Salah satu rencana mendiktisaintek yang baru adalah mengurangi beban administratif bagi dosen. Beban ini sudah viral di media sosial. Sepertinya walau dikurangi tetap saja yang namanya dosen ingin terlibat dalam segala hal. Apakah ini karena gen budaya gotong royong kita?
Pikiran merupakan aset penting dosen. Dan sudah terbukti bahwa pikiran mempengaruhi jasmani. Banyak penyakit yang diakibatkan oleh pikiran. Setiap agama memiliki tujuan agar pikiran tetap terjaga, seperti menolak minuman yang memabukan, narkoba, dan sejenisnya yang melemahkan daya pikir manusia. Beberapa ritual ibadah biasanya fokus ke kenyamanan pikiran.
Salah satu metode terkenal adalah meditasi. Metode ini bermaksud membuat sedikitnya jumlah pikiran yang ada di kepala kita. Ibarat monyet, pikiran terkadang loncat sana dan loncat sini sehingga tidak bisa fokus dan berpikir yang dalam karena belum sempat berpikir dalam sudah loncat ke topik yang lain.
Saat ini banyak youtuber-youtuber yang dengan gaya gen-z memasyarakatkan meditasi. Salah satu teknik yang paling mudah dan menjadi terkenal adalah vipassana, yaitu memperhatikan napas masuk dan napas keluar. Jika ada pikiran lain, maka pikiran itu jadi objek kedua dan seterusnya. Ternyata ada efeknya di pikiran kita.
Jadi walau beban administratif dosen dikurangi tetap saja karakter dosen yang ingin selalu terlibat dalam masyarakat tetap saja banyak kerjaan, terutama di benaknya. Silahkan jika Anda memiliki teknik lain yuk berbagi.
