Halusinasi AI yang Berbahaya

Artikel berita ini [Url] menunjukan bahwa sebagai seorang dosen dan peneliti perlu mewaspadai diri ketika menjadi anggota penulis (co-author). Kalau untuk rekan biasanya kita sudah percaya dan mudah memverifikasinya, namun yang perlu diperhatikan adalah mahasiswa bimbingan.

Salah satu hal detil yang terkadang terlewati adalah artikel referensi yang jadi rujukan. Kasus diatas menunjukan hal sepele, bisa berakibat fatal. Ternyata referensi yang ditunjukan AI adalah fiktif atau istilahnya halusinasi (hallucination), karakteristik generatif dari Large Language Models (LLMs). Sebenarnya mudah, tinggal searching saja referensinya di google lalu kalau asli dan bukan fiktif, biasanya akan muncul dan bisa kita lihat DOI dan reputasi jurnalnya. Namun karena beban yang besar (jika jumlah mahasiswa banyak), terkadang si dosen tidak sempat mengeceknya.

Terkadang penulisan jurnal memiliki penulis yang banyak, apalagi jurnal internasional. Masa sih, tidak ada satu pun co-author yang mengecek referensinya, apakah dibuat dengan AI atau tidak. Memang, dengan menarik artikel dari jurnal sudah beres, tetapi untuk kampus bereputasi (kasus di atas tingkat 11 dunia) memaksa dosen yang sekaligus dekan di satu departemen harus mengundurkan diri. Ibarat motor balap, AI (chatgpt, gemini, meta, dll) jika dikendarai oleh orang yang naik sepeda aja susah, bisa berakibat fatal.

Praktik Statistik dengan SPSS

IBM SPSS masih andalan bagi peneliti bidang apapun, baik teknik maupun sosial karena tiap penelitian kuantitatif pasti membutuhkan pengolahan data statistik baik deskriptif maupun inferensial. Penerapannya pun sangat dibutuhkan oleh orang-orang non komputer yang telah menyebar kuesioner risetnya. Walaupun Excel bisa, SPSS lebih powerful khususnya yang menggambarkan keterkaitan antar data, validasi data, hingga analisa faktor.

Saat ini bidang sains data (data science) menjadi primadona dan bahkan jadi rebutan antara orang komputer dengan statistik. Jika di suatu kampus ada mata kuliah wajib tentang sains data pasti pengajar antara orang komputer dan non-komputer akan rebutan. Bahkan di nomenklatur DIKTI pun sains data tidak milik komputer maupun MIPA. Bidang ini ada di multidisiplin (bukan ilmu formal). Nah, bagi orang non-komputer, penggunaan SPSS untuk mata kuliah sains data masih menjadi andalan.

Berikut ini video dasar-dasar SPSS yang saya ajarkan untuk mahasiswa agribisnis, fakultas pertanian. Studi kasusnya sederhana hanya mengetahui signifikansi pretest dan postest suatu data mahasiswa selama workshop atau pelatihan.

MySQL Online Free dengan Railway.Com

Kondisi keuangan global saat ini berpengaruh terhadap segala lini kehidupan. Mulai dari pemenuhan kebutuhan pokok, hingga kebutuhan tertier, seperti pendidikan. Banyak teknologi-teknologi yang bermunculan, tapi sebagian besar konsumtif dimana kita dipaksa mengeluarkan biaya. Salah satunya adalah pengadaan sarana laboratorium di kampus.

Beberapa aplikasi menawarkan gratis, namun makin lama makin sedikit. Kalaupun ada biasanya hanya gratis selama beberapa waktu, misalnya satu bulan (30 hari). Sebagian besar memaksa kita berlangganan. Salah satunya adalah aplikasi untuk web online, 000webhost.com yang dulu free, kini sudah berbayar. Aplikasi yang sering kita dengar itu (hostinger) memang sejatinya jualan domain dan web instan.

Terpaksa pengajar di kampus yang tidak memiliki sarana untuk latihan publish web, terpaksa memutar otak mencari aplikasi gratis lainnya. Salah satu yang bisa dipakai adalah infinityfree.net, yang berisi paket lengkap Php dan Mysql.

Namun ada kendala, yakni ketika di lab siswa menggunakan network yang sama, akun akan disuspen oleh aplikasi tersebut karena dianggap malware atau serangan siber. Alhasil, siswa tidak bisa memraktekan publish. Kecuali kalau dikerjakan di rumah, dengan internet masing-masing.

Akhirnya ada satu situs yang menyediakan sarana untuk publish online, tetapi hanya gratis selama 30 hari, yakni https://railway.app. Tidak masalah, yang penting siswa bisa menggunakan lab dengan network kampus. Minimal lab memiliki PHP + MySQL sendiri dan jika ingin praktik publish bisa menggunakan sarana lain seperti railway walau dibatasi 30 hari. Sayangnya hanya menyediakan database, antara lain: PostgreSQL, MongoDB, Redis, dan MySQL. Berikut contoh praktik akses online MySQL dengan PHP lokal.

Install MySQL di Mac Silicon

Belajar pemrograman web di Mac terkadang perlu instal sofware pendukung, salah satunya adalah MySQL untuk basis data. Salah satu andalan saya adalah ‘brew’ yang merupakan fungsi bawaan untuk instal-instal aplikasi di Mac.

Setelah memasukkan instruksi

brew install mysql

Tunggu hingga selesai proses instlasi. Cek dengan instruksi

mysql –version

Pastikan muncul, versinya, misalnya: mysql  Ver 9.5.0 for macos26.1 on arm64 (Homebrew). Selanjutnya jika ingin install phpmyadmin (versi mudah untuk merancang basis data).

brew install phpmyadmin

Namun saat ini beberapa departemen mengharuskan basis data dengan non-MySQL, misalnya PosgreSQL. Namun, untuk latihan, misalnya pengajaran basis data di kampus/sekolah, MySQL sudah cukup, karena mudah (misal XAMPP) dengan GUI seperti Pypmyadmin.

php -S localhost:8080 -t /opt/homebrew/share/phpmyadmin

Kode di atas menjalankan tanpa Apache. Perhatikan letak dari aplikasi phpmyadmin di /opt/homebrew/share/phpmyadmin

Kita perlu memasukan password terlebih dahulu karena phpmyadmin menolak jika masuk tanpa kata sandi/password. Gunakan instruksi ini untuk buat password:

mysql -u root

Lalu ganti password dengan password baru, brew melarang tanpa password untuk user root.

mysqladmin -u root password ‘password’

Maka kita baru bisa masuk dengan password baru tersebut (dengan password: password).

Untuk menghentikan MySqL gunakan kode ini

brew services stop mysql

Tapi untuk mengakhiri phpmyadmin, cukup ctrl-c saja di terminal yang phpmyadmin dihidupkan di awal.

Ilmu-Ilmu Dasar yang Tetap Dibutuhkan

Salah satu pembeda orang yang belajar sekarang dengan jaman dulu adalah adanya Artificial Intelligence (AI). Jika jaman dulu mencari informasi itu sulit, mahal, dan perlu usaha keras, saat ini sangat mudah dan terbiasa di mana-mana (di internet). Ada informasi beberapa jurusan ter-disrupsi, misalnya programmer yang tergantikan dengan AI. Namun, mbah-nya AI mengatakan, tetap saja jurusan ilmu komputer dicari (Link).

Nah, yang membuat jurusan ilmu komputer tetap penting adalah justru ilmu-ilmu lain yang dipelajari, seperti matematika, statistika, dan sejenisnya. Walau dalam waktu beberapa bulan suatu ilmu segera usang, tetap saja skill ‘belajar’ yang diperoleh, misalnya dari belajar pemrograman, tetap melekat di sisi siswa. Seperti orang yang belajar bahasa asing, misalnya bahasa Jepang, sebenarnya ketika belajar, ada aspek-aspek tertentu yang membentuk siswa itu memiliki kemampuan mempelajari sesuatu, yang makin lama makin cepat dan mahir mempelajari hal baru.

Anda mungkin pernah membaca buku. Terkadang orang yang pesimis mengatakan bahwa tidak ada manfaatnya membaca buku, toh tidak pasti digunakan. Bahkan terkadang terlupakan dalam beberapa bulan ke depan. Namun, ketika seseorang membaca (atau mempelajari hal baru), sebenarnya manfaatnya pada terbukanya fikiran (insight) hasil dari bacaan tersebut. Bahkan ke depan seorang guru yang ‘menginspirasi’ jauh lebih penting dari apa yang diajarkan. Bagaimana siswa melihat si guru mencari letak kesalahan kode program, menyelesaikan masalah, atau pengalamannya dalam menuntut ilmu di negara asing, bisa menambah wawasan siswa. Kedekatan terkadang bisa membedakan antara offline dengan online.

Ilmu terus berkembang, dimana saat ini mungkin benar dan tepat, belum tentu di masa yang akan datang pasti tepat. Terkadang kasus-kasus tertentu tidak bisa diselesaikan dengan buku teks, sehingga muncul jurnal-jurnal yang menjabarkan hal-hal baru yang bisa mematahkan teori lama. Beberapa bidang memanfaatkan riset yang diolah kemudian dengan statistik. Kebetulan saya mengajar siswa agribisnis, fakultas pertanian UNISMA Bekasi, yang kali ini mulai masuk ke statistika terapan, dengan software SPSS. Sebelumnya video berikut masuk dulu ke Excel, guna menjebatani sebelum masuk ke software tersebut.

Utak-Atik Server Linux Ubuntu

Terkadang kita dengan mudah membuat aplikasi Artificial Intelligence (AI), misalnya Chatbot. Nah, selain rancangan harus sesuai dengan keinginan user, masalah lain muncul ketika harus bekerja dengan tim lain yang terkadang menggunakan bahasa dan framework yang berbeda.

Biasanya aplikasi yang dibuat tidak sama dengan AI yang dirancang, misalnya AI dengan Python sementara aplikasi induknya dengan Node JS, Laravel, maupun Java. Ini yang membutuhkan kerja sama yang pas antara Web Developer dengan AI designer. Jika sudah pun terkadang ketika diinstal di server production, perlu dites kembali, mengingat library yang menyertai AI harus seluruhnya sesuai. Jika sudah, pihak Web Developer harus bisa menghubungkan port AI dengan web yang dirancang.

Web developer perlu sedikit dijelaskan prinsip dasar menjalankan Python yang terintegrasi dengan PHP, javascript, dan modul-modul HTML yang menyertai. Juga saat menu Restart AI dan cek AI, yang harus diberikan bagi Admin guna memastikan engine AI berjalan dengan baik. Video berikut mengilustrasikan bagaimana ribetnya bekerja Remote ke server tujuan, khususnya Linux.

Vosviewer Untuk LSR

Peneliti dalam melakukan publikasi terkadang melibatkan peneliti-peneliti lain. Terkadang bidang ilmu yang berbeda. Untuk mengetahui informasi terkait bagaimana terlibatnya antara satu peneliti dengan peneliti lain, beberapa tools tersedia salah satunya adalah Vosviewer. Aplikasi berbasis Java ini memanfaatkan diagran network.

Selain itu suatu term atau kata kunci tertentu, yang merupakan topik penelitian, dapat dirunut pihak-pihak yang terlibat, bahkan dalam bentuk klasterisasi dalam bentuk diagram network yang cantik. Tentu saja untuk lebih detil, perlu mencari kelemahan dan kelebihan jurnal-jurnal yang jadi rujukan.

Video berikut menggambarkan bagaimana menginstal Vosviewer di Mac. Yang perlu jadi perhatian adalah Mac OS terkadang tidak bisa menjalankan Aplikasi ini. Untungnya ada versi yang dijalankan lewat Java Runtime Environmen (JRE), suatu aplikasi *.Jar.

Salah satu keunggulan dari Vosviewer adalah kemampuan memetakan siapa saja Author yang menjadi pioneer suat tema penelitian. Tentu saja diperlukan data CSV yang diperoleh dari Scopus, misalnya.

Sekian, semoga informasi singkat ini bermanfaat.

Investasi

Terkadang kita harus memperhitungkan semua aspek, tidak hanya untung rugi, menang kalah, dan lain-lain. Misanya anak yang sekolah. Kalau orang tua hanya melihat dari sisi untung rugi, dia akan cenderung mencari yang gratis, kalau perlu tidak sekolah, langsung saja ikut orang tua berdagang, mencari ikan, berladang, dan lain-lain.

Nah, orang tua yang melihat pendidikan sebagai investasi akan berfikir lain. Kalau harus bayar, walau mahal, tetapi memiliki manfaat ke depan yang lebih besar, orang tua jenis ini akan suka rela menggelontorkan dana yang besar. Kalau si anak juga memahami, maka klop, orang tua dan anak memahami investasi. Bahkan, selain pendidikan formal, pendidikan non formal pun dijalani.

Ada juga hal lain yang perlu diperhatikan, yakni masa depan yang tidak jelas, khususnya di negara kita. Selain pendidikan, banyak investasi yang bisa ditempuh, seperti network, pertemanan, asosiasi, dan sejenisnya. Bukan investasi seperti saham, crypto, dan lain-lain saja ya. Saya termasuk orang introvert (lengkapnya INFJ), kalau tidak ikut asosiasi, perbanyak network, relasi, tidak akan dikenal di mana-mana. Alhamdulillah, karena itu bisa ada saja jalan. Terkadang diminta mengajar dengan bayaran murah saya terima dengan alasan network, baik dengan yang menawarkan maupun orang-orang yang saya ajar, apalagi mereka bukan orang sembarangan.

Sederhana saja, misalnya Youtube. Youtuber2 ternama kebanyakan berhasil karena di awal tidak fokus mencari pemasukan, melainkan menginvestasikan tenaga dan usaha, dimana di awal tidak fokus ke pemasukan dulu. Lihat saja startup-startup yang berhasil sekarang ini, tetap eksis karena ada istilah ‘bakar duit’, alias investasi dulu di awal baru mengeruk keuntungan di akhir, setelah stabil. Atau setelah kompetitor-kompetitornya colaps.

Oke, semoga tulisan ini juga investasi, walaupun terkesan tidak ada pemasukannya. Minimal ada pahala dan sesuai dengan visi blog ini, ‘just for a little kindness’.

Ketika Angin Perubahan Menerpa

Lama juga saya vakum dalam aktivitas blogging. Banyak kejadian-kejadian di tempat saya mengajar, mulai dari alih kelola, hingga tawaran untuk pindah. Tiada yang abadi, termasuk kondisi terkini, yakni masuknya Muhammadiyah ke kampus. Rektor dan jajarannya sudah diganti, alhasil wajah UNISMA BEKASI pun berubah. Rencananya menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia. Tadinya ingin internasional, ternyata berubah rencana.

Untuk dua kaki saat ini agak berat, karena kampus kedua meminta saya untuk pindah rumah (homebase) mengingat akan buka kelas jauh (PSDKU) karena universitasnya sekarang unggul. Oleh karena itu, pindah homebase tidak serta merta pindah rumah ke kampus utama (di Sukabumi). Jadi masih bisa mengikuti proyek-proyek yang berjalan saat ini, maupun mengajar di institusi kepolisian.

Teringat awal tahun 2000an, ketika lulus kuliah dulu. Tidak ada satu pun perusahaan yang menerima saya menjadi karyawannya. Walau akhirnya berlabuh di akademi, yang saat ini jadi universitas besar, tetap saja statusnya honorer (atau disebut juga luar biasa, istilah satir yang berkaitan dengan bayaran yang ‘luar biasa’).

Sempat juga sambil mengajar bekerja di bank swasta nasional. Itu pun statusnya outsourcing, status yang bisa dibilang pegawai ‘anak tiri’. Tapi toh bisa belajar implementasi IT di perbankan. Yang mengecewakan justru di kampus kedua yang menolak saat melamar jadi dosen tetap, dengan alasan ijasah yang bukan komputer. Namanya orang jadul, mana ada jurusan komputer waktu itu. Di tahun 95 saja ketika saya mendaftar UPMTN, komputer di UGM hanya konsentrasi di prodi matematika, di bawah fakultas MIPA.

Nah, akhirnya ada juga kampus yang menerima saya bekerja, yakni Univ Islam 45 Bekasi. Walaupun tetap saja harus menjadi honorer dulu selama setahun sebelum dikontrak jadi dosen tetap. Lalu setahun kemudian jadi Dosen Tetap Yayasan (DTY). Saat wawancara, warek 1 mengatakan kalau take home pay saya (gaji) sebulan Rp. 850 ribu. Besar atau kecil kah? Sebagai perbandingan, sebelumnya walaupun outsourcing, dulu sudah Rp. 3 juta per bulan. Dapat dibayangkan turunnya penghasilan. Tetapi, toh bisa hidup, karena masih nyambi ngajar di dua kampus lain, STMIK Nusa Mandiri dan Univ Darma Persada. Namun satu-satunya organisasi yang mempercayakan saya menjadi dosen tetap yayasan, membuat haru. Apalagi dapat serdos dan studi lanjut (walau dengan biaya DIKTI) membuat saya ‘harus setia’.

Nah, sampailah di penghujung 2018, ketika kampus ditawarkan ke Muhammadiyah untuk alih kelola. Akhirnya seluruh karyawan haru ‘di nol kan’ masa kerjanya, dengan diganti pesangon. Tapi ternyata dalam kurun waktu 6 tahun, kondisi masih ‘alot’. Karena kondisi ga jelas, dana kurang, pemasaran sulit, akhirnya kampus univ Islam 45 ‘menyerah’. Berakhirlah yayasan lama yang selama ini mempercayakan saya sebagai dosen tetap yayasan. Berakhir pula hutang budi saya, dan kini ingin terbang bebas. Semoga dilancarkan, amiin.