Pertemuan XI: Firewalls dan Kemanan Data

Hari/Tgl/Ruang: Senin/17-05-2010/Sainstech-UNISMA

Setelah minggu lalu mempelajari spyware, adware, malware dan rombongannya. Saatnya kita praktek melindungi dari ancaman (thread) dari luar. Untuk materi UAS, renacananya akan ada dua soal yaitu 1). Menutup Port tertentu yang tidak terpakai dan 2). Mengeset rule pada aplikasi email (ada dua pilihan: outlook express atau microsoft outlook) menghindari dari gangguan SPAM atau junk-mail. Semoga bermanfaat.

Untuk panduan setting pada Microsoft Management Console, dapat dilihat pada situs berikut.

UTS Komputer II: Jurusan Penjaskesrek

Hari: Kamis, 6 Mei 2010

Ruang: Sainstech

Mahasiswa diminta menunjukkan alamat email, blog dan domain gratis (Co.cc, Co.nr dan lain-lain) yang dikirimkan ke alamat email: rahmadya.trias@yahoo.co.id. Ketentuannya adalah baik alamat blog maupun alamat email harus mengandung unsur nama yang bersangkutan sesuai absensi. Selamat mengerjakan!

Komputer II – Teknik Mesin s1

Hari/tgl : Senin 3 Mei 2010.

Jurusan: T. mesin S1.

Buat blog, email dan domain name gratis dari blog anda (co.cc, co.nr atau lainnya). Tulis alamat blog dengan lengkap dari http://www. ….. sampai … .com-nya. Untuk MHS non-mesin, tidak perlu menggambar autoCAD. Sedangkan MHS mesin yang tidak ada autoCAD-nya bisa diganti dengan file lain yang berukuran kecil sebagai attachment-nya.

NOTE: Jawaban ditunggu via komentar dan email di rahmadya.trias@yahoo.co.id sampai jam 24.00 wib.

Pengumuman Penelitian Dosen Muda Kopertis Wilayah IV 2010

Setelah lama ditunggu, akhirnya muncul juga pengumuman proposal Penelitian Dosen Muda dan Studi Kajian Wanita yang lolos. Alhamdulillah, Universitas Islam “45” Bekasi menerima 4 proposal yang disetujui antara lain atas nama: M. Ilyas Sikki, Seta Samsiana, M. Amin Bakri dan saya sendiri.

Untuk download daftar penerima bantuan, klik DI SINI

Pertemuan IV: Membuat Blog

Hari/tgl     : Kamis, 15 April 2010

Ruang         : Sainstech UNISMA

Blog bermanfaat untuk melatih kita menulis dan mempublikasikan tulisan ke dunia maya. Tulisan yang baik akan menarik orang yang berselancar di dunia internet. Manfaat yang didapat, beberapa blogger dapat menghasilkan uang dengan cara affiliate marketing.

Latihan: buat suatu blog yang ada unsur nama Saudara (sesuai dengan absensi). Beri tahu alamat blog Saudara (lengkap: http://www. ***) dengan menuliskan komentar anda pada tulisan ini.

AutoCAD vs CATIA

Sebagai pengganti mata kuliah Bahasa Inggris III (Bhs Inggris teknik) rencananya hari rabu s.d  jumat akan diadakan pelatihan AutoCAD dan Catia. Berhubung terbatasnya tempat dan belum semua terinstall rencananya akan dibagi dua yaitu autoCAD dan Catia.

AutoCAD adalah perangkat lunak komputer CAD untuk menggambar 2 dimensi dan 3 dimensi yang dikembangkan oleh Autodesk. Keluarga produk AutoCAD, secara keseluruhan, adalah software CAD yang paling banyak digunakan di dunia.

AutoCAD digunakan oleh insinyur sipil, land developers, arsitek, insinyur mesin, desainer interior dan lain-lain.

Format data asli AutoCAD, DWG, dan yang lebih tidak populer, Format data yang bisa dipertukarkan (interchange file format) DXF, secara de facto menjadi standard data CAD. Akhir-akhir ini AutoCAD sudah mendukung DWF, sebuah format yang diterbitkan dan dipromosikan oleh Autodesk untuk mempublikasikan data CAD.

AutoCAD saat ini hanya berjalan disistem operasi Microsoft. Versi untuk Unix dan Macintosh sempat dikeluarkan tahun 1980-an dan 1990-an, tetapi kemudian tidak dilanjutkan. AutoCAD masih bisa berjalan di emulator seperti Virtual PC atau Wine.

CATIA (Computer Aided Three-dimensional Interactive Application) is a multi-platform CAD/CAM/CAE commercial software suite developed by the French company Dassault Systemes and marketed worldwide by IBM. Written in the C++ programming language, CATIA is the cornerstone of the Dassault Systemes product lifecycle management software suite.

The software was created in the late 1970s and early 1980s to develop Dassault’s Mirage fighter jet, then was adopted in the aerospace, automotive, shipbuilding, and other industries.

CATIA competes in the CAD/CAM/CAE market with Siemens NX, Pro/ENGINEER, Autodesk Inventor and SolidEdge.

Bahasa Inggris III: Pembagian Kelompok Presentasi

Berikut ini pembagian kelompok presentasi dalam Bahasa Inggris:

Mulyadi, Boster Bosu, Ahmad Suhaeri, Ahmad Zulkifli

Fajar Kerta, Abul Basir, Abdi S, Nasum

Muhamad Ahsanudin, Sandi D, Iwan, Dimas

Sopyan Hadi, Imam Rudi, Dico Juang, Adhia Desma

Suryana, Ali Mulyana, Andri Agasi, Marno Bambang

Bachtiar Abdillah, Diky, Doni, Edwin

Priyanto, Rujit Rahino, Adi P, Heryanto

Dadi Suryadi, Yousep Achmad, Miko, Agus

Abas B, Eko aryadi, M. Abdul hadi, Hedry Saputra

Vandu Satria, Eko P, Sri Mulyono, Asep, Supriyatna, Bambang

Untuk MODERATOR:

Angel: Good morning everyone.

Angel: Today we’re presenting the findings of our research into student stress.

Angel: This presentation will last about 20 minutes.

Angel: First Rocky will describe our methodology.

Angel: Then Katie will show the results of our survey.

Angel: …and then I’ll speak about the conclusions we drew.

Angel: After that we’ll take questions.

Angel: And now I’ll hand you over to Rocky.

Rocky: Thanks Angel.

Rocky: As you can see, the title of our research is “Stress and the International Student.

Rocky: Major causes and suggested solutions”.

Rocky: We polled a group of 28 international students.

Rocky: The respondents’ ages ranged from 19 to 30.

Rocky: You can see the variety of nationalities in this column.

Rocky: This is a copy of our questionnaire.

Rocky: We asked students to rate their level of stress from zero to five.

Rocky: Zero was no stress and five was extreme stress. The next question concerned…

Rocky: The next question concerned…

Rocky: … And now Katie will talk about the results.

NOTE: Kelompok boleh berubah, asalkan nanti materi tidak boleh sama antara satu kelompok dengan kelompok yang lain. Yang dicetak tebal untuk sementara jadi ketua kelompok. Persiapkan satu orang sebagai moderator dan siapkan slide dalam format ms power point.

Berikut contoh presentasi dalam power point sebagai patokan, Klik 2009-rahmadya-numerical-computation-integration-r201!! (buat supaya tiap orang kebagian melakukan presentasi).

Bahasa Inggris III: Presentasi Dalam Bahasa Inggris

Diambil dari:http://www.radioaustralia.net.au/indonesian

Komunikasi yang efektif.

Ketika menyampaikan presentasi, anda perlu melihat ke hadirin agar mereka tetap memperhatikan. Usahakan melihat ke setiap orang paling tidak dua kali selama anda berbicara. Dan tersenyum sesekali pada saat yang tepat. Sikap tubuh harus santai dan menunjukkan percaya diri. Bergeraklah dengan bebas dan menggunakan tangan untuk melukiskan apa yang anda maksudkan.

Ketika berbicara nadanya harus santai tapi antusias. Kalau bisa, rekam presentasi anda, supaya anda dapat mengetahui bagaimana kedengarannya bagi orang lain. Tidak usah berteriak tapi perlu suara yang keras dan jelas. Mintalah pada seorang teman untuk mendengarkan dan memberitahu seberapa jauh suara anda dapat didengar. Berikut latihan sederhana untuk membantu suara anda. Ulurkan lengan

sejauh mungkin di depan wajah dengan telapak tangan menghadap ke anda.

Hitung sampai sepuluh dan arahkan suara ke tangan anda. Ketika  berbicara, meskipun santai,  bayangkan bahwa anda menujukan suara  ke tangan anda. Anda akan surprise  bahwa suara anda akan lebih kelas dan lebih keras. Dan buatlah variasi, biarkan suara anda naik turun pada waktu yang tepat. Ingat bahwa bahasa Inggris mengalir seperti sungai. Sekali lagi, minta  seorang penutur bahasa Inggris untuk membantu tekanan dan intonasi yang benar.

Akhiri presentasi dengan kesimpulan dan ringkasan dari  apa yang sudah dibahas. Kemudian tanyakan apakah ada pertanyaan. Beri waktu satu atau dua menit kepada hadirin untuk membuat pertanyaan. Selama waktu ini anda dapat mematikan OHP dan menyalakan lampu. Kalau ada pertanyaan dari seorang yang bicaranya pelan, ulangi supaya didengar oleh semua sebelum anda menjawab. Dan cek apakah jawaban anda memuaskan dengan bertanya, “Does that answer your question?”, “Apakah itu menjawab pertanyaanmu?”

Setelah waktu untuk tanya-jawab habis, agar hadirin tahu bahwa presentasi sudah selesai, katakan, “Well that concludes my presentation”, “Well sekian presentasi saya”. Dan ucapkan terima kasih.

Memperkenalkan diri.  

L1:  Selamat pagi semuanya.

English:  Good morning everyone.

L1:  Hari ini saya akan berbicara tentang  Stress dan Pelajar  Internasional.

English:  Today I’m going to talk about Stress and the International Student.

L1:  Presentasi saya akan berlangsung kira-kira 15 menit.

English:  My talk will last about fifteen minutes.

L1:  Pertama saya akan menjelaskan  metodologi kami.

English:  First I’ll take you through our methodology.

L1:  Kemudian kita akan melihat hasil survey.

English:  Then we’ll look at the results of the survey.

L1:  Setelah itu saya akan menyampaikan kesimpulannya dan kemungkinan solusinya.

English:  Following that I’ll discuss my conclusion and possible solutions.

L1:  Dan kemudian saya akan menjawab pertanyaan.

English:  And then I’ll take questions.

L1:  Memperkenalkan pembicara pertama.

L1:  Dan sekarang waktu saya serahkan kepada John, yang akan membahas tentang metodologi.

English:  And now I’ll hand you over to John, who’ll discuss methodology.

L1:  Kalian lihat dari slide pertama ini bahwa  kebanyakan  pelajar pernah merasa stress.

English:  You can see by this first slide that the majority of students feel some degree of stress.

L1:  Dan grafik ini menunjukkan penyebab utama  stress berkaitan dengan rasa kangen rumah.

English:  And this graph shows a major cause of stress is related to homesickness.

L1:  Jadi kesimpulannya, pelajar yang menggunakan strategi ini dan mencari pertolongan, mendapati bahwa stress mereka mulai berkurang.

English:  So in conclusion, the students who use these strategies and seek help, find that their stress starts to pass.

Menjawab pertanyaan.

L1:  Ada pertanyaan?

English:  Are there any questions?

L1:  Apakah ini menjawab pertanyaanmu?

English:  Does that answer your question?

L1:  Dan sekian presentasi saya.

English:   And that concludes my presentation.

L1:  Mengucapkan terima kasih kepada hadirin.

L1:  Terima kasih, kalian sangat membantu.

English:  Thanks, you’ve been a great audience.

Sekian dulu, untuk menggunakan kata hubung dan “signal word” yang tepat silahkan kunjungi postingan berikut ini.

NOTE: Semoga bisa dijadikan patokan untuk presentasi awal Januari nanti 🙂

 

BAHASA INGGRIS III: TEKNIK MESIN

Iseng-iseng nyari kamus visual dan rencananya mau sy scan trus di upload, eh ternyata di internet ada, lumayan bagus, ga perlu scan lagi. coba klik di sini. So, for the final exam, please study these vocabularies below:

Click link here for details.

Click link here for details.

Click link here for details.

Click link here for details.

NOTE:     For presentation, will be uploaded next time .

TUTORIAL: Menulis Program Berbasis GUI dalam Bahasa MATLAB 7

Hari/Tgl    : Jumat/4 Desember 09

Tempat      : Lab disain

Sebagai materi UAS diharapkan sudah mampu membuat program sederhana berbasis MATLAB, sebagai potokan selain diktat/modul yang diterima.

Untuk mengetahui bagaimana membuat form (dalam MATLAB diistilahkan dengan GUI), KLIK DI SINI.

Untuk menulis listing programnya dalam M-File, coba donlot DI SINI.

Info lebih lanjut, bisa beli buku di sini:

Berikut ini contoh penulis listing program jenis MENU editor, klik di sini.

NOTE: download file di atas dibuat oleh screen2exe (berformat exe) dan bukan virus lho. Sebenarnya bisa belajar sendiri dari Matlabnya, lihat postingan berikut.

Update: 5 Des 2015

Ada yg share untuk penggunaan listbox, ketik guide di command window, siapkan file txt di current directory, sisipkan kode ini di bagian opening function:

gi=fopen(‘namafile.txt’,’r’);
li=fread(gi);
CharData=char(li);
fclose(gi);
set(handles.listbox1,’string’, CharData);

Oiya, petik ‘ sepertinya harus diketik ulang. Jika dirunning akan memunculkan text.

tesaja

 

 

Pertemuan VI: Metode Mengevaluasi Disain Untuk Perakitan

Beberapa metode telah diusulkan oleh para ahli perakitan yang tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi dari sudut pandang perakitan. Metode-metode tersebut antara lain: Hitachi assembly evaluation method, Lucas DFA method, Fujitsu production evaluation system, Boothryod Dewhurst DFA method, AT&T DFA Method, Sony DFA Method dan SAPPHIRE.

1. Hitachy Assemblability Evaluation

Method Metode ini bermaksud menemukan cacat atau kesalahan sedini mungkin. Metode ini memperhatikan baik aspek ekonomis dan aspek kualitas suatu produk. Gambar berikut ini adalah flow diagram Hitachi evaluation method.

2. Lucas DFA Evaluation Method

Metode ini dikemukakan oleh perusahaan Lucas Corporation di Inggris pada tahun 80-an. Metode ini membagi menjadi 3 bagian terpisah dan berurutan (perhatikan gambar di bawah ini).

Functional Analysis membagi fungsi produk menjadi dua yaitu esensial dan nonesensial. Diperoleh persamaan design efficiency (DE):

DE = A/(A+B) x 100

Dengan A fungsi esensial dan B non esensial. Target yang dicapai adalah efisiensi 60 persen. Berikut ini adalah contoh hasil perhitungan untuk part:

3. The Boothroyd – Dewhurst DFA Evaluation Method

Metode ini berdasarkan dua prinsip: Menerapkan kriteria yang menentukan apakah suatu part harus terpisah dari yang lain dan perkiran mengenai biaya perakitan dan handling tiap part untuk proses yang sesuai.

Latihan 2: Metode Pemeliharaan

Kamis, 5 November 2009

Latihan:

Kerjakan soal berikut ini (individu). Jika sudah dikerjakan tidak perlu mengerjakan soal no. 6 dan 8 UTS.

1. Sebutkan syarat ruang server yang baik ! (Lihat panduan di foto kopi – an).
2. Buat form isian (baris dan kolom) yang berisi hasil inventarisasi lab minggu lalu (yang sudah mengumpulkan minggu lalu : Muryanti, Sumiyatno, Sukarta, Budi Santoso dan Taufiq Hidayat, Eko Suprayitno dan Jaka Sulaeman).

Pertemuan V: Desin untuk Perakitan dan Pembongkaran (Design for Assembly and Disassembly)

Merakit suatu produk merupakan fungsi dari parameter disain baik intensive (material properties) maupun extensive (physical atribute). Permasalahan dalam merakit muncul pertama kali saat dimulainya era revolusi industri di Inggris. Kemampuan dalam menciptakan komponen-komponen yang mudah dirakit mempengaruhi kinerja dari sistem manufaktur.

Dalam konteks engineering, dissasembly adalah proses terorganisir dalam memecah produk menjadi komponen-komponen agar lebih mudah dalam perawatan, perbaikan, pengelolaan dan sebagainya. Dissasembly bukan kebalikan dari assembly karena terkadang suatu produk harus dirancang dissambly agar mudah dalam proses produksinya.

1. Design For Assembly (DFA)

DFA dimaksudkan agar diperoleh produk dengan biaya perakita semurah mungkin tanpa meninggalkan aspek kelayakan. DFA selalu melihat dua aspek yaitu functionality dan assemblability. Tiap industri sudah melakukan DFA bertahun-tahun lamanya. Sebagai contoh General Electric mempublikasikan DFA pertama kali pada tahun 60-an sebagai guideline internal para engineer-nya.

Metoda-metoda perakitan yang saat ini digunakan antara lain:

–          Manual Assembly: Metode yang fleksibel, adaptive dan murah tetapi memiliki keterbatasan dari sisi kuantitas.

–          Automatic Assembly: Metode yang fixed, dengan bertambahnya volume, biaya produksi akan berkurang.

–          Fixed and Hard Automation: Hanya memproduksi satu jenis produk saja. Jika produksi meningkat maka biaya manufaktur-nya akan turun.

–          Robotic Assembly: Cocok untuk produksi yang volumenya di antara manual dan automatic.

2. Design Guideline

Berikut ini panduan untuk perakitan manual:

–          Kurangi pengambilan keputusan dari pekerja

–          Yakinkan bahwa produk baik dan bukan hanya terlihat baik

–          Sebisa mungkin mengurangi jumlah komponen individual

–          Hilangkan komponen berlebih, sebisa mungkin gabung dua komponen menjadi satu

–          Hindari proses membolak-balik komponen, aspek gravitasi perlu dipertimbangkan.

Sedangkan untuk perakitan automatic, berikut ini dapat dijadikan panduan:

–          Gunakan metode dalam self-aligning dan self-locating sebaik mungkin

–          Posisikan yang berat di bawah, makin ke atas makin kecil

–          Hindari segala hal yang menciptakan ‘delay’

–          Hindari komponen yang mudah pecah, patah dan rusak

–          Hindari sebisa mungkin merubah posisi komponen yang dapat menambah alat bantu

–          Rancang sebisa mungkin komponen simetris

–          Rancang sebisa mungkin memiliki center gravity di bawah

Berikut ini guideline untuk perakitan robotic:

–          Seimbangkan jumlah dengan tipe komponen, kebanyakan robot lemah dalam ‘repeatability’

–          Gunakan pemegang (grip) sebisa mungkin tidak sering berganti

–          Yakinkan bahwa komponen terpegang dengan sempurna

–          Merakit vertikal harus dimulai langsung dari atas (memanfaatkan gravitasi)

–          Perancang sebisa mungkin mengurangi memutar komponen sebelum dipegang robot.