Pertemuan VI: IT Policy & Strategy Management

Extending the enterprise

IT dengan organisasi memiliki pengaruh timbal balik. IT dapat memangkas organisasi level tengah (sering diistilahkan dengan delayering). Tinjauan ulang: organisasi terdiri dari level atas (dengan EIS-nya) yang berfungsi sebagai sumary, level menengah (dengan MIS-nya) yang berfungsi monitoring, sedangkan level menengah bersifat detil.

Apa buktinya kondisi saat ini uncertain and dynamic (tak tentu dan dinamis)? Kasus krisis global dan flu babi.

Kohesi? Coupling? Suatu modul yg melakukan suatu fungsi tertentu harus memiliki kohesi yang tinggi, tetapi antara satu fungsi dengan fungsi lainnya harus losely couple. Agar dalam merubah satu fungsi tidak mempengaruhi fungsi lain.

Mengapa hubungan antara satu bisnis dengan bisnis lainnya harus losely couple? Agar kita mendapatkan aspek flexiblitas dan bargaining power yang tinggi. Jadi organisasi harus berfungsi selayaknya jaringan yang terdiri dari node (titik) yang bekerja bersama dalam mencapai suatu kebutuhan tertenu.

2 goal yg harus diperhatikan dalam merancang organisasi adalah differentiation (3 generic strategi: cost leadership, differentition, focus dari M Porter).

Swot analysis? Digunakan untuk membuat strategi bisnis  dengan melihat kekuatan, kelemahan, tantangan dan kesempatan.

Di sini diferensiation melakukan grouping terhadap suatu organisasi. Bagaimana? Dilakukan dengan cara horizonal (unit terspesialisasi) dan vertikal (unit yg menuntukan power). Dengan differentiation kita dapat mengatur komplexity (ingat makin banyak jumlah komunikasi, makin besar jalur komunikasi).

Berbeda dengan diferentiation, integration menentukan hubungan antara titik satu dengan titik lain agar supaya mereka dapat mencapai tujuan umum dan dapat menghasilkan satu keuntungan.

Tiga tipe network relationship: task based, information or expertise, dan social relationship.

Kapan dibutuhkan suatu tightly couple? Jika kondisi kompleks, tak tentu, turbulense.

Istilah: Node àorganisasi, node network àhubungan antar organisasi. Bagaimana menghubungkan antara satu node dengan node yang lain apakah tightly atau losely diistilahkan dengan governance.

Governance (tata kelola)? Membuat aturan (rule), ada 3 model tata kelola: market, hirarki dan partnership.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s