Saatnya Berpisah

Salah satu konsep meditasi adalah ketidak kekalan. Segala sesuatu pasti ada akhirnya. Begitu juga dengan jabatan, pekerjaan, dan lain-lain di dunia ini. Ini yang terjadi hari ini, di cuaca mendung dengan hujan lebat di kota Bekasi. Melepas jabatan dan pindah kerja, sepertinya sudah biasa, berganti rekan-rekan baru dan suasana baru.

Pindah tanpa konflik merupakan anugerah tersendiri. Mungkin sudah takdir, selalu saja yang terjadi datang begitu saja. Dari dulu memang tidak ada pilihan, selalu saja mengalir. Ketika di awal bekerja tidak pernah ada pikiran pindah kerja untuk mencari yang lebih baik. Entah karena terpaksa pindah akibat menikah dengan rekan satu kantor, pindah karena beban kerja yang membuat sakit tipes dan beralih jadi dosen walau dengan konsekuensi turun separuh gajinya.

Dulu di awal tahun 2000an, tepatnya di tahun 2002 selepas kuliah. semua perusahaan yang saya lamar menolak. Hanya ada satu kampus, itu pun pegawai honorer, dengan 2 kelas mengajar. Setelah itu pindah menjadi pegawai outsourcing di perbankan swasta nasional dengan gaji dipotong separuh dari uang yang dibayarkan Bank itu ke perusahaan outsourcing. Hingga akhirnya berlabuh di kampus tua di Bekasi. Nyaris hampir 10 tahun tidak ada pekerjaan tetap, hingga akhirnya satu kampus menghargai dan menerima sebagai karyawan tetap, dengan status dosen tetap yayasan.

Waktu berjalan, karena beberapa kampus telah saya masuki, ternyata istilah kita adalah rata-rata teman ada benarnya juga. Beberapa rekan yang mengambil studi lanjut, yang mengurus pangkat, dan lain-lain bisa memengaruhi kita. Tidak ada salahnya bergaul dengan orang yang levelnya di bawah kita, tapi ada baiknya juga yang di atas. Maksudnya di atas dan di bawah ini adalah level pengalaman, tidak harus lebih jago atau mahir. Pengalaman tidak bisa dipelajari, sehingga harus kita lalui. Mentor mau tidak mau kita perlukan, baik yang langsung mengajari, maupun yang jadi alat belajar kita, misalnya pembimbing utama, atasan, dan sejenisnya.

Kesetiaan merupakan nilai penting. Ada pepatah, ‘banyak pemimpin hebat, tapi pemimpin besar adalah yang setia’. Tadinya saya ingin terus bertahan dan pensiun di kampus itu, tapi ternyata kondisi zaman memaksa manajemen mengalihkelolakan kampus legen itu ke yayasan lain. Di situlah persimpangan jalan terjadi. Setelah beberapa tahun tidak jelas jadi atau tidak alih kelola, dan bahkan keinginan saya pensiun itu sedikit terkabul dengan dua kali dapat pesangon (uang kerahiman), terpaksa saya lepas karena terlanjur janji dengan rekan di kampus lain untuk membangun bersama institusinya. Karena lisan saya ‘bermaterai’, terpaksa ketika ada program ‘melamar kembali’ untuk tetap bergabung dengan kampus yang dialihkelola, terpaksa tidak ikut melamar dan hasilnya, hari ini berpisah.

Banyak PR yang belum selesai seperti beberapa mahasiswa tersisa yang harus diluluskan karena akan tutup dan D3 saat ini hampir tidak ada peminat, khususnya kampus swasta, hingga akreditasi prodi informatika yang baru setahun setengah berjalan. Namun karena keyakinan saya institusi yang mengambil alih adalah institusi yang ‘tidak main-main’, institusi besar dengan dana yang kuat, pasti akan mampu meningkatkan performa prodi yang telah sama-sama dibuka dengan susah payah.

Perjanjian dengan waktu tertentu (PKWT) memang menjadi momok bagi pekerja (omnibus law), sehingga sama sekali tidak ada uang kompensasi karena resign atas kemauan sendiri. Tidak apa, memang dari dulu ketika pindah pun, tidak ada sama sekali pergantian. Semoga kondisi negara kita bisa normal kembali, perekonomian berjalan lancar, masyarakat bisa menempuh pendidikan tinggi, lulus dan bisa bekerja dengan mudah. Sekali lagi mungkin pembaca punya pandangan yang berbeda, tapi yang saya alami adalah sebagian besar yang terjadi di saya adalah tanpa pilihan, untungnya selama ini tepat, dan semoga kali ini pun tepat, yang penting tidak ada yang disakiti dan berdosa dengan orang lain. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.