Bahasa Inggris III: Pembagian Kelompok Presentasi

Berikut ini pembagian kelompok presentasi dalam Bahasa Inggris:

Mulyadi, Boster Bosu, Ahmad Suhaeri, Ahmad Zulkifli

Fajar Kerta, Abul Basir, Abdi S, Nasum

Muhamad Ahsanudin, Sandi D, Iwan, Dimas

Sopyan Hadi, Imam Rudi, Dico Juang, Adhia Desma

Suryana, Ali Mulyana, Andri Agasi, Marno Bambang

Bachtiar Abdillah, Diky, Doni, Edwin

Priyanto, Rujit Rahino, Adi P, Heryanto

Dadi Suryadi, Yousep Achmad, Miko, Agus

Abas B, Eko aryadi, M. Abdul hadi, Hedry Saputra

Vandu Satria, Eko P, Sri Mulyono, Asep, Supriyatna, Bambang

Untuk MODERATOR:

Angel: Good morning everyone.

Angel: Today we’re presenting the findings of our research into student stress.

Angel: This presentation will last about 20 minutes.

Angel: First Rocky will describe our methodology.

Angel: Then Katie will show the results of our survey.

Angel: …and then I’ll speak about the conclusions we drew.

Angel: After that we’ll take questions.

Angel: And now I’ll hand you over to Rocky.

Rocky: Thanks Angel.

Rocky: As you can see, the title of our research is “Stress and the International Student.

Rocky: Major causes and suggested solutions”.

Rocky: We polled a group of 28 international students.

Rocky: The respondents’ ages ranged from 19 to 30.

Rocky: You can see the variety of nationalities in this column.

Rocky: This is a copy of our questionnaire.

Rocky: We asked students to rate their level of stress from zero to five.

Rocky: Zero was no stress and five was extreme stress. The next question concerned…

Rocky: The next question concerned…

Rocky: … And now Katie will talk about the results.

NOTE: Kelompok boleh berubah, asalkan nanti materi tidak boleh sama antara satu kelompok dengan kelompok yang lain. Yang dicetak tebal untuk sementara jadi ketua kelompok. Persiapkan satu orang sebagai moderator dan siapkan slide dalam format ms power point.

Berikut contoh presentasi dalam power point sebagai patokan, Klik 2009-rahmadya-numerical-computation-integration-r201!! (buat supaya tiap orang kebagian melakukan presentasi).

Bahasa Inggris III: Presentasi Dalam Bahasa Inggris

Diambil dari:http://www.radioaustralia.net.au/indonesian

Komunikasi yang efektif.

Ketika menyampaikan presentasi, anda perlu melihat ke hadirin agar mereka tetap memperhatikan. Usahakan melihat ke setiap orang paling tidak dua kali selama anda berbicara. Dan tersenyum sesekali pada saat yang tepat. Sikap tubuh harus santai dan menunjukkan percaya diri. Bergeraklah dengan bebas dan menggunakan tangan untuk melukiskan apa yang anda maksudkan.

Ketika berbicara nadanya harus santai tapi antusias. Kalau bisa, rekam presentasi anda, supaya anda dapat mengetahui bagaimana kedengarannya bagi orang lain. Tidak usah berteriak tapi perlu suara yang keras dan jelas. Mintalah pada seorang teman untuk mendengarkan dan memberitahu seberapa jauh suara anda dapat didengar. Berikut latihan sederhana untuk membantu suara anda. Ulurkan lengan

sejauh mungkin di depan wajah dengan telapak tangan menghadap ke anda.

Hitung sampai sepuluh dan arahkan suara ke tangan anda. Ketika  berbicara, meskipun santai,  bayangkan bahwa anda menujukan suara  ke tangan anda. Anda akan surprise  bahwa suara anda akan lebih kelas dan lebih keras. Dan buatlah variasi, biarkan suara anda naik turun pada waktu yang tepat. Ingat bahwa bahasa Inggris mengalir seperti sungai. Sekali lagi, minta  seorang penutur bahasa Inggris untuk membantu tekanan dan intonasi yang benar.

Akhiri presentasi dengan kesimpulan dan ringkasan dari  apa yang sudah dibahas. Kemudian tanyakan apakah ada pertanyaan. Beri waktu satu atau dua menit kepada hadirin untuk membuat pertanyaan. Selama waktu ini anda dapat mematikan OHP dan menyalakan lampu. Kalau ada pertanyaan dari seorang yang bicaranya pelan, ulangi supaya didengar oleh semua sebelum anda menjawab. Dan cek apakah jawaban anda memuaskan dengan bertanya, “Does that answer your question?”, “Apakah itu menjawab pertanyaanmu?”

Setelah waktu untuk tanya-jawab habis, agar hadirin tahu bahwa presentasi sudah selesai, katakan, “Well that concludes my presentation”, “Well sekian presentasi saya”. Dan ucapkan terima kasih.

Memperkenalkan diri.  

L1:  Selamat pagi semuanya.

English:  Good morning everyone.

L1:  Hari ini saya akan berbicara tentang  Stress dan Pelajar  Internasional.

English:  Today I’m going to talk about Stress and the International Student.

L1:  Presentasi saya akan berlangsung kira-kira 15 menit.

English:  My talk will last about fifteen minutes.

L1:  Pertama saya akan menjelaskan  metodologi kami.

English:  First I’ll take you through our methodology.

L1:  Kemudian kita akan melihat hasil survey.

English:  Then we’ll look at the results of the survey.

L1:  Setelah itu saya akan menyampaikan kesimpulannya dan kemungkinan solusinya.

English:  Following that I’ll discuss my conclusion and possible solutions.

L1:  Dan kemudian saya akan menjawab pertanyaan.

English:  And then I’ll take questions.

L1:  Memperkenalkan pembicara pertama.

L1:  Dan sekarang waktu saya serahkan kepada John, yang akan membahas tentang metodologi.

English:  And now I’ll hand you over to John, who’ll discuss methodology.

L1:  Kalian lihat dari slide pertama ini bahwa  kebanyakan  pelajar pernah merasa stress.

English:  You can see by this first slide that the majority of students feel some degree of stress.

L1:  Dan grafik ini menunjukkan penyebab utama  stress berkaitan dengan rasa kangen rumah.

English:  And this graph shows a major cause of stress is related to homesickness.

L1:  Jadi kesimpulannya, pelajar yang menggunakan strategi ini dan mencari pertolongan, mendapati bahwa stress mereka mulai berkurang.

English:  So in conclusion, the students who use these strategies and seek help, find that their stress starts to pass.

Menjawab pertanyaan.

L1:  Ada pertanyaan?

English:  Are there any questions?

L1:  Apakah ini menjawab pertanyaanmu?

English:  Does that answer your question?

L1:  Dan sekian presentasi saya.

English:   And that concludes my presentation.

L1:  Mengucapkan terima kasih kepada hadirin.

L1:  Terima kasih, kalian sangat membantu.

English:  Thanks, you’ve been a great audience.

Sekian dulu, untuk menggunakan kata hubung dan “signal word” yang tepat silahkan kunjungi postingan berikut ini.

NOTE: Semoga bisa dijadikan patokan untuk presentasi awal Januari nanti 🙂

 

Pertemuan 11: Komputer dan Masyarakat – AI, SPK dan Expert

Berbeda dengan pemrograman jenis lama yang cenderung biner, ya atau tidak, kelompok artificial intelligent, decision support system dan expert system cenderung lebih fleksibel. Jika 80-100 dapat nilai “A”, tentu saja jika ditilik dari sisi keadilan, nilai 79,99 rasanya tidak pas jika diberi nilai “B”.

1. Fuzzy. Algoritma yang masuk dalam rombongan sistem ini, bekerja dalam ranah gray area, hitam tidak putih tidak. Fuzzy bekerja dengan baik pada kondisi dimana sistem algoritma biasa tidak berjalan normal. Fuzzy biasa dipakai untuk menilai sesuatu.

2. Artificial neural network (ANN). Sidik jari kita saat ditest, keesokan harinya akan tetap sama. Berbeda dengan tanda tangan. Jangan esok hari, dua kali tanda tangan kita saja secara “biner” akan berbeda. Oleh karena itu dibutuhkan algoritma yang “cerdas” yang mampu menilai kemiripan seperti layaknya otak manusia. Dikenallah ANN yang diperkenalkan pertama kali oleh Mc Culloch tahun 40-an, dengan sistem neuron sederhananya. Software yang terkenal dalam menanganinya antara lain MATLAB.

3. Beberapa kasus yang dialami manusia terkadang tidak selalu bisa dijabarkan dengan angka-angka, seperti kepuasan pelanggan, minat untuk menggunakan suatu sistem dan sebagainya. Oleh karena itu dibutuhkan teknik pengolahan dengan statistik multivariate dengan variabel independent dan dependent yang lebih dari satu. Beberapa software pendukungnya yang terkenal antara lain AMOS dan SPSS.

NOTE: Tugas kirim by email (rahmadya_trias@yahoo.com – cc: trias.rahmadya@yahoo.co.id) atau print out dikumpul minggu depan !!

BAHASA INGGRIS III: TEKNIK MESIN

Iseng-iseng nyari kamus visual dan rencananya mau sy scan trus di upload, eh ternyata di internet ada, lumayan bagus, ga perlu scan lagi. coba klik di sini. So, for the final exam, please study these vocabularies below:

Click link here for details.

Click link here for details.

Click link here for details.

Click link here for details.

NOTE:     For presentation, will be uploaded next time .

Pertemuan VII: CASE tools untuk membuat database

hati/tanggal : Selasa, 8 Desember 2009

Sebagai tugas untuk TI kerjakan dengan datanamic dezign database penjualan dan pembelian – generate ke Access 2007, sedangkan SI rancang sendiri database apa saja (minimal 4 tabel) – generate ke MySQL.

Di kumpulkan dua minggu sebelum UAS ya, kalo terlambat, nilai tugas keburu disetor.

Download dulu versi trial di : http://www.datanamic.com/download/download_dezign.html

Sebagai tutorial, KLIK DI SINI.

TUTORIAL: Menulis Program Berbasis GUI dalam Bahasa MATLAB 7

Hari/Tgl    : Jumat/4 Desember 09

Tempat      : Lab disain

Sebagai materi UAS diharapkan sudah mampu membuat program sederhana berbasis MATLAB, sebagai potokan selain diktat/modul yang diterima.

Untuk mengetahui bagaimana membuat form (dalam MATLAB diistilahkan dengan GUI), KLIK DI SINI.

Untuk menulis listing programnya dalam M-File, coba donlot DI SINI.

Info lebih lanjut, bisa beli buku di sini:

Berikut ini contoh penulis listing program jenis MENU editor, klik di sini.

NOTE: download file di atas dibuat oleh screen2exe (berformat exe) dan bukan virus lho. Sebenarnya bisa belajar sendiri dari Matlabnya, lihat postingan berikut.

Update: 5 Des 2015

Ada yg share untuk penggunaan listbox, ketik guide di command window, siapkan file txt di current directory, sisipkan kode ini di bagian opening function:

gi=fopen(‘namafile.txt’,’r’);
li=fread(gi);
CharData=char(li);
fclose(gi);
set(handles.listbox1,’string’, CharData);

Oiya, petik ‘ sepertinya harus diketik ulang. Jika dirunning akan memunculkan text.

tesaja

 

 

Materi Setelah UTS (e-business)

Berhubung ada acara pameran industri di JI Expo Kemayoran, kemungkinan besar tidak sempat mengajar e-business di jurusan sistem informasi universitas darma persada. Mengenai tugas harap berikan alamat situs/blog – nya untuk saya cek (tulis di komentar bawah). Sebagai bahan pelajaran coba  masuk ke situs yang cukup baik untuk menambah pemahaman mengenai e-comerce di: http://www.suhanto.com.

Sebaiknya coba terapkan software-software e-commerce tersebut di situs/blog yang menjadi tugas kuliah.

Pertemuan VI: Metode Mengevaluasi Disain Untuk Perakitan

Beberapa metode telah diusulkan oleh para ahli perakitan yang tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi dari sudut pandang perakitan. Metode-metode tersebut antara lain: Hitachi assembly evaluation method, Lucas DFA method, Fujitsu production evaluation system, Boothryod Dewhurst DFA method, AT&T DFA Method, Sony DFA Method dan SAPPHIRE.

1. Hitachy Assemblability Evaluation

Method Metode ini bermaksud menemukan cacat atau kesalahan sedini mungkin. Metode ini memperhatikan baik aspek ekonomis dan aspek kualitas suatu produk. Gambar berikut ini adalah flow diagram Hitachi evaluation method.

2. Lucas DFA Evaluation Method

Metode ini dikemukakan oleh perusahaan Lucas Corporation di Inggris pada tahun 80-an. Metode ini membagi menjadi 3 bagian terpisah dan berurutan (perhatikan gambar di bawah ini).

Functional Analysis membagi fungsi produk menjadi dua yaitu esensial dan nonesensial. Diperoleh persamaan design efficiency (DE):

DE = A/(A+B) x 100

Dengan A fungsi esensial dan B non esensial. Target yang dicapai adalah efisiensi 60 persen. Berikut ini adalah contoh hasil perhitungan untuk part:

3. The Boothroyd – Dewhurst DFA Evaluation Method

Metode ini berdasarkan dua prinsip: Menerapkan kriteria yang menentukan apakah suatu part harus terpisah dari yang lain dan perkiran mengenai biaya perakitan dan handling tiap part untuk proses yang sesuai.

QUIZ 1: Rekayasa Perangkat Lunak

1. Sekumpulan metoda untuk melaksanakan setiap tahap pengembangan, merupakan definisi dari :

2. SYSTEM SOFTWARE ADALAH :

3. Pemodelan MDD pada metodologi FAST :

4. Front-office information systems mendukung fungsi binis apa saja?

5. “an information system application that provides for management-oriented reporting. These reports are usually generated on a predetermined schedule and appear in a prearranged format.”, merupakan definisi …

6. “a programmed decision-making information system that captures and reproduces the knowledge and expertise of an expert problem solver or decision maker and then simulates the “thinking” or “actions” of that expert.”, Merupakan definisi dari …

7. Sistem informasi berfokus pada :

8. “Tools to support the early process activities of requirements and design” adalah  .. CASE

9. Sebutkan generic software process models !

10. “a software package or solution that is purchased to support one or more business functions and information systems.” Merupakan definisi dari …

11. “a graphical network model that depicts a project’s tasks and the relationships between those tasks. Definisi dari …

12. “a hierarchical decomposition of the project into phases, activities, and tasks. Definisi dari …

13. “establishes a project start date and then schedules forward from that date.” Definisi dari …   schedulling.

14. “A structured document setting out detailed descriptions of the system services. Written as a contract between client and contractor.” Pengertian dari  …

15. “Define models showing system components and relationships.” Definisi dari system (design/evolution/models/prototipe)* coret yg salah

16. “a technique for organizing and documenting a system’s data.” definisi dari …

17. “a descriptive property or characteristic of an entity.” definisi dari …

18. “is the number of entities that participate in the relationship.” definisi dari …

19. “ a primary key of one entity that is contributed to (duplicated in) another entity to identify instances of a relationship.” definisi dari …

Latihan 2: Metode Pemeliharaan

Kamis, 5 November 2009

Latihan:

Kerjakan soal berikut ini (individu). Jika sudah dikerjakan tidak perlu mengerjakan soal no. 6 dan 8 UTS.

1. Sebutkan syarat ruang server yang baik ! (Lihat panduan di foto kopi – an).
2. Buat form isian (baris dan kolom) yang berisi hasil inventarisasi lab minggu lalu (yang sudah mengumpulkan minggu lalu : Muryanti, Sumiyatno, Sukarta, Budi Santoso dan Taufiq Hidayat, Eko Suprayitno dan Jaka Sulaeman).

Pertemuan V: Desin untuk Perakitan dan Pembongkaran (Design for Assembly and Disassembly)

Merakit suatu produk merupakan fungsi dari parameter disain baik intensive (material properties) maupun extensive (physical atribute). Permasalahan dalam merakit muncul pertama kali saat dimulainya era revolusi industri di Inggris. Kemampuan dalam menciptakan komponen-komponen yang mudah dirakit mempengaruhi kinerja dari sistem manufaktur.

Dalam konteks engineering, dissasembly adalah proses terorganisir dalam memecah produk menjadi komponen-komponen agar lebih mudah dalam perawatan, perbaikan, pengelolaan dan sebagainya. Dissasembly bukan kebalikan dari assembly karena terkadang suatu produk harus dirancang dissambly agar mudah dalam proses produksinya.

1. Design For Assembly (DFA)

DFA dimaksudkan agar diperoleh produk dengan biaya perakita semurah mungkin tanpa meninggalkan aspek kelayakan. DFA selalu melihat dua aspek yaitu functionality dan assemblability. Tiap industri sudah melakukan DFA bertahun-tahun lamanya. Sebagai contoh General Electric mempublikasikan DFA pertama kali pada tahun 60-an sebagai guideline internal para engineer-nya.

Metoda-metoda perakitan yang saat ini digunakan antara lain:

–          Manual Assembly: Metode yang fleksibel, adaptive dan murah tetapi memiliki keterbatasan dari sisi kuantitas.

–          Automatic Assembly: Metode yang fixed, dengan bertambahnya volume, biaya produksi akan berkurang.

–          Fixed and Hard Automation: Hanya memproduksi satu jenis produk saja. Jika produksi meningkat maka biaya manufaktur-nya akan turun.

–          Robotic Assembly: Cocok untuk produksi yang volumenya di antara manual dan automatic.

2. Design Guideline

Berikut ini panduan untuk perakitan manual:

–          Kurangi pengambilan keputusan dari pekerja

–          Yakinkan bahwa produk baik dan bukan hanya terlihat baik

–          Sebisa mungkin mengurangi jumlah komponen individual

–          Hilangkan komponen berlebih, sebisa mungkin gabung dua komponen menjadi satu

–          Hindari proses membolak-balik komponen, aspek gravitasi perlu dipertimbangkan.

Sedangkan untuk perakitan automatic, berikut ini dapat dijadikan panduan:

–          Gunakan metode dalam self-aligning dan self-locating sebaik mungkin

–          Posisikan yang berat di bawah, makin ke atas makin kecil

–          Hindari segala hal yang menciptakan ‘delay’

–          Hindari komponen yang mudah pecah, patah dan rusak

–          Hindari sebisa mungkin merubah posisi komponen yang dapat menambah alat bantu

–          Rancang sebisa mungkin komponen simetris

–          Rancang sebisa mungkin memiliki center gravity di bawah

Berikut ini guideline untuk perakitan robotic:

–          Seimbangkan jumlah dengan tipe komponen, kebanyakan robot lemah dalam ‘repeatability’

–          Gunakan pemegang (grip) sebisa mungkin tidak sering berganti

–          Yakinkan bahwa komponen terpegang dengan sempurna

–          Merakit vertikal harus dimulai langsung dari atas (memanfaatkan gravitasi)

–          Perancang sebisa mungkin mengurangi memutar komponen sebelum dipegang robot.

Pertemuan IV: Bahasa Inggris III

LATIHAN:

Translate berbeda dengan menerjemahkan. Dalam translate kita boleh merubah susunan kata agar sesuai dengan bahasa Indonesia (jika mentranslate ke dalam bahasa Indonesia) atau bahasa Inggris (jika mentranslate ke dalam bahasa Inggris).

Translate ke bahasa Inggris:

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak dapat memberhentikan secara tetap Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (nonaktif), Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto, meski keduanya nantinya berstatus terdakwa. Pemberhentian mereka harus menunggu putusan Mahkamah Konstitusi terkait dengan uji materi Pasal 32 Ayat (1)  Undang – undang Nomor 30 Tahun 2002.

Selain itu, MK juga memerintahkan KPK menyerahkan semua dokumen berupa rekaman dan transkrip yang berhubungan dengan kasus Chandra dan Bibit. KPK harus menyerahkan rekaman dan transkrip itu pada sidang yang akan digelar selasa, 3 November 2009.

Translate ke dalam bahasa Indonesia:

The rapid development of computers and their use in building design have changed the design procedure and method of the air-conditioning engineers and architects. In the past, air-conditioning design calculation focused on the estimation of peak loads which are determined by either manual calculation or simple computing methods. Nowadays, not only the load calculation has become complicated, but also there are requirements at the design stage to conduct energy analysis on the building design. In order to enhance the energy efficiency, it is necessary to conduct quantitative estimation on the building design schemes and assess the energy performance of completed buildings. Using computers to carry out load calculation and energy simulation is an important part of building design and energy efficiency research.

 

This paper briefly introduces the basic principles of building energy simulation, explains its relationship with air-conditioning load and energy calculations, and describe the application in air-conditioning design. It is hoped that the understanding on this subject can be increased and the technique of building energy simulation can be utilised to analyse air-conditioning design so as to achieve a better and more energy efficient building design.