Software terkadang membutuhkan ilmu lain selain informatika dan komputer. Hal ini karena melibatkan manusia sebagai pengguna. Aspek lain seperti seni, psikologi, dan ilmu sosial lainnya sangat menentukan useability software yang dibuat.
Salah satu aplikasi untuk orang non-komputer dalam mendisain aplikasi, khususnya web dan mobile adalah Figma. Aplikasi ini selain mendisain interface (UI) juga memberikan aspek experience (UX) kepada pengguna lewat proses/flow yang terjadi di dalamnya. Berikut ini contoh disain yang selain menghasilkan tampilan, juga bisa dikonversi menjadi HTML yang siap pakai. Dilengkapi dengan fasilitas CSS sehingga memberikan hasil seperti image yang dirancang. Berbeda dengan Canva, Figma tidak hanya disain, melainkan file yang terkoneksi dengan web (HTML dan CSS).
Selain tampilan antar muka, dengan Prototyping yang tersedia di Figma, perancang bisa melihat keterkaitan antara satu page dengan page lainnya. Prototipe dapat dibuat dengan cepat untuk diberikan ke calon pengguna/pemesan apakah sesuai dengan yang diinginkan. Sehingga jika ada perubahan akan langsung direspon tanpa menunggu kode selesai dibuat.
Silahkan coba buat disain yang keren, seperti yang ada di internet. Anda juga bisa menjual template yang dibuat, siapa tahu ada yang berminat. Sekian, selamat mencoba.
Berbeda dengan smartphone yang bisa jadi ganti tiap 1 atau 2 tahun, laptop berganti cukup lama. Ganti kalau rusak atau kalau harus diwariskan ke anak yang mulai dewasa, apalagi yang sudah kuliah.
Untuk pekerjaan sehari-hari, dulu saya biasanya menggunakan laptop Windows, tapi saat ini karena prosesor intel yang mulai tertinggal oleh tipe mobile yang dikenal dengan nama ARM, laptop macbook menjadi andalan untuk pekerjaan sehari-hari seperti browsing, mengetik, dan beberapa program sederhana seperti python, android studio, serta mengelola video singkat.
Linux walaupun saat ini mulai user friendly tetap saja menyulitkan pengguna yang bukan orang komputer. Akhirnya beli juga laptop buatan Apple, yakni yang versi murah, macbook air. Setahun berjalan, ternyata kinerja Macbook Air M1 sangat memuaskan. Biasanya dengan laptop Windows menggunakan mouse, ternyata dengan Macbook, sekarang jadi terbiasa tanpa menggunakan mouse.
Salah satu hal yang membuat tertarik dengan Macbook adalah responnya yang cepat. Selain tentu saja aman dari virus dan malware. Dulu pernah beli Macbook air yang 11 inchi, dan sampai sekarang masih dipakai anak yang kuliah. Ternyata sudah tidak support lagi dengan aplikasi terkini, misalnya virtual background di zoom yang tidak bisa karena inter i5 generasi itu tidak support dengan virtual background. RAM macbook memang terkenal tidak bisa diupgrade, termasuk juga SSD nya yang kecil (hanya 128 Gb). Itulah yang dikeluhkan si sulung yang sedang kuliah, sehingga minta laptop baru yang support dengan aplikasi-aplikasi terkini.
Akhirnya ke Ibox, beli lagi Macbook Air M1. Namun ketika di etalase toko itu dijejerkan M1 dengan yang M3, maka tentu saja iseng-iseng membandingkan responnya. Diluar dugaan ternyata respon prosesor M3 sangat cepat dibandingkan yang M1. Akhirnya walaupun 9 juta lebih mahal, beli juga yang M3. Ditambah lagi M1 yang sudah ketinggalan 4 tahun dikhawatirkan beberapa tahun kedepan sudah sulit diupgrade jika ada OS baru dari Apple. Dulu waktu masih suka ngoprek, memang Windows jadi andalan, tetapi ketika sekarang sudah bekerja teratur, tidak ada waktu lagi untuk ngoprek jika ada trouble di laptop. Aneh, padahal dulu pernah bekerja di IT bank, tapi sekarang lebih suka bayar orang untuk utak-atik laptop jika ada masalah. Software pun lebih suka bayar, dibanding yang open source, karena praktis saja.
Tentu saja karena tuntutan pekerjaan yang membutuhkan aplikasi/software yang berjalan di Windows terpaksa laptop Windows masih dibawa-bawa kalau ada ngajar aplikasi yang tidak ada di Mac. Jadi, laptop bagi dosen merupakan alat untuk menyelesaikan tugas-tugas dan menambah income baik dari tulisan, mengajar, maupun proyek-proyek.
Berbeda dengan jaman dimana pemrograman menggunakan satu IDE terintegrasi dengan hanya satu file saja, kini aplikasi web dan juga mobile ketika diprogram memerlukan berbagai macam file. Serpihan-serpihan file terkadang tidak dibuat oleh seorang saja yang ingin membuat aplikasi, melainkan berbagi dengan programmer lain. Selain itu vendor seperti Google dengan Androidnya memiliki karakteristik seperti itu.
Untuk programer pemula hal ini sangat membingungkan. Selain harus berfikir general, juga dipaksa detil. Untungnya saat ini AI, misalnya ChatGPT, Gemini, Copilot, dan sejenisnya sangat membantu mengatasi kesulitan tersebut. Yang penting programmer menguasai konsep pentingnya, misalnya format class, layout, dan sejenisnya maka kita tinggal meminta AI membuatkan aplikasi. Programmer tinggal mengecek jika ada kesalahan. Tentu saja pengalaman memanfaatkan AI dengan prompt yang tepat sangat diperlukan. Nah, yang terpenting adalah bagaimana kita memahami apa yang bisa, apa yang belum bisa, apa yang diperlukan, dan kecepatan membaca serta problem solving yang efisien dan terstruktur.
Video berikut memperlihatkan bagaimana Android Studio bekerja sama dengan ChatGPT membuat perhitungan Angsuran seperti postingan lalu yang menggunakan JavaScript. Sekian semoga bermanfaat.
Sistem kendali memiliki banyak istilah lain misalnya sistem kontrol atau sistem pengaturan. Kalau dalam kurikulum dimulai dari sistem kendali, sistem kendali digital dan sistem kendali cerdas.
Salah satu yang terkenal adalah kendali cerdas dengan fuzzy, atau dikenal dengan istilah kendali logika fuzzy (KLF) atau dalam istilah inggrisnya fuzzy logic controller (FLC). Kendali ini merupakan salah satu kendali yang berbeda dengan kendali klasik dengan Proporsional, Integrator dan Differentiator (PID) yang mengandalkan prinsip fisika.
Fuzzy hanya menerapkan rule yang bebas dibuat tanpa melihat aspek fisikanya. Ibarat bandul otomatis yang mengatur speed, fuzzy mengatur tidak lewat gaya sentrifugal melainkan lewat logika if-then.
Ternyata saya pertama kali mengajar sistem kendali pada tahun 2003, 21 tahun yang lalu. Uniknya tahun ini, 2024, diminta mengajar lagi. Berbeda dengan informatika yang perubahan teknologi yang pesat, ilmu dasar sistem kendali ternyata tidak jauh berbeda.
Video berikut memperlihatkan bagaimana menerapkan fuzzy pada model sistem kendali dengan memanfaatkan software MATLAB yang di dalamnya ada SIMULINK. Siapa tahu ada yang tertarik.
Ketika di awal rilis, ketika di searching nama kita, ChatGPT akan menjawab tidak tahu, tentu saja dengan kata maaf yang sopan. Di sini Google masih tersenyum karena untuk update data terkini mau tidak mau masih harus mengandalkan si ‘mbah’ yang masih ok. Namun perkembangan lanjutan ternyata Microsoft yang memiliki sahamnya di Open AI, menyediakan alat searchingnya (BING) memberikan akses ChatGPT terhadap data terkini. Misal saya bertanya saat ini ‘Anda kenal haryono dosen Univ Islam 45?’
akan muncul respon: Hasilnya ternyata cukup akurat, tentu saja asalkan link di internet yang memberikan informasi. Jadi satu pertanyaan sudah mewakili pencarian di Google karena verifikasi informasi yang kita butuhkan sudah diberikan oleh AI, gantinya kita mengklik link yang disarankan ditambah membacanya karena dikhawatirkan tidak relevan.
Di sini uniknya karena ChatGPT yang dilatih oleh data lampau kini bisa memanfaatkan data baru jika informasi dari data yang dilatihkan sebelumnya tidak ada. Bagaimana jika kita ingin memperoleh no kontaknya?
Ternyata ChatGPT menjaga kerahasiaan/data pribadi, walaupun saya yakin AI ini mengetahuinya. Mengingat data pribadi termasuk kategori doxing maka secara etika AI tidak boleh membocorkannya ke publik. Jadi mau tidak mau harus mencari sendiri lewat Googling kalau ada. Alamat pun tidak diberikan, kecuali alamat kampus yang memang boleh diakses umum. Sekian semoga bermanfaat.
Selama ini kita menggunakan peta, dari memanfaatkan Google Map, WAZE, hingga gojek/grab/go food. Bagaimana proses pembuatan dan pengolahannya, sepertinya sulit dipahami. Memang untuk memahami GIS perlu memahami terlebih dahulu konsep yang ada mulai dari koordinat, proyeksi, hingga manipulasi data geospasial yang sering diistilahkan dengan geoprocessing.
Manipulasi GIS tidak lepas dari bagaimana Computer Aided Design (CAD) dikembangkan. Misalnya proses pemotongan (clip), penggabungan (dissolve), dan lain-lain, hingga saat ini masuk ke spatial analysis yang kompleks dan advanced. Beberapa bidang ilmu mungkin sekedar membuat peta digital, baik yang berbasis desktop maupun web. Beberapa disiplin ilmu yang lain mungkin memerlukan analisa, misalnya Land Change Modeler (LCM) yang memprediksi perubahan Land Use/Cover di suatu wilayah.
Untuk data saat ini banyak tersedia misalnya untuk data raster (berupa citra/gambar dari satelit) maupun vektor yang dapat dilihat di video youtube saya berikut ini.
Postingan yang lalu telah dibahas NGINX pada Docker [URL] dengan Dockerfile. Nah, sekarang kita coba Phpmyadmin yang menyediakan database server MySQL yang dapat diakses lewat NGINX yang lalu. Karena akan diinstal database maka perlu menyiapkan password root, misalnya untuk mempermudah: ‘password’.
Untuk Phpmyadmin lebih mudah dengan memanfaatkan docker-compose dengan ekstensi yml. Phpmyadmin masih disukai karena untuk membuat database beserta tabel-tabelnya masih menggunakan GUI yang mudah. Karena Docker merupakan mesin virtualisasi, agar data yang ada di MySQL tetap ada walau Docker dimatikan perlu memasang volumes di file yml. Untuk jelasnya silahkan lihat video youtube berikut.
Yang membedakan anak milenial dan era sebelum dewa online menyerang adalah bacaan. Generasi akhir 90-an dan awal 2000-an pasti tahu lokasi toko buku baik buku bekas maupun buku baru. Suka tidak suka dipaksa untuk banyak membaca, tidak ada tutorial-tutorial ala Youtube dan Tiktok, begitu pula alat bantu seperti ChatGPT dan kawan-kawan.
Saat kuliah dulu, dosen saya bercerita hobi mahasiswa generasinya adalah cerita silat (cersil) Ko Ping Ho yang kalau dihitung halamannya bisa ratusan bahkan mendekati ribuan kalau ditotal-total. Penulis-penulis jaman itu sangat terkenal dan pandai menyusun kata, berbeda dengan saat ini yang mengandalkan ChatGPT. Bahkan webinar tata cara cepat membuat tulisan dengan alat AI tersebut masif. Akibatnya profeseor yang menghasilkan tulisan dengan jumlah tidak masuk akal pun viral.
Semua kembali ke selera masing-masing. Jika Anda masih menyukai tulisan asli bukan hasil bangkitan dari AI, atau misalnya suatu saat ada film bioskop yang dibuat oleh AI dan Anda masih menyukai yang buatan manusia, berarti ada aspek tertentu yang tidak bisa digantikan oleh AI.
Salah satu novel kegemaran saya adalah karya penulis bernama Sydney Seldom yang ketika dia menulis tentang hal tertentu sepertinya dia telah dengan detil mempelajarai topik tersebut, seolah-olah pakarnya. Misalnya dalam novelnya yang berjudul ‘naked face’ yang menceriterakan seorang psikiater yang menangani orang-orang setengah gila, seolah-olah dia sendiri adalah seorang psikiater. Oiya, katanya kita semua aslinya sakit jiwa, hanya levelnya saja yang ringan atau berat, tapi untungnya bisa disembuhkan.
Yang unik adalah ketika karyanya yang berjudul ‘stranger in the mirror’, dia mengisahkan seorang komedian di akhir perang dunia kedua, yang kalau saat ini namanya komika atau stand up comedy. Sudah pasti dia harus bisa menyisipkan beberapa materi stand up comedy, misalnya berikut ini.
Dalam satu ceritanya dia mengisahkan ada sepasang muda mudi yang sedang antri ke bioskop untuk menonton film. Di depannya ada seorang pemuda yang sepertinya berdebat dengan petugas yang memeriksa karcis. Ternyata dia ditolak masuk karena membawa seekor bebek. Akhirnya pemuda itu mengalah dan menyingkir entah ke mana. Pasangan muda-mudi itu hanya menggelengkan kepala melihat tingkah aneh pemuda di depannya itu. Saat film dimulai, ternyata si pemuda tadi duduk di samping si cewek pasangan muda-mudi itu.
“Mas .. cowok di samping tititnya keliatan”, bisik si cewek. Si cowok berkata, “tapi kamu nggak terganggu kan?”. “enggak sih”, kata si cewek. “Ya udah, tontong aja filmnya. Akhirnya mereka kembali asyik nonton film. Tiba-tiba si cewek agak kaget, “mas .. titit cowok itu”. Si cowok jadi jengkel karena si cewek bukannya nonton film malah ngeliatin samping. “tititnya makanin popcorn aku”. Oalah, ternyata si cowok itu menyembunyikan bebeknya yg tidak boleh dibawa masuk di dalam celana, kepalanya keluar makanin popcorn si cewek.
Berbeda dengan era dulu yang bacaannya panjang karena memang membaca kertas bukan di layar, saat ini cenderung membaca cepat dan tidak panjang karena lelah jika membaca layar. Untungnya saat ini ada e-reader yang memanfaatkan teknologi e-ink yang berupa printing di layar.
Ada yang versi Android, ada juga yang versi Kindle atau jenis lain seperti Kobo dan kawan-kawannya. Yuk, banyak membaca untuk meningkatkan kemampuan imajinasi kita.
Sistem Informasi Geografi (SIG) memiliki dua jenis data yakni data vektor dan data raster. Data raster mudah dijumpai karena berupa citra, misalnya hasil jepretan kamera kita. Sementara data vektor dijumpai pada alat-alat desain visual di komputer, misalnya AutoCAD. Di sini kita akan mencoba melakukan manipulasi data vektor khususnya proses clipping, misalnya terhadap tipe data poligon yang berisi kecamatan-kecamatan di Jawa Barat dari sebuah shapefile.
Buka QGIS dan buat layer yang berisi shapefile berisi beberapa poligon. Gambar berikut menunjukkan atribut yang berisi nama-nama kecamatan yang ada. Untuk melakukan proses Clipping, ada sedikit perbedaan dengan ArcGIS yang masuk di menu Spatial Analyis di Menu. Pada QGIS kita harus masuk terlebih dahulu ke jenis data, di sini kita masuk ke menu dan pilih Geoprocessing Analysis dan pilih Clip.
Clipping membutuhkan data yang akan digunting dan pola/cetakan untuk mengguntingnya. Di sini terlebih dahulu kita sorot wilayah yang akan menjadi bagian gunting. Di sini dengan jendela Atribut kita tinggal sortir kecamatan-kecamatan yang ada di wilayah Kota Bekasi. Pastikan di jendela peta berwarna tertentu. Jika sudah ceklis kota Selected Feature Only. Pilih lokasi file untuk hasil Clippingnya dilanjutkan dengan menekan RUN.
Pastikan di bagian Layer muncul satu layer hasil Clipping dengan nama sesuai dengan nama yang kita ketik saat menu Save File. Selamat mencoba.
Memiliki sebuah server praktikum merupakan kendala utama untuk dunia pendidikan baik kampus maupun sekolah, khususnya di Indonesia terkait kendala biaya. Beberapa opsi dapat digunakan, salah satunya adalah menyewa server cloud. Namun biaya sewa juga menjadi masalah mengingat untuk aplikasi-aplikasi terkini yang berjenis stack-based development memerlukan infrastruktur yang kompleks.
Untuk masalah itu, solusi yang praktis adalah memanfaatkan aplikasi online yang saat ini tersedia, yakni Play with Docker [Link]. Aplikasi ini menyediakan secara gratis server yang terdiri dari beberapa instance untuk dipakai berlatih. Di sini disebut berlatih karena hanya diberi waktu empat jam untuk tiap sesi latihan. Walaupun sebentar, waktu empat jam sepertinya sudah cukup. Sebagai contoh di sini saya menggunakan satu instance baru. Instance baru tersedia dengan sebuah terminal yang sudah terinstall docker di dalamnya. Kita bisa membuat image atau untuk latihan kali ini hanya mengimpor image dari Docker Hub [Link]. Silahkan menginstall Docker Desktop di laptop Anda [Link]. Versi yang tersedia cukup lengkap dari Windows, Linux, hingga Mac OS. Untuk windows ada sedikit setting pada virtualisasi diaktifkan, silahkan panduannya untuk instalasi dengan Windows lihat di [Link].
Menjalankan Play with Docker.
Tekan start untuk memulai PWD. Pada terminal masukan instruksi ‘docker pull’ untuk menarik image dari Docker Hub yang telah kita buat sebelumnya. Proses ini memerlukan waktu sesuai dengan besar atau kecilnya image. Karena proses transfer dari cloud ke cloud dan tidak mengunduh ke laptop kita sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama. Selanjutnya jalankan dengan instruksi ‘docker run’, sesuaikan port yang akan dipublikasi.
Di sini 8080:3000 berarti yang akan diakses oleh publik adalah 8080 (kita bisa gunakan sesuai kebutuhan), sementara 3000 merupakan port yang dipakai di aplikasi FLASK. Sekedar informasi, image yang ditarik merupakan aplikasi berbasis Flask Python untuk mentranslate bahasa Indonesia ke bahasa Inggris.
Menjalankan Aplikasi Play with Docker.
Untuk menjalankan aplikasi tekan angka PORT yang muncul di sebelah kanan OPEN PORT. Jika tidak muncul bisa mengklik kotak OPEN PORT dan isi sesuai dengan port pada Docker Run tadi. Pastikan ketika port 8080 dijalankan akan muncul aplikasi yang jika dijalankan berfungsi normal untuk mentranslate kalimat.
Beberapa waktu yang lalu Play with Docker tidak bisa diakses, biasanya sedang ada gangguan di server PWD, dan ketika tulisan ini dibuat berjalan dengan normal, semoga ke depan aplikasi online ini banyak dibuat karena secara ekonomis sangat membantu dunia pendidikan khususnya untuk software development dimana saat ini teknik stake-based development sangat dibutuhkan dengan aplikasi-aplikasi berbasis microservices atu akses antar platform yang berbeda. Untuk ilustrasi video silahkan buka link Youtube berikut ini.
Ketika anak masih TK, SD, dan sekolah menengah, orang tua bekerja dan melakukan aktivitas sehari-hari biasa saja. Walaupun ketika SMA biasanya sudah mulai bersaing ketat untuk masuk ke SMA favorit tetapi kalau pun gagal, jumlah SMA negeri tidak jadi masalah. Kalaupun swasta, biaya pun tidak terlalu mencekik, asal standar yang biasa saja untuk penduduk rata-rata. Problem muncul ketika mulai masuk kuliah, hampir semua siswa ingin masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN), baik level atas seperti UI, UGM, ITB dan rombongannya hingga level bawah yang memang masih baru.
Berbeda dengan era 90-an, saat ini uang kuliah di PTN dikenal dengan istilah Uang Kuliah Tunggal (UKT) dengan beberapa golongan tergantung kemampuan orang tua. Ada bagusnya karena saat saya kuliah dulu, uang kuliah (dulu namanya SPP) dipukul rata sama, hanya yang membedakan sains atau tidak, untuk sains lebih mahal sedikit (hanya 25 ribu selesihnya) karena adanya praktikum. Kemampuan orang tua dipukul rata sama, yang membedakan hanya bayar atau mendapat bantuan karena tidak mampu. Padahal bisa jadi ada yang bisa membayar lebih tapi tidak ada media untuk mengakomodasinya. Nah, UKT yang terdiri dari beberapa golongan bisa digunakan untuk mengakomodasi hal tersebut.
Untuk orang tua yang pernah kuliah di daerah lain, ketika anak sudah mulai kuliah, tentu saja langsung teringat kembali masa-masa kuliah dahulu. Masa dimana sebagai anak muda mulai mencari pengalaman di daerah lain (mungkin di negeri orang jika kuliah ke luar negeri), dari mencari kos, bertemu teman baru, dan sibuk beraktivitas di kampus baru. Kenangan muncul kembali, dan ini mungkin yang membuat orang tua menginginkan anak kuliah di daerah tempat waktu dia kuliah dahulu. Terpaksa sebagai orang tua segera mencari informasi aturan-aturan dan hal-hal lain yang jauh berbeda dari puluhan tahun yang lalu. Bimbingan belajar menjadi andalan karena di sana sumber informasi dari trik-trik agar si anak lulus dan masuk ke negeri sesuai dengan kemampuan, tidak nekat seperti saya dulu. Munculnya kampus negeri baru menambah peluang diterima di kampus negeri, kebanyakan siswa bisa kuliah sesuai dengan kemampuan, baik dari sisi keuangan maupun kemampuan si anak. Ditambah lagi banyak skema yang tersedia dari jalur raport dan prestasi hingga ujian mandiri dengan sumbangan gedung layaknya kampus swasta untuk PTN.
Yang unik adalah ketika si anak ditetapkan diterima, UKT yang diputuskan dapat disanggah lewat mekanisme sanggah UKT yang bisa diambil atau tidak. Banyak yang tidak diambil karena memang PTN biasanya murah. Tapi ternyata dibanding jaman dulu ternyata biaya di kampus PTN tidak jauh berbeda dengan PTS rata-rata, tetap mahal. Setelah berpikir sejenak, akhirnya mengikuti permintaan emak-emak, terpaksa mengajukan sanggah UKT. Tambahan adalah biaya hidup yang memang di form isian tidak ada sehingga memberikan informasi baru ke kampus tujuan mengenai kondisi keuangan kita. Ternyata jika hasil pengecekan diperkirakan benar golongan UKT bisa turun. Tentu saja laporan yang diberikan berdasarkan kenyataan di lapangan, tidak dibuat-buat apalagi dengan dokumen-dokumen yang tidak benar. Biasanya diterima karena kondisi negara saat ini memang membuat kelas menengah seolah-olah hilang dari muka bumi, sebagian besar masuk ke menengah bawah. Lihat saja untuk beli sesuatu, jangankan rumah, motor saja saat ini sudah tidak masuk akal harganya, sementar penghasilan/gaji naiknya tidak linear dengan kenaikan kebutuhan. Semoga generasi kita ke depan bisa memperbaiki kondisi negara saat ini.
Walaupun dibenci, shapefile masih tetap menjadi andalan praktisi GIS. Dibenci karena karakternya yang satu data spatial wilayah tertentu berisi lebih dari satu file (*.shp, *.shx, *.dbf, dll). Saat ini yang lebih disukai adalah tipe file KML atau KMZ yang sering dijumpai di Google Earth dimana satu data hanya berisi satu file saja.
Karena sebagian instansi/institusi menggunakan shapefile maka mau tidak mau harus bisa mengelola file tersebut. Untuk membuka di QGIS cukup dengan men-drag ke Layer View. Hasilnya dapat langsung terlihat beserta dengan koordinat lintang dan bujur beserta proyeksi yang menyertainya.
Tampilan baik warna, jenis dan ukuran garis, dapat dikelola dengan mendoble klik saja layer yang baru saja disuplay ke QGIS. Untuk instalasi silahkan lihat post terdahulu [Link]. Karena saat ini kebanyakan aplikasi GIS sudah terintegrasi dengan basemap maupun satellite view baik Bing maupun Google, maka alangkah baiknya kita bisa menyisipkan Basemap di shapefile yang baru saja dibuka di QGIS. Berikut ini video bagaimana membuka file Shapefile serta menyisipkan dengan basemap yang tepat. Selamat mencoba.
Salah satu dampak positif dari pandemi COVID-19 adalah kita dipaksa biasa menjalankan sesuatu secara daring. Mulai dari belanja, bekerja, hingga sekolah atau kuliah. Bahkan orang tua jadul yang tidak pernah memanfaatkan device untuk online terpaksa harus memanfaatkannya. Saya pernah menulisa dampak COVID dari sisi lingkungan [Link]. Karena kendaraan hampir tidak beroperasi, efeknya adalah suhu permukaan (land surface temperature) turun hingga 7 derajat baik siang maupun malam.
Seperti diutarakan oleh bapak Ridwan Kamil, sebaiknya hal-hal yang bisa diterapkan saat COVID tetap dilanjutkan saat COVID telah selesai, khususnya yang menguntungkan dari sisi waktu, tenaga, hingga dampak negatif terhadap lingkungan. Memang ada kesulitan suatu aktivitas dijalankan secara remote, seperti perkuliahan yang mengandalkan keterampilan yang memang harus dijalankan secara luring. Namun, keterampilan tertentu seperti bidang IT dan pemrograman masih bisa memanfaatkan aktivitas secara daring.
Pemasaran misalnya, ternyata efektif lewat daring, entah itu media sosial seperti tiktok, instagram dan sejenisnya, perlu terus diterapkan. Dalam pengajaran, beberapa waktu yang lalu pernah saya jalankan dengan cara hybrid yang menggabungkan tatap muka dengan online meeting. Jenis pertama saya dari rumah menggunakan zoom meeting, kampus yang dihadiri mahasiswa menayangkan zoom tersebut di layar dan mereka secara offline mengikut acara tersebut. Jenis kedua, saya hadir di kelas, beberapa siswa yang karena ada kegiatan khusus dan urgen tidak berada di lokasi dekat kampus terpaksa hadir lewat zoom. Jadi saya harus mengajar sambil zoom. Agak sedikit merepotkan tetapi ternyata untuk pertukaran data dan file lebih mudah, apalagi disertai dengan e-learning yang mendukung seperti tampak dalam video contoh berikut.
Aplikasi berbasis web merupakan aplikasi yang diminati saat ini, menggantikan aplikasi desktop ala tahun 90-an. Di Indonesia, PHP masih diminati dibanding bahasa yang lain seperti Python maupun Java. Versi yang paling banyak diminati, khususnya untuk belajar adalah XAMPP [Link].
Versi ini sangat praktis, tinggal mengunduh dari situs resminya, lalu pasang di komputer tujuan. Hanya versi Linux, misalnya untuk Ubuntu, yang agak sulit mengingat perlu memberikan akses tertentu pada folder tujuan. XAMPP sangat cocok untuk belajar dan diinstall di laptop karena tidak membebani laptop, hanya dihidupkan ketika ingin dipakai. Berbeda dengan server, misalnya di Linux, yang harus selalu hidup ketika mesin dihidupkan.
Untuk Mac OS, instalasi sangat mudah dan praktis. File dmg tinggal di run dan instal. Hanya saja perlu dibuka aksesnya lewat ‘gatekeeper’. Untuk jelasnya silahkan lihat video berikut ini.
Pilpres 2024 sudah berlalu dan kemungkinan besar presiden pendukung ibu kota baru yang menang, jadi IKN tetap berjalan (walau siapapun yg menang sih, karena sudah ditetapkan). Terpikir di benak saya keinginan untuk melihat seperti apa sih IKN itu. Mirip istilah Semesta Mendukung (mestakung) yang dicetuskan oleh Prof Yohannes Surya, tiba-tiba ada tugas ke salah satu kampus negeri di Balikpapan. Kebetulan dah.
Seperti biasa, pesawat menuju bandara Sepinggan dari tempat saya lewat Soetta. Berangkatlah ke sana dengan Garuda selama kurang lebih dua jam. Bandara itu ternyata tidak terlalu besar tidak juga kecil, mungkin karena tidak sepadat bandara di kota-kota besar lain seperti Surabaya, Bali, atau Jogja. Namun fasilitas sudah cukup baik.
Karena hari sudah menjelang siang, terpaksa mampir di warung makan Buguri, yang merupakan singkatan dari Bumbu Gurih. Lokasinya di pinggir pantai, dengan pemandangan yang oke banget.
Perjalanan ke IKN karena belum ada toll langsung harus melewati toll ke Samarinda, berbelok ke barat melewati jalan berliku dari lokasi hotal Platinum butuh 1.5 jam. Kabarnya jika sudah ada toll langsung yang melewati muara yang menjorok ke dalam IKN tidak sampai 1 jam.
Banyak kendaraan berat lewat, maklum ada target deadline 17 Agustus 2024 akan ada upacara 17-an di IKN yang dihadiri oleh presiden Jokowi. Nah, ada warung makan Acang, yang dikepalai oleh keturunan Cina yang ternyata enak juga dengan rasa khas masakah Cina.
Setelah shalat, lanjut ke IKN yang melewati jalan naik turun (tidak rata). Setelah tiba tampak pohon-pohon ekaliptus yang biasa dijadikan bahan baku kertas. Sepertinya dulu tempat hutan untuk pabrik kertas.
Sepertinya masih on progress agar bisa jadi tempat rekreasi. Ada satu stan untuk nyewa foto-foto di titik nol IKN. Titik nol ditandai dengan satu gapura kecil buatan Badan Informasi Geospasial (BIG). Lihat orang-orang yang foto, jadi kepengen juga.
Hari ketiga (selasa) entah kenapa tiba-tiba di hotel ramai, banyak polisi, ternyata beberapa hari kemudian (hari jumat), presiden Jokowi menengok progres pengerjaan IKN. Tiga hari ternyata sudah cukup untuk melihat bagaimana kondisi Balikpapan yang sepertinya tidak lama lagi akan ramai. Oiya, jangan lupa beli Mantau rasa sapi lada hitam ya …