Untuk Rekan-rakan Dosen di JABOTABEK dan sekitarnya

Seperti udara yang kita hirup setiap hari, manfaatnya akan terasa ketika sesak nafas atau polusi di mana-mana. Ketika biasa saja, terkadang tidak dijumpai rasa bersyukur. Begitu pula untuk rekan-rekan dosen yang tinggal dekat pusat ibukota, Jakarta. Cerita ini mungkin bisa menginspirasi.

Dekat dengan RISTEK-DIKTI

Seperti postulat dalam geografi, banyak hal berpengaruh tetapi jarak sangat mempengaruhi, begitu juga dengan para dosen. DIKTI yang merupakan departemen yang mengurusi dosen dan periset menjadi andalan dosen-dosen di seluruh Indonesia. Walaupun ada kopertis di tiap-tiap wilayah, tetapi tetap saja mengurus hal-hal tertentu harus ke DIKTI.

Teringat dulu ketika gagal wawancara beasiswa luar negeri (LN) dan ternyata ada wawancara ulang beberapa bulan kemudian. Repotnya info dikirim dan harus datang ke Jakarta dalam waktu 3 hari. Tadinya saya fikir itu untuk calon karyasiswa (sebutan untuk penerima beasiswa) di sekitar Jabotabek saja. Ternyata ya ampun, seluruh Indonesia dari timur hingga barat. Ketika berkumpul menunggu wawancara banyak yang sibuk mencari tiket balik, padahal belum tentu keterima (beberapa terkendala masalah umur dimana usia max 45 untuk beasiswa LN). Repotnya lagi, info itu harus lihat sendiri di web beasiswa, kalau tidak melihat ya bisa saja tidak ada yang mengingatkan. Untungnya saya yang tinggal di Bekasi langsung meluncur, walau masih nyasar juga sih.

Bagi yang pernah kuliah ke luar negeri, pasti merasakan ketika berangkat harus lewat Jakarta (naik pesawat Garuda). Jadi dari daerah seluruh Indonesia, harus transit dulu ke Jakarta sebelum lanjut ke negara tujuan. Memang sih biasanya jarang ada yang langsung ke luar negeri dari daerah selain Jakarta. Bagi saya, yang memang harus ke Jakarta untuk ke berangkat. Salut juga ketika berangkat berjumpa dengan rekan dari Papua yang harus transit dulu ke Jakarta sebelum lanjut ke luar. Adanya wawancara di luar Jawa sepertinya sangat membantu rekan-rekan dari wilayah lain (terutama timur). Pembekalan pra keberangkatan pun di sana.


Source: http://setkab.go.id/wp-content/uploads/2015/08/Ceramah-LPDP.jpg

Tempat Kedutaan-Kedutaan Besar

Ketika mau berangkat belajar ke luar negeri tentu saja membutuhkan visa khusus, yaitu visa pelajar. Nah, mengurusnya tentu saja ke dubes yang dituju. Letaknya tentu saja di ibukota, jadi mau tidak mau harus ke Jakarta. Repot juga kan yang tinggal di daerah, tetap harus ke Jakarta dan tidak boleh diwakilkan.

Thai Embassy in Jakarta

Selain itu, banyak informasi-informasi lain yang hanya didapat di dekat ibukota, terutama gosip-gosip tertentu, yang walaupun kadang hoax, tetapi tetap saja tahu lebih dahulu jika memang tidak hoax. Sekian dulu, dan besok siap-siap berangkat ke kantor pusat DIKTI untuk mengambil berkas penyetaraan ijazah .. lagi-lagi harus ke Jakarta walaupun proses penyetaraannya sudah online. Tapi jangan khwatir, bisa diwakilkan untuk mengambilnya. Jadi rekan-rekan di kopertis III dan IV (Jabotabek), yuk lebih semangat lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s