Auto Model Pada RapidMiner

RapidMiner masih menjadi andalan bagi banyak pemula dalam data mining, terutama mereka yang berasal dari luar bidang IT. Antarmukanya yang berbasis drag-and-drop memudahkan pemrosesan data tanpa perlu menulis kode. Namun, satu hal yang sering membingungkan bagi pemula adalah memahami domain atau kategori penelitian yang tersedia. Misalnya, apa perbedaan antara klasifikasi, regresi, dan clustering? Apalagi ketika memasuki model yang lebih kompleks seperti association rules atau anomaly detection, pengguna baru sering kali merasa tidak yakin harus memulai dari mana.

Software RapidMiner dapat diunduh secara gratis melalui situs resminya di http://rapidminer.com. Meski demikian, beberapa fitur lanjutan tidak tersedia secara gratis, termasuk fitur yang akan dibahas di sini, yaitu Auto Model. Namun, jika Anda baru pertama kali menginstal RapidMiner, fitur Auto Model biasanya tersedia untuk dicoba secara gratis selama masa awal penggunaan atau melalui paket trial.

Untuk latihan, RapidMiner menyediakan beberapa dataset contoh saat pertama kali dibuka. Meski begitu, akan lebih baik jika Anda juga menggunakan data milik sendiri atau mengunduh dari situs penyedia dataset seperti Kaggle (http://kaggle.com), UCI Machine Learning Repository (http://archive.ics.uci.edu/ml), atau Data World (http://data.world). Sebagai ilustrasi penggunaannya dalam praktik, Anda bisa melihat video tutorial berikut di YouTube:

Mengenal CRISP-DM dengan RapidMiner

Dalam pendekatan CRISP-DM (Cross-Industry Standard Process for Data Mining), terdapat tahapan-tahapan sistematis yang harus diikuti untuk membangun solusi data mining yang efektif. Tahapan awal dimulai dari pemahaman bisnis, di mana kita mencoba memahami tujuan dan konteks masalah dari sisi bisnis. Setelah itu, kita masuk ke tahap pemahaman data, yakni mengumpulkan dan mengeksplorasi data awal untuk mengetahui karakteristiknya.

Untuk keperluan pembelajaran, kita bisa menggunakan data bawaan dari RapidMiner. Namun, penting juga untuk membiasakan diri mengolah data dari sumber eksternal, misalnya dataset Iris yang populer dan dapat diunduh dari situs Kaggle. Setelah login dan mengunduh dataset, kita dapat memuat file CSV tersebut ke dalam RapidMiner menggunakan operator seperti Read CSV. Langkah ini dilanjutkan dengan pengecekan data secara singkat untuk memastikan format dan isinya benar.

Tahap berikutnya adalah data processing, di mana kita membersihkan dan mempersiapkan data sebelum digunakan dalam pelatihan model. Dalam kasus klasifikasi, kita memilih atribut target, misalnya “spesies” sebagai label yang ingin diprediksi. Kita kemudian memisahkan data menjadi dua bagian, yaitu data latih dan data uji, dengan rasio umum seperti 70:30 menggunakan operator Split Data.

Setelah data dipisahkan, kita dapat melanjutkan ke tahap pemodelan. Contohnya, kita bisa menggunakan algoritma Decision Tree untuk membangun model prediktif. Model yang telah dilatih kemudian diaplikasikan pada data uji menggunakan operator Apply Model. Untuk menguji performanya, kita hubungkan dengan operator Performance (Classification) yang akan menghasilkan metrik evaluasi seperti akurasi dan confusion matrix.

Tahapan terakhir dalam CRISP-DM adalah deployment, yaitu bagaimana hasil model ini dapat digunakan secara nyata oleh pengguna akhir. Meskipun RapidMiner lebih terbatas pada sisi implementasi akhir, untuk platform seperti Python atau MATLAB, model bisa diekspor dan dikembangkan lebih lanjut menjadi aplikasi yang lebih mudah digunakan oleh non-teknisi melalui GUI atau API.

Makanan Bergizi

Udara pagi di desa membuat segar setelah semalaman tidur nyenyak karena lelah akibat perjalanan Bekasi ke Ciamis di malam hari. Menyusuri jalan beraspal sambil memandang sawah yang masih hijau membuat rileks hati. Sesekali kendaraan melalui jalan itu diselingi dengan bunyi jangkrik di pinggir kali.

Kebetulan di dekat rumah bibi ada gedung yang akan dijadikan dapur makan bergizi, proyek dari presiden Prabowo, sesuai dengan janji saat kampanye dulu. Postingan ini hanya selingan terkait dengan perang AI antara Amerika Serikat dengan China. Lalu apa hubungannya dengan proyek makan bergizi Prabowo?

Ketika tulisan ini dibuat, baru saja saya menginstal DeepSeek dari China yang diberikan mesin AI-nya secara cuma-cuma. Berbeda dengan ChatGPT dimana GPT tidak bisa kita pasang di laptop atau server kita, bahkan untuk memanfaatkan GPT untuk aplikasi yang dibuat perlu berlangganan. Itu pun hanya berupa Application Programming Interface (AI) dan mesin AI tidak berada di server kita.

China secara mengejutkan membuat mesin AI yang kabarnya lebih canggih dari ChatGPT, khususnya di bidang matematis. Sebelumnya Alibaba memang menampilkan QWEN yang memiliki ketangguhan mirip ChatGPT, dengan kekhususan di bidang bisnis. Tentu saja dengan DeepSeek, aplikasi-aplikasi berbasis LLM dan Generative AI yang tadinya berlangganan ChatGPT pasti berhenti berlangganan. Berikut video untuk menginstall DeepSeek versi mini (diberi istilah distilled atau hasil penyulingan) agar bisa dipasang di laptop atau server kecil. Ukuran bervariasi dari 1,5 gigabyte hingga 400-an Gb.

Jika dibandingkan ternyata untuk pertanyaan sederhana sepertinya ChatGPT masih lebih praktis dan cepat, apalagi di Macbook ada fasilitas menekan Option+Space untuk mengaktifkan ChatGPT instan. Ini merupakan keunggulan ChatGPT dimana versi onlinenya selalu ok, berbeda dnegan DeepSeek yang terkadang “busy”, karena tidak sanggup menjawab pertanyaa orang-orang seluruh dunia. Tapi tetap saja kita bisa memasang secara offline yang tidak perlu pulsa di komputer atau laptop kita.

Untuk interface, banyak aplikasi yang menyediakan selain Chatbox, salah satunya yang saya coba adalah LM Studio. Kemampuan DeepSeek dalam DeepThink bisa dilihat, dan tentu saja fasilitas upload PDF tersedia, walaupun di ChatGPT pun bisa upload PDF. Jadi jika kita malas membaca paper, tinggal upload file pdf paper/artikel ilmiah dan tanya saja atau minta resume.

Jadi dengan AI anak-anak kita dengan mudah belajar apapun. Tinggal bagaimana otak anak-anak kita bisa segera menyerap ilmu yang sekarang bebas diakses. Jadi sebesar apapun biaya untuk fasilitas pembelajaran, jika otak anak-anak kita ‘melempem’ sepertinya mubazir. Lebih baik investasi ke kecerdasarn generasi kita ke depan, karena kalau sudah cerdas, tinggal diasah mental (keimanan, cinta tanah air, dan lain-lain) dan belajar dari media apapun, terutama memanfaatkan Artificial Intelligence (AI).

Peralatan Data Sains

Saat ini bidang-bidang ilmu memerlukan instrumen dalam analisis data yang ada. Instrumen tersebut biasanya terkait dengan informatika atau ilmu komputer. Tentu saja bidang-bidang ilmu seperti kedokteran, ekonomi, psikologi, dan lain-lain akan memerlukan waktu jika diharuskan belajar ilmu komputer. Oleh karena itulah pakar-pakar ilmu komputer berusaha menyediakan sarana berupa aplikasi agar bidang lain selain informatika dapat memanfaatkan metode atau teknik yang dikembangkan oleh pakar ilmu komputer untuk menyelesaikan problem masing-masing bidang/disiplin ilmu.

Tahun 2008 merupakan tahun yang mengesankan karena di tahun itu perkuliahan pasca sarjana bidang ilmu komputer saya mulai. Bidang ilmu komputer merupakan bidang baru karena sarjana saya yang cukup berbeda, yaknik teknik mesin. Tiap jumat malam dan sabtu, dengan mengendarai motor suzuki thunder, perjalanan bekasi ke jakart terasa ringan, walau kalau dipikir-pikir saat ini, kaget juga, mengapa saya kuat berkendara roda dua sejauh itu. Salah satu dosen kebetulan bukan doktor bidang ilmu komputer, namun memiliki kemampuan dan juga kebijaksanaan dalam mengajari para mahasiswa terkait ilmu komputer. Salah satunya adalah data mining, dimana Dr. Prabowo Pudjo Widodo, kerap membagikan software-software untuk mengelola data mining, salah satunya adalah RapidMiner.

Walaupun software itu sejatinya untuk peneliti non komputer, tetapi cocok juga untuk praktik dasar-dasar data mining (dalam bahasa Indonesia diberi istilah penambangan data). Nah, saat ini RapidMiner sudah ada versi 2025 yang dikenal dengan sebutan Altair AI Studio. Seperti penamaan standar, nama depan berarti vendornya, yakni Altair. Seperti Microsoft Word, berarti Microsoft itu vendornya. Visualisasi, analisa statistik, pengolahan data, dan pekerjaan-pekerjaan sains data lainnya dapat dimanfaatkan oleh software free tersebut (asalkan data <= 10.000 record). Memang software lain, seperti tableau, atau power BI lebih powerful, tapi berbayar.

Salah satu paket menarik dari RapidMiner adalah AutoModel. Di sini kita jika punya satu set data, khususnya dalam format CSV, ketika diunggah ke RapidMiner maka secara otomatis akan diberikan rekomendasi apa saja yang bisa dilakukan, seperti Clustering, Prediction/Inference, Regression, Association Rule, dan lain-lain. Silahkan lihat postingan berikut mengenai fungsi-fungsi dalam Data Mining.

Predictive Analysis – DTree

Clustering – KMeans

Market Basket Analysis

Association Rule

Instal Rapidminer 2025

Penambangan Data (Data Mining) merupakan bidang yang bermanfaat karena menghasilkan informasi penting dari sekumpulan data. Bidang-bidang seperti bisnis, kesehatan, dan ilmu-ilmu sosial bisa memanfaatkan bidang ini. Ibarat perusahaan tambang, data mentah dapat menghasilkan data berharga yang menguntungkan.

Banyak aplikasi yang tersedia, khususnya bagi Anda yang bukan murni dari ilmu komputer/informatika, salah satunya adalah Rapidminer. Pengguna tidak perlu dipusingkan dengan kode program, cukup menyediakan data serta pemahaman general dari proses yang dibutuhkan untuk penambangan, misalnya klasterisasi, prediksi, dan sejenisnya.

Sebagai langkah awal kita bisa menginstal aplikasi ini lewat situs resminya [Url]. Jangan khawatir, aplikasi ini gratis asalkan data yang diolah di bawah 10 ribu record. Jika lebih bisa membeli lisensinya. Lihat video cara instalasi berikut. Selamat mencoba.

JavaScript

Salah satu bahasa yang merupakan bahasa dasar Web adalah JavaScript yang memiliki kemampuan dalam perhitungan matematis. Bahasa ini dikembangkan oleh periset di Netscape yang dulu merajai Browser sekitar pertengahan tahun 90an. Namun kemunculan internet explorer sempat ricuh karena microsoft dituduh monopoli, os iya, aplikasi iya, web juga iya.

Bahasa ini berjalan di sisi client dengan kode yang dikirimkan dari server. Sementara itu di tahun 2009 bahasa ini dapat berjalan di sisi server dengan nama NodeJS. Bahasa ini sangat ringan dan cocok untuk aplikasi dinamis yang menerima permintaan yang banyak dari client, biasa dipakai dalam framework Microservices.

Secara sederhana implementasi dapat dilihat dalam video singkat berikut yang menghitung angsuran dengan matematika yang cukup berat (operasi pangkat).

Rata Kanan-Kiri (Justify) Pada WordPress.com

Selama ini untuk kepraktisan saya menggunakan wordpress template untuk membuat postingan di wordpress. Ketika mencoba membuat langsung dari wordpress.com ternyata agak ribet juga untuk yang rata kanan kiri. Hal ini karena tidak ada pilihan justify di wordpress, yang ada hanya rata kiri, center dan rata kanan.

Memang lebih mudah dengan template jika dengan word 365 [link], atau langsung share di microsoft word 2007 [link] atau 2016. Ternyata tombol untuk rata kanan tersembunyi di sebelah kanan hyperlink, yakni tombol menu yang diklik terlebih dahulu.

Tinggal klik ‘Rata kanan kiri’ untuk meratakan sisi kiri dan kanan pragraf kita. Hasilnya tampak seperti postingan ini. Sekian, semoga bermanfaat.

Tools Programming Yang Mulai Bergeser Saat Ini

Di tahun 90-an salah satu bahasa pemrograman adalah bahasa visual basic. Karakteristik bahasa satu paket visual studio dimana compiler, tampilan dan sejenisnya tersedia full. Namun saat ini ketika pemrograman web berkembang pesat dimana satu aplikasi memanggil fungsi-fungsi lain yang tidak ada di komputer programmer membuat programmer era 90-an harus terbiasa dengan hal ini.

Jika dicari di Youtube, saat ini sedang ada pergeseran programmer dari menggunakan akses full lengkap dari bahasa pemrograman menjadi menggunakan aplikasi teks editor sederhana lalu mengujinya menggunakan komputer lain di server yang sering disebut server development. Pernah saya menjadi project manager, salah satu programmer menggunakan Mac Book dengan processor M1 yang bertipe mobile untuk membuat kode Node-JS. Bagaimana dengan Python? Tentu saja jika untuk testing, bisa menggunakan google cloud yang menginstall Jupyter notebook di server tersebut, selain tentu saja dengan Google Colab. Video ini sedikit membahas hal tersebut.

Jadi laptop tidak terbebani dengan beban seperti server testing. Itu kalau satu bahasa pemrograman, jika ada banyak repot juga.

Untuk pemrograman basis data, banyak juga yang menyediakan server gratisan, seperti berikut [Link]. Selain menyediakan domain, juga menyediakan web server untuk file-file php, html, css, dll, dan database management system dengan MySQL. Lihat video singkat ini:

Namun untuk PHP yang ada Python di dalamnya, tentu saja membutuhkan vendor lain, misalnya heroku. Jadi sepertinya laptop sedikit demi sedikit mulai bergeser karena banyaknya penyedia cloud. Menarik untuk terus memantau perkembangan ini.

Sinergi Teknik Informatika dan Sistem Informasi

Teknik Informatika/Ilmu Komputer dengan Sistem Informasi saling bersinergi. Ketika pertama kali merancang device layar sentuh, Apple pada mulanya divisi Teknik Informatika, dengan programmer-programmernya, membuat tablet terlebih dahulu. Ketika sudah selesai, bekerjalah orang Sistem Informasi. Hasil survey ternyata mengejutkan, user banyak yang menginginkan device yang segenggam tangan ukurannya dan mudah dibawa-bawa. Melihat hasil tersebut, segera Apple bekerja cepat membuat device yang lebih kecil dikenal dengan nama Iphone. Hasilnya, sesuai dengan riset, ternyata laku keras.

Sulit dikatakan mana yang lebih penting TI atau SI. Ketika saya di Bank, lulusan SI kebanyakan mengutak-atik schedulling, project analisis, termasuk kebutuhan personel, dan sebagainya. Tentu saja jika dilihat dari salary, melebihi lulusan TI. Namun, tentu saja kebutuhannya pun tidak sebanyak orang TI, waktu itu sekitar 1: 10an.

Beberapa tools sangat diperlukan untuk analisis survey, sebagai contoh video singkat ini yang menggunakan AMOS untuk analisis jalur (path analysis)

Grafik Interaktif dari Google Form

Hampir kebanyakan survey saat ini menggunakan Google Form karena lebih praktis. Masalah yang utama adalah responden yang bersedia meluangkan waktu untuk mengisi survey kita. Banyak cara agar responden mau mengisi, dari memberikan doorprize, souvenir, hingga mengandalkan teman-teman di grup.

Di medsos terkadang ada survey singkat yang langsung memberikan hasil agar responden segera tahu bagaimana hasil riset yang dihasilkan berdasarkan data terkini berupa rekapitulasi. Kita lihat ketika pemilu, banyak rakyat tertarik dengan hasil quick count karena ingin segera melihat hasilnya. Rasa penasaran terkadang menambah tingkat partisipasi masyarakat. Bayangkan jika habis ‘nyoblos’ menunggu hasilnya sebulan kemudian, pasti ‘be te’. Keingintahuan responden terkadang perlu difasilitasi agar tingkat partisipasi naik.

Berikut ini cara menggunakan google form untuk survey, kemudian hasilnya dapat dilihat dalam website berupa kode HTML berisi chart. Kode tersebut tinggal dishare, bahkan oleh web server statik seperti github page atau spaces.w3school.

Mengatasi Google Drive yang Penuh

Google merupakan raksasa IT yang hampir menguasai internet. Beberapa situs melaporkan Google sebagai situs nomor 1, misalnya situs similarweb.

Walaupun situs pencarinya mulai terancam dengan searching berbasis AI, misalnya ChatGPT, fasilitas lainnya tentu saja sulit ditinggalkan oleh konsumen, salah satunya adalah cloud storage, yaitu penyimpanan bernama Google Drive yang secara cuma-cuma diberikan sekitar 15 Gb.

Penyimpanan ini sangat fleksibel karena dapat mengakomodir sesorang yang sangat mobile. Hanya dengan koneksi internet, kita dapat menyimpan dan mengunduh data dari Google Drive. Tingkat keamanannya pun cukup baik mengingat Google menggunakan skema two-factors authentication (2FA). Selain itu fasilitas sharing juga sangat bermanfaat. Oiya, Anda yang menggunakan Google Colab juga sangat terbantu dengan Google Drive ini mengingat Google Colab dapat terhubung dengan Google Drive sehingga pemrosesan Big Data dapat dilakukan.

Salah satu kendala dari Google Drive adalah kapasitasnya yang terbatas, yakni 15 Gb. Sebenarnya kapasitas ini cukup besar, hanya saja karena dipergunakan setiap hari terkadang kapasitasnya mulai menipis. Beberapa siswa memiliki problem tidak bisa upload soal tugas di Google Classroom karena kapasitas Google Drive nya penuh sehingga harus ‘dibersihkan’ atau berlangganan untuk mendapatkan kapasitas di atas 15 Gb.

1. Transfer Ownership

Untuk mengatasi hal tersebut ada dua fungsi Google Colab yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi storage yang penuh, yaitu transfer ownership. Mengapa hal ini perlu dilakukan? Alasannya hanya satu, untuk menyelamatkan data di cloud, mengunduh sebesar puluhan giga membutuhkan kuota yang besar, disamping itu perlu menyiapkan ruang harddisk. Jadi, ada baiknya ‘menitipkan’ file ke Google Drive lain. Tentu saja dengan mendaftarkan akun baru yang sebesar 15 Gb juga.

Untuk melakukan Transfer Ownership, sebelumnya file dishare ke akun target. Misalnya Google Drive saya yang mulai menipis, padahal akun tersebut merupakan akun utama yang sudah lama dipakai. Sayang kalau tidak dipakai lagi mengingat jurnal dan korespondensi lain masih menggunakan akun tersebut.

Jika kita tekan ‘Storage (87% full)” maka akan muncul jendela yang memberitahukan file apa saja yang ukurannya besar yang memenuhi Google Drive. Misalnya kita akan mem-backup file terbesar saya.

2. Sharing File

Langkah pertama adalah men-share file tersebut ke akun backup kita. Nah, di sini untuk transfer ownership mengharuskan Gmail yang sejenis. Seperti Anda ketahui akun Gmail ada dua jenis, Gmail institusi dan Gmail.com. Jika email institusi maka Anda hanya bisa mentransfer ownership pada institusi yang sama.

Cara sharing seperti biasa, ada baiknya tidak full share, melainkan hanya mengundang email tertentu saja, lebih aman. Selanjutnya ketika sudah share, lakukan share lagi pada file tersebut tapi di sini kita melanjutkan proses transfer ownership.

Perhatikan, storage sekarang menjadi 83% full, alias bertambah 4%, lumayan. Tentu saja akun backup saya akan bertambah juga, dan lama kelamaan pun penuh. Memang ada baiknya menyimpan di harddisk backup yang saat ini harganya kian murah. Tapi resiko rusak, hilang, corrupt dan terkena virus harus siap dihadapi.

Untuk jelasnya silahkan lihat video berikut ini, terima kasih.

Editing with ChatGPT

Salah satu kelemahan yang dimiliki kebanyakan peneliti berbasis pembuatan sistem, aplikasi, dan sejenisnya adalah membuat laporan yang lengkap. Hal ini dapat dimaklumi karena mereka sudah menghabiskan banyak waktu dalam merakit/mendevelop sistem. Biasanya ada asisten yang mensuport dalam pembuatan laporan, tapi jika tidak ada, salah satu andalan adalah ChatGPT. Alat berbasis AI ini tentu saja tidak boleh langsung digunakan untuk menulis otomatis, karena beberapa plagiarism check sudah bisa mendeteksinya. Postingan ini sedikit memberi informasi manfaat apa saja.

One of the common challenges faced by researchers involved in system development, application creation, and similar fields is the task of producing comprehensive reports. This can be understood considering the significant amount of time they have invested in building and developing the systems. While there are usually assistants available to support in report writing, if they are not accessible, one reliable option is to rely on ChatGPT. However, it is important to note that this AI-based tool should not be directly used for automatic writing, as plagiarism checks are capable of detecting such attempts. This post provides some information on the benefits it offers instead.

A. Translate

Saya sudah lama mengenal translate Google, bahkan di awal-awal, sudah pernah mencoba dan sempat heran ketika mentranslate “my name is jack” menjadi “nama saya dongkrak”. Namun saat ini sudah cukup baik, hanya saja terkadang istilah yang digunakan kurang tepat. Untuk ChatGPT tinggal menambahkan “translate ke inggris:<paste kalimat>” saja. Untuk translate berikutnyat terkadang tidak perlu menulis translate sudah langsung mentranslate.

I have known Google Translate for a long time, even in the early days, I have tried it and was surprised when it translated “my name is jack” to “nama saya dongkrak”. However, it has improved now, although sometimes the terms used are not quite accurate. For ChatGPT, you just need to add “translate to English: <paste sentence>”. Sometimes, for subsequent translations, you don’t need to write “translate” as it automatically translates the text.

Selain translate, bisa juga dengan menulis “revise: <paragraf>” untuk mengecek salah ketik, tenses, dan sejenisnya.

In addition to translation, you can also use “revise: <paragraph>” to check for typos, tenses, and similar errors.

B. Inserting Text

Selain malas menulis, terkadang software developer hanya menyajikan tabel, gambar, dan sejenisnya tanpa menambahkan informasi yang terkadang perlu diketahui oleh pembaca. Misalnya rentetan tabel atau gambar seperti berikut. Biasanya jurnal tidak menyukai style ini.

Apart from being lazy to write, sometimes software developers only present tables, images, and the like without adding information that readers may need to know. For example, a series of tables or images like the following. Usually, journals do not prefer this style.

Blok saja satu tabel di atas, lalu tulisakan “Buat satu kalimat tentang ini: <paste>” pada ChatGPT. Hasilnya adalah sedikit informasi tentang tabel yang dimaksud.

Block only one table above, then write “Create a sentence about this: <paste>” on ChatGPT. The result is a brief information about the mentioned table.

Jika terlalu ‘norak’, bisa dengan mengganti “Table 4, referred to as …” menjadi nama tabel saja. Sehingga dihasilkan bentuk seperti ini.

If it’s too ‘tacky’, you can change “Table 4, referred to as …” to just table name. So it will result in a format like this.

Masih banyak fasilitas-fasilitas lain yang diberikan ChatGPT. Tentu saja, namanya tool, sebaiknya hanya sebagai alat bantu saja. Terima kasih.

There are still many other features provided by ChatGPT. Of course, as its name suggests, it’s best to use it only as a tool. Thank you.

XAMPP Cannot be Run

XAMPP merupakan aplikasi terkenal yang mengintegrasikan server web Apache dengan server Database MySQL. Kendala yang menyebalkan saat menggunakannya adalah XAMPP control panel tidak bisa menghidupkan MySQL.

XAMPP is a popular application that integrates the Apache web server with the MySQL database server. An annoying issue encountered while using it is that the XAMPP control panel is unable to start MySQL.

Jika kita mengalami hal tersebut, langkah pamungkas adalah instal ulang XAMPP. Tentu saja tidak ada masalah jika MySQL masih kosong atau baru sedikit, jika sudah banyak tentu saja merepotkan. Postingan ini sedikit berbagi pengalaman bagaimana menyelesaikan hal tersebut ketika problem terjadi.

If you encounter such an issue, the final step would be to reinstall XAMPP. Of course, this is not a problem if your MySQL database is empty or contains only a few entries, but it can be quite troublesome if there is a large amount of data. This post shares a little experience on how to resolve such a situation when the problem occurs.

1. Backup

Sebagai langkah awal backup database kita, bernama ‘data’, yang berlokasi di xampp/mysql. Simpan di lokasi baru, misalnya old_data.

As an initial step, let’s backup our database named ‘data’, which is located in xampp/mysql. Save it to a new location, for example, ‘old_data’.

2. Restore

Buka folder ‘backup’ di xampp/mysql lalu copy seluruh isi ke folder ‘data’. Hal ini bermaksud membuat mysql seperti baru kembali. Pastikan XAMPP control panel bisa menjalankan MySQL.

Open the ‘backup’ folder in xampp/mysql and then copy all its contents to the ‘data’ folder. This is intended to make MySQL start fresh. Make sure the XAMPP control panel can run MySQL.

Kemudian di folder ‘old_data’ pindahkan folder berisi database yang akan dijalankan (jika semua ingin diaktifkan, berarti seluruh folder-folder databasenya). Copy ke folder data.

Next, in the ‘old_data’ folder, move the folder containing the database that needs to be run (if you want to activate all of them, it means moving all the database folders). Copy them to the ‘data’ folder.

3. Run

Di sini jika kita buka PhpMyAdmin tampak database kita berhasil dibuka. Tetapi terkadang ada kendala karena tidak bisa diakses. Oleh karena itu timpa saja file ‘ibdata1’ yang berlokasi di xampp/mysql/old_data ke folder xampp/mysql/data. Oiya, pastikan confirm untuk replace ketika muncul jendela konfirmasi. Restart kembali MySQL kita lewat XAMPP Control Panel, kemudian cek kembali, dan pastikan database bisa dibuka di PhpMyAdmin. Sekian, semoga bermanfaat.

Here, if we open PhpMyAdmin, it appears that our database has been successfully accessed. However, sometimes there may be issues with accessing it. Therefore, simply overwrite the ‘ibdata1’ file located in xampp/mysql/old_data with the one in the xampp/mysql/data folder. Oh, and make sure to confirm the replacement when prompted. Restart MySQL through the XAMPP Control Panel, then check again and ensure that the database can be opened in PhpMyAdmin. That’s all, hope it’s helpful.

Tanda Peringatan Dini Dari Artificial Intelligence

Tidak dipungkiri, Artificial Intelligence (AI) merupakan pendukung Industri 4.0. Manfaatnya sudah banyak terasa karena mempermudah pekerjaan manusia. Tapi berita berikut menunjukan hal yang lain, yaitu ‘warns of danger‘ dari AI.

Munculnya ChatGPT membuat Google khawatir, dan berusaha memasukan AI ke mesin pencarinya tersebut. Sebelumnya, kehadiran AI membuat dunia pendidikan sedikit kerepotan karena siswa terlihat cerdas secara instan, padahal meminta bantuan dari AI. Untuk plagiasi, saat ini sudah bisa dideteksi namun muncul kekhawatiran dari sisi penggunaan internet.

Mirip Alfred Nobel yang menemukan mesiu dan kecewa melihat dampak dari temuannya, ahli AI juga merasakan hal yang sama. Namun tidak dapat dicegah, “Jika saya tidak melakukannya, orang lain akan melakukannya,” kata Hinton, pionir kecerdasan buatan. Kekhawatiran merayapi banyak insider industri adalah bahwa mereka sedang melepaskan sesuatu yang berbahaya ke dunia. Kecerdasan buatan generatif saat ini bisa menjadi alat untuk penyebaran informasi yang salah. “It is hard to see how you can prevent the bad actors from using it for bad things,”, katanya lagi.

Ketika ChatGPT release, sekitar 1000 peneliti membuat moratorium agar perusahaan itu melakukan freeze terhadap pengembangan lebih lanjut. Gimana, Anda ikut pihak yang mana?

How to Fix ‘Zoom Failed to Save’ Issue

Ketika mengadakan acara via zoom terkadang ketika save ke local PC mengalami kegagalan. Salah satunya adalah ketika save zoom sebelumnya belum selesai sudah menyimpan yang baru. Namun jangan khawatir, postingan berikut ini mencoba share pengalaman yang terjadi menimpa saya yang sudah zoom 40-an menit (dibatasi karena gratisan).

When hosting an event via Zoom, sometimes there are failures when saving to the local PC. One of them is when trying to save a new Zoom session before the previous one has finished saving. However, don’t worry, the following post tries to share the experience that happened to me when I had been on Zoom for around 40 minutes (limited due to the free version).

Ok, buka lokasi zoom default, biasanya di /documents/zoom dan pastikan tanggal hari ini. Ternyata ada sekitar 500-an Mb yang minta dilakukan ‘double_click’ untuk mengkonversi menjadi file video/audio.

Ok, open the default Zoom location, usually in /documents/zoom, and make sure it’s the current date. Apparently, there are around 500 MB that need to be ‘double-clicked’ to convert them into video/audio files.

Setelah dobel klik, pastikan zoom mengkonversi menjadi file recording yang siap anda nikmati. Tunggu beberapa saat hingga selesai.

After double-clicking, make sure Zoom converts it into a recording file that you can enjoy. Wait for a few moments until it’s finished.

Akhirnya video bisa terekam dengan baik. Semoga postingan ini bermanfaat.

Finally, the video has been successfully recorded. May this post be useful.