Masih Tinggikah Derajat Orang Berilmu Saat Ini?

Ada buku berjudul “The Death of Expertise” yang artinya matinya para pakar. Mati di sini artinya peran kepakarannya tidak dianggap oleh masyarakat. Silahkan baca resensinya di link New York Times ini. Pakar adalah orang yang memiliki ilmu tertentu, yang pada jaman dahulu (mudah-mudahan saat ini juga) sangat dihargai.

Beberapa agama, salah satunya Islam memiliki riwayat bahwa nabi Adam a.s. ketika diciptakan, Allah langsung mengajari nama-nama benda, dan Adam mampu mengikuti. Beberapa ciptaan sujud, termasuk malaikat, kecuali setan yang merasa iri karena asal usul (dari api) dan senioritas. Jadi kalau saat ini ada orang yang tidak menghargai maka mungkin itulah alasannya (iri, asal usul, dan senioritas).

Gerakan Anti-Rasionalisme

Saya sendiri belum membaca buku “the death of expertise” karangan Tom Nichols. Dari resensi di majalah online tersebut disinggung maraknya gerakan anti-rasionalisme. Maksudnya adalah tidak memandang temuan-temuan ilmiah, seperti pemanasan global, vaksinasi, dan sejenisnya. Jangankan di negara kita, di amerika serikat pun masyarakatnya juga mulai anti-rasio. Tentu saja maksud anti-rasionalime tidak sepenuhnya menolak temuan-temuan ilmiah. Bisa jadi sikap yang tidak mengindahkan (ignorance) masuk kategori anti-rasionalisme. Buku tersebut muncul dipicu oleh menangnya presiden amerika serikat, Donald J. Trumph. Bahkan ada indikasi kemerdekaan untuk tidak mempercayai ilmuwan atau rasionalitas (declaration of independent). Jadi, tak ada gunanya lagi debat terbuka calon pemimpin.

Wabah Hoaks

Seperti di negara kita, di amerika pun wabah hoaks (fake news and propaganda) muncul, terutama menjelang pemilihan umum. Munculnya internet dan banyaknya orang yang merasa “self educated genius” karena dengan mudahnya mencari informasi di dunia maya. Repotnya adalah banyak orang yang hanya mengandalkan sumber dari seseorang yang dipercaya saja. Bahkan ada istilah confirmation bias, hanya membaca sumber yang mendukung pendapatnya saja. Orang-orang seperti itulah sasaran utama hoaks yang seandainya tiap orang check and recheck dan tidak hanya mengandalkan satu sumber, maka hoaks tidak akan laku.

Merendahkan Institusi Pendidikan

Publik amerika (mungkin juga Indonesia) menuntut para ilmuwan untuk segera menjawab permasalahan nasional yang rumit dan multidisiplin, terkait satu sama lain. Repotnya, mereka mendukung orang-orang yang mewakili kemarahan mereka. Mereka ingin cepat diberi informasi dan cenderung memilih wakilnya yang berkarakter mudah marah dan protes seperti mereka. Para expert dipaksa segera menyimpulkan segala hal menurut sudut pandang bidang mereka yang memang biasanya spesifik dan kegaduhan pun muncul. Buku yang menarik untuk dibaca dan diterapkan untuk meminimalisir dampak negatif sikap-sikap anti-rasionalisme di tanah air.

Jadi bagaimana? Apakah derajat orang berilmu masih tinggi seperti surat 58 ayat 11? Walaupun saat ini kelihatannya materialisme merasuk ke sagala aspek kehidupan, dimana orang berharta lebih dihargai, tetapi perkataan tuhan pencipta alam semesta tentu saja masih harus lebih dipercaya dari pada berita hoaks. Semoga postingan singkat ini bermanfaat.

Referensi

  • Nichols, Tom. The death of expertise. New York Times. Link.
  • Surat Mujadilah (58) ayat 11,
  • يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَـٰتٍ۬‌ۚ
  • “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”

 

Mengganti Afiliasi pada Scopus

Biasanya mahasiswa yang sedang kuliah memiliki akun Scopus sementara sampai yang bersangkutan lulus. Saya sendiri masih diberi kesempatan beberapa bulan ke depan untuk bisa login, dan mumpung masih punya login ada baiknya mengubah afiliasi yang tadinya kampus tempat kuliah menjadi kampus tempat kerja saat ini. Pemicunya adalah pesan dari Scopus setelah login bahwa ada fasilitas baru Scopus untuk mengganti afiliasi dan juga detil nama author, langsung saja saya menjalankan fasilitas tersebut.

Untuk mengganti afiliasi, cara termudah adalah menyamakan dengan daftar nama yang sudah ada di artikel kita sebelumnya. Sebelumnya masuk ke Help (Support Center) untuk mencari informasi pergantian afiliasi. Ada isian tentang alasan pergantian afiliasi, nama afiliasi yang baru dan lain-lain.

Kebetulan saya pernah publish di jurnal internasional dengan nama afiliasi “Islam 45 University”, jadi jika kita meminta untuk mengganti afiliasi yang lama dengan afiliasi tersebut, prosesnya lebih mudah.

Prosesnya cukup lama ternyata, dua mingguan. Sebelum berubah Scopus memberitahukan bahwa permintaan disetujui.

Jika sudah disetujui tampak afiliasi yang sudah beralih ke afiliasi yang baru. Akhirnya saya sudah bisa mengucapkan selamat tinggal dengan afiliasi sebelumnya, tempat saya 5 tahun kuliah.

Mungkin informasi ini bermanfaat bagi rekan-rekan yang sedang kuliah dan memiliki kendala afiliasi yang masih “nebeng” kampus tempat kuliah. Sekaligus juga menambah skor publikasi negara kita.

Mengisi Teks/Tulisan ke Dalam Gambar di Microsoft Word

Banyak aplikasi online maupun android yang tersedia untuk memasukan teks ke dalam gambar. Namun jika kepepet, ga ada pulsa atau wifi gratis, terpaksa kita harus menggunakan fasilitas di laptop yang tersedia. Salah satunya adalah Microsoft Word mengingat aplikasi ini palang banyak diinstal di laptop.

Salah satu fasilitas di Ms Word untuk menyisipkan teks adalah dengan Text Box. Silahkan buka di menu Insert pilih Text Box. Pilih kotak yang sederhana saja yang terletak di kiri atas. Berikutnya silahkan hapus kotaknya dengan cara: Klik kanan – Outline – No Outline.

Jika sudah, masukan gambar dengan: Klik kanan Text Box – Format Shape. Di bagian kanan pilih Text Outline. NOTE: Perhatikan ketika klik kanan, pastika kotaknya yang diklik kanan bukan teksnya.

Pilih Offline karena kita ingin mengambil gambar dari file yang kita miliki. Lalu edit Teks-nya sesuai dengan kata-kata yang diinginkan. Gunakan WordArt untuk membuat tulisan indah. Hasilnya kira-kira seperti di bawah ini:

Selamat mencoba menyisipkan teks di gambar, semoga bermanfaat.

Merubah Format Image 1 dan 0 Menjadi 1 dan -1 Secara Cepat

Jaringan Syaraf Tiruan berfungsi menirukan fungsi otak manusia yang berisi neuron-neuron. Neuron ini ketika bekerja mengatur bobot dan bias sesuai dengan masukan dan targetnya. Ketika mengatur bobot dan bias terkadang diperlukan bilangan-bilangan yang mudah diolah. Biasanya lebih disukai yang sudah dinormalkan (normal Euclidean). Selain itu untuk kasus tertentu seperti data gambar, lebih disukai yang berbentuk 1 dan -1 dibanding dengan 1 dan 0 (lihat buku-buku tentang JST), untuk image black-white. Sementara bentuk 1 dan nol lebih mudah ketika mengetik/membuat matriks (karena tanpa mengetik minus “-“). Tentu saja repot jika mengubah manual nol menjadi -1, tetapi dengan cara berikut, hanya diperlukan satu langkah untuk merubah 1 dan nol menjadi 1 dan -1.

  • >> empat=[1 0 1;1 0 1;1 1 1;0 0 1;0 0 1]
  • empat =
  • 1 0 1
  • 1 0 1
  • 1 1 1
  • 0 0 1
  • 0 0 1

Logika sederhana adalah dengan mengurang 0 dengan 1 agar menjadi -1. Tetapi tentu saja yang 1 akan menjadi nol. Oleh karena itu kita kalikan dua agar 1 menjadi 2 dan jika dikurangkan 1 menjadi 1. Sementara nol dikalikan 2 tidak berubah.

  • >> empatb=empat*2
  • empatb =
  • 2 0 2
  • 2 0 2
  • 2 2 2
  • 0 0 2
  • 0 0 2

Setelah dikalikan dengan 2 kurangkan dengan satu seluruh matriks itu. Gunakan fungsi ones untuk membuat matriks berisi angka 1.

  • >> empatc=empatb-ones(5,3)
  • empatc =
  • 1 -1 1
  • 1 -1 1
  • 1 1 1
  • -1 -1 1
  • -1 -1 1

Tampak hasilnya sesuai dengan yang diinginkan. Coba lihat dengan fungsi imshow apakah hasilnya tampak sama dengan sebelumnya, yaitu angka “4”. Beberapa literatur menyarankan menggunakan versi -1 dibandingkan dengan nol ketika mengolah data dengan jaringan syaraf tiruan (neural networks).

imshow(empatc,’InitialMagnification’,5000)

Lihat yang berwarna putih menunjukan angka “4”. Jadi caranya mudah, kalikan dengan “2” dan kurangkan dengan matriks 1 (fungsi “ones”). Sekian, semoga bermanfaat.

Pilih Waterfall atau Iterasi?

Waterfall merupakan teknik perancangan sistem yang telah lama digunakan. Banyak yang berhasil menggunakan metode ini tetapi banyak juga yang gagal, bahkan kerugiannya pun cukup besar. Hal ini karena tahapan yang mengalir seperti air terjun itu, penentuan keberhasilannya di akhir, yaitu setelah tahap implementasi. Padahal sampai tahap itu telah banyak dana yang digelontorkan.

Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, diperkenalkanlah metode iterasi. Metode ini mempercepat waktu pemodelan seperti metode waterfall (kebutuhan, analisa, disain, implementasi dan test) tetapi diulang kembali pada iterasi berikutnya. Karena satu iterasi merupakan fasa waterfal maka proyek pembuatan sistem informasi mampu mendeteksi resiko ketika satu iterasi terlaksana.

Misalnya iterasi 1 dan 2 pada gambar di atas (diambil dari buku UP karangan Jim Arlow (Arlow & Neustadt, 2005)) tahap requirements hingga test dilaksanakan. Jika sukses maka iterasi berikutnya (konstruksi dan transisi) siap dilaksanakan dan peluang berhasilnya lebih tinggi dibanding tanpa adanya iterasi. Metode iterasi juga bisa mengantisipasi perubahan-perubahan, terutama requirements, ketika di tengah jalan ada hal mendesak yang harus ditambahkan.

Contoh Kasus

Di suatu kampus tidak ada SIM yang mengelola baik urusan akademik (KRS, Bimbingan, dll) maupun urusan kepegawaian (absen, surat menyurat, dll). Kampus tersebut mencoba untuk membuat proyek pengadaan SIM tersebut dengan membayar perusahaan yang bersedia membuatkannya. Metode yang digunakan adalah waterfall dimana pihak kampus menunjukan alur proses dan kebutuhan-kebutuhannya lengkap. Setelah beberapa tahun ternyata tidak jadi walaupun uang sudah banyak keluar.

Kemudian vendor pun diganti. Rancangan sudah dijalankan, namun hampir dua tahun belum juga terlaksana. Sepertinya proyek tersebut terlampau sulit dan besar bagi vendor pembuatnya. Testing dan implementasi tak kunjung terlaksana karena seluruh requirements belum beres. Terpaksa manual masih dijalankan total.

Di awal perkuliahan, seorang dosen menanyakan e-learning, apakah sudah tersedia. Pihak IT mengatakan sudah, dan akun pun dibuatkan untuk dosen tersebut. Namun, baik mata kuliah maupun siswa tidak ada. Ketika ingin mendaftarkan mata kuliah yang ingin diajarkan, ternyata tidak bisa. Ketika menanyakan ke pihak IT jawabannya adalah mata kuliah didaftarkan oleh pihak rektorat. Namun pihak rektorat belum siap. Padahal si dosen hanya membutuhkan alat/tools untuk berkomunikasi, memberikan materi (text atau video) ke siswa. Pihak IT pun dengan “PD” mengatakan ke dosen tersebut bahwa e-learning akan dibuat canggih seperti universitas terbuka (UT). Tentu saja dengan kata “akan” yang artinya entah kapan. Akhirnya dosen tersebut menggunakan Whatsupp untuk berkomunikasi dengan mahasiswa, dan berhasil secara efektif.

Bagaimana jika menggunakan metode iterasi? Tentu saja mudah. Lakukan saja yang urgen terlebih dahulu, misalnya yang melibatkan perkuliahan. KRS online dan informasi nilai UTS dan UAS. Buat e-learning sementara yang dengan fleksibel pengajar berinteraksi dengan si mahasiswa. Toh tidak e-learning murni dimana nilai dan perkuliahan tidak 100% online. Lalu jika sudah OK, buat iterasi berikutnya yang menambahkan fitur-fitur SIM tersebut hingga sempurna. Dengan metode iterasi ini, pihak kampus bisa langsung menerapkan SIM, berbeda dengan metode waterfall yang menunggu 100% jadi baru diterapkan entah kapan, yang beresiko mengalami kegagalan seperti sebelumnya. Tapi tetap saja keputusan di pihak kita, menggunakan metode waterfall atau iterasi, kedua-duanya berpotensi berhasil, hanya saja iterasi memiliki resiko yang lebih kecil, katanya .. silahkan baca buku-buku yang bertema analisa dan disain sistem informasi baik konvensional atau berorientasi obyek. Sekian semoga bisa menginspirasi.

Referensi

  • Singer, PW., & Cole, A. Ghost Fleet… Ups .. sorry salah
  • Arlow, J., & Neustadt, I. (2005). UML 2 and the Unified Process (Second). United States: Pearson Education Limited.

 

Mengatasi Masalah Ponsel Booting Terus (Looping)

Gara-gara HP dipakai anak main game terus, akibatnya tidak berhasil restart. Sebelumnya memang saya lihat kapasitas system sudah penuh. Namun terlambat, HP rusak duluan. Biasanya saya menggunakan cara lama yaitu hard reset factory tapi ternyata gagal. Repotnya saya jadi tidak bisa lihat dan update WA, terutama WA perkuliahan.

Banyak panduan di youtube yang menyarankan, salah satunya adalah tidak ada cara lain selain mengisi ROM dengan cara flash, yaitu mengisi dari aplikasi pengisian flash ke handphone. Aplikasi yang terkenal dan banyak digunakan saat ini adalah ODIN.

Mengunduh File Firmware

Untuk mengisi flash, perlu mencari file firmware yang cocok dengan versi HP kita. Repot juga, karena saya lupa versi HP (bukan nama pasaran). Akhirnya ketemu juga, SM-N750. Cari di internet fasilitas untuk mengunduhnya yang gratis, karena kebanyakan berbayar. Ada tiga file yang dibutuhkan selain firmware:

  • Driver HP, dalam kasus saya Samsung Driver
  • Aplikasi pengisi (flashing), saya pilih ODIN
  • Firmware
  • Instal Driver Samsung.

Sebelumnya saya salah mengunduh firmware yang harusnya N750 tapi N900, ketika diflash ODIN memberi informasi Fail. Jika sudah masuk langkah berikutnya.

Masuk ke Mode Download Firmware

Firmware adalah software yang berasal dari pabrik perangkat keras yang tersimpan di ROM (sejenis flashdisk dalam HP). Langkah yang dilakukan untuk HP Samsung adalah (untuk HP lain mungkin berbeda):

  • Tekan Volume Down + Power Button + Home Button. Nanti akan muncul Warning, yang memang benar-benar warning. Relakan data Anda jika hilang, kalau takut hilang backup saja, atau pergi ke tukang servis HP. Jika hilang tidak masalah, lanjut berikutnya.
  • Tekan Volume Up. Nanti akan muncul robot starwar (maksudnya Android). Colok ke laptop dengan kabel ori (bukan kabel abal-abal) karena akan digunakan untuk high speed transfer.

Masuk ke Aplikasi ODIN

Jalankan ODIN dengan mengklik file exe nya. Tidak perlu install karena akan langsung terbuka. Pastikan ketika kabel USB dari HP ditancap ke Laptop, ada informasi ADD di ODIN, jika tidak berarti ada masalah dengan driver, atau tunggu sampai proses instal driver (plug-n-play) selesai.

Secara default Auto Reboot dan F. Reset Time tercentang. Biarkan saja. Kita tinggal mengklik AP di File (Download). Di sini kita membrowsing ke lokasi file MD5, atau dikenal dengan nama PDA. Oiya, pastikan rar diekstrak. Lanjutkan dengan menekan Start, setelah menunggu lumayan lama (beberapa menit) aplikasi ODIN memverifikasi file MD5 tersebut. Jika Fail, berarti firmware tidak cocok, jika cocok maka akan berlanjut hingga Pass, yang artinya selesai. HP akan booting dan masuk ke menu inisiasi seperti layaknya HP baru.

Akhirnya selesai juga masalah, dan tidak perlu keluar uang untuk servis HP. Oiya, jurusan teknik komputer itu berkaitan antara hardware dan software, seperti kasus ini. Lihat tampilan video singkat di bawah ini. Semoga bermanfaat.

Referensi

zon3-android.net/flashing/samsung/cara-flashing-samsung-galaxy-note-3-neo-sm-n750.html

Memodelkan Suspensi

Dosen/M.Kul/Ruang/Jurusan: Rahmadya,PhD/T.Pemodelan&Simulasi/Lab.Software/T.Komputer D3

Salah satu hal tersulit dari pemodelan adalah membuat sesuatu yang ingin dimodelkan menjadi model matematis. Konversi menjadi model ini dikenal dengan istilah abstraksi. Tentu saja kita tidak bisa membuat model matematis yang sangat menyerupai kondisi fisik. Tetapi jika kita mampu mengekstrak hal-hal penting menjadi model matematis, insya Allah kita bisa membuat model yang menyerupai kondisi real dari sistem yang kita modelkan.

Model Suspensi

Diperlukan beberapa variabel untuk memodelkan suspensi sederhana yaitu massa, konstanta pegas dan konstanta peredaman. Gambar berikut memperlihatkan suspensi sederhana.

Inputnya adalah gaya dari struktur jalan yang berefek pada translasi/perpindahan (variabel y) yang setara dengan gaya perlawanan pegas dan peredam. Persamaan kemudian dikonversikan menjadi persamaan Laplace agar persamaan differensial tersebut dapat diselesaikan.

Mungkin video berikut bisa sedikit menjelaskan langkah-langkah membuat model matematis dari model fisik.

Membuat Aplikasi

Berikutnya adalah membuat program untuk mensimulasikan parameter pegas dan redaman agar dihasilkan respon yang pas (tidak terlalu “bumpy” atau keras). (Video tutorial lihat grup WA). Semoga bermanfaat.

 

 

Menampilkan Citra Kecil dengan Fungsi IMSHOW Matlab

Citra biasanya ditampilkan dari file gambar (jpg, bmp, tiff, dan sejenisnya). Tetapi di Matlab, citra bisa juga ditampilkan dari matriks. Berikut ini contoh matriks yang menampilkan angka 7 segment. Buka Matlab, arahkan Current Directory ke folder yang sudah kita persiapkan dan ketik matriks yang menyatakan angka “empat” berikut ini:

  • >> empat=[1 0 1;1 0 1;1 1 1;0 0 1;0 0 1]
  • empat =
  • 1 0 1
  • 1 0 1
  • 1 1 1
  • 0 0 1
  • 0 0 1

Perhatikan angka satu di matriks di atas menunjukan formasi angka 4. Untuk melihat bentuknya dengan jendela baru, gunakan fungsi imshow().

Namun masalahnya adalah bentuknya kecil sekali. Oleh karena itu perlu ditambahkan parameter InitialMagnification untuk memperbesar citra hasil fungsi tersebut. Berikut ini contohnya:

>> imshow(empat, ‘InitialMagnification’, 5000)

Perhatikan angka di atas, yang berwarna putih adalah angka “1” pada matriks empat yang telah dimasukan sebelumnya. Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Kurikulum Teknik Komputer

Association for Computing Machinery (ACM) dan Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) membuat panduan (report) tentang materi yang harus dipelajari (kurikulum) untuk jurusan-jurusan:

  • Teknik Komputer (Computer Engineering)
  • Ilmu Komputer (Computer Science)
  • Sistem Informasi (Information System)
  • Teknologi Informasi (Information Technology)
  • Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering), dan
  • Model di Masa yang akan datang (Future Model)

Karena kebetulan homebase saya di teknik computer (TK), postingan ini sedikit banyak membahas jurusan tua tersebut. Tahun 2004 ACM/IEEE membuat panduan kurikulum jurusan tersebut, tetapi kemudian direvisi mengikuti perkembangan teknologi pada tahun 2016 yang lalu. Yang dilaporkan panduan tersebut adalah:

  • Body of Knowledge (BoK)
  • Mata kuliah yang melingkupi BoK
  • Kebutuhan Inti jurusan
  • Karakteristik lulusan jurusan teknik komputer

Perkembangan Teknik Komputer

Jurusan TK merupakan hasil evolusi dari teknik elektro dan ilmu komputer. Pertama kali dibentuk untuk menyediakan tenaga terampil dengan spesialisasi logika digital, perancangan prosesor dan sistem komputer. Namun kemudian berkembang mengikuti evolusi yang berkembang dari jurusan ilmu komputer. Di panduan tersebut dibahas juga perkembangan TK di China, yang saat ini membagi jurusan ICT menjadi tiga: computer systems organization, computer applied technology, dan computer software and theory. Sementara itu di Inggris, beberapa kampus seperti University of Manchester menutup jurusan tersebut, waw.

Body of Knowledge Teknik Komputer

Struktur BoK terdiri dari Knowledge Area (KA) yang kemudian dipecah lagi menjadi Knowledge Units (KUs). KUs ini membahas outcome dari pembelajaran yang harus dicapai. BoK TK terdiri dari 12 KA antara lain:

  • CAE Circuits and Electronics
  • CAL Algoritma Komputasi
  • CAO Arsitektur dan Organisasi Komputer
  • DIG Disain Dijital
  • ESY Sistem Tertanam
  • NWK Jaringan Komputer
  • PPP Keprofesian
  • SEC Keamanan Informasi
  • SGP Pemrosesan Sinyal
  • SPE Rekayasa sistem dan proyek
  • SRM Manajemen Sumber Daya
  • SWD Perancangan software

Sementara itu rincian KA beserta KUs-nya silahkan lihat di halaman 25 panduannya. Beberapa mata kuliah sepertinya sulit dijalankan di kampus swasta dengan dana pas-pasan. Oiya, di panduan tersebut ada pembahasan rinci tentang laboratorium yang harus disediakan antara lain:

  • Circuits and electronics (wajib)
  • Arsitektur dan disain komputer (tambahan)
  • Pemrosesan sinyal (tambahan)
  • Disain Sistem digital dan logika (wajib)
  • Sistem Tertanam (wajib)
  • Pengenalan rekasyasa (disarankan)
  • Jaringan (disarankan)
  • Disain software (disarankan)
  • Disain proyek akhir (wajib)

Unik juga, ternyata jaringan bukan praktek wajib, melainkan hanya disarankan. Silahkan baca untuk yang TI, SI, dan ilkom. Sekian, semoga bermanfaat.

Manajemen dan Strategi Informasi Perusahaan-Perusahaan Besar

Ketika membenahi buku-buku lawas yang berantakan, saya menemukan buku yang digunakan untuk perkualiahan IT strategy. Perkuliahan S2 tersebut “lumayan”. Maksudnya sulit dimengerti karena ada unsur “mengantuk”nya. Maklum temanya berat karena masih agak asing. Di tahun 2008 memang era disrupsi belum dimulai (atau mungkin sedang dimulai). Buku berjudul “Corporate Information Strategy and Management, 7 edition – Text and Cases” tersebut dikarang oleh Lynda M. Applegate, dkk, yang merupakan dosen harvard business school.

Ketika membacanya, buku terbitan tahun 2005 itu memang berbahasa Inggris “level atas”. Ditambah dengan banyak studi kasus, membuat kepala pening. Padahal niatnya ingin dapat nilai sekadarnya dan lulus master sebagai prasarat minimal jadi seorang dosen. Namun saat ini, ketika membacanya kembali ada sedikit kekaguman. Ternyata bagus juga bukunya dalam mengulas secara detil kasus per kasus.

Sedikit Ringkasan di Modul – 1: Business Impacts

Banyak studi kasus yang diberikan modul 1, biasanya cerita sukses penggunaan IT dalam mempertahankan kinerja perusahaannya. Tapi ada satu kolom yang ditulis oleh Nicholas G. Carr (ditulis dalam majalah Financial Times tahun 2001). Isinya kira-kira sebagai berikut:

Penerapan CPU dalam Silikon Kecil

Waktu itu, di tahun 68, seorang peneliti di Intel, Ted Hoff, mampu menyisipkan prosesor dalam silikon kecil. Sejak itulah pembuatan komputer berukuran kecil membanjiri pasaran. Dari penggunaan anggaran 5%, 15%, dan terus hingga 50% perusahaan-perusahaan AS digunakan untuk sarana dan prasarana IT.

IT Sebagai Penentu Kesuksesan

Banyak perusahaan-perusahaan besar yang memiliki sarana dan prasarana IT yang baik mengungguli perusahaan-perusahaan lain yang kurang memiliki sarana tersebut. Hal ini berlangsung cukup lama. Namun lama kelamaan akibat teknologi IT yang terus berkembang, sarana dan prasarana IT menjadi sangat murah dan semua perusahaan mampu membelinya. Ini menimbulkan sedikit gejolak baru.

Menghilangnya IT Sebagai Penentu Kesuksesan

Mirip kejadian era setelah revolusi industri. Ketika itu banyak perusahaan-perusahaan kuat memiliki jalur distribusi sendiri, seperti kereta api, pasokan daya listrik, bahkan jalan khusus pabrik tersebut. Namun berkembangnya teknologi kelistrikan dan elektronik. Munculnya perusahaan-perusahaan jasa pengiriman, memunculkan dibangunnya sarana dan prasarana untuk umum. Sehingga tiap perusahaan bisa menggunakannya, istilah saat ini adalah share infrastruktur. Begitu pula yang terjadi dalam IT yang masuk ke dunia online. Tidak ada lagi saat ini yang menggunakan infrastruktur IT yang full terisolasi, yang berpotensi menuntut biaya tinggi.

Terlalu Banyak Hal-Hal yang Baik

Tulisan tersebut diakhiri dengan satu kekhawatiran. Memang waktu tulisan itu ditulis, dunia online belum begitu tampak. Amazon, Alibaba, Gojek, Grab, dan sejenisnya belum tampak. Atau bahkan beberapa pendiri masih sekolah. Namun dengan analogi era setelah revolusi industri, sepertinya akan terulang lagi. Bahkan, sejarawan D.S. Landes memprediksi adanya ketidakpastian akibat penerapan teknologi IT yang terus berkembang dan kian sempurna.

Demikian, kolom singkat di modul-1 yang bagi saya sangat menarik. Menarik di sini karena tulisan itu bisa meramal kondisi 10 tahun kemudian dimana saat ini banyak perusahaan-perusahaan raksasa tumbang akibat perkembangan pesat teknologi informasi. Sekian, semoga bisa menginspirasi.

Mendaftarkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HKI) Suatu Ciptaan

Berbeda dengan mendaftar hak patent yang lebih sulit, bahkan pendingnya bisa bertahun-tahun, mendaftar hasil ciptaan di negara kita lebih mudah. Kementerian yang bertanggung jawab mendata hasil ciptaan adalah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), khususnya Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Prosesnya sangat cepat, kurang dari seminggu untuk karya tertentu, namun manfaatnya cukup besar terutama jika di kemudian hari ada yang menjiplak. Posisi jadi lebih kuat jika kita sudah mendaftarkan/mencatatkan hasil ciptaan di kemenkumham.

Salah satu hal yang mempercepat proses pencatatan adalah tersedianya fasilitas online, dengan nama e-Hak Cipta Kekayaan Intelektual (lihat link resminya untuk registrasi). Butuh satu hari untuk verifikasi akun kita. Jika sudah, kita siap mendaftarkan ciptaan kita dengan terlebih dahulu login dengan akun yang telah diverifikasi.

Isi permohonan baru jika ingin mendaftarkan ciptaan. Setelah itu dilanjutkan untuk mengisi data-datanya. File-file yang harus disiapkan untuk diunggah antara lain:

  • Scan NPWP
  • Scan KTP
  • Scan Pernyataan Bermaterai
  • File Ciptaan (Foto, Bagan, Manual, dll)

Jika sudah diupload, tunggu dicek oleh pihak e-HKI dengan terlebih dahulu membayar dengan biaya antara 400 hingga 600 ribu. Khusus UMKM ada keringanan biaya (hampir separuhnya).

Tunggu beberapa hari untuk menunggu pengesahan oleh pihak e-Hakcipta. Jika sudah disetujui, file HKI bisa diunduh langsung sebelum menerima berkas aslinya.

Untuk panduan lengkapnya silahkan unduh berkas panduan resminya dari link berikut. Selamat mendaftar ciptaan, semoga bermanfaat.

Menggunakan RDBMS untuk Pemrograman Berbasis Obyek

Di ruangan tampak buku-buku analisa disain yang lumayan tebal. Kebanyakan tentang analisa dan disain sistem berorientasi obyek. Buku yang ternyata milik rekan yang digunakan ketika ambil S2 belasan tahun yang lalu itu cukup menarik dan “wajib” dibaca oleh pemerhati mata kuliah analisa dan disain sistem informasi, khususnya yang tertarik dengan pemrograman berbasis obyek.

 

Ada satu bab yang menarik yaitu pembahasan mengenai penggunaan RDBMS ketika mengimplementasikan pemrograman berbasis obyek. Ivar Jacobson, pengarang buku berjudul “Object Oriented Software Engineering” sekaligus salah satu pencetus UML menyarankan beberapa teknik berikut ini.

  • Problem utama ketika menerapkan konsep obyek ke sistem basis data relasional adalah masalah impedansi. Di sini aplikasi berbasis obyek harus melekat dengan basis data. Padahal konsep RDBMS bebas platform aplikasi. Untuk itu perlu mengurangi kelekatannya dengan sedikit mengatur pentabelannya.
  • Konversikan atribut menjadi field atau kolom dalam tabel. Jika tidak cukup, buat satu tabel baru yang mengakomodasi atribut yang kompleks yang dimiliki oleh aplikasi berbasis obyek.
  • Instansiasi pada aplikasi berbasis obyek dikonversikan menjadi record atau baris pada tabel RDBMS.
  • Ketika dijumpai satu relasi [0..N], buat satu tabel baru dengan kunci diambil dari bagian yang bukan “many”. Kasus ini sering dijumpai ketika membuat tabel “detil pemesanan” ketika dijumpai jumlah pesanan yang lebih dari satu untuk satu orang pelanggan.
  • Kasus yang terberat adalah masalah inheritance dimana ada sedikit sudut pandang dalam mengkonversikan menjadi RDBMS. Dua pilihan yang mungkin diambil antara lain: 1) membuat kelas abstrak dalam satu tabel, dan 2) tidak membuat kelas abstrak. Masing-masing punya kelemahan dan kelebihan. Untuk kecepatan akses, pembuatan kelas abstrak menjadi tabel tersendiri (pilihan 1), mengakibatkan lambatnya proses ketika melakukan proses “join” pada instruksi SQL.

Memang dari sudut pandang pemrograman berbasis obyek, RDBMS terlihat sangat primitif karena membatasi kelas dalam tipe data tertentu, ditambah lagi tidak bisa menyimpan method/operasi dalam suatu tabel, dan mengandalkan aplikasi. Demikian, resensi singkat, semoga bermanfaat.

Membuat Video Tutorial dengan Mobizen pada Android

Untuk sarana pendukung pertemuan kuliah terkadang penjelasan dalam bentuk video pembelajaran perlu juga. Bentuknya bisa power point atau capture dari laptop dengan aplikasi tertentu, misalnya screen-O-matic yang gratis. Jika materi dalam bentuk power point tidak masalah. Lain halnya jika penjelasan berupa rumus-rumus matematika yang dijelaskan seperti pada white board di kelas.

Banyak cara, salah satunya adalah dengan membeli pen-drive, dengan pena dan tatakan elektronik yang mampu menulis lewat screen komputer. Tapi harganya lumayan juga. Dengan sedikit berfikir, saya melihat samsung galaxy note 2014 edition saya dahulu yang sudah error tombol chargernya, tetapi sebenarnya masih ok baik layar maupun pena stylusnya. Dan setelah menanyakan anak saya yang SD ternyata katanya ada aplikasi untuk capture screen di android, namanya Mobizen. Alhasil, saya langsung ke Bekasi Cyber Park untuk service tombol charger samsung saya, dan normal kembali dengan hanya mengeluarkan dana Rp 100 ribu saja (ganti tombol usb untuk charger di tablet). Kuat juga ternyata samsung, 4 tahunan masih OK. Berikut tampilannya, tapi ntah mengapa di bagian tengah voice hilang berganti dengan suara pulpen stylush, mungkin ada yang tertekan. Sekian, selamat mencoba aplikasi tersebut.

Sepertinya lebih baik menggunakan microphone dari headset, hasilnya lebih jernih seprti berikut ini.

Kode Warna HTML

Banyak referensi kode warna dijumpai di internet. Saya sendiri memerlukan referensi tersebut sewaktu-waktu. Terkadang repot juga ketika butuh, tidak ada catatan tentang kode tersebut. Terpaksa buka internet. Salat satu kode yang akurat adalah dari situs ini karena beragam warna tersedia.

Perhatikan, dengan mngklik warna hijau di pallete, langsung Color code muncul: #2EFE2E. Tapi untuk warna dasar bisa menggunakan kode berikut, sekaligus sebagai contekan jka sewaktu-waktu butuh:

  

  Nama Warna HEX RGB
 
Alice Blue #F0F8FF rgb(240, 248, 254)
 
Antique White #FAEBD7 rgb(251, 235, 217)
 
Aqua #00FFFF rgb(0, 255, 254)
 
Aquamarine #7FFFD4 rgb(115, 255, 216)
 
Azure #F0FFFF rgb(239, 255, 255)
 
Beige #F5F5DC rgb(245, 245, 223)
 
Bisque #FFE4C4 rgb(255, 227, 200)
 
Black #000000 rgb(0, 0, 0)
 
Blanched Almond #FFEBCD rgb(255, 234, 208)
 
Blue #0000FF rgb(0, 0, 255)
 
Blue Violet #8A2BE2 rgb(138, 43, 226)
 
Brown #A52A2A rgb(165, 42, 42)
 
Burly Wood #DEB887 rgb(222, 184, 135)
 
Cadet Blue #5F9EA0 rgb(95, 158, 160)
 
Chartreuse #7FFF00 rgb(127, 255, 1)
 
Chocolate #D2691E rgb(210, 105, 30)
 
Coral #FF7F50 rgb(251, 127, 80)
 
Cornflower Blue #6495ED rgb(100, 149, 237)
 
Cornsilk #FFF8DC rgb(225, 248, 220)
 
Crimson #DC143C rgb(220, 20, 60)
 
Cyan #00FFFF rgb(62, 254, 255)
 
Dark Blue #00008B rgb(0, 0, 139)
 
Dark Cyan #008B8B rgb(29, 139, 139)
 
Dark Golden Rod #B8860B rgb(184, 134, 11)
 
Dark Gray #A9A9A9 rgb(169, 169, 169)
 
Dark Green #006400 rgb(19, 100, 0)
 
Dark Khaki #BDB76B rgb(189, 183, 107)
 
Dark Magenta #8B008B rgb(139, 0, 140)
 
Dark Olive Green #556B2F rgb(85, 107, 47)
 
Dark Orange #FF8C00 rgb(251, 140, 1)
 
Dark Orchid #9932CC rgb(153, 50, 204)
 
Dark Red #8B0000 rgb(139, 5, 0)
 
Dark Salmon #E9967A rgb(233, 150, 122)
 
Dark Sea Green #8FBC8F rgb(143, 188, 144)
 
Dark Slate Blue #483D8B rgb(72, 61, 139)
 
Dark Slate Gray #2F4F4F rgb(47, 79, 79)
 
Dark Turquoise #00CED1 rgb(48, 206, 209)
 
Dark Violet #9400D3 rgb(148, 0, 211)
 
Deep Pink #FF1493 rgb(249, 19, 147)
 
Deep Sky Blue #00BFFF rgb(43, 191, 254)
 
Dim Gray #696969 rgb(105, 105, 105)
 
Dodger Blue #1E90FF rgb(30, 144, 255)
 
Fire Brick #B22222 rgb(178, 34, 33)
 
Floral White #FFFAF0 rgb(255, 250, 240)
 
Forest Green #228B22 rgb(34, 139, 35)
 
Fuchsia #FF00FF rgb(249, 0, 255)
 
Gainsboro #DCDCDC rgb(220, 220, 220)
 
Ghost White #F8F8FF rgb(248, 248, 255)
 
Gold #FFD700 rgb(253, 215, 3)
 
Golden Rod #DAA520 rgb(218, 165, 32)
 
Gray #808080 rgb(128, 128, 128)
 
Green #008000 rgb(27, 128, 1)
 
Green Yellow #ADFF2F rgb(173, 255, 48)
 
Honey Dew #F0FFF0 rgb(240, 255, 240)
 
Hot Pink #FF69B4 rgb(240, 255, 240)
 
Indian Red #CD5C5C rgb(205, 92, 92)
 
Indigo #4B0082 rgb(75, 0, 130)
 
Ivory #FFFFF0 rgb(255, 255, 239)
 
Khaki #F0E68C rgb(240, 230, 140)
 
Lavender #E6E6FA rgb(230, 230, 250)
 
Lavender Blush #FFF0F5 rgb(254, 240, 245)
 
Lawn Green #7CFC00 rgb(124, 252, 2)
 
Lemon Chiffon #FFFACD rgb(255, 250, 205)
 
Light Blue #ADD8E6 rgb(173, 216, 230)
 
Light Coral #F08080 rgb(240, 128, 128)
 
Light Cyan #E0FFFF rgb(224, 255, 255)
 
Light Golden Rod Yellow #FAFAD2 rgb(250, 250, 210)
 
Light Gray #D3D3D3 rgb(211, 211, 211)
 
Light Green #90EE90 rgb(144, 238, 144)
 
Light Pink #FFB6C1 rgb(252, 182, 193)
 
Light Salmon #FFA07A rgb(251, 160, 122)
 
Light Sea Green #20B2AA rgb(40, 178, 170)
 
Light Sky Blue #87CEFA rgb(135, 206, 250)
 
Light Slate Gray #778899 rgb(119, 136, 153)
 
Light Steel Blue #B0C4DE rgb(176, 196, 222)
 
Light Yellow #FFFFE0 rgb(255, 255, 224)
 
Lime #00FF00 rgb(63, 255, 0)
 
Lime Green #32CD32 rgb(50, 205, 50)
 
Linen #FAF0E6 rgb(250, 240, 230)
 
Magenta #FF00FF rgb(249, 0, 255)
 
Maroon #800000 rgb(128, 4, 0)
 
Medium Aqua Marine #66CDAA rgb(102, 205, 170)
 
Medium Blue #0000CD rgb(0, 0, 205)
 
Medium Orchid #BA55D3 rgb(186, 85, 211)
 
Medium Purple #9370DB rgb(147, 112, 219)
 
Medium Sea Green #3CB371 rgb(60, 179, 113)
 
Medium Slate Blue #7B68EE rgb(123, 103, 238)
 
Medium Spring Green #00FA9A rgb(62, 250, 153)
 
Medium Turquoise #48D1CC rgb(72, 209, 204)
 
Medium Violet Red #C71585 rgb(199, 21, 133)
 
Midnight Blue #191970 rgb(25, 25, 112)
 
Mint Cream #F5FFFA rgb(245, 255, 250)
 
Misty Rose #FFE4E1 rgb(254, 228, 225)
 
Moccasin #FFE4B5 rgb(254, 228, 181)
 
Navajo White #FFDEAD rgb(254, 222, 173)
 
Navy #000080 rgb(0, 0, 128)
 
Old Lace #FDF5E6 rgb(253, 245, 230)
 
Olive #808000 rgb(128, 128, 1)
 
Olive Drab #6B8E23 rgb(107, 142, 35)
 
Orange #FFA500 rgb(252, 165, 3)
 
Orange Red #FF4500 rgb(250, 69, 1)
 
Orchid #DA70D6 rgb(218, 112, 214)
 
Pale Golden Rod #EEE8AA rgb(238, 232, 170)
 
Pale Green #98FB98 rgb(152, 251, 153)
 
Pale Turquoise #AFEEEE rgb(175, 238, 239)
 
Pale Violet Red #DB7093 rgb(219, 112, 147)
 
Papaya Whip #FFEFD5 rgb(254, 239, 213)
 
Peach Puff #FFDAB9 rgb(253, 218, 185)
 
Peru #CD853F rgb(205, 133, 63)
 
Pink #FFC0CB rgb(252, 192, 203)
 
Plum #DDA0DD rgb(221, 160, 221)
 
Powder Blue #B0E0E6 rgb(176, 224, 230)
 
Purple #800080 rgb(128, 0, 128)
 
Rebecca Purple #663399 rgb(102, 51, 153)
 
Red #FF0000 rgb(255, 0, 0)
 
Rosy Brown #BC8F8F rgb(188, 143, 142)
 
Royal Blue #4169E1 rgb(65, 105, 225)
 
Saddle Brown #8B4513 rgb(139, 69, 19)
 
Salmon #FA8072 rgb(250, 128, 114)
 
Sandy Brown #F4A460 rgb(244, 164, 95)
 
Sea Green #2E8B57 rgb(46, 139, 87)
 
Sea Shell #FFF5EE rgb(255, 245, 238)
 
Sienna #A0522D rgb(160, 82, 45)
 
Silver #C0C0C0 rgb(192, 192, 192)
 
Sky Blue #87CEEB rgb(135, 206, 235)
 
Slate Blue #6A5ACD rgb(106, 90, 205)
 
Slate Gray #708090 rgb(112, 128, 145)
 
Snow #FFFAFA rgb(255, 250, 250)
 
Spring Green #00FF7F rgb(63, 255, 128)
 
Steel Blue #4682B4 rgb(70, 130, 180)
 
Tan #D2B48C rgb(210, 180, 140)
 
Teal #008080 rgb(26, 128, 127)
 
Thistle #D8BFD8 rgb(216, 191, 216)
 
Tomato #FF6347 rgb(250, 99, 71)
 
Turquoise #40E0D0 rgb(64, 224, 208)
 
Violet #EE82EE rgb(238, 130, 238)
 
Wheat #F5DEB3 rgb(245, 222, 179)
 
White #FFFFFF rgb(255, 255, 255)
 
White Smoke #F5F5F5 rgb(245, 245, 245)
 
Yellow #FFFF00 rgb(255, 255, 0)
 
Yellow Green #9ACD32 rgb(154, 205, 49)

 

Referensi:

  • dianagung.com
  • html-color-codes.info/
  • w3schools.com/cssref/css_colors.asp

 

Error mclmcrrt7x.dll pada Hasil Kompilasi Matlab

Lanjutan dari postingan yang lalu tentang instal Matlab yang digunakan untuk kompilasi program, banyak di internet pertanyaan mengenai setelah kompilasi sukses dikerjakan tetapi executable program tidak berjalan dengan semestinya dan muncul pesan kesalahan di bawah ini.

Banyak komentar yang menjawab masalah-masalah tersebut, dari yang ilmiah hingga yang aneh-aneh. Setelah membaca kilat komentar-komentar yang kebanyakan dengan bahasa Inggris tersebut ada satu komentar yang cukup OK, yaitu RESTART. Gitu saja, kebanyakan, termasuk saya, malas kalau me-reset komputer sehabis menginstall. Maklum laptop tua yang kalau restart lama banget. Akibatnya ketika menjalankan program hasil kompilasi tersebut tidak dijumpai dll yang memang terisi setelah restart. Masalah ini mirip menjalankan program aplikasi Matlab pada komputer yang tidak terinstal Matlab di dalamnya. Program exe tidak bisa dijalankan terlebih dahulu kecuali menjalankan exe paket yang diperoleh ketika kompilasi (cukup besar juga sekitar ratusan Mb). Paket tersebut menginstall dll Matlab yang gratis diinstall pada komputer target.

Saat ini saya masih menghadapi problem di Matlab 2013 dan 2014 yang gagal dalam mengkompilasi m-file menjadi exe. Anehnya pada Matlab 2015 berjalan, walau ada sedikit masalah ketika melakukan kalkulasi.