Pertemuan III: Metode Pemeliharaan

Inventarisasi Aset

Sehebat apapun maintenance, akan sia-sia jika kita tidak tahu barang/aset apa saja yang kita miliki. Berapa PC, Laptop, Printer, Program apa saja yang digunakan di perusahaan kita. Oleh karena itu cara inventarisasi aset sangat penting.

Salah satu pondasi suatu inventarisasi aset adalah pencatatan identitas barang. Ada dua jenis pencatatan yaitu Tag Number dan serian number. Tag number diberikan oleh suatu perusahaan sedangkan serial number oleh pabrik pembuat. Selain itu, khusus IT, pencatatan ip address juga penting, bahkan kalau lengkap disertai nama user pengguna.

Suatu Personal Computer yang perlu dicatat antara lain serial number / tag number:

1. Casing

2. Monitor

3. Mouse dan Keyboard

Ditambah lagi jika ingin detail, S/N harddisk, CD ROM, RAM dan komponen penting lainnya. Namun untuk lebih mudahnya dengan menyegel Casing dan yang dicatat S/N casing ajah.

Sebagai tugas, di lab disain ada sekitar 20 PC, tolong dicatat serial numbernya ya .. (berkelompok saja).

Pertemuan I: Perancangan Produk

Hari/tgl : 09-09-09

Pengertian Manufaktur

Walaupun manufacture telah ada sejak 5000 – 4000 SM, kata manufacture baru muncul pada tahun 1567, sedangkan manufacturing digunakan 100 tahun kemudian yakni tahun 1683 (Kalpakjian, 1995). Manufacture berasal dari kata yunani “manus” yang artinya tangan dan “facere” yang berarti membuat. Jika digabung menjadi manufactus yang artinya membuat dengan tangan (hand-made). Dengan kata lain seperti diutarakan oleh DeGarmo, et al., (1988), berarti: The conversion of stuff into things (mengubah bahan dasar menjadi benda).

Dalam konteks yang lebih modern diartikan: “Membuat produk dari bahan mentah dengan menggunakan berbagai proses, peralatan, operasi dan sumber daya manusia mengikuti rencana terinci di awal.

Pengertian Sistem Manufaktur

Sistem manufaktur didefinisikan oleh Lucas, (1992), sebagai kombinasi yang terintegrasi dari proses, sistem pemesinan, manusia, struktur organisasi, aliran informasi, sistem kontrol dan komputer, yang dimaksudkan untuk memperoleh suatu produk yang ekonomis serta memiliki keunggulan kompetitif secara internasional.

Input dan Output Sistem Manufaktur

Input dari Sales, material, energ, SDM, modal dan perencanaan, sementara outputnya produk, profit dan reputasi.

Kategori Sistem Manufaktur

Sistem manufaktur dibagi menjadi dua kategori besar yaitu:

–          Discrete Part Manufacturing

–          Continuous Part Manufacturing

Discrete Part Manufacturing melibatkan proses manufaktur barang individual yang dibagi menjadi kategori:

–          Project Manufacture : Memproduksi dengan peralatan yang fixed

–          Jobbing Shop Manufacture: Untuk produksi yang jumlahnya sedikit, pekerja terlatih

–          Batch Manufacture: Mirip job shop, tetapi tiap komponen dilewati dr operator satu ke yang lain. Ukuran produksinya sedang.

–          Mass/Flow Manufacture: Produksi skala besar, dengan material handling dan proses yang baik.

Sebagai tambahan, terdapat cellular manufacturing, dimana proses dikumpulkan dalam satu grup dalam menghasilkan produk.

Processing Strategies

Empat strategi yang dilakukan dalam manufaktur antara lain:

–          Make to Stock (MTS) : Memproduksi tanpa menunggu permintaan

–          Assembler to Order (ATO): Merakit setelah ada permintaan

–          Make to Order (MTO): Membuat berdasarkan spesifikasi pelanggan

–          Engineer to Order (ETO): Seperti MTO tetapi peran pelanggan sangat tinggi.

Teknik Manufaktur dan Teknik Industri

Ada dua jurusan yang bertanggung jawab dalam suatu manufaktur yaitu teknik industri dan teknik manufaktur. Teknik industri bertanggung jawab dalam mensuport teknik manufaktur dalam pengorganisasian dan penghitungan biaya dan overhead seperti diungkapkan Tanner, (1996). Teknik industri terlibat dalam:

–          Metode Analisa : Mencari cara meningkatkan produktivitas

–          Pengukuran kerja: Menghitung lama kerja serta standar waktu tiap tugas.

–          Plan Layout: Menentukan tata letak dan hubungannya dengan produktivitas.

–          Material Handling: Mencari teknik yang tepat dalam aliran materialnya.

–          Plant Maintenance: Merencanakan perawatan yang tepat.

Teknik manufaktur,  di sisi lain bertanggung jawab terhadap suluruh fase dalam product manufacture, kecuali disain. Empat area khusus dibawah tanggung jawabnya:

–          Pengembangan Sistem Manufaktur: Bekerja sama dengan teknik industri (metode analisa) dalam rangka peningkatan produktivitas.

–          Pengembangan Proses: Menganalisa dan mengevaluasi proses serta hubungannya dengan perkembangan teknologi terkini.

–          Evaluasi Proses: Mengevaluasi kemampuan tiap perangkat produksi, bekerja sama dengan bagian quality engineering.

–          Perencanaan Proses: Berbekal tentang ilmu permesinan, perkakas, material dan ilmu lain yang mendukung dimanfaatkan menghasilkan proses yang terbaik.

Pertemuan IV: Metode Riset

BAB I    PENDAHULUAN

BAB II   LANDASAN TEORI

BAB III  METODOLOGI PENELITIAN

________Pembangunan Sistem / Prototipe

BAB IV  HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V   KESIMPULAN DAN SARAN

Daftar istilah jika 6 atau 7 ditambahkan di bab I, kalo banyak lampirkan di glosary.

 

BAB I:

Latar Belakang (jangan terlalu luas)

Masalah Penelitian

Identifikasi Masalah (masalah yang bisa diangkat dari thessis yg dibuat)

Batasan Masalah (memang memungkinkan tapi  mengingat waktu, biaya dan tenaga, penelitian ini hanya dibatasi ….).

Rumusan Masalah (pasang dalam bentuk kalimat tanya, bisa satu atau beberapa – riset question: faktor2 apa sajakah yang … bagaimana membuat suatu prototipe ..? dll). Setiap jawab dari inti masalah harus tercermin di kesimpulan !! Kalo masalah 3 item, di kesimpulan min 3. Rumusan masalah menyentuh hipotesis sehingga bisa lebih dari 3 item. Hubugannya dengan hipotesis? Item2 yang perlu diuji.

Ct. Bgmn tata kelola it di bsi? Berapa besar tngkat kematangan tata kelola bsi saat ini? Bgmn cara perbaikan yg harus dilakukan? Hipo: dlm penelitian ini diajukan hipotesis sbb: kalimat if – then, hipotesis 0: ct: Menurut ITG1 2005 current status untuk it gov pada level 2. Diduga tingkat kematangan tata kelola bsi saat ini berada pada level 2. (target perbaikannya di 3,5)

Tujuan dan Manfaat

Tujuan: tercermin dari apa yg dtuangkan dlm rumusan masalah, misal: memperoleh info tata kelola saat ini, memperoleh gambaran tingkat kematangan, merangkum apa yang harus dilakukan ke depan. Keterkaitannya dengan pemilik perusahaan atau pihak2 yang terkait dengan obyek penelitian.

Manfaat

Sistematika Penulisan

(boleh ditambahkan daftar istilah, kalo banyak tambahkan di lampiran glosary.

 

BAB II:

Tinjauan Pustaka : harus match dengan judul yg dipilih, IT Gov, tata kelola, dll. Ditarik dari text book atau jurnal2 terkait yang lain (disarankan text book saja). Louden, O’brien, Lukman, dsb. Cobit 4.0. IT IL

Tinjauan Studi Terdahulu yang Terkait (riset2 yang lalu atau di tempat lain ada kaitannya dengan judul/penelitian Anda – usahakan minimal 3). Jika akses di internet: kapan aksesnya?

Tinjauan Obyek Penelitian  (jangan hanya struktur organisasi)

Kerangka Konsep Penelitian

Kerangka Pemikiran (pemecahan masalah): pendekatan yang akan dilakukan, bentuknya diagram alir, namun demikian sajikan di jalannya uraian terhadap gambar itu. Singkat saja !!! misal nama variabel, kisi2 penelitian.

Langkah-langkah Penelitian

Hipotesis  : Link dengan rumusan masalah yang membutuhkan hipotesis. Ketika merumuskan hipotesis Anda harus mempunyai patokan knp hipotesis keluar? Hipotesis ini dikembankan atas dasar ketentuan yang dituangkan dalam ITGI 2005 (Cobit) …

 

BAB III:

Jenis Penelitian: Riset seperti ini banyak ragamnya, 1) bersifat diskriptif 2) Eksplanatif – menjelaskan mengenai pengaruh…thd… 3) Eksploratif – belum ada basis konsepnya, tata kelola di perusah A blm di audit. Boleh dipetik dari buku2 metodologi yang lain.

Variabel Penelitian (penting: variabel operasi), variabel eksogen – mempengaruhi variabel lain (asal tanda panah), variabel endogen – dipengaruhi dan mempengaruhi variabel lain.

Metode Pemilihan Sampel:  gariskan dulu populasi dlm penelitian ini adalah …, apa itu sample-nya: sampel adalah individu yang …, Teknik penarikan Sample (beda acak dgn sembarang). Acak=random sampling, sembarang=porposif sampling – tidak semua mendapat kesempatan yang sama.

JUMLah = Merepresentasikan tidak? SEM: lebih dari 100. (dilebihkan agar tetap 100 jika ada yg didelete). Di hasil : disampaikan – sample-nya adalah …

Metode Pengumpulan Data : Harus disebutkan 2 data: primer dan sekunder. Primer didapatkan dari observasi/sensus di lapangan. Data sekunder diambil dari data pustaka, jurnal, publikasi terkait atau akses internet.

Instrumen Penelitian: berkaitan dengan data primer, bentuknya bisa daftar kuesioner yg memiliki format end – close atau open.

End – close: dalam bentuk pernyataan, sy menyukai produk ini karena kemudahannya – tinggal di contreng (tegas: ss, ts,..).

Skala pengukuran bisa lickert (skala 1 – 5), gootman dan semantik diferensial (skala interval – ujungnya saja – dgn cara menyilang tanda). Lickert dirubah parametrik dengan suksessive interval.

Jika skala sdh minimal interval ?

Instrumen peelitian ditarik dari kisi-kisi. Misal: Indikator kemudahan, 4 pertanyaan. Instrumen selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.

End – open: Bagaimana motivasi belajar di lingkungan subbid A? Teknik mengolahnya menggunakan ez-text.

Metode Analisis : Dikenalkan dlm 2 bentuk, 1) deskriptif – tdk menyimpulkan 2) inferensial – boleh menarik kesimpulan. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji-t.

Ct. Bgmn tata kelola it di bsi? àdeskriptif

Berapa besar tngkat kematangan tata kelola bsi saat ini? àKuantitatif

Bgmn cara perbaikan yg harus dilakukan? à deskriptif. Grafik jaringan sarang laba2.

Biaya dan Jadwal Penelitian

 Risalah Singkat Penelitian : Merupakan penelitian yg penting bagi user karena .. meningkatkan revenue, efektivitas dan sebagainya.

Harapan-harapan yang terkait dengan :

Persetujuan Proposal Penelitian: Diharapkan proposal ini dapat diterima. Penelitian berjalan dengan lancar.

Kelancaran Pelaksanaan Penelitian

NOTE: Selain hasil dan pembahasan harus dilanjutkan dengan implikasi penelitian (aspek manajerial, aspek sistem dan aspek penelitian lanjutan).

PERTEMUAN I: METODE PEMELIHARAAN

Hari/Tanggal    : Kamis, 3 September 2009

Metode pemeliharaan merupakan satu step sebelum troubleshooting, bekerjanya saat piranti sebelum mengalami gejala-gejalan kerusakan. Perbaikan membutuhkan kerja yang responsif, sedangkan perawatan membutuhkan kerja yang preventif. Namun tetap saja memiliki obyek yang sama.

Mata kuliah ini selain bekerja sama dengan troubleshooting, bekerja sama juga dengan komunikasi data I, yang menangani network (kabel, piranti komunikasi dan softwarenya). Rencananya perkuliahan dibagi dua: sebelum UTS menangani perawatan hardware, sedangkan setelahnya menangani software.

Pert I: Pengenalan Metode Pemeliharaan

Pert II: Dekstop PC

Pert III: Laptop

Pert IV: Server

Pert V: Piranti Komunikasi

Pert VI: Network Cable

Pert VII: Wireless Network

Pert VIII: Standard Operation Procedure (SOP)

Ujian Tengah Semester (UTS)

Pert IX: Sistem Operasi

Pert X: IT Security

Pert XI: Anti Virus

Pert XII: Backup

Pert XIII: Registry Cleaner & Defragmentasi

Pert XIV:  Standard Operation Procedure

Ujian Akhir Semester (UAS)

Pertemuan ini menjelaskan secara garis besar semua hal di atas. Untuk lebih jelasnya dapat mendownload ebook yang tersedia.

PUSTAKA

Rosch, W.L, 2003, Hardware Bibble, USA: Que Publishing.

Mueller, Scott, 2003, Upgrading and Repairing Laptop, USA: Que Publishing.

Mueller, Scott, 2006, Upgrading and Repairing Server, USA: Que Publishing.

Karbo, Michael, 2005, PC Architecture, Denmark: Michael Karbo and ALI Aps.

PERTEMUAN I: PERENCANAAN PRODUK

Hari / Tanggal  : 2 September 2009

Berikut ini resume dari pertemuan pertama. Perkuliahan yang direncanakan 14 pertemuan (minimal 12 pertemuan) berisi materi antara lain:

Bab I: Pentingnya Manufaktur

Bab II: Mengembangkan Produk yang Sukses

Bab III: Struktur Proses Perencanaan Produk

Bab IV: Review terhadap Disain: Merencanakan dalam rangka menjamin kualitas

Bab V: Pertimbangan dan Pemilihan Bahan

Bab VI: Pemilihan Bahan dan Proses

Bab VII: Merencanakan Perakitan dan Perombakan

Bab VIII: Merencana untuk Perawatan

Bab IX: Merencanakan fungsi

Bab X: Merencana untuk kegunaan produk

Bab XI : Menciptakan Harga Jual Produk

Bab XII: Menelusuri permintaan pasar terhadap suatu produk

Bab XIII: Merencanakan Fasilitas Manufaktur

Bab XIV: Isu – Isu Lingkungan

 Referensi:

Mital, Anil, Anoop Desai, Anand Subramanian, Aashi Mital, (200?), Product Development – A Structured approach to Consumer Product Development, Design and Manufacture, India: BH.

Scallan, Peter, 2002, Process Planning: The design/manufacture Interface, UK: Elsevier Science & Technology Books.

Kalpakjian, Serope, 1985, Manufacturing Processes for Engineering Materials, London: Addison-Wesley Publishing Co.

cover_1

NOTE: Download Buku Di Sini !!!