Pertemuan III: Metode Pemeliharaan

Inventarisasi Aset

Sehebat apapun maintenance, akan sia-sia jika kita tidak tahu barang/aset apa saja yang kita miliki. Berapa PC, Laptop, Printer, Program apa saja yang digunakan di perusahaan kita. Oleh karena itu cara inventarisasi aset sangat penting.

Salah satu pondasi suatu inventarisasi aset adalah pencatatan identitas barang. Ada dua jenis pencatatan yaitu Tag Number dan serian number. Tag number diberikan oleh suatu perusahaan sedangkan serial number oleh pabrik pembuat. Selain itu, khusus IT, pencatatan ip address juga penting, bahkan kalau lengkap disertai nama user pengguna.

Suatu Personal Computer yang perlu dicatat antara lain serial number / tag number:

1. Casing

2. Monitor

3. Mouse dan Keyboard

Ditambah lagi jika ingin detail, S/N harddisk, CD ROM, RAM dan komponen penting lainnya. Namun untuk lebih mudahnya dengan menyegel Casing dan yang dicatat S/N casing ajah.

Sebagai tugas, di lab disain ada sekitar 20 PC, tolong dicatat serial numbernya ya .. (berkelompok saja).

Pertemuan I: Perancangan Produk

Hari/tgl : 09-09-09

Pengertian Manufaktur

Walaupun manufacture telah ada sejak 5000 – 4000 SM, kata manufacture baru muncul pada tahun 1567, sedangkan manufacturing digunakan 100 tahun kemudian yakni tahun 1683 (Kalpakjian, 1995). Manufacture berasal dari kata yunani “manus” yang artinya tangan dan “facere” yang berarti membuat. Jika digabung menjadi manufactus yang artinya membuat dengan tangan (hand-made). Dengan kata lain seperti diutarakan oleh DeGarmo, et al., (1988), berarti: The conversion of stuff into things (mengubah bahan dasar menjadi benda).

Dalam konteks yang lebih modern diartikan: “Membuat produk dari bahan mentah dengan menggunakan berbagai proses, peralatan, operasi dan sumber daya manusia mengikuti rencana terinci di awal.

Pengertian Sistem Manufaktur

Sistem manufaktur didefinisikan oleh Lucas, (1992), sebagai kombinasi yang terintegrasi dari proses, sistem pemesinan, manusia, struktur organisasi, aliran informasi, sistem kontrol dan komputer, yang dimaksudkan untuk memperoleh suatu produk yang ekonomis serta memiliki keunggulan kompetitif secara internasional.

Input dan Output Sistem Manufaktur

Input dari Sales, material, energ, SDM, modal dan perencanaan, sementara outputnya produk, profit dan reputasi.

Kategori Sistem Manufaktur

Sistem manufaktur dibagi menjadi dua kategori besar yaitu:

–          Discrete Part Manufacturing

–          Continuous Part Manufacturing

Discrete Part Manufacturing melibatkan proses manufaktur barang individual yang dibagi menjadi kategori:

–          Project Manufacture : Memproduksi dengan peralatan yang fixed

–          Jobbing Shop Manufacture: Untuk produksi yang jumlahnya sedikit, pekerja terlatih

–          Batch Manufacture: Mirip job shop, tetapi tiap komponen dilewati dr operator satu ke yang lain. Ukuran produksinya sedang.

–          Mass/Flow Manufacture: Produksi skala besar, dengan material handling dan proses yang baik.

Sebagai tambahan, terdapat cellular manufacturing, dimana proses dikumpulkan dalam satu grup dalam menghasilkan produk.

Processing Strategies

Empat strategi yang dilakukan dalam manufaktur antara lain:

–          Make to Stock (MTS) : Memproduksi tanpa menunggu permintaan

–          Assembler to Order (ATO): Merakit setelah ada permintaan

–          Make to Order (MTO): Membuat berdasarkan spesifikasi pelanggan

–          Engineer to Order (ETO): Seperti MTO tetapi peran pelanggan sangat tinggi.

Teknik Manufaktur dan Teknik Industri

Ada dua jurusan yang bertanggung jawab dalam suatu manufaktur yaitu teknik industri dan teknik manufaktur. Teknik industri bertanggung jawab dalam mensuport teknik manufaktur dalam pengorganisasian dan penghitungan biaya dan overhead seperti diungkapkan Tanner, (1996). Teknik industri terlibat dalam:

–          Metode Analisa : Mencari cara meningkatkan produktivitas

–          Pengukuran kerja: Menghitung lama kerja serta standar waktu tiap tugas.

–          Plan Layout: Menentukan tata letak dan hubungannya dengan produktivitas.

–          Material Handling: Mencari teknik yang tepat dalam aliran materialnya.

–          Plant Maintenance: Merencanakan perawatan yang tepat.

Teknik manufaktur,  di sisi lain bertanggung jawab terhadap suluruh fase dalam product manufacture, kecuali disain. Empat area khusus dibawah tanggung jawabnya:

–          Pengembangan Sistem Manufaktur: Bekerja sama dengan teknik industri (metode analisa) dalam rangka peningkatan produktivitas.

–          Pengembangan Proses: Menganalisa dan mengevaluasi proses serta hubungannya dengan perkembangan teknologi terkini.

–          Evaluasi Proses: Mengevaluasi kemampuan tiap perangkat produksi, bekerja sama dengan bagian quality engineering.

–          Perencanaan Proses: Berbekal tentang ilmu permesinan, perkakas, material dan ilmu lain yang mendukung dimanfaatkan menghasilkan proses yang terbaik.

Pertemuan IV: Metode Riset

BAB I    PENDAHULUAN

BAB II   LANDASAN TEORI

BAB III  METODOLOGI PENELITIAN

________Pembangunan Sistem / Prototipe

BAB IV  HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V   KESIMPULAN DAN SARAN

Daftar istilah jika 6 atau 7 ditambahkan di bab I, kalo banyak lampirkan di glosary.

 

BAB I:

Latar Belakang (jangan terlalu luas)

Masalah Penelitian

Identifikasi Masalah (masalah yang bisa diangkat dari thessis yg dibuat)

Batasan Masalah (memang memungkinkan tapi  mengingat waktu, biaya dan tenaga, penelitian ini hanya dibatasi ….).

Rumusan Masalah (pasang dalam bentuk kalimat tanya, bisa satu atau beberapa – riset question: faktor2 apa sajakah yang … bagaimana membuat suatu prototipe ..? dll). Setiap jawab dari inti masalah harus tercermin di kesimpulan !! Kalo masalah 3 item, di kesimpulan min 3. Rumusan masalah menyentuh hipotesis sehingga bisa lebih dari 3 item. Hubugannya dengan hipotesis? Item2 yang perlu diuji.

Ct. Bgmn tata kelola it di bsi? Berapa besar tngkat kematangan tata kelola bsi saat ini? Bgmn cara perbaikan yg harus dilakukan? Hipo: dlm penelitian ini diajukan hipotesis sbb: kalimat if – then, hipotesis 0: ct: Menurut ITG1 2005 current status untuk it gov pada level 2. Diduga tingkat kematangan tata kelola bsi saat ini berada pada level 2. (target perbaikannya di 3,5)

Tujuan dan Manfaat

Tujuan: tercermin dari apa yg dtuangkan dlm rumusan masalah, misal: memperoleh info tata kelola saat ini, memperoleh gambaran tingkat kematangan, merangkum apa yang harus dilakukan ke depan. Keterkaitannya dengan pemilik perusahaan atau pihak2 yang terkait dengan obyek penelitian.

Manfaat

Sistematika Penulisan

(boleh ditambahkan daftar istilah, kalo banyak tambahkan di lampiran glosary.

 

BAB II:

Tinjauan Pustaka : harus match dengan judul yg dipilih, IT Gov, tata kelola, dll. Ditarik dari text book atau jurnal2 terkait yang lain (disarankan text book saja). Louden, O’brien, Lukman, dsb. Cobit 4.0. IT IL

Tinjauan Studi Terdahulu yang Terkait (riset2 yang lalu atau di tempat lain ada kaitannya dengan judul/penelitian Anda – usahakan minimal 3). Jika akses di internet: kapan aksesnya?

Tinjauan Obyek Penelitian  (jangan hanya struktur organisasi)

Kerangka Konsep Penelitian

Kerangka Pemikiran (pemecahan masalah): pendekatan yang akan dilakukan, bentuknya diagram alir, namun demikian sajikan di jalannya uraian terhadap gambar itu. Singkat saja !!! misal nama variabel, kisi2 penelitian.

Langkah-langkah Penelitian

Hipotesis  : Link dengan rumusan masalah yang membutuhkan hipotesis. Ketika merumuskan hipotesis Anda harus mempunyai patokan knp hipotesis keluar? Hipotesis ini dikembankan atas dasar ketentuan yang dituangkan dalam ITGI 2005 (Cobit) …

 

BAB III:

Jenis Penelitian: Riset seperti ini banyak ragamnya, 1) bersifat diskriptif 2) Eksplanatif – menjelaskan mengenai pengaruh…thd… 3) Eksploratif – belum ada basis konsepnya, tata kelola di perusah A blm di audit. Boleh dipetik dari buku2 metodologi yang lain.

Variabel Penelitian (penting: variabel operasi), variabel eksogen – mempengaruhi variabel lain (asal tanda panah), variabel endogen – dipengaruhi dan mempengaruhi variabel lain.

Metode Pemilihan Sampel:  gariskan dulu populasi dlm penelitian ini adalah …, apa itu sample-nya: sampel adalah individu yang …, Teknik penarikan Sample (beda acak dgn sembarang). Acak=random sampling, sembarang=porposif sampling – tidak semua mendapat kesempatan yang sama.

JUMLah = Merepresentasikan tidak? SEM: lebih dari 100. (dilebihkan agar tetap 100 jika ada yg didelete). Di hasil : disampaikan – sample-nya adalah …

Metode Pengumpulan Data : Harus disebutkan 2 data: primer dan sekunder. Primer didapatkan dari observasi/sensus di lapangan. Data sekunder diambil dari data pustaka, jurnal, publikasi terkait atau akses internet.

Instrumen Penelitian: berkaitan dengan data primer, bentuknya bisa daftar kuesioner yg memiliki format end – close atau open.

End – close: dalam bentuk pernyataan, sy menyukai produk ini karena kemudahannya – tinggal di contreng (tegas: ss, ts,..).

Skala pengukuran bisa lickert (skala 1 – 5), gootman dan semantik diferensial (skala interval – ujungnya saja – dgn cara menyilang tanda). Lickert dirubah parametrik dengan suksessive interval.

Jika skala sdh minimal interval ?

Instrumen peelitian ditarik dari kisi-kisi. Misal: Indikator kemudahan, 4 pertanyaan. Instrumen selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.

End – open: Bagaimana motivasi belajar di lingkungan subbid A? Teknik mengolahnya menggunakan ez-text.

Metode Analisis : Dikenalkan dlm 2 bentuk, 1) deskriptif – tdk menyimpulkan 2) inferensial – boleh menarik kesimpulan. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji-t.

Ct. Bgmn tata kelola it di bsi? àdeskriptif

Berapa besar tngkat kematangan tata kelola bsi saat ini? àKuantitatif

Bgmn cara perbaikan yg harus dilakukan? à deskriptif. Grafik jaringan sarang laba2.

Biaya dan Jadwal Penelitian

 Risalah Singkat Penelitian : Merupakan penelitian yg penting bagi user karena .. meningkatkan revenue, efektivitas dan sebagainya.

Harapan-harapan yang terkait dengan :

Persetujuan Proposal Penelitian: Diharapkan proposal ini dapat diterima. Penelitian berjalan dengan lancar.

Kelancaran Pelaksanaan Penelitian

NOTE: Selain hasil dan pembahasan harus dilanjutkan dengan implikasi penelitian (aspek manajerial, aspek sistem dan aspek penelitian lanjutan).

PERTEMUAN I: METODE PEMELIHARAAN

Hari/Tanggal    : Kamis, 3 September 2009

Metode pemeliharaan merupakan satu step sebelum troubleshooting, bekerjanya saat piranti sebelum mengalami gejala-gejalan kerusakan. Perbaikan membutuhkan kerja yang responsif, sedangkan perawatan membutuhkan kerja yang preventif. Namun tetap saja memiliki obyek yang sama.

Mata kuliah ini selain bekerja sama dengan troubleshooting, bekerja sama juga dengan komunikasi data I, yang menangani network (kabel, piranti komunikasi dan softwarenya). Rencananya perkuliahan dibagi dua: sebelum UTS menangani perawatan hardware, sedangkan setelahnya menangani software.

Pert I: Pengenalan Metode Pemeliharaan

Pert II: Dekstop PC

Pert III: Laptop

Pert IV: Server

Pert V: Piranti Komunikasi

Pert VI: Network Cable

Pert VII: Wireless Network

Pert VIII: Standard Operation Procedure (SOP)

Ujian Tengah Semester (UTS)

Pert IX: Sistem Operasi

Pert X: IT Security

Pert XI: Anti Virus

Pert XII: Backup

Pert XIII: Registry Cleaner & Defragmentasi

Pert XIV:  Standard Operation Procedure

Ujian Akhir Semester (UAS)

Pertemuan ini menjelaskan secara garis besar semua hal di atas. Untuk lebih jelasnya dapat mendownload ebook yang tersedia.

PUSTAKA

Rosch, W.L, 2003, Hardware Bibble, USA: Que Publishing.

Mueller, Scott, 2003, Upgrading and Repairing Laptop, USA: Que Publishing.

Mueller, Scott, 2006, Upgrading and Repairing Server, USA: Que Publishing.

Karbo, Michael, 2005, PC Architecture, Denmark: Michael Karbo and ALI Aps.

PERTEMUAN I: PERENCANAAN PRODUK

Hari / Tanggal  : 2 September 2009

Berikut ini resume dari pertemuan pertama. Perkuliahan yang direncanakan 14 pertemuan (minimal 12 pertemuan) berisi materi antara lain:

Bab I: Pentingnya Manufaktur

Bab II: Mengembangkan Produk yang Sukses

Bab III: Struktur Proses Perencanaan Produk

Bab IV: Review terhadap Disain: Merencanakan dalam rangka menjamin kualitas

Bab V: Pertimbangan dan Pemilihan Bahan

Bab VI: Pemilihan Bahan dan Proses

Bab VII: Merencanakan Perakitan dan Perombakan

Bab VIII: Merencana untuk Perawatan

Bab IX: Merencanakan fungsi

Bab X: Merencana untuk kegunaan produk

Bab XI : Menciptakan Harga Jual Produk

Bab XII: Menelusuri permintaan pasar terhadap suatu produk

Bab XIII: Merencanakan Fasilitas Manufaktur

Bab XIV: Isu – Isu Lingkungan

 Referensi:

Mital, Anil, Anoop Desai, Anand Subramanian, Aashi Mital, (200?), Product Development – A Structured approach to Consumer Product Development, Design and Manufacture, India: BH.

Scallan, Peter, 2002, Process Planning: The design/manufacture Interface, UK: Elsevier Science & Technology Books.

Kalpakjian, Serope, 1985, Manufacturing Processes for Engineering Materials, London: Addison-Wesley Publishing Co.

cover_1

NOTE: Download Buku Di Sini !!!

PERTEMUAN III: DECISION SUPPORT SYSTEM & METODE RISET

Hari/Tanggal : Jum’at & Sabtu, 28-29 Agustus 2009

Dosen: Dr. Prabowo Pujo Widodo

Pada mata kuliah decision support system (sistem pakar), pa Prabowo memberikan software Balance Score Card. Software ini biasa digunakan untuk mencari faktor-faktor dalam strategi suatu perusahaan/institusi (visi, misi, titik lemah, titik kuat dan sebagainya). Apakah perlu menambah pegawai dan sebagainya bisa memanfaatkan software ini. Software ini lumayan baik, terbukti banyak siswa yang menampakkan “wajah kagum” (istilah yang diberikan oleh pa Prabowo).

Software balance score card bisa diinstall asalkan tidak terinstall transtool di laptop kita (software rekso). Untuk temen – temen yang ngambil konstentrasi e-business kayaknya ga diberi software tersebut oleh pa Prabowo, sebaiknya minta dari temen2 MIS.

Untuk Metode Riset, hari ini diajarkan cara pembuatan proposal. Power pointnya ada pada kami. Setelah selesai kuliah, banyak siswa yang mengajukan proposal, termasuk saya yang mengajukan tugas pa Dana (IT Policy & Strategic Mngmt) untuk dijadikan Thessis. Dan disarankan mengambil judul pemilihan strategi dengan software bantuan AHP (expert choice). Untuk kuesionernya sedikit berbeda dengan bu Nita c.s yang sepertinya menggunakan AMOS. Dengan tambahan utaut pada variabel mediatory-nya (apa itu? variabel yang mendukung pengaruh satu variabel dengan variabel lainnya). Yang menarik adalah Faisal yang mengajukan DRP (disaster resource planning – kalo ga salah sih).

Yang terpenting adalah dalam pemilihan judul harus mengetengahkan aspek IT (supaya tidak sama dengan jurusan Magister Management). Oke deh Pak !!

Bodi dan Sasis Skydrive, Skywave dan Spin

Melanjutkan tulisan terdahulu: https://rahmadyatrias.wordpress.com/2009/07/24/skydrive-skywave-spin-apa-bedanya-ya/

DIMENSI BODI
SPIN
Meskipun ketinggalan memasuki pasar skutik mungil, desain bodi spin tak kalah trendy. Dilengkapi dengan beberapa fitur penerangan yang lebih inovatif khas suzuki, serba tajam dan tetap tak meninggalkan unsur estetika.
Pada desain cover head mengalami penggantian, dengan model lebih ramping, sesuai dengan keinginan pasar. Tradisi desain skutik single console box juga diaplikasi, lengkap dengan bagasi berkapasitas 5 liter serta tangki 3.7 liter.
Memiliki dimensi bodi yang paling mungil di antara dua saudaranya, Spin diproyeksikan untuk handal meliuk di kemacetan kota.
SKYWAVE
Desain bodi lebih bongsor dan diharapkan disuka oleh pria. Mencolok pada perbandingan bodi buritan dan dimensi jok. Tampilan bodi pada Sky Wave mengusung tema moge prototype Suzuki yang serba tajam, kental tersaji pada tampilan dobel head lampnya serta front top cover. Dilengkapi dengan dobel console box serta bagasi 20 liter berdampingan tangki BBM 4,7 liter.
Dengan dimensi bodi yang paling bongsor dibandingkan kedua saudaranya, menunggang Skywave lebih nyaman untuk jarak jauh, karena dengan dimensi bongsor jelas wheelbase juga lebih jauh sehingga bantingan suspensipun lebih lembut apalagi ditopang oleh dua sokbreker belakang membuatnya lebih stabil untuk jarak jauh.
SKYDRIVE
Pada desain bodi terdapat kombinasi aura modif dan unsur sporty yang kental. Konsep modifnya terlihat pada bodi depan yang serba tajam khas identitas Suzuki, serta perpaduan dobel head lamp yang inovatif.
Unsur sporty kental pada desain buritan khas motor sport yang dipermanis stop lamp model terbaru dengan sein terpisah. So, berlaku di tahun ini, detail body Sky Drive sempurna dari depan hingga buritan. Tak tertinggal dobel console box tertata apik menyatu bodi. Selain itu 20 liter bagasinya terletak di depan tangki berkapasitas 3,9 liter.
Ini dia yang istimewa, Sky Drive benar-benar diposisikan di antara Spin dan Sky Wave. Termasuk juga dimensi bodinya, so saat dicoba, cukup lincah menelusuri jalan macet dengan bantingan suspensi masih nyama.
KAKI KAKI
Ada perbedaan yang mendasar sehubungan dengan handling dan manuver masing-masing skutik. Yakni penempatan as roda depan. Skydrive dan Skywave model center axle, yakni as roda berada simetris dengan fork slider.
Efek special, handling saat bermanuver jadi lebih ringan. Selain itu ketika menciptakan turning radius lebih besar, dapat dilakukan lebih stabil. Desain fork slider Skydrive juga mengalami perubahan, dengan tambahan nat serta perbedaan diameter yang menjadikan fork slidernya terlihat lebih modis.
Sedang Spin as rodanya berada lebih ke belakang dari posisi fork slider. Untuk memenuhi tuntutan di kelasnya yang bersaing lincah. Sok belakang menganut model spiral berperedam kejut, Spin dan Skydrive menganut model single sok dan skywave dobel sok.
Posisi sudut sok belakang juga berbeda. Skywave sudut sok belakang lebih kecil, tapi dudukan sok atas berada lebih di depan, sehingga membutuhkan beban besar untuk memantulkannya. Sedang Spin dan Skydrive memiliki sudut yang sama lebar. Untuk desain spiral, Skywave dan Skydrive sudah mengaplikasikan model double action, dengan kontur renggang rapat.

(Sumber: Oto Trend)

Pertemuan II: Decision Support System

Dosen: Dr. Prabowo P.W

Ruang: 101

Hari: Jumat, 14 Agustus 09

Setelah pertemuan minggu lalu pa Prabowo memberikan software DS Win2, sekarang diberikan lagi software expert choice. Lumayan bisa digunakan untuk membandingkan produk-produk yang akan kita gunakan. Misalnya kita akan memilih, motor matic mana saja yang akan kita beli (skywave, spin, vario dan mio).

Expert

Cara membandingkannya adalah, misal skywave: tenaganya dibanding spin berapa kali, dibanding vario berapa kali dan dibanding mio berapa kali. Tentu saja  subyektif, tetapi kalo yang memberi jawaban samplenya banyak, lumayan akurat sih.

Di akhir kuliah pa Prabowo cerita, seorang wanita yang mengalami masalah di duburnya sedang berobat. “pa dokter, sy sakit apa ya?”, kata si ibu. “Oke, kalo gitu saya periksa dengan termometer dulu”. Akhirnya diperiksalah si ibu. “Pa dokter, itu bukan dubur!”, kata si ibu, kaget. “Tenang bu, ini juga bukan termometer kok”.

ISTILAH – ISTILAH DALAM PELUMAS KENDARAAN

Minyak Pelumas (Oli)

Minyak pelumas bahan dasarnya dari minyak dasar mineral, minyak dasar alami atau minyak dasar sintesis. Minyak pelumas saat ini sebagian besar dibuat dari minyak dasar mineral yang berasal dari tambang yang diolah dengan cara penyulingan. Apabila persediaan minyak bumi sudah menipis, minyak pelumas dibuat dari minyak sintesis, nabati, atau hewani. Minyak pelumas dengan bahan dasar alami merupakan minyak pelumas yang paling baik. Akan tetapi saat ini jumlahnya belum sesuai dengan kebutuhan. Minyak dasar alami berasal dari tumbuh-tumbuhan, misalnya jarak, kopra dan kelapa sawit, minyak ini dapat juga dibuat dari lemak hewan.
Sedangkan minyak pelumas dengan minyak dasar sintesis, dibuat dari bahan-bahan yang dipergunakan sebagai dasar membuat minyak pelumas. Dewasa ini minyak peluas dibuat dari bahan dasar minyak alami atau mineral dengan bahan tambahan berasal bahan-bahan kimia

Viskositas Minyak Pelumas

Viskositas minyak pelumas menunjukkan kemampuan terhadap laju aliran minyak Viskositas minyak ditentukan dengan mengukur sampel minyak. Pengolahan dilakukan dengan memanaskan minyak tersebut sampai suhu tertentu, kemudian dialirkan melalui lubang pada viskomeer. Lamanya waktu yang diperlukan untuk meneteskan minyak pelumas dari viskometer ke gelas ukur, menentukan nilai kekentalan minyak pelumas. Minyak pelumas yang mengalirkan lebih cepat, viskositasnya rendah, sedangkan yang mengalirnya lambat viskositasnya tinggi.

Suatu badan international yaitu Society of Automotive Engineers (SAE), mempunyai standar kekentalan dengan awalan SAE di depan index kekentalan. SAE telah membuat indeks kekentalan yang iikuti dengan huruf W, yang menunjukkan kekentalan minyak pelumas pada temperatur -20 derajat C dan disebut kekentalan rendah. Mesin yang memakai minyak pelumas dengan kekentalan rendah, mudah dihidupkan, khususnya pada musim dingin. Pelumas dengan kekentalan rendah ditandai dengan SAE 10 W, SAE 25 W, SAE 20 W. Sedangkan minyak pelumas untuk kebutuhan sampai temperatur 100 derajat C, tidak ditandai dengan huruf W, tetapi SAE 30, SAE 40, SAE 90 dan seterusnya.

Minyak pelumas yang dapat memenuhi kebutuhan pada temperatur rendah, yaitu pada saat mesin mulai dihidupkan dan dapat memenuhi kebutuhan saat mesin sudah panas disebut minyak pelumas multi grade oil (serbaguna). Misalnya SAE 5 W – 20, SAE 10 W – 20, SAE 10 W – 30, SAE 10 W – 40, SAE 20 W – 50 dan seterusnya.

SAE 20 W – 50, artinya minyak pelumas standar SAE 20 pada temperatur – 12 derajat C dan standar minyak pelumas sampai SAE 50 pada temperatur 100 deg C.
(Sumber: Buku Motor Otomotif)

Sukses akan Mencium Kaki Anda saat Anda Merayakan Kehidupan dengan Karma Baik

oleh Anand Krishna untuk The Bali Times

http://www.aumkar.org/ind/?p=151

Ketika Anda menggunakan istilah “Hukum Karma” dalam bahasa Indonesia, lazimnya mengacu pada hukuman. Kata Indonesia “hukum,” memiliki makna ganda. Bisa berarti “hukum” atau bisa juga “hukuman.”

Tidak demikian dalam bahasa Bali. Karma bukanlah “hukum” atau “aturan penghukuman.” Karma ialah “aktivitas” atau “tindakan.” Apapun yang Anda dan saya lakukan ialah karma. Ini ialah “hukum” dalam pengertian bahwa ini tak bisa dielakkan. Tak ada yang bisa melarikan diri darinya. Ini seperti hukum gravitasi, atau hukum fisika lainnya. Jadi Hukum Karma ialah Hukum Aksi.

Hukum Karma mengikat kita semua. Apapun yang kita lakukan menjadi sebuah “sebab,” dan setiap “sebab” dikuti oleh “akibat.” Jadi penderitaan kita di masa kini ialah jumlah dari beberapa sebab di masa lalu, begitupula dengan kebahagiaan kita. Pada saat yang sama, apa yang kita lakukan hari ini menjadi sebuah sebab bagi keceriaan atau penderitaan esok hari.

Hukum sebab dan akibat menjaga dunia tetap berputar. Hukum menciptakan dualitas penderitaan dan kesenangan, kemuraman dan keceriaan, saat-saat desolasi dan konsolasi.

Jika Anda bahagia saat ini, bersiaplah untuk bersedih pada saat berikutnya. Karena tak ada kebahagiaan dan kesedihan yang permanen. Segala sesuatunya berubah. Kehidupan tidak konsisten dan begitupula tindakan kita. Tindakan kita tak selamanya tepat. Kita kadang membuat kesalahan. Kita tak dapat mengharapkan segalanya berjalan lancar sepanjang waktu.

Jika Anda menyukai mawar, maka Anda juga harus mau menerima durinya. Malam dan siang tak terpisahkan. Perjumpaan dan perpisahan saling mengikuti satu sama lain. Hukum Karma, seperti yang saya katakan sebelumnya, tak terelakkan. Lalu bagaimana kita menghadapi hal ini? bagaimana kita melakukan yang terbaik atas hal ini? Bagaimana kita melakukan yang terbaik yang dapat kita lakukan sepanjang waktu, untuk menggaransi hanyalah yang terbaik yang menjadi hasilnya?

Sekitar 5.000 tahun lalu, Krishna mengatakan kepada sahabat ksatria-nya Arjuna di medan perang Kurushetra: “Lupakan hasil. Fokus pada apa yang kamu sedang lakukan!” jika Anda menanggapi dengan berkata, “Tapi itu sulit,” maka Anda tidaklah sendirian. Arjuna juga menanggapinya dengan berkata: “Harus ada motivasi.”

“Tidak,” kata Krishna. “Ia yang termotivasi oleh sesuatu atau seseorang untuk bertindak ialah orang yang lemah. Mereka kekurangan kekuatan dari dalam diri. Mereka orang yang lumayanan. Jadilah seorang ksatria, bukan orang yang lumayanan. Lakukan tugasmu tanpa pamrih, tanpa memikirkan hasil, dan keluarannya. Fokus pada apa yang sedang Anda lakukan, bukan pada hasilnya.”

Saya bukanlah pemain golf. Saya juga menentang pembangunan lapangan Golf di Bali. Membuat lapangan Golf di sini tidaklah bijak. Permainan ini ditemukan di Skotlandia, di mana iklim, lanskap dan tanah lapangnya begitu kondusif untuk permainan ini. Bali berbeda sekali iklim, lanskap, tanah lapang dan kecantikan alamnya. Merubah Bhali menjadi Skotlandia tentu tidak bijak. Tapi ijinkan saya menggunakan analogi permaian golf untuk menjelaskan “Nishkama Karma,” atau “berkarya tanpa pamrih, tanpa harapan pada hasil atau motivasi apapun.”

Ketika Anda memukul bola golf, Anda harus mefokuskan segala perhatian pada proses memukul tersebut, dan bukannya pada hasilnya. Jika Anda fokus kepada hasil dan keluarannya, jika Anda fokus kepada lubangnya, maka anda kemungkinan besar justru meluputkannya.

Fokus pada apa yang Anda lakukan, lakukan yang terbaik. Jangan biarkan dirimu terpecah oleh pikiran dan hasil. Curahkan segala energimu pada apa yang sedang Anda lakukan. Dalam melakukan hal ini, anda akan melakukan yang terbaik sesuai kapasitas dan kemampuanmu.

Inilah Nishkama Karma, atau bertindak tanpa pamrih tanpa memusingkan hasilnya. Bagi masyarakat Bali jaman dahulu, ini bukan sekedar konsep, tapi sebuah prinsip hidup. Pelukis Bali akan melukis tanpa memusingkan pendapatan finansial, tapi menikmati proses melukis itu sendiri. Sama halnya pematung Bali dahulu kala akan memahat untuk memahat itu sendiri. Dan para artis tersebut menciptakan karya yang luar biasa indah – keajaiban yang menjadi nyata, beberapa di antaranya bahkan sekarang disimpan di museum di luar negri.

Kini hal itu telah berubah. Dolar, pondsterling, euro, dan yen memotivasi para pelukis dan pemahat untuk “memproduksi.” Kreativitas digantikan oleh produktifitas. Seni direduksi menjadi sekedar proses produksi. Artis telah menjadi pekerja dan kuli perdagangan. Sekarang, mereka terpaksa bersaing dengan pekerja dan kuli lainnya di dunia perdagangan. Mereka dikutuk untuk bekerja dengan dan untuk pedagang yang serakah.

Bali harus memfokuskan kembali potensinya, kekuatan dari dalam dan melakukannya. Dengan cara ini Bali akan meraih kembali keunikannya yang telah hilang selama bertahun-tahun.

Nishkama Karma harus sekali lagi menjadi semangat Bali dan masyarakat yang luar biasa di pulau ini. Mari kita bekerja Bali dan melakukan apa yang terbaik sesuai kapabilitasnya, tanpa terpecah atau terpikat oleh pendapatan materi yang cepat didapat tapi hanya sementara.

Anda dapat merusak alam dan ekosistem dalam waktu singkat dengan merubah daerah yang subur menjadi lapangan golf. Tapi untuk membenahi ini, Anda membutuhkan waktu puluhan tahun. Butuh satu genarasi untuk memperbaiki kerusakan yang Anda buat hari ini.

Oleh sebab itu inilah karma buruk saat Anda membangun dan mendirikan sesuatu yang tak sejalan dengan alam dan potensimu. Dan sebaliknya juga benar, ketika Anda membangun dan mendirikan sesuatu yang segaris dengan alam dan potensimu, Anda pasti akan sukses, karena telah melakukan karma baik.

Percantik Bali – percantik tempat di mana kamu tinggal; ciumlah kesuburan yang memberkahimu dengan tumbuhan dan nutrisi lainnya. Bersyukurlah kepada Bunda Alam Semesta atas segala pemberian yang dianugerahkan bagimu. Bekerjalah dan lakukan tugasmu dengan semangat ini, dan Anda tak akan pernah melenceng. Anda akan mengakumulasikan karma baik.

Terakhir tapi penting, apa yang paling penting ialah untuk merubah paradigma lamamu. Bekerja tanpa pamrih. Fokuskan segala energimu pada pekerjaan yang sedang Anda lakukan, pada kewajiban yang ada di depan mata – maka Anda tak akan melakukan kesalahan. “Sukses akan mencium kakimu,” seperti tradisi sungkem yang ada di kepulauan ini.

Bekerja tanpa pamrih ialah bekerja untuk keuntungan banyak orang. Bekerja tanpa pamrih ialah berkarya bagi kepentingan masyarakat, bangsa dan dunia ini – tempat satu-satunya di mana kita hidup.

Anda boleh berkulit putih atau kuning, coklat atau hitam – hukum Nishkama Karma berlaku bagi kita semua, untuk Anda dan saya. Cobalah ini dan lihatlah yang terjadi pada dirimu betapa lebih banyak kehagiaan bagimu, betapa banyak keceriaan Anda menjadi. Nishksma Karma ialah cara untuk merayakan kehidupan!

Anand Krishna ialah seorang aktivis spiritual dan penulis. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi http://www.anandkrishna.org dan http://www.aumkar.org atau hubungi Aryana atau Debbie di 0361 7801595 atau 8477490

oleh Anand Krishna untuk The Bali Times

Terjemahan Bahasa Indonesia oleh Nugroho Angkasa

Bagian IV IT Strategic

Nih .. hasil adu cepat ngetik dengan presentasi Pa Dana  .. (kalah juga saya):

3 cara menentukan prioritas

  1. Pembobotan aplikasi CSF dengan Balance Score Card (dengan point)
  2. Apa layanan it itu?

Suatu spectrum, bisa sangat teknis, bisa bisnis atau kedua-duanya.

  1. Apa infrastructure?

Hardware dan software. Mengapa penting? (beri 3 alasan utama).

  1. Untuk memberikan pelayanan

IT Strategi harus selaras dengan bisnis strategy

 

Agenda:

Memahami strategi infra

Memahami strategi pemilihan teknologi

Memahami strategi pengembangan aplikasi

Memahami arsitektur data

 

Bagaimana mengakuisisi suatu sistem: Melakukan sendiri, outsource, beli

 

Jenis keahlian dalam TI

Business service: kuat di bisnis, organsiasi dan perencanaan

Business support: bisnis dan organisasi dengan kemampuan teknis lumayan

Development support: kuat di teknis, namun memiliki pemahaman bisnis yang mencukupi

Technical services: kuat di teknis.

 

Jenis IT service:

Strategy and planning service

Application development service

Application and technical service: training, app change control, security control

Technology delivery and maintenance service : install PC, kabel, hardware, upgrade software package, dsb

 

Karakteristik IT service:

Yang berperan adalah persepsi user bukan kenyataannya

Harus ada kegiatan untuk mengisi waktu kosong, kalau tidak ada user request.

Keahlian teknis problem solving akan dihargai, tetapi kualitas akan dilihat dari interaksi personal.

Semakin user paham bagaimana sulitnya proses layanan TI tersebut, mereka akan semakim memaklumi kinerja layanan TI. Kenapa? Soalnya sering tidak kelihatan oleh user.

 

Generic service models:

Service bisa dibagi 4 kelompok: service factory (security, network, desktop installation) , job shop (programming and database design), mass service (training, contrack management, staff service skills/attitudes), professional service (consulting, system analysis & design).

 

Gap 3: kinerja bagian layanan yang rendah

–          Ambiguitas dalam peran layanan TI

–          Kurang sumber daya

–          Kurang control

Gap 4: Komunikasi layanan yang buruk (what is the service?)

–          Komunikasi yang tidak seragam terhadap user

–          Sikap untuk terlalu menjanji-janjikan

Gap 5: Perbedaan antara ekspektasi dan persepsi

–          User tidak paham kesulitan dalam menyediakan layanan

–          Ekspektasi sulit dicapai

 

Application Development:

Isu-isunya antara lain:

–          Bisa membangun aplikasi baru dengan cepat

–          Integrasi di seluruh lini bisnis

–          Aplikasi yang mudah dipergunakan

–          Aplikasi yang fleksibel, bisa diperbaharui dengan mudah

–          Semakin menyatu dengan proses bisnis, semakin penting

 

Pendekatan Pengembangan: ( Strategic  or High Potential)

–          Jika aplikasi bersifat support: maka beli

–          Jika strategis: gunakan proses reengineering

 

Kisah kegagalan dan keberhasilan:

Kegagalan:

–          Proyek dipimpin oleh SI/TI yang kurang pengetahuan bisnis

–          Memudahkan segala sesuatu, menganggap requirement sudah jelas

–          Anggapan resiko kecil

–          Sedikit perubahan bisnis

–          Melakukan terlalu banyak perubahan software

–          Cost, no benefits

 

Keberhasilan:

–          Dipimpin oleh unit yang didukung oleh unit SI/TI

–          Business process dikodifikasikan terlebih dahulu

–          Paham perlu perubahan organisasi

–          Ada perubahan proses bisnis/prosedur

–          Mencari titik tengah antara fasilitas built-in software dengan kebutuhan bisnis yang optimal.

Pentingnya Infrastruktur

–          Keberlanjutan kinerja pengembangan aplikasi

–          Memaksimalkan data dan fasilitas yang ada

–          Rapid application development

–          Mengurangi kompleksitas sehingga meningkatkan flesibbilitas

 

Isu infrastruktr dengan bisnis

–          Berusaha mengaitkan d

Tugas Firewall yang Sudah Masuk

Apria Ilhamaesa                                               J. Hengki Prsetyo                       Athan Sumiati                    Hizbul Bahri                               Ririn Rubiyanti                            Evi Lestari                        Ismardiana Eliya                                  Alex Koswara

Note: Yang sudah merasa kirim tapi namanya tidak ada 1×24 jam harap lapor rt Saya !!

Tambahan:

Saputro Eko P                  M. Syafei

Naga Yang Terluka

Seekor naga, ditakdirkan menaungi
Namun di saat ia belum matang
Tak ada yang harus dilakukan selain menunggu
Menunggunya membenahi diri

Seekor naga , lebih nyaman berada di langit
Jangan memaksa kakinya menginjak bumi
Bumi yang terasa aneh
Oleh tuntutan-tuntutannya yang melelahkan

Seekor naga yang telat, mungkin itulah sebutanku
Gerakan yang lambat, bagimu terasa dungu
Hidupnya yang kurang variasi, membosankanmu
Kadang tak peduli, cuek, dan sekehendak hatinya

Cibiran, cacian dan hinaan
Tak mempengaruhi “Aku”, tetapi “aku” sang naga tetap terluka
Ya, seekor naga yang terluka tetaplah naga
Duniamu pasti membutuhkan

dragon_and_sword