Mio dan Skywave

Tidak disangka masa service gratis skywave-ku sudah habis. Walaupun ada kelemahan yang dijumpai, tetapi banyak sih kepuasan yang diperoleh. Sebagai pembanding bagi saya sih, mio, kebetulan saya sudah merasakannya. Seperti tulisan sebelumnya tentang skywave, salah satu kelemahannya adalah pada putaran rendah. Tetapi menurut millis tetangga, kymco, kayaknya semua matic seperti itu.

Oiya, bagi pencinta matic, ternyata menurut mereka tidak ada yang bisa mengalahkan kymco (getaran, respon yang halus) – jadi pengen nyoba. Tetapi dibandingkan Mio, kayaknya untuk stop n go skywave masih jauh (mungkin karena diameter roda dan bobot yang besar). Tetapi kayaknya, mio bisa dikalahkan oleh Skydrive. Dua-duanya tetap memiliki masalah yang sama yaitu suara “tikus”. Selama ini saya heran, kenapa setelah dari beres (bengkel resmi), padahal cuma dibersihkan saringan dan ganti kok suara tikusnya hilang? Akhirnya baru sekarang saya ngerti. Ternyata matic juga manusia (kayak lagu aja) butuh pemanasan. Di pagi hari, biasanya saya hanya memanasi, akibatnya kopling kurang ok. Pas saya coba sekali gas (kalo di bengkel sih di geber-geber) eh .. ternyata suara tikusnya juga hilang, berarti di pagi hari mesin butuh peregangan di mangkok koplingnya (membuaka – menutup). Banyak yang bilang, bunyi itu karena belt kotor.

Untuk kecepatan di atas 40 kmpj, skywave tetap ok. Mesin seperti motor listrik, tanpa getaran (mungkin karena di engsel antara mesin dengan bodi ada karet peredam). Beda waktu saya naik thunder, tangan terasa bergetar saat rpm tinggi. Untuk top speed, kayaknya sampai 100 kmpj lebih (saya belom nyoba di atasnya soalnya ga percaya sama remnya). Manuver juga ok, mungkin karena double shockbreaker. Hanya saja suspensi yang kurang lembut, ditambah lagi jok yang keras banget, tetapi secara keseluruhan sip.

Kalo masalah boros sih, iya, tapi ga seboros dua tak. Kebetulan rekan kerja saya pengguna Mio, oiya hati-hati, kopling otomatisnya harus diganti, soalnya kalo tidak saat kanvas habis, bisa memakan rumahnya (kira-kira 20 ribuan km).

Oiya, bekasnya jangan dibuang, per kopling sentrifugal mio dicari sama pengguna skywave, Lihat Link ini !

kopling otomatis

Iklan

2 respons untuk ‘Mio dan Skywave

  1. biar Skywave jd responsif dan tarikan lebih sip tapi tetap irit bbm saran saya yg perlu diganti :

    – Spuyer asli Spin (uk. 15)
    – Roller 13gr merk LHK
    – Per CVT asli Vario
    – CDI merk BRT

    itu aja dijamin dah oke banget…

    • betul .. betul .. betul. nambahin nih.. roda jangan gede-gede kayak punya saya, jadi lambat… tapi tetap tubeless ya, jaga jaga, soalnya banyak rekan saya yang ditolak tukang tambal ban (pusing bongkar roda belakangnya). >>> Dalam memilih motor, bukan masalah macho atau tidak, ompong atau tidak .. tapi kita adalah manusia yg diberi akal dan fikiran oleh Tuhan <<<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s