saja. Untuk membuat aplikasi Android secara instan, silahkan lihat pos saya yang lain dengan MIT App Inventor.

Menjalankan MS Word di Ubuntu

Ada dua aplikasi terkenal yang mirip MS Word di Linux yaitu LibreOffice Writer dan satu lagi yang terkenal buatan Apache yaitu Open Office. Aplikasi yang digunakan untuk menjalankan MS Word di linux adalah PlayOnLinux. Aplikasi ini berupa mesin virtualisasi yang berupa wadah untuk proses instalasi MS Office di dalamnya. Silahkan lihat tatacara instalasinya di situs resmi ubuntu.

Tekan tombol Install pada PlayOnLinux dan pilih aplikasi yang berbasis Windows yang tersedia. Tentu saja siapkan juga software installernya. Sempat install MS Office 64 bit tetapi ternyata PlayOnLinux diperuntukan aplikasi berplatform 32bit. Akhirnya coba install Office 2010 32bit. Fasilitas-fasilitas unggul MS Word seperti Automatic Table of Contents, review, dan lain-lain dapat dijalankan di linux, sehingga mempermudah user yang sudah terbiasa dengan MS Word. Sayangnya ketika mencoba share to blog tidak berhasil teregister akun wordpressnya, entah mengapa. Ada baiknya menggunakan bawaan Linux seperti LibreOffice dan OpenOffice karena tentu saja lebih cepat, terutama jika sekedar mengetik. Selamat mencoba, siapa tahu berminat.

 

 

 

Membuat Slide Master di Power Point

[komputer.1|manajemen|lab.sainstech|pert.13]

Slide master merupakan salah satu fasilitas pada Microsoft Power Point untuk mengatur tampilan seluruh slide yang ada. Untuk mempraktekannya cukup mudah, setelah memilih disain yang diinginkan masuk ke View – pilih Slide Master.

Pilih jenis slide yang akan dibuatkan masternya, misalnya bentuk judul + point. Berikutnya dengan mengeset slide tersebut maka akan merubah seluruh slide yang dibuat (new – slide/ctrl-m) dengan format tersebut. Salah satu fungsi yang bisa dimanfaatkan pada slide master adalah hyperlink antar slide.

Membuat Hyperlink

Buat terlebih dahulu outline dari presentasi yang akan dibuat. Outline ini akan dibuatkan link ke target slidenya.

Hyperlink dibuat dengan menyorot salah satu outline tersebut dilanjutkan dengan klik kanan – Hyperlink.

Pilih “Place in This Document” yang artinya mengarahkan hyperlink ke file power point yang sedang dikerjakan dilanjutkan dengan memilih slide yang ingin menjadi target, misalnya PENDAHULUAN. Lanjutkan dengan outline yang lain. Setelah selesai jangan lupa keluar dari Master Slide dengan masuk ke menu Slide Master dan tekan Close Master View. Tes dan pastikan hyperlink berfungsi dengan baik. Selamat mencoba.

Menggunakan VLOOKUP Pada Microsoft Excel

[komputer.1|manajemen|lab.software|pert.10]

VLOOKUP merupakan satu fungsi yang mirip dengan sistem basis data. Satu buah kunci (key) akan mengarahkan ke field (atribut) yang lain. Misalnya gambar di bawah jika suatu cell diisi dengan kode ADM maka kolom bagian akan mengisi dengan “administrasi”. Begitu juga dengan MAN dan PRS. Begitu pula untuk golongan A, B, dan C yang akan mengisi gaji pokok berdasarkan golongan tersebut.

Cara paling mudah adalah dengan menekan tombol “fx” di bagian fungsi MS Excel. Pertama-tama letakan di Cell yang akan diisi melalui proses vlookup.

Ketik di kolom “search” dengan kata kunci vlookup tekan enter (atau klik Go) maka akan ditemukan fungsi vlookup. Tekan Ok untuk lanjut mengisi parameter vlookup.

Ada tiga isian yang harus diisi range-nya: Lookup_value, Table_array, dan Col_index_num. Sebagiknya tidak diisi manual, melainkan dengan mengklik lewat mouse. Tekan simbol tabel di bagian kanan.

Untuk Lookup_value diisi dengan kolom dimana suatu kode/key akan dilihat referensinya, misalnya ADM, maka arahkan ke sebelah kiri Cell yang akan diisi lalu tekan klik kiri pada mouse.

Untuk Table_array diisi dengan matriks referensi (biasanya lebih dari satu kolom). Jangan lupa tekan F4 untuk memberikan simbol $ di baris maupun kolomnya.

Terakhir dan tidak kalah pentingnya, Col_index_num berisi kolom ke berapa. Dalam hal ini kolom 2 menunjukan referensi ADM yaitu Administrasi. Tekan OK dan pastikan berubah sesuai dengan referensi pada cel yang menjadi Lookup_value. Berikutnya tinggal mengkopi cel tersebut ke seluruh cell yang akan dicari nilai vlookupnya.

Update 22 Januari 2021

Berikut video penjelasannya:

Membuat Histogram

[komputer.1|manajemen|lab.sainstech|pert.9]

Histogram adalah grafik yang menunjukan hubungan data dengan frekuensi dalam inteval tertentu. Grafik ini penting untuk menunjukan sebaran nilai suatu data. Sehingga informasi dapat digali dari data tersebut. Misalkan kita memiliki data nilai sebagai berikut:

Berikutnya kita ingin melihat sebaran nilai tersebut dalam suatu interval:

Excel memiliki fasilitas “Data Analysis” yang dapat diakses di Menu Data (biasanya di sebelah kanan atas).

Excel akan mengeluarkan jendela Data Analysis. Pilih Histogram dilanjutkan dengan memilih range data.

Pilih range data nilai di atas serta bagian bin range data yang berisi data interval di atas.

Setelah ditek OK maka akan tampak Sheet baru yang menunjukan data tersebut.

Membuat Sitasi dan Daftar Pustaka Otomatis pada MS Word

[komputer.1|manajemen|lab.sainstech|pert.7]

Saat ini Mendeley merupakan alat sitasi otomatis yang banyak digunakan oleh peneliti-peneliti di seluruh dunia. Tetapi jika tidak sempat membuat akun Mendeley, gunakan saja fasilitas yang ada di Microsoft Word. Perhatikan menu RERENCES di bawah ini, khususnya pada bagian Citation.

Manage Sources

Langkah pertama untuk membuat sumber sitasi adalah mengisi sumber sitasi pada Manage Sources. Isi jenis sitasinya: buku, jurnal, laporan, dan lain-lain. Untuk pengarang, gunakan format <last_name>, <first_name>, <middle_name>.

Tekan New jika ingin menambahkan satu sumber (1). Pastikan tipe sumber sesuai (2), jika tidak pilih yang sesuai. Isi data-data tulisan secara lengkap (3). Tekan OK jika sudah selesai. Berikut cara menyisipkan sitasi di tulisan.

Arahkan kursor di lokasi tempat sitasi berada, misalnya setelah kata “Menurut”. Pilih References Insert Citation – pilih nama pengarang yang akan disitasi. Maka secara otomatis Word akan mengisi (Sunandar, 2017). Praktis bukan? Bahkan jika ingin merubah Style (defaultnya APA), format akan berubah juga. Coba ganti style menjadi IEEE, maka format akan berubah seperti di bawah ini (format angka).

Membuat Reference Otomatis

Jika sudah selesai mensitasi, di akhir tulisan dapat ditambahkan daftar pustaka. Caranya adalah dengan meletakan kursor di bagian bawah tulisan lalu tekan References Bibliography dan pilih yang sesuai/diinginkan.

Pastikan muncul daftar pustakan yang diinginkan beserta formatnya. Selamat mencoba. Tapi sangat disarankan menggunakan Mendeley.

Mail Merge Untuk Surat Berantai

[komp.1|manajemen|lab.sainstech|pert.6]

Surat berantai adalah surat yang ditujukan untuk beberapa orang dengan isi yang sama. Biasanya surat undangan atau pemberitahuan. Surat tersebut hanya diketik sekali, tetapi Microsoft Word akan memberikan kepada/tujuan yang berbeda tiap kali surat tersebut dicetak. Misalnya akan dibuat surat undangan ke seluruh ketua jurusan sebanyak enam orang, maka dengan layanan mail merge dengan satu surat dihasilkan enam surat dengan tujuan yang berbeda. Postingan ini membahas bagaimana membuatnya.

Membuat Surat

Pertama-tama siapkan terlebih dahulu surat yang akan dikirim berantai (lihat pert 5 untuk jenis-jenis surat). Di bawah ini kosongkan tujuan, jabatan, serta alamatnya.

Membuat Daftar Penerima

Daftar penerima dapat dibuat dengan aplikasi Microsoft Excel. Buat daftar enam penerima tersebut berisi kolom panggilan, nama, jabatan, dan alamat. Di sini panggilan untuk membedakan bapak/ibu atau Dr/Prof.

Selanjutnya file Excel yang berisi nama penerima tersebut disimpan di folder yang sama dengan file word surat. Jika sudah, masuk ke menu Mailings Start Mail Merge Step-by-Step MM Wizard.

Perhatikan sisi kanan bawah. Tampak indikator langkah ke berapa. Lanjutkan hingga langkah ke enam, dimulai dari pemilihan file excel berisi penerima.

Di langkah ketiga Anda akan diminta memilih list. Arahkan ke file Excel yang baru saja kita buat.

Silahkan pilih siapa saja yang akan dikirim file-nya. Atau centang semua jika memang semua orang akan dikirim surat.

Tahap berikutnya mengisi field yang dituju dengan data penerima. Perhatikan penempatan mouse/kursor di tempat yang sesuai dilanjutkan menekan data isian.

Tahap kelima adalah memastikan tujuan surat sudah sesuai dengan yang diinginkan. Selamat mencoba.

Gaya Surat Menyurat

[komp.1|manajemen|lab.sainstech|pert.5]

Ada beragam style surat-menyurat dari yang jadul hingga yang modern. Namun demikian ada komponen yang sama antara lain: Kop Surat, no-lamp-hal, tanggal surat, tujuan/kepada, isi, dan penandatangan, serta tembusan dan inisial pembuat surat. Postingan sederhana ini membahas gaya-gaya surat yang biasa diterapkan di beberapa kantor/institusi.

Lurus Penuh (Full Block Style)

Bentuk ini paling mudah karena semua komponen diawali dari sisi kiri.

Lurus (Block Style)

Gaya surat ini mirip lurus penuh tetapi tanggal dan penandatangan berada di kanan seperti gambar di bawah ini.

Bentuk Paragraf Menggantung (Hanging Paragraf Style)

Bentuk ini mirip bentuk lurus, hanya saja paragraf isi menggantung (hanging) mirip dengan daftar pustaka sebuah jurnal.

Bentuk Lekuk (Indented Style)

Bentuk ini mirip gaya menggantung, hanya saja isi tiap paragraf maju beberapa spasi, mirip paragraf sebuah tulisan di buku. NOTE: Perhatikan format penulisan kepada/tujuan yang tiap baris menjorok beberapa spasi dari sebelumnya.

Bentuk Gaya Resmi Indonesia (Official Style)

Bentuk ini biasa diterapkan di departemen-departemen. Ada jenis yang lama, ada juga yang baru. Bentuk yang lama (kiri) di salam penutup dan NIP menjorok, sementara yang baru (kanan) rata sama dengan salam penutup dan nama penandatangan. Kepada/tujuan surat juga sedikit berbeda penempatannya. Salah satu yang membedakan dengan gaya surat-menyurat yang lain adalah margin kiri rata dengan awal isian no, lamp, dan hal, termasuk juga kepada/tujuan. Kecuali tembusan rata dengan no, lamp, dan hal. Sekian semoga bermanfaat.

Referensi:

  • surat.porosilmu.com

Membuat Satu Halaman Landscape Pada Sebuah Naskah

[komputer1|psikologi|lab.soft|pert4]

Terkadang satu halaman karena berisi tabel yang melebar agar terlihat jelas dibutuhkan format landscape. Karena hanya satu lembar/page yang landscape maka diperlukan format section agar section lainnya tidak terpengaruh oleh format landscape-nya.

Menggunakan Fungsi Section Breaks

Format ini memisahkan satu section dengan section lainnya. Letakan kursor pada bab yang akan dibedakan section-nya. Lanjutkan dengan menu Page Layout Breaks Section Breaks dan lanjutkan memilih Next Page jika belum pindah halaman dan Continuous jika sudah pindah halaman.

Jika sudah selesai pastikan Section terpisah, misal section 1 dan section 2. Kemudian pada page/lembar berikutnya lakukan cara yang sama, sehingga section 2 yang akan landscape terpisah dengan section 1 dan section 2 yang portrait.

 

 

Kemudian lakukan hal yang sama untuk section 3. Jadi urutannya section-1, Section 2 dan section 3. Jika section 2 dirubah jadi landscape section 1 dan 3 tidak ikut landscape. Hanya saja perhatikan lagi format page number – nya. Selamat mencoba..

Membuat Halaman yang Berbeda dalam Satu Naskah

[komputer1|psikologi|lab.software|pert.3]

Dalam satu naskah yang berisi daftar isi, kata pengantar, bab 1 dan seterusnya terkadang memiliki penomoran halaman yang berbeda. Misalnya daftar isi memiliki nomor halaman i, ii, iii, dst sementara bab 1, bab 2, dan seterusnya bernomor 1, 2, 3, .. dan seterusnya.

Page Break

Pisahkan dengan fungsi Page Break dengan menekan Insert – Page break.

Section Break

Jika page break sudah dilakukan semua, langkah berikutnya adalah membuat section break yang akan memisahkan satu section (bab) dengan section lainnya, misalnya antara bab 1 dengan daftar tabel, daftar gambar dan daftar isi. Arahkan kembali kursor di sisi BAB I kemudian masuk ke Page Layout – Breaks – Section Break. Pilih fungsi yang sesuai yaitu Next Page.

Dengan melakukan Section Breaks maka antara bab 1 dan daftar tabel dianggap bab yang berbeda. Untuk mengujinya dobel klik di atas Bab 1 dan pastikan ada dua section yang terpisah (section 1 di atas dan section 2 di bawah).

Membuat Halaman

Pada Daftar Isi tambah halaman dengan menu Insert – Page Numbers – Buttom of Page misalnya. Jangan khawatir nanti bisa diset ulang. Pastikan ada halaman muncul di bagian bawah berkas tersebut.

Berikutnya, karena misal menurut panduan penulisan bahwa daftar isi, daftar gambar dan daftar tabel ditulis dalam format huruf: i, ii, iii, dst, maka harus dilakukan format halaman ulang.

Memformat Nomor Halaman

Arahkan ke nomor halaman, lalu sorot dengan kursor (menekan sambil ditahan) halaman tersebut. Pastikan nomor halaman tersorot.

Setelah itu muncul jendela Format Page Numbers. Ganti format angka dengan format huruf i, ii, dan seterusnya.

Terakhir perlu merubah nomor halaman bab 1 yang sebelumnya lanjut dari halaman daftar tabel menjadi halaman 1.

Lanjutkan dengan me-refresh/update daftar isi agar sesuai dengan halaman yang baru saja diseting. Pastikan halaman sudah berubah sesuai dengan format (daftar isi, daftar gambar, dan daftar tabel berturut-turut i, ii, dan iii, sementara bab 1 dan seterusnya 1, 2, 3, dan seterusnya).

Menghapus Section Break (UNDO Section Break)

Dobel klik di halaman atas untuk membuka header – footer. Masuk ke menu View – Draft. Arahkan ke Section Break (Next Page). Lanjutkan dengan menekan Delete di Keyboard. Kembalikan ke lagi ke Print Layout.

Membuat Daftar Gambar/Tabel pada Microsoft Word

[aplikasi.komputer|manajemen|lab.sainstech|pert.2]

Dalam skripsi selain daftar isi, yang perlu dibuat secara otomatis adalah daftar gambar dan daftar tabel. Manfaatnya terasa ketika jumlah gambar yang cukup banyak dalam satu naskah sehingga terhindar dari penomoran yang ganda atau terlewat.

MEMBUAT CAPTION/JUDUL GAMBAR

Tekan pada gambar dilanjutkan dengan menambahkan judul gambar dengan menekan menu References dilanjutkan dengan Insert Caption.

Secara default akan terisi Figure 1. Jika akan mengganti tekan New Label dilanjutkan dengan mengisi labelnya, seperti di atas misalnya Gambar. Setelah itu seting warna dan ukuran sesuai dengan aturan penulisan skripsi.

MEMBUAT DAFTAR GAMBAR/TABEL

Untuk membuat daftar gambar, letakan kursor di tempat daftar gambar berada dilanjutkan dengan menekan menu References dan pilih Insert Table of Figures.

Pastikan daftar gambar muncul pada tempatnya. Halaman letak gambar berada akan otomatis sama dengan pada daftar gambar.

Untuk daftar tabel, gunakan cara yang sama dengan daftar gambar di atas. Pilih New Label dan tambahkan kata Tabel di isian.

Section and Multilevel List in Microsoft Word

Multilevel list in word is used to continue numbering from one heading to the next heading. It makes writers easy to type and manage the sequence of subchapter. For example, if we have written subchapter 2.1, and come to new subchapter, the Microsoft word will automatically write 2.2 and the writer just write the name of the subchapter, for example “basic theory”, “recommendation”, end so on.

What is heading? In word, heading means the header of a writing that use a style. The writer can use some styles in styles menu. There are many headings provided: heading 1, heading 2, and so on. Why we use that style and do not just type manually? The heading has a purpose. It used in navigation and for automatic table of contents as well.

We can also modify the heading regarding the font, tab, paragraph, etc. And what the section used for? In the writing, we always have many chapters. Every chapter has their own number for subchapter. With the section in Microsoft word, we can separate the multilevel list of a chapter with the other chapters.

How to separate the section? First, we have to know whether the two pages have the same section or not. It’s easy, just click your mouse on the header and footer location. Word will show you the number of section.

To separate the section, we just open the page-layout menu and chose break tool. Choose “next page” on section break option. This break only separate the multilevel list section but not the page number. Use page break if we want to separate numbering from previous pages, for example if do not want to continue alphabet-numbering style from acknowledgements, table of contents, and so on.

See the video below.