Bagian IV IT Strategic

Nih .. hasil adu cepat ngetik dengan presentasi Pa Dana  .. (kalah juga saya):

3 cara menentukan prioritas

  1. Pembobotan aplikasi CSF dengan Balance Score Card (dengan point)
  2. Apa layanan it itu?

Suatu spectrum, bisa sangat teknis, bisa bisnis atau kedua-duanya.

  1. Apa infrastructure?

Hardware dan software. Mengapa penting? (beri 3 alasan utama).

  1. Untuk memberikan pelayanan

IT Strategi harus selaras dengan bisnis strategy

 

Agenda:

Memahami strategi infra

Memahami strategi pemilihan teknologi

Memahami strategi pengembangan aplikasi

Memahami arsitektur data

 

Bagaimana mengakuisisi suatu sistem: Melakukan sendiri, outsource, beli

 

Jenis keahlian dalam TI

Business service: kuat di bisnis, organsiasi dan perencanaan

Business support: bisnis dan organisasi dengan kemampuan teknis lumayan

Development support: kuat di teknis, namun memiliki pemahaman bisnis yang mencukupi

Technical services: kuat di teknis.

 

Jenis IT service:

Strategy and planning service

Application development service

Application and technical service: training, app change control, security control

Technology delivery and maintenance service : install PC, kabel, hardware, upgrade software package, dsb

 

Karakteristik IT service:

Yang berperan adalah persepsi user bukan kenyataannya

Harus ada kegiatan untuk mengisi waktu kosong, kalau tidak ada user request.

Keahlian teknis problem solving akan dihargai, tetapi kualitas akan dilihat dari interaksi personal.

Semakin user paham bagaimana sulitnya proses layanan TI tersebut, mereka akan semakim memaklumi kinerja layanan TI. Kenapa? Soalnya sering tidak kelihatan oleh user.

 

Generic service models:

Service bisa dibagi 4 kelompok: service factory (security, network, desktop installation) , job shop (programming and database design), mass service (training, contrack management, staff service skills/attitudes), professional service (consulting, system analysis & design).

 

Gap 3: kinerja bagian layanan yang rendah

–          Ambiguitas dalam peran layanan TI

–          Kurang sumber daya

–          Kurang control

Gap 4: Komunikasi layanan yang buruk (what is the service?)

–          Komunikasi yang tidak seragam terhadap user

–          Sikap untuk terlalu menjanji-janjikan

Gap 5: Perbedaan antara ekspektasi dan persepsi

–          User tidak paham kesulitan dalam menyediakan layanan

–          Ekspektasi sulit dicapai

 

Application Development:

Isu-isunya antara lain:

–          Bisa membangun aplikasi baru dengan cepat

–          Integrasi di seluruh lini bisnis

–          Aplikasi yang mudah dipergunakan

–          Aplikasi yang fleksibel, bisa diperbaharui dengan mudah

–          Semakin menyatu dengan proses bisnis, semakin penting

 

Pendekatan Pengembangan: ( Strategic  or High Potential)

–          Jika aplikasi bersifat support: maka beli

–          Jika strategis: gunakan proses reengineering

 

Kisah kegagalan dan keberhasilan:

Kegagalan:

–          Proyek dipimpin oleh SI/TI yang kurang pengetahuan bisnis

–          Memudahkan segala sesuatu, menganggap requirement sudah jelas

–          Anggapan resiko kecil

–          Sedikit perubahan bisnis

–          Melakukan terlalu banyak perubahan software

–          Cost, no benefits

 

Keberhasilan:

–          Dipimpin oleh unit yang didukung oleh unit SI/TI

–          Business process dikodifikasikan terlebih dahulu

–          Paham perlu perubahan organisasi

–          Ada perubahan proses bisnis/prosedur

–          Mencari titik tengah antara fasilitas built-in software dengan kebutuhan bisnis yang optimal.

Pentingnya Infrastruktur

–          Keberlanjutan kinerja pengembangan aplikasi

–          Memaksimalkan data dan fasilitas yang ada

–          Rapid application development

–          Mengurangi kompleksitas sehingga meningkatkan flesibbilitas

 

Isu infrastruktr dengan bisnis

–          Berusaha mengaitkan d

Tugas Firewall yang Sudah Masuk

Apria Ilhamaesa                                               J. Hengki Prsetyo                       Athan Sumiati                    Hizbul Bahri                               Ririn Rubiyanti                            Evi Lestari                        Ismardiana Eliya                                  Alex Koswara

Note: Yang sudah merasa kirim tapi namanya tidak ada 1×24 jam harap lapor rt Saya !!

Tambahan:

Saputro Eko P                  M. Syafei

Naga Yang Terluka

Seekor naga, ditakdirkan menaungi
Namun di saat ia belum matang
Tak ada yang harus dilakukan selain menunggu
Menunggunya membenahi diri

Seekor naga , lebih nyaman berada di langit
Jangan memaksa kakinya menginjak bumi
Bumi yang terasa aneh
Oleh tuntutan-tuntutannya yang melelahkan

Seekor naga yang telat, mungkin itulah sebutanku
Gerakan yang lambat, bagimu terasa dungu
Hidupnya yang kurang variasi, membosankanmu
Kadang tak peduli, cuek, dan sekehendak hatinya

Cibiran, cacian dan hinaan
Tak mempengaruhi “Aku”, tetapi “aku” sang naga tetap terluka
Ya, seekor naga yang terluka tetaplah naga
Duniamu pasti membutuhkan

dragon_and_sword

Mio dan Skywave

Tidak disangka masa service gratis skywave-ku sudah habis. Walaupun ada kelemahan yang dijumpai, tetapi banyak sih kepuasan yang diperoleh. Sebagai pembanding bagi saya sih, mio, kebetulan saya sudah merasakannya. Seperti tulisan sebelumnya tentang skywave, salah satu kelemahannya adalah pada putaran rendah. Tetapi menurut millis tetangga, kymco, kayaknya semua matic seperti itu.

Oiya, bagi pencinta matic, ternyata menurut mereka tidak ada yang bisa mengalahkan kymco (getaran, respon yang halus) – jadi pengen nyoba. Tetapi dibandingkan Mio, kayaknya untuk stop n go skywave masih jauh (mungkin karena diameter roda dan bobot yang besar). Tetapi kayaknya, mio bisa dikalahkan oleh Skydrive. Dua-duanya tetap memiliki masalah yang sama yaitu suara “tikus”. Selama ini saya heran, kenapa setelah dari beres (bengkel resmi), padahal cuma dibersihkan saringan dan ganti kok suara tikusnya hilang? Akhirnya baru sekarang saya ngerti. Ternyata matic juga manusia (kayak lagu aja) butuh pemanasan. Di pagi hari, biasanya saya hanya memanasi, akibatnya kopling kurang ok. Pas saya coba sekali gas (kalo di bengkel sih di geber-geber) eh .. ternyata suara tikusnya juga hilang, berarti di pagi hari mesin butuh peregangan di mangkok koplingnya (membuaka – menutup). Banyak yang bilang, bunyi itu karena belt kotor.

Untuk kecepatan di atas 40 kmpj, skywave tetap ok. Mesin seperti motor listrik, tanpa getaran (mungkin karena di engsel antara mesin dengan bodi ada karet peredam). Beda waktu saya naik thunder, tangan terasa bergetar saat rpm tinggi. Untuk top speed, kayaknya sampai 100 kmpj lebih (saya belom nyoba di atasnya soalnya ga percaya sama remnya). Manuver juga ok, mungkin karena double shockbreaker. Hanya saja suspensi yang kurang lembut, ditambah lagi jok yang keras banget, tetapi secara keseluruhan sip.

Kalo masalah boros sih, iya, tapi ga seboros dua tak. Kebetulan rekan kerja saya pengguna Mio, oiya hati-hati, kopling otomatisnya harus diganti, soalnya kalo tidak saat kanvas habis, bisa memakan rumahnya (kira-kira 20 ribuan km).

Oiya, bekasnya jangan dibuang, per kopling sentrifugal mio dicari sama pengguna skywave, Lihat Link ini !

kopling otomatis

Ujian Susulan Dasar Sistem Kontrol

Berikut jawab dengan singkat:

1. Apa yang dimaksud transfer function?
2. Apa yang dimaksud sistem lingkar terbuka? Beri contoh dalam kehidupan sehari-hari.
3. Apa yang dimaksud sistem lingkar tertutup? Beri contoh dalam kehidupan sehari-hari.
4. Apa yang dimaksud sistem stabil atau tidak stabil?
5. Berikan satu contoh transfer function yang stabil !
6. Berikan satu contoh transfer function yang tidak stabil ? Berikan alasannya mengapa tidak stabil?
7. Sebutkan tokoh-tokoh yang berjasa dalam mengembangkan teori tentang sistem kontrol !
8. Sebutkan satu contoh sistem kontrol buatan Indonesia !