Pertemuan IV: Software Project Management

Pertemuan IV:

Hari/tgl: sabtu 16 Mei 09

Dosen: Dr. Sukrisno Mardiyanto, M.Eng.

Your PM Proses : why, what, how do dan done.

Langkah primer perencanaan:

–          Identifikasi scope proyek dan tujuan

–          Mengidentifikasi lingkungan organisasi proyek

–          Menganalisa karakteristik proyek

–          Mengidentifikasi produk proyek dan aktivitasnya

–          Memperkirakan usaha tiap aktivitas

–          Mengidentifikasi resiko

–          Mengalokasi sumber daya

–          Review

Dokumen yang dihasilkan : documen dan produk (SD, SQAP, SCMP, Risk Management Plan, Software Process Improvement Plan, Communications Management Plan, Migration Plan,oprerational plan.

Sebagai PM, pilih dokumen yang cocok. Sebaiknya ada SDP, dll.

Produk document: statemen of need, system interface spec, software req, dll.

Software Project Survival Guide: (lihat ebook).

Planning:

–          Berapa biayanya?

–          Akan dilaksanakan berapa lama?

–          Berapa banyak orang yang dibutuhkan?

–          Apa yang bisa menjadi masalah?

Software Development Plan

–          SPMP

–          Beberap orang menganggap paling penting adalah SRS (menyatukan beragam dokumen)

Communication Management Plant

–          Bisanya bagian dari SPMP

–          Menggambarkan aliran informasi ke seluruh bagian (mengambil dan mendistribusikan info).

–          Status meeting-nya: bulanan, mingguan, harian serta status report adalah vital.

Planning, estimating dan scheduling merupakan satu paket.

Plan: identify activitas, tak ada waktu dan hari yang jelas.

Estimating: menentukan ukuran dan lama suatu pekerjaan.

Schedulling: menambah start dan akhir dengan waktu yang jelas serta hubungan dlm pekerjaan itu.

Bagaimana Membuat Schedule:

  1. Menentukan apa yang butuh dikerjakan

Dengan Work Breakdown Structur (WBS)

  1. Mengidentifikasi berapa banyak (ukuran)
  2. Menentukan ketergantungan
  3. Seberapa lama proyek akan berjalan?

Mempartisi Proyek Kita:

–          Kita harus mendekomposisi proyek menjadi potongan kecil.

–          Semua proyek harus mempartisi

–          Membagi dan menguasi

–          Dua penyebab kegagalan: lupa sesuatu yang kritikal dan salah sasaran.

Work Breakdown Structur: WBS

–          List hierarchy dari aktivitas kerja

–          2 format:

Outline

Graphical tree

–          Dengan sistem penomoran desimal, contoh: 3.1.5

–          Termasuk development, mgmt dan pekerjaan pensupport proyek

Contract WBS (CWBS) – untuk memantau pelaksanaan pekerjaan secara kasar

–          2/3 level

–          High level tracking

Project WBS:

–          Ditentukan oleh PM dan team

–          Detil

–          Lihat power point pa sukrisno, cepet banget ..

WBS Chart Example

–          Mirip HIPO 0.0 dipecah 1.0, 2,0 dst

Tipe-tipe WBS:

–          Process WBS

–          Product WBS

–          Hybrid WBS

(contoh ada di slide)

WBS diaplikasikan biasanya menggunakan Gantt Chart (bisa dengan ms project)

Work Packages

–          Pekerjaan terpisah dengan hasil yang telah didefinisikan

–          Seperti daun pada pohon

–          Aturan one-to-two : biasanya 1 atau 2 orang untuk 1 atau 2 minggu

–          Dasar dari monitoring dan reporting progress.

–          Edealnya lebih singkat dari yang panjang.

(makin kecil skala makin sulit di-manage)

WBS:

–          List of aktivitas bukan benda

–          List of item, dapat datang dari beragam sources (SOW, proposal, brainstorming, stakeholder, dan tim)

–          Menggambarkan aktivitas menggunakan bahasa “bullet”.

Estimation:

–          Target vs committed Dates

Target: diproposed oleh bisnis/marketing

–          Jangan commit segera

–          Commited: setelah tim setuju

LOC Estimate Issues

–          Bagiamana mengetahuinya?

–          Bagaimana jika bahasa yang berbeda?

–          Bagaimana dengan gaya programmer?

–          Statistik: rata-rata produktivitas programmer 3000 LOC/yr

–          Banyak pendekatan algoritmik setelah requirements.

Function Point

(bagian2 dari software yang terkait dengan fungsi).

–          Menghitung bisnis function per kategori

–          Buat faktor kompleksitas

–          Mengeset bobot pengali untuk masing2 (0 >15).

–          Hasilnya akan di ajust menghasilkan

–          Menghitung influence multiplier dan apply

–          Hasilnya functional point pertama.

Wideband Delphi

(dibahas pada pertemuan lain)

COCOMO

Stand for Cosnstructive Cost Model

–          Mengijinkan tipe aplikasi, ukuran dan COST driver

–          Hasil keluarannya dalan Person Months.

Mengetahui Deadlines:

Tahun fiskal dls

Parkinson’s Law

“Work expands to fill the time available”

Student Syndrome

“Procrastination until the last minute

Pertemuan VI: IT Policy & Strategy Management

Extending the enterprise

IT dengan organisasi memiliki pengaruh timbal balik. IT dapat memangkas organisasi level tengah (sering diistilahkan dengan delayering). Tinjauan ulang: organisasi terdiri dari level atas (dengan EIS-nya) yang berfungsi sebagai sumary, level menengah (dengan MIS-nya) yang berfungsi monitoring, sedangkan level menengah bersifat detil.

Apa buktinya kondisi saat ini uncertain and dynamic (tak tentu dan dinamis)? Kasus krisis global dan flu babi.

Kohesi? Coupling? Suatu modul yg melakukan suatu fungsi tertentu harus memiliki kohesi yang tinggi, tetapi antara satu fungsi dengan fungsi lainnya harus losely couple. Agar dalam merubah satu fungsi tidak mempengaruhi fungsi lain.

Mengapa hubungan antara satu bisnis dengan bisnis lainnya harus losely couple? Agar kita mendapatkan aspek flexiblitas dan bargaining power yang tinggi. Jadi organisasi harus berfungsi selayaknya jaringan yang terdiri dari node (titik) yang bekerja bersama dalam mencapai suatu kebutuhan tertenu.

2 goal yg harus diperhatikan dalam merancang organisasi adalah differentiation (3 generic strategi: cost leadership, differentition, focus dari M Porter).

Swot analysis? Digunakan untuk membuat strategi bisnis  dengan melihat kekuatan, kelemahan, tantangan dan kesempatan.

Di sini diferensiation melakukan grouping terhadap suatu organisasi. Bagaimana? Dilakukan dengan cara horizonal (unit terspesialisasi) dan vertikal (unit yg menuntukan power). Dengan differentiation kita dapat mengatur komplexity (ingat makin banyak jumlah komunikasi, makin besar jalur komunikasi).

Berbeda dengan diferentiation, integration menentukan hubungan antara titik satu dengan titik lain agar supaya mereka dapat mencapai tujuan umum dan dapat menghasilkan satu keuntungan.

Tiga tipe network relationship: task based, information or expertise, dan social relationship.

Kapan dibutuhkan suatu tightly couple? Jika kondisi kompleks, tak tentu, turbulense.

Istilah: Node àorganisasi, node network àhubungan antar organisasi. Bagaimana menghubungkan antara satu node dengan node yang lain apakah tightly atau losely diistilahkan dengan governance.

Governance (tata kelola)? Membuat aturan (rule), ada 3 model tata kelola: market, hirarki dan partnership.