PERTEMUAN III: DECISION SUPPORT SYSTEM & METODE RISET

Hari/Tanggal : Jum’at & Sabtu, 28-29 Agustus 2009

Dosen: Dr. Prabowo Pujo Widodo

Pada mata kuliah decision support system (sistem pakar), pa Prabowo memberikan software Balance Score Card. Software ini biasa digunakan untuk mencari faktor-faktor dalam strategi suatu perusahaan/institusi (visi, misi, titik lemah, titik kuat dan sebagainya). Apakah perlu menambah pegawai dan sebagainya bisa memanfaatkan software ini. Software ini lumayan baik, terbukti banyak siswa yang menampakkan “wajah kagum” (istilah yang diberikan oleh pa Prabowo).

Software balance score card bisa diinstall asalkan tidak terinstall transtool di laptop kita (software rekso). Untuk temen – temen yang ngambil konstentrasi e-business kayaknya ga diberi software tersebut oleh pa Prabowo, sebaiknya minta dari temen2 MIS.

Untuk Metode Riset, hari ini diajarkan cara pembuatan proposal. Power pointnya ada pada kami. Setelah selesai kuliah, banyak siswa yang mengajukan proposal, termasuk saya yang mengajukan tugas pa Dana (IT Policy & Strategic Mngmt) untuk dijadikan Thessis. Dan disarankan mengambil judul pemilihan strategi dengan software bantuan AHP (expert choice). Untuk kuesionernya sedikit berbeda dengan bu Nita c.s yang sepertinya menggunakan AMOS. Dengan tambahan utaut pada variabel mediatory-nya (apa itu? variabel yang mendukung pengaruh satu variabel dengan variabel lainnya). Yang menarik adalah Faisal yang mengajukan DRP (disaster resource planning – kalo ga salah sih).

Yang terpenting adalah dalam pemilihan judul harus mengetengahkan aspek IT (supaya tidak sama dengan jurusan Magister Management). Oke deh Pak !!

Bodi dan Sasis Skydrive, Skywave dan Spin

Melanjutkan tulisan terdahulu: https://rahmadyatrias.wordpress.com/2009/07/24/skydrive-skywave-spin-apa-bedanya-ya/

DIMENSI BODI
SPIN
Meskipun ketinggalan memasuki pasar skutik mungil, desain bodi spin tak kalah trendy. Dilengkapi dengan beberapa fitur penerangan yang lebih inovatif khas suzuki, serba tajam dan tetap tak meninggalkan unsur estetika.
Pada desain cover head mengalami penggantian, dengan model lebih ramping, sesuai dengan keinginan pasar. Tradisi desain skutik single console box juga diaplikasi, lengkap dengan bagasi berkapasitas 5 liter serta tangki 3.7 liter.
Memiliki dimensi bodi yang paling mungil di antara dua saudaranya, Spin diproyeksikan untuk handal meliuk di kemacetan kota.
SKYWAVE
Desain bodi lebih bongsor dan diharapkan disuka oleh pria. Mencolok pada perbandingan bodi buritan dan dimensi jok. Tampilan bodi pada Sky Wave mengusung tema moge prototype Suzuki yang serba tajam, kental tersaji pada tampilan dobel head lampnya serta front top cover. Dilengkapi dengan dobel console box serta bagasi 20 liter berdampingan tangki BBM 4,7 liter.
Dengan dimensi bodi yang paling bongsor dibandingkan kedua saudaranya, menunggang Skywave lebih nyaman untuk jarak jauh, karena dengan dimensi bongsor jelas wheelbase juga lebih jauh sehingga bantingan suspensipun lebih lembut apalagi ditopang oleh dua sokbreker belakang membuatnya lebih stabil untuk jarak jauh.
SKYDRIVE
Pada desain bodi terdapat kombinasi aura modif dan unsur sporty yang kental. Konsep modifnya terlihat pada bodi depan yang serba tajam khas identitas Suzuki, serta perpaduan dobel head lamp yang inovatif.
Unsur sporty kental pada desain buritan khas motor sport yang dipermanis stop lamp model terbaru dengan sein terpisah. So, berlaku di tahun ini, detail body Sky Drive sempurna dari depan hingga buritan. Tak tertinggal dobel console box tertata apik menyatu bodi. Selain itu 20 liter bagasinya terletak di depan tangki berkapasitas 3,9 liter.
Ini dia yang istimewa, Sky Drive benar-benar diposisikan di antara Spin dan Sky Wave. Termasuk juga dimensi bodinya, so saat dicoba, cukup lincah menelusuri jalan macet dengan bantingan suspensi masih nyama.
KAKI KAKI
Ada perbedaan yang mendasar sehubungan dengan handling dan manuver masing-masing skutik. Yakni penempatan as roda depan. Skydrive dan Skywave model center axle, yakni as roda berada simetris dengan fork slider.
Efek special, handling saat bermanuver jadi lebih ringan. Selain itu ketika menciptakan turning radius lebih besar, dapat dilakukan lebih stabil. Desain fork slider Skydrive juga mengalami perubahan, dengan tambahan nat serta perbedaan diameter yang menjadikan fork slidernya terlihat lebih modis.
Sedang Spin as rodanya berada lebih ke belakang dari posisi fork slider. Untuk memenuhi tuntutan di kelasnya yang bersaing lincah. Sok belakang menganut model spiral berperedam kejut, Spin dan Skydrive menganut model single sok dan skywave dobel sok.
Posisi sudut sok belakang juga berbeda. Skywave sudut sok belakang lebih kecil, tapi dudukan sok atas berada lebih di depan, sehingga membutuhkan beban besar untuk memantulkannya. Sedang Spin dan Skydrive memiliki sudut yang sama lebar. Untuk desain spiral, Skywave dan Skydrive sudah mengaplikasikan model double action, dengan kontur renggang rapat.

(Sumber: Oto Trend)

Pertemuan II: Decision Support System

Dosen: Dr. Prabowo P.W

Ruang: 101

Hari: Jumat, 14 Agustus 09

Setelah pertemuan minggu lalu pa Prabowo memberikan software DS Win2, sekarang diberikan lagi software expert choice. Lumayan bisa digunakan untuk membandingkan produk-produk yang akan kita gunakan. Misalnya kita akan memilih, motor matic mana saja yang akan kita beli (skywave, spin, vario dan mio).

Expert

Cara membandingkannya adalah, misal skywave: tenaganya dibanding spin berapa kali, dibanding vario berapa kali dan dibanding mio berapa kali. Tentu saja  subyektif, tetapi kalo yang memberi jawaban samplenya banyak, lumayan akurat sih.

Di akhir kuliah pa Prabowo cerita, seorang wanita yang mengalami masalah di duburnya sedang berobat. “pa dokter, sy sakit apa ya?”, kata si ibu. “Oke, kalo gitu saya periksa dengan termometer dulu”. Akhirnya diperiksalah si ibu. “Pa dokter, itu bukan dubur!”, kata si ibu, kaget. “Tenang bu, ini juga bukan termometer kok”.

ISTILAH – ISTILAH DALAM PELUMAS KENDARAAN

Minyak Pelumas (Oli)

Minyak pelumas bahan dasarnya dari minyak dasar mineral, minyak dasar alami atau minyak dasar sintesis. Minyak pelumas saat ini sebagian besar dibuat dari minyak dasar mineral yang berasal dari tambang yang diolah dengan cara penyulingan. Apabila persediaan minyak bumi sudah menipis, minyak pelumas dibuat dari minyak sintesis, nabati, atau hewani. Minyak pelumas dengan bahan dasar alami merupakan minyak pelumas yang paling baik. Akan tetapi saat ini jumlahnya belum sesuai dengan kebutuhan. Minyak dasar alami berasal dari tumbuh-tumbuhan, misalnya jarak, kopra dan kelapa sawit, minyak ini dapat juga dibuat dari lemak hewan.
Sedangkan minyak pelumas dengan minyak dasar sintesis, dibuat dari bahan-bahan yang dipergunakan sebagai dasar membuat minyak pelumas. Dewasa ini minyak peluas dibuat dari bahan dasar minyak alami atau mineral dengan bahan tambahan berasal bahan-bahan kimia

Viskositas Minyak Pelumas

Viskositas minyak pelumas menunjukkan kemampuan terhadap laju aliran minyak Viskositas minyak ditentukan dengan mengukur sampel minyak. Pengolahan dilakukan dengan memanaskan minyak tersebut sampai suhu tertentu, kemudian dialirkan melalui lubang pada viskomeer. Lamanya waktu yang diperlukan untuk meneteskan minyak pelumas dari viskometer ke gelas ukur, menentukan nilai kekentalan minyak pelumas. Minyak pelumas yang mengalirkan lebih cepat, viskositasnya rendah, sedangkan yang mengalirnya lambat viskositasnya tinggi.

Suatu badan international yaitu Society of Automotive Engineers (SAE), mempunyai standar kekentalan dengan awalan SAE di depan index kekentalan. SAE telah membuat indeks kekentalan yang iikuti dengan huruf W, yang menunjukkan kekentalan minyak pelumas pada temperatur -20 derajat C dan disebut kekentalan rendah. Mesin yang memakai minyak pelumas dengan kekentalan rendah, mudah dihidupkan, khususnya pada musim dingin. Pelumas dengan kekentalan rendah ditandai dengan SAE 10 W, SAE 25 W, SAE 20 W. Sedangkan minyak pelumas untuk kebutuhan sampai temperatur 100 derajat C, tidak ditandai dengan huruf W, tetapi SAE 30, SAE 40, SAE 90 dan seterusnya.

Minyak pelumas yang dapat memenuhi kebutuhan pada temperatur rendah, yaitu pada saat mesin mulai dihidupkan dan dapat memenuhi kebutuhan saat mesin sudah panas disebut minyak pelumas multi grade oil (serbaguna). Misalnya SAE 5 W – 20, SAE 10 W – 20, SAE 10 W – 30, SAE 10 W – 40, SAE 20 W – 50 dan seterusnya.

SAE 20 W – 50, artinya minyak pelumas standar SAE 20 pada temperatur – 12 derajat C dan standar minyak pelumas sampai SAE 50 pada temperatur 100 deg C.
(Sumber: Buku Motor Otomotif)

Sukses akan Mencium Kaki Anda saat Anda Merayakan Kehidupan dengan Karma Baik

oleh Anand Krishna untuk The Bali Times

http://www.aumkar.org/ind/?p=151

Ketika Anda menggunakan istilah “Hukum Karma” dalam bahasa Indonesia, lazimnya mengacu pada hukuman. Kata Indonesia “hukum,” memiliki makna ganda. Bisa berarti “hukum” atau bisa juga “hukuman.”

Tidak demikian dalam bahasa Bali. Karma bukanlah “hukum” atau “aturan penghukuman.” Karma ialah “aktivitas” atau “tindakan.” Apapun yang Anda dan saya lakukan ialah karma. Ini ialah “hukum” dalam pengertian bahwa ini tak bisa dielakkan. Tak ada yang bisa melarikan diri darinya. Ini seperti hukum gravitasi, atau hukum fisika lainnya. Jadi Hukum Karma ialah Hukum Aksi.

Hukum Karma mengikat kita semua. Apapun yang kita lakukan menjadi sebuah “sebab,” dan setiap “sebab” dikuti oleh “akibat.” Jadi penderitaan kita di masa kini ialah jumlah dari beberapa sebab di masa lalu, begitupula dengan kebahagiaan kita. Pada saat yang sama, apa yang kita lakukan hari ini menjadi sebuah sebab bagi keceriaan atau penderitaan esok hari.

Hukum sebab dan akibat menjaga dunia tetap berputar. Hukum menciptakan dualitas penderitaan dan kesenangan, kemuraman dan keceriaan, saat-saat desolasi dan konsolasi.

Jika Anda bahagia saat ini, bersiaplah untuk bersedih pada saat berikutnya. Karena tak ada kebahagiaan dan kesedihan yang permanen. Segala sesuatunya berubah. Kehidupan tidak konsisten dan begitupula tindakan kita. Tindakan kita tak selamanya tepat. Kita kadang membuat kesalahan. Kita tak dapat mengharapkan segalanya berjalan lancar sepanjang waktu.

Jika Anda menyukai mawar, maka Anda juga harus mau menerima durinya. Malam dan siang tak terpisahkan. Perjumpaan dan perpisahan saling mengikuti satu sama lain. Hukum Karma, seperti yang saya katakan sebelumnya, tak terelakkan. Lalu bagaimana kita menghadapi hal ini? bagaimana kita melakukan yang terbaik atas hal ini? Bagaimana kita melakukan yang terbaik yang dapat kita lakukan sepanjang waktu, untuk menggaransi hanyalah yang terbaik yang menjadi hasilnya?

Sekitar 5.000 tahun lalu, Krishna mengatakan kepada sahabat ksatria-nya Arjuna di medan perang Kurushetra: “Lupakan hasil. Fokus pada apa yang kamu sedang lakukan!” jika Anda menanggapi dengan berkata, “Tapi itu sulit,” maka Anda tidaklah sendirian. Arjuna juga menanggapinya dengan berkata: “Harus ada motivasi.”

“Tidak,” kata Krishna. “Ia yang termotivasi oleh sesuatu atau seseorang untuk bertindak ialah orang yang lemah. Mereka kekurangan kekuatan dari dalam diri. Mereka orang yang lumayanan. Jadilah seorang ksatria, bukan orang yang lumayanan. Lakukan tugasmu tanpa pamrih, tanpa memikirkan hasil, dan keluarannya. Fokus pada apa yang sedang Anda lakukan, bukan pada hasilnya.”

Saya bukanlah pemain golf. Saya juga menentang pembangunan lapangan Golf di Bali. Membuat lapangan Golf di sini tidaklah bijak. Permainan ini ditemukan di Skotlandia, di mana iklim, lanskap dan tanah lapangnya begitu kondusif untuk permainan ini. Bali berbeda sekali iklim, lanskap, tanah lapang dan kecantikan alamnya. Merubah Bhali menjadi Skotlandia tentu tidak bijak. Tapi ijinkan saya menggunakan analogi permaian golf untuk menjelaskan “Nishkama Karma,” atau “berkarya tanpa pamrih, tanpa harapan pada hasil atau motivasi apapun.”

Ketika Anda memukul bola golf, Anda harus mefokuskan segala perhatian pada proses memukul tersebut, dan bukannya pada hasilnya. Jika Anda fokus kepada hasil dan keluarannya, jika Anda fokus kepada lubangnya, maka anda kemungkinan besar justru meluputkannya.

Fokus pada apa yang Anda lakukan, lakukan yang terbaik. Jangan biarkan dirimu terpecah oleh pikiran dan hasil. Curahkan segala energimu pada apa yang sedang Anda lakukan. Dalam melakukan hal ini, anda akan melakukan yang terbaik sesuai kapasitas dan kemampuanmu.

Inilah Nishkama Karma, atau bertindak tanpa pamrih tanpa memusingkan hasilnya. Bagi masyarakat Bali jaman dahulu, ini bukan sekedar konsep, tapi sebuah prinsip hidup. Pelukis Bali akan melukis tanpa memusingkan pendapatan finansial, tapi menikmati proses melukis itu sendiri. Sama halnya pematung Bali dahulu kala akan memahat untuk memahat itu sendiri. Dan para artis tersebut menciptakan karya yang luar biasa indah – keajaiban yang menjadi nyata, beberapa di antaranya bahkan sekarang disimpan di museum di luar negri.

Kini hal itu telah berubah. Dolar, pondsterling, euro, dan yen memotivasi para pelukis dan pemahat untuk “memproduksi.” Kreativitas digantikan oleh produktifitas. Seni direduksi menjadi sekedar proses produksi. Artis telah menjadi pekerja dan kuli perdagangan. Sekarang, mereka terpaksa bersaing dengan pekerja dan kuli lainnya di dunia perdagangan. Mereka dikutuk untuk bekerja dengan dan untuk pedagang yang serakah.

Bali harus memfokuskan kembali potensinya, kekuatan dari dalam dan melakukannya. Dengan cara ini Bali akan meraih kembali keunikannya yang telah hilang selama bertahun-tahun.

Nishkama Karma harus sekali lagi menjadi semangat Bali dan masyarakat yang luar biasa di pulau ini. Mari kita bekerja Bali dan melakukan apa yang terbaik sesuai kapabilitasnya, tanpa terpecah atau terpikat oleh pendapatan materi yang cepat didapat tapi hanya sementara.

Anda dapat merusak alam dan ekosistem dalam waktu singkat dengan merubah daerah yang subur menjadi lapangan golf. Tapi untuk membenahi ini, Anda membutuhkan waktu puluhan tahun. Butuh satu genarasi untuk memperbaiki kerusakan yang Anda buat hari ini.

Oleh sebab itu inilah karma buruk saat Anda membangun dan mendirikan sesuatu yang tak sejalan dengan alam dan potensimu. Dan sebaliknya juga benar, ketika Anda membangun dan mendirikan sesuatu yang segaris dengan alam dan potensimu, Anda pasti akan sukses, karena telah melakukan karma baik.

Percantik Bali – percantik tempat di mana kamu tinggal; ciumlah kesuburan yang memberkahimu dengan tumbuhan dan nutrisi lainnya. Bersyukurlah kepada Bunda Alam Semesta atas segala pemberian yang dianugerahkan bagimu. Bekerjalah dan lakukan tugasmu dengan semangat ini, dan Anda tak akan pernah melenceng. Anda akan mengakumulasikan karma baik.

Terakhir tapi penting, apa yang paling penting ialah untuk merubah paradigma lamamu. Bekerja tanpa pamrih. Fokuskan segala energimu pada pekerjaan yang sedang Anda lakukan, pada kewajiban yang ada di depan mata – maka Anda tak akan melakukan kesalahan. “Sukses akan mencium kakimu,” seperti tradisi sungkem yang ada di kepulauan ini.

Bekerja tanpa pamrih ialah bekerja untuk keuntungan banyak orang. Bekerja tanpa pamrih ialah berkarya bagi kepentingan masyarakat, bangsa dan dunia ini – tempat satu-satunya di mana kita hidup.

Anda boleh berkulit putih atau kuning, coklat atau hitam – hukum Nishkama Karma berlaku bagi kita semua, untuk Anda dan saya. Cobalah ini dan lihatlah yang terjadi pada dirimu betapa lebih banyak kehagiaan bagimu, betapa banyak keceriaan Anda menjadi. Nishksma Karma ialah cara untuk merayakan kehidupan!

Anand Krishna ialah seorang aktivis spiritual dan penulis. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi http://www.anandkrishna.org dan http://www.aumkar.org atau hubungi Aryana atau Debbie di 0361 7801595 atau 8477490

oleh Anand Krishna untuk The Bali Times

Terjemahan Bahasa Indonesia oleh Nugroho Angkasa