Saat ini, Artificial Intelligence (AI) telah menjadi “tokoh utama” dalam perkembangan teknologi modern. Menariknya, AI dapat berperan sebagai tokoh baik maupun tokoh buruk (villain). Di satu sisi, AI memudahkan pekerjaan manusia; namun di sisi lain, sifatnya yang instan sering membuat orisinalitas hilang, menumbuhkan rasa malas, dan menimbulkan ketergantungan. Meski begitu, manfaat yang dirasakan pengguna tetap sangat besar.
Salah satu kemampuan AI yang paling populer saat ini adalah sifat generatifnya (generative AI), misalnya dalam membuat presentasi. Dengan hanya memberikan prompt tertentu, model yang dikenal dengan nama Large Language Models (LLMs) mampu menghasilkan konten sesuai permintaan, termasuk pembuatan slide PowerPoint.
Jika dahulu chatbot hanya memberikan saran atau rekomendasi, kini telah berkembang menjadi action chat: chatbot tidak hanya memberi saran, tetapi juga mengeksekusi perintah secara langsung. Apakah hal ini berbahaya? Tentu saja ada potensi risikonya. Anda mungkin teringat film Mission Impossible yang dibintangi Tom Cruise, di mana AI mampu mengeksekusi tindakan berbahaya seperti pengeboman tanpa melibatkan manusia.
Dalam contoh yang lebih aman, berikut ini adalah demonstrasi action chat di mana chatbot mengeksekusi pembuatan file PowerPoint yang dapat langsung diunduh. Materi presentasi diambil dari file PDF yang diunggah pengguna, kemudian diproses menjadi database vektor menggunakan teknologi seperti FAISS, Chroma, Pinecone, dan lainnya. Proses ini dalam istilah teknis dikenal dengan nama Retrieval-Augmented Generation (RAG).