Cara Georeferencing Pada QGIS 3.36

Georeferencing adalah proses menambahkan referensi koordinat pada sebuah citra yang berasal dari drone, foto, dan sejenisnya. Hal ini penting karena yang membedakan data spasial dengan data biasa adalah adanya unsur koordinat. Selain itu ada juga unsur proyeksi, misal WGS 84 atau UTM.

Banyak aplikasi GIS yang dapat melakukan georeferencing, tapi yang paling murah meriah adalah dengan Quantum Geographic Information System (QGIS) karena tidak perlu membayar lisensi seperti ArcGis buatah ESRI. Harga lisensi ESRI cukup mahal, apalagi yang berbasis Web. Instansi pemerintah pun saat ini merasa terlalu berat membayar lisensi yang biasanya tidak lifetime, misalnya satu tahun. Jadi, adanya QGIS sangat membantu instansi yang membutuhkan pengolahan data spasial.

Berbeda dengan versi-versi yang lalu, QGIS kian berkembang dan mulai meniru kualitas ESRI. Hampir sebagian besar analisa spasial pada ArcGis ada di QGIS, salah satunya georeferencing. QGIS ketika diinstal tidak seluruh fasilitas ada, melainkan jika ingin fasilitas tertentu bisa menambah dengan mengunduhnya secara gratis. Aplikasi yang penting ini banyak digunakan oleh praktisi-praktisi lintas bidang ilmu, tidak hanya orang geografi. Bidang kesehatan, IT, teknik sipil dan perencanaan, serta bidang-bidang lain yang membutuhkan analisa data spasial. Video berikut menunjukan bagaimana melakukan georeferencing RTRW wilayah di Indonesia dengan QGIS. Disertakan pula bagaimana mengunduh Land Use/Cover Indonesia lewat situs tanah air [link].