My Thunder

sampingI

Inilah kendaraan kedua saya setelah jupiter-z. Saat mengendarai jupiter-z dulu, saat membawa barang berat (tas besar) yang diletakkan di antara kaki, ternyata nyaman saat bermanuver. Muncullah fikiran untuk mengendarai motor “lelaki” yang berat di tengah (karena tanki bensin). Setelah dicari-cari, ternyata yang paling murah adalah thunder-125. Alhasil, terbelilah thunder -125 versi lama (non-kick starter) tahun 2004.

Berikut ini kelebihan thunder-125:

  1. Untuk jarak jauh, tidak capek dan stabil. Apalagi motor saya sudah ganti stang (milik tril – yamaha) dan ditambah “riser” (alat untuk menambah tinggi dudukan stang).
  2. Irit. Antara shogun dan spin, ternyata thunder paling irit (asal belom di “otak-atik”).
  3. Body OK. Walaupun murah, ternyata struktur rangka, body, assesoris tidak “murahan”. Terbukti sanggup menahan bobot berat. Padahal motor saya di bagian belakang dipasang box, temen-temen sy nyebutnya “magic jar”. “jangan-jangan si …. muat di box lu, mat”, kate temen ane. “ya iyalah muat, asal dipotong-potong dulu, he he he…”. Coba bandingkan, diameter, ukuran, panjang dsb dengan motor saingan (bajaj xcd-125 ato megapro) lebih besar.
  4. Tanki besar. Cocok untuk para pencinta modif (jadi sport ok, jadi touring ok). Tapi kayaknya sih cocok untuk modif jenis touring.
  5. Bandel. Ini bukan monopoli thunder. Sepertinya, seluruh merk suzuki bandel (kalo nggak rusak parah, masih bisa jalan). Ukuran mesin suzuki yang lebih besar memberikan toleransi antar komponen menjadi besar (tetapi resikonya kurang efisien/boros) sehingga lebih “bandel” , karena kerusakan satu part tidak menulari yang lain, beda dengan honda yang kecil dan efisien/irit, tapi resikonya satu part rusak bisa menulari yg lain/merembet.
  6. Pelek racing. Untuk jalan jauh, jalan malem, jalan ancur, cocok. Tentu saja asalkan ban sudah diganti tubeless. Alhamdulillah, sampai saat ini ga pernah dorong. Bahkan kalo kena paku, sempet nunda besok nambelnya (sy jadi punya langganan tukang tambal khusus).
  7. Komunitas yang baik. Walupun sy tidak pernah masuk ”club” krn dilarang istri, tetap saja kalo di jalan suka ”di sapa” para bro – bro thunder lainnya. Tapi ruginya ya itu, kurang informasi sehingga banyak ketipunya (bengkel nakal).
  8. Banyak komponen alternatifnya. Karburator bisa diganti punya King, bohlam lampu punya vespa. Klakson, sy ganti punya mercedes.

Bagaimana kelemahannya?

  1. Kapasitas mesin kecil (125 cc). Ini mah semua orang tau. Tapi, rasio transmisinya lumayan baik untuk tarikan, walaupun untuk top speed kalah sama spin (kaya peluru larinya). So, sebaiknya di modif touring (aspek kenyamanan yang utama, bukan speed). Tapi, thunder sepertinya dirancang untuk RPM tinggi agar bisa lari lebih kencang. RPM tinggi berarti kerja mesin lebih berat, efeknya panas dan dapat dilihat, sirip thunder panjang-panjang dibanding motor lain. Tapi sy sih ga pernah make RPM > 5 (di atas 60 km/jam), karena selain getarannya terasa banget (apalagi ga diservis-servis) ya .. boros.
  2. Ga ada engkol. Tapi itu kan versi yang lama. Untuk versi berikutnya ternyata ada engkol (walaupun kata temen sy yg punya, tidak pernah dipake). Tetapi tetap saja harga jual untuk yang ga ada engkolnya turun deh.
  3. Harga jual jatuh. Walaupun masih di atas king, tetap saja harga jual thunder (khusus yang ga ada engkol jatuh) terjun bebas. Untungnya belom ada peraturan pemerintah yang melarang orang beli motor bekas.
  4. Butuh perawatan kelistrikan. Saya sudah ganti spul (dinamo yang tugasnya ngisi aki) dan kiprok (regulator yang ngatur arus bolak-balik dari dinamo menjadi arus searah ke aki). Waktu itu gara-gara ga pernah ngecek air aki, aki jadi rusak. Kiprok ikut rusak gara-gara akinya saya ganti aki kering. Akhirnya saya balik ke aki basah lagi (o iya, aki thunder 125 kapasitasnya di atas aki tiger lho – 8ah).
  5. Body (bagian plastik) mudah retak karena benturan. Tapi jangan takut, bisa di-replace. Sy sudah ganti tutup kiri (untuk angin), abis 50 ribu, dan bagian belakang sudah retak gara-gara dudukan box bawaan. Akhirnya sy dateng ke las khusus motor (di deket saya ada khusus las tiger) jadi kokoh sekarang (abis 150 ribu). Walaupun harus ijin kantor karena datengnya hari biasa (soalnya hari minggu/libur ga kebagian, maklum, khusus tiger coy).