Meditasi

Banyak buku yang membahas konsep meditasi. Banyak yang tidak menyukai meditasi terutama agama saya sendiri, Islam. Tetapi menurut saya sih, tidak apa-apa. Jika seluruh kewajiban sudah terpenuhi, sunnahnya juga sudah dijalankan, lalu apalagi? Dari pada korupsi, kolusi, embat sana embat sini, manipulasi dan sejenisnya, lebih baik meditasi. Tapi itu kan bid’ah (melakukan ritual/ibadah tanpa ada tuntunan rosul)? Oke – saya anggap olah raga saja deh, tidak ada hubungannya dengan Budha, wihara atau atribut-atribut lainnya, walaupun tidak fair juga sih dari sisi ilmiah, menggunakan suatu metode tapi tidak menyebutkan sumbernya. Sebagai orang Islam jika ada umat lain yang puasa dan sunat, misalnya, dan mereka tidak menganggap ide itu dari Islam, toh kita marah juga.

    Dari sisi latihan, memang duduk bersila dan mengamati objek yang muncul tanpa terlibat dan tanpa mengontrolnya langsung, itu seperti orang bertapa dan kurang kerjaan. Tapi saat kondisi meditatif tercapai, kesadaran akan meningkat. Tidak akan ada lagi KKN, penyimpangan atau penghalalan segala cara dan Insya Allah negara akan aman dan damai tanpa perlu ngotot, tak perlu pasal-pasal atau ayat-ayat maupun konferensi-konferensian. Meditasi sendiri tidak hanya dilakukan sambil duduk, jika sudah terlatih maka Anda bisa meditasi sepanjang waktu, sambil berkerja, mengasuh anak, ke pasar, mengajar, belajar dan sebagainya tanpa kehilangan kesadaran, karena menurut saya, tanpa kesadaran kita belum “a hundrad per cent human”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s