PERTEMUAN I: PERENCANAAN PRODUK

Hari / Tanggal  : 2 September 2009

Berikut ini resume dari pertemuan pertama. Perkuliahan yang direncanakan 14 pertemuan (minimal 12 pertemuan) berisi materi antara lain:

Bab I: Pentingnya Manufaktur

Bab II: Mengembangkan Produk yang Sukses

Bab III: Struktur Proses Perencanaan Produk

Bab IV: Review terhadap Disain: Merencanakan dalam rangka menjamin kualitas

Bab V: Pertimbangan dan Pemilihan Bahan

Bab VI: Pemilihan Bahan dan Proses

Bab VII: Merencanakan Perakitan dan Perombakan

Bab VIII: Merencana untuk Perawatan

Bab IX: Merencanakan fungsi

Bab X: Merencana untuk kegunaan produk

Bab XI : Menciptakan Harga Jual Produk

Bab XII: Menelusuri permintaan pasar terhadap suatu produk

Bab XIII: Merencanakan Fasilitas Manufaktur

Bab XIV: Isu – Isu Lingkungan

 Referensi:

Mital, Anil, Anoop Desai, Anand Subramanian, Aashi Mital, (200?), Product Development – A Structured approach to Consumer Product Development, Design and Manufacture, India: BH.

Scallan, Peter, 2002, Process Planning: The design/manufacture Interface, UK: Elsevier Science & Technology Books.

Kalpakjian, Serope, 1985, Manufacturing Processes for Engineering Materials, London: Addison-Wesley Publishing Co.

cover_1

NOTE: Download Buku Di Sini !!!

ISTILAH – ISTILAH DALAM PELUMAS KENDARAAN

Minyak Pelumas (Oli)

Minyak pelumas bahan dasarnya dari minyak dasar mineral, minyak dasar alami atau minyak dasar sintesis. Minyak pelumas saat ini sebagian besar dibuat dari minyak dasar mineral yang berasal dari tambang yang diolah dengan cara penyulingan. Apabila persediaan minyak bumi sudah menipis, minyak pelumas dibuat dari minyak sintesis, nabati, atau hewani. Minyak pelumas dengan bahan dasar alami merupakan minyak pelumas yang paling baik. Akan tetapi saat ini jumlahnya belum sesuai dengan kebutuhan. Minyak dasar alami berasal dari tumbuh-tumbuhan, misalnya jarak, kopra dan kelapa sawit, minyak ini dapat juga dibuat dari lemak hewan.
Sedangkan minyak pelumas dengan minyak dasar sintesis, dibuat dari bahan-bahan yang dipergunakan sebagai dasar membuat minyak pelumas. Dewasa ini minyak peluas dibuat dari bahan dasar minyak alami atau mineral dengan bahan tambahan berasal bahan-bahan kimia

Viskositas Minyak Pelumas

Viskositas minyak pelumas menunjukkan kemampuan terhadap laju aliran minyak Viskositas minyak ditentukan dengan mengukur sampel minyak. Pengolahan dilakukan dengan memanaskan minyak tersebut sampai suhu tertentu, kemudian dialirkan melalui lubang pada viskomeer. Lamanya waktu yang diperlukan untuk meneteskan minyak pelumas dari viskometer ke gelas ukur, menentukan nilai kekentalan minyak pelumas. Minyak pelumas yang mengalirkan lebih cepat, viskositasnya rendah, sedangkan yang mengalirnya lambat viskositasnya tinggi.

Suatu badan international yaitu Society of Automotive Engineers (SAE), mempunyai standar kekentalan dengan awalan SAE di depan index kekentalan. SAE telah membuat indeks kekentalan yang iikuti dengan huruf W, yang menunjukkan kekentalan minyak pelumas pada temperatur -20 derajat C dan disebut kekentalan rendah. Mesin yang memakai minyak pelumas dengan kekentalan rendah, mudah dihidupkan, khususnya pada musim dingin. Pelumas dengan kekentalan rendah ditandai dengan SAE 10 W, SAE 25 W, SAE 20 W. Sedangkan minyak pelumas untuk kebutuhan sampai temperatur 100 derajat C, tidak ditandai dengan huruf W, tetapi SAE 30, SAE 40, SAE 90 dan seterusnya.

Minyak pelumas yang dapat memenuhi kebutuhan pada temperatur rendah, yaitu pada saat mesin mulai dihidupkan dan dapat memenuhi kebutuhan saat mesin sudah panas disebut minyak pelumas multi grade oil (serbaguna). Misalnya SAE 5 W – 20, SAE 10 W – 20, SAE 10 W – 30, SAE 10 W – 40, SAE 20 W – 50 dan seterusnya.

SAE 20 W – 50, artinya minyak pelumas standar SAE 20 pada temperatur – 12 derajat C dan standar minyak pelumas sampai SAE 50 pada temperatur 100 deg C.
(Sumber: Buku Motor Otomotif)

Tugas Firewall yang Sudah Masuk

Apria Ilhamaesa                                               J. Hengki Prsetyo                       Athan Sumiati                    Hizbul Bahri                               Ririn Rubiyanti                            Evi Lestari                        Ismardiana Eliya                                  Alex Koswara

Note: Yang sudah merasa kirim tapi namanya tidak ada 1×24 jam harap lapor rt Saya !!

Tambahan:

Saputro Eko P                  M. Syafei

Ujian Susulan Dasar Sistem Kontrol

Berikut jawab dengan singkat:

1. Apa yang dimaksud transfer function?
2. Apa yang dimaksud sistem lingkar terbuka? Beri contoh dalam kehidupan sehari-hari.
3. Apa yang dimaksud sistem lingkar tertutup? Beri contoh dalam kehidupan sehari-hari.
4. Apa yang dimaksud sistem stabil atau tidak stabil?
5. Berikan satu contoh transfer function yang stabil !
6. Berikan satu contoh transfer function yang tidak stabil ? Berikan alasannya mengapa tidak stabil?
7. Sebutkan tokoh-tokoh yang berjasa dalam mengembangkan teori tentang sistem kontrol !
8. Sebutkan satu contoh sistem kontrol buatan Indonesia !

OPERA Software Presentation at Computer Engineering Dept. of UNISMA

To day, June 23, 2009, at Computer Aided Tridimensional Interractive Application (CATIA) lab, there is Opera software presentation. The topic is about free web browser, opera, that has many strong points: fast, free, flexible and so on. The attendance are student of computer engineering.

occ_persentation

By the way, network task (with boson) must be finish at final exam, don’t be late.

occ_unisma

Yuk … bergabung dgn komunitas kampus dunia di Opera Campus Crew (OCC)

Era  internet tidak bisa lepas dari Web. Saat ini web tidak hanya bisa dijalankan di PC/laptop, melainkan di handphone. Salah satu web browser yang dapat bekerja dengan baik di handphone adalah Opera. Opera sangat ringan, dengan kemampuan kompress-nya sehingga baik di lingkungan ber-bandwidth rendah, terutama di kampus dengan hotspot yang digunakan bersama.

Ingin menjadikan web kita memenuhi standard? Ingin mengetahui seluk beluk dunia web? Mari bergabung di komunitas ini. Info lebih lanjut lihat: OPERA BLOG.

Risanto, Dwiza and Me

Risanto, Dwiza and Me 2

Pertemuan XII: Sistem dan Basis Data CAD

Pengenalan CATIA

CATIA  yang merupakan singkatan dari Computer Aided Three-dimensional Interactive Application merupakan aplikasi CAD/CAM/CAE komersial yang dibuat oleh perusahaan Perancis Dassault System dan dipasarkan oleh IBM. Program disain ini dibuat dengan bahasa C++.

CATIA memiliki pendamping antara lain: Siemens NX, Pro/ENGINEER, Solid Works, Autodesk Inventor dan Solid Edge.

Kelebihan CATIA dibanding program yang lain adalah CATIA mensuport tahapan-tahapan yang ada dalam pembuatan suatu produk dari disain konseptual (CAD), disain manufacturing (CAM) hingga analisa (CAE).

Perusahaan besar yang telah memanfaatkan CATIA adalah BOING dan US Navy Submarine. Dan makin bertambah seiring berjalannya waktu antara lain: BMW, Porsche, Daimler Chrysler, Audi, Volkswagen, Fiat, Peugeout, Citrun, Renault, Toyota, Honda, Ford, Scania, Hyundai, Skoda Auto, Proton, Tata Motors dan lain-lain.

Pertemuan VI: IT Policy & Strategy Management

Extending the enterprise

IT dengan organisasi memiliki pengaruh timbal balik. IT dapat memangkas organisasi level tengah (sering diistilahkan dengan delayering). Tinjauan ulang: organisasi terdiri dari level atas (dengan EIS-nya) yang berfungsi sebagai sumary, level menengah (dengan MIS-nya) yang berfungsi monitoring, sedangkan level menengah bersifat detil.

Apa buktinya kondisi saat ini uncertain and dynamic (tak tentu dan dinamis)? Kasus krisis global dan flu babi.

Kohesi? Coupling? Suatu modul yg melakukan suatu fungsi tertentu harus memiliki kohesi yang tinggi, tetapi antara satu fungsi dengan fungsi lainnya harus losely couple. Agar dalam merubah satu fungsi tidak mempengaruhi fungsi lain.

Mengapa hubungan antara satu bisnis dengan bisnis lainnya harus losely couple? Agar kita mendapatkan aspek flexiblitas dan bargaining power yang tinggi. Jadi organisasi harus berfungsi selayaknya jaringan yang terdiri dari node (titik) yang bekerja bersama dalam mencapai suatu kebutuhan tertenu.

2 goal yg harus diperhatikan dalam merancang organisasi adalah differentiation (3 generic strategi: cost leadership, differentition, focus dari M Porter).

Swot analysis? Digunakan untuk membuat strategi bisnis  dengan melihat kekuatan, kelemahan, tantangan dan kesempatan.

Di sini diferensiation melakukan grouping terhadap suatu organisasi. Bagaimana? Dilakukan dengan cara horizonal (unit terspesialisasi) dan vertikal (unit yg menuntukan power). Dengan differentiation kita dapat mengatur komplexity (ingat makin banyak jumlah komunikasi, makin besar jalur komunikasi).

Berbeda dengan diferentiation, integration menentukan hubungan antara titik satu dengan titik lain agar supaya mereka dapat mencapai tujuan umum dan dapat menghasilkan satu keuntungan.

Tiga tipe network relationship: task based, information or expertise, dan social relationship.

Kapan dibutuhkan suatu tightly couple? Jika kondisi kompleks, tak tentu, turbulense.

Istilah: Node àorganisasi, node network àhubungan antar organisasi. Bagaimana menghubungkan antara satu node dengan node yang lain apakah tightly atau losely diistilahkan dengan governance.

Governance (tata kelola)? Membuat aturan (rule), ada 3 model tata kelola: market, hirarki dan partnership.