Seminar Nasional Inovasi dan Teknologi (SNIT) 2011

Di hari rabu yang cerah tanggal 18 Maret 2011 dilaksanakan Seminar Nasional Inovasi dan Teknologi yang diselenggarakan oleh LPPM BSI di Jatiwaringin. Pemakalah utama antara lain Prof. Dr. Richardus Eko Indrajit, Dr. Onno W. Purbo, Romi Satria Wahono, M.Eng dan M. Wahyudi, MM, MKom. Tema seminar ini adalah dengan inovasi dan kreativitas diharapkan mampu mengembangkan jiwa kewirausahaan.

Pemakalah utama pertama adalah seorang Profesor dari Perbanas yang juga ketua APTIKOM, Prof. R. Eko Indrajit. Banyak hal-hal menarik dan unik dari ceramahnya. Beliau baru tiba dari pemakalah di MIT Harvard Amerika Serikat. Sangat jarang orang Indonesia yang diminta untuk menjadi pembicara di kampus besar di negeri Paman Sam. Pertama-tama dia menyinggung tentang beda antara kreativitas dan inovasi dengan jiwa kewirausahaan. Perbedaannya adalah bahwa hasil inovasi dan kreativitas adalah ide, sedangkan jiwa kewirausahaan adalah menjadikan ide itu suatu keuntungan. Sebenarnya ada dua jenis manusia yang mengakses internet, yaitu produsen dan konsumen. Produsen menghasilkan profit, sedangkan konsumen cenderung terlilit hutang. Dengan sedikit menghibur, prof Eko mengatakan biarlah negara miskin yang penting rakyatnya kaya. Ada sebuat pertanyaan oleh pa Eko tentang ponsel. Kita selama ini mengetahui bahwa indikator adanya telpon masuk pada Handphone adalah suara (nada dering) dan getaran. “Coba cari teknik lain yang mungkin sebagai alternatif dari suara dan nada getar !!” tanyanya. Pertanyaan ini sebenarnya bermaksud memancing kreativitas dari audiens. Jawaban pun bermunculan dan beraneka ragam dari yang logis seperti lampu ruangan yang mati/redup, suara alarm, hingga yang agak konyol seperti bau, keluar asap, nyetrum, bahkan hilang (karena tiga kali bunyi tidak diangkat). Beliau mencontohkan lagi misalnya tentang asuransi, sering kita lihat orang-orang yang menawarkan asuransi dor-to-dor, yang sangat membuat frustasi. Kita tentu cenderung mengelak saat marketing asuransi menghampiri kita. Coba kalau kita kreatif sedikit. Negara lain membolehkan penumpang pesawat memainkan handphone baik telepon maupun SMS. Seandainya para marketingnya sedikit kreatif, kirimkan saja SMS ke penumpang pesawat. Perlu diketahui saat pesawat menabrak awan atau melewati hutan dengan kadar oksigen berfluktuasi akibat disedot oleh pohon, pesawat itu akan bergetar. Tentu saja di fikiran para penumpang adalah kekhawatiran tentang keselamatan. Saat cemas, jika ada pesan: “Anda mau asuransi, jika ya ketik 1 dst”, tentu saja kemungkinan lakunya lebih besar. “Tapi itu bisa saja kan nanti pihak asuransi kerja sama dengan pilot, dengan membuat pesawat goyang-goyang yang dibuat-buat”, yang disambut tawa oleh para audiens. Sedikit otokritik terhadap peneliti kita adalah, kita cenderung merahasiakan hasil penelitian kita yang terkadang dibawa hingga mati. Padahal jika disebarkan, mungkin bisa bermanfaat oleh orang lain, tentu saja saudara-saudara kita yang memiliki jiwa kewirausahaan. Lemahnya jiwa kewirausahaan kita tampak dari negara-negara tetangga kita yang mengakses digilib ITB lalu mengembangkannya hingga dihasilkan patent yang laku dijual. Sebenarnya, negara kita lebih diuntungkan karena alasaan banyaknya masalah, karena masalah dapat menciptakan kreativitas. Negara-negara maju lainnya, sangat sulit mengembangkan kreativitas diakibatkan karena kemapanannya. Sempat juga saya berfikir, kenapa istilah dunia maya sekarang diganti menjadi Cyber? Ternyata jawabannya adalah, bukan Cuma luna “Maya”, Cut Tari juga, dilanjutkan dengan gelak tawa para hadirin. Sayang waktu yang disediakan oleh beliau hanya kurang dari 15 menit yang dilanjutkan oleh “Paman-nya” (yang dimaksud adalah Dr. Onno W. Purbo).

Berikutnya tampil P Onno yang dengan gayanya yang kocak menampilkan teknologi baru yang mensharring harddisk ke switch dan memutarkan film/lagu dari komputer Client. Kacau juga, yang ditayangkan lagunya Shakira dengan goyanganya. Ternyata teknologi yang dirancang tersebut lebih laris dijual di luar negeri. Onno merupakan pensiunan dari dosen ITB dan katanya, bekerja di rumah saja. Dengan jumlah millist yang banyak sehingga beliau menerima ribuan email setiap hari, yang hanya dijawab ratusan saja. Seringkali pertanyaan tersebut berulang. Tetapi ada manfaat positifnya, kita jadi tahu trend apa saja yang diinginkan oleh konsumen kita. Dan ternyata kebanyakan dari teknologi internet dan wireless, kebanyakan pertanyaan hanya seputar, bagaimana caranya mendapatkan internet murah/gratis, telpon murah/gratis dan sejenisnya. Oleh karena itu kita sebaiknya mengganti pemasangan iklan lewat spanduk, karena jarang spanduk dilihat oleh orang-orang yang membutuhkan. Dengan masuk ke suatu millist, kita dipastikan bergabung ke dalam orang-orang yang membutuhkan terhadap topik dari millist tersebut. Beliau mencontohkan tentang teknologi yang beberapa waktu lalu sempat booming, yaitu teknologi wajan bolik dengan wajan yang disisipi wirless USB yang dapat menjangkau tempat yang cukup jauh (RT-RW net). Ternyata teknologi itu muncul dari hasil tanya jawab di millist yang prosesnya hampir 4 atau 5 tahun. Muncul pertanyaan, apakah keuntungan dari kita melakukan sharing ilmu pengetahuan di Internet secara gratis? Seperti jawaban Pa Eko yang menganalogikan dengan penyanyi dan nyanyian. Beri saja mereka nyanyian, toh yang menyanyikan adalah penyanyi. Seperti misalnya Ariel, tentu saja berbeda nilainya jika lagu Ariel dinyanyikan oleh Uya Kuya misalnya. Sebagai contoh, suatu kampus mensharring materi perkuliahannya secara gratis. Jika seseorang telah mengetahui konten suatu kampus, tentu saja dia lebih mudah mengambil kebijakan apakah kuliah di kampus tersebut atau tidak. Jadi dari sisi marketing pun lebih baik, bahkan jika konten bagus, dosen menjadi laris menjadi pembicara di mana-mana. Onno purba menjawab dengan jawaban yang tidak jauh berbeda. Beliau mengisahkan banyak dosen-dosen yang pelit, bahkan diktat pun dirahasiakan, sehingga diistilahkan dengan dosen “Diktator”. Pernah ada kejadian dosen yang pelit membagi ilmu yang suatu ketika terkena stroke sehingga seluruh memorinya hilang. Coba seandainya dia rajin menulis, tentu masih ada yang tersisa dari buah pikirannya, bahkan jika orang tersebut meninggal masih meninggalkan sisa. Karena seperti ungkapan prof Eko sebelumnya, ada dua orang yang bisa hidup 1000 tahun yaitu Chairil Anwar (lewat puisi Aku) dan … “drakula”. Beliau senang sekali menjawab pertanyaan-pertanyaan baik dari millist maupun facebook. Tentu saja jika ada yang bertanya lewat email, cenderung akan diarahkan ke millist, karena email hanya penanya yang bersangkutan yang menjawab, berbeda dengan millist yang dilihat oleh anggota millist yang ribuan jumlahnya. Dia mengaku terkadang secara Cuma-Cuma melakukan sharing ilmu pengetahuan baik dari blog, maupun wikipedia. Jangan khawatir salah, toh nanti dari komentar ada yang membetulkan. Triknya adalah kita jangan menggurui, beri pernyataan yang jika salah tidak terlalu disalahkan, yakni berupa saran dengan kata kunci: “mungkin, barangkali, .. atau tolong perbaiki jika saya salah”. Oleh karena itu, kita sebaiknya membudayakan tulis-menulis, karena tulisan bisa berdampak sangat dahsyat.

Berhubung Pa Romi belum muncul juga, pembicara ketiga diisi terlebih dahulu oleh pembicara keempat yaitu Pa Wahyudi yang merupakan pembantu direktur I bidang Akademik BSI. Bapak tiga anak ini teman saya sewaktu masih ngajar di BSI dan Nusa Mandiri. Terkenal sebagai orang yang tegas, berwibawa dan selalu belajar, terutama tentang dunia IT. Memiliki sertifikat hacker dan IT Forensic. Dipandu oleh Kajur MI, Pa Ishak, beliau memaparkan tentang statistik dunia tenaga kerja di Indonesia yang cukup banyak penganggur karena tidak diserap oleh dunia kerja. Penganggur-penganggur itu hampir dipastikan kurang memiliki jiwa kreativitas dan inovasi. Karena kreativitas ternyata tidak selalu membutuhkan teknologi dan ilmu yang “Hi-tech”. Dengan bekal ilmu apapun yang ada pada kita, kita dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang menimpa kita. Ada sedikit tebak-tebakan mengenai gambar bintang yang tersembunyi di antara sekian banyak segitiga-segitiga. Kreativitas merupakan kemampuan fikir yang bersifat mencipta. Kreativitas dapat dimanfaatkan untuk apa saja, terutama yang membantu pekerjaan kita sehari-hari.

Pa Romi akhirnya tiba dengan sedikit lelah karena naik tangga dari bawah ke lantai lima. Kebetulan tiba setelah materi p Wahyudi hampir selesai. Seperti biasa, beliau menceriterakan mengenai kesalahan kurikulum yang banyak menimpa di perguruan-perguruan tinggi komputer di Indonesia. Beliau menyarankan untuk mengadopsi kurikulum internasional yang membagi wilayah-wilayah IT menjadi CE, IS, IT, SE (lihat: http://www.romisatriawahono.net). Cara gampangnya adalah, jika kita belum memiliki sumber daya dosen yang memadai, coba searching buku-buku terkini yang banyak digunakan, seperti untuk RPL bisa menggunakan Ian Sommerville dan lain-lain di Amazon. Beli satu buku, dan biasanya sudah lengkap berisi power point dan SAP. Dosen bisa belajar terlebih dahulu. Dengan tetap mengusung Enterpreneurship, beliau menayangkan tokoh-tokoh kreatif di cyberspace seperti Linus Torvald untuk Linuxnya, Jerry Yang dengan Yahoo, M Zukenberg untuk Fb, penemu google serta Mozzila yang cukup memberi inspirasi. Seperti misalnya penemu wordpress, di nekat memasarkan produknya yang dari sisi php sebenarnya sederhana. Sangat dianjurkan kita bisa “menjual diri” lewat internet. Kemampuan bicara dan menulis harus dipupuk dan diasah terus, belajar bicara, jika tidak ada yang diajak bicara, bicara saja dengan binatang (disambut tawa audiens).

Setelah makan siang, dilanjutkan dengan sesi presentasi para pemakalah dari BSI dan kampus-kampus lainnya. Bagaimanapun hasilnya tetap saja kita patut menghargai hasil tulisan para peneliti kita, terutama dari para dosen (yang oleh P Romi diistilahkan dosen beneran) yaitu tri darma (mengajar, meneliti dan pengabdian). Semoga seminar ini terus dilanjutkan ke depan. Sekitar beberapa bulan lagi akan ada seminar Internasional di Yogyakarta. Sepertinya harus ikut nih .. sekalian pulang kampung.

Iklan

Satu respons untuk “Seminar Nasional Inovasi dan Teknologi (SNIT) 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s