Cloud Computing

 

Kantor-kantor yang sering kita jumpai biasanya menyediakan satu ruangan khusus yang berisi server dengan alat komunikasi yang lumayan banyak. Dengan AC yang super dingin dan terus dijaga kebersihannya, mau tidak mau, perusahaan menyediakan staf khusus yang bertanggung jawab akan kelangsungan sistem yang ada. Bagaimana jika server beserta piranti-piranti yang berharga mahal itu kita serahkan ke vendor-vendor dalam pengelolaannya? Tentu saja banyak ruang dan sumber daya yang dapat dihemat. Kita tinggal membayar vendor tersebut yang saat ini bahkan sistem informasi manajemennya juga telah tersedia dan bereslah semua urusan. Konsep tersebut dikenal dengan istilah Cloud Computing.

Tidak semua institusi saat ini berminat dengan cloud computing. Misalkan, data suatu perusahaan, tentu saja tidak serta merta bersedia menitipkan pada Cloud. Cloud computing bermaksud memberikan efisiensi dan efektifitas dalam memanfaatkan sumber daya. Misalnya, saat Anda ingin berangkat ke kantor, jika Anda menggunakan mobil, ketika tiba maka mobil Anda parkir dan tentu saja tidak memiliki nilai ekonomis karena tidak dimanfaatkan. Konsep Cloud Computing mirip ketika Anda ingin berangkat kerja, Anda memanfaatkan kendaraan umum. Tinggal bagaimana Anda percaya terhadap kendaraan umum tersebut. Untuk kondisi jalan dan armada yang masih amburadul seperti di Jakarta, tentu saja banyak yang tidak berminat. Begitu juga Cloud Computing, jika security, kecepatan akses dan sebagainya belum maksimal, selama itu pula orang belum berminat menggunakan Cloud Computing.


Salah satu contoh langsung adalah, tulisan ini ditulis menggunakan google (http://www.docs.google.com). Di mana file ini tersimpan, terus terang saya tidak tahu, tapi saya mempercayakannya kepada google. Jika komputer saya tidak terinstall Microsoft Office, maka saya masih bisa mengetik memanfaatkan salah satu aplikasi Cloud Computing ini. Saat ini saya sedang tertarik meneliti masalah ini. Chao …

Mengkoneksikan Database Ke Matlab – Bagian 2

Menyambung tulisan yang lalu (https://rahmadyatrias.wordpress.com/2011/02/22/mengkoneksikan-database-ke-matlab-–-bagian-1/), berikut ini akan dipaparkan bagaimana cara menghubungkan Matlab dengan Open Database Connectivity (ODBC) yang telah dibuat. Setelah ODBC dibuat dengan software apapun, Windows akan menjembatani antara software database dengan beragam aplikasi. Inilah yang sedikit membantu, hanya saja, ODBC berplatform Windows.

Cara paling gampang untuk mengkoneksikan suatu database dengan Matlab adalah dengan memanfaatkan Visual Query Builder yang ada pada toolbox Matlab. Cara ini merupakan cara paling mudah (tanpa coding), sangat disukai oleh para Mahasiswa S2 yang alergi dengan coding. Jangan heran ya, kalo menjumpai mahasiswa komputer yang alergi ama coding.

Gambar berikut ini menunjukkan tampilan jendela visual query builder (querybuilder) yang membantu kita mengambil dan mengirim data dari Matlab ke database dan sebaliknya. Sebelumnya, Anda harus telah membuat ODBC, karena jika belum, pada “data source” database Anda tidak ada. Perhatikan, karena saya telah membuat ODBC bernama rab, maka tampak pada “data source” ODBC milik saya.

Jika saya klik “rab” maka Matlab akan melakukan proses pemanggilan tabel yang akan diletakkan di kolom “Tables”. Dan jika tabel “barang” saya klik, maka akan menampilkan Fields yang terdiri dari kode, nama dan harga. Misalnya saya akan membuat suatu variabel, katakanlah “Kode” yang berisi data kode pada tabel barang, maka klik “kode” pada Fields dan beri nama variabel dengan mengetik “Kode” pada MATLAB workspace variable. Setelah itu klik “Execute”, maka Matlab secara otomatis akan membuat bahasa SQL “SELECT ALL kode FROM barang dan akan membentuk variabel baru bernama Kode. Ketik pada Command Window, maka Anda akan memperoleh isi dari variabel Kode.

>> Kode

Kode =

‘001’

‘002’

‘003’

‘004’

Bagaimana menerapkannya dalam GUI, seperti form penjualan, pembelian dan sebagainya? Wah, panjang banget ceritanya. Donlot videonya di https://rahmadyatrias.wordpress.com/2009/12/07/tutorial-menulis-program-berbasis-gui-dalam-bahasa-matlab-7 , coba praktekan, semoga berjalan lancar.

 

Upload Tulisan di Blog Via MS Word 2007

Hari/tgl/MK/Ruang/Dosen/: Selasa/15-03-2011/Komp II/Sainstech/Rahmadya Trias, ST, M.Kom.

Pertemuan I:

Mata kuliah Komputer II merupakan kelanjutan dari MK Komputer I. Pada Komputer I, dipelajari dasar-dasar komputer untuk perkantoran seperti MS Word, Excell, Power point disertai internet dasar seperti pembuatan email, blog, e-learning, search engine dan sejenisnya. Sedangkan MK Komputer II bermaksud memberikan penguatan pada MK Komputer I berupa pengintegrasian Office dengan Internet, serta aplikasi berbasis internet lainnya.

Pertemuan pertama membahas cara-cara mengupload tulisan ke blog lewat Microsoft Office Word 2007. Manfaatnya adalah kita dapat membuat tulisan di blog dengan cepat tanpa membuka browser (Internet Explorer, Mozilla firefox, Opera, Safari, Netscape Navigator, Google Chrome dan sebagainya). Untuk itu siswa diharapkan sudah memiliki blog pribadi masing-masing (Blogger, WordPress, dan sebagainya).

Langkah pertama setelah selesai membuat tulisan adalah mengklik icon di pojok kanan word Anda. Kemudian pilih “Publish” dan dilanjutkan mengklik “blog”.

Selanjutnya Anda akan menerima jendela konfirmasi apakah langsung meregistrasi blog Anda atau menundanya. Klik “Register Now”.

Berikutnya Anda diminta memilih jenis blog yang Anda miliki. Berhubung Saya menggunakan wordpress, maka saya memilih wordpress.

Setelah mengklik “Next” maka Anda akan diminta memasukan alamat blog Anda beserta user ID dan Passwordnya. Di sini ada sedikit perbedaan antara blogger dengan wordpress. Pada wordpress Anda diminta memasukan juga alamat blog, sedangkan pada blogger Anda tidak diminta memasukkan alamat blog (sedikit lebih praktis). Khusus pengguna wordpress, masukan alamat blog Anda di tempat yang ditentukan dan jangan lupa tanda kurung “< >” dihapus terlebih dahulu.

Agar proses upload cepat, ada baiknya Anda mengklik “Remember Password”, tapi jika Anda menggunakan komputer umum sebaiknya jangan dicentang tapi dengan resiko diminta sering memasukkan user name dan password. Jika login berhasil, maka akan muncul pesan proses registrasi telah selesai. Berikutnya Anda tinggal memasukkan Judul dan kategori. Langkah terakhir adalah klik “Publish” yang berarti instruksi kepada word 2007 untuk mengupload tulisan Anda ke blog. Jika berhasil pada word Anda akan muncul pesan bahwa tulisan berhasil di upload. Selamat Mencoba !

    
 

 

 

Assembly Disain di CATIA V6

Menyambung tulisan yang lalu https://rahmadyatrias.wordpress.com/2010/07/16/opening-catia-v6/, di sini saya akan melanjutkan membahas bagaimana membuat komponen dalam format assembly di catia v6. Memang catia v6 cukup menjengkelkan bagi yang biasa menggunakan catia v5, karena beberapa hal. Buka suatu product baru di catia v6 dengan mengklik icon “New Object”

Maka anda akan membuat sebuah produk yang akan digambar di catia v6. Beri nama produk Anda, misalnya “Produk Baru”. Maka IDE Catia v6 akan muncul (mirip catia v5). Di sini anda akan menambahkan komponen-komponen baru yang akan dirakit menjadi produk baru tersebut. Pada “Produk Baru” klik kanan, pilih Insert – Mechanical Produk, pilih 3D Shape, beri nama, misalnya “Landasan”.

Maka Anda telah berhasil membuat komponen baru bernama “Landasan”. Selanjutnya Anda misalnya diminta untuk membuat komponen baru berupa tabung di atasnya, lakukan cara yang sama dengan cara sebelumnya. Sehingga pada navigasi muncul komponen tabung.

Untuk menggambar komponen, dobel klik pada nama komponen sehingga toolbar-toolbar gambar muncul pada IDE catia v6. Selamat mencoba, hasil akhir misalnya seperti gambar berikut ini.

Pada gambar di atas landasan dan tabung adalah dua komponen yang terpisah, tetapi di sini formatnya adalah 3DXML yang terus terang membingungkan. Tapi ga pa pa lah.. namanya mencoba. Use your imagination ..

3as

 

Pilih Ibu Atau Istri ?

Siang itu saya sedang mengetik silabus dan RPP dalam rangka persiapan kuliah semester ganjil ini sebelum tiba-tiba dihentikan oleh messenger dari istri di HP saya. “Mas .. ada seminar bagus nih, tentang design hidup” – kata pesan itu. Terus terang saya baru dengar, “ada-ada aja?” – balasku via messenger. “Gimana sih ?” – balas isteriku. Biasa, emang begitu wataknya, mudah tersinggung. Mau nggak mau saya harus mengirim pesan, ya, pesan perdamaian. Sebab pertempuran bisa berlanjut di rumah. “Kayak the secret?” – tanyaku dengan nada ingin tahu. The secret adalah buku terkenal karya R. Byrne, yang berisi tentang kekuatan dari keinginan. “Ya, mirip, pembicaranya orang mesin lho,” – lanjutnya. Wah, tambah heran lagi saya. Tapi emang banyak orang mesin yang aneh-aneh kok, seperti saya ini, yang hobinya bukannya bongkar mesin, malah “Ngoding program” (walaupun mesin-mesin jaman sekarang, isinya coding semua).

Sampai di rumah pembicaraan berlanjut lagi, masih dengan topik yang sama. “Ya ampun”, – kataku dalam hati. “Mas waktu seminar, ada yang tanya ke pembicara seminar, seandainya ibu kita dan istri kita mau jatuh ke jurang, mana yang harus ditolong terlebih dahulu?”, – tanyanya. Tanpa pikir panjang, saya langsung jawab, “Ibu !”. Ya ampun, itu ternyata jawaban yang keliru menurut istri saya. “Salah mas, kata pembicaranya, ya, tolongin dua-duanya”,- katanya menjelaskan,”kan kayak the secret, kalo kita ingin, hal-hal yang mustahil bisa saja terjadi, seperti mukjizat, gitu lho”. Terus terang terjadi debat kusir, walaupun saya berikan dalil hadist nabi yang berisi bahwa ibu disebut tiga kali sebelum bapak, dalam hal penghormatan kita, selain ada pepatah/hadist bahwa surga di bawah telapak kaki ibu. Benar kata Iwan Fals, wanita itu, setan logika kalo berdebat. “Gimana sih !”, – katanya dengan nada jengkel, “Brak!!”, – suara pintu kamar mandi agak dibanting, saat ia ke kamar mandi.

Entah dapat ide dari mana, anak saya yang masih bayi berusia mau empat bulan, sengaja saya ajak ngomong, dengan nada yang agak keras agar terdengar oleh istri saya yang masih berada di kamar mandi. “Adik Dimas, besok kalo udah gede, jangan ngelawan ama orang tua ya”, -kataku. Anakku tentu saja tidak ngerti, malah senyum-senyum aja. “Apalagi sama Mama, udah ngandung sembilan bulan, udah gitu dibelek lagi waktu ngelahirin (cesar)”, – kataku, “Nanti kalo udah gede, misalnya mama ama istri mau masuk ke jurang, tolongin mama dulu ya”, -pintaku. Tiba-tiba istriku yang baru keluar dari kamar mandi nyerocos, “Tolongin dua-duanya dong”. Kali ini baru kena batunya dia, he he .. lain di mulut lain di hati. “Mama udah ngurus dede dari bayi sampe gede kok, istri, paling baru kenal beberapa tahun, masak sih sejajar?”,-kataku kepada si bayi. Kayaknya si dede setuju, terbukti saat itu juga “ee”, rasain. “Waduh .. kebagian ee-nya doang nih”, -kata istriku sambil menghampiri si dede lalu melepas pempersnya.