Lokasi Menentukan .. Geography Matters

Problem yang terjadi di dunia saat ini ternyata tertutupnya selat Hormuz di Iran, karena memengaruhi harga migas dunia. Beberapa negara sudah mulai panik, misalnya Filipina yang menerapkan liberalisasi BBM, sehingga terpengaruhi harga migas dunia. Indonesia sendiri masih aman, kita lihat saja nanti.

Kedekatan kita antara dua kubu, AS dan Rusia dan China, sedikit banyak mengamankan suplay. Menteri Purbaya pun menyatakan bahwa kita darurat energi patokannya kalau suplay tertutup. Selama masih ada, walau sulit tetap ada dan perekonomian masih berjalan normal.

Mengenai APBN, tentu saja berubah dan harus dinamis. Kalau statis bisa ga klop. Kalau harga minyak naik, karena harus beli dari dollar, pasti akan terpengaruh. Tapi kan ekspor kita seperti LNG, sawit dan batubara kalau mau fair yang dihitung juga, karena saling terpengaruh. Apalagi Rusia yang jika kita beli dari mereka tentu saja tidak bisa pakai dollar, biasanya dengan tukar, misalnya dengan sawit. Nah, untuk PLN, untungnya kita masih ada yang menggunakan batu bara, sehingga masih aman, beda kalau pakai solar. Beberapa bahkan sudah mulai dengan tenaga surya.

Terkadang kita lupa posisi geografi kita, yaitu pertemuan antara dua samudera yang menjadi jalur suplay migas dunia dari timur tengah ke asia timur. Walaupun kita tidak mungkin seperti Iran nekat menutup selat malaka, tapi secara bargaining power tetap saja ada. Ibarat kita ga punya makanan, tapi dilewati oleh kapal-kapal bawa makanan, ya sedikit banyak dikasih lah. Kalau ada apa-apa di selat malaka, selat sunda dan selat ‘premium’ Lombok masih tersedia.

Jadi silaturahmi antar negara sedikit banyak memiliki manfaat, sesuai kitab suci. Dalam Al-Qur’an, silaturahmi memiliki kedudukan yang sangat penting. Pada QS. An-Nisa ayat 1, Allah memerintahkan manusia untuk bertakwa dan menjaga hubungan kekeluargaan (rahim). Kemudian dalam QS. Muhammad ayat 22–23, dijelaskan bahwa orang yang memutus silaturahmi akan mendapatkan laknat dari Allah. Selain itu, dalam QS. Ar-Ra’d ayat 21 disebutkan bahwa ciri orang beriman adalah mereka yang menyambung apa yang Allah perintahkan untuk disambung, termasuk hubungan silaturahmi. Tentu saja hati-hati jangan sampai bersahabat dengan pembuat onar.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.