Delapan Belas Tahun yang Terasa Singkat

Beberapa kali saya menghadiri acara perpisahan rekan kerja, baik karena pindah maupun karena purna tugas (pensiun). Ternyata kali ini saya sendiri yang jadi ‘pengantin’-nya. Delapan belas tahun bagi gen-x seperti saya sepertinya singkat namun banyak kejadian dan pengalaman dilalui.

Beberapa timeline krisis terlampaui, seperti krisis pasca 1998 yang memengaruhi susahnya mencari kerja bagi lulusan baru (fresh graduate), krisis global 2008, krisis pelemahan rupiah 2013, COVID-19 hingga krisis karena selat Hormuz ditutup.

Kalau saat ini jamannya medsos, dari facebook hingga youtube, dari instagram hingga tiktok, generasi lampau lebih suka mengalami langsung. Terkadang menikmati obyek wisata, orang seangkatan saya kadang lebih suka menikmati suasana langsung, menyentuh, menghirup suasana di puncak misalnya, atau panas teriknya pantai, dan lain-lain yang biasanya lupa mengabadikan lewat foto atau video.

Tiap masa ada plus minusnya, yang saling melengkapi. Banyak momen-momen yang tidak bisa disharing orang jaman dulu yang mungkin jauh lebih seru dari kejadian-kejadian di youtube atau tiktok genarasi sekarang.

Di awal-awal kerja, masih pada muda-muda. Terkadang konflik terjadi akibat darah yang mudah panas. Namun waktu beranjak, usia rekan-rekan mulai bertambah. Ternyata kejadian-kejadian dulu, konflik yang terjadi, hanya lelucon saja yang seharusnya tidak perlu terjadi. Seperti melihat kelakuan anak-anak yang bertengkar, karena tersinggung, karena rebutan mainan, karena tidak diajak main, dan lain-lain.

Tiap orang punya fase-fase kehidupan masing-masing. Kadang ada yang di masa muda menderita tetapi saat senja bisa sukses, entah karena bisnis atau karena anak-anaknya yang sukses dan berbakti. Walau bukan pensiun, tetap saja terasa pensiun (apalagi sempat 2x pesangon karena alih kelola). Mungkin tidak bisa lagi menemukan institusi seperti yang saya tinggal barusan, tapi banyak di luar sana yang mungkin membutuhkan tenaga dan pikiran kita. Oke, mungkin pembaca memiliki pengalaman yang sama.