Pertemuan IV: Bahasa Inggris III

LATIHAN:

Translate berbeda dengan menerjemahkan. Dalam translate kita boleh merubah susunan kata agar sesuai dengan bahasa Indonesia (jika mentranslate ke dalam bahasa Indonesia) atau bahasa Inggris (jika mentranslate ke dalam bahasa Inggris).

Translate ke bahasa Inggris:

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak dapat memberhentikan secara tetap Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (nonaktif), Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto, meski keduanya nantinya berstatus terdakwa. Pemberhentian mereka harus menunggu putusan Mahkamah Konstitusi terkait dengan uji materi Pasal 32 Ayat (1)  Undang – undang Nomor 30 Tahun 2002.

Selain itu, MK juga memerintahkan KPK menyerahkan semua dokumen berupa rekaman dan transkrip yang berhubungan dengan kasus Chandra dan Bibit. KPK harus menyerahkan rekaman dan transkrip itu pada sidang yang akan digelar selasa, 3 November 2009.

Translate ke dalam bahasa Indonesia:

The rapid development of computers and their use in building design have changed the design procedure and method of the air-conditioning engineers and architects. In the past, air-conditioning design calculation focused on the estimation of peak loads which are determined by either manual calculation or simple computing methods. Nowadays, not only the load calculation has become complicated, but also there are requirements at the design stage to conduct energy analysis on the building design. In order to enhance the energy efficiency, it is necessary to conduct quantitative estimation on the building design schemes and assess the energy performance of completed buildings. Using computers to carry out load calculation and energy simulation is an important part of building design and energy efficiency research.

 

This paper briefly introduces the basic principles of building energy simulation, explains its relationship with air-conditioning load and energy calculations, and describe the application in air-conditioning design. It is hoped that the understanding on this subject can be increased and the technique of building energy simulation can be utilised to analyse air-conditioning design so as to achieve a better and more energy efficient building design.

 

Pertemuan III: Struktur Proses Disain Produk

Struktur Proses Disain Produk

Disain adalah suatu kegiatan merepresentasikan ide menjadi bentuk lain yang dapat di-indera. Bentuk lain itu belum berupa barang jadi. Menurut Caldecote, (1989), disain adalah proses mengkonversi suatu ide menjadi informasi yang menjadikan suatu produk tercipta.

Disain berbeda dengan engineer. Dalam disain, tidak hanya aspek teknik yang diperhatikan, aspek-aspek lain seperti estetika perlu juga diperhatikan. Disain berada di tengah-tengah antara kubu industri dan mekanik.

 pert III 

Perkembangan teknologi kini memotong jalur disain, sehingga dari Computer Aided Design (CAD) bisa langsung diproduksi dengan Computer Aided Manufacturing (CAM) dengan software CAD/CAM – nya.

Perubahan paradigma dalam proses disain mengharuskan disainer tidak hanya menggambar untuk kepentingan satu pihak tapi untuk kepentingan seluruh corporate. Perubahan paradigma terjadi, menurut petrosky, (1994):

–          Memenuhi kebutuhan pemodelan

–          Memenuhi kebutuhan pengamanan

–          Mengantisipasi efek skala

–          Menghindari mulai munculnya masalah di tengah jalan

–          Menghindari hipotesis awal yang keliru

–          Terhindar dari “wind tunnel” efect.

Langkah-langkah yang ditempuh dalam rangka mendisain proses antara lain:

–          Problem Definition: mempelajari kebutuhan dan lingkungan

–          Value System Design: mulai mencari tujuan dan kriteria-kriterianya

–          Systems Syntesis: menganalisa alternatif-alternatif

–          Selecting the best system: mengevaluasi alternatif-alternatifnya

–          Planning for action: menspesifikasikan alternatif yang dipilih

 

Dalam menentukan tujuan hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:

–          Performa

–          Lingkungan

–          Life in Service

–          Pemeliharaan

–          Target biaya produksi

–          Transportasi

–          Packaging

–          Jumlah

–          Fasilitas manufacturing

–          Ukuran dan berat

–          Estetika, tampilah dan bentuk akhir

–          Bahan-bahan

–          Product life span: waktu yg dibutuhkan suatu produk untuk siap dijual

–          Standard

–          Ergonomic

–          Kualitas dan kelayakan

–          Penyimpanan

–          Testing

–          Keamanan

–          Kebijakan produk: fasilitas yang perlu ditambah utk menambah daya saing

–          Implikasi sosial dan politik

–          Tanggung jawab produk

–          Instalasi dan operasi

–          Daur Ulang

Tugas II: Perhatikan gambar di bawah ini ! apa maksud gambar bagian bawah?

pert III, soal

Pertemuan I – IV: Komputer I

Coba Edit tulisan ini dengan rincian sebagai berikut:

Margin Kiri: 3 cm, kanan: 3 cm

Huruf: Time New Romance ukuran 12. Judul 16 di-blok hijau dan sub judul 14 diblok warna merah muda. Tulisan Rata Kanan.

MAIL MERGE

Ms Word XP

Mail Merge?

 

Mail (surat) dan Merge (gabungan). Jadi yang dimaksud dengan Mail Merge adalah satu surat yang digabungkan untuk beberapa orang sekaligus. Dimana isi surat yang akan dikirim tersebut, isi, sifat dan jenisnya sama. Contohnya jika kita akan mengundang beberapa customer kita untuk pembukaan cabang baru, sekolah/universitas yang mengundang walimurid untuk menghadiri rapat pleno atau wisuda, rapat kelurahan dan lainnya. Supaya efektif pengerjaannya, maka anda tidak perlu menulis satu surat untuk satu orang. Melainkan anda hanya membuat satu surat master saja, sedangkan nama orang yang akan dituju diketikan dengan dokumen sendiri.

PERTEMUAN II: PERANCANGAN PRODUK

MENGEMBANGKAN PRODUK YANG SUKSES

 

Produk dikatakan sukses jika disukai pasar. Pasar menyukai suatu produk berdasarkan kualitas dan harga. Menciptakan produk yang disukai tidak dapat dilakukan begitu saja, diperlukan konsep pengembangan yang baik.  Langkah-langkah yang perlu dilakukan suatu perusahaan yang akan melakukan aktivitas produksi, antara lain:

–          Menentukan yang dibutuhkan pasar

–          Kebijakan Perusahaan

–          Strategi Bisnis

–          Pencarian Ide

–          Mensintesis Ide – Ide

–          Membuat perencanaan yang detil

–          Memproduksi

–          Memasarkan.

Atribut – atribut dari suatu produk yang sukses dikembangkan:

–          Biaya, baik biaya memproduksi maupun biaya total

–          Kualitas

–          Waktu yang diperlukan untuk memproduksi

–          Mengembangkan teknik produksi masal (repeat production)

Faktor-faktor kunci mengembangkan produk baru:

–          Unik

–          Fokus ke pelanggan dan berorientasi pasar

–          Melakukan pekerjaan rumah yang penting, seperti studi pemasaran, predevelopment dan sejenisnya.

–          Ketajaman dalam mendefinisikan produk yang akan dikembangkan

–          Kesinambungan pelaksanaan, tidak boleh ada fase yang terputus atau didahulukan

–          Struktur Organisasi dan iklim perusahaan

–          Keputusan yang tepat dalam memilih suatu proyek

–          Memasarkan dengan baik produk yang kita buat

–          Keputusan-keputusan yang tepat dari top management

–          Meningkatkan kecepatan produksi tanpa mengorbankan kualitas

–          Mampu mengikuti proses-proses terbaru dengan sistematis

–          Mampu menarik perhatian pasar

–          Berpengalaman dan memiliki kemampuan dasar yang baik

–          Faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh terhadap produk yang dihasilkan

Strategi untuk Mengembangkan produk baru:

–          Menentukan berapa pertumbuhan yang diharapkan dari produk baru tersebut

–          Menggali informasi perihal kapabilitas, pasar dan pelanggan

–          Mencari peluang-peluang yang ada

–          Mengembangkan daftar pilihan produk-produk yang saat ini ada

–          Mengeset kriteria-kriteria apa saja yang diperlukan oleh produk yang akan dibuat

–          Menentukan portfolio produk, apakah baru, modifikasi atau tidak

–          Me-manage portfolio untuk meningkatkan keuntungan

 Tugas: Perhatikan gambar di bawah ini:

  1. Mesin apa?
  2. Digunakan untuk apa?
  3. Apa jenis terbaru dari mesin tersebut? Apa kecanggihannya?

Pertemuan III: Metode Pemeliharaan

Inventarisasi Aset

Sehebat apapun maintenance, akan sia-sia jika kita tidak tahu barang/aset apa saja yang kita miliki. Berapa PC, Laptop, Printer, Program apa saja yang digunakan di perusahaan kita. Oleh karena itu cara inventarisasi aset sangat penting.

Salah satu pondasi suatu inventarisasi aset adalah pencatatan identitas barang. Ada dua jenis pencatatan yaitu Tag Number dan serian number. Tag number diberikan oleh suatu perusahaan sedangkan serial number oleh pabrik pembuat. Selain itu, khusus IT, pencatatan ip address juga penting, bahkan kalau lengkap disertai nama user pengguna.

Suatu Personal Computer yang perlu dicatat antara lain serial number / tag number:

1. Casing

2. Monitor

3. Mouse dan Keyboard

Ditambah lagi jika ingin detail, S/N harddisk, CD ROM, RAM dan komponen penting lainnya. Namun untuk lebih mudahnya dengan menyegel Casing dan yang dicatat S/N casing ajah.

Sebagai tugas, di lab disain ada sekitar 20 PC, tolong dicatat serial numbernya ya .. (berkelompok saja).

Pertemuan I: Perancangan Produk

Hari/tgl : 09-09-09

Pengertian Manufaktur

Walaupun manufacture telah ada sejak 5000 – 4000 SM, kata manufacture baru muncul pada tahun 1567, sedangkan manufacturing digunakan 100 tahun kemudian yakni tahun 1683 (Kalpakjian, 1995). Manufacture berasal dari kata yunani “manus” yang artinya tangan dan “facere” yang berarti membuat. Jika digabung menjadi manufactus yang artinya membuat dengan tangan (hand-made). Dengan kata lain seperti diutarakan oleh DeGarmo, et al., (1988), berarti: The conversion of stuff into things (mengubah bahan dasar menjadi benda).

Dalam konteks yang lebih modern diartikan: “Membuat produk dari bahan mentah dengan menggunakan berbagai proses, peralatan, operasi dan sumber daya manusia mengikuti rencana terinci di awal.

Pengertian Sistem Manufaktur

Sistem manufaktur didefinisikan oleh Lucas, (1992), sebagai kombinasi yang terintegrasi dari proses, sistem pemesinan, manusia, struktur organisasi, aliran informasi, sistem kontrol dan komputer, yang dimaksudkan untuk memperoleh suatu produk yang ekonomis serta memiliki keunggulan kompetitif secara internasional.

Input dan Output Sistem Manufaktur

Input dari Sales, material, energ, SDM, modal dan perencanaan, sementara outputnya produk, profit dan reputasi.

Kategori Sistem Manufaktur

Sistem manufaktur dibagi menjadi dua kategori besar yaitu:

–          Discrete Part Manufacturing

–          Continuous Part Manufacturing

Discrete Part Manufacturing melibatkan proses manufaktur barang individual yang dibagi menjadi kategori:

–          Project Manufacture : Memproduksi dengan peralatan yang fixed

–          Jobbing Shop Manufacture: Untuk produksi yang jumlahnya sedikit, pekerja terlatih

–          Batch Manufacture: Mirip job shop, tetapi tiap komponen dilewati dr operator satu ke yang lain. Ukuran produksinya sedang.

–          Mass/Flow Manufacture: Produksi skala besar, dengan material handling dan proses yang baik.

Sebagai tambahan, terdapat cellular manufacturing, dimana proses dikumpulkan dalam satu grup dalam menghasilkan produk.

Processing Strategies

Empat strategi yang dilakukan dalam manufaktur antara lain:

–          Make to Stock (MTS) : Memproduksi tanpa menunggu permintaan

–          Assembler to Order (ATO): Merakit setelah ada permintaan

–          Make to Order (MTO): Membuat berdasarkan spesifikasi pelanggan

–          Engineer to Order (ETO): Seperti MTO tetapi peran pelanggan sangat tinggi.

Teknik Manufaktur dan Teknik Industri

Ada dua jurusan yang bertanggung jawab dalam suatu manufaktur yaitu teknik industri dan teknik manufaktur. Teknik industri bertanggung jawab dalam mensuport teknik manufaktur dalam pengorganisasian dan penghitungan biaya dan overhead seperti diungkapkan Tanner, (1996). Teknik industri terlibat dalam:

–          Metode Analisa : Mencari cara meningkatkan produktivitas

–          Pengukuran kerja: Menghitung lama kerja serta standar waktu tiap tugas.

–          Plan Layout: Menentukan tata letak dan hubungannya dengan produktivitas.

–          Material Handling: Mencari teknik yang tepat dalam aliran materialnya.

–          Plant Maintenance: Merencanakan perawatan yang tepat.

Teknik manufaktur,  di sisi lain bertanggung jawab terhadap suluruh fase dalam product manufacture, kecuali disain. Empat area khusus dibawah tanggung jawabnya:

–          Pengembangan Sistem Manufaktur: Bekerja sama dengan teknik industri (metode analisa) dalam rangka peningkatan produktivitas.

–          Pengembangan Proses: Menganalisa dan mengevaluasi proses serta hubungannya dengan perkembangan teknologi terkini.

–          Evaluasi Proses: Mengevaluasi kemampuan tiap perangkat produksi, bekerja sama dengan bagian quality engineering.

–          Perencanaan Proses: Berbekal tentang ilmu permesinan, perkakas, material dan ilmu lain yang mendukung dimanfaatkan menghasilkan proses yang terbaik.

PERTEMUAN I: METODE PEMELIHARAAN

Hari/Tanggal    : Kamis, 3 September 2009

Metode pemeliharaan merupakan satu step sebelum troubleshooting, bekerjanya saat piranti sebelum mengalami gejala-gejalan kerusakan. Perbaikan membutuhkan kerja yang responsif, sedangkan perawatan membutuhkan kerja yang preventif. Namun tetap saja memiliki obyek yang sama.

Mata kuliah ini selain bekerja sama dengan troubleshooting, bekerja sama juga dengan komunikasi data I, yang menangani network (kabel, piranti komunikasi dan softwarenya). Rencananya perkuliahan dibagi dua: sebelum UTS menangani perawatan hardware, sedangkan setelahnya menangani software.

Pert I: Pengenalan Metode Pemeliharaan

Pert II: Dekstop PC

Pert III: Laptop

Pert IV: Server

Pert V: Piranti Komunikasi

Pert VI: Network Cable

Pert VII: Wireless Network

Pert VIII: Standard Operation Procedure (SOP)

Ujian Tengah Semester (UTS)

Pert IX: Sistem Operasi

Pert X: IT Security

Pert XI: Anti Virus

Pert XII: Backup

Pert XIII: Registry Cleaner & Defragmentasi

Pert XIV:  Standard Operation Procedure

Ujian Akhir Semester (UAS)

Pertemuan ini menjelaskan secara garis besar semua hal di atas. Untuk lebih jelasnya dapat mendownload ebook yang tersedia.

PUSTAKA

Rosch, W.L, 2003, Hardware Bibble, USA: Que Publishing.

Mueller, Scott, 2003, Upgrading and Repairing Laptop, USA: Que Publishing.

Mueller, Scott, 2006, Upgrading and Repairing Server, USA: Que Publishing.

Karbo, Michael, 2005, PC Architecture, Denmark: Michael Karbo and ALI Aps.

PERTEMUAN I: PERENCANAAN PRODUK

Hari / Tanggal  : 2 September 2009

Berikut ini resume dari pertemuan pertama. Perkuliahan yang direncanakan 14 pertemuan (minimal 12 pertemuan) berisi materi antara lain:

Bab I: Pentingnya Manufaktur

Bab II: Mengembangkan Produk yang Sukses

Bab III: Struktur Proses Perencanaan Produk

Bab IV: Review terhadap Disain: Merencanakan dalam rangka menjamin kualitas

Bab V: Pertimbangan dan Pemilihan Bahan

Bab VI: Pemilihan Bahan dan Proses

Bab VII: Merencanakan Perakitan dan Perombakan

Bab VIII: Merencana untuk Perawatan

Bab IX: Merencanakan fungsi

Bab X: Merencana untuk kegunaan produk

Bab XI : Menciptakan Harga Jual Produk

Bab XII: Menelusuri permintaan pasar terhadap suatu produk

Bab XIII: Merencanakan Fasilitas Manufaktur

Bab XIV: Isu – Isu Lingkungan

 Referensi:

Mital, Anil, Anoop Desai, Anand Subramanian, Aashi Mital, (200?), Product Development – A Structured approach to Consumer Product Development, Design and Manufacture, India: BH.

Scallan, Peter, 2002, Process Planning: The design/manufacture Interface, UK: Elsevier Science & Technology Books.

Kalpakjian, Serope, 1985, Manufacturing Processes for Engineering Materials, London: Addison-Wesley Publishing Co.

cover_1

NOTE: Download Buku Di Sini !!!

ISTILAH – ISTILAH DALAM PELUMAS KENDARAAN

Minyak Pelumas (Oli)

Minyak pelumas bahan dasarnya dari minyak dasar mineral, minyak dasar alami atau minyak dasar sintesis. Minyak pelumas saat ini sebagian besar dibuat dari minyak dasar mineral yang berasal dari tambang yang diolah dengan cara penyulingan. Apabila persediaan minyak bumi sudah menipis, minyak pelumas dibuat dari minyak sintesis, nabati, atau hewani. Minyak pelumas dengan bahan dasar alami merupakan minyak pelumas yang paling baik. Akan tetapi saat ini jumlahnya belum sesuai dengan kebutuhan. Minyak dasar alami berasal dari tumbuh-tumbuhan, misalnya jarak, kopra dan kelapa sawit, minyak ini dapat juga dibuat dari lemak hewan.
Sedangkan minyak pelumas dengan minyak dasar sintesis, dibuat dari bahan-bahan yang dipergunakan sebagai dasar membuat minyak pelumas. Dewasa ini minyak peluas dibuat dari bahan dasar minyak alami atau mineral dengan bahan tambahan berasal bahan-bahan kimia

Viskositas Minyak Pelumas

Viskositas minyak pelumas menunjukkan kemampuan terhadap laju aliran minyak Viskositas minyak ditentukan dengan mengukur sampel minyak. Pengolahan dilakukan dengan memanaskan minyak tersebut sampai suhu tertentu, kemudian dialirkan melalui lubang pada viskomeer. Lamanya waktu yang diperlukan untuk meneteskan minyak pelumas dari viskometer ke gelas ukur, menentukan nilai kekentalan minyak pelumas. Minyak pelumas yang mengalirkan lebih cepat, viskositasnya rendah, sedangkan yang mengalirnya lambat viskositasnya tinggi.

Suatu badan international yaitu Society of Automotive Engineers (SAE), mempunyai standar kekentalan dengan awalan SAE di depan index kekentalan. SAE telah membuat indeks kekentalan yang iikuti dengan huruf W, yang menunjukkan kekentalan minyak pelumas pada temperatur -20 derajat C dan disebut kekentalan rendah. Mesin yang memakai minyak pelumas dengan kekentalan rendah, mudah dihidupkan, khususnya pada musim dingin. Pelumas dengan kekentalan rendah ditandai dengan SAE 10 W, SAE 25 W, SAE 20 W. Sedangkan minyak pelumas untuk kebutuhan sampai temperatur 100 derajat C, tidak ditandai dengan huruf W, tetapi SAE 30, SAE 40, SAE 90 dan seterusnya.

Minyak pelumas yang dapat memenuhi kebutuhan pada temperatur rendah, yaitu pada saat mesin mulai dihidupkan dan dapat memenuhi kebutuhan saat mesin sudah panas disebut minyak pelumas multi grade oil (serbaguna). Misalnya SAE 5 W – 20, SAE 10 W – 20, SAE 10 W – 30, SAE 10 W – 40, SAE 20 W – 50 dan seterusnya.

SAE 20 W – 50, artinya minyak pelumas standar SAE 20 pada temperatur – 12 derajat C dan standar minyak pelumas sampai SAE 50 pada temperatur 100 deg C.
(Sumber: Buku Motor Otomotif)

Tugas Firewall yang Sudah Masuk

Apria Ilhamaesa                                               J. Hengki Prsetyo                       Athan Sumiati                    Hizbul Bahri                               Ririn Rubiyanti                            Evi Lestari                        Ismardiana Eliya                                  Alex Koswara

Note: Yang sudah merasa kirim tapi namanya tidak ada 1×24 jam harap lapor rt Saya !!

Tambahan:

Saputro Eko P                  M. Syafei