Setelah hampir 20 tahun, akhirnya tiba saatnya tak bertuan lagi. Agak berat rasanya, tapi seperti biasa, hidup tanpa pilihan itu praktis juga. Putus di tengah bulan, memang agak membingungkan, apalagi tidak sempat mengenyam THR terakhir. Mungkin itu hukuman, tapi bagi samurai yang tak terlalu membutuhkan dan menggantungkan ke hal tertentu, santai saja, ‘tak diundang, tak datang, tak disapa ga perlu bicara, tak diperhatikan tak perlu cari perhatian, tak diajak tak perlu ikut’, beres. Untungnya, saat dilepas, segera dapat tuan yang baru, ronin itu kembali menjadi samurai. Per 13 Februrai 2026, jadi hari pertama.
Bekerja di tempat yang memiliki visi ke depan, ibarat membangun sesuatu. Ada keasyikan tersendiri, kerja tidak sekedar rutinitas yang itu itu saja. Tempat yang kutinggal, tidak pernah membuat saya khawatir, karena sudah berkembang, apalagi saat ini di tangan pengelola yang tepat. Hanya saja, untuk aktivitas ke Jakarta, jadi momok tersendiri, namun salah satu andalannya adalah transportasi publik, yang untungnya saat ini sudah jauh lebih baik dari belasan tahun silam.
LRT tetap jadi andalan, terutama jadi sarana olah raga juga. Jauh lebih sehat dari mengendarai kendaraan pribadi yang penuh dengan kemacetan. Banyak proses yang harus diselesaikan, mulai dari pindah homebase, sister dan BKD yang perlu diselesaikan, dan lain-lain yang tidak jauh dari aspek administrasi. Belum lagi problem seperti kampus-kampus swasta di Indonesia yang pasarnya direbut oleh kampus PTNBH dan PTN lain yang secara masif menerima mahasiswa baru seperti tanpa batas.
Dulu pernah berkantor di daerah kebon sirih, dan sekarang di jalan Budi Kemuliaan, tidak jauh dari monas, pusat Indonesia. Untuk program pasca sarjana, selain dari jumlah mahasiswa, sumber dana harus diperoleh dari hibah riset dan kerjasama dengan industri, tidak ada cara lain.
Semoga bisa melanjutkan aktivitas dulu yang sempat tertunda, fokus ke riset, menulis buku dan menciptakan produk-produk. Semoga lancar.


