Analisa Perpindahan Panas dengan CATIA dan CFD

Tulisan berikut ini tentang analisa kalor dengan bantuan CFD. Apakah benar hasil analisisnya sesuai dengan perhitungan? Kita coba yuk..

Buka CATIA, buat part design. Buat gambar balok sederhana dengan ukuran 20 x 50 x 50 (mm). Oiya, udah diinstall kan, Catia dan CFD-nya?

Kemudia simpan part design itu, beri nama misalnya balok. Nah, sisi atas, bawah, kiri, dan kanan akan diberi kalor dengan suhu yang berbeda-beda. Misalnya bagian atas 2000C, bawah 500C, kiri 1000C, dan kanan 4000C. Klik icon CFD pada CATIA untuk masuk ke mode analisa via CFD.

Kalo sudah, jangan lupa konversi m menjadi mm pada folder geometri dengan cara mengklik kanan, pilih length unit dan pilih mm.

Klik kanan material, isikan data yang diminta setelah mengklik komponen yang akan diberi nama materialnya.

Nah, pada boundary condition isikan sesuai dengan panas pada tepian balok. Klik kanan, edit. Pilih bagian atas balok, isikan 2000C. Dengan cara yang sama isikan untuk panas bagian bawah, kiri, dan kanan. Jangan lupa, tipe-nya dipilih temperature.

Sekarang saatnya kita membuat mesh. Dobel klik Mesh Size, dan untuk gampangnya pilih automatic mesh. Jika sudah kliki icon SOLVE. Isikan cek box HEAT TRANSFER, karena yang akan kita analisa hanya Perpindahan Panas.

Lalu Klik SOLVE, tunggu beberapa saat, komputer akan memproses. Kecepatan proses tergantung tipe prosesor komputer Anda. Jika sudah, maka akan muncul pesan: Analysis completed succesfully dan gambar berubah warna.

Dobel klik Result pada folder utama, pilih Static Temperature, maka jika gambar Anda OK akan muncul gambar warna-warni yang menggambarkan temperatur balok tersebut. Tampak warna merah untuk suhu panas dan biru untuk yang dingin.

Gampang kan? Selamat , Mencoba !!!

Rahmadya Trias Handayanto