Membuat Kelas Persegi Panjang

Hari/Tgl/MK/Ruang: Jumat/08-04-11/Pemrograman Berbasis Objek

Salah satu ciri khas Pemrograman Berorientasi Objek adalah munculnya Kelas pembentuk suatu objek. Oleh karena itu kita akan mencoba membuat sebuat kelas, misalnya persegi panjang dengan atribut “panjang” dan “lebar” dan operasi “luas”.

 


Gambar di atas adalah sebuah diagram Class dengan tiga sekat terdiri dari Nama, Atribut dan Operasi berturut-turut dari atas ke bawah. Akan kita coba buat dengan menggunakan bahasa Java dengan software terkenalnya “Netbeans”.


Setelah Netbeans muncul, klik File – New Project, pilih “Java Application”, dilanjutkan dengan memilih letak fisik dari file projek tersebut. Karena drive C di defreeze, letakkan di D:\<nama_mhs>. Pada Source Package, secara otomatis akan muncul nama paket yang baru anda buat.


 

public class hitungLuas {

private double panjang;

private double lebar;

public void setPanjang(String panjang) {

setPanjang(Double.parseDouble(panjang));

}

public void setPanjang(double panjang) {

this.panjang = panjang;

}

public double getPanjang() {

return panjang;

}

public void setLebar(String lebar) {

setLebar(Double.parseDouble(lebar));

}

public void setLebar(double lebar) {

this.lebar = lebar;

}

public double getLebar() {

return lebar;

}

public double getLuas() {

return getPanjang() * getLebar();

}

}

Kelas tidak dapat serta merta di jalankan karena tidak memiliki Main(). Oleh karena itu, misalnya kita akan memanggil sebuah objek baru (dikenal dengan istilah instance) dengan panjang=10 dan lebar =20. Buka source Main(), ketik berikut ini:

public static void main(String[] args) {

hitungLuas objek1 = new hitungLuas();

 

objek1.setLebar(10);

objek1.setPanjang(20);

 

System.out.println(“Luas ” + objek1.getLuas());

}

Klik kanan pada main di project explorer, maka pada kolom hasil tampak sebagai berikut:


NOTE: Pada netbeans progammer sudah diberi tahu di mana letak penulisan program yaitu pada tulisan: // TODO code application logic here . Untuk public static … dst, tidak perlu ditulis lagi. Sebagai tambahan, nama kelas yang saya buat hitungLuas(), mungkin berbeda dengan nama kelas yang Anda buat.

Untuk kelas pada Netbeans terlihat sebagai berikut:


Tampak: Nama Kelas = hitungLuas, Atribut: -lebar: double, -panjang: double sedangkan operation: getLebar():double, getLuas():double, dst.

Selamat Mencoba,


Rahmadya Trias Handayanto

Mengkoneksikan Database Ke Matlab – Bagian 1

Berikut ini akan kita coba menghubungkan Matlab dengan sebuah database, misalnya Microsoft Access 2007. Cara termudah yang menjadi favorit siswa-siswa adalah dengan Open Database Connectivity (ODBC) Windows. Untuk Matlab yang diinstall di Linux, terpaksa Anda menggunakan Java Database Container (JDBC) untuk mengakses database. Buat database berikut, beri nama rab.mdb dan buat satu tabel dengan field2 kode, nama, dan harga.


Baik, kita mulai langkah awal membuat ODBC. Buka Control Panel – Administrative Tool, pilih ODBC. Maka akan muncul jendela ODBC. Klik Add untuk menambah suatu ODBC baru.


Berikutnya Anda diminta memilih driver sesuai software database yang Anda gunakan. Untuk kasus ini pilih Microsoft Access Driver (*.mdb, *.accdb).


Kemudian Anda diminta untuk memberi nama ODBC yang akan diakses Matlab, pilih Select untuk memilih file Microsoft Access, cari letak file tersebut di komputer Anda.


Klik OK, dan Anda telah berhasil membuat ODBC. Untuk tulisan berikutnya kita akan belajar mengkoneksikan ODBC tersebut dengan Matlab. Cao ..


3AS

Pemrograman Database dengan Applet

By: Rahmadya Trias Handayanto

Java menyediakan fasilitas Applet yang dapat berjalan lewat browser. Tentu saja dengan syarat komputer yang menjalankan applet tersebut telah terinstal Java Development Kit (JDK) yang gratis diungguh dari situs resmi Sun Microsystem. Tulisan ini bermaksud sebagai tutorial dasar membuat aplikasi Applet dengan database MySQL. IDE yang digunakan adalah netbeans yang dapat didonlot gratis di www.netbeans.org.

Buka netbeans IDE Anda lalu buat proyek standar baru. Klik kanan pada package pilih Applet Form. Jika tidak ada cari di Other lalu pilih AWT GUI Form. Maka akan muncul tampilan kosong GUI untuk Applet Anda. Untuk mempercantik tampilan drag pada Swing Container tombol “Panel” dan letakan di GUI kosong Anda. Pada jendela propterties ganti warna sesuai selera Anda.


Gambar GUI Kosong

Agar susunan kontrol dapat diletakan bebas di GUI editor maka kita harus mengklik kanan pada layar GUI, pilih layout kemudian klik “Free Design”. Tambahkan Label, TextField dan Button yang ada pada Swing Control ke GUI kosong Anda dan rubah menjadi NIP, Nama dan Cari. Sehingga jika program dijalankan dan ditekan tombol “Cari” maka akan memunculkan NIP dan Nama pada TextField tetapi akan memunculkan pesan “Data Tidak Ditemukan” jika NIP yang dicari tidak ditemukan.


Gambar Tampilan GUI Applet Hasil Rancangan

Tentu saja jika dirunning, program tersebut belum bisa dijalankan. Untuk menjalankannya kita harus membuat script dengan cara mengklik dua kali pada tombol “Cari”. Ketikan instruksi sebagai berikut:

 

try

{

{

Class.forName(“com.mysql.jdbc.Driver”);

java.sql.Connection con = DriverManager.getConnection(“jdbc:mysql://localhost:3306/karyawan”,”root”,””);

java.sql.PreparedStatement stat = con.prepareStatement(“select * from tabelkaryawan where id=?”);

stat.setString(1,jTextField1.getText());

ResultSet r = stat.executeQuery();

 

if(r.next());

 

{

jTextField1.setText(r.getString(1));

jTextField2.setText(r.getString(2));

}

}

catch(Exception e) {

jTextField1.setText(“”);

System.out.println(“Data Tidak Ditemukan!”);

javax.swing.JOptionPane.showMessageDialog(null,”Tidak ada Data “+ e);

}

}

 

Buatlah database karyawan dengan satu tabel “tabelkaryawan” di MySql. Isikan beberapa nama. Kemudian jalankan, maka akan muncul tampilan sebagai berikut. Selamat Mencba !!


Gambar Tampilan Applet


Creating Database by Datanamic Dezign

By: Rahmadya Trias Handayanto

Seorang Database Administrator (DBA) tidak boleh melewatkan begitu saja fasilitas-fasilitas yang membantu dalam kegiatan sehari-harinya. Salah satunya adalah Computer Aided Software Engineering. Walaupun kemampuan Scripting yang tinggi, namun jika dibutuhkan meramu suatu database yang besar yang melibatkan banyak tabel dan relasi, tidak ada salahnya menggunakan  alat bantu. Misalnya saja untuk Oracle kita bisa menggunakan PL/SQL. Untuk program bantu komersial bisa menggunakan Open ModelSphere (Open Source) ataupun Datanamic Dezign (Lisensi).

Berikut ini salah satu yang bisa dicoba, Datanamic Dezign yang untuk trialnya bisa didonlot dan dipakai untuk jangka waktu 30 hari (satu bulan). Silahkan cari sendiri situsnya (lihat lewat google). Jika sudah siap mari kita install bareng. Dobel Klik file setup dezign trial, klik next pada tampilan welcome wizard, baca license agreemen, lalu klik Next.

Setelah menentukan lokasi tempat software diinstall maka proses instalasi terjadi. Tunggu beberapa saat maka anda telah selesai menginstall dezign. Di tampilan awal Anda diminta mengklik untuk evaluasi (versi trial).

Untuk melihat bagaimana merakit program penjualan dan pembelian sederhana, klik link berikut ini, selamat mencoba … (ada sedikit kesalahan dalam setting tipe data .. sorry)

Using Open ModelSphere for Business Process Modeling

Hari/Tgl/M.Kul/Dosen: Sabtu/30-10-2010/Rahmadya Trias

Software berjenis Computer Aided Software Engineering (CASE) yang beredar di pasaran dimaksudkan untuk mempermudah pengguna dalam membuat suatu perangkat lunak. Beberapa di antaranya harus membeli lisensi (silverrun, powersim, rational rose dan sebagainya) sedangkan beberapa berlisensi open source yang gratis. Salah satunya adalah Open ModelSphare yang akan kita bahas berikut ini. Kita telah mengetahui bahwa jenis CASE ada yang high dan ada yang low. High hanya dimaksudkan untuk modeling sedangkan low bisa membantu programmer membuat coding, walaupun ada beberapa CASE yang sanggup mengkonversi dari modeling menjadi coding.

Setelah didonlot dari situsnya, cobalah untuk menginstalnya. Mari kita bareng-bareng menginstall software Open ModelSphare. Dobel klik pada installer software tersebut. Klik bahasa Inggris, lalu tekan OK hingga menampilkan “Welcome to Open ModelSphere Setup Wizard”. Klik dan sebaiknya baca GNU General Public License versi 3 berikut ini.


Klik “I accept the agreement” lalu tekan next beberapa kali. Setelah memilih letak lokasi instalasi maka akan terjadi proses penginstalan. Setelah FINIS akan muncul program yang telah kita instal berikut ini.


Kita akan diminta CASE jenis apa yang akan kita gunakan. Ada tiga pilihan antara lain Data Model, Business Process Model (BPM) dan UML.


Di sini akan kita coba Busines Process Model dengan model yang sudah lama dikenal antara lain Data Flow Diagram (DFD). Pilih jenis yang sesuai dengan kampus dimana Anda menyelesaikan skripsi. Untuk BSI/Nusa Mandiri biasanya menggunakan Ward-Mellor Notation.


In the link below I try to show you how to use Open ModelSphere in Modeling Business Process. I only show how to add context diagram, nol diagram and detail diagram in brief manner with Gane – Sarson Notation.


 

 

 

 

 


Pertemuan III: Rekayasa Perangkat Lunak

Hari/Tgl : Sabtu, 17 April 2010

Pertemuan ini membahas analisa model. Berikut kelompok yang telah dibentuk yang akan digunakan untuk presentasi tugas pertemuan VII nanti. Hari ini diminta membuat ER diagram untuk bahan pembentukan database fisik dengan bantuan Datanamic Dezign. Berikut pembagian kelompok serta target software database yang wajib digunakan.

Kelompok I: Warsono, Ucok, Imam, Heri suranto dan Yaenuri. -> OK (rental vcd) -> Access

Kelompok II: Ahmad Zaki, Deden Fazih -> Ok (peminjaman buku) -> MySQL

Kelompok III: Didit, Gigih, Ipin, Warmansyah dan Wasis -> Ok (peminjaman buku) ->MysQL

Kelompok IV: Herman, Ivan, Enrico, Datuk dan Nugroho -> Ok(pengajuan kepegawaian) -> MS Sql Server 2005

Kelompok V: Heru, Mardianto, Eka, Nanang dan hendra -> Ok (Rumah Sakit) -> Postgree SQL 8

Kelompok VI: Teguh, Wahyu, Fitri, Risda, dan Laili -> Ok (bank) ->Ms SQL Server 2005

Kelompok VII: Rahmadsyah, Dadang, M. Jatmiko, Baki dan Alief -> belum ada -> PostgreeSQL 8.

Kelompok IV: