Ketika ulang tahun, biasanya ada ucapan semoga panjang umur, atau setidaknya dari lagu yang biasa dinyanyikan, “panjang umurnya 2x .. dst”. Walaupun usia ada batasnya, ternyata panjang umur masih menjadi keinginan tiap umat manusia.
Ada sebuah buku berjudul “blue zone” yang membahas wilayah-wilayah di dunia yang memiliki penduduk dengan usia hidup mendekati 100 tahun, salah satunya adalah daerah okinawa di jepang [link]. Ada beberapa penelitian terhadap daerah itu baik dari sisi makanan yang diasup maupun gaya hidup yang dilakukan mayoritas warganya.
Ubi Manis
Berbeda dengan kentang yang biasa kita makan saat mampir ke restoran cepat saji, ternyata jenis kentang manis, alias ubi (sweet potatoe) ternyata merupakan komponen utama makanan di Okinawa, selain tentu ikan dan sayur mayur. Ternyata makanan yang mudah tumbuh di negara kita itu memiliki manfaat luar biasa, pengganti nasi yang cenderung negatif karena kandungan gulanya.
Ikigai
Nah, berikutnya adalah penelitian terhadap gaya hidup warganya, yaitu prinsip ‘ikigai’. Prinsip ini adalah prinsip setiap warganya ketika bangun di pagi hari, selalu ada hal-hal yang harus dikerjakan, diselesaikan, atau kewajiban lain. Salah satu penduduk yang diwawancara sudah pensiun sejak 80-an dan masih aktif hingga saat ini. Biasanya mereka berkebun, atau melakukan aktivitas lain, setidaknya berkunjung ke tetangga berapapun jarak tempuhnya.
Beberapa pensiunan di Indonesia banyak yang memiliki masalah ini, yaitu kaget ketika dipaksa berhenti bekerja dan bingung ‘mau ngapain lagi’. Dampaknya fisik terpengaruh, baik karena merasa tidak berguna, kesepian dan sebagainya. Terkadang walau belum pensiun pun banyak yang merasa tidak ada yang dilakukan, alias pekerjaan rutin saja setiap hari. Efeknya prinsip ikigai tidak ada dalam kehidupannya. Untuk Anda yg beragama Islam ada surat Al-Insyirah yang mengatakan jika telah mengerjakan sesuatu pekerjaan, lakukan pekerjaan lainnya. Ternyata ini juga masuk kategori ikigai.
Ada peneliti lain yang mengatakan karena posisi duduk di lantai warga okinawa sehingga memaksa mereka melatih kaki untuk bangun dari duduk di lantai. Sementara itu di eropa karena sebagian menggunakan kursi mengakibatkan para manula memiliki masalah di kaki yang kurang terlatih. Bahkan banyak kecelakaan yang menyebabkan meninggal karena jatuh dari posisi berdiri. Banyak juga yang menyarankan untuk yg jarang duduk di lantai (biasanya non muslim yang beribadah di kursi) agar sebelum mandi minum dahulu untuk menghindari jatuh di kamar mandi yang berakibat fatal karena sebagian besar benda di kamar mandi keras (marmer, beton, serta licin).
Emosi Negatif
Amarah ternyata berefek negatif jika disalurkan dengan saluran yang negatif juga. Karena bersifat menghancurkan objek yang menyebabkan marah. Tentu selain marah ada banyak emosi negatif yang merusak selain jiwa juga raga.
Dulu ketika saya melamar di satu kampus swasta di Jakarta ternyata saya ditolak karena ijasah S1 saya bukan ilmu komputer sehingga dianggap tidak mampu mengajar mahasiswa komputer. Jujur saja saya marah karena ijasah teknik mesin saya, walaupun dari kampus UGM, ditolak mentah-mentah. Amarah itu tidak disalurkan untuk balas dendam, melainkant tekat untuk membuktikan saya bisa menguasai bidang itu hingga ‘mentok’, alias doktoral [link].
Sebagai langkah awal saya melamar menjadi staf IT di bank Danamon, ternyata sanggup juga, walaupun ada kejadian server rusak akibat backup yang gagal di cabang pulogadung, cabang kaya yang karena itu dampaknya kehilangan 60 juta, waktu itu merupakan bilangan yang besar, mungkin kalau sekarang 180an juta. Uniknya, saya yang direkomendasikan dipecat oleh atasan, tetapi tetap dipertahankan oleh manajemen. Entah, mungkin karena sayang jarang ada pegawai yg berpengalaman merugikan 60 juta, hehe. Dan benar, saya berhasil merawat server-server di 30an cabang karena kapok kejadian itu terulang kembali.
Nah, ternyata energi marah yang disalurkan ke arah positif merupakan energi dahsyat yang menambah kekuatan mental. Sempat hampir DO karena nilai yang rendah, akhirnya bisa juga lulus duluan saat S3 di thailand. Banyak sekali kemarahan-kemarahan yg terjadi, misalnya rekan saya melaporkan, “Pa, tahu ga, kata pak ‘x’ bapak katanya bodoh”. Terlepas dari benar atau ngibul info teman saya, tetap saja saya arahkan ke hal yang positif, salah satunya prinsip Jack Ma, “jika Anda tidak bisa jadi yang terhebat, jadilah yang pertama”. Dan benar, saya selalu yang pertama, pertama kali serdos, s3, hingga beberap waktu lalu menjadi asesor LAM [link].
Jadi untuk Anda yang merasa banyak gagal, jangan takut, buat hari-hari Anda selalu aktif. Cari saja apa yang bisa dilakukan hari ini, besok, lusa, hingga 100 tahun ke depan. Konon ada seorang tua yang menanam kelapa ditanya, “pak untuk apa menanam, umur bapak kan belum tentu cukup untuk menikmati kelapa itu”, si kakek hanya tersenyum. Jangan-jangan anak muda yang nanya meninggal duluan karena si kakek menerapkan prinsip ikigai alias di Islam: ‘faidza farogtaa fansof’. Oiya, termasuk menulis tulisan di blog seperti ini bisa dijadikan aktivitas lho, sekian, semoga bermanfaat.